• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II Tinjauan Pustaka

2.5 MUC1

2.5.6 Target pengobatan kanker

Upaya untuk menargetkan MUC1 sebagian besar tidak berhasil saat ini.

Dalam penelitian sebelumnya, ekspresi berlebih MUC1 di berbagai karsinoma menjadikannya sebagai target yang sangat menarik, terutama untuk imunoterapi kanker. Terlepas dari minat ini dan meningkatnya jumlah uji klinis yang diarahkan pada MUC1, sudah ada agen imunoterapi dengan aktivitas klinis yang cukup untuk meregulasi persetujuan ini. Dalam hal ini, vaksin yang menargetkan MUC1 telah dikaitkan dengan induksi respon imun; namun, obat-obatan tersebut tidak efektif dalam pengobatan tumor padat. Penjelasan potensial untuk temuan ini adalah bahwa, seperti disebutkan di atas, MUC1 memiliki kapasitas untuk menekan lingkungan mikro imun tumor.62

Satu vaksin yang menjanjikan dalam mendorong kekebalan anti-MUC1 dan aktivitas anti-kanker telah dilakukan penelitian pada beberapa center penelitian (NCT03059485 dan CTN1401). Sel dendritik (DC) berbasis vaksin ini awalnya dikembangkan untuk mengatasi toleransi kekebalan MUC1 pada manusia MUC1 mencit transgenik dan ditemukan menginduksi respon sel anti-MUC1CD8 + dan CD4+ T (112.113). MUC1 secara luas dikenal sebagai antigen terkait karsinoma, namun sebagian besar pengamatan yang telah dikenal bahwa MUC1 diekspresikan oleh stemcell leukemia myeloid akut (AML) dan menjadi target

potensial untuk pengobatan AML. Dengan demikian, vaksin berbasis AML / DC disiapkan untuk dikembangkan dalam menginduksi kekebalan anti-MUC1.

Vaksinasi Pasien AML, yang mencapai remisi setelah kemoterapi, ditoleransi dengan baik dan terkait dengan ekspansi dan kemampuan Sel CD8+ T mengenali MUC1 dan antigen AML lainnya. Dari 17 pasien AML yang menerima vaksin, 12 tetap hidup tanpa kekambuhan dengan median tindak lanjut selama 57 bulan.

Berdasarkan temuan yang menguatkan ini, percobaan multicenter acak sedang dilakukan untuk pasien AML (NCT03059485) dan studi nasional sedang berlangsung untuk multiple myeloma, MUC1- lainnya mengekspresikan keganasan pada hematologi (CTN1401).62

Hasil O-glycosylation yang menyimpang dari hasil subunit MUC1-N dalam glikoform Tn dan sialyl-Tn terpotong, mewakili neoantigen untuk penargetan sel CAR-T. Sel Anti CAR-TTn-MUC1 menunjukkan aktivitas anti tumor leukemia dan kanker pankreas pada model mencit, mendukung perkembangan klinis dari pendekatan ini. Percobaan Tahap 1 CART TnMUC1-01 dengan demikian dimulai untuk terapi TnMUC1 CAR-T dalam kombinasi dengan rejimen kemoterapi limfodeplesi untuk pasien dengan kanker stadium lanjut TnMUC1 positif (Tmunity Theurapeutics; NCT04025216). Pengobatan tumor padat telah menjadi tantangan utama di bidang sel CAR-T. Penargetan MUC1-N, yang dilepaskan dari permukaan sel kanker dan bersirkulasi pada peningkatan kadarnya pada pasien kanker yang diukur dengan CA15-3 assay, juga bisa menjadi hambatan untuk mengarahkan Sel anti-MUC1 CAR-T ke tumor.

