• Tidak ada hasil yang ditemukan

Evaluasi dan Analisis Capaian Kinerja

Dalam dokumen PEMERINTAH KABUPATEN SERDANG BEDAGAI (Halaman 78-139)

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

3.2 Evaluasi dan Analisis Capaian Kinerja

Evaluasi dan Analisis Capaian Misi Pertama

Sasaran I : Meningkatnya pemahaman agama dan pengamalan agama di masyarakat

Gambar 13. Sambutan Bupati Serdang Bedagai pada acara perayaan Tahun Baru Islam 1438 H

Kabupaten Serdang Bedagai adalah Kabupaten yang selalu menjaga kondusifitas kehidupan antar umat beragama. Hal ini ditandai dengan angka konflik SARA yang tidak pernah terjadi sejak Kabupaten Serdang Bedagai berdiri hingga saat ini.

Langkah-langkah yang diambil Pemerintah Kabupaten Serdang bedagai dalam mewujudkan kondusifitas kehidupan umat beragama adalah dengan cara menjalin silaturahmi dengan seluruh komponen agama, dan menyelenggarakan perayaan seluruh hari besar keagamaman. Pada tahun 2016 ada 12 perayaan hari besar

serta masyarakat Kabupaten Serdang Bedagai. Kegiatan hari besar keagamaan yang diselenggarakan adalah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Sholat Idul Fitri, Takbir Idul Fitri, Sholat Idul Adha, Takbir Idul Adha, Peringatan Isra'Miraj Nabi Muhammad SAW, Natal Kabupaten Serdang Bedagai , Imlek Kabupaten Serdang Bedagai, Waisak Kabupaten Serdang Bedagai, Paskah Kabupaten Serdang Bedagai, Tahun Baru Hijriyah, Persparawi Kabupaten Serdang Bedagai. Pemerintah juga melakukan pertemuan rutin dengan pimpinan Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Serdang Bedagai yang juga dihadiri oleh Forkopimda.

Gambar 14. Perayaan hari besar keagamaan di Kabupaten Serdang Bedagai

Sasaran II : Meningkatnya akses dan mutu pelayanan pendidikan

Dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan, Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai mempunyai tanggung jawab terus meningkatkan kualitas SDM Masyarakat Kabupaten Serdang Bedagai. Peningkatan kualitas SDM dilakukan dengan terus memperbaiki pelayanan di bidang pendidikan baik pada jenjang pendidikan dasar maupun menengah. Adapun indikator penilaian keberhasilan terhadap sasaran ini

Tabel 14. Capaian indikator sasaran pertama

No Indikator Kinerja Utama Target Capaian Persentase Pencapaian Target 4 Persentase siswa yang

lulus di PTN

3% 2,8 93% Sangat

Berhasil 5 Rata-Rata Nilai Ujian

Nasional (UN)

Perkembangan prestasi di bidang pendidikan ini ditandai dengan terus membaiknya indikator pada sasaran ini seperti angka melek huruf yang setiap tahun meningkat rata-rata sebesar 0,64 % dari tahun 2014 sebesar 98,59 meningkat pada tahun 2015 menjadi 99,85 dan pada tahun 2016 menjadi 99,87. Keberhasilan pencapaian indikator ini didukung oleh pelaksanaan program pengembangan budaya baca dan pembinaan perpustakaan dengan anggaran sebesar Rp 229.250.000 dan terealisasi sebesar Rp 221.319.700 (96,54 %) di Dinas Pendidikan dengan anggaran sebesar Rp.72.500.000,-

terealisasi sebesar Rp.72.500.000,- (100%) yang dilaksanakan oleh Kantor Perpustakaan

Begitu juga dengan indikator rata-rata lama sekolah yang telah memenuhi target wajib belajar sembilan tahun yaitu 9,01 tahun pada tahun 2016. Pencapaian indikator ini didukung oleh pelaksanaan program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun yang dengan alokasi anggaran sebesar Rp 19.254.938.000 dan terealisasi sebesar Rp.18.257.051.250 (94,81 %) dan program pendidikan menengah dengan alokasi anggaran sebesar Rp 12.442.529.932 dan terealisasi sebesar Rp 12.121.128.800 (97,41 %).

Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai melalui Dinas Pendidikan juga berhasil meningkatkan minat anak didik tingkat menengah untuk melanjutkan studinya ke jenjang perguruan tinggi. Walaupun dalam persentase yang masih kecil (2,8%), hal ini menunjukkan bahwa ada peningkatan minat peserta didik untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi yang akan memiliki efek rantai kepada peserta didik yang masih menjalani masa studi di jenjang menengah.

Keberhasilan lainnya pada sasaran ini adalah kemampuan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai meluluskan seluruh peserta didik pada setiap jenjang pendidikan dengan nilai Ujian Nasinal dengan predikat baik. Nilai rata-rata Ujian Nasional (UN) pada tigkat SD mencapai 74,87, pada tingkat SLTP sebesar 71,02, kemudian pada tingkat SMA 81,23 dan pada tingkat SMK sebesar 79,12. Kemampuan peserta didik dalam mencapai nilai ujian nasional ini didukung oleh pelaksanaan program peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan dengan alokasi anggaran sebesar Rp 212.829.100.470.

Indikator sasaran ini juga didukung oleh indikator keberhasilan dinas pendidikan

Tabel 15. Pencapaian indikator Dinas Pendidikan Tahun 2016

FOKUS/BIDANG URUSAN/INDIKATOR Realisasi Capaian

2014 2015 2016

Angka Partisipasi Murni (APM) SD/MI 93,76 94,84 95,11 Angka Partisipasi Murni (APM) SMP/MTs 77,57 83,6 84,34 Angka Partisipasi Murni (APM) SMA/SMK/MA 65,25 71,19 73,01

Pendidikan Dasar

Angka Partisipasi Sekolah (APS ) 93 94 94.57

Rasio Ketersediaan Sekolah/Penduduk Sekolah SD/MI

68:10000 68:10001 68:10000

Rasio Guru/Murid SD

SD/MI 1:17 1:17 1:17

SMP/MTs 1:17 1:17 1:17

SMA/SMK/MA 1:17 1:17 1:17

Pendidikan Menengah SMA/SMK/MA

Angka Partisipasi Sekolah (APS ) 85 85,86 86,17

Rasio Murid per Kelas Rata-Rata

SD/MI 25 25 25

SMP/MTs 34 34 34

SMA/SMK/MA 35 35 35

Penduduk yang berusia >15 tahun yang melek huruf (tidak buta aksara)

98,59 98,85 99,87

Fasilitas Pendidikan

Sekolah Pendidikan SD/MI Kondisi bangunan Baik

82,34 85,34 86,34 Sekolah Pendidikan SMP/MTs dan

SMA/SMK/MA Kondisi Bangunan Baik

78,76 80,76 82,76

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 10778 28761 29,015

Angka Putus Sekolah (APS)

Angka Putus Sekolah (APS) SD/MI 0,07 0,03 0,31

Angka Putus Sekolah (APS) SMP/MTs 0,15 0,15 0,15

Angka Putus Sekolah (APS) SMA/SMK/MA 0,3 0,3 0,3

Angka Kelulusan (AK)

FOKUS/BIDANG URUSAN/INDIKATOR Realisasi Capaian

2014 2015 2016

Angka Melanjutkan (AM) dari SD/MI ke SMP/MTs 100 100 98,03 Angka Melanjutkan (AM) SMP/MTs ke

SMA/SMK/MA

100 100 98,3

Guru yang Memenuhi Kualifikasi Sl/D-IV 94 94 90

Angka Partisipasi Kasar (APK) PAUD 71,33 73,96 74,96 Angka Partisipasi kasar (APK) SD/MI/Paket A 105,26 109,32 114,19 Angka Partisipasi Murni (APM) SD/MI/Paket A 93,76 98,75 95,11 Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP/MTs/PAKET B 85,03 85,86 100,01 Angka Partisipasi Kasar (APK) SMA/SMK/MA 85,86 86,17

