Jam kerja karyawan terbagi dalam 2 sistem kerja. Pembagian jam kerja berdasarkan status karyawan, yaitu karyawan day shift dan shift.
a. Karyawan Day Shift
Karyawan yang termasuk day shift adalah sekretariat, karyawan administrasi, gudang, poliklinik, safety, mekanik dan lain-lain. Jam karyawan diatur pada tabel 3 di bawah ini :
Tabel 3.3 Jam Kerja Karyawan Day Shift
Hari Jam Kerja Jam Istirahat
Senin Jumat 08.00 - 17.00 WIB 12.00 - 13.00 WIB Sumber : PT. Indo Acidatama Tbk, 2014
Untuk hari Sabtu, Minggu dan hari besar merupakan hari libur.
b. Karyawan Shift
Karyawan yang termasuk shift adalah bagian proses, utilitas, laboratorium, satpam, driver, kantin dan Waste Water Treatment (WWT). Karyawan shift dibagi dalam III shift dan 4 group, yaitu A, B, C, D. Jam karyawan diatur pada tabel 4 di bawah ini :
Tabel 3.4 Jam Kerja Karyawan Shift
Shift Jam Kerja Jam Istirahat
I 07.00 15.00 WIB 12.00 13.00 WIB II 15.00 23.00 WIB 18.00 19.00 WIB III 23.00 07.00 WIB 02.00 03.00 WIB Sumber : PT. Indo Acidatama Tbk, 2014
2. Sikap Kerja
Karyawan di PT. Indo Acidatama Tbk. Kemiri, Kebakkramat, Karanganyar, memiliki sikap kerja yang bermacam-macam terdapat pada tabel 5 di bawah ini :
Tabel 3.5 Data Pengamatan Sikap Kerja
Sumber : Hasil Pendataan pada Februari 2014
Upaya pengendalian yang telah dilakukan oleh perusahaan dengan membuat meja kerja sedemikian rupa sesuai dengan antropometri karyawan sehingga karyawan dapat bekerja dengan nyaman.Selain itu, dengan menerapkan shift kerja, rotasi kerja dan sebagian unit diberi tempat dudukan agar karyawan tidak berdiri terus-menerus.
3. Hubungan Kerja
Unit Sikap Kerja
Filling Berdiri, duduk, jongkok, dan angkat-angkut.
Fermentasi Berdiri, duduk, berjalan, memonitor, naik turun tangga dan angkat-angkut.
Compressor Berdiri, duduk, berjalan, dan angkat-angkut.
Workshop Berdiri, duduk, jongkok, berjalan, membungkuk, berpindah-pindah tempat, dan angkat-angkut.
Unit Proses (Control Room) Kantin
Utilitas
Berdiri, duduk, berjalan, berpindah-pindah tempat, dan memonitor.
Berdiri, duduk, jongkok, berjalan, angkat-angkut, membungkuk, berpindah-pindah tempat.
Berdiri, duduk, jongkok, berjalan, membungkuk, berpindah-pindah tempat, angkat-angkut.
Untuk menjaga hubungan kerja antar pekerja agar selalu harmonis, PT. Indo Acidatama Tbk. Kemiri, Kebakkramat, Karanganyar, mengadakan rekreasi secara bergantian di tiap unit, mengadakan touring dan pertandingan olahraga setiap satu tahun sekali.
4. Manual Handling
Hasil observasi peneliti untuk yang bekerja dengan menggunakan banyak tenaga adalah di unit filling, dimana karyawan memindahkan jerigen-jerigen yang sudah diisi ke tempat penyimpanan. Karyawan unit filling hampir menggunakan seluruh anggota badan untuk bekerja, seperti tangan untuk mengangkat beban jerigen seberat 30 liter ke gerobak terus berulang-ulang. Posisi badan memutar 1800 untuk mengambil jerigen kosong yang berada disamping kanan dan dipindahkan ke mesin pengisian Ethanol. Kemudian punggung membungkuk untuk mengangkat jerigen yang sudah diisi ke gerobak, kemudian menarik gerobak sejumlah 10 jerigen yang sudah diisi ke tempat penyimpanan. Jarak antara mesin pengisian ke tempat penyimpanan sekitar 15-20 m. Dari proses bekerja yang dilakukan berulang-ulang seperti itu akan timbul penyakit punggung seperti pegal.
Upaya pengendalian yang telah dilakukan PT. Indo Acidatama Tbk.
Kemiri, Kebakkramat, Karanganyar, agar tidak menjadi penyakit akibat kerja dengan menerapkan shift kerja dan sebagian unit diberi tempat dudukan sehingga tenaga kerja tidak berdiri terus-menerus.
