• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV. KONFIGURASI RANTAI PASOKAN KERTAS

4.1 Struktur Jaringan Rantai Pasokan

4.1.2 Entitas Rantai Pasokan

Secara umum, kertas dapat dibagi dalam lima jenis berdasarkan kegunaan akhirnya, yaitu kertas tulis cetak, kertas koran, kertas bahan pengemas (kertas kantong semen, kertas corrugating medium dan kraft liner, kertas bungkus, board), kertas tisu, dan kertas khusus (Departemen Perindustrian 2009). Pada 2008 diperkirakan sebanyak 9.5 juta ton kertas diproduksi di Indonesia (Tabel 10), dengan tingkat konsumsi pada sekitar 6 juta ton.

Tabel 10. Produksi dan konsumsi kertas di indonesia (dalam juta ton)

Jenis Kertas Produksi Konsumsi

Kertas koran 0.6 0.4

Kertas tulis cetak 4.5 1.7

Kertas tisu 0.3 0.2

Kertas pengemas 4.0 3.7

Lainnya 0.2 0.0

Total 9.5 6.0

Sumber: Recovered Paper Market (2010)

Berdasarkan sasaran pasarnya, kertas dapat dibedakan menjadi produk antara dan produk hilir. Contoh kertas sebagai produk antara yaitu Medium Liner dan Kraft Liner. Kedua jenis kertas ini merupakan bahan baku untuk industri kemasan kotak karton gelombang. Selain itu, kertas yang masuk golongan produk antara adalah jenis tisu dan tulis cetak dalam bentuk roll (gulungan) besar. Selanjutnya, kertas sebagai produk hilir antara lain kertas tulis cetak ukuran A4, letter, folio, buku tulis, tisu rumah tangga, dan sebagainya (Departemen Perindustrian 2009).

Tabel 11. Variasi jenis kertas produksi PT Kertas Leces

Kelompok Produk Ragam Gramatur (gsm)

Kertas industri Corrugating medium 70, 120, 125

Briefcard ND 120, 160, 180

Briefcard SW 120, 150, 150

Briefcard MG 150

Drawing paper 70, 120

Kertas tulis cetak Woodfree offset printing 45, 50, 55, 56, 58, 60, 70, 80

Copying paper 70, 80

Duplicating paper 69

Newsprint 48.8

Kertas tisu MG tissue 14, 16, 17, 18, 20, 30

Toilet tissue 15, 17, 21

Facial tissue 13.5, 14.5

Napkin tissue 17, 18, 22

Towel tissue 25, 45

PTKL merupakan perusahaan yang mampu menghasilkan berbagai jenis kertas. Produk kertas PTKL mencakup hampir semua jenis kertas, yaitu kertas industri, kertas tulis cetak, kertas tisu, dan kertas koran. Untuk setiap jenis kertas, PTKL dengan lima mesin kertas yang dimiliki dapat memproduksi dalam berbagai gramatur (Tabel 11). Pada umumnya, produk kertas yang dihasilkan

oleh PTKL masih dalam bentuk gulungan dan lembaran besar. Kertas dalam ukuran besar inilah yang, baik secara langsung ataupun tidak, menjadi pasokan bagi industri-industri hilir kertas yang membutuhkan untuk diproses lebih lanjut sehingga dapat dimanfaatkan oleh konsumen tingkat akhir.

Produksi kertas di PTKL disesuaikan dengan permintaan pelanggan. Dengan kapasitas produksi yang hanya 640 ton per hari, PTKL akan cenderung memproduksi pesanan ragam kertas spesifik yang belum banyak diproduksi oleh pabrik-pabrik kertas lain. Misalnya untuk jenis kertas tulis cetak, hampir semua produksinya diarahkan untuk memenuhi permintaan untuk gramatur rendah, antara 45 sampai dengan 56 gsm. Produk jenis ini bahkan sebagian besar dipasok untuk PT Tjiwi Kimia. Dengan langkah seperti ini, PTKL mampu bertahan di tengah persaingan pabrik-pabrik kertas lainnya yang lebih efisien.

Sebagai bentuk perhatian yang serius terhadap mutu produk, PTKL menerapkan sistem manajemen mutu dan berhasil memperoleh sertifikasi ISO 9001:2000 dari SISC. Selain itu, aspek lingkungan juga mendapat porsi perhatian yang besar dari perusahaan. Hal ini terbukti dengan manajemen lingkungan yang baik dan telah menperoleh sertifikasi ISO 14001.

