• Tidak ada hasil yang ditemukan

2011 2012 2013 2014 3 Pendidikan Kemasyarakatan

Dalam dokumen LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (Halaman 62-73)

IKU I.2 Target Realisasi Capaian prosentase penurunan kejadian kecelakaan

2011 2012 2013 2014 3 Pendidikan Kemasyarakatan

Produktif melalui Operasi Sadar Keselamatan dan Ketertiban Lalu Lintas di Jatim

jumlah operasi

132 115 187 143

Dalam Lomba Pemilihan Awak Kendaraan Umum Teladan (AKUT) Di tingkat Nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Perhubungan, Perwakilan dari Provinsi Jawa Timur mendapat peringkat 9 atas nama SUBAGYO UTOMO dari Kota Madiun dan peringkat 14 atas nama BUDIONO ARIF SUNANDAR dari Kab Situbondo

IKU : I.3 Prosentase Penurunan Jumlah Kecelakaan di Perlintasan Sebidang Kereta Api

Indikator Kinerja Utama prosentase penurunan jumlah kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api didukung oleh Program Pembangunan, Rehabilitasi, Pemeliharaan Prasarana dan Fasilitas Perkeretaapian dengan 4 kegiatan, yaitu Pemantauan Distribusi Angkutan Darat (1); Pengadaan dan Pemasangan Alarm Early Warning System di perlintasan sebidang KA se-Jatim (2); Pengadaan dan Pemasangan Rambu pada Perlintasan Sebidang KA se Jawa Timur (3) dan Pemeliharaan dan Perawatan Alarm Early Warning System (4)

Indikator Kinerja Utama prosentase penurunan jumlah kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api, merupakan indicator yang digunakan untuk mengevaluasi dampak pembangunan Alarm Early Warning System (AEWS) yang dibangun oleh Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jawa Timur pada perlintasan resmi antara jalan dan jalur kereta api yang belum memiliki fasilitas palang pintu perlintasan. Pemasangan AEWS ditujukan bukan sebagai prasarana pengaman sisi jalir kereta api sebagai prasarana pengaman bagi lalu lintas jalan yang bersinggungan dengan perlintasan kereta api.

LAPORAN KINERJA Dishub dan LLAJ Provinsi Jawa Timur Tahun 2014 III.10

Dalam perhitungan porsentase penurunan jumlah kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api dilakukan dengan mendata jumlah kecelakaan yang terjadi pada perlintasan sebidang yang tidak memiliki palang pintu saja, karena dinilai bahwa AEWS hanya memberikan dampak pada penurunan kecelakaan pada perlintasan sebidang yang semula belum memiliki palang pintu. Formulasi porsentase penurunan jumlah kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api berupa perbandingan selisih jumlah kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api tahun 2014 dengan tahun 2013 sebagai berikut :

( ) = Δ

( )

ℎ ( − 1) −

Σ

( )

ℎ ( − 1) 100%

Dengan :

f(x) : porsentase penurunan jumlah kecelakaan di perlintasan

sebidang kereta api.

∆ laka (perlintasan sebidang KA) thn (n-1)-n :

Selisih jumlah kejadian kecelakaan pada perlintasan sebidang pada tahun 2013-2014

∑ laka (perlintasan sebidang KA) thn (n-1) :

Jumlah kejadian kecelakaan pada perlintasan sebidang kereta api tahun 2013

Data jumlah kejadian kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api disajikan dalam tabel berikut :

