pembinaan lingkungan sekitar ditunjukkan lewat beberapa program kerja yang telah menjadi agenda rutin Perusahaan.
Bagi PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) pengelolaan lingkungan merupakan bagian dari sebuah pembangunan yang bekelanjutan. Oleh karenanya, Perusahaan telah menerapkan strategi dan program pengelolaan lingkungan. Dalam melaksanakan hal tersebut, Perusahaan melibatkan berbagai unsur yang terkait. Untuk pemantauan lingkungan, misalnya, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) berkoordinasi dengan Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) di masing-masing lokasi pelabuhan. Sementara dengan pengguna jasa pelabuhan dilaksanakan sebuah kerjasama dan koordinasi agar tercipta pola operasi pelayanan kapal dan bongkar muat barang yang ramah lingkungan dan memenuhi batas baku mutu lingkungan yang telah ditetapkan.
Demi mendukung hal tersebut PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) telah menyediakan reception facility dan tongkang untuk limbah minyak/oli kapal. Untuk pelabuhan yang memiliki sampah laut dan sampah domestik dengan volume cukup besar, seperti Pelabuhan Tanjung Priok, penggunaan kapal pengumpul sampah danincenerator (alat pembakar sampah) telah pula diterapkan. PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) telah pula menumbuhkan kelompok-kelompok peduli lingkungan untuk beberapa cabang pelabuhan yang memiliki sejumlah industri yang masuk dalam wilayah kerja pelabuhan.
Kelompok-kelompok ini melakukan pertemuan rutin untuk membahas masalah pengelolaan lingkungan. Dan untuk menciptakan lingkungan yang hijau dan asri sekaligus mendukung lingkungan kerja yang nyaman, Perusahaan telah melakukan program penghijauan dan pembuatan taman- taman secara bertahap.
Prinsip Transparansi menghendaki Perusahaan untuk mengungkapkan informasi yang memadai secara tepat waktu yang berkaitan dengan aspek kinerja Perusahaan. Pengungkapan tersebut penting agar memungkinkan para stakeholders dapat mengakses informasi dan memonitor secara efektif tindakan-tindakan manajemen serta memantau kinerja Perusahaan.
Berdasarkan hasil asfek governance pelaksanaan pengungkapan informasi (disclosure) dinilai dengan menggunakan 3 (tiga) indikator yang pemenuhannya mencerminkan best practices penerapan GCG.
environment can be seen in several regular programs.
PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) sees the environment management as an essential part of sustainable development. Therefore, the company has implemented various strategy and programs to manage the environment. In implementing the programs, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) cooperates with the Regional Environment Board (BPLHD) at each port location. The company also cooperates with the port service customers in a bid to provide shipping and cargo services that is environmentally friendly and meets the regulated environment standards.
In order to support these efforts, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) has provided reception facility and barges for oil waste/ship lubricants. As for ports with big volume of sea and domestic waste, such as the Tanjung Priok port, the company operates waste collecting ships and incerator. PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) has also supported the presence of environmental care groups in several port branches with industries operating within the ports’ areas.
These groups hold regular meeting discussing environment management problems. In order to create green, beautiful, and pleasant working environment, the company has implemented greening program and gradually created gardens.
The transparent principle requires the company to disclose sufficient information on the company’s performance in time. The information disclosure is important to enable all stakeholders to access the information and monitor effectively the management’s actions and the company’s performance.
The governance aspect of the information disclosure is evaluated with three indicators and the fulfillment of these indicators reflects best practices of the good corporate goverance.
Penerapan prinsip ini meliputi beberapa aspek antara lain :
• Laporan Keuangan yang harus mengungkapkan semua informasi keuangan yang material, prinsip, dan kebijakan akuntansi yang digunakan serta audit harus dilakukan oleh auditor yang independen;
• Penyampaian informasi lainnya kepada publik sesuai prosedur keterbukaan informasi yang harus dilakukan secara tepat waktu;
• Adanya akses berupa kemudahan untuk memperoleh informasi yang disajikan tersebut.
Perusahaan menyampaikan informasi kepada khalayak umum antara lain melalui:
• Website perusahaan yakni www.inaport2.co.id
• BUMN online Pelindo II Portal
• Press release
• Brosur
• Company Profile
• Kegiatan Pameran serta
• Promosi di sejumlah media massa.
• Kegiatan below the line lainnya.
