BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
2. Empati (empathy)
Berarti bahwa perusahaan memahami masalah para pelanggannya dan bertindak demi kepentingan pelanggan, serta memberikan perhatian personla kepada para pelanggan dan memiliki jam operasi yang nyaman. 3. Reliabilitas (reliability)
Berkaitan dengan kemampuan perusahaan untuk memberikan layanan yang akurat sejak pertama kali tanpa membuat kesalahan apapun dan menyampaikan jasanya sesuai dengan waktu yang disepakati.
4. Daya Tanggap (responsiveness)
Berkenaan dengan ketersediaan dan kemampuan para karyawan untuk membantu para pelanggan dan merespon permintaan mereka, serta menginformasikan kapan jasa akan diberikan dan kemudian memberikan jasa secara cepat.
5. Jaminan (assurance)
Yakni perilaku para karyawan mampu menumbuhkan kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan dan perusahaan bisa menciptakan rasa aman bagi para pelanggannya.
E. Teori Minat Nasabah
Menurut Assael dalam Ikhwan Susila dan Faturrahman, minat (intention) adalah suatu kecenderungan untuk melakukan tindakan terhadap obyek.32 Sedangkan dalam Kamus Besar bahasa Indonesia, minat diartikan sebagai kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu.33 Selanjutnya Slameto menyatakan bahwa minat merupakan suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh. Minat merupakan kekuatan pendorong yang menyebabkan seseorang menaruh perhatian pada orang lain, pada aktivitas atau objek lain.34
Menurut Setyawan dan Ihwan, beberapa pengertian mengenai minat dapat dirangkum dalam empat pernyataan, yaitu sebagai berikut :35
1. Minat dianggap sebuah „perangkap’ atau perantara antara faktor-faktor motivasional yang mempengaruhi perilaku.
2. Minat mengindikasikan seberapa jauh seseorang mempunyai kemampuan untuk mencoba.
3. Minat menunjukkan pengukuran kehendak seseorang. 4. Minat berhubungan dengan perilaku yang terus-menerus.
Yamit mengungkapkan bahwa nasabah adalah orang yang berinteraksi dengan perusahaan setelah proses produksi selesai, karena mereka adalah
32
Ikhwan Susila dan Fatchurrahman, Service Value : Sebuah Variabel Pemediasi Pengaruh Kualitas Pelayanan terhadap Minat Beli. Empirika. Vol. 17. No.1. Juni 2004
33
Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi 3.( Jakarta : Balai pustaka, 2008) h.583
34
Slameto. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi, (Jakarta : PT. Rineka Cipta, 2010) h.180
35
Setyawan, Anton A. dan Ihwan Susila. Pengaruh Service QualityPerceptionTerhadap Purcase Intention. Usahawan. No. 07. Tahun XXXI11. Juli 2004
pengguna produk.36 Sedangkan menurut Kasmir, nasabah merupakan konsumen yang membeli atau menggunakan produk yang dijual atau ditawarkan oleh bank.37 Selanjutnya pengertian minat nasabah menurut Kanuk adalah pengaruh eksternal, kesadaran akan kebutuhan, pengenalan produk dan evaluasi alternatif adalah hal yang dapat menimbulkan minat beli konsumen. Pengaruh eksternal ini terdiri dari usaha pemasaran dan faktor sosial budaya.38
F. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Minat
Menurut Kotler, beberapa faktor yang membentuk minat adalah sebagai berikut : 39
1. Sikap orang lain, sejauh mana sikap orang lain mengurangi alternative yang disukai seseorang akan bergantung pada dua hal yaitu, intensitas sifat negative orang lain terhadap alternatif yang disukai konsumen dan motivasi konsumen untuk menuruti keinginan orang lain.
2. Faktor situasi yang tidak terantisipasi, faktor ini nantinya akan dapat mengubah pendirian konsumen dalam melakukan pembelian. Hal tersebut tergantung dari pemikiran konsumen sendiri, apakah dia percaya diri dalam memutuskan akan membeli suatu barang atau tidak.