NO URAIAN SAT JUMLAH LAKA DI PERLINTASAN SEBIDANG 2009 2010 2011 2012 2013 2014 1 DAOP VII MADIUN

BERPALANG Kejadian 3 5 3 1 2 2

TIDAK BERPALANG Kejadian 4 2 5 3 1 2 2 DAOP VIII

BERPALANG Kejadian 6 7 5 2 4 3

TIDAK BERPALANG Kejadian 18 15 8 6 3 2

3 DAOP IX

BERPALANG Kejadian 6 7 1 3 3 4

TIDAK BERPALANG Kejadian 23 1 8 7 16 7 Jumlah Laka Di Perlintasan

Tidak Berpalang

Kejadian 45 18 21 16 20 11 % penurunan % 27% -3% 5% -4% 9%

Indikator Kinerja Utama porsentase penurunan jumlah kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api terealisasi sebesar 9%, melebihi target yang ditetapkan sebesar 5%, sehingga capaian Indikator Kinerja Utama

LAPORAN KINERJA Dishub dan LLAJ Provinsi Jawa Timur Tahun 2014 III.11

porsentase penurunan jumlah kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api adalah sebesar 180% tercapai.

IKU I.3 Target Realisasi Capaian

penurunan jumlah kecelakaan di perlintasan sebidang kereta api

5% 9% 180 %

Di Provinsi Jawa Timur, terdapat Jaringan rel Kereta Api Lintas Raya sepanjang 681,912 Km, jaringan rel pada lintas cabang sepanjang 421,200 Km dan panjang rel pada jalur lainnya 118,306 Km, sehingga total jaringan rel di Jawa Timur sepanjang 1.221,418 Km. Dari total panjang jaringan rel tersebut, terdapat 355 perlintasan sebidang resmi yang dijaga, 1.068 perlintasan sebidang resmi tidak dijaga dan 42 perlintasan sebidang liar/tidak resmi. Sebagai upaya untuk meningkatkan keselamatan dan mengurangi jumlah kecelakaan diperlintasan sebidang, Pemerintah Provinsi Jawa Timur sejak tahun 2009 telah melakukan pengadaan dan pemasangan Alarm Early Warning System pada perlintasan sebidang KA resmi tidak dijaga sebagaimana tabel berikut:

NO URAIAN SATUAN TAHUN

2009 2010 2011 2012 2013 2014

1 DAOP 7 Madiun Titik 13 43 48 53 62 73 2 DAOP 8 Surabaya Titik 25 25 30 35 41 55 3 DAOP 9 Jember Titik 11 19 26 32 42 60 JUMLAH Titik 49 87 104 120 145 188

Selama empat tahun terakhir pemasangan dan peningkatan fasilitas keselamatan perjalanan kereta api pada perlintasan sebidang dapat dilihat pada tabel berikut :

NO KEGIATAN SATUAN REALISASI

2011 2012 2013 2014

1 2 3 4 5 6 7

1 Pengadaan dan Pemasangan Alarm Early Early Warning System di Perlintasan Sebidang Kereta Api se-Jawa Timur

LAPORAN KINERJA Dishub dan LLAJ Provinsi Jawa Timur Tahun 2014 III.12

NO KEGIATAN SATUAN REALISASI

2011 2012 2013 2014

2 Pengadaan dan Pemasangan Rambu pada Perlintasan Sebidang KA se Jawa Timur (1 lokasi dipasang 4 rambu)

Lokasi 25 100 146 584

3 Sosialisasi Undang-Undang Nomor 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapiaan

Kali 2 2 3

-4 Sosialisasi Keselamatan Perkeretaapian

Kali - - - 6

5 Pemeliharaan dan Perawatan Alarm Early Warning System

Unit 2 15 25 25

IKU : I.4 Prosentase Kesesuaian Waktu Tempuh Rata-Rata per 100 km Angkutan AKDP Pada Kartu Pengawasan (KPS) Terhadap Kondisi Lapangan

Indikator Kinerja Utama Prosentase kesesuaian waktu tempuh rata-rata per 100 km angkutan AKDP pada kartu pengawasan (KPS) didukung oleh Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan dengan 2 kegiatan, yaitu Survey Karakteristik lalu lintas pada ruas jalan utama di Jawa Timur (1) dan Survei load factor dan evaluasi kebutuhan armada angkutan AKDP di Jawa Timur; Program Peningkatan Pelayanan Angkutan dengan kegiatan Evaluasi Tarip Angkutan AKDP di Jawa Timur; Program Pengendalian dan Pengamanan Lalu Lintas dengan kegiatan Pemeliharaan dan Perawatan VMS dan Program Peningkatan Kelaikan Pengoperasian Kendaraan Bermotor dengan kegiatan Rapat Koordinasi Teknis dengan Petugas Angkutan dan Terminal.

