• Tidak ada hasil yang ditemukan

Energi dan Sumber Daya Mineral

Dalam dokumen BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH (Halaman 134-141)

NO. TAHUN ANGKA KEMATIAN BAYI PER 1000 KELAHIRAN HIDUP

B. Tanaman Perkebunan

2.3.2.3 Energi dan Sumber Daya Mineral

Sektor pertambangan terdiri atas sub sektor pertambangan migas (minyak dan gas bumi); sub sektor pertambangan mineral (bijih besi, batubara, bijih bikel, dsb); dan sub sektor pertambangan batuan (penggalian). Kegiatan pertambangan untuk sub sektor pertambangan migas dan pertambangan tanpa migas hingga saat ini belum diusahakan secara resmi baik oleh pemerintah maupun pihak swasta di Kabupaten Mamasa. Untuk sub sektor pertambangan batuan yang mencakup penggalian dan pengambilan segala jenis barang galian seperti batu-batuan, pasir dan tanah yang pada umumnya berada pada permukaan bumi dan biasa disebut dengan galian

golongan C. Hasil-hasil kegiatan ini antara lain adalah batu gunung, batu kali, kerikil, pasir bahan bangunan, tanah liat dan sebagainya.

Potensi dan perkembangan usaha sektor pertambangan mineral dan batuan (sub sektor penggalian) yaitu bahan galian golongan C dan sub sector pertambangan logam dan bukan logam dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 2.101

Potensi dan Usaha Pertambangan Batuan (galian C) Di Kabupaten Mamasa Tahun 2012

No. Kecamatan Jenis Usaha Jenis Galian Lokasi 1 Sumarorong Pemecah batu,

penambangan pasir, pengisap pasir, galian timbunan, penggalian batu Batu, pasir, tanah Desa Rante Kamase, Kelurahan Sumarorong, Desa tadisi dan Kelurahan Tabone 2 Messawa Pemecah batu,

penambangan pasir, penggalian batu

Batu, pasir. Kelurahan Messawa, Desa Malimbong, Desa Makuang 3 Pana Penambangan

pasir, kerikil dan batu Batu, pasir, kerikil Kelurahan pana 4 Nosu Penambangan pasir, penambangan kerikil,penggalian batu gunung Batu, pasir, kerikil Desa Minanga, Desa Siwi, Desa Batupapan 5 Tabang Galian batu dan

pasir

Batu, pasir Tabang 6 Mamasa Penambangan

batu,

penambangan pasir

Batu, pasir Rante Damak, Ds. Minanga, Jln. Poros

Mamasa 7 Tanduk Kalua Pengisap pasir,

Penambangan pasir dan batu

Batu, pasir Kelurahan Minake, Desa Malabo, ds. Parondo Bulawan

No. Kecamatan Jenis Usaha Jenis Galian Lokasi 8 Balla Penambangan

pasir dan batu

Batu, pasir Buntu-Buntu, katoeng 9 Sesena

Padang

Penambangan pasir dan batu

Batu, pasir orobua, salubue 10 Tawalian batu merah,

pengisap pasir Batu merah, pasir Rante tangnga, Jl. Tawalian 11 Mambi Penambangan

pasir dan batu

Batu, pasir Mambi 12 Bambang Penambangan

pasir dan batu

Batu, pasir Bambang 13 Rantebulahan

Timur

Penambangan pasir dan batu

Batu, pasir Rantebulahan Timur

14 Tabulahan Penambangan pasir dan batu

Batu, pasir Tabulahan 15 Aralle Penambangan

pasir dan batu

Batu, pasir Aralle Sumber : Dinas Pertambangan, Energi & Sumberdaya Mineral Kab. Mamasa

Potensi usaha pertambangan galian C atau batuan berada di semua kecamatan. Data dari Dinas Pertambangan dan Energy menunjukkan bahwa usaha pertambangan batuan terdapat di hampir semua kecamatan di Kabupaten Mamasa kecuali Kecamatan Messawa dan Sumarorong, merupakan usaha pertambangan yang dilaksanakan oleh masyarakat secara berkelompok maupun perorangan dan sebagian besar belum mendapatkan izin pertambangan dari SKPD yang berwenang. Beberapa usaha pertambangan batuan yang dilakukan oleh masyarakat berada pada sepanjang jalan poros penghubung antara Kabupaten Mamasa dengan Kabupaten Polewali Mandar sehingga sangat membahayakan keselamatan pengguna jalan maupun penambang itu sendiri. Oleh sebab itu Pemerintah Kabupaten Mamasa perlu mencari solusi yang tepat dalam menangani para penambang liar tersebut terutama dari segi penyiapan regulasi.

