• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA DAN STUDI KASUS 1.9. TINJAUAN PANTAI

KATEGORI TIPE PEMANFAATAN CONTOH JENIS YANG DIMANFAATKAN

2.4.3. Ekspresi Ruang dan Visual Kawasan

Pembantukan ekspresi visual dan visual kawasan merupakan salah satu tujuan dari penataan/perancangan suatu kawasan/lanskap. Ekpresi visual dari suatu ruang (penggal kawasan) dapat menimbulkan kenangan dan pengalaman yang dapat menimbulkan reaksi emosional orang yang

Idham Kholid Muchibi | 5112411036 | Mangrove Park Demak 42 melihatnya. Untuk menciptakan pengalaman tersebut ada 3 hal yang harus diperhatikan :

a.

Mengenai penglihatan/pengamatan (sequence dan serial vision)

Sequence adalah situasi dari pengalaman perjalanan sedangkan serial vision adalah pemandangan (sequence) yang selalu berubah dan sering muncul tiba-tiba secara berurutan dan sengaja disajikan untuk dinikmati. Tujuanya adalah untuk memanipulasi elemen-elemen yang ada sehingga pengaruh-pengaruh emosi dapat tercapai, dan untuk membentuk kawasan sehingga tidak membosankan.

b.

Mengenai tempat (place)

Yaitu mengenai reaksi pengunjung/pengamat sehubungan dengan posisinya terhadap lingkungan di sekitarnya. Sebuah tempat dapat menyebabkan suatu pengaruh yang kuat yang dapat menimbulkan pengalaman.

c.

Mengenai isi (content)

Menunjukan pada keseimbangan, keselarasan serta keseragaman sebagai suatu konsepsi umum sebuah kawasan, yaitu dengan pengaturan warna, tekstur, dan skala

2.4.4. Lansekap

a. Sirkulasi Pedestrian

Sirkulasi pedestrian membentuk jaringan penting didalam menghubungkan aktivitas-aktivitas didalam tapak. Pedestrian pada umumnya mengikuti jalur-jalur yang paling terarah jika sistem berjalan dikembangkan dengan menggunakan point of visual interest. Jalan setapak harus dirancang untuk memungkinkan untuk digunakan oleh berbagai macam pejalan kaki, bahkan untuk berlari, bergerak dengan bebas, aman, dan tidak terhalangi oleh lingkungan tata ruang. Ada beberapa macam pola penataan jalur pedestrian, yaitu pola geometris, pola natural, dan pola campuran dari keduanya.

Sirkulasi diciptakan dengan 3 cara, yaitu : 1) Sirkulasi Menembus Ruang

Gambar 2.13 Hubungan Jalan Menembus Ruang Sumber : D. K Ching, 1994

Idham Kholid Muchibi | 5112411036 | Mangrove Park Demak 43 2) Sirkulasi Melewati Ruang

3) Sirkulasi Berakhir pada Ruang

Terdapat 2 jenis bahan permukaan untuk jalur pedestrian, yaitu: 1) Bahan keras: misalkan batu, kerikil, pasir, beton, aspal

2) Bahan lunak: misalkan berbagai jenis tanaman, dan rumput.

Untuk mendapatkan kenyamanan dalam sirkulasi perlu adanya pembagian ruang yang jelas untuk sirkulasi kendaraan dan manusia

1) Sirkulasi kendaraan

Secara hirarki dapat dibagi menjadi 2 jalur, yaitu: jalur distribusi, untuk gerak perindahan lokasi (jalur cepat), dan jalur untuk melayani bangunan-bangunan (jalur lambat), keduanya harus terpisah sehingga kelancaran lalu lintas dapat terjamin.

