• Tidak ada hasil yang ditemukan

11 Pengelolaan anggaran yang optimal 120%

11a-CP Persentase Kualitas Pelaksanaan Anggaran 12% 95% 27.69% 120%

11b-N Opini atas laporan keuangan WTP - -

Nilai Kinerja Organisasi (NKO) 111.2%

3.2. Evaluasi dan Analisis IKU LPDP Pada Triwulan I Tahun 2016

Pelaksanaan evaluasi dan analisis kinerja dilakukan melalui pengukuran kinerja yang bertujuan untuk menilai keberhasilan dan/atau kegagalan dari pelaksanaan program kegiatan sesuai dengan Peta Strategi LPDP Triwulan I Tahun 2016. Pengukuran kinerja tersebut merupakan hasil dari suatu penilaian yang didasarkan pada IKU. Untuk penjelasan capaian IKU selama Triwulan I Tahun 2016 secara keseluruhan adalah sebagai berikut:

3.2.1 Kredibilitas LPDP yang Tinggi

a) Tingkat Pertumbuhan Dana Pengembangan Pendidikan Nasional

Isu utama serta implikasi pada poin IKU ini adalah pengelolaan DPPN yang optimal. Hal tersebut merupakan salah satu core bisnis LPDP dimana pendapatan dana yang didapat dari pengelolaan DPPN (15,6 T) dapat menjadi sumber dana layanan LPDP. Dari total pendapatan sebesar Rp 413,367,518,061.18 dengan total DPPN yang ada pada LPDP, pada Triwulan I Tahun 2016 LPDP.

b)Persentase Alumni yang Memenuhi Kualifikasi Talent

Salah satu indikator dari meningkatnya kredibilitas LPDP adalah dengan melihat persentase alumni yang memenuhi kualifikasi talent. Pengelolaan alumni yang tepat yang sesuai dengan kualifikasi merupakan hal yang penting agar tujuan utama LPDP sebagai "National Talent Pool" dapat terwujud sehingga dapat menjadi penggerak utama pembangunan Indonesia ke depannya. Persentase Alumni yang memenuhi kualifikasi talent

diukur berdasarkan kesesuaian total alumni penerima beasiswa dengan kualifikasi yang telah ditetapkan. Talent Assessment Batch 2 diikuti oleh 47 (Empat puluh tujuh) peserta dan dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan April 2016 dengan rincian kegiatan sebagai berikut:

a. Refreshment Training Program (Bagian 1) : 04 s.d. 07 Maret 2016

b. Refreshment Training Program (Bagian 2) dan Assesor Training : 19 s.d. 22 Maret 2016

c. AssessmentDay dan Pleno Meeting : 01 s.d. 04 April 2016

Dari hasil Talent Assessment tersebut diperoleh 17 (Tujuh belas) BEST TALENT dari 65 Alumni (15% dari total 434 Alumni). Berdasarkan data tersebut diperoleh persentase alumni yang memenuhi kualifikasi talent sebesar 26.11%. Persentase tersebut menunjukkan bahwa persentase realisasi IKU persentase alumni yang memenuhi kualifikasi talent pada Triwulan I Tahun 2016 (4%) melebihi target yang ditentukan (3.5%). Formula untuk mendapatkan alumni yang memenuhi kualifikasi talent adalah sebagai berikut:

c) Tingkat Kesesuaian Luaran Riset yang Memenuhi Standar Komersialisasi dan/atau Implementasi

Riset yang memenuhi standar komersialisasi dan/atau implementasi adalah riset yang dinyatakan lolos evaluasi tahun pertama dan dilanjutkan pendanaannya pada tahun kedua atau riset yang pendanaannya hanya satu tahun dan selesai pada tahun 2016 yang luarannya berupa produk yang sesuai dengan standar industri atau berupa model/kebijakan yang telah disetujui oleh penentu kebijakan (baik berupa surat edaran, maupun peraturan). Untuk Triwulan I Tahun 2016, target ditetapkan berdasarkan 18 Riset yang memenuhi standar komersialisasi pada tahun lalu dan 9 (Sembilan) Riset yang akan selesai tahun ini, sehingga total riset pada Triwulan I Tahun 2016 sebanyak 27 (Dua puluh tujuh) Riset. Sebanyak 4 (Empat) riset telah ditandatangani perjanjian pemberian bantuan dana riset tahun kedua, untuk riset yang telah sesuai dengan standar komersialisasi. Target pada Triwulan I Tahun 2016 sebesar 20% dari 27 (Dua puluh tujuh) riset, dengan kata lain

sebanyak 6 (Enam) Riset. Formula perhitungan tingkat kesesuaian luaran riset yang memenuhi standar komersialisasi dan/atau implementasi adalah sebagai berikut:

