BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Tinjauan Teori
4. Etika Jual beli dalam Al-Qur‟an dan As sunah
Dalam jual beli haruslah senantiasa berlandaskan ayat dan hadits agar supaya mendapat berkah dan rahmat oleh Allah SWT dan dapat bernilai pahala baik di dunia dan di akhirat.
Dan adapun landasan beretika jual beli yang baik berlandaskan Al Qur‟an dan Hadits Nabi sebagai berikut :
a. Menurut al quran
Artinya :Celakalah bagi orang-orang yang curang(dalam menakar dan menimbang yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dicukupkan dan apabila mereka menakar dan menimbang (untuk orang lain), mereka mengurangi. Tidaklah mereka itu mengira, bahwa sesungguhnya mereka akan dibangkitkan,pada suatu hari besar yaitu pada hari(ketika) semua orang bangkit menghadap tuhan seluruh alam.”(QS. Muthaffifin Ayat 1-6).
Dari ayat diatas menerangakan bahwa Allah telah menegaskan bahwa celaka bagai orang orang yang berdagang dengan menggunakan sistem kecurangan yang di mana dalam cara berdagang itu Allah tidak memberkahi dunia dan akhiratnya.
2) ُعٌَْبْلااَمَّنِاا ْوُلاَق ْمُهَّنَاِب َكِلَذ ِّسَمْلا َن ِم ُنَطٌَّْشلا ُهُطَّبَخَتٌَ ْيِذَّلا ُمُقٌاَمَكَّلاِا َن ْوُم ُقٌََلااوَب ِّرلا َن ْوُلُكْاٌَ َنٌْذَّلَا berdiri melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan syaitan lantara( tekanan) penyakit gila keadaan mereka yang demikian itu adalah disebabkan mereka berkata, sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba padahal allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba orang orang yang telah sampai kepadanya larangan dari tuhannya lalu trus berhenti( dari mengambil riba) maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu ( sebelum larangan) dan urusannya ( terserah ) kepada Allah. Orang kembali yang kembali ( Mengambil riba) maka orang itu penghuni-penghuni neraka mereka kekal didalamnya (QS. Al Baqarah ayat 275).
Makna ayat diatas kita sebagai muslim sekiranya menghindari yang namanya riba sebab itu dilarang oleh Allah SWT sebab dosa riba tetap akan di pertanggung jawabkan kelak di hari akhir.
3) 99: ءاسنلا....ْمُكْن ِم ٍض اَرَت ْنَع ًة َر اَجِت َن ْوُكَت ْنَا َّلاا ِل ِط اَبْل اِب ْمُكَنٌَْب ْمُكَلا َوْما ْوُلُكْؤَت َلا....
“…. Janganlah kalian saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil kecuali dengan jalan perniagaan yang timbul dari kerelaan di antara kamu…” (QS. An-Nisaa : 29)
b. Menurut hadits
1) )ًهبلا هاإر( ٍضا َرَت ْنَع َعٌَْبْلااَمَّنِا Artinya :“jual beli itu didasarkan suka sama suka.(HR Baihaqi) 2) ٌروُرُبُم ٌعٌُُب ُّلُك ُو ُهُد ٌُُب ٌلٌجَّرلا ُلُمُع: ُلُق ؟ ٌفٌبٌطا ٌبُسُكْلا ٌّيَا : َمَّلَس َو ِهٌَلَع ُ َّاللّ ىَّلَص ًُّبنلا ُل ُئُس
Artinya :” rasulullah SAW ditanya oleh sahabat ditanya mengenai profesi yang baik rasulullah pun menjawab usaha tangan manusia sendiri dan setiap jual beli yang diberkati.”( HR. Al Hakim ).
3) Hadits yang diriwayatkan at Tirmidzi Rasullah SAW bersabda:
)ي ذم رتلا هاإر( ِءاَدَهُّشلا َو َنٌِْقٌِّد ِّصلا َو َنٌَِّبَّنلا َعَم ُنٌْ ِمُلأا ُق ْوُدَّصلاٌر ِج اَّتل أ Artinya : “pedagang yang jujur dan terpercaya sejajar (tempatnya di surga) dengan para nabi, shidiqqin dan syuhada”.