Menargetkan karsinoma pengekspresi MUC1 dengan menghindari kekebalan

yang diinduksi MUC1-C dapat menimbulkan hambatan tambahan bagi efektivitas terapi CAR-T.62,102

Menargetkan onkogenik subunit MUC1-C, yang tidak dilepaskan dari permukaan sel kanker, telah dihadapkan pada tantangan lain. Domain ekstraseluler MUC1-C 58 asam amino mencakup situs N-glikosilasi yang berdekatan dengan dua alfa-heliks. Generasi antibodi yang melawan struktur konformasi ini menimbulkan kendala yang baru-baru ini dapat diatasi dengan menargetkan alfa-heliks. Dengan cara ini, mouse MAb 3D1 bereaksi dengan MUC1-Calpha-3 helix, berikatan dengan permukaan MUC1-C sel yang mengekspresikan kanker dan mengalami internalisasi. Konjugasi MAb 3D1 menjadi MMAE menghasilkan ADC yang secara efektif membunuh MUC1-C-positif NSCLC, TNBC dan sel karsinoma lainnya. MAb 3D1-MMAE ADC juga efektif melawan xenograft tumor manusia pada mencit tanpa kaitannya dengan toksisitas yang jelas. Penting untuk dipertimbangkan bahwa MUC1 diekspresikan pada permukaan apikal sel epitel normal, pemberian MAb 3D1-MMAE ADCs pada MUC1 mencit transgenik lebih lanjut menunjukkan minimya toksisitas.

Berdasarkan temuan ini, MAb 3D1digunakan pada manusia tanpa hilangnya reaktivitas untuk pengembangan klinis anti-MUC1-C ADC. Human MAb 3D1 kelas satu ini menargetkan MUC1-C telah memberikan peluang baru untuk pengembangan pendekatan imunoterapilainnya, seperti ADCC dan sel CAR-T.

CARs yang telah dihasilkan melalui sekuen human MAb3D1 dan, berdasarkan data praklinis, sedang dikembangkan secara klinis untuk menargetkan MUC1-C yang terekspresi pada keganasan.62,103

CD MUC1-C adalah protein yang secara intrinsik tidak teratur yang tidak memiliki aktivitas kinase. Akibatnya, identifikasi molekul kecil yang secara selektif menargetkan domain ini merupakan sebuah tantangan. Achilles’heel dari MUC1-C adalah sitoplasma Motif CQC yang berdekatan dengan domain transmembran dan diperlukan untuk homodimerisasi MUC1-C yang diinduksi ROS, nuclearimport, dan fungsi onkogenik. Berdasarkan pengamatan tersebut, peptida penetrasi sel mengandung motif CQCRRK dievaluasi pada model praklinis, yang mengarah ke pemilihan GO-201 (asam amino L: R9-CQCRRKN) sebagai kandidat untuk menargetkan ekspresi MUC1-Cprostat, payudara, tumor pankreas dan esofagus. Investigasi dari generasi kedua GO-203 peptida [D-asam amino: (R9- CQCRRKN)] menunjukkan aktivitas yang bergantung pada dosis model xenograft tumor manusia di tempat lain. Evaluasi klinis fase I pemberian GO-203 intravena harian lebih lanjut menunjukkan bahwa agen ini memiliki profil keamanan yang dapat diterima pada studi kombinasi. Dengan demikian GO-203 telah diformulasikan dalam nanopartikel untuk jadwal pemberian dosis yang lebih nyaman sekali atau dua kali seminggu di pusat layanan.62,89,104

Grading

2.7 Kerangka Konsep

Ekspresi imunohistokimia MUC1

Grading histopatologi Adenokarsinoma prostat

Polaimunireaktivitas ekspresi MUC1

Gambar 2.20 Kerangka Konsep

81 BAB III

BAHAN DAN METODE

3.1 Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan studi analitik dengan pendekatan potong lintang (cross sectional) yang bertujuan untuk menilai hubungan ekspresi imunohistokimia MUC1 dan pola imunoreaktivitas ekspresi MUC1 dengan setiap grading histopatologi adenokarsinoma prostat berdasarkan grade group Gleason.

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian 3.2.1 Tempat Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Patologi Anatomi FK USU/RSUP H. Adam Malik Medan. Departemen Patologi Anatomik FK USU beralamat di jalan Universitas No.1 Medan dan Unit Patologi Anatomik RSUP H Adam Malik beralamat di jalan Bunga Lau No.17 Medan.