3.2.2 Kepuasan Pengguna Layanan yang Tinggi a) Indeks Kepuasan Pengguna Layanan

Indeks Kepuasan Pengguna (IKP) Layanan merupakan nilai kepuasan pelanggan atas layanan LPDP. Data capaian untuk LPDP diperoleh dari survei independen yang dikoordinasikan oleh Biro Organta Setjen. Ruang lingkup dari survei ini adalah pelanggan atas layanan beasiswa dan riset. Pengukuran IKP Layanan akan diukur berdasarkan dengan pengukuran kepuasan layanan yang telah disusun oleh Kementerian Keuangan. Kepuasan layanan publik diukur berdasarkan hasil survei kepuasan pelanggan oleh lembaga independen berdasarkan pemenuhan atas asas penyelenggaraan pelayanan publik yang sesuai dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik. Untuk mengetahui hal tersebut maka LPDP melakukan sosialisasi kepada seluruh pengguna layanan, LPDP mengenai survey kepuasan pelanggan yang rutin diadakan oleh LPDP. Indeks Kinerja Unit ini belum dapat diukur dikarenakan proses kinerja tersebut masih berjalan.

3.2.3 Perencanaan yang Andal

a) Tingkat Deviasi Rencana Penyaluran Dana Beasiswa dan Riset

Perencanaan yang andal sangat ditentukan dari kemampuan lembaga dalam menyusun rencana dan melakukan proyeksi program yang akan dilakukan dalam 1 (Satu) tahun berjalan. Dalam hal ini, penyusunan rencana yang baik sangat didukung oleh layanan LPDP dan direktorat lain untuk mendukung hal tersebut. Terdapat dua bidang yang menjadi fokus LPDP dalam menyusun sebuah perencanaan, antara lain:

Tingkat Deviasi Rencana Penyaluran Beasiswa merupakan selisih antara rencana dan realisasi penyaluran dana beasiswa.

2. Layanan Riset

Tingkat Deviasi Rencana Penyaluran Riset merupakan selisih antara rencana dan realisasi penyaluran dana riset.

Indeks Kinerja Unit ini belum dapat diukur dikarenakan proses kinerja tersebut masih berjalan.

3.2.4 Monitoring dan Evaluasi yang Efektif a) Tingkat Optimalisasi Aset Sesuai Kebijakan ALM

Isu utama serta implikasi pada poin IKU ini adalah mengukur terselenggaranya rapat koordinasi ALM per bulan dengan melaporkan perkembangan atas:

1. Posisi kas saat ini

2. Proyeksi kebutuhan rupiah dan mata uang asing bulan depan. 3. Proyeksi kebutuhan dana 3 bulan ke depan

Target dalam memenuhi IKU ini pada Triwulan I Tahun 2016 antara lain: Pelaksanaan

kick off meeting, penentuan mekanisme, serta formula yang perlu dilaporkan setiap bulannya dari setiap direktorat. Target selanjutnya yang akan dilakukan pada Triwulan II sampai Triwulan IV Tahun 2016 yaitu: Hasil evaluasi posisi kas saat ini disesuaikan dengan proyeksi kebutuhan dana sehingga penggunaan dan dapat dioptimalkan. Lembaga Pengelola Dana Pendidikan telah melakukan beberapa aksi dalam memenuhi target IKU pada Triwulan I Tahun 2016, yaitu:

1. Pelaksanaan kick off meeting atas Asset Liability Management (ALM).

2. Memformulasikan data yang perlu dilaporkan setiap bulannya dari setiap direktorat. Dari hasil rapat disimpulkan bahwa dibutuhkan input dari setiap direktorat mengenai aset yang dikelola, sehingga tergambar kebutuhan dana LPDP. Berdasarkan aksi-aksi yang telah dilakukan maka persentase capaian IKU ini sebesar 100%.