2) Sirkulasi manusia

Sirkulasi pedestrtian membentuk pertalian yang penting dalam hubungan aktifitas dalam site, maka banyak hal-hal yang harus diperhatikan antara lain: lebar jalan, penambahan estetis yang menyenangkan, fasilitas penyeberang.

b. Penataan Vegetasi

Vegetasi merupakan salah satu unsur dalam penataan lansekap, yaitu sebagai pengarah ruang, pembatas ruang, pengalas ruang, peneduh ruang, estetis, proses dan juga sebagai desain.

1) Vegetasi sebagai pengarah ruang

Kesan ruang juga dipengaruhi oleh tinggi pandangan mata yang erat hubungannya dengan tinggi dinding vegetasi pada pembentukan ruang luar. Kesan ruang luar yang kuat dapat dikelompokkan menjadi:

Gambar 2.15 Hubungan Jalan Berakhir Ruang Sumber : D. K Ching, 1994

Gambar 2.14 Hubungan Jalan Melewati ruang Sumber : D. K Ching, 1994

Idham Kholid Muchibi | 5112411036 | Mangrove Park Demak 44 a) Tinggi dinding vegetasi yang rendah sekali.

Batas dinding dengan tinggi di bawah mata manusia memberikan kesan ruang yang kuat sebagai fungsi "pengarah".

b) Tinggi dinding semata manusia.

Batas dinding setinggi mata manusia memberikan kesan ruang yang jelas.

c) Tinggi dinding di atas kepala manusia

Batas dinding dengan tinggi di atas kepala manusia memberikan kesan ruang tertutup serta menghasilkan ruang "pengarahan yang tegas".

2) Vegetasi sebagai pembatas ruang Batasan ruang adalah sebagai berikut:

a) Tinggi di atas mata, fungsi ini sebagai "perlindungan" .

b) Tinggi sebatas dada, fungsinya adalah untuk "membentuk ruang paling terasa".

c) Tinggi di bawah pinggang, fungsi sebagai "pengatur lalu lintas" ataupun "pembentuk pola sirkulasi".

d) Tinggi sebatas lutut, fungsi sebagai "pola pengarah".

e) Tinggi sebatas telapak kaki, fungsi sebagai "penutup tanah".

Gambar 2.17 Batasan Ruang Sumber : Rustam Hakim, 1960

Gambar 2.16Eleman Dinding vegetasi sebagai pengarah ruang Sumber : Rustam Hakim, 1960

Idham Kholid Muchibi | 5112411036 | Mangrove Park Demak 45 3) Vegetasi sebagai pengalas ruang

Dengan adanya vegetasi sebagai pengalas ruang disertai perbedaan ketinggian akan membentuk kesan dan fungsi ruang yang baru tanpa mengganggu hubungan visual antara ruang-ruang tersebut. Pada ruang luar yang luas, perbedaan tinggi lantai pada sebagian bidangnya dapat mengurangi rasa monoton.

4) Vegetasi sebagai peneduh ruang

Vegetasi berfungsi sebagai penutup atas transparan. Kesan ruang yang ditimbulkan dari pemakaian atap tersebut adalah menghasilkan kesan ruang yang semakin luas, bebas, dan mendekati suasana alami.

5) Vegetasi sebagai estetis (aesthetic value / nilai estetis).

Nilai estetika dari tanaman diperoleh dari perpaduan antara warna (daun,batang,bunga) bentuk fisik tanaman (batang,percabangan,dan tajuk), tekstur tanaman, skala tanaman dan komposisi tanaman. Nilai estetis tanaman dapat diperoleh dari satu tanaman, sekelompok tanaman yang sejenis, kombinasi tanaman berbagai jenis ataupun kombinasi antara tanaman dengan elemen landsekap lainnya.

6) Vegetasi sebagai proses.