3.2.2 Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan sejak bulan Januari 2021 dan selesai pada bulan Oktober 2021 yang meliputi pengajuan judul, studi kepustakaan, pembacaan proposal, pengumpulan dan pemeriksaan sampel, pengolahan data serta pelaporan hasil penelitian.

3.3. Populasi dan Sampel Penelitian 3.3.1 Populasi

Populasi pada penelitian ini adalah sediaan blok parafin berasal dari jaringan prostat yang didiagnosis secara histopatologi sebagai adenokarsinoma prostat di Departemen Patologi Anatomik FK USU dan Unit Patologi Anatomik RSUP H Adam Malik Medan.

3.3.2 Sampel

Sampel pada penelitian ini adalah semua sediaan blok parafin jaringan yang berasal dari prostat dengan diagnosis histopatologi adenokarsinoma prostat yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi di Departemen Patologi Anatomik FK USU dan Unit Patologi Anatomik RSUP H Adam Malik Medan. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik consecutive sampling.

3.3.3 Besar Sampel

Besar sampel pada penelitian ini dihitung dengan memakai rumus:

(Zα)2 x p x q n =

d2 Keterangan :

n = Jumlah sampel minimal yang diperlukan

Zα = Tingkat kepercayaan yang dikehendaki, ditetapkan 95% (1,96) p = proporsi MUC1 ekspresi positif (73,3%)16

q = 1 – p

d = derajat kesalahan 15%

Berdasarkan rumus diatas, diperoleh besar sampel : (1,96)2 x 0,733 x 0,267

n =

0,152 = 33,41

Berdasarkan rumus diatas, besar sampel minimal pada penelitian ini adalah 33 sampel.

3.4 Subjek Penelitian 3.4.1 Kriteria Inklusi

Kriteria inklusi dari penelitian ini adalah:

a. Semua blok parafin jaringan prostat yang didiagnosis dengan adenokarsinoma prostat

b. Blok parafin adenokarsinoma prostat dengan pemeriksaan imunohistokimia p63 negatif

3.4.2 Kriteria Eksklusi

Kriteria eksklusi pada penelitian ini adalah :

a. Sediaan blok parafin yang rusak atau hilang sehingga tidak dapat dilakukan pemeriksaan imunohistokimia

b. Blok parafin adenokarsinoma prostat dengan pemeriksaan imunohistokimia p63 positif

c. Data rekam medik pasien yang tidak lengkap

3.5 Variabel Penelitian 3.5.1 Variabel bebas

Ekspresi Imunohistokimia MUC1 3.5.2 Variabel tergantung

a. Grading histopatologi adenokarsinoma prostat b. Pola imunoreaktivitas ekspresi MUC1

3.6 Kerangka Operasional

Data rekam medik pasien yang didiagnosis sebagai adenokarsinoma prostat di Departemen Patologi Anatomik

FK USU/RSUP Haji Adam Malik Medan

Inklusi Slaid adenokarsinoma prostat Ekslusi

Review slaid oleh peneliti bersama dua orang Ahli Patologi Anatomik sebagai pembimbing dan menentukan grading histopatologi

Pemotongan blok parafin adenokarsinoma prostat

Pulasan imunohistokimia MUC1

Ekspresi imunohistokimia MUC1 dan pola imunoreaktivitas ekspresi MUC1 oleh peneliti dan dua orang Ahli Patologi Anatomik sebagai pembimbing

Gambar 3.1 Kerangka Operasional

3.7 Definisi Operasional

a.Adenokarsinoma prostat adalah perubahan keganasan yang terjadi pada sel-sel epitel luminal kelenjar prostat tanpa dijumpai lapisan sel-sel basal

b.Imunohistokimia adalah pemeriksaan jaringan dengan pewarnaan spesifik berdasarkan reaksi antigen antibodi terhadap protein tertentu.

c.MUC1 adalah produk dari gen MUC1 yang merupakan glikoprotein dari transmembran keluarga musin.

d.Ekspresi MUC1 adalah tampilan warna coklat pada sitoplasma yang dinyatakan dengan :

 Negatif (-) : bila tidak berhasil menampilkan warna coklat.