Faktor pendukung keberhasilan beberapa indikator;

1. Komitmen Bupati Serdang Bedagai untuk memperbaiki pelayan dasar terutama bidang pendidikan.

2. Jumlah guru dan sarana pendidikan yang tersebar di setiap kecamatan.

3. Peningkatan kualitas guru dan tenaga pendidik yang saat ini 94 % sudah memiliki kualifikasi pendidikan s-1 dan D-IV.

Hambatan-Hambatan dalam pencapain indikator:

Pemberlakuan UU 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah mengikbatkan kewenangan pendidikan tingkat menengah beralih dari Kabupaten Serdang Bedagai ke Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, hal ini menyebabkan konsistensi dan peningkatan pencapaian beberapa indikator kinerja akan sulit diukur karena tidak lagi menjadi kewenangan Kabupaten Serdang Bedagai. Indikator utama yang akan mengalami hambatan adalah persentase siswa yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri.

Upaya pemecahan masalah:

1. Jika memungkinkan Pemerintah Kabupaten Serdang bedagai akan memberikan beasiswa tambahan untuk mengikuti bimbingan belajar kepada siswa tingkat menengah yang berprestasi atau menjalin kerjasama dengan penyelenggara bimbingan belajar untuk mempersiapkan siswa tingkat menengah dalam menghadapi seleksi masuk perguruan tinggi negeri.

2. Menjalin kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi negeri sehinga siswa lulusan SMA/SMK dapat diterima melalui jalur beasiswa utusan daerah.

Gambar 16. Peresmian Gedung SMK Negeri 2 Perbaungan

Sasaran III : Meningkatnya akses dan mutu pelayanan kesehatan dasar dan rujukan.

Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat, semboyan ini menginspirasi Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai untuk memberikan pelayanan terbaik terutama pada pelayanan dasar bidang kesehatan. Kebutuhan masyarakat akan pelayanan terus meningkat terkait kesadaran masyarakat Serdang Bedagai untuk hidup sehat. Meningkatnya kesadaran masyarakat juga berimplikasi terhadap meningkatnya tuntutan masayarkat akan pelayanan kesehatan yang baik.

Peningkatan mutu pelayanan kesehatan dimotori oleh dua SKPD utama yaitu Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Umum Sultan Sulaiman. Indikator pencapaian ada sasaran ini disajikan sebagai berikut:

Tabel 16. Pencaiapan indikator sasaran pelayanan kesehatan

No Indikator Kinerja Utama Target Capaian Persentase Capaian Terhadap

RPJMD 1 Angka Kematian Ibu (AKI) 105/100.000

KH

Keberhasilan Kabupaten Serdang Bedagai dalam menekan angka kematian ibu dari pada tahun 2016 mengalami peningkatan yang signifikan. Pada tahun 2014 angka kematian ibu melahirkan adalah sebesar 110/100.000 kelahiran hidup, sempat meningkat pada tahun 2015 sebesar 127/100.000 kelahiran hidup dan kemudian dapat ditekan menjadi 69/100.000 kelahiran hidup. Keberhasilan ini disebabkan sudah meratanya sarana dan prasarana kesehatan di setiap kecamatan yang didukung

kematian ibu didukung oleh pelaksanaan program peningkatan keselamatan ibu melahirkan dan anak dengan anggaran sebesar Rp 70.000.000,- dan terealisasi Rp 68.500.000,- (97,86%).