4.1.2.2 Pasar

Permintaan kertas di Indonesia secara jumlah cukup besar. Dari 5.47 juta ton pada 2004, permintaan terhadap kertas meningkat menjadi 6.0 juta ton atau naik rata-rata 3.13 persen per tahun. Namun, jika dilihat dari pemakaian kertas per kapita (Tabel 12), Indonesia masih relatif rendah (26 kg/kapita/tahun), jauh tertinggal dari negara tetangga Malaysia (110.8 kg/kapita/tahun), terlebih dari Jepang, Amerika Serikat, dan Finlandia. Hal ini mengindikasikan bahwa pasar untuk komoditas kertas di Indonesia masih sangat berpeluang untuk terus berkembang.

Tabel 12. Konsumsi kertas per kapita di beberapa negara (dalam kg/kapita/tahun)

No. Negara Konsumsi No. Negara Konsumsi

1 Finlandia 368.6 10 Malaysia 110.8

2 Amerika Serikat 288.0 11 China 54.8

3 Jepang 145.5 12 Thailand 62.1 4 Kanada 206.0 13 Brazil 42.2 5 Italia 204.6 14 Indonesia 26.0 6 Taiwan 204.0 15 Mesir 20.0 7 Inggris 199.5 16 Filipina 17.4 8 Singapura 197.7 17 India 7.7 9 Prancis 182.9 18 Afganistan 0.2

Sumber: Departemen Perindustrian (2009)

Disamping itu, lebih dari sepertiga produk kertas yang diproduksi di Indonesia diserap oleh pasar ekspor. Menurut Departemen Perindustrian (2009), pada periode 2004-2008 ekspor kertas meningkat dari 2.58 juta ton menjadi 4.76 juta ton. Penyerapan terbesar yaitu pada jenis kertas tulis cetak, dimana 60 persen dari produksi dalam negeri adalah untuk diekspor (Tabel 10)

Dalam kasus PTKL, jangkauan pasarnya meliputi dalam dan luar negeri. Pelanggan dalam negeri menyerap sekitar 90 persen dari total produksi PTKL, dan hanya 10 persen saja yang diekspor. Daftar pelanggan PTKL (tahun 2009) disajikan secara lengkap pada Tabel 13. Konsumen langsung dari kertas produksi PTKL adalah konsumen lembaga (perusahaan kertas lain, konverter, distributor). Hal ini dikarenakan produk yang dihasilkan masih berupa produk antara dalam bentuk gulungan dan lembaran ukuran besar.

Tabel 13. Daftar pelanggan PT Kertas Leces

No. Pelanggan Dalam Negeri No. Pelanggan Luar Negeri 1 PT Pabrik Kertas Tjiwi Kimia 1 Advance Agro

2 PT Gaya Sastra Indah 2 Tips I

3 PD Abadi Jaya 3 Lokomotif Eka Sakti

4 PT Bintang Niaga I. 4 Kian Hwa Agency

5 PT Sinar Lancar K. 5 ATA

6 PT Idebaru Inti 6 AGA

7 PT Rakhmat Abadi 7 Thong Guan

8 PT Mandira Prima P. 8 Seaman Paper

9 PT Graha Kerindo U. 9 Three System

10 PT Nusa S. Utama 10 Fidel

11 PT Purabarutama 12 PT Lebercon 13 PT Solo Murni 14 PT Universal Jaya K. 15 PT Surindo Teguh G. 16 PT Kimberly 17 PT Megah Sembada 18 PT Artha Teguh P. 19 CV Putra Tunggal 20 PT Grafitecindo Megah U. 21 PT Duta Paper 22 PT Printec Perkasa 23 PT Grafitecindo Ciptaprima 24 Koperasi Karyawan

Sumber: Dokumen Laporan PTKL (2009)

4.1.2.3 Persaingan dan Keunggulan Kompetitif

Pada 2007, terdapat 81 perusahaan kertas, dimana 10 perusahaan merupakan perusaahaan terintegrasi (pabrik menghasilkan pulp dan kertas), dengan kapasitas terpasang mencapai 11 juta ton per tahun (APKI 2007 dalam Putra 2009). Tahun 2010, jumlah tersebut meningkat menjadi 85 perusahaan dengan kapasitas 13 juta ton/tahun. Dengan kapasitas demikian, Indonesia menempati peringkat sebelas dunia untuk industri kertas dan peringkat sembilan dunia untuk industri pulp (Balai Besar Pulp dan Kertas 2010).