5. Pengertian Pertanian
Sektor pertanian adalah sektor yang sangat penting yang dapat berperan dalam perekonomian daerah dan nasiona, kelangsungan hidup masyarakat terutama sumber pendapatan dalam PDB (Pendapatan Domestik Bruto) yang di mana petani berperan dalam segi pendapatan daerah atau dalam negeri itu sendiri, penyediaan lapangan kerja dan bersifat penyediaan pangan sehingga dapat menstabilkan baik lapangan kerja maupun pangan. Sektor pertanian lebih mengedepankan kegiatan pengembangan sumber daya hayati yang mana lebih kepada menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri atau sumber energi serta mengelola lingkungan hidup oleh karenanya sektor pertanian adalah sektor paling dasar dalam perekonomian yang merupakan penopang kehidupan produksi dan lainnya.
Pembangunan bidang pertanian adalah suatu hal yang sangatlah penting dan tidak bisa ditawar lagi karena sebagian besar warga Indonesia tergabung dalam pertanian seperti halnya konsumsi beras dan bekerja di sektor perairan dan sektor pertanian itu sendiri adalah
membenuk kesempatan kerja dan berkontribusi dalam penyedianan dan expor.
Menurut monsher pertanian adalah suatu bentuk aktivitas yang khas di dasarkan pada proses pertumbuhan tanaman dan hewan petani mengelola dan merancang pertumbuhan tanaman dalam suatu usaha tani, yang mana proses memproduksi adalah kegiatan usaha sehingga pendapatan dan pengeluaran cukup penting bagi kegiatan usaha.
Menurut Van Aarsten pertanian adalah digunakan kegiatan manusia memperoleh hasil yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan hewan pada mulanya dicapai dengan jalan sengaja menyempurnakan segala kemungkinan yang telah diberikan oleh alam guna mengembangkan tumbuhan dan hewan tersebut.
6. Pertanian dalam pandangan Islam.
Selain nikmat kesehatan dan umur Allah juga memberikan nikmat kepada manusia adalah nikmat yang ada dalam muka bumi yaitu hewan dan tumbuhan. Pada zaman Islam sektor pertanian yang paling maju dan berkembang dalam segi teknologi dan ilmu pengetahuan dalam sektor pengairan,cocok tanam, dan penyimpanan hasil panen serta alat pertanian lainnya. Jika dilihat dari kondisi sekarang seharusnya pengelolaan pertanian di Indonesia penduduknya yang mayoritas muslim bisa meniru perkembangan pertanian pada masa keemasan Islam.
Dalam pandangan Islam bilamana pertanian merupakan satu satunya bidang yang seseorang yang boleh mencari nafkah bagi diri
sendiri dan keluarganya maka hukum bertani itu adalah Farduh’Ain baginya, sebaliknya menjadi fardhu kifayah pula kepada siapa yang melakukannya bagi kepentingan semua orang untuk menyediakan pangan dan makanan yang cukup bagi semua. Dalam hal ini pertanian memiliki peran penting dan utama guna mendukung sektor kehidupan.
Sedangkan dari aspek kepercayaan kegiatan pertanian dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT dapat ditinjau dari proses kejadian tumbuh-tumbuhan atau tanaman bila seseorang itu melakukan usaha pertanian akan membuat seseorang itu memahami makna sebenarnya konsep tawakal dan beriman kepada kekuasaan yang memberikan hasil yaitu Allah SWT.
Namun itu pada dasarnya hanya 3 profesi sebagaimana disebutkan oleh imam Al Mawardi beliau berkata “ keutamaan mata pencahariaan itu adalah bercocok tanam (Pertanian),pedagang, dan pembuat suatu barang ”.
Para ulama berbeda pandangan tentang manakah yang paling mulia dari ketiga profesi tersebut. Mazhab As-Syafi‟i berpendapat bahwa pertanian adalah yang paling baik. Sedangkan Imam Al-Mawardi dan Imam An-Nawawi berpendapat bercocok tanaman yang baik dan berkah karena beberapa alasan :
1) Bercocok..tanam adalah merupakan hasil usaha tangan sendiri.