3.2.5 Penyaluran Dana yang Efektif a) Tingkat Akurasi Penyaluran Dana

Tingkat Akurasi Realisasi Penyaluran Dana Beasiswa dan Riset adalah tingkat akurasi kenyataan dengan dibandingkan dengan standar layanan.

• SLA Penyaluran beasiswa : 4 hari kerja Minimize = (1+(1-{4/4})) x 100% = 100%

• SLA Penyaluran riset: 1 hari 3 jam kerja = 11 jam kerja Minimize = (1+(1-{11,2/11})) x 100% = 99%

Maximize = (100% + 99%)/2 = 99,5% Keterangan:

Rata-rata penyaluran dana beasiswa: 4 hari kerja Rata-rata penyaluran dana riset: 11,2 jam kerja

Aksi yang telah dilakukan dalam Triwulan I Tahun 2016 antara lain:

1. Beasiswa: telah dilakukan 1171 transaksi penyaluran Dana terhadap awardee 2. Riset: telah dilakukan pendanaan riset terhadap 20 proposal riset

3.2.6 Pengelolaan Pasca Layanan yang Excellent

a) Tingkat Penyelesaian Knowledge Management Hasil Layanan LPDP

Fokus IKU ini adalah dengan melaksanakan kajian Knowledge Management di Lingkungan LPDP, sehingga diharapkan pada akhir periode 2016 LPDP akan memiliki Konsep

Knowledge Management yang akan dibangun di LPDP. Untuk mencapai target tersebut, pada kuartal ini LPDP memulai dengan mendatangkan narasumber untuk memberikan paparan mengenai Knowledge Management. Adapun perhitungan capaian IKU ini adalah sebagai berikut:

1. Pemaparan oleh narasumber: 25%

2. Kajian penerapan KM berdasarkan hasil narasumber: 50% 3. Analisa hasil kajian: 75%

4. Konsep dan rekomendasi KM: 100%

LPDP telah beraudiensi dengan 2 pakar knowledge management untuk mengenal lebih dalam konsep knowledge management dan rekomendasi konsep dari pakar tersebut untuk diterapkan di LPDP. Kedua pakar tersebut bernama:

1. Ir. Moh. Haitan Rachman, MT 2. Aulia Prima Kurniawan.

3.2.7 Pengendalian Internal yang Kuat

a) Tingkat Kesesuaian Proses Bisnis Layanan dengan Standar Manajemen Mutu

Dengan telah didapatkannya ISO 9001 tentang Standar Manajemen Mutu, diharapkan seluruh layanan LPDP berjalan sesuai dengan SOP yang sudah ditetapkan. Untuk mendukung hal tersebut, maka disusunlah IKU yang menjadi tanggung jawab seluruh Direktorat untuk menyesuaikan layanan yang menjadi tanggung jawab masing-masing agar sesuai dengan SOP.

Q1: Dilakukan audit proses pembayaran LN di Direktorat Keuangan & Umum

Q2: Dilakukan audit proses pembayaran seluruh beasiswa di Direktorat Keuangan & Umum Q3: Dilakukan audit proses pembayaran beasiswa & riset

Q4: Dilakukan audit proses pembayaran selurh Direktorat

Telah dilakukan sampling proses pembayaran Luar Negeri di Direktorat Keuangan & Umum. Hal ini dilakukan karena area tersebut merupakan area yang sangat mungkin terjadi kesalahan. Dari hasil sampling didapatkan skor 1% error.

b) Tingkat Kepatuhan Pelaksanaan Layanan terhadap Kebijakan Dewan Penyantun

Hingga saat ini LPDP telah menjalankan kebijakan yang diberikan oleh Dewan Penyantun (arahan terakhir tahun 2015). Namun hingga kuartal I berakhir, belum terdapat kebijakan baru untuk dilaksanakan oleh LPDP dalam meningkatkan kualitas pelayanan. Telah dilakukan follow up untuk rapat koordinasi dengan Dewan Penyantun namun, hingga saat ini belum didapatkan jadwal yang tepat untuk membahas kebijakan yang akan diimplementasikan untuk meningkatkan kualitas layanan LPDP.