Vegatasi merupakan material lansekap yang hidup dan terus berkembang. Pertumbuhan tanaman akan mempengaruhi ukuran besar tanaman, bentuk tanaman, tekstur,dan warna selama masa pertumbuhannya.Dengan demikian, kualitas dan kuantitas ruang terbuka akan terus berkembang dan berubah sesuai dengan pertumbuhan

Gambar 2.18 Vegetasi sebagai peneduh Sumber : Rustam Hakim, 1960

Idham Kholid Muchibi | 5112411036 | Mangrove Park Demak 46

tanaman jadi dalam perancangan lansekap, tanaman sangat erat hubungannya dengan waktu dan perubahan karakteristik tanaman.

7) Vegetasi sebagai desain

Pohon atau perdu dapat berdiri sendiri sebagai elemen skluptural pada lansekap atau dapat digunakan sebagai enclosure, sebagai tirai penghalang pemandangan yang kurang baik, menciptakan privasi, menahan suara atau angin, memberi latar belakang suatu obyek atau memberi naungan yang teduh di musim panas.

c. Penataan Unsur Air

Elemen air juga tidak kalah pentingnya pada penataan lansekap. Elemen air merupakan soft material yang dapat menyeimbangkan hard material pada lansekap. Penataan air pada lansekap dapat berupa kolam refleksi, kolam air mancur, ataupun air terjun. Dengan adanya elemen air dapat menenangkan pikiran dan membuat perasaan menjadi nyaman.

d. Penataan Hard Material

Diupayakan elemen-elemen lansekap yang digunakan menciptakan kesatuan antar fungsi dan kegiatan yang terjadi. Sarana-sarana seperti tempat sampah, signage, dan pot bunga dirancang dengan bentuk -bentuk yang dapat menyatu dengan lingkungan dan tidak memberikan kesan asing.

e. Penerangan

Elemen penerangan pada tapak pada dasarnya ada 2 yaitu untuk menerangi dan memberikan kemanan. Karakteristik lampu penerangan luar ruangan berdasarkan ketinggiannya adalah sebagai berikut.

1) Lampu tingkat rendah (ketinggian di bawah mata) 2) Lampu pejalan kaki (ketinggian 4-4,5m)

3) Lampu untuk maksud khusus (ketinggian 6-9m) 4) Lampu parkir dan jalan raya (ketinggian 9-15m)

Idham Kholid Muchibi | 5112411036 | Mangrove Park Demak 47 f. Ruang Terbuka

Ruang terbuka yang direncanakan pada suatu kawasan berperan sebagai pengikat ruang-ruang dan sebagai pendistribusian gerakan pengunjung secara bertahap dalam menikmati obyek. Pada ruang-ruang terbuka tersebut dapat dilengkapi elemen-elemen seperti sitting group, penerangan, perkerasan, tanaman, air, ataupun sculpture.

1.13. TINJAUAN REKREASI PANTAI 2.5.1. Pengertian Rekreasi Pantai

Terdapat beberapa pengertian rekreasi, antara lain:

a. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, rekreasi merupakan penyegaran kembali badan dan pikiran; sesuatu yang menggembirakan hati seperti hiburan dan piknik.

b. Menurut Wing Haryono dalam bukunya Pariwisata Rekreasi dan Entertainment (1978:15), rekreasi merupakan suatu aktivitas atau kegiatan yang bersifat fisik dan mental maupun emosional yang dilakukan pada waktu senggang.

Pantai merupakan daerah yang berada di perbatasan antara darat dan laut. Dalam lingkungan pantai terjadi jalur yang saling mempengaruhi antara darat dan laut. Kawasan ini mempunyai ciri geosfer yang khusus, ke arah laut dibatasi oleh pengaruh fisik laut dan sosial ekonomi bahri, sedangkan ke arah darat dibatasi oleh pengaruh proses alami dan kegiatan manusia terhadap lingkungan darat. (Dinas Pariwisata Kabupaten Kendal, 2007)

Jadi, rekreasi pantai adalah segala jenis aktivitas yang terjadi di pantai baik fisik maupun mental yang dilakukan pada waktu senggang untuk menyegarkan kembali badan dan pikiran.