Keberhasilan serupa juga ditunjukkan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai dalam menekan angka kematian bayi. Pada tahun 2016 angka kematian bayi dapat ditekan pada level 5/1000 kelahiran. Angka ini terus menunjukkan tren positif dibandingkan dengan angka tahun 2015 yang berada sedikit di bawah pencapaian tahun ini yaitu 6/1000 kelahiran. Hal ini disebabkan langkah pemrintah Kabupaten Serdang Bedagai mengambil langkah terobosan untuk memberikan jadwal kunjungan dokter spesialis anak di beberapa puskesmas yang ada di Kabupaten Serdang Bedagai. Keberhasilan ini didukung oleh pelaksanaan Gambar 17. Kunjungan Bupati Serdang Bedagai Pada Unit Layanan Kesehatan

penguatan jejaring sistem rujukan dengan sasaran 20 kepala puskesmas dan 6 rumah sakit di Kabupaten Serdang Bedagai.

Derajat kesehatan masyarakat Kabupaten Serdang Bedagai berada pada tingkat yang memadai ditandai dengan terus meningkatnya angka harapan hidup masyarakat

Kabupaten Serdang Bedagai. Dari tahun ke tahun. Peningkatan angka harapan hidup disajikan pada grafik berikut.Kedua indikator ini juga didukung oleh beberapa indikator SPM yaitu:

Tabel 17. Pencapaian indikator SPM Dinas Kesehatan Kab. Serdang bedagai

NO INDIKATOR SASARAN REALISASI PERSENTASE

(%)

1 Kunjungan ibu hamil K-4 14045 11931 84,95

2 Komplikasi kebidanan yang ditangani

2809 1628 57,96

3 Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan yang memiliki kompetensi kebidanan

13406 11567 86,28

4 Pelayanan nifas 13406 11397 85,01

5 Neonatus dengan komplikasi yang ditangani

1729 1135 65,65

6 Kunjungan bayi 11526 11026 95,66

Gambar 18. Peningkatan angka harapan hidup

66,4

Keberhasilan Kabupaten menaikkan derajat kesehatan masyarakat didukung oleh pelaksanaan road show kesehatan yang dilaksanakan secara marataon di seluruh puskemas di Kabupaten Serdang Bedagai. Seluruh indikator SPM ini didukung dengan program-program pelayanan kesehatan yang terdapat di Dinas Kesehatan anatara lain: program peningkatan kesehatan dasar dengan anggaran sebesar Rp 275.339.000,- dan terealisasi sebesar Rp 271.597.500,- (98,64%), program upaya

kesehatan masyarakat dengan anggaran sebesar

Rp 43.388.576.449,- dan terealisasi sebesar Rp 39.301.573.239,- (90,58%) dan program obat dan perbekalan kesehatan dengan anggaran sebesar Rp 7.574.390.000,- dan terealisasi sebesar Rp 7.088.147.995,- (93,58%) serta program upaya kesehatan masyarakat dengan anggaran sebesar Rp 43.388.576.449,- dan terealisasi sebesar Rp 39.301.573.239,- (90,58%).

Selain indikator di atas peningkatan mutu pelayanan kesehatan juga didukung oleh indikator SKPD Dinas Kesehatan yaitu :

Indikator Kinerja Target Realisasi Persentase (%) Persentase rumah tangga berperilaku

keluarga sehat 45% 34% 75,56

Angka keberhasilan pengobatan TB BTA

positif (success rate) ≥ 95% 92% 96,84

Annual paracyte index (API) < 1 per 1000

penduduk 0 0 Persentase desa yang melaksanakan pos

pembinaan terpadu 20% 27,57% 137,85

Persentase perempuan usia 30-50 tahun dideteksi dini kanker serviks dan

payudara

15% 10% 66,67

Cakupan penduduk yang memiliki

jaminan kesehatan 82% 53% 64,63

Faktor pendukung keberhasilan beberapa indikator:

1. Tersedianya jumlah tenaga medis dan sebaran puskesmas di setiap kecamatan yang telah sesuai dengan aturan perundang-udangan.