3.2.8 SDM yang Kompetitif

a) Persentase Pegawai LPDP yang memenuhi jam pelatihan

Persentase Pegawai LPDP yang Memenuhi jam Pelatihan adalah perbandingan antara Pegawai yang mengikuti pelatihan sesuai dengan kompetensi jabatan dengan target Pegawai yang mengikuti pelatihan sesuai dengan kompetensi jabatan. Formula perhitungan dalam IKU ini adalah:

Dimana:

Jam pelatihan (jamlat) minimal yang harus diikuti oleh Pegawai LPDP sebanyak 16 (Enam belas) jamlat. Total pegawai 84 (Delapan puluh empat) orang telah memenuhi jamlat, dengan rincian:

• 66 (Enam puluh enam) pegawai dengan 24 (Dua puluh empat) jamlat

• 18 (Delapan belas) pegawai dengan 40 (Empat puluh) jamlat

Dalam rangka memenuhi target IKU ini, LPDP telah melakukan beberapa aksi berupa: 1. Melakukan assessment seluruh Pegawai LPDP untuk melihat kesenjangan

kompetensi yang dimiliki Pegawai dengan persyaratan kompetensi jabatan. 2. Melakukan penyusunan matriks training untuk setiap jabatan.

3.2.9 Organisasi yang Fit to Purpose

a) Persentase Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Survei Kesehatan Organisasi

Berdasarkan hasil survei kesehatan Organisasi tahun 2015, didapatkan kesimpulan mengenai hal-hal yang menjadi tanggung jawab LPDP untuk dikembangkan dan ditindaklanjuti, antara lain:

Tahap 1. Persentase Penyelesaian Tindak Lanjut Rekomendasi MOFIN: 1. Identifikasi akar masalah : 15%

2. Persiapan kegiatan :15%

3. Pelaksanaan rekomendasi kegiatan: 40% 4. Pelaporan kegiatan : 10%

5. Hasil assesment Biro Organta : 20%

Tahap 2. Penghitungan Indeks Penyelesaian Tindak Lanjut Hasil Rekomendasi MOFIN

Untuk 4 (Empat) rekomendasi telah dilakukan identifikasi masalah dan persiapan kegiatan untuk menunjang peningkatan pada area rekomendasi, yaitu:

1. Best employee, menunggu pengesahan kriteria yang dapat menseleksi pegawai baik PNS atau Non PNS.

2. Pola mutasi, LPDP sedang menunggu pengesahan Menpan-RB mengenai Struktur Organisasi baru, sehingga belum dapat terlaksana

3. Pengajuan beasiswa internal, sudah ada draft Peraturan Dirut mengenai Beasiswa internal pegawai LPDP.

4. Sosialisasi kesehatan organisasi sudah dilakukan menginformasikan hal-hal yang dilakukan untuk menunjang poin 1-3.

b) Indeks Implementasi Good Corporate Governance

Indeks implementasi Good Corporate Governance (GCG) adalah indeks yang mengukur pola tata kelola organisasi dalam menjalankan operasional lembaga berdasarkan ketentuan peraturan dan perundang-undagan yang berlaku. Survei ini akan dikoordinasikan oleh Pihak ketiga sebagai lembaga independen yang akan mengukur kepatuhan LPDP terhadap tata kelola yang telah ditetapkan. Indeks ini menggunakan skala 0-100. Pada kuartal ini telah dilakukan:

1. Pemaparan mengenai GCG dan kriteri pengukuran implementasi GCG melalui narasumber dari Univ. Gajah Mada.

2. Pihak Univ. Gajah Mada telah memberikan proposal pengukuran implementasi GCG ke pihak LPDP.

c) Persentase Penyusunan SOP RASCI

Guna terus meningkatkan kualitas layanan, LPDP terus berupaya untuk melakukan perbaikan di berbagai proses yang menjadi core process LPDP, salah satunya adalah melakukan perbaikan dalan proses bisnis dengan menggunakan metode RASCI. Total SOP yang telah diidentifikasi dan akan disusun pada Tahun 2016 sebanyak 100 (Seratus) buah, dengan target pada tahun 2016 sebanyak 50 (Lima puluh) buah, atau sebesar 50% dari target total SOP yang akan disusun. Hal-hal yang telah dilakukan oleh LPDP pada kuartal ini yaitu telah disusunnya seluruh SOP LPDP yang berjumlah 72 SOP dari 100 SOP yang sudah diidentifikasi untuk seluruh SOP Di LPDP dan 72 (Tujuh puluh dua) buah SOP tersebut telah disusun bedasarkan RASCI. Pada Triwulan I Tahun 2016 LPDP berhasil menyusun 72 (Tujuh puluh dua) buah atau sebesar 72% dari target sebesar 25 (Dua puluh lima) buah SOP atau

sebesar 25% dari target. Dapat disimpulkan bahwa pada Triwulan I Tahun 2016 ini LPDP telah memperoleh pencapaian sebesar 288% dalam IKU ini.

