• Tidak ada hasil yang ditemukan

EVALUASI DAN ANALISIS CAPAIAN KINERJA

Dalam dokumen LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (Halaman 56-60)

AKUNTABILITAS KINERJA

3.2. EVALUASI DAN ANALISIS CAPAIAN KINERJA

Target Capaian (%) 2 Meningkatnya

Ketertiban Lalu Lintas Di Jawa Timur

1. Prosentase Kab/Kota Berpredikat WTN 55 100

2. Prosentase Kendaraan Tidak Melanggar Muatan Lebih 55 100 3 Meningkatnya Pemenuhan Standart SDM Teknis Transportasi

Prosentase Peningkatan Jumlah SDM Yang Memiliki Kompetensi Penguji Kendaraan Bermotor

9 100

4 Meningkatnya Jumlah

Penumpang Yang Terlayani

1. Prosentase Peserta Mudik Balik Gratis Terakomodasi

2,5 100

2. Prosentase Peningkatan Jumlah Penumpang Pada Pelabuhan Penyeberangan di Jawa Timur (3 lintasan ;Jangkar - Kalianget, Ketapang - Gilimanuk, Ujung – Kamal)

1 100

3. Prosentase Pertumbuhan Jumlah Penumpang Transportasi Udara di Bandara Udara ABD Saleh Malang dan Bandar Udara Blimbingsari Banyuwangi

10 100

5 Meningkatnya

Pemenuhan

Kebutuhan Prasarana Transportasi

1. Prosentase Ketersediaan Dermaga Terhadap Kebutuhan Optimal

27 100

2. Rata-rata Prosentase Fasilitas Perlengkapan Jalan Terpasang Dibanding Jumlah Kebutuhan

19.2 100

3.2. EVALUASI DAN ANALISIS CAPAIAN KINERJA

Pengukuran kinerja Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jawa Timur tahun 2014 menggunakan metode yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor : 29 tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

Hasil pengukuran kinerja beserta evaluasi setiap tujuan dan sasaran Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jawa Timur tahun 2014 disajikan sebagai berikut

LAPORAN KINERJA Dishub dan LLAJ Provinsi Jawa Timur Tahun 2014 III.4

3.2.1. Sasaran I adalah Meningkatnya Kinerja Pelayanan Transportasi

Untuk mengukur sasaran “Meningkatnya Kinerja Pelayanan Transportasi” terdapat 4 (empat) Indikator Kinerja Utama yaitu:

(1) Indeks Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan Penimbangan Kendaraan Angkutan Barang,

(2) Prosentase Penurunan Jumlah Kejadian Kecelakaan Yang Melibatkan Angkutan Bus Umum,

(3) Prosentase Penurunan Jumlah Kecelakaan di Perlintasan Sebidang Kereta Api,

(4) Prosentase Kesesuaian Waktu Tempuh Rata-Rata per 100 km Angkutan AKDP Pada Kartu Pengawasan (KPS) Terhadap Kondisi Lapangan.

Capaian Indikator Kinerja Utama sebagai pengukur keberkasilan sasaran I disajikan dalam Tabel 3.2. sebagai berikut :

Tabel 3.2. Capaian Indikator Kinerja Utama Sasaran I

No. Sasaran Indikator Kinerja Utama Target Realisasi Capaian (%) (%) (%)

1 Meningkatnya Kinerja

Pelayanan Transportasi

1 Indeks Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan Penimbangan Kendaraan Angkutan Barang

80 84,63 106

2 Prosentase Penurunan Jumlah

Kejadian Kecelakaan Yang Melibatkan Angkutan Bus Umum

1 6,08 608

3 Prosentase Penurunan Jumlah

Kecelakaan di Perlintasan Sebidang Kereta Api

5 9 180

4 Prosentase Kesesuaian Waktu

Tempuh Rata-Rata per 100 km Angkutan AKDP Pada Kartu Pengawasan (KPS) Terhadap Kondisi Lapangan

LAPORAN KINERJA Dishub dan LLAJ Provinsi Jawa Timur Tahun 2014 III.5

Penjabaran lebih rinci mengenai Indikator Kinerja Utama dijelaskan sebagaimana uraian berikut :

IKU : I.1 Indeks Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan Penimbangan Kendaraan Angkutan Barang

Indikator Kinerja Utama Indeks Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan Penimbangan Kendaraan Angkutan Barang di dukung oleh program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan dan 1 kegiatan, yaitu Kajian Indeks Kepuasan Masyarakat.