2. Dukugan pemerintah pusat terkait pelaksanaan jaminan kesahatan nasional.

Hambatan-Hambatan dalam pencapain indikator:

1. Belum ada strandarisasi unit layanan kesehatan terutama pada puskesmas.

2. Terdapat kendala pada pengadaan sarana dan prasarana kesehatan melalui e-katalog.

Upaya pemecahan masalah:

Gambar 19. Fasilitas Kesehatan di rumah Sakit Umum Sultan Sulaiman

2. Pemerintah Kabupaten secara berkala akan memenuhi kebutuhan tenaga dokter khususnya dokter spesialis melalui pengangakatan dokter PNS maupun dokter PTT daerah dan memberikan jadwal layanan dokter spesialis di puskesmas.

Gambar 20. Tes urin secara berkala di lingkungan Kabupaten Serdang Bedagai

Sasaran IV : Meningkatnya perlindungan keluarga dan pemberdayaan perempuan serta pengarusutamaan gender.

Sasaran ini mendukung peran serta perempuan menjadi subjek pembangunan, dan memberikan kontribusi terbaiknya dalam rangka membangun Serdang Bedagai yang unggul, inovatif dan berkelanjutan. Peran serta perempuan dalam pembangunan tidak lagi ditempatkan sebagai objek melainkan harus manjadi bagian tidak terpisahkan dari gerak roda pembangunan di Serdang bedagai. Komitmen Kabupaten Serang bedagai

terhadap pemberdayaan

perempuan adalah dengan membentuk Badan Pemberdayaan Perempuan, Anak dan Keluarga Berencana yang saat ini

ditingkatkan statusnya menjadi dinas dengan nomenklatur baru yaitu Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak. Adapun indikator penilaian keberhasilan terhadap sasaran ini adalah sebagai berikut:

Tabel 18. Pencapaian indikator pemberdayaan perempuan dan anak

No Indikator Kinerja Utama Target Capaian Persentase

Capaian Terhadap

RPJMD Gambar 21. Penyerahan penghargaan APE

Keberhasilan sasaran ini pertama diukur dengan Indeks Pembangunan Gender (IPG).

Indeks Pembangunan Gender menggambarkan pencapaian kemampuan dasar pembangunan manusia dengan memperhatikan ketimbangan gender. Indeks Pembangunan Gender pada tahun 2016 mencapai nilai 65,15 dan terealisasi pencapaian sangat baik terhadap target RPJMD Kabupaten Serdang Bedagai 2016-2021. Keberhasilan indikator ini didukung oleh program peningkatan kualitas hidup dan perlindungan perempuan dan program peningkatan peran serta dan kesetaraan gender dengan pagu anggaran Rp 387.137.000,- dan realisasi anggaran Rp 368.779.750,-.

Indikator kedua adalah angka kekerasan terhadap perempuan adalah cakupan perempuan dan anak korban kekerasan yang terselesaikan

penanganannya pada unit pelayanan terpadu. Jumlah kasus yang ditangani oleh Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) pada tahun 2016 adalah sebanyak 25 kasus dan seluruhnya telah ditangani dengan baik. Ada peningkatan jumlah kasus kekerasa yang ditangani oleh P2TP2A dari 10 kasus di tahun 2014 menjadi 23 kasus pada tahun 2015 dan 25 kasus di tahun 2016.

Peningkatan kasus yang ditangani tidak menggambarkan jumlah kasus yang terjadi setiap tahun, namun merupakan keberhasilan P2TP2A melakukan sosiaisasi kepada Gambar 22. Perkembangan pelaporan kasus

kekesarasan

perempuan dan anak menandakan bahwa telah terjadi pemahaman akan kebutuhan perlindungan atas perempuan dan anak di Kabupaten Serdang Bedagai. Namun tidak bisa dipungkiri jumlah pelaporan ini menunjukkan adanya indikasi perubahan perilaku dimasyarakat yang perlu penanganan khusus. Langkah preventif dengan memperbanyak sosialisasi perlindungan perempuan dan anak serta pembinaan keluarga melalui penyuluhan dan konseling perlu digalakkan. Indikator ini didukung oleh pelaksanaan program penguatan kelembagaan pengarusutamaan gender dan anak dengan anggaran sebesar Rp 75.612.000,00 dan terealisasi Rp 72.951.000,00 atau 96,48%. Salah satu penghargaan yang diperoleh Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai adalah Anugerah Parahita Ekapraya yang diberikan Oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Sasaran V : Meningkatnya perlindungan masyarakat miskin dan penanggulangan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).