Tabel 2.102

Potensi Pertambangan Mineral Logam dan Bukan Logam Di Kabupaten Mamasa

Kecamatan Titik

Mineral yang di Analisis Emas (AU) Perak (Ag) Tembaga (Cu) Timbal (Pb) Zink (Zn) Ferum (Fe) Mangan (Mn) Messawa 1 Tt 0,22 57,96 150,00 116,50 4,55% Tt 2 Tt 8,95 78,98 113,75 113,75 5,85% Tt 3 Tt Tt 67,77 57,50 75,65 4,76% Tt 4 Tt Tt 55,6 66,56 87,65 5,12% Tt Tanduk Kalua 1 Tt Tt 11,67 44,72 79,50 2,11% Tt 2 Tt Tt 28,78 67,22 144,75 2,40% Tt 3 Tt Tt 17,77 57,50 75,65 2,26% Tt 4 Tt Tt 15,6 46,56 87,65 2,00% Tt Tabang 1 0,12 0,91 `46,68 37,45 80,65 6,30% Tt 2 0,22 1,25 378,98 76,57 235,15 6,85% Tt 3 Tt Tt 318,17 45,50 221,84 8,29% Tt 4 Tt Tt 155,75 56,56 87,65 5,12% Tt . 1 Tt Tt 15,32 41,95 70,35 2,42% Tt 2 Tt Tt 14,98 37,57 65,15 1,95% Tt Buntu Malangka 1 Tt Tt 19,12 51,90 80,65 2,12% Tt 2 Tt Tt 17,98 47,57 75,15 1,85% Tt Tabulahan 1 Tt 1,16 53,68 63,85 199,05 11,39% 0,35% 2 0,11 0,21 114,07 74,24 111,35 4,72% 0,22% 3 Tt Tt 98,72 66,36 110,00 5,45% 0,25% 4 Tt Tt 66,42 72,49 87,98 3,67% 0,20%

Ket. : Hasil Analisis Laboratorium Tahun 2010/2011 Tt = Tidak terdeteksi, 1 ppm = 1 gram/ton

Sumber : Dinas Pertambangan, Energi & Sumberdaya Mineral Kab. Mamasa

Arahan dalam RTRW Kabupaten Mamasa untuk usaha pertambangan mineral logam dan bukan logam seperti emas di Kecamatan Messawa, Sumarorong, Tabang, Aralle, Bambang, Pana dan Nosu; besi di Kecamatan Messawa, Sumarorong, Tanduk Kalua, Mamasa, Tabang, Aralle, Bambang, Pana dan Mambi; Mangan di Kecamatan Messawa, Sumarorong dan Tanduk Kalua.

Namun pada tahun 2010 sampai 2011 dilakukan pengambilan sampel batuan di beberapa titik di Kecamatan Messawa, Tanduk Kalua, Tabang, Buntu Malangka dan Tabulahan dan berdasarkan hasil analisis yang

dilakukan ditemukan potensi pertambangan mineral logam yaitu emas, perak, tembaga, timbale, zink, ferrum dan mangan.

Emas dan perak ditemukan di Kecamatan Tabang dan Tabulahan, perak di Kecamatan Messawa, tembaga, timbal, zink dan ferrum ditemukan di lima kecamatan yang diteliti dan mangan di Kecamatan Tabulahan. Kadar emas dan perak yang ditemukan di dua titik pengambilan sampel di Kecamatan Tabang seberat 0,22 dan 0,12 ppm serta 0,91 dan 1,25 ppm dan di Kecamatan Tabulahan 0,11 dan 0,21 ppm. Hal ini menunjukkan bahwa di Kecamatan Tabang terdapat potensi pertambangan emas dan perak.

Tabel 2.103

Perkembangan Sektor Pertambangan dan Sumberdaya Mineral Di Kabupaten Mamasa No. Sektor Pertambangan Tahun Keterangan 2008 2009 2010 2011 2012 I Pertambangan yang memiliki izin : Pertambangan mineral logam dan mineral bukan logam 1 - - 1 4 Izin eksplorasi Pertambangan batuan - - - 3 10 Izin Usaha Produksi II Pertambangan tanpa izin - - - 60 56 III Konstribusi terhadap PDRB : 0,40 0,52 0,55 0,58 0,61 Sumber : Dinas Pertambangan, Energi & Sumberdaya Mineral Kab. Mamasa

Berdasarkan tabel diatas terlihat bahwa izin usaha pertambangan mineral logam dan mineral bukan logam yang diberikan oleh Dinas Pertambangan dan Energi baru sebatas izin eksplorasi yang diberikan kepada 6 (enam) perusahaan dari tahun 2008 sampai 2012. Untuk usaha pertambangan batuan (bahan galian C) baru diberikan izin usaha pada tahun 2011 sampai

2012 kepada 13 (tigabelas) perusahaan/usaha perorangan yang berupa izin usaha produksi (IUP) komoditas batuan, dan masih ada sekitar enam puluh usaha pertambangan batuan yang telah diidentifikasi yang tidak mempunyai izin usaha produksi. Belum adanya peraturan daerah mengenai pertambangan batuan (galian C) mengakibatkan kesulitan dalam melakukan pendataan terhadap usaha pertambangan batuan yang dilakukan oleh masyarakat.