36
Yamit, Zulian, Manajemen Kualitas Produk dan Jasa. Edisi Pertama, Cetakan Keempat.( Yogyakarta : Ekonisia, 2005)
37
Kasmir. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Edisi Revisi.( Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 2008) h.94
38
Kanuk, Leslie Lazar dan Schiffman, Leon, Consumer Behaviour Perilaku Konsumen,
Edisi 7.( Jakarta : PT. Indeks, 2008) h.25
39
G. Motif Minat Nasabah
Menurut Walgito, bahwa didalam minat terkandung unsur motif dan perhatian. Adapun unsur-unsur tersebut mengandung hal-hal di bawah ini: 40
a. Awareness (kesadaran)
Receiver atau penerima pesan dengan sadar menerima rangsangan berupa
pesan yang dikirim oleh komunikator yaitu perusahan yang menawarkan produknya melalui media cetak atau elektronik.
b. Interest (Minat)
Bagaimana agar penerima pesan (calon pembeli) berminat dan ingin tahu lebih jauh. Kesadaran akan meningkat sebagai perhatian dan timbul rasa ingin tahu secara lebih rinci. Untuk itu membujuk mereka agar mau mengikuti pesan yang disampaikan.
c. Desire (Keinginan)
Menggerakan dan membangkitkan keinginan untuk memiliki atau menikmati produk.
d. Action (Tindakan)
Membujuk calon pembeli agar sesegera mungkin melakukan tindakan pembelian. Bujukan yang diberikan berupa harapan agar calon pembeli segera mungkin pergi melihat-lihat di showroom. Dalam hal ini diharapkan adanya tindakan pembelian.
40
H. Indikator Minat Nasabah
Indikator-indikator dari minat dijelaskan oleh komponen dari Schiffman dan Kanuk. Komponen-komponen tersebut adalah sebagai berikut :41
1. Faktor kebutuhan individu 2. Faktor eksternal
I. Teori Bank
Fungsi bank secara umum adalah menghimpun dana dari masyarakat luas (funding) dan menyalurkan kepada masyarakat dalam bentuk pinjaman atau kredit untuk berbagai tujuan. Fungsi bank secara lebih spesifik menurut Y. Sri Susilo, Sigit Triandaru, A. Totok Budi Santoso, yaitu sebagai berikut :
1. Agent of Trust
Dasar kegiatan utama kegiatan perbankan adalah trust atau kepercayaan, baik dalam hal menghimpun dana maupun penyaluran dana. Masyarakat akan mau menitipkan dananya di bank apabila dilandasi oleh unsur kepercayaan.
2. Agent of Development
Tugas bank sebagai penghimpun dana dan penyaluran dana sangat diperlukan untuk kelancaran disektor riil. Kegiatan bank tersebut memungkinkan masyarakat melakukan investasi, distribusi dan juga konsumsi yang selalu berkaitan dengan penggunaan uang.
41
Kanuk, Leslie Lazar dan Schiffman, Leon, Consumer Behaviour Perilaku Konsumen. Edisi 7. (Jakarta : PT. Indeks, 2008)
3. Agent of Service
Jasa-jasa yang ditawarkan oleh bank ini erat kaitanya dengan kegiatan perekonomian secara umum. Jasa-jasa bank antara lain berupa jasa pengiriman uang, jasa penitipan barang berharga, jasa pemberian jaminan bank dan jasa penyelesaian tagihan.
Manurut Budi Santoso dan Triandaru, bank dilihat sebagai segi imbalan atau jasa penggunaan dana, baik simpan maupun pinjam dapat dibedakan menjadi :
1. Bank konvensional, yaitu bank yang dalam aktivitasnya, baikpenghimpunan dana maupun dalam rangka penyaluran dananya,memberikan dan mengenakan imbalan berupa bunga atau sejumlahimbalan dalam persentase tertentu dari dana untuk suatu periodetertentu. Persentase tertentu ini biasanya ditetapkan pertahun. 2. Bank syariah, yaitu bank yang dalam aktivitasnya, baik
penghimpunandana maupun dalam rangka penyaluran dananya memberikan danmengenakan imbalan atau dasar prinsip syariah yaitu jual beli dan bagi hasil.
BAB III
PROFIL BANK SYARIAH MANDIRI CABANG TANGERANG H. Obyek Penelitian
Objek yang dipilih dalam penelitian ini adalah Bank Syariah Mandiri (BSM). Pendirian Bank Syariah Mandiri dilandasi oleh beberapa alasan, diantaranya:
1. Memenuhi kebutuhan umat Islam di Indonesia yang cenderung menghindari dari hal riba dalam kegiatan muamalahnya.
2. Memberikan alternatif kepada umat Islam dalam mempergunakan jasa perbankan.
3. Mengentaskan kemiskinan
Dalam operasional dan tugas utama perusahaan adalah menghimpun dana masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat untuk meningkatkan taraf hidup mereka, di samping menawarkan beberapa jasa keuangan lain.