Berdasarkan nilai-nilai budaya Perusahaan serta prinsip- prinsip tata kelola Perusahaan yang baik, Perusahaan telah menyusun Etika Perilaku setiap elemen yang terlibat di PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) sebagai perangkat nilai. Semua pihak wajib mentaati dan menjalankan etika ini dengan sebaik-baiknya dalam melaksanakan kegiatan. Secara garis besar, isi Etika Usaha dan Etika Kerja meliputi :
Etika Usaha
1. Umum
a) Manajemen wajib menemu-kenali para pihak yang berkepentingan dari kelompok karyawan, pelanggan, mitra usaha, pesaing, pemasok masyarakat, lingkung- an, regulator dan lembaga lembaga lain yang berkaitan dengan usaha perusahaan.
b) Manajemen harus menghormati hak-hak pihak-pihak yang berkepentingan berdasarkan peraturan per- undang-undangan yang berlaku dan/atau berdasarkan kontrak yang dibuat oleh Perusahaan dengan mereka. c) Manajemen memberikan kesempatan kepada pihak- pihak yang berkepentingan untuk memantau dan memberikan usulan mengenai pemenuhan haknya berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
The implementation of these principles covers several aspects, including:
• The financial report must disclose all material and principle financial information, and the implemented accounting policy. The audit must be done by an independent auditor.
• Other information disclosure to the public must follow the information openness procedures and must be in time
• There must be an easy access for the information
The company provides information to the public among others through:
• The company’s website (www.inaport2.co.id)
• BUMN online Pelindo II Portal
• Press release
• Brochures
• Company Profile
• Exhibition, and
• Promotion in several mass media.
• Other below the line activities work
Based on the company’s culture and value as well as the principle of the Good Corporate Governance, the company has formulated Behavior Ethics as a set of value for all elements within PT Pelabuhan Indonesia II (Persero). All element must obey and implement the ethics properly. In general, the Business and Employee Behavior Ethics are as follows:
Business Ethics
1.General
a) The management is obliged to know the company’s stakeholders from the employees, customers, com- petitors, suppliers, communities, regulators, and other parties that related with the company’s businesses. b) The management must honor stakeholder rights in
accordance with the existing regulations or contracts made between them and the company.
c) The management provide opportunities for stake- holders to monitor and give recommendation on fulfillment of their rights in accordance with the existing regulations.
2. Karyawan
Dalam melaksanakan hubungan kerja dengan karyawan, Perusahan menghormati hak azasi serta hak dan kewajiban karyawan sesuai peraturan perundangan yang berlaku.
3.Pelanggan
Dalam pelayanan kepada pelanggan, perusahaan memenuhi komitmennya dari segi perhatian, harga, kualitas, waktu, dan keamanan yang setara sesuai dengan standar pelayanan yang berlaku.
4.Mitra usaha
Dalam bekerja sama dengan Mitra Usaha, Perusahaan menuangkan semua kesepakatan dalam suatu dokumen tertulis yang disusun berdasarkan itikad baik dan saling menguntungkan.
5.Pesaing
Dalam melaksanakan persaingan usaha, Perusahaan menjaga terciptanya persaingan yang adil, sehat, dan transparan sesuai dengan peraturan perundang- undangan yang berlaku.
6.Pemasok
Dalam pengadaan barang dan atau jasa, perusahaan melakukan tender terbuka secara transparan, dan dapat dipertanggung jawabkan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 7.Lingkungan
Dalam berinteraksi dengan masyarakat di lingkungan pelabuhan, Perusahaan turut serta memelihara ling- kungan hidup yang bersih dan sehat, serta membangun dan membina hubungan serasi dan harmonis dengan masyarakat disekitar tempat kegiatan Perusahaan. 8.Regulator dan institusi terkait
Dalam berinteraksi dengan regulator dan lembaga- lembaga lain yang berkaitan denga usaha Perusahaan, Perusahaan menjalin hubungan yanhg harmonis dan konstruktif atas dasar kejujuran dan saling menghormati dengan mengutamakan kepentingan.