Industri pulp dan kertas memiliki struktur pasar oligopoli ketat, dimana empat perusahaan terbesar mempunyai pangsa pasar lebih dari 60 persen. Struktur pasar industri pulp dan kertas yang bersifat oligopoli ketat mengimplikasikan bahwa terdapat beberapa perusahaan yang mendominasi pasar. Dominasi beberapa perusahaan ini menyebabkan perusahaan lain tidak bisa menentukan harga kecuali dengan mengikuti tingkat harga yang ditetapkan oleh perusahaan dominan tersebut. Pada 2006, pangsa pasar terbesar berdasarkan kapasitas terpasang dalam industri pulp dan kertas adalah PT Indah Kita Pulp & Paper. Perusahaan ini menyerap pangsa pasar sebesar 30.71 persen untuk pulp dan 20.56 persen untuk kertas, kemudian diikuti oleh Pindo Deli Pulp & Paper dengan 13.94 persen, dan PT Tjiwi Kimia 10.79 persen di urutan ketiga (APKI 2007 dalam Putra 2009). Pangsa pasar beberapa perusahaan disajikan pada Tabel 14.

Tabel 14. Pangsa pasar beberapa perusahaan berdasarkan kapasitas terpasang tahun 2006

Nama Perusahaan Pangsa Pulp (%) Pangsa Kertas (%)

Indah Kiat 30.71 20.56

Pindo Deli - 13.94

Tjiwi Kimia - 10.79

Fajar Surya Wisesa - 6.66

Riau Andalan 31.02 -

Kiani Kertas 8.14 -

Tanjungenim Lestari 6.97 -

Surabaya Agung - 4.64

Sumber: APKI (2007) dalam Putra (2009)

Dalam persaingan yang ketat dan terbuka, sebuah perusahaan – relatif dibandingkan dengan para pesaingnya – perlu menetapkan serangkaian kebutuhan konsumen yang dibidik untuk dipenuhi dengan produk atau jasa hasil produksinya. Ini disebut sebagai strategi kompetitif perusahaan. Strategi kompetitif ditetapkan berdasarkan pada bagaimana konsumen memprioritaskan antara harga, waktu pengiriman, variasi, dan kualitas dari produk yang diinginkannya. Strategi kompetitif ini membutuhkan pelaksanaan peran dan strategi yang baik dari semua fungsi rantai nilai (value chain) perusahaan; pengembangan produk baru, pemasaran dan penjualan, operasi, distribusi, serta palayanan (Chopra dan Meindl 2001).

Sehubungan dengan hal di atas, PTKL bertujuan untuk memproduksi pulp dan berbagai jenis kertas yang bermutu dengan harga yang kompetitif baik di pasar domestik maupun pasar internasional. Dari pernyataan tujuan ini ada tiga aspek yang menjadi titik tekan dalam penetapan strategi kompetitif perusahaan, yaitu variasi, mutu/kualitas, dan harga produk. Adanya lima mesin kertas yang mampu menghasilkan berbagai jenis kertas (misalnya tulis cetak, industri, dan tisu) adalah bukti dari keinginan perusahaan untuk menghasilkan variasi produk yang tinggi. Pada sisi lain, kepercayaan pabrik kertas lain (seperti Tjiwi Kimia), pemerintah, dan konsumen luar negeri menjadi bukti lain bahwa PTKL menyediakan produk kertas berkualitas tinggi. Hal ini tentu sangat dipengaruhi oleh pengalaman PTKL sendiri yang sudah bergerak dalam industri kertas sekian lama, serta didukung dengan sertifikasi ISO 9001 yang telah berhasil diperoleh.

Pada sisi lain, dalam hal harga PTKL nampaknya belum bisa cukup kompetitif karena kapasitas produksi yang tidak besar (640 ton/hari) serta dibutuhkannya setup mesin berkali-kali sebagai konsekuensi dari variasi produk. Pada kondisi demikian, PTKL tidak bisa mencapai skala ekonomis sebesar pabrik-pabrik kertas lain dengan kapasitas yang lebih besar dan perubahan setup mesin yang rendah. Namun demikian, aspek biaya ini selalu menjadi perhatian perusahaan agar bisa seefisien mungkin (sehingga tingkat harga bisa kompetitif) dan, dengan demikian, mendapat lebih banyak pelanggan. Adapun pangsa pasar PTKL per produk kertas berdasarkan kapasitas produksi dapat dilihat pada Lampiran 1.

Dokumen terkait