• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV: PEMANTAUAN, EVALUASI, PENGENDALIAN, DAN PELAPORAN

B. EVALUASI DAN PENGENDALIAN PROGRAM

Evaluasi Kinerja dan pengendalian Program adalah proses untuk melakukan pengukuran, penilaian, dan analisis atas Kinerja tahun anggaran berjalan dan tahun anggaran sebelumnya untuk menyusun rekomendasi dalam rangka peningkatan Kinerja Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan.

Evaluasi kinerja bertujuan untuk melaksanakan fungsi akuntabilitas dan fungsi peningkatan kualitas yakni untuk membuktikan dan mempertanggungjawabkan serta mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan kendala atas pelaksanaan target kinerja yang diperjanjikan sebagai bahan masukan penyusunan kebijakan.

Beberapa tahapan yang dilakukan dalam melaksanakan evaluasi kinerja antara lain:

a. Persiapan

1) Dilakukan pembentukan tim yang bertugas melakukan pengumpulan data, penyusunan laporan terkait pencapaian kinerja program kefarmasian dan alat kesehatan, menyusun Laporan

Rencana Aksi Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian Tahun 2020 - 2024

Kinerja serta menganalisa kebijakan terkait kefarmasian dan alat kesehatan. Tim terdiri dari Pejabat eselon 1 dan 2 dilingkungan Ditjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan sebagai penasehat dan penanggung jawab, koordinator PI, sub koordinator PI, dan kasubag TU Direktorat.

2) Menginventarisasi dan mengidentifikasikan indikator dan target kinerja

3) Menyusun desain pengumpulan data.

b. Pengumpulan Data

Merupakan proses untuk menghimpun data yang diperlukan dalam evaluasi kinerja yang meliputi:

1) Target ISP dan ISK 2) Capaian ISP dan ISK

3) Target indikator output program (IOP) 4) Target volume RO

5) Realisasi indikator output program 6) Realisasi volume RO

7) Alokasi anggraan 8) Realisasi anggaran

9) Kendala dan rekomendasi tindaklanjut dalam pencapaian kinerja 10) Pelaksanaan rekomendasi dan tindaklanjut pencapaian kinerja

periode evaluasi sebelumnya.

c. Evaluasi dan Analisis Kinerja

Tahapan evaluasi dan analisis kinerja dilakukan atas hasil pengumpulan data, hasil pengukuran dan hasil penilaian kinerja, dengan tahapan meliputi:

1) Membandingkan antara realisasi ISP dengan target ISP 2) Membandingkan antara realisasi ISK dengan target ISK 3) Membandingkan antara realisasi IOP dengan target IOP

4) Membandingkan antara realisasi volume RO dengan target volume RO

5) Mengevaluasi dan menganalisis hubungan sebab akibat realisasi anggaran terhadap pencapaian kinerja

Rencana Aksi Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian Tahun 2020 - 2024

6) Menganalisis faktor pendukung dan kendala dalam pelaksanaan kegiatan, pencapaian target ISP, ISK, RO dan output program

7) Mengevaluasi dan menganalisis hasil pelaksanaan rekomendasi dan tindak lanjut di periode pengukuran sebelumnya.

d. Penyusunan Rekomendasi

1) Tahapan penyusunan rekomendasi disusun berdasarkan hasil analisis atas pengumpulan data, hasil pengukuran dan hasil penilaian kinerja

2) Rekomendasi yang diberikan dalam rangka evaluasi kinerja ditujukan untuk:

• Meningkatkan kualitas perencanaan

• Mengantisipasi kendala dan faktor pendukung yang dapat mempengaruhi ketercapaian target kinerja

• Sebagai bahan masukan untuk kebijakan tahun anggaran berjala e. Pelaporan

1) Ringkasan dokumentasi/hasil atas keseluruhan tahapan evaluasi kinerja dituangkan kedalam instrument seperti pada lampiran

2) Hasil pemantauan dan evaluasi kinerja dilaporkan secara berkala kepada pimpinan, Biro Perencanaan dan Anggaran serta diinput kedalam aplikasi pemantauan yakni e-monev Bappenas. E-Monev SMART DJA dan aplikasi e-performance secara tepat waktu

f. Penyampaian Umpan balik

1) Terhadap hasil pencapaian kinerja dilakukan penyampaian umpan balik kepada satker di lingkungan Ditjen Kefarmasian dan Alkes 2) Umpan balik berupa surat penyampaian apresiasi bagi pelaksanaan

kegiatan yang memenuhi target kinerja dan surat teguran bagi pelaksanaan kegiatan yang tidak dapat memenuhi target kinerja setiap tahunnya.

Rencana Aksi Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian Tahun 2020 - 2024

LAMPIRAN

LAMPIRAN 1: Kerangka Logis Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian tahun 2020 – 2021 TUJUAN KEMENKES SASARAN PROGRAM & INDIKATOR

SASARAN PROGRAM DITJEN FARMALKES

SASARAN KEGIATAN & INDIKATOR SASARAN KEGIATAN DIREKTORAT PRODUKSI DAN

DISTRIBUSI KEFARMASIAN Terwujudnya

Kemandirian Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan

Meningkatnya akses, kemandirian, dan

mutu sediaan farmasi dan alat Kesehatan Meningkatnya kemampuan industri sediaan farmasi dalam produksi dan distribusi.

Indikator Indikator

Presentase Jenis Bahan Baku Sediaan Farmasi yang Dapat Diproduksi Dalam Negeri

Presentase Kemampuan industry farmasi dalam memenuhi rencana kebutuhan obat

LAMPIRAN 2: Matriks Target Kinerja dan Pendanaan Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian 2020 – 2021 Kegiatan Sasaran

Program/Sasaran