2) Bercocok tanam memberikan manfaat bagi kalangan umum baik itu muslim maupun non muslim karena secara garis besar manusia adalah makhluk sosial bahkan dipandang dari segi adat manusia dan hewan haruslah makan.
3) Bercocok tanam lebih dekat dengan tawakal,sebab manusia akan lebih dekat tidak mempunyai hak atas tanaman itu walau sebiji pun.
Rasulullah SAW pun bersabda dalam haditsnya yang diriwayatkan oleh Bukhari, “ tidaklah seorang muslim yang bertani atau berladang lalu hasil pertaniannya dimakan oleh burung atau manusia maupun binatang melainkan bagi dirinya dari tanaman itu pahala dan sedekah “.
a. Pertanian dalam peradaban islam
Pada sekitar abad 7-8 agama Islam berkembang sangat pesat mulai dari Asia, Afrika dan Eropa pengenalan tanaman baru diikuti dengan cara teknik teknologi bercocok tanamnya, sebelumnya petani di kawasan arab dan afrika memulai musim tanam ketika musim dingin tiba sedangkan pada musim panas sawah mereka dibiarkan kosong dan mereka pun menganggur model bercocok tanam ini tidak boleh dipertahankan setelah revolusi pertanian terjadi pada era Islam keran padi,kapas, tebu hanya dapat tumbuh dan berubah pada musim panas.
Menurut sejarah Islam setelah Nabi Muhammad SAW tiba di Madinah Rasulullah telah menginformasikan dan menggerakan usaha
pertanian agar ditingkatkan, di wilayah Madinah waktu itu sangatlah subur perlu diusahakan lebih giat Nabi Muhammad SAW bersabda “ barang siapa yang mempunyai tanah hendaklah mengerjakannya dengan bertani atau jika ia tidak berupaya melakukannya hendaklah menyerahkan kepada saudaranya supaya diusahakan dan janganlah ia menyewakan, sekalipun hanya sepertiga atau seperempat ” hadits riwayat Abu Daud.
b. Pertanian sebagai pelajaran bagi orang beriman
Ukuran sebuah keimanan seseorang diuji dan dilihat dari sebagaimana ia mengelola usaha pertaniannya jika sewaktu waktu diperlihatkan musibah maka kita selalu beriman kepadanya , begitu pula dalam hal Allah menurunkan rezeki pada kita sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur‟an surat Al Baqarah ayat 155 sebagai berikut :
َوْمَلاا َن ِّم ٍصْقَن َو ِع ْوُجْلا َو ٍف ْوَخْلا َنِم ٍء ًَْشِب ْمُكَّن َوُلُبَّنَل َو َنٌْ ِرِبَّصلا ِرِّشَب َو ِتَرَمَّثلا َو ِسُفْنَلاا َوِل
Artinya : dan sungguh akan kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan,kekurangan,harta,jiwa dan buah-buahan dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar (Al-Baqarah ayat 155)
c. Pertanian sebagai pekerjaan yang mulia
Pertanian adalah seseorang yang mengelola pertanian guna mendapat hasil tanaman. Dari hasil pertanian tersebut digunakan untuk memenuhi kehidupan makhluk hidup khususnya manusia terutama dalam segi pangan. Dikatakan bagi semua makhluk hidup karena hewan dan
serangga pun juga menikmati hasil pertanian sebagaimana Allah SWT berfirman dalam surah Al Baqarah ayat 22
ِهِب َجَرْخآَف َءآَم ِءآَمَّسلا َن ِم َلَزْنا َوَءآَنِب َءآَمَّسلا َو اًش َرِف َض ْرَلاا ْمُكَل َلَعَج ْيِذَّلا ْوُلَعْجَت َلاَف َن ِم ْمُكَّل اًق ْز ِرِت َرَمَّثلا
َن ْوُمَلْعَت ْمُتْنَا َّواَداَدْنَا ِ َّ ِاللّ
Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap dan menurunkan air hujan dari langit lalu dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah buahan sebagai rezeki untukmu karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah padahal kamu mengetahui
7. Definisi Pengepul/Pedagang
Perdagangan atau perniagaan pada umumnya adalah pekerjaan membeli barang dari suatu tempat dan suatu waktu dan menjual barang tersebut ke tempat dan waktu lainnya untuk memperoleh keuntungan dengan arti bahwa pedagang atau pengepul merupakan perantara antara masyarakat dengan perusahaan.