 Positif (+) lemah : bila dapat menampilkan warna coklat dengan intensitas lemah.

 Positif (+) kuat : Bila dapat menampilkan warna coklat dengan

intensitas kuat.20

e.Grading histopatologi prostat adalah skala penentuan prognosis suatu adenokarsinoma prostat yang dilihat berdasarkan penilaian histopatologi berdasarkan grade group Gleason (WHO, 2016)5 dan dikategorikan sebagai berikut:

 Grade group 1, Gleason score ≤ 6: Hanya kelenjar dengan diferensiasi baik.

 Grade group 2, Gleason score 3+4=7: Lebih banyak kelenjar diferensiasi baik, dengan sedikit kelenjar kribriform.

 Grade group 3, Gleason score 4+3=7: Lebih banyak kelenjar diferensiasi buruk/kribriform dengan sedikit kelenjar diferensiasi baik.

 Grade group 4, Gleason score 4+4=8, 3+5=8, 5+3=8: Hanya kelenjar

yang keduanya diferensiasi buruk, diferensiasi baik diikuti sedikit kelenjar diferensiasi buruk, atau lebih banyak kelenjar diferensiasi buruk diikuti sedikit komponen diferensiasi baik.

 Grade group 5, Gleason score 9-10: bentuk kelenjar diferensiasi buruk

dengan atau tanpa nekrosis atau keduanya diferensiasi buruk / kribriform.

f. Pola imunoreaktivitas MUC1 adalah lokasi tertampilnya ekspresi MUC1 pada pewarnaan imunohistokimia adenokarsinoma prostat :

 Apikal, yaitu tertampilnya warna coklat pada daerah apikal sel tumor.

 Sitoplasma difus, yaitu tertampilnya warna coklat pada sitoplasma sel tumor.

 Mixed, yaitu tertampilnya warna coklat baik di apikal maupun di sitoplasma sel tumor.

Gambar3.2 Pola Imunoreaktivitas ekspresi MUC1 A.Apikal (→), B. Sitoplasma difus (→) 19

A A

B A

3.8 Alat dan Bahan Penelitian 3.8.1 Alat Penelitian

Alat yang digunakan pada penelitian ini adalah mikrotom, waterbath, hot plate, tissue processing (Leica), tissue embedding (Leica), epitop retrieval (PT.

Link Dako dan PT. Novocastra), coated microscop slide, freezer, staining jar, pencil diamond, moist chamber, pipet mikro, timbangan digital, kertas saring, stopwatch, gelas beker, aliquet, portex, kaca penutup dan mikroskop cahaya Olympus CX21.

3.8.2 Bahan Penelitian

Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah :

a. Blok parafin yang berasal dari jaringan prostat yang didiagnosa secara histopatologi sebagai adenokarsinoma prostat dengan pewarnaan Hematoxylin & Eosin

b. Pulasan imunohistokimia menggunakan metode direct. Antibodi primer yang digunakan adalah MUC1, polyclonal antibody, human rabbit, dengan pengenceran 1: 100

c. Xylol

d. EZmount Xylene Base

e. Ethanol absolute 90%, 80%, 70%

f. Endogen peroksida 0,5%

g. Larutan TBS (Tris Buffered Saline) pH 7,4 h. Tissue PrimerTM

i. Poly Vue PlusTM Enchanter

j. Poly Vue PlusTM HRP k. PapPen

l. Liquid DAB + substrat buffer chromogen solution dengan pengenceran 20 µL DAB : 1000 µL substrat

m. Counter stain Hematoxylin Mayer

3.9 Prosedur Kerja

Prosedur kerja pada penelitian ini adalah :

 Mengumpulkan slide dan blok parafin jaringan prostat yang telah

didiagnosa sebagai adenokarsinoma prostat yang memenuhi kriteria inklusi.

 Pencatatan data klinis (usia) melalui data rekam medis

 Slide yang terwarna H&E direview oleh peneliti beserta pembimbing

kemudian ditentukan diagnosis adenokarsinoma prostat dan grading histopatologinya

 Pemotongan blok parafin yang selanjutnya akan dipulas dengan pewarnaan MUC1

 Pemeriksaan imunohistokimia dilakukan dengan menggunakan antibodi

MUC1 kelinci, dengan pola pulasan menampilkan warna coklat pada apikal, sitoplasma difus dan mixed pada sel tumor. Kontrol positif yang digunakan adalah kolon.