Etika Kerja
1. Setiap Pimpinan Perusahan selalu terbuka untuk berkomunikasi dengan bawahannya, berkoordinasi dengan unit lain, berusaha untuk menjadi suri tauladan bagi pegawai di unit kerjanya dalam etos kerja yang kuat, proaktif dan integritas yang tinggi berperilaku baik serta membina para bawahan melalui: a) Penciptaan suasana kerja yang sehat
b) Pemberian penghargaan terhadap pegawai yang berprestasi
c) Penyeimbangan antara hak dan kewajiban masing masing
d) Penghormatan terhadap hak azasi manusia
2. Employees
In implementing working relations with the employees, the company must respect human rights and other employees’ rights and obligation in accordance with the existing regulations.
3.Customers
In delivering its services to the customers, the company must fulfill its commitment in term of attention, prices, quality, time, and security. All these aspects must meet the company’s existing standards.
4.Business Partners
In working with business partners, the company must define all agreements in written documents formulated based on good intention and mutually beneficial cooperation.
5.Competitors
In managing the business competition, the company must maintain just, healthy and transparent competition as stipulated by the existing regulations.
6.Suppliers
In good and service procurement, the company must held open, transparent, and reliable tenders as stipulated by the existing regulations.
7.Environment
In its interaction with local communities in the surrounding area, the company must actively participate in efforts to maintain clean and healthy environment. The company must also develop and maintain harmonious relationship with communities in the surrounding area of the company’s activities.
8.Regulators and related institutions
In its interaction with regulators and other institutions related with the company’s business, the company must build harmonious and constructive relationship based on honesty and mutual respect.
Work Ethics
1. All the company’s leaders must always be open to communicate with their staffs and coordinate with other units. The leaders must make efforts to be role models for their staffs by showing them strong work ethics, proactive attitude, high integrity, good attitude and develop their staffs by way of:
a) Creating healthy working environment b) Appreciating staffs with strong performance c) Maintaining balance between rights and obligations d) Honoring human rights
2. Pimpinan dan seluruh Pegawai Perusahaan menyadari bahwa agar Perusahaan dapat bertahan, tumbuh dan berkembang serta unggul dalam semua aspek lingkungan usaha yang sangat cepat berubah dan persaingan usaha yang ketat, menuntut sumber daya manusia yang kompeten, taat azas dan nilai yang dianut oleh perusahaan, karena pelanggaran terhadap azas dan nilai tersebut akan merugikan Perusahaan. Untuk itu pimpinan dan seluruh pegawai selalu bersedia untuk:
a) Memfokuskan semua usaha untuk kemajuan dan perkembangan Perusahaan. b) Menghindari perilaku Korupsi, Kolusi dan
Nepotisme (KKN) yang tidak sehat dan merugikan Perusahaan.
c) Berani mengambil keputusan dan bertindak serta siap menerima resiko atas keputusan tersebut. d) Saling mengingatkan sesama pegawai, Direksi
dan Komisaris akan tekad ini. e) Berbesar hati apabila menerima kritik.
3. Pimpinan dan seluruh pegawai Perusahaan sadar bahwa keberhasilan Perusahaan sadar bahwa keberhasilan Perusahaan ditentukan oleh sikap profesional setiap pemangku jabatan, oleh karena itu penempatan pegawai di PT Pelabuhan Indonesia II (Persero), selalu memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
a) Suatu jabatan dibentuk karena adanya kebutuhan riil organisasi.
b) Setiap jabatan menuntut moral yang tinggi serta kompetensi yang sesuai untuk jabatan tersebut. c) Setiap penunjukan jabatan selalu didasari oleh
kriteria yang jelas dan proses seleksi yang fair dan transparan.
d) Setiap jabatan menuntut peningkatan kompetensi melalui pembelajaran yang berkesinambungan. 4. Pimpinan dan seluruh pegawai Perusahaan sadar bahwa kelangsungan hidup Perusahaan sangat ditentukan oleh kesetiaan pelanggan dan untuk menjadi Perusahaan yang terpercaya bagi pelanggan memerlukan:
a) Sikap mental yang baik dan pantang menyerah, siap melayani secara prima sampai pada tingkat kepuasan pelanggan.