Penanganan masyarakat miskin dan penyandang masalah kesejahteraan sosial dilakukan dengan melaksanakan pemberdayaan terhadap penyandang masalah kesejahteraan sosial, dengan menerapkan sistem perlindungan sosial yang terpadu yang mampu menjangkau seluruh masyarakat, terutama penyandang masalah kesejahteraan sosial serta meningkatkan kualitas manajemen pelayanan kesejahteraan sosial dalam mendayagunakan sumber-sumber kesejahteraan sosial yang tersedia. Indikator sasaran ini adalah sebagai berikut:

Tabel 19. Pencapaian indikator PMKS

No Indikator Kinerja Utama Target Capaian Persentase Capaian Terhadap

RPJMD 1 Tingkat Penurunan jumlah 5,01% 3,20% 63,87% Sangat

Pemberian bantuan dan Stimulan Bahan Bangunan Rumah Bagi Keluarga Tidak Mampu sebanyak 185 Unit, menargetkan Jumlah PMKS yang ditangani Sebanyak 94,99% PMKS dan menargetkan Jumlah PMKS yang diberi bantuan sebanyak 96,8% PMKS. Jumlah PMKS di Kabupaten Serdang Bedagai saat ini berjumlah 76.226 yang didominasi oleh keluarga fakir miskisn, lanjut usia terlantar, penghuni rumah tidak layak huni, dan penyandang cacat. Pada tahun 2016 Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Koperasi menyalurkan bantuan kepada PMKS dengan rincian sebagai berikut : WRSE 40 orang, bantuan rumah tidak layak huni 162 KK, bantuan KUBE 500 orang, penyaluran PKH 12.072 orang, penyaluran bantuan kepada karang taruna 27 karang taruna, bantuan korban bencana alam 1.749 KK, bantuan kepada lansia 68 orang, bantuan anak balita terlantar 75 orang, bantuan kepada panti sebanyak 8 panti dengan jumlah warga binaan 1.010 jiwa.

Pada tahun 2016 juga dicanangkan program lansia mampu membantu lansia tidak mampu. Program ini diprakarsai agar meningkatkan kepedulian antar lansia, sehingga penanggulangan masalah lansia dapat dilakukan juga oleh lansia yang punya kemampuan ekonomi yang baik.

Hambatan

1. Pertumbuhan ekonomi nasional yang berdampak lambatnya pertumbuhan ekonomi Kabupaten Serdang bedagai, yang mengakibatkan jumlah PMKS cenderung meningkat.

2. Minimnya lapangan kerja baru bagi PMKS.

Cara penyelesaian masalah

1. Menggalakkan pola keluarga asuh bagi keluarga mampu untuk memberikan bantuan kepada keluarga yang tidak mampu

2. Menggalakkan gerakan ASN peduli, dengan memmberikan donasi dari setiap tambahan penghasilan yang diberikan setiap 3 bulan sekali

3. Memperluas akses permodalan melalui lembaga penyedia modal.

Gambar 23. Penyerahan bantuan dari lansia mampu kepada lansia tidak mampu

Sasaran VI : Mewujudkan birokrasi yang bersih dan akuntabel

Pemerintahan yang bersih dan akuntabel akan melahirkan tingkat kepercayaan publik yang tinggi. Pemantapan tata kelola pemerintahan yang baik merupakan salah satu pendukung keberhasilan pembangunan. Wujud dari sasaran ini adalah capaian akuntabilitas dan audit keuangan Pemerintah. Semakin baik capaian akuntabilitas dan hasil audit terhadap keuangan Pemerintah, maka semakin berhasil program reformasi birokrasi yang dilaksanakan. Indikator yang menunjukkan keberhasilan sasaran ini, antara lain adalah hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah dan nilai SAKIP Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai. Berikut disajikan indikator yang mendukung sasaran ini.