 Penilaian ekspresi MUC1 secara semikuantitatif oleh peneliti dan dua pembimbing secara double blind

 Penilaian ekspresi MUC1 pada sediaan histopatologi adenokarsinoma

prostat dengan cara :

a.Negatif (-) : bila tidak berhasil menampilkan warna coklat b.Positif (+) lemah : bila dapat menampilkan warna coklat dengan intensitas lemah

c.Positif (+) kuat : Bila dapat menampilkan warna coklat dengan intensitas kuat

 Penilaian pola imunoreaktivitas ekspresi MUC1 dengan tampilan warna

coklat pada : a. Apikal

b. Sitoplasma difus c. Mixed

 Data yang diperoleh akan ditabulasi dan dilakukan penilaian untuk

mengetahui karakteristik sampel dan mengevaluasi ekspresi dan pola imunoreaktivitas imunohistokimia MUC1 dengan grading histopatologi adenokarsinoma prostat yang diperiksa dengan menggunakan H&E.

Gambar 3.3 Ekspresi MUC1 positif pada jaringan kontrol (Dikutip dari lembaran produk antibodi)

Prosedur pewarnaan imunohistokimia MUC1 di Laboratorium Patologi Anatomik Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara :

 Pada sediaan yang sudah ditempel di coated slide, lakukan deparafinisasi, dipanaskan di atas hot plate temperatur 60˚C selama 30 menit

 Masukkan secara berurutan dalam xylol 1, xylol 2, xylol 3, masing-masing selama 5 menit

 Lakukan rehidrasi secara berurutan dengan alkohol absolut, alkohol 96%, alkohol 80%, dan alkohol 70%, masing-masing selama 5 menit

 Cuci dengan air mengalir selama 5 menit

 Masukkan slide ke dalam PT. Link Dako Epitope Retrieval: set up Preheat 65˚C, Running time 98˚C selama 15 menit

 Rendam dengan Tris Buffered Saline (TBS) pH 7,4 yang telah diberi Tween 20 selama 15 menit

 Teteskan Peroxide endogen dan inkubasikan slide selama 10 – 15 menit

 Cuci dalam Tris Buffered Saline (TBS) pH 7,4 yang telah diberi Tween 20 selama 5 menit

 Teteskan Super Block dan inkubasikan slide selama 5 menit

 Cuci dalam Tris Buffered Saline (TBS) pH 7,4 yang telah diberi Tween 20 selama 5 menit

 Inkubasi dengan antibodi primer MUC1 1:100 selama 1 jam

 Cuci dalam Tris Buffered Saline (TBS) pH 7,4 yang telah diberi Tween 20 selama 5 menit

 Teteskankan Ultra Tek Anti-polyvalent dan inkubasikan slide selama 10 menit

 Cuci dalam Tris Buffered Saline (TBS) pH 7,4 yang telah diberi Tween 20 selama 5 menit

 Teteskankan Ultra Tek HRP dan inkubasikan slide selama 10 menit

 Cuci dalam Tris Buffered Saline (TBS) pH 7,4 yang telah diberi Tween 20 selama 5 menit

 Teteskan DAB yang sudah diencerkan (40µ chromogen dalam 1000µ substrate) dan inkubasikan selama 5 menit

 Cuci dengan air mengalir selama 10 menit

 Rendamkan ke dalam Hematoxylin selama 10 menit

 Cuci dengan air mengalir selama 5 menit

 Celupkan dalam Lithium carbonat (5% dalam aqua) selama 2 menit

 Cuci dengan air mengalir selama 5 menit

 Dehidrasi secara berurutan dengan alkohol 80%, alkohol 96%, alkohol absolut, masing-masing selama 5 menit

 Jernihkan secara berurutan dengan xylol 1, xylol 2, xylol 3, masing-masing selama 5 menit