I. Sejarah Singkat Bank Syariah Mandiri
Pada saat terjadinya krisis ekonomi dan moneter pada tahun 1997-1998, industri perbankan nasional yang didominasi oleh bank-bank konvensional mengalami krisis luar biasa yang menyebabkan pemerintah mengambil tindakan dengan merestrukturisasi dan merekapitalisasi sebagian bank-bank di Indonesia. Salah satu bank konvensional, PT Bank Susila Bakti (BSB) berusaha keluar dari situasi tersebut dengan melakukan penggabungan (merger) dengan beberapa bank lain. Disaat yang bersamaan, pemerintah melakukan
penggabungan (merger) 4 (empat) bank, yaitu: Bank Dagang Negara, Bank Bumi Daya, Bank Exim, dan Bapindo, yang kemudian menjadi bank baru bernama PT Bank Mandiri (Persero) pada tanggal 31 Juli 1999. Kebijakan tersebut juga menetapkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. Sebagai pemilik mayoritas baru PT Bank Susila Bakti (BSB).
Sebagai tindak lanjut dari keputusan tersebut, Bank Mandiri ingin mengembangkan layanan perbankan syariah di kelompok perusahaan Bank Mandiri, sebagai respon atas diberlakukannya UU No. 10 tahun 1998, yang memberi peluang bank umum untuk melayani transaksi syariah (dual banking system). Dengan adanya pemberlakukan undang-undang tersebut merupakan momentum yang tepat untuk melakukan konversi PT Bank Susila Bakti dari bank konvensional menjadi bank syariah. Setelah melalui proses, perubahan kegiatan usaha BSB menjadi bank umum syariah dikukuhkan oleh Gubernur Bank Indonesia melalui SK Gubernur BI No. 1/24/KEP.BI/1999 pada 25 Oktober 1999. Selanjutnya, melalui Surat Keputusan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia No. 1/1/KEP.DGS/1999, Bank Indonesia menyetujui perubahan nama menjadi PT Bank Syariah Mandiri. Setelah itu pada hari senin tanggal 25 Rajab 1420 H atau tanggal 1 November 1999, PT Bank Syariah Mandiri secara resmi mulai beroperasi sebagai salah satu Bank Umum Syariah yang beroperasi di Indonesia.
1. Profil Perusahaan
Nama : PT Bank Syariah Mandiri
Alamat : Wisma Mandiri I, Jl. MH. Thamrin No. 5 Jakarta 10340 Indonesia
Telepon : (62-21) 2300 509, 3983 9000 (Hunting) Faksimili : (62-21) 3983 2989
Situs Web : www.syariahmandiri.co.id Tanggal Berdiri : 25 Oktober 1999
Tanggal Beroperasi : 1 November 1999 Modal Dasar : Rp2.500.000.000.000,- Modal Disetor : Rp858.243.565.000,-
Kantor Layanan : 630 kantor, yang tersebar di 33 provinsi di seluruh Indonesia
Kepemilikan saham Bank Syariah Mandiri dimiliki oleh PT Bank Mandiri (Persero)Tbk. sebanyak 131.648.712 lembar saham (99,999999%) dan PT Mandiri Sekuritas sebanyak 1 lembar saham (0,000001%).
2. Produk-produk
a. Pembiayaan Consumer 1) BSM Implan
BSM Implan adalah pembiayaan konsumer dalam valuta rupiah yang diberikan oleh bank kepada karyawan tetap Perusahaan yang pengajuannya dilakukan secara massal (kelompok).
2) Pembiayaan Peralatan Kedokteran
Pembiayaan Peralatan Kedokteran adalah pemberian fasilitas pembiayaan kepada para profesional di bidang kedokteran/kesehatan untuk pembelian peralatan kedokteran. 3) Pembiayaan Edukasi BSM
Pembiayaan Edukasi BSM adalah pembiayaan jangka pendek dan menengah yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan uang masuk sekolah/perguruan tinggi/lembaga pendidikan lainnya atau uang pendidikan pada saat pendaftaran tahun ajaran/semester baru berikutnya dengan akad ijarah.
4) Pembiayaan Dana Berputar
Pembiayaan Dana Berputar adalah fasilitas pembiayaan modal kerja dengan prinsip musyarakah yang penarikan dananya dapat dilakukan sewaktu-waktu berdasarkan kebutuhan riil nasabah.