b) Sikap wirausaha yang inovatif dan kreatif c) Menghilangkan perilaku birokrat yang arogan d) Penyelesaian masalah diutamakan secara
musyawarah dan saling menguntungkan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
5. Pimpinan dan Pegawai Perusahaan sadar bahwa efektivitas dan efisiensi di segala bidang kegiatan sangat menentukan hasil usaha Perusahan. Untuk itu dalam mengelola perusahaan diperlukan:
2. The leaders and all employees realize that in order the company can survive, grow, expand, and excel amid dynamic business environment and strong competition, the company must have human resources who are both competent and consistent on the company’s principles and values, because any violation on the principles and the values will only harm the company. Therefore, all the company’s leaders and employees must always be ready to:
a) Focus all efforts for the company’s progress and development
b) Avoid corruption, collusion, and nepotism as these are unhealthy and harmful for the company c) Be courageous in taking decision and ready to take
the risks for the decision
d) Remind each other, be it among employees, directors, and commissioners, about this determination
e) Be open for critics
3. The leaders and all employes realize that the company’s success depend on their professional attitudes. Therefore, the employee placement in PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) must always consider these notions:
a) All position is established because of the organization real necessity
b) All position requires high morality and suitable competences
c) Appointment for all position must always be based on clear criteria as well as fair and transparent selection process
d) All position require competence enhancement through continuous learning process
4. The leaders and all employees realize that the company’s sustainability strongly depends on the customers’ loyalty. In order to be a trusted company for the customers, the company needs:
a) Positive mental attitude, never give up, and strong willingness to satisfy the customers
b) Innovative and creative entrepreneurship attitude c) To eradicate arrogant bureaucratic attitudes d) To prioritize dialogue and mutual benefits in solving
problems
5. The leaders and all employees realize that efficiency and effectivity in all aspects strongly determine the company’s business results. Therefore, the company management requires:
a) Kemampuan menetapkan skala prioritas yang paling menguntungkan Perusahaan. b) Sikap untuk tidak melakukan pemborosan
sumber daya Perusahaan terutama dana, waktu dan tenaga.
6. Pimpinan dan seluruh pegawai Perusahaan menghin- dari setiap perilaku yang tidak terpuji, termasuk : a) Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme
b) Benturan kepentingan antara kepentingan Perusahaan dan kepentingan Pribadi
c) Menerima hadiah dan pemberian dari siapapun yang patut diduga dapat mempengaruhi kemandirian dalam pengambilan keputusan. d) Dalam hal penerimaan hadiah yang tidak dapat
dihindari, maka diwajibkan untuk melaporkan kepada Satuan Pengawas Intern dan Sekretaris Perusahaan yang bertugas mengawasi dan mengkoordinasikan pelaksanaan GCG yang untuk selanjutnya melalui mekanisme yang transparan akan disalurkan kepada lembaga/ yayasan sosial.
7. Pimpinan dan seluruh pegawai Perusahaan dilarang untuk :
a. Mengumpulkan atau membentuk dana taktis (off balance sheet/own account transactions) dari sumber manapun.
b. Membiayai/mengeluarkan dana melalui dana taktis untuk keperluan apapun.
Donasi
1) Dalam batas kepatutan, donasi untuk tujuan amal dapat dibenarkan.
2) Donasi untuk tujuan lain hanya boleh dilakukan bila sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3) Perusahaan tidak diperkenankan memberikan dana, asset, atau keuntungan Perusahaan untuk kepentingan donasi politik kepada seorang atau lebih calon anggota/anggota badan legislatif kecuali dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
a) Ability to determine priority that bring most benefits for the company
b) Positive attitude to avoid wasting the company’s resources, especially funds, time and energy.
6. The leaders and all employees must avoid all negative attitudes, including:
a) Corruption, Collusion, and Nepotism b) Conflict of interests between the company’s
interests and personal interests
c) Accept gifts from anybody who is likely has interes to influence the company’s decision making process
d) In case of unavoidable gifts, the presents must be reported to the Internal Monitoring Unit and the Corporate Secretary who is in charge in monitoring and coordinating the implementation of good corporate governance. Through transparent mechanisms, the gifts will further be donated to social organizations.
7. The leaders and all employees are not allowed to: a) Accumulate or create tactical funds (off
Balance Sheet/Own Account Transactions) from any source.
b) Fund/disburse funds from the tactical funds for any purpose.
Donation
1) In appropriate amount, donation for charity is allowed. 2) Donation for other purposes can only be done if this is
in accordance with the existing regulations. 3) The company is not allowed to donate the company’s
funds, asses, and profits for political donation for one or more candidates of legislative institutions unless this is done in accordance with the existing regulations.