Perdagangan adalah suatu aktivitas jual beli yang bertujuan untuk memperoleh keuntungan, usaha perdagangan dapat dimulai pada unit kecil hingga unit besar semisal negara dan lainnya. Perdagangan skala unit kecil misal warung ,kelontong dan lainnya sedangkan skala besar misal negara semacam expor impor bahan mentah minyak nilam,kelapa sawit, batu bara yang berskala perusahaan.
Pengertian perdagangan Menurut para ahli menunjuk kepada proses jual beli baik barang ataupun jasa dimana penjual dan pembeli merasa saling diuntungkan, penjual memperoleh nilai laba sedangkan pembeli memperoleh yang dibutuhkan. Menurut Marwati Djoened
perdagangan ialah suatu kegiatan ekonomi yang menghubungkan produsen dan konsumen dan sebagai kegiatan distribusi, maka perdagangan menjamin terhadap penyebaran, peredaran dan penyediaan barang dengan melalui mekanisme pasar yang ada.
Pengertian dagang (dalam arti ekonomi), yaitu segala perbuatan perantara antara produsen dan konsumen. Pada pokok perdagangan mempunyai tugas untuk :
a. Membawa dan memindahkan barang-barang dari tempat- tempat yang berlebihan ke tempat-tempat yang kekurangan b. Memindahkan barang-barang dari produsen ke konsumen.
c. Menimbun dan menyimpan barang-barang itu dalam masa yang berlebihan sampai mengancam bahaya dan kekurangan.
8. Pengertian Perdagangan dalam Islam
Agama Islam memang menghalalkan usaha perdagangan perniagaan dan jual beli. Namun tentu saja untuk orang yang menjalankan usaha perdagangan secara Islam, dituntut menggunakan tata cara khusus, atau mainya mengatur bagaimana seharusnya yang sesuai dengan sistem jual Islam itu sendiri, seorang muslim berusaha atau berniaga biasanya hanya mencari berkah dan ridho Allah SWT semata.
Secara etimologi perdagangan yang intinya jual beli, berarti saling menukar Al Ba’I artinya menjual, mengganti dan menukar ( sesuatu dengan sesuatu yang lainnya ) dan Asy-syira’ artinya beli adalah dua
kata yang dipergunakan dalam pengertian yang sama akan tetapi berbeda sedangkan Al bai secara terminology para ahli fiqih menyampaikan definisi perdagangan yang berbeda-beda Menurut Madzhab hanafiyah perdagangan adalah “ menukar harta dengan harta melalui tata cara tertentu atau mempertukarkan Sesuatu yang disenangi dengan sesuatu yang lain melalui tata cara tertentu dapat dipahami secara Al- Bai seperti melakukan ijab dan Ta‟athi ( saling menyerahkan).
Menurut Imam Nawawi definisi perdagangan yaitu mempertukarkan harta dengan harta bertujuan untuk kepemilikan, Ibnu Qodamah adalah “ Mempertukarkan harta dengan harta untuk tujuan pemilikan dan menyerahkan milik ” .
Sedangkan Menurut Al –Qurtubi suatu kegiatan tukar menukar barang yang didalamnya mencakup bentuk jual beli yang dibolehkan dan memiliki tujuan.
Dalam perdagangan dalam Islam perlu kiranya memiliki etika dan dalam aturan Islam dalam berdagang sebab tujuan besar dalam berdagang dalam islam mencari rahmat dan ridho Allah SWT semata.