5) Pembiayaan Kepada Pensiunan
Pembiayaan kepada Pensiunan merupakan penyaluran fasilitas pembiayaan konsumer (termasuk untuk pembiayaan multiguna) kepada para pensuinan, dengan pembayaran angsuran dilakukan melalui pemotongan uang pensiun langsung yang diterima oleh bank setiap bulan (pensiun bulanan). Akad yang digunakan adalah akad murabahah atau ijarah.
6) Pembiayaan Umrah
Pembiayaan Umrah adalah pembiayaan jangka pendek yang digunakan untuk memfasilitasi kebutuhan biaya perjalanan umrah seperti namun tidak terbatas untuk tiket, akomodasi dan persiapan biaya umrah lainnya dengan akad ijarah.
7) Pembiayaan Kepada Koperasi Karyawan untuk Para Anggotanya Penyaluran pembiayaan kepada/melalui koperasi karyawan untuk pemenuhan kebutuhan para anggotanya (kolektif) yang mengajukan pembiayaan melalui koperasi karyawan.
8) Pembiayaan Griya BSM
Pembiayaan Griya BSM adalah pembiayaan jangka pendek, menengah, atau panjang untuk membiayai pembelian rumah tinggal (konsumer), baik baru maupun bekas, di lingkungan developer maupun non developer, dengan sistem murabahah. 9) Pembiayaan Talangan Haji
Merupakan pinjaman dana talangan dari bank kepada nasabah khusus untuk menutupi kekurangan dana untuk memperoleh kursi/seat haji dan pada saat pelunasan BPIH.
10) BSM Customer Network Financing
BSM Customer Network Financing selanjutnya disebut BSM-CNF adalah fasilitas pembiayaan modal kerja yang diberikan kepada Nasabah (agen, dealer, dan sebagainya) untuk pembelian persediaan/inventory barang dari Rekanan (ATPM,
produsen/distributor, dan sebagainya) yang menjalin kerjasama dengan bank.
11) Pembiayaan Griya BSM Optima
Pembiayaan Griya BSM Optima adalah pembiayaan untuk pembelian rumah tinggal (konsumer) yang telah bersertifikat, baik baru maupun bekas di lingkungan developer maupun non developer, dan memungkinkan bagi Nasabah untuk menambah fasilitas pembiayaannya guna pemenuhan kebutuhan konsumer lainnya sepanjang DSR dan coverage atas agunannya masih meng-cover total pembiayaannya.
12) Pembiayaan Griya BSM Bersubsidi
Pembiayaan Griya BSM Bersubsidi adalah pembiayaan untuk pemilikan atau pembelian rumah sederhana sehat (RS Sehat/RSH) yang dibangun oleh pengembang dengan dukungan fasilitas subsidi uang muka dari pemerintah. Akad yang digunakan adalah akad murabahah. Akad murabahah adalah akad jual beli antara bank dan nasabah, dimana bank membeli barang yang dibutuhkan dan menjualnya kepada nasabah sebesar harga pokok ditambah dengan keuntungan margin yang disepakati.
13) Pembiayaan Griya BSM DP 0%
Pembiayaan Griya BSM DP 0% adalah pembiayaan untuk pembelian rumah tinggal (konsumer), baik baru maupun
bekas di lingkungan developer maupun non developer tanpa dipersyaratkan adanya uang muka bagi nasabah (nilai pembiayaan 100% dari nilai taksasi). Akad yang digunakan adalah akad murabahah. Akad murabahah adalah akad jual beli antara bank dan nasabah, dimana bank membeli barang yang dibutuhkan dan menjualnya kepada nasabah sebesar harga pokok ditambah dengan keuntungan margin yang disepakati.
14) Pembiayaan Kendaraan Bermotor
BSM Pembiayaan Kendaraan Bermotor (PKB) merupakan pembiayaan untuk pembelian kendaraan bermotor dengan sistem murabahah.
b. Produk Dana 1) BSM Tabungan
a) Tabungan BSM
Tabungan dalam mata uang rupiah dengan akad Mudharabah Mutlaqah yang penarikannya berdasarkan syarat-syarat tertentu yang disepakati.
b) BSM Tabungan Berencana
Tabungan berjangka yang memberikan nisbah bagi hasil berjenjang serta kepastian pencapaian target dana yang telah ditetapkan.
c) BSM Tabungan Simpatik
Tabungan berdasarkan prinsip wadiah yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat berdasarkan syarat-syarat yang disepakati.