3.2.10 E-Corporate Services

a) Persentase Tingkat Penyelesaian E-Corporate Service Tahap II

LPDP telah menyusun aplikasi-aplikasi guna memudahkan beberapa proses baik internal atau layanan. Aplikasi ini masing-masing masih berdiri sendiri. IKU Tingkat Implementasi Sistem yang Terintegrasi adalah proses kajian sampai implementasi dalam mengintergrasikan sistem atau aplikasi-aplikasi yang sudah dibangun sebelumnya. Re-engineering Proses Bisnis, meliputi:

- Re-engineering proses bisnis (40%) - User requirements

Sedangkan untuk pengembangan aplikasi Clearing House & E-Beasiswa, meliputi: - Analisis Kebutuhan sistem informasi (20%)

- Perancangan SI (10%)- Pengembangan SI (10%) - Pengujian SI (10%)

- Implementasi SI (10%)

Aksi yang telah dilakukan dalam memenuhi IKU ini adalah dengan menyusun

Business Process Requirement dan System Requirement Specification untuk aplikasi: 1. Clearing house

2. E-beasiswa

Selain itu, LPDP juga melakukan koordinasi dengan pihak Pusintek untuk pengembangan

dua aplikasi tersebut, dengan fokus pengembangan semester I pada aplikasi Clearing Service

dan semester II E-beasiswa.

3.2.11 Pengelolaan Anggaran yang Optimal a) Persentase Kualitas Pelaksanaan Anggaran

Berikut merupakan tabel anggaran dan realisasi penggunaan anggaran untuk Triwulan I Tahun 2016.

No Belanja Pagu DIPA (Rp.) Realisasi (Rp) % realisasi 2016

1 Barang 1,389,857,601,000 384,892,812,860 27.69%

2 Modal 150,000,000 22,125,000 14.75%

Jumlah 1,390,007,601,000 384,914,937,860 27.69%

Untuk rincian penggunaan anggaran Triwulan I Tahun 2016 antara lain sebagai berikut.

b) Opini Atas Laporan Keuangan

Opini Laporan Keuangan adalah opini yang diberikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan RI terhadap Laporan LPDP, yang selanjutnya dikonversikan dalam indeks 1 s.d. 4, dimana:

1. Tidak Wajar;

2. Tidak Memberikan Pendapat; 3. Wajar Dengan Pengecualian;

4. Wajar Tanpa Pengecualian atau Wajar Tanpa Pengecualian-Dengan Paragraf Penjelas atau Wajar Tanpa Pengecualian-Modifikasi Kata-kata.

Untuk mencapai target IKU ini pada Triwulan I Tahun 2016 ini, LPDP telah melakukan bebrapa aksi, diantaranya:

1. Optimalisasi SPI sebagai warning system LPDP. 2. Audit berkala oleh pihak Itjen dan BPK.

Pengumuman pemenang untuk pihak ketiga yang akan melakukan audit di LPDP.

No Output Pagu DIPA (Rp.) Realisasi (Rp) % Target Output

(Frekuensi) Realisasi Output (Frekuensi) % 1 Layanan Dukungan Manajemen 8,217,099,000 397,357,643 4.84% 200 51 21,22% 2 Layanan Penyaluran Dana 1,360,109,900,000 379,494,492,746 27.90% 6936 2794 30,49% 3 Layanan Pengembangan Dana 4,238,724,000 784,673,154 18.51% 71 28 39,44% 4 Layanan Perkantoran 17,291,878,000 4,216,289,317 24.38% 14 4 28,57% 5 Belanja Modal 150,000,000 22,125,000 14.75% 12 2 16,67% TOTAL 1,390,007,601,000 384,914,937,860 27.69% 7233 2879 39,80%

Dokumen terkait