Dalam rangka pemenuhan kebutuhan energi terutama energi listrik di Kabupaten Mamasa saat ini dengan kondisi sebagian besar wilayahnya belum mendapatkan suplay energi listrik dari PLN maka Pemerintah Daerah berupaya memfokuskan pengembangan kepada pembangunan listrik tenaga mikro hidro atau turbin untuk desa-desa yang belum terjangkau aliran listrik dari PLN Bakaru. Beberapa hal yang menjadi dasar pertimbangan pembangunan PLTMH di desa-desa tersebut adalah (1) Aliran listrik dari PLN tidak dapat menjangkau ke seluruh desa karena keterbatasan daya serta biaya yang dibutuhkan untuk investasi sangat tinggi; (2) Sebagian besar desa di Kabupaten Mamasa berpotensi untuk pengembangan PLTMH karena merupakan daerah-daerah yang dialiri aliran sungai dengan tingat kemiringan yang sesuai untuk pembangunan PLTMH; (3) Biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan PLTMH serta biaya operasionalnya lebih murah; (4) Tarif pemakaian lebih murah dan tidak membebani penduduk miskin. PLTMH yang sudah dibangun di Kabupaten Mamasa sampai saat ini dapat dilihat pada tabel berikut:

Tabel 2.104

Lokasi PLTMH Menurut Kecamatan Di Kabupaten Mamasa Tahun 2012

No. Kecamatan PLTMH

Lokasi / Desa Keterangan

1 Sumarorong Desa Salubalo

Desa Batanguru Timur

Instalasi PLTMH 2 Messawa Desa Rippung

Desa Sepang Desa Sipai

Desa Tanete Batu

Instalasi PLTMH

3 Pana Desa Karaka Desa Panura Desa Mamullu Desa Sapan

Desa Datu Baringan Kelurahan Pana

Instalasi PLTMH

4 Nosu Desa Minanga Desa Nosu Desa Siwi

Desa Minanga Timur

Instalasi PLTMH

5 Tabang Desa Tadokalua Desa Bakadisura Desa Salurano

Instalasi PLTMH

6 Tanduk Kalua Desa Mannababa Desa Mesakada

Desa Parondo Bulawan Desa Tamalantik

Instalasi PLTMH

7 Balla Desa Sepakuan Desa Balla Kalua

Instalasi PLTMH 8 Sesena Padang Desa Orobua

Desa Paladan Desa Satanetean

Instalasi PLTMH

9 Tawalian Desa Kariango Dusun Tawalian Desa Rante Tangga

Instalasi PLTMH

10 Mamasa Desa Mambulilling Desa Pebassian

Jaringan Listrik PLTMH 11 Bambang Desa Salukepopo

Desa Sikamase

Instalasi PLTMH 12 Rantebulahan

Timur

Desa Salumokanan Barat Desa Bambang Buda

Instalasi PLTMH 13 Mehalaan Desa Saludadeko

Desa Mehalaan Desa Salukonta

-

14 Aralle Desa Baruru Kelurahan Aralle

Instalasi PLTMH 15 Buntu Malangka Desa Salutambun

Desa Kebanga

Instalasi PLTMH 16 Mambi Desa Sendana

17 Tabulahan Desa Malatiro Desa Saluleang Desa Tabulahan Desa Tampak Kurra

Wilayah Kabupaten Mamasa yang mendapatkan aliran listrik dari PLN Bakaru hanya daerah yang berada di sekitar jalan poros penghubung Kabupaten Mamasa dengan Polewali yaitu beberapa desa di Kecamatan Messawa, Sumarorong, Tanduk Kalua dan Kecamatan Mamasa. Dengan demikian desa-desa yang tidak tercover oleh PLN Bakaru dilaksanakan pembangunan PLTMH dan alternative lain seperti pembangkit listrik tenaga surya yang dibagikan ke tiap-tiap penduduk.

Konstribusi sektor pertambangan terhadap PDRB Kabupaten Mamasa sangat kecil hanya berkisar 0.40 sampai 0.60% setiap tahun. Hal ini mengingat sektor pertambangan hanya ditentukan oleh kapasitas kegiatan penggalian tambang golongan C karena untuk sub sektor minyak dan gas bumi serta pertambangan non migas belum diusahakan di wilayah Kabupaten Mamasa.

2.3.2.4 Pariwisata

Sebagai daerah tujuan wisata di Sulawesi Barat, Kabupaten Mamasa mempunyai berbagai tempat wisata yang menarik berupa wisata budaya maupun wisata alam yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Mamasa. Namun sampai pada tahun 2012 sektor pariwisata belum dapat memberi kontribusi yang signifikan terhadap perkembangan PDRB Kabupaten Mamasa. Hal ini terlihat pada tabel berikut:

Tabel 2.105

Perkembangan Sektor Pariwisata Di Kabupaten Mamasa Tahun 2008 s/d 2012

No. Sektor Pariwisata Tahun

2008 2009 2010 2011 2012

Dalam dokumen BAB II GAMBARAN UMUM KONDISI DAERAH (Halaman 134-141)

Dokumen terkait