d) BSM Tabungan Investa Cendekia
Tabungan berjangka untuk keperluan uang pendidikan dengan jumlah setoran bulanan tetap (installment) dan dilengkapi dengan perlindungan asuransi.
e) BSM Tabungan Mabrur
Tabungan dalam mata uang rupiah untuk membantu pelaksanaan ibadah haji & umrah.
f) BSM Tabungan Dollar
Tabungan dalam mata uang dollar yang penarikan dan setorannya dapat dilakukan setiap saat atau sesuai ketentuan BSM.
g) BSM Tabungan Kurban
Tabungan dalam mata uang rupiah untuk membantu nasabah dalam merencanakan ibadah kurban dan aqiqah. Pelaksanaannya bekerja sama dengan Badan Amil Qurban. h) BSM Tabungan Pensiun Tabungan Pensiun BSM adalah
simpanan dalam mata uang rupiah berdasarkan prinsip mudharabah mutlaqah, yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat berdasarkan syarat-syarat dan ketentuan yang
disepakati. Produk ini merupakan hasil kerjasama BSM dengan PT Taspen yang diperuntukkan bagi pensiunan pegawai negeri Indonesia.
2) BSM Giro a) BSM Giro
Sarana penyimpanan dana dalam mata uang Rupiah untuk kemudahan transaksi dengan pengelolaan berdasarkan prinsip wadiah yad dhamanah.
b) BSM Giro Valas
Sarana penyimpanan dana dalam mata uang US Dollar untuk kemudahan transaksi dengan pengelolaan berdasarkan prinsip wadiah yad dhamanah.
c) BSM Giro Singapore Dollar
Sarana penyimpanan dana dalam mata uang Singapore Dollar untuk kemudahan transaksi dengan pengelolaan berdasarkan prinsip wadiah yad dhamanah.
d) BSM Giro Euro
e) Sarana penyimpanan dana dalam mata uang Singapore Dollar untuk kemudahan transaksi dengan pengelolaan berdasarkan prinsip wadiah yad dhamanah.
3) BSM Deposito a) BSM Deposito
Investasi berjangka waktu tertentu dalam mata uang rupiah yang dikelola berdasarkan prinsip Mudharabah Muthlaqah.
b) BSM Deposito Valas
Investasi berjangka waktu tertentu dalam mata uang dollar yang dikelola berdasarkan prinsip Mudharabah Muthlaqah.
3. LayananSyariah Mandiri Prioritas
Layanan personal dengan fasilitas yang mengutamakan kenyamanan dalam keseimbangan baik dalam layanan finansial maupun layanan non finansial. Dengan menempatkann dana minimal Rp 250 juta, Personal Relationship Officer perusahaa akan membantu nasabah menentukan pilihan perencanaan keuangan, termasuk konsultasi zakat, waqaf hingga pembagian harta waris.
4. StrukturOrganisasi
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A.Product Quality Bank Syariah Mandiri Cabang Tangerang 1. Bukti fisik (Tangible)
Tabel 4.1
Banyak keuntungan produk
No Produk Bank Syariah Mandiri memiliki banyak
keuntungan Frekuensi % 1 Sangat Setuju 60 69,8 2 Setuju 16 18,6 3 Kurang setuju 5 5,8 4 Tidak setuju 2 2,3
5 Sangat tidak setuju 3 3,5
Total 86 100
Sumber : Data Penelitian 2014
Berdasarkan tabel diatas sebanyak 60 responden dengan persentase 69,8% menyatakan sangat setuju bahwa Produk Bank Syariah Mandiri memiliki banyak keuntungan, 16 responden dengan persentase 18,6% menyatakan setuju, 5 responden dengan persentase 5,8% menyatakan kurang setuju, 2 responden atau 2,3% yang menyatakan tidak setuju, dan 3 responden dengan persentase 3,5% meyatakan sangat tidak setuju.
Tabel 4.2
Penampilan karyawan dalam menawarkan produk
No Penampilan karyawan Bank Syariah Mandiri sangat menarik dalam menawarkan produknya Frekuensi % 1 Sangat Setuju 57 66,3 2 Setuju 20 23,3 3 Kurang setuju 5 5,8 4 Tidak setuju 2 2,3
5 Sangat tidak setuju 2 2,3
Total 86 100
Sumber : Data Penelitian 2014
Berdasarkan tabel diatas sebanyak 57 responden dengan persentase 66,3% menyatakan sangat setuju bahwa Penampilan karyawan Bank Syariah Mandiri sangat menarik dalam menawarkan produknya, 20 responden dengan persentase 23,3% menyatakan setuju, 5 responden atau 5,8% menyatakan kurang setuju, 2 responden dengan persentase 1% yang menyatakan tidak setuju, dan 2 responden juga dengan persentase 1% meyatakan sangat tidak setuju.