PT. Indo Acidatama Tbk. Kemiri, Kebakkramat, Karanganyar, dalam menunjang proses produksinya menggunakan peralatan angkat-angkut berupa excavator, forklift, wheelloader, derek, truk, mobil, dan secara manual dengan tangan manusia. Pengoperasian alat angkat-angkut hanya diperbolehkan untuk semua operator dan semua alat-alat yang telah memiliki sertifikat dan surat ijin mengemudi dari Depnaker berupa Surat Ijin Operator (SIO) serta surat ijin dari perusahaan.
5. Housekeeping
a. Kondisi Tempat Kerja
Lantai di setiap unit kerja biasanya kering tetapi ada lantai yang basah seperti di unit filling karena bersumber dari proses pengisian bahan-bahan kimia yang tercecer dilantai, di unit diesel terdapat tumpahan oli di lantai yang dapat menyebabkan karyawan terpeleset.
Untuk mencegah agar karyawan tidak terpeleset, maka disediakan pasir di unit diesel yang digunakan untuk menutup tumpahan oli tersebut.
Di unit fermentasi lantainya sedikit lembab karena merupakan tempat pengolahan tetes tebu, tetapi terdapat petugas yang membersihkan tempat ini. Untuk kebersihan lantai di beberapa unit kerja masih kurang. Hal itu mungkin dikarenakan kurangnya tenaga pembersih dan juga oleh karena kondisi lingkungan kerja yang sulit dijangkau untuk pembersihannya. Sedangkan untuk ventilasi dan penerangan di lingkungan kerja sudah memenuhi, hanya di unit utility (compressor, MAK, boiler) dan unit fermentasi untuk suhu ruangannya
terasa panas sebagai akibat dari operasional mesin.Di unit workshop penempatan material atau peralatan kerja kurang tertata rapi sehingga perlu adanya penerapan housekeeping tentang tata letak material dan peralatan yang baik dan sistematis, penerangan di unit ini juga masih kurang terlalu gelap untuk jenis pekerjaan yang teliti.
Plant lay out perusahaan telah dibuat cukup baik. Karyawan telah mengetahui bagaimana aliran material, orang, produk dalam plant, dan bagaimana peletakan bahan atau alat-alat kerja.Karyawan dapat dengan mudah bergerak di dalam, masuk dan keluar plant. Perusahaan juga telah memberikan fasilitas kerja yang baik dan cukup memadai, seperti tempat makan, locker room, dan meja tulis. Dan juga telah diterapkan adanya penerapan prinsip isolasi terhadap lingkungan kerja seperti pembatasan dinding pada area dengan tingkat kebisingan tinggi, misalnya adanya ruang kedap suara di tempat yang intensitas kebisingannya tinggi.
Dibawah ini adalah uraian singkat tentang keadaan Plant lay out perusahaan :
1) Area penyimpanan barang atau bahan dalam plant (inside storage) dibuat berdasarkan fluktuasi tingkat produksi maksimum, waktu pengiriman atau penerimaan barang dan jumlah barang atau bahan yang disimpan. Perusahaan juga menyediakan rak, laci atau meja agar karyawan tidak meletakkan bahan atau alat pada tempat yang tidak aman.
2) Lorong (aisles) dibuat cukup lebar sehingga forklift atau kendaraan lainyang digunakan dalam plant dapat bergerak tanpa bertabrakan dengan mesin atau karyawan.
3) Penerimaan dan pengiriman material telah didesain sesuai aliran material perusahaan atau plant.
4) Peralatan listrik dipasang dengan pembumian (grounding) dan dilindungi dengan logam (metal-inclosed).
5) Ventilasi dan pengaturan suhu ruangan telah dibuat cukup baik untuk mengurangi keletihan dan ketidak nyamanan dalam bekerja.
Walaupun sebagian besar karyawan terpapar panas oleh mesin-mesin yang digunakan, tapi perusahaan telah menyediakan tempat sebagai control room di tiap unit yang telah dilengkapi dengan kipas maupun pendingin lainnya.
6) Pagar atau pintu telah dibuat cukup baik dengan tujuan menjaga area agar tidak dimasuki oleh orang yang tidak mengetahui kondisi plant, sehingga bisa mengurangi kemungkinan terjadinya kecelakaan kerja dan cidera.
7) Jalan yang ada dalam keadaan kering dan telah dilengkapi dengan rambu-rambu lalu lintas untuk mengatur pergerakan kendaraan pada lokasi berbahaya.
8) Area parkir kendaraan cukup luas, satu ruang dalam ruang tertutup dan satu ruang terletak di luar (depan perusahaan) dalam bentuk terbuka.