Indikator Kinerja Utama Prosentase kesesuaian waktu tempuh rata-rata per 100 km angkutan AKDP pada kartu pengawasan (KPS) terhadap kondisi lapangan merupakan indicator yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jawa Timur dalam penentuan jam keberangkatan dan kedatangan angkutan umum sebagaimana tercantum pada Kartu Pengawasan (KPS).

LAPORAN KINERJA Dishub dan LLAJ Provinsi Jawa Timur Tahun 2014 III.13

Penerbitan Kartu Pengawasan (KPS) kendaraan umum AKDP merupakan salah satu tupoksi Bidang Angkutan Jalan pada Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jawa Timur dalam bidang penyelenggaraan perizinan atau rekomendasi angkutan jalan. Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi menetapkan jam kedatangan dan keberangkatan angkutan AKDP di dalam penerbitan Kartu Pengawasan (KPS) sebagai acuan bagi pengemudi dalam memberikan pelayanan tepat waktu terhadap masyarakat. Penetapan jam kedatangan dan keberangkatan angkutan umum AKDP mempertimbangkan beberapa hal diantaranya meliputi :

1. Rata-rata waktu tempuh

2. Waktu delay akibat menaikkan dan menurunkan penumpang, hambatan samping, waktu ngetem, serta kondisi kepadatan lalu lintas pada jam tertentu

3. Panjang lintasan jalan yang dilalui

Pengukuran indicator Prosentase kesesuaian waktu tempuh rata-rata per 100 km angkutan AKDP pada kartu pengawasan (KPS) terhadap kondisi lapangan pada Kartu Pengawasan (KPS) hanya dilakukan pada angkutan umum AKDP dengan tingkat pelayanan ekonomi sesuai dengan kewenangan penerbitan Kartu Pengawasan (KPS) oleh Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jawa Timur. Dalam pelaksanaan evaluasi dilakukan dengan cara sampling, yaitu dengan memilih sample beberapa trayek pada koridor pelayanan utama di Jawa Timur. Koridor pelayanan utama angkutan yang dipilih dalam mewakili Jawa Timur adalah :

1. Surabaya – Madura

2. Surabaya – Situbondo – Banyuwangi 3. Surabaya – Jember – Banyuwangi 4. Surabaya – Malang – Blitar

5. Surabaya – Kediri Tulungagung – Trenggalek 6. Surabaya – Madiun – Ponorogo – Pacitan 7. Surabaya – Lamongan – Bojonegoro 8. Surabaya – Lamongan – Tuban

LAPORAN KINERJA Dishub dan LLAJ Provinsi Jawa Timur Tahun 2014 III.14

Dalam perhitungan Prosentase kesesuaian waktu tempuh rata-rata per 100 km angkutan AKDP pada kartu pengawasan (KPS) terhadap kondisi lapangan dilakukan dengan cara membandingkan waktu tempuh kendaraan yang tercantum pada KPS dengan standar waktu tempuh pelayanan angkutan umum AKDP di lapangan.