Dalam berdagang dalam islam hanya perlu memperhatikan kejujuran,amanah,menepati janji, tidak mengurangi takaran dan timbangan,tidak mempermainkan harga,dan keterbukaan guna mencari ridho Allah SWT semata
Dalam perdagangan yang perlu ditekankan dengan baik sebagai berikut :
a. Jujur
Seorang pedagang wajib memiliki sifat jujur dalam melakukan usaha jual beli , jujur dalam arti luas tidak berbohong, tidak menipu,tidak mengada-ngada fakta,tidak berkhianat, serta tidak pernah ingkar janji dan lainnya. Dalam Al-Quran keharusan sikap jujur dalam berdagang berniaga atau jual beli sudah diterangkan sangat jelas dengan tegas dalam surah Al- Isra ayat 35 sebagai berikut :
ًلاٌِو ْؤَت ُنَسْحًأ َو ٌرٌَْخ َكِلَذ ِمٌِقَتْسُمْلُا ِس اَطْسِقْل ُاِب ْا ْوُن ِز َو ْمُتْلِك اَذِإ َلٌَْكلُا اوُف ْوَأ َو
“ Dan sempurnakan takaran ketika kamu menakar dan timbangan dengan neraca yang benar ”.(Q.S. Al-Isra/17 :35)
Inilah ayat yang menegaskan bahwa perlu adanya kejujuran yang baik dengan takaran yang baik.
b. Amanah (tanggung jawab)
Setiap perdagangan bertanggung jawab atau usaha dan pekerjaan atau jabatan sebagai pedagang yang dipilihnya tersebut. tanggung jawab di sini artinya mau dan mampu menjaga amanah masyarakat yang memang secara otomatis terbeban di pundak, pandangan Islam setiap pekerjaan manusia ialah mulia berdagang berniaga atau jual beli juga merupakan suatu pekerjaan yang mulia tugasnya untuk memenuhi kebutuhan seluruh atau setiap anggota masyarakat antara barang dan jasa sesuai kebutuhan masyarakat kepentingan hidup dan kehidupannya.
c. Menepati Janji
Seorang pedagang dituntut untuk selalu menepati janjinya baik kepada konsumen maupun antara sesama pedagang, terlebih terkhusus menepati janji kepada Allah SWT janji yang harus ditepati oleh pedagang kepada konsumen misalnya tepat waktu pengiriman,menyerahakan barang dengan kualitas yang baik, warna,ukuran dan spesifikasinya sesuai dengan perjanjian semula antara pedagang dan konsumen itu sendiri dan memberikan pelayanan yang baik serta garansi jika dibutuhkan dan lain sebagainya juga menjaga kepercayaan dan menyempurnakan masalah janji.
d. Tidak mengurangi timbangan
Salah satu kecurangan yang besar yang sering kali kita dapat di perdagangan yaitu mengurangi timbangan hal ini seharusnya dihindari demi mendapat berkah dalam berdagang dan sangat ditekankan dalam beretika yang baik dalam Islam.
e. Tidak mempermainkan harga
Islam memberikan kebebasan dalam pasar dan menyerahakan hukum naluri yang kiranya dapat melaksanakan fungsinya selaras dengan penawaran dan permintaan, akan tetapi jika keadaan pasar itu tidak normal
misalnya ada penimbunan dan permainan harga oleh para pedagang maka kepentingan umum didahulukan ketimbang kepentingan perorangan dalam situasi itu kita diperbolehkan menetapkan harga demi kepentingan masyarakat demi menjaga perbuatan yang sewenang-wenang.
f. Keterbukaan
Pada Zaman sekarang banyak hal dalam berdagang sistem keterbukaan banyak di sembunyikan sebab untuk meraih keuntungan sebanyak banyaknya dalam hal ini dalam berdagang perlu kiranya keterbukaan supaya tingkat kepercayaan konsumen baik.
9. Definisi Nilam (patchouli oil)
Tanaman nilam (Patchouli oil) yaitu kelompok tanaman penghasil minyak atsiri mempunyai prospek yang baik karena di samping harganya tinggi, juga sampai saat ini belum bisa dibuat sintesis minyak nilam memberikan sumbangan yang cukup besar dalam penghasilan devisa negara di antara minyak atsiri lainnya.