Berdasar Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 11 Tahun 2005 tentang Pelayanan Publik, dinyatakan bahwa Penyelenggara pelayanan publik wajib melakukan penilaian kinerja penyelenggaraan pelayanan publik secara periodik, Untuk melaksanakan penilaian kinerja sebagaimana dimaksud, dilakukan melalui pengukuran Indeks Kepuasan Masyarakat sesuai dengan standar pelayanan publik masing-masing penyelenggara pelayanan publik. Indikator Kinerja Utama Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap pelayanan sektor transportasi merupakan indicator yang digunakan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan masyarakat terhadap pelayanan sector transportasi oleh Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jawa Timur

Indikator Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap pelayanan Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jawa Timur terealiasi sebesar 84,63 pada tahun 2014, tercapai 106% dari target yang ditetapkan sebesar 80. Penilaiaan Indeks Kepuasan Masyarakat pada kinerja pelayanan Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jawa Timur dilaksanakan pada Jembatan Timbang dan UPT LLAJ dengan variabel penelitian sebanyak 14 unsur variable yang mengacu pada SK Menpan nomor 38 tahun 2012 tentang Pedoman Penilaian Kinerja Unit Pelayanan Publik dengan komponen utama indikator penilaian adalah standar pelayanan, Sumber Daya Manusia, Penanganan Pengaduan dan sistem mekanisme prosedur pelayanan.

LAPORAN KINERJA Dishub dan LLAJ Provinsi Jawa Timur Tahun 2014 III.6

Berikut tabel perkembangan Indeks Kepuasan Masyarakat terhadap pelayanan perijinan Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jawa Timur selama 4 tahun terakhir (2011 - 2014)

INDIKATOR KINERJA UTAMA 2011 2012 2013 2014

Realisasi Realisasi Realisasi Target Realisasi %

Indeks Kepuasan Masyarakat Terhadap Pelayanan

Penimbangan Kendaraan Angkutan Barang

77.35 78.58 82.52 80 84,63 106

Meningkatnya nilai Indeks Kepuasan Masyarakat merupakan representasi dari penerapan sertifikat internasional ISO 9001;2000 terhadap Pelayanan Angkutan Penumpang dan Barang serta penerapan Wilayah Bebas Korupsi yang bekerjasama dengan KPK, diperoleh persepsi positif dari para awak kendaraan terhadap peningkatan pelayanan jembatan timbang di Jawa Timur yang meliputi :

a.

tidak ada lagi pungutan liar oleh oknum petugas jembatan timbang,

b.

Pelayanan yang diberikan menjadi lebih cepat, sehingga antrian tidak

terlalu lama.

c.

Timbangan yang digunakan ukurannya tepat dan pembayaran transparan

d.

Petugas jembatan timbang lebih ramah.

e.

Petugas jembatan timbang tepat waktu dalam memberikan pelayanan

IKU : I.2 Prosentase Penurunan Jumlah Kejadian Kecelakaan Yang Melibatkan Angkutan Bus Umum

Indikator Kinerja Utama porsentase penurunan kejadian kecelakaan yang melibatkan angkutan bus umum didukung oleh 2 Program , meliputi : Program Pengendalian dan Pengamanan Lalu Lintas (1) dan Program Peningkatan Pelayanan Angkutan (2). Serta 7 kegiatan, meliputi : Pemberian pelatihan dan pendidikan kepada awak kendaraan umum (1); Pendidikan Kemasyarakatan Produktif melalui Pemilihan Pelajar Pelopor

LAPORAN KINERJA Dishub dan LLAJ Provinsi Jawa Timur Tahun 2014 III.7

Tertib Lalu Lintas se Jawa Timur (2); Pendidikan Kemasyarakatan Produktif melalui Kampanye Keselamatan Lalu Lintas Jalan (3); Pendidikan Kemasyarakatan Produktif melalui Operasi Sadar Keselamatan dan Ketertiban Lalu Lintas di Jatim (4); Inhouse training peningkatan kompetensi penguji kendaraan bermotor (5); Monitoring dan Evaluasi Penguji Kendaraan Bermotor (6) dan Pendidikan Kemasyarakatan Produktif melalui Pembinaan Pengemudi Angkutan Penumpang (7).

Indikator Kinerja Utama porsentase penurunan kejadian kecelakaan yang melibatkan angkutan bus umum, merupakan indicator yang digunakan untuk mengevaluasi kemampuan dan kompetensi pengemudi angkutan umum.

Peningkatan kemampuan dan kompetensi pengemudi angkutan umum merupakan salah satu tupoksi Bidang Angkutan Jalan pada Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jawa Timur dalam bidang bimbingan, pembinaan pengusaha dan pengemudi angkutan.

Dalam perhitungan porsentase penurunan kejadian kecelakaan yang melibatkan angkutan umum dilakukan dengan membandingkan jumlah kendaraan angkutan umum yang terlibat kejadian kecelakaan lalu lintas pada tahun 2014 terhadap tahun 2013 di Jawa Timur

( ) = Δ ℎ ( − 1) −

Σ ℎ ( − 1) 100%

Dengan :

f(x) : Porsentase penurunan kejadian kecelakaan yang

melibatkan angkutan umum.

∆ laka ank umum thn (n-1)-n : Selisih jumlah kendaraan angkutan umum terlibat kecelakaan lalu lintas pada tahun 2013-2014

∑ laka ank umum thn (n-1) : Total jumlah kendaraan angkutan umum yang terlibat kecelakaan lalu lintas pada tahun 2013

NO KENDARAAN

Dalam dokumen LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (Halaman 56-60)

Dokumen terkait