Tabel 20. Pencapaian indikator birokrasi yang bersih dan akuntabel

No Indikator Kinerja Utama Target Capaian Persentase

Capaian Terhadap

RPJMD

1 Opini BPK WTP WDP 50% Tidak

Berhasil 2 Tingkat Kematangan

Implementasi SPIP 5 Penggunaan e-procurement

terhadap belanja pengadaan

100% 100% 100% Sangat

Berhasil

Hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai tahun 2016 adalah Wajar Dengan Pengecualian (WDP), hasil penilaian atas laporan keuangan Kabupaten Serdang Bedagai sama seperti pada tahun 2013 dan 2014 walaupun sempat mendapat predikat WTP pada tahun 2015.

Opini yang diperoleh terhadap laporan keuangan pemerindah daerah adalah WDP,

Daerah (BMD) dengan aktiva tetap di neraca Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai belum tercapai. Hal ini juga ddisebabkan oleh persentase tanah milik pemerintah yang memiliki sertifikat belum mencapai target yang ditetapkan.

Gambar 24. Hasil Evaluasi SAKIP tahun 2015 dan 2016

Hasil penilaian terhadap Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai masih mendapat predikat CC dengan nilai 56,01 naik 9,1 poin dari tahun 2015. Perbandingan kompenen penilaian dari tahun 2015 dan 2016 disajikan pada grafik berikut. Pencapaian ini masih belum maksimal karena belum dilaksanakannnya evalusi terhadap implementasi sistem AKIP di setiap SKPD. Pencapaian indikaator ini didukung oleh pelaksanaan Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan dengan anggaran sebesar Rp.55.000.000,00 dan terealisasi sebesar Rp. 51.970.000,00 (94,49%)

Evaluasi Kinerja Capaian Kinerja Nilai Hasil Evaluasi 2015 2016

Pengukuran Tingkat Maturitas SPIP diharapkan memberikan petunjuk tentang kemampuan Penyelenggaraan SPIP dalam mendukung peningkatan kinerja, transparansi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara di lingkungan pemerintah. Pengukuran tingkat maturitas SPIP menyediakan media pengukuran tentang keberhasilan penyelenggaraan sistem pengendalian intern oleh pemerintah dalam mendukung peningkatan kinerja, transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara dan kegiatan/program di lingkungan pemerintah. Pada tahun 2016 persentase SKPD yang telah mengimlementasikan SPIP pada level berkembang dengan target 2% belum terpenuhi karena hasil evaluasi maturitas SPIP Pemkab Serdang Bedagai yang dilaksankan BPKP Perwakilan Sumatera Utara Tahun 2016 hanya mendapat nilai 1,33 artinya SPIP Pemkab Serdang Bedagai baru level 1 atau level perintis. Kedepannya akan dilakukan evaluasi SPIP internal oleh Inspektorat Kabupaten Serdang Bedagai. SKPD yang bertanggungjawab terhadap pencapaian indikator ini adalah Inspektorat Kabupaten Serdang Bedagai yang didukung oleh

Gambar 25. Penandatangan perjanjian kinerja

capaian kinerja dan keuangan dengan anggaran sebesar Rp.55.000.000 terealisasi sebesar Rp. 51.970.000 atau (94,49), program peningkatan sistem pengawasan internal dan pengendalian kebijakan KDH dengan anggaran sebesar Rp.2.708.450.000 terealisasi sebesar Rp. 2,681.759.000 atau (99,01), serta program penataan dan penyempurnaan kebijakan sistem dan prosedur pengawasan dengan anggaran sebesar Rp.24.400.000 terealisasi sebesar Rp. 24.115.000 atau (98,83).