Tanaman nilam adalah penghasil minyak atsiri oleh sebab itu produksi kadar dan mutu minyak merupakan faktor penting yang dapat dipergunakan untuk menentukan keunggulan suatu varietas. Di samping itu karakter lainnya seperti sifat ketahanan terhadap penyakit juga merupakan salah satu indikator penentu, banyak faktor yang mempengaruhi kadar dan mutu minyak nilam antara lain
jenis,budidaya,lingkungan,panen dan pasca panen. Dalam tanaman nilam terbagi atas tiga yaitu nilam Aceh,nilam Jawa, dan Nilam sabun.
Nilam Aceh merupakan tanaman introduksi, diperkirakan daerah asalnya negara Filipina, atau semenanjung Malaysia, masuk ke Indonesia lebih seabad lalu, setelah sekian lama berkembang di Indonesia, tidak tertutup kemungkinan terjadi perubahan-perubahan dari sifat asalnya. Dari hasil eksplorasi ditemukan bermacam-macam tipe yang berbeda baik karakter morfologi, kandungan minyak, sifat fisik minyak, dan sifat ketahanan terhadap penyakit dan ketahanan.
Di samping nilam Aceh di beberapa daerah di Jawa Tengah dan Jawa Timur petani juga mengusahakan nilam Jawa, Nilam Jawa berasal dari India disebut juga nilam kembang karena dapat berbunga. Ciri-ciri spesifiknya yang dapat membedakan nilam Jawa dan nilam Aceh visual yaitu pada daunnya. Permukaan daun nilam Aceh halus sedangkan nilam Jawa kasar. Tapi daun nilam Aceh bergerigi tumpul pada nilam Jawa bergerigi runcing ujung daun nilam aceh runcing nilam Jawa meruncing Nilam Jawa lebih toleran terhadap nematoda dan penyakit layu bakteri dibanding nilam Aceh karena di sebabkan kandungan fenol dan lignin lebih tinggi daripada nilam Aceh.
Sedangkan nilam sabun dipergunakan untuk mencuci pakaian terutama kain jenis batik nilam ini tidak terlalu disukai sebab kandungan minyak yang rendah.
Daun nilam memiliki kandungan minyak atsiri minyak atsiri merupakan salah satu hasil sisa metabolisme dalam tanaman yang terbentuk karena reaksi antara berbagai persenyawaan kimia dengan adanya air. Minyak tersebut disentesis dalam sel kelenjar pada jaringan tanaman dan ada juga terbentuk di pembuli resin misalnya minyak terpin dari pohon pinus.
Minyak nilam mengandung senyawa patchouli alkohol yang merupakan penyusun utama dalam minyak nilam yang kadarnya bisa sampai 50 persen hingga 60 persen inilah biasanya dijadikan bahan pengikat parfum ataupun kosmetik.
10. Kegunaan Nilam
Bentuk akhir yang sering dimanfaatkan dari nilam adalah minyak atsiri nilam yang dapat diperoleh pada bagian daun, tangkai daun, dan batang kandungan minyak pada daun dan tangkai daun lebih besar dari pada batang, minyak nilam digunakan sebagai fiksatif (bahan pengikat) dalam industri parfum dan merupakan salah satu campuran pembuatan produk kosmetik seperti sabun, pasta gigi, sampo, lotion, deodorant, dan tonik rambut minyak nilam juga terbukti dapat mencerahkan kulit dan jerawat.
Senyawa patchouli oil yang merupakan komponen yang paling banyak ditemukan dalam minyak nilam bersama dengan a-patchoulene diketahui potensial sebagai aktivitas antifungi senyawa a-bulnesene diketahui mempunyai anti inflamasi terhadap PAF ( Platelet Activating
Factor ) sebuah fosfolipid mediator yang menghasilkan berbagai sel pada saat terkena penyakit alergi, inflamasi, asma dan lain-lain.