 Tutup slide dengan xylene base dan deck glass

3.10 Pengolahan dan Analisis Data

Data yang diperoleh pada penelitian diolah dengan bantuan perangkat lunak statistik dan hasilnya dipresentasikan dalam bentuk tabel. Pada hubungan ekspresi imunohistokimia MUC1 terhadap grading histopatologi adenokarsinoma prostat skala data yang akan dicari hubungannya merupakan skala data ordinal-ordinal, maka analisis uji statistik yang digunakan adalah Somers’d. Sementara

pada hubungan pola imunoreaktivitas ekspresi MUC1 terhadap grading histopatologi adenokarsinoma prostat merupakan skala data ordinal-nominal, maka analisa uji statistik yang digunakan adalah Eta.

3.11 Ethical Clearance

Penelitian telah mendapat persetujuan dari Komite Etik Penelitian kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara serta direktorat Sumber Daya Manusia dan Penelitian dan pengembangan RSUP H. Adam Malik Medan, dengan NO: 565/KEP/USU/2021.

94 BAB 4

HASIL PENELITIAN

4.1. Karakteristik sampel

Pada penelitian ini, diperoleh 34 sampel penderita adenokarsinoma prostat yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi, yang didiagnosis secara histopatologi dengan pewarnaan hematoxilin-eosin serta dikonfirmasi dengan pewarnaan imunohistokimia p63 dan AMACR untuk menyingkirkan lesi prostatic intraepithelial neoplasia di Laboratorium Patologi Anatomik Fakultas Kedokteran USU dan RSUP H. Adam Malik Medan. Seluruh sampel diperoleh dari tindakan operatif, 31 kasus (91,2%) berasal dari Transurethral resection of the prostate (TURP) dan 3 kasus (8,8%) berasal dari Radical Prostatectomy (RP).

Berdasarkan data rekam medis, didapatkan sampel pada penelitian ini memiliki rerata usia 64,97 tahun, dengan usia termuda 43 tahun dan tertua adalah 91 tahun. Jumlah penderita adenokarsinoma prostat pada usia ≤ 60 tahun yakni sebanyak 11 orang penderita (32,4%) dan > 60 tahun sebanyak 23 orang penderita (67,6%).

Berdasarkan hasil pemeriksaan histopatologi pada adenokarsinoma prostat, adenokarsinoma grade group 5 merupakan yang paling banyak dijumpai yaitu sebanyak 13 orang penderita (38,2%). Adenokarsinoma prostat dengan grade group 1 sebanyak 3 orang penderita (8,8%), grade group 2 dan 4 sebanyak masing-masing 8 orang penderita (23,5%) dan grade group 3 sebanyak 2 orang penderita (5,9%).

Tabel 4.1. Distribusi karakteristik sampel Karakteristik Penderita Jumlah (n) Persentase (%) Usia

Sebanyak 34 sampel adenokarsinoma prostat, ekspresi negatif imunohistokimia MUC1 tidak dijumpai. Sementara ekspresi positif lemah dijumpai pada 11 kasus (32,4%) dan positif kuat pada 23 kasus (67,6%).

Dari 34 sampel adenokarsinoma prostat, pola ekspresi imunohistokimia MUC1 apikal dijumpai pada 9 kasus (26,6%) , sitoplasma difus pada 20 kasus (58,8%) dan mixed pada 5 kasus (14,7%).

4.2 Hubungan ekspresi imunohistokimia MUC1 terhadap grading histopatologi adenokarsinoma prostat

Hubungan ekspresi imunohistokimia MUC1 terhadap grading histopatologi adenokarsinoma prostat dapat dilihat pada tabel dibawah ini (tabel 4.2)

Tabel 4.2 Distribusi karakteristik hubungan ekspresi imunohistokimia MUC1 terhadap grading histopatologi adenokarsinoma prostat

Variabel

Berdasarkan tabel 4.2 di atas, setelah dilakukan uji statistik korelasi Somers’d diperoleh nilai p sebesar 0,342 (p > 0,05) yang menunjukkan bahwa korelasi antara ekspresi imunohistokimia MUC1 terhadap grading histopatologi adenokarsinoma prostat tidak bermakna. Oleh karena itu Ho diterima dan Ha ditolak, tidak terdapat hubungan antara ekspresi imunohistokimia MUC1 terhadap grading histopatologi adenokarsinoma prostat.