Berdasarkan hasil kajian yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jawa Timur tahun 2014, diperoleh data kecepatan rata-rata bagi kendaraan angkutan umum AKDP di 8 (delapan) koridor utama pelayanan angkutan umum AKDP di Jawa Timur sebagaimana tabel berikut :

No Koridor Utama Pelayanan Angkutan Umum AKDP

Kecepatan rata-rata

1 Surabaya – Madura 30,43 Km/Jam

2 Surabaya – Situbondo – Banyuwangi 30,57 Km/Jam 3 Surabaya – Jember – Banyuwangi 30,82 Km/Jam 4 Surabaya – Malang – Blitar 32,42 Km/Jam 5 Surabaya – Kediri – Tulungagung – Trenggalek 38,33 Km/Jam 6 Surabaya – Madiun – Ponorogo – Pacitan 41,13 Km/Jam 7 Surabaya – Lamongan – Bojonegoro 47,16 Km/Jam 8 Surabaya – Lamongan – Tuban 40,13 Km/jam

Berdasarkan data kecepatan rata-rata teresebut diatas, maka dikonversikan menjadi waktu tempuh rata-rata per 100 Km dengan formulasi sebagai berikut :

= d

Dengan :

T1 : Waktu Tempuh riil atau lama perjalanan riil per 100 km

d : Jarak perjalanan atau panjang trayek (digunakan nilai 100 Km)

LAPORAN KINERJA Dishub dan LLAJ Provinsi Jawa Timur Tahun 2014 III.15

Berdasarkan data kecepatan rata tersebut maka diperoleh rata-rata waktu tempuh per 100 Km untuk kendaraan angkutan umum AKDP di Jawa Timur adalah sebagaimana tabel berikut :

No Koridor Utama Pelayanan Angkutan Umum AKDP

Kecepatan rata-rata

Waktu tempuh per

100 Km

1 Surabaya – Madura 30,43 Km/Jam 3,28

2 Surabaya – Situbondo – Banyuwangi 30,57 Km/Jam 3,27 3 Surabaya – Jember – Banyuwangi 30,82 Km/Jam 3,24 4 Surabaya – Malang – Blitar 32,42 Km/Jam 3,08 5 Surabaya – Kediri – Tulungagung –

Trenggalek

38,33 Km/Jam 2,6 6 Surabaya – Madiun – Ponorogo –

Pacitan

41,13 Km/Jam 2,43 7 Surabaya – Lamongan– Bojonegoro 47,16 Km/Jam 2,12 8 Surabaya – Lamongan – Tuban 40,13 Km/Jam 2,49 RATA-RATA WAKTU TEMPUH PER 100 KM 2,81

Rata-rata waktu tempuh pelayanan angkutan umum AKDP di lapangan per 100 Km di Jawa Timur diperoleh dari tabel diatas adalah sebesar 2,81 jam. Atau 2 jam 49 menit.

Rata-rata waktu tempuh yang tercantum pada Kartu Pengawasan di dapatkan dengan mengurangkan jam kedatangan terhadap jam keberangkatan pada tiap rute sampel pada koridor utama pelayanan, dan diperoleh rata-rata waktu tempuh (KPS) tiap trayek sebagai berikut:

No Koridor Utama Pelayanan Angkutan

Umum AKDP Datang Tiba

Lama Perjalanan Jam:

Menit Jam 1 Surabaya – Madura

Trayek Surabaya – Sumenep PP 6:05:00 AM 11:20:00 AM 5:15 5.25

Trayek Surabaya – Kalianget PP 5:10:00 AM 10:50:00 AM 5:40 5.67

Trayek Surabaya – Pamekasan PP 7:00:00 AM 11:05:00 AM 4:05 4.08

2 Surabaya – Situbondo – Banyuwangi

Trayek Surabaya – Situbondo PP 4:45:00 AM 9:37:00 AM 4:52 4.87

Trayek Surabaya – Bondowoso PP 4:20:00 AM 9:32:00 AM 5:12 5.20

Trayek Surabaya – Situbondo – Banyuwangi PP 8:10:00 AM 3:46:00 PM 7:36 7.60

3 Surabaya – Jember – Banyuwangi

Trayek Surabaya – Tanggul – Jember PP 11:13:00 AM 3:45:00 PM 4:32 4.53

Trayek Surabaya – Kencong – Jember PP 6:06:00 AM 11:35:00 AM 5:29 5.48

LAPORAN KINERJA Dishub dan LLAJ Provinsi Jawa Timur Tahun 2014 III.16

No Koridor Utama Pelayanan Angkutan

Umum AKDP Datang Tiba

Lama Perjalanan Jam:

Menit Jam 4 Surabaya – Malang – Blitar

Trayek Surabaya – Malang PP 5:56:00 AM 8:01:00 AM 2:05 2.08

Trayek Malang – Blitar PP 4:51:00 AM 7:01:00 AM 2:10 2.17

Trayek Surabaya – Malang – Blitar PP 8:00:00 AM 12:15:00 PM 4:15 4.25

5 Surabaya – Kediri Tulungagung – Trenggalek

Trayek Surabaya – Kertosono – Trenggalek PP 6:10:00 AM 10:44:00 AM 4:34 4.57

Trayek Surabaya – Pare – Trenggalek PP 8:57:00 AM 1:55:00 PM 4:58 4.97

Trayek Surabaya – Tulungagung PP 12:44:00 PM 4:19:00 PM 3:35 3.58

6 Surabaya – Madiun – Ponorogo –Pacitan

Trayek Surabaya – Ponorogo PP 6:00:00 AM 10:25:00 AM 4:25 4.42

Trayek Surabaya – Pacitan PP 1:30:00 PM 9:23:00 PM 7:53 7.88

7 Surabaya – Lamongan – Bojonegoro

Trayek Surabaya (TOW) – Bojonegoro PP 7:36:00 AM 10:04:00 AM 2:28 2.47

Trayek Sureabaya (Purabaya) – Bojonegoro PP 9:00:00 AM 12:28:00 PM 3:28 3.47

8 Surabaya – Lamongan – Tuban

Trayek Surabaya (TOW) – Tuban PP 8:15:00 AM 11:05:00 AM 2:50 2.83

Trayek Surabaya (Purabaya) – Tuban PP 12:10:00 PM 3:37:00 PM 3:27 3.45

Setelah diperoleh data antara rata-rata waktu tempuh kendaraan berdasarkan KPS, maka dengan menggunakan fungsi jarak dapat dikonversikan waktu tempuh berdasarkan KPS menjadi waktu tempuh rata-rata per 100 Km dengan formulasi sebagai berikut :

= t 100

Dengan :

t2 : Waktu Tempuh KPS atau lama perjalanan KPS per 100 km

tKPS : Waktu tempuh kendaraan AKDP berdasarkan Kartu Pengawasan (KPS)

LAPORAN KINERJA Dishub dan LLAJ Provinsi Jawa Timur Tahun 2014 III.17

dengan hasil rata-rata waktu tempuh per 100 Km berdasarkan KPS adalah sebagaimana tabel berikut :

No Koridor Utama Pelayanan Angkutan Umum AKDP Lama Perjalanan Jarak (Km) Kecepatan Kecepatan Jam :

