TOTAL FENOL EKSTRAK ETANOL BUAH TAKOKAK (Solanum torvum)
HASIL DAN PEMBAHASAN Rendemen
Rendemen berkisar antara 4,1 % sampai 32,7 %, rendemen paling tinggi yaitu pada ekstraksi etanol 70 % buah takokak tua kering dan paling rendah pada ekstraksi etanol 96% buah muda segar. Rerata rendemen ekstrak etanol 96 % buah takokak umur cukup yang dikeringkan yaitu sebesar 13,9 %. Rerata rendemen ekstrak etanol 96 % buah takokak umur cukup yang dikeringkan memiliki kesamaan dengan hasil penelitian Waghulde et al. (2011) yang menunjukkan bahwa rendemen ekstrak etanol takokak sebesar 12 %, tetapi rendemen ekstrak etanol 70 % dan 96 % buah umur tua yang segar, buah umur cukup yang segar, buah umur muda yang segar dan buah umur tua yang dikeringkan berbeda dengan penelitian tersebut. Rendemen ekstrak takokak berdasarkan jenis buah dan konsentrasi etanol dapat dilihat pada Tabel 4.
Tabel 4. Data rendemen ekstrak takokak berdasarkan jenis buah dan konsentrasi etanol
Jenis takokak Ekstrak etanol (%) Rerata
70 96
Ekstrak buah kering tua 32,7±3,1 17,7±1,6 25,2±2,4a Ekstrak buah kering cukup 22,2±2,2 13,9±0,3 18,0±1,2b Ekstrak buah segar tua 7,4±2,8 9,1±0,2 8,3±1,5c Ekstrak buah segar cukup 5,1±0,5 4,5±0,6 4,8±0,5c Ekstrak buah segar muda 4,9±0,7 4,1±0,4 4,5±0,6c Rerata 13,5±1,9a 9,0± 0,6b 11,3±1,2 p value Jenis buah 0,000
Konsentrasi etanol 0,021
Rerata hasil penelitian rendemen ekstrak etanol buah takokak kering berbeda dari hasil penelitian Loganayaki (2010) yang menunjukkan bahwa rendemen ekstrak klorofom buah takokak sebesar 68,2 %, ekstrak kloroform etanol 34,4 %, ekstrak aseton 3,8 %, dan ekstrak metanol 2 %, ekstrak aseton 7,8 % dan ekstrak metanol 4,1 %. Bahan kering menghasilkan rendemen lebih banyak dari bahan segar, karena kadar air bahan sudah berkurang namun bahan segar masih mempunyai kadar air yang tinggi. Jumlah rendemen juga tergantung pelarut yang digunakan. Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa jenis buah dan
42
konsentrasi etanol berpangaruh secara signifikan terhadap rendemen (p=0,000) dan (p=0,021). Hal ini menunjukkan bahwa konsentrasi etanol yang berbeda akan menghasilkan rendemen yang berbeda. Demikian juga berbagai jenis buah akan mempengaruhi rendemen.
Kadar Fenol
Kadar fenol berkisar antara 7.9980,0 mg GAE /100 g sampai 96.141,0 mg GAE/100 g. Kadar fenol paling tinggi yaitu pada ekstraksi etanol 70 % buah takokak umur tua yang segar dan paling rendah pada ekstraksi etanol 70 % buah takokak umur tua yang dikeringkan. Kadar fenol ekstrak etanol 96 % buah umur cukup yang dikeringkan sebesar 14.691,6 mg GAE/100 g, sedangkan kadar fenol ekstrak etanol 70 % buah takokak umur cukup yang dikeringkan sebesar 11.678,5 mg GAE/100 g. Hasil penelitian tersebut ada kesamaan dengan penelitian Kusirisin (2009) yang menunjukkan bahwa kadar fenol ekstrak takokak sebesar 16.030 mg GAE/100 g. Kadar fenol ekstrak takokak berdasarkan jenis buah dan konsentrasi etanol dapat dilihat pada Tabel 5.
Tabel 5. Data kadar total fenol ekstrak takokak berdasarkan jenis buah dan konsentrasi etanol
Jenis Takokak Ekstrak Etanol (%) Rerata
70 96 mg GAE/100g Esktrak buah segar tua 96.141,0± 54.568 49.847,5±12.194 72.994,3±21.175 a Esktrak buah segar muda 71.606,0 ±9.063 47.495,0±60.740 59.548,0±37.770ab Esktrak buah segar cukup 37.363,0± 30.090 26.664,0±16.407 32.013,5± 9.427 abc Esktrak buah kering cukup 11.678,5±13.137 14.691,6±13.250 13.250,0± 7.481bc Esktrak buah kering tua 10.309,5±8.068 7.988,0± 5.861 9.148,8± 3.106 c Rerata 45.418,6±22.985a 29.363,2±21.979a 37.390,9±15.792
p value KonsentrasiJenis buah 0,0420,248
Kadar fenol ekstrak etanol 96 % buah takokak umur cukup yang segar sebesar 26.664,0 mg GAE/100 g, sedangkan kadar fenol ekstrak etanol 70 % buah takokak umur cukup yang segar sebesar 37.363,0 mg GAE/100 g. Kadar fenol ekstrak etanol 70 % buah takokak umur tua yang dikeringkan sebesar 10.309,5 mg GAE/100g, dan ekstrak etanol 96 % buah takokak umur tua yang dikeringkan sebesar 7.988,0 mg GAE/100 g. Kadar fenol ekstrak etanol 70 % buah takokak umur tua yang segar sebesar 96.141,0 mg GAE/100 g dan ekstrak etanol 96 % buah takokak umur tua yang segar sebesar 49.847,5 mg GAE/100 g. Kadar fenol ekstrak etanol 70 % buah takokak umur muda yang segar sebesar
43 71.606,0 mg GAE/100 g dan ekstrak etanol 96% buah takokak umur muda yang segar sebesar 47.495,0 mg GAE/100 g.