4.3 Hubungan pola imunoreaktivitas ekspresi imunohistokimia MUC1 terhadap grading histopatologi adenokarsinoma prostat

Hubungan pola imunoreaktivitas ekspresi imunohistokimia MUC1 terhadap grading histopatologi adenokarsinoma prostat dapat dilihat pada tabel dibawah ini ( tabel 4.3).

Tabel 4.3 Distribusi karakteristik hubungan pola imunoreaktivitas ekspresi imunohistokimia MUC1 terhadap grading histopatologi adenokarsinoma prostat

Grading histopatologi adenokarsinoma prostat imunoreaktivitas ekspresi imunohistokimia MUC1 terhadap grading histopatologi adenokarsinoma prostat tidak bermakna. Oleh karena itu Ho diterima dan Ha ditolak, tidak terdapat hubungan antara pola ekspresi imunohistokimia MUC1 terhadap grading histopatologi adenokarsinoma prostat.

98 BAB 5 PEMBAHASAN

Pada penelitian ini, 34 sampel adenokarsinoma prostat diambil pada rentang tahun 2017 dan 2018. Dijumpai bahwa usia penderita terbanyak adalah usia diatas 60 tahun yaitu 23 orang atau 67,6%. Sementara penderita dengan usia

≤ 60 tahun sebanyak 11 orang atau 32,4%. Beberapa penelitian yang dilakukan sebelumnya oleh Nurlaili dkk, (2017), Laksmi, (2012) dan Siregar, (2019) juga mendapatkan bahwa penderita adenokarsinoma prostat lebih banyak dijumpai pada usia diatas 60 tahun dibandingkan dengan usia yang lebih muda. Pada penelitian ini juga dijumpai penderita dengan usia paling muda berusia 43 tahun dan penderita dengan usia paling tua berusia 91 tahun. Beberapa kepustakaan menyebutkan bahwa bertambahnya usia cenderung akan meningkatkan tingkat kejadian adenokarsinoma prostat pada pria, hal ini kemungkinan berhubungan dengan aktivitas reproduksi. 5,105-107

Pada seluruh sampel adenokarsinoma prostat yang diteliti, seluruhnya terekspresi positif pada pewarnaan imunohistokimia MUC1. Hal ini sesuai dengan kepustakaan bahwa pada adenokarsinoma prostat, ekspresi MUC1 terjadi oleh karena terjadinya hipoglikosilasi dari glycans inti. Proses presentasi MUC1 ke permukaan sel epitel dimulai dari proses transkripsi pada inti sel. Setelah proses transkripsi selesai maka MUC1 keluar dari inti sel dan masuk ke sitoplasma untuk mengalami proses translasi dan maturasi. Setelah MUC1 matur, selanjutnya akan disimpan pada retikulum endoplasmik dan kemudian ditransport ke dalam badan golgi. Pada badan golgi, MUC1 mengalami proses glikosilasi. Beberapa MUC1 yang telah terglikosilasi akan dipresentasikan ke permukaan sel sebagai respon

yang berasal dari lingkungan sekitar sel. Pada keganasan, terjadi misglikosilasi menyebabkan proses glikosilasi akan berlangsung lebih banyak dan berulang sehingga ekspresi MUC1 akan meningkat, yang kita sebut dengan overekspresi MUC1, hal inilah yang terjadi pada adenokarsinoma prostat pada penelitian ini.63,108