/Menit Jam Per 100 Km 1 Surabaya – Madura

Trayek Surabaya – Sumenep PP 5:15 5.25 185 35.24 km/jam 2.84 jam/100Km

Trayek Surabaya – Kalianget PP 5:40 5.67 205 36.18 km/jam 2.76 jam/100Km

Trayek Surabaya – Pamekasan PP 4:05 4.08 131 32.08 km/jam 3.12 jam/100Km

2 Surabaya – Situbondo – Banyuwangi

Trayek Surabaya – Situbondo PP 4:52 4.87 202 41.51 km/jam 2.41 jam/100Km

Trayek Surabaya – Bondowoso PP 5:12 5.20 198 38.08 km/jam 2.63 jam/100Km

Trayek Surabaya Situbondo

Banyuwangi PP 7:36 7.60

290

38.16 km/jam 2.62 jam/100Km

3 Surabaya – Jember – Banyuwangi

Trayek Surabaya – Tanggul – Jember PP 4:32 4.53 188 41.47 km/jam 2.41 jam/100Km

Trayek Surabaya – Kencong – Jember PP 5:29 5.48 211 38.48 km/jam 2.60 jam/100Km

Trayek Surabaya – Jember – Banyuwangi

PP 8:57 8.95

309

34.53 km/jam 2.90 jam/100Km

4 Surabaya – Malang – Blitar

Trayek Surabaya – Malang PP 2:05 2.08 85 40.80 km/jam 2.45 jam/100Km

Trayek Malang – Blitar PP 2:10 2.17 90 41.54 km/jam 2.41 jam/100Km

Trayek Surabaya – Malang – Blitar PP 4:15 4.25 175 41.18 km/jam 2.43 jam/100Km

5 Surabaya – Kediri Tulungagung –

Trenggalek

Trayek Surabaya Kertosono

Trenggalek PP 4:34 4.57

196

42.92 km/jam 2.33 jam/100Km

Trayek Surabaya – Pare – Trenggalek PP 4:58 4.97 183 36.85 km/jam 2.71 jam/100Km

Trayek Surabaya – Tulungagung PP 3:35 3.58 150 41.86 km/jam 2.39 jam/100Km

6 Surabaya – Madiun – Ponorogo –

Pacitan

Trayek Surabaya – Ponorogo PP 4:25 4.42 192 43.47 km/jam 2.30 jam/100Km

Trayek Surabaya – Pacitan PP 7:53 7.88 271 34.38 km/jam 2.91 jam/100Km

7 Surabaya – Lamongan – Tuban -

Bojonegoro

Trayek Surabaya (TOW) – Bojonegoro PP 2:28 2.47 114 46.22 km/jam 2.16 jam/100Km

Trayek Sureabaya (Purabaya)

Bojonegoro PP 3:28 3.47

134

38.65 km/jam 2.59 jam/100Km

Trayek Surabaya (TOW) – Tuban PP 2:50 2.83 107 37.76 km/jam 2.65 jam/100Km

Trayek Surabaya (Purabaya) – Tuban PP 3:27 3.45 127 36.81 km/jam 2.72 jam/100Km

Kecepatan Rata-rata / 100

Km 2.66 jam/100Km

Setelah diperoleh data antara rata-rata waktu tempuh per 100 Km angkutan AKDP di Jawa Timur, maka selanjutnya dapat dilakukan perbandingan dengan rata-rata waktu tempuh riil per 100 Km dengan menggunakan formulasi sebagai berikut :

LAPORAN KINERJA Dishub dan LLAJ Provinsi Jawa Timur Tahun 2014 III.18

( ) = t 100 %

Dengan :

f(x) : prosentase kesesuaian antara waktu tempuh per 100 Km di KPS dengan

waktu tempuh riil per 100 Km

t1 : rata-rata waktu tempuh riil atau lama perjalanan riil per 100 km

t2 : rata-rata waktu tempuh KPS atau lama perjalanan KPS per 100 km

Rata-rata waktu tempuh berdasar KPS per 100 Km

Rata-rata waktu tempuh riil per 100 Km

% kesesuaian

2,66 jam 2,81 jam 95 %

Indikator Kinerja Utama Prosentase kesesuaian waktu tempuh rata-rata per 100 km angkutan AKDP pada kartu pengawasan (KPS) terhadap kondisi lapangan terealisasi sebesar 95%, melebihi dari target yang ditetapkan yaitu sebesar 85%, nilai 85% di artikan sebagai batas normal dengan toleransi sebesar 15%.

Capaian Indikator Kinerja Utama Prosentase kesesuaian waktu tempuh rata-rata per 100 km angkutan AKDP pada kartu pengawasan (KPS) terhadap kondisi lapangan adalah sebesar 112% tercapai.