Hasil penelitian tersebut berbeda dengan penelitian Waghulde et al. (2011) yang menunjukkan bahwa kadar fenol ekstrak etanol takokak sebesar 9.952 mg GAE /100 g dan dengan ekstrak metanol sebesar 7.890 mg GAE/100 g. Hasil penelitian tersebut berbeda dengan penelitian Arif (2011) yang menunjukkan bahwa kadar fenol ekstrak metanol takokak sebesar 1.960,7 mg GAE/100 g. Hasil penelitian Wetwiyataklung (2011) menunjukkan bahwa kadar fenol ekstrak metanol takokak sebesar 2.330 mg/100 g ekstrak kering kasar sebagai galic acid.
Hasil penelitian tersebut berbeda juga dengan hasil penelitian Nithiyanantham (2011) yang menunjukkan bahwa kadar fenol buah takokak segar 580 mg GAE/100 g dan ekstrak metanol 80 % sebesar 500 mg GAE/100 g. Hasil penelitian Kusuma (2011) kadar phenol takokak segar dengan ekstrak etil asetat
sebesar 218,62 mg GAE/100 g dan hancuran buah sebesar 204,14 mg GAE/100 g. Ekstrak buah yang dikeringkan memiliki kecenderungan kadar fenol lebih
rendah dibandingkan ekstrak buah segar, hal ini disebabkan karena pada ekstrak buah segar tidak mengalami pemanasan yang mengakibatkan penurunan kadar fenol. Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa jenis buah berpengaruh nyata terhadap kadar fenol (p= 0,042), tetapi konsentrasi tidak berpengaruh terhadap kadar fenol (p=0,248). Hal ini menunjukkan bahwa berbagai jenis buah akan menghasilkan kadar fenol yang berbeda, tetapi konsentrasi etanol akan menghasilkan kadar fenol yang cenderung sama.
Aktifitas Antioksidan
Aktifitas antioksidan berkisar antara 98,5 mg AEAC/100 g sampai dengan 1.406,0 mg AEAC/100 g. Aktifitas antioksidan ekstrak takokak berdasarkan jenis buah dan konsentrasi etanol dapat dilihat pada Tabel 6.
Tabel 6. Data aktifitas antioksidan ekstrak takokak berdasarkan jenis buah dan konsentrasi etanol
Jenis Takokak Ekstrak Etanol (%) Rerata
70 96 Ekstrak buah kering tua 1.346,0 ± 8,5 1.406,0 ± 25,5 1.364,0±619 a Ekstrak buah kering cukup 1.395,5 ± 2,1 1.227,0 ± 28,3 1.311,3±571 b Ekstrak buah segar tua 591,5 ± 293,4 925,0 ± 108,2 587,3±548c Ekstrak buah segar muda 335,5 ± 474,5 1.153,0 ± 192,3 758,5±289c Ekstrak buah segar cukup 98,5 ± 91,2 1.076,0 ± 217,8 744,3±423c rerata 753,4 ± 173,9a 1.157,5± 114,3a 955,5±490
p value Konsentrasi Jenis Buah 0,001 0,079
44
Aktifitas antioksidan paling tinggi yaitu pada ekstraksi etanol 96 % buah takokak umur tua yang dikeringkan, sedangkan aktifitas antioksidan paling rendah yaitu pada ekstraksi etanol 70 % buah takokak umur cukup yang segar. Aktifitas antioksidan ekstrak etanol 96 % buah umur cukup yang dikeringkan sebesar 1.227,0 mg AEAC /100 g, sedangkan aktifitas antioksidan ekstrak etanol 70 % buah umur cukup yang dikeringkan sebesar 1.395,5 mg AEAC/100 g.
Aktifitas antioksidan ekstrak etanol buah takokak pada tabel tersebut berbeda dengan penelitian Kusirisin (2009) yang menunjukkan bahwa aktifitas antioksidan ekstrak takokak sebesar 368 mg/100 g TEAC. Menurut hasil penelitian Wetwiyataklung (2011), aktifitas antioksidan ekstrak metanol kering sebesar 0,01 TEAC. Hasil penelitian aktifitas antioksidan berbeda dengan hasil penelitian lain disebabkan karena bahan pelarut, standard antioksidan dan kondisi bahan yang digunakan tidak sama. Hasil sidik ragam menunjukkan bahwa berbagai jenis buah takokak berpengaruh signifikan terhadap aktifitas antioksidan (p=0,001), tetapi konsentrasi etanol tidak berpengaruh (p=0,079). Artinya bahwa berbagai jenis buah menghasilkan aktifitas antioksidan yang berbeda, tetapi konsentrasi etanol cenderung menghasilkan aktifitas antioksidan yang sama.
KESIMPULAN
1. Ekstrak etanol 70 % buah takokak umur tua yang dikeringkan mempunyai rendemen yang paling tinggi yaitu sebesar 32,7 %.
2. Ekstrak etanol 70 % buah takokak umur tua yang segar mempunyai kadar fenol yang paling tinggi yaitu sebesar 96.141,0 mg GAE/100 g. 3. Ekstrak etanol 96 % buah takokak umur tua yang dikeringkan
mempunyai aktifitas antioksidan yang paling tinggi yaitu sebesar 1.406,0 mg AEAC/100 g.
45