Keberhasilan sasaran ini diukur juga dengan indikator penggunaan e-procurement pada sistem pengadaan barang dan jasa. Sejak tahun 2013 Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai telah menggunakan layanan pengadaan secara elektronik melalui unit layanan pengadaan kabupaten Serdang Bedagai. Sejak tahun 2013 sudah 437 paket yang di lelang secara elektronik melalui LPSE. Perkembangan pengadaan secara elektronik disajikan pada grafik berikut.

Pencapaian ini didukung oleh pelaksanaan program optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi dengan anggaran sebesar Rp 2.534.600.000 dan terealisasi

Gambar 26. Pencapaian e-procurement

50.000.000.000 100.000.000.000 150.000.000.000 200.000.000.000

2013 2014 2015 2016

e-procurement

Pagu Pagu Selesai Penawaran Efisiensi

Sasaran VII : Mewujudkan birokrasi yang efektif dan efisien

Keberhasilan Reformasi Birokrasi pada suatu instansi pemerintah diukur melalui suatu indeks yang disebut dengan Indeks Reformasi Birokrasi ( Indeks RB). Indeks ini didapat dari proses evaluasi Reformasi Birokrasi, yang bertujuan untuk memetakan kemajuan proses RB serta memberikan saran perbaikan ke depan terhadap instansi tersebut. Komponen Indeks RB terdiri atas 2 komponen yaitu:Komponen Pengungkit dengan bobot 60% yang mengukur sejauh mana upaya instansi dalam melaksakan program RB; serta komponen Hasil dengan bobot 40%

yang mengukur keberhasilan program RB melalui diantaranya Survei Kualitas Pelayanan, Survei Persepsi Anti Korupsi, Opini BPK terhadap Laporan Keuangan.

Mengacu pada hasil evaluasi reformasi birokrasi tahun 2015 nilai indeks reformasi Kabupaten Serdang Bedagai adalah 58.

Sasaran VIII : Mewujudkan birokrasi yang memiliki pelayanan publik berkualitas

Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) merupakan indikator yang diharapkan dapat menggambarkan persepsi yang baik dari masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik yang diselenggarakan oleh Pemerintah. Untuk Tahun 2016, sesuai hasil survey diperoleh nilai IKM 71,56 menurun dibandingkan nilai IKM tahun 2015 73,96 dan tahun 2014 yang mencapai 78,918. Penurunan ini menggambarkan harapan masyarakat terhadap kualitas pelayanan publik yang sangat tinggi di kabupaten Serdang Bedagai, sedangkan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai dengan keterbatasan anggaran sulit untuk mengikuti perkembangan harapan masyarakat tersebut.

Hambatan dalam pencapaian indikator disebabkan oleh :

1. keterbatasan layanan KTP elektronik yang masih mengharuskan pencetakan dokumen KTP elektronik di Dinas Pendudukan dan Penacatan Sipil, sehingga masyarakat yang berada jauh dari lakosi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil harus menunggu wkatu beberapa hari jika pengurusan KTP elektronik dilakukan melalui PATEN Kecamatan atau harus menempuh jarak yang cukup jauh menuju kantor Dinas Dukcapil jika pengurusan dokumen tersebut dilakukan langsung ke kantor Disdukcapil.

1. keterbatasan layanan KTP elektronik yang masih mengharuskan pencetakan dokumen KTP elektronik di Dinas Pendudukan dan Penacatan Sipil, sehingga masyarakat yang berada jauh dari lakosi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil harus menunggu wkatu beberapa hari jika pengurusan KTP elektronik dilakukan melalui PATEN Kecamatan atau harus menempuh jarak yang cukup jauh menuju kantor Dinas Dukcapil jika pengurusan dokumen tersebut dilakukan langsung ke kantor Disdukcapil.

Dalam dokumen PEMERINTAH KABUPATEN SERDANG BEDAGAI (Halaman 78-139)

Dokumen terkait