S
ebagai sebuah badan usaha milik negara, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) merupakan salah satu pelaku ekonomi nasional di samping swasta dan koperasi yang mengemban misi pemerintah dalam mendorong kegiatan dan pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Selain itu, kehadirannya diharapkan juga bisa menciptakan pemerataan pembangunan melalui perluasan lapangan kerja, kesempatan berusaha dan pemberdayaan masyarakat.Dalam mengemban misi tersebut bentuk partisipasi Perusahaan dilakukan melalui Program Kemitraan dengan usaha Kecil dan program Bina Lingkungan (PKBL). Melalui PKBL diharapkan peran aktif BUMN dalam memberdayakan dan mengembangkan kondisi ekonomi, sosial masyarakat dan lingkungan sekitarnya dapat ditingkatkan.
Peran BUMN dalam memberdayakan dan mengembang- kan kondisi ekonomi dan sosial masyarakat ini pada awalnya diatur berdasarkan Peraturan Pemerintah No.3 tahun 1983 di mana semua BUMN diminta untuk dapat turut membantu pengembangan usaha kecil yang ditindaklanjuti melalui Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia No. 1232/KMK/.013/1989 tentang Pedoman Pelaksanaan
P
T Pelabuhan Indonesia II (Persero), as a state-owned enterprise (SOE), is one of the national economic actors in addition to private sector and cooperatives that performs the mission of Government in promoting growth of people-centered economy. It is expected that its presence can establish an equitable development through extensive job creation and business opportunities as well as community empowerment.In performing that mission, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) establishes a Partnership and Community Development Program (PCDP), i.e. Partnership Program with Small Enterprises and Community Development Program. Through the Programs, PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) is expected to play an active role in empowering and developing the national condition of economy, social, and community for an improved surrounding environment.
In the beginning, the role of SOEs in empowering and developing the national economic and social conditions was regulated by Government Regulation No. 3/1983 in which all SOEs were required to provide support and assistance to develop small businesses. The Regulation, then, was followed by Decision of Finance Minister of the Republic of Indonesia No. 1232/KMK/.013 /1989 on Guidelines in Conducting Small
pembinaan Usaha Kecil oleh BUMN. Setelah itu, diubah dengan Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 316/KMK.016/1994 tanggal 27 Juni 1994 tentang pedoman Pembinaan Usaha kecil dan Koperasi (PUKK) melalui pemanfaatan laba Badan Usaha Milik Negara.
Keputusan tersebut kembali disempurnakan dengan surat Keputusan Menteri Keuangan No. 60/KMK.016/1996 tanggal 9 Februari 1996 tentang perubahan pasal dalam Surat Keputusan Menteri Keuangan No. 316/KMK.016/1994 yang kemudian ditindaklanjuti dengan Surat Keputusan bersama Direktur Jenderal Pembinaan BUMN Departemen Keuangan dan Direktur Jenderal Pembinaan Pengusaha Kecil dan Koperasi Departemen Koperasi dan PPK No. KEP. 1515/BU/ 1994 dan 02/SKB/PPKX/1994 tanggal 14 Oktober 1994.
Pelaksanaan PKBL diubah dengan mengacu pada Keputusan Menteri Keuangan No. 266/KMK.016/1997 tanggal 11 Juni 1997 yang diikuti dengan Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia/Kepala Badan Pembina Badan Usaha Milik Negara No. 197/MPBUMN/1999 tanggal 29 Juli 1999 tentang Pedoman Penentuan Kualitas dan penghapusbukuan (write off) Pinjaman Dana Program Pembinaan Usaha Kecil dan Koperasi (PUKK),
Business Development by SOEs. The Decision was later amended by Decision Letter of Finance Minister No. 316/KMK.016/1994 on June 27, 1994, about Guidelines on Small Businesses and Cooperatives Development (SBCD) through Utilization of SOEs’ Profit.
The Decision was re-refined by Decision Letter of Finance Minister No. 60/KMK.016/1996 on February 9, 1996, regarding changes to some articles in the Decision Letter of Finance Minister No. 316/KMK.016/1994, which was followed then by Joint Decision Letter of Director General of SOEs Development of Finance Ministry and Director General of Small Enterprises and Cooperatives Development of Cooperatives Ministry, and PPK No. KEP. 1515/BU/1994 and No. 02/SKB/PPKX/1994 on October 14, 1994.
With reference to Decision of Finance Minister No. 266/KMK.016/1997 on June 11, 1997, the implementation of