Berdasarkan pola imunoreaktivitas ekspresi MUC1, mayoritas sampel sebanyak 20 memiliki pola imunoreaktivitas ekspresi MUC1 pada sitoplasma difus. Hal ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Schut et al., bahwa pola imunoreaktivitas ekspresi MUC1 pada jaringan prostat ganas cenderung memiliki pola sitoplasma difus. Sesuai dengan kepustakaan, bahwa pola imunoreaktivitas ekspresi MUC1 ini terjadi oleh karena glikosilasi yang menyimpang pada MUC1 pada keganasan. Pada keadaan normal MUC1 berada pada permukaan apikal sel epitel, yang berfungsi sebagai barrier fisik yang melindungi sel epitel dari gangguan luar seperti paparan racun, mikroorganisme dan bentuk stres lainnya dari luar.52 Sementara pada keganasan, oleh karena hilangnya polaritas irreversibel, maka MUC1 tidak hanya tertampil pada apikal sel, tetapi juga dapat tertampil pada sitoplasma.18,108

Pada penelitian ini, seluruh sampel terekspresi positif oleh imunohistokimia MUC1 dan tidak ada yang terekspresi negatif. Ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Eminaga etal., O’connor et al. dan Genits et al., yang menemukan ekspresi MUC1 positif pada adenokarsinoma prostat. Pada distribusi ekspresi MUC1 berdasarkasn grade group Gleason (tabel 4.2) ditemukan bahwa ekspresi positif kuat MUC1 dijumpai terbanyak pada grade group 5 dibandingkan dengan grade group yang lain. Hal ini menurut peneliti

berkaitan dengan diferensiasi kelenjar yang buruk pada grade group 5 yang terdiri dari diferensiasi kelenjar pola Gleason 5. Sebagaimana yang peneliti paparkan diatas bahwa hilangnya polaritas irreversibel pada adenokarsinoma prostat menyebabkan overekspresi MUC1 pada sel tumor. Namun ketika dilakukan uji statistik untuk mencari hubungan antara ekspresi MUC1 terhadap grading adenokarsinoma prostat, tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara keduanya. Peneliti menduga hal ini disebabkan oleh karena perbedaan antara definisi sistem grade group Gleason dengan Gleason grade. Pada grade group 4, didalamnya terdiri dari 3 kombinasi Gleason grade, yaitu 4+4=8, 3+5=8 dan 5+3=8, yang didalamnya juga terdapat 3 pola diferensiasi, yaitu pola Gleason 3,4 dan 5. Sementara pada grade group 5, juga dijumpai 3 kombinasi Gleason grade, yaitu 4+5=9, 5+4=9 dan 5+5=10, yang didalmnya terdapat 2 pola diferensiasi, yaitu pola Gleason 4 dan 5. Pada penelitian ini, ekspresi MUC1 dihubungkan dengan grading adenokarsinoma prostat berdasarkan grade group Gleason, bukan berdasarkan Gleason grade ataupun Gleason score. Karena pada awalnya peneliti beranggapan untuk mengetahui prognosis suatu adenokarsinoma prostat selain

berkaitan dengan diferensiasi kelenjar yang buruk pada grade group 5 yang terdiri dari diferensiasi kelenjar pola Gleason 5. Sebagaimana yang peneliti paparkan diatas bahwa hilangnya polaritas irreversibel pada adenokarsinoma prostat menyebabkan overekspresi MUC1 pada sel tumor. Namun ketika dilakukan uji statistik untuk mencari hubungan antara ekspresi MUC1 terhadap grading adenokarsinoma prostat, tidak didapatkan hubungan yang bermakna antara keduanya. Peneliti menduga hal ini disebabkan oleh karena perbedaan antara definisi sistem grade group Gleason dengan Gleason grade. Pada grade group 4, didalamnya terdiri dari 3 kombinasi Gleason grade, yaitu 4+4=8, 3+5=8 dan 5+3=8, yang didalamnya juga terdapat 3 pola diferensiasi, yaitu pola Gleason 3,4 dan 5. Sementara pada grade group 5, juga dijumpai 3 kombinasi Gleason grade, yaitu 4+5=9, 5+4=9 dan 5+5=10, yang didalmnya terdapat 2 pola diferensiasi, yaitu pola Gleason 4 dan 5. Pada penelitian ini, ekspresi MUC1 dihubungkan dengan grading adenokarsinoma prostat berdasarkan grade group Gleason, bukan berdasarkan Gleason grade ataupun Gleason score. Karena pada awalnya peneliti beranggapan untuk mengetahui prognosis suatu adenokarsinoma prostat selain