Tanaman nilam banyak digunakan atau dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Akar dari tanaman digunakan sebagai pencahar, bagian daun sebagai deodoran, obat luka, wasir, disentri, stomakik, penyakit empedu,kolagoga, stemutatorius, gangguan haid, dan obat peluruh haid.
Dan semua bagian tumbuhan ini juga dapat dimanfaatkan sebagai karminatif , obat sakit kepala, emetik, obat diare, dan insektisida. Maka dari itu dalam hal kegunaan tanaman nilam sangatlah banyak manfaatnya sehingga dapat pula menjadi pendapat yang baik bagi negara
B. Tinjauan Empiris
Abdul Khaliq UIN Sunan Ampel (2018). Judul Penelitian “ Analisis Hukum Islam Terhadap Praktik Jual Beli Hasil Pertanian Padi Sistem Tebas Di Dusun Kelir Desa Bunder Kecamatan Kabat Kabupaten Banyuwangi” hasil penelitian lebih menekankan sistem jual beli israf atau arti kata sistem jual prediksi yang didalamnya terdapat sistem yang hanya melihat ukuran timbangan dan takaran yang telah disepakati oleh petani dan pembeli dan lebih mengutamakan saling percaya antara keduanya.
Muhammad Arsyadi Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Sunan Kalijaga (2017). Judul penelitian “Tinjauan Antropologi Hukum Islam Terhadap Praktik Ijab Kabul Dalam Transaksi Jual beli di Pasar Terapung Banjarmasin” hasil penelitian dalam jual beli pasar terapung lebih
menekankan jual beli yang amanah.jujur dalam sistem akad itu tersendiri yang mana lebih mengutamakan ikhlas jujur dan amanah ini lebih sesuai dengan konsep transaksi yang terkandung dalam nilai akad yang terkandung dalam perekonomian islam itu sendiri atau arti kata hukum islam itu sendiri.
Jamaluddin Institut agama Islam Tribakti Kediri (2017). Judul penelitian “Konsep dasar Muamalah Dan Etika Jual Beli (Al-Bai) Perspektif Islam” hasil penelitian islam telah mensyariatkan kepada manusia bahwa kebutuhan sehari-hari dan sistem muamalah transaksi(akad) jual beli harus dengan jalan suka sama suka di antara kedua belah pihak( penjual dan pembeli) seseorang dilarang mengambil harta orang lain secara paksa jadi di dalam jual beli diisyaratkan transaksi jual beli untuk saling tolong menolong.
Arisson Ekonomi Islam Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau(2016). Judul Penelitian “Praktek Jual beli Hutang Pada Pedagang Ayam Di Kecamatan Kelayang Kabupaten Indragiri Hulu diTinjau dari Ekonomi Islam” berdasarkan hasil penelitian pada jual beli hutang pada pedagang ayam dapat dilaksanakan apabila tidak mempengaruhi pedagang ayam itu sendiri dan diluar dari resiko jual beli itu sendiri dan tidak keluar dari sistem jual beli islam yang dimana menekankan amanah dan kejujuran.
Titik Herawati fakultas ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram(2017). Judul Penelitian “ Etika Bisnis Pedagang pada Jual beli Telepon Genggam bekas ditinjau Dari Perspektif Ekonomi Islam” hasil penelitian bisnis jual beli telepon genggam di kecamatan selong kabupaten
Lombok Timur masih banyak pedagang yang menjual hanya mencari keuntungan semata tanpa melibatkan siddiq,amanah dan tabligh dalam bisnis ini merugikan pembeli hal ini dilarang dalam ekonomi islam itu sendiri karena dalam jual beli itu sendiri harus jujur dan amanah dan tidak saling merugikan antara keduanya.
Munir Salim Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar (2017). Judul penelitian “Jual Beli Secara Online Menurut Pandangan Hukum Islam” hasil penelitian berbisnis melalui online satu sisi dapat memberi
Munir Salim Fakultas Syariah dan Hukum UIN Alauddin Makassar (2017). Judul penelitian “Jual Beli Secara Online Menurut Pandangan Hukum Islam” hasil penelitian berbisnis melalui online satu sisi dapat memberi