Tabel 4.3
Fasilitas BSM membuat pelanggan nyaman mendengarkan deskripsi produk
No Fasilitas yang diberikan Bank Syariah Mandiri membuat pelanggan nyaman ketika mendengarkan deskripsi produknya Frekuensi % 1 Sangat Setuju 47 54,7 2 Setuju 34 39,5 3 Kurang setuju 0 0 4 Tidak setuju 2 2,3
5 Sangat tidak setuju 3 3,5
Total 86 100
Sumber : Data Penelitian 2014
Berdasarkan tabel diatas sebanyak 47 responden dengan persentase 54,7% menyatakan sangat setuju bahwa Fasilitas yang diberikan Bank Syariah Mandiri membuat pelanggan nyaman ketika mendengarkan deskripsi produknya, 34 responden dengan persentase 39,5% menyatakan setuju, tidak ada responden (0%) yang menyatakan kurang setuju, 2 responden dengan persentase 2,3% yang menyatakan tidak setuju, dan 3 responden dengan persentase 3,5% meyatakan sangat tidak setuju.
2. Empati (empathy)
Tabel 4.4
Produk Perbankan berkualitas
No Produk Bank Syariah Mandiri merupakan solusi bagi pelanggan yang menginginkan produk perbankan syariah berkualitas Frekuensi % 1 Sangat Setuju 50 58,1 2 Setuju 24 27,9 3 Kurang setuju 8 9,3 4 Tidak setuju 0 0
5 Sangat tidak setuju 4 4,7
Total 86 100
Sumber : Data Penelitian 2014
Berdasarkan tabel diatas sebanyak 50 responden dengan persentase 50% menyatakan sangat setuju bahwa Produk Bank Syariah Mandiri merupakan solusi bagi pelanggan yang menginginkan produk perbankan syariah berkualitas, 24 responden dengan persentase 27,9% menyatakan setuju, 8 responden dengan persentase 9,3% yang menyatakan kurang setuju, 0 responden dengan persentase 0% yang menyatakan tidak setuju, dan 4 responden dengan persentase 4,7% meyatakan sangat tidak setuju.
Tabel 4.5
Produk untuk kepentingan masyarakat Islam
No Produk Bank Syariah Mandiri diluncurkan demi kepentingan masyarakat yang Islami. Frekuensi % 1 Sangat Setuju 63 73,3 2 Setuju 17 19,8 3 Kurang setuju 0 0 4 Tidak setuju 1 1,2
5 Sangat tidak setuju 5 5,8
Total 86 100
Sumber : Data Penelitian 2014
Berdasarkan tabel diatas sebanyak 63 responden dengan persentase 73,3% menyatakan sangat setuju bahwa Produk Bank Syariah Mandiri diluncurkan demi kepentingan masyarakat yang Islami, 17 responden dengan persentase 19,8% menyatakan setuju, 0 responden dengan persentase 0% untuk jawaban kurang setuju, 1 responden dengan persentase 1,2% yang menyatakan tidak setuju, dan 5 responden dengan persentase 5,8% meyatakan sangat tidak setuju.
Tabel 4.6
Jam Operasional yang flexibel
No Bank Syariah Mandiri memiliki jam operasional yang flexible dalam menawarkan produknya kepada nasabah, sehingga nasabah tidak akan merasa waktunya tersita Frekuensi % 1 Sangat Setuju 58 67,4 2 Setuju 20 23,3 3 Kurang setuju 0 0 4 Tidak setuju 0 0
5 Sangat tidak setuju 8 9,3
Total 86 100
Sumber : Data Penelitian 2014
Berdasarkan tabel diatas sebanyak 58 responden dengan persentase 67,4% menyatakan sangat setuju bahwa Bank Syariah Mandiri memiliki jam operasional yang flexible dalam menawarkan produknya kepada nasabah, sehingga nasabah tidak akan merasa waktunya tersita, 20 responden dengan persentase 23,3% menyatakan setuju, 0 responden dengan persentase 0% untuk jawaban kurang setuju dan tidak setuju, dan 8 responden dengan persentase 9,3% meyatakan sangat tidak setuju.