IKU I.4 Target Realisasi Capaian

Prosentase kesesuaian waktu tempuh rata-rata per 100 km angkutan AKDP pada kartu pengawasan (KPS) terhadap kondisi lapangan

85% 95% 112 %

Realisasi kesesuaian antara nilai dalam KPS terhadap nilai Riil sebesar 95% menunjukkan bahwa nilai dalam KPS masih dalam batas toleransi 15% atau kesesuaiannya lebih tinggi dari nilai 85%. Apabila nilai kesesuaian antara KPS dan Riil lebih rendah dari batas toleransi 15%, maka menggambarkan bahwa penentuan waktu tempuh kendaraan pada Kartu Pengawasan (KPS) sudah tidak sesuai dengan kondisi di lapangan sehingga perlu dilakukan kalkulasi ulang karena kecepatan kendaraan akan terlalu tinggi sehingga membahayakan keselamatan serta apabila kendaraan akan sampai ke terminal melebihi batas jadual kedatangannya atau terlambat

LAPORAN KINERJA Dishub dan LLAJ Provinsi Jawa Timur Tahun 2014 III.19

maka bus tidak akan dapat memasuki terminal karena slot waktu kedatangan telah terlewati dan menggambarkan lamanya pelayanan terhadap penumpang.

3.2.2. Sasaran II adalah Meningkatnya Ketertiban Lalu Lintas Di Jawa Timur

Untuk mengukur sasaran “Meningkatnya Ketertiban Lalu Lintas Di Jawa Timur” terdapat 2 (dua) Indikator Kinerja Utama yaitu:

(1) Prosentase Kab/Kota Berpredikat WTN,

(2) Prosentase Kendaraan Tidak Melanggar Muatan Lebih

Capaian Indikator Kinerja Utama sebagai pengukur keberkasilan sasaran II disajikan dalam Tabel 3.3. sebagai berikut :

Tabel 3.3. Capaian Indikator Kinerja Utama Sasaran II

No. Sasaran Indikator Kinerja Utama Target Realisasi Capaian (%) (%) (%)

2 Meningkatnya Ketertiban

Lalu Lintas Di Jawa Timur

1 Prosentase Kab/Kota Berpredikat WTN

55 63 115

2 Prosentase Kendaraan Tidak Melanggar Muatan Lebih

55 59 107,27

Penjabaran lebih rinci mengenai Indikator Kinerja Utama dijelaskan sebagaimana uraian berikut :

IKU : II.1 Prosentase Kab/Kota Berpredikat WTN

Indikator Kinerja Utama Prosentase Kab/Kota berpredikat WTN (Wahana Tata Nugraha) didukung oleh Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan dan 2 kegiatan, yaitu Pendidikan Kemasyarakatan Produktif melalui Pembinaan/Lomba Tertib Lalu Lintas Angkutan Kota (1) dan Pembangunan dan Pengembangan Prasarana dan Fasilitas LLAJ (2)

Indikator Kinerja Utama Prosentase Kab/Kota berpredikat WTN (Wahana Tata Nugraha), merupakan indicator yang digunakan dalam mengevaluasi dan mengukur kinerja system transportasi di wilayah kabupaten/kota.

LAPORAN KINERJA Dishub dan LLAJ Provinsi Jawa Timur Tahun 2014 III.20

Peningkatan kinerja sistem transportasi di wilayah Kabupaten/Kota merupakan salah satu tupoksi Bidang Lalu Lintas Angkutan Jalan pada Dinas Perhubungan dan LLAJ Provinsi Jawa Timur dalam bidang pengembangan keterpaduan manajemen dan rekayasa lalu lintas serta pelayanan kelaikan dan keselamatan sarana angkutan jalan.

Dalam perhitungan prosentase Kab/Kota berpredikat WTN dilakukan dengan membandingkan jumlah kabupaten/kota yang menerima penghargaan WTN terhadap jumlah seluruh kab/kota di Jawa Timur.

Dalam dokumen LAPORAN KINERJA INSTANSI PEMERINTAH (Halaman 62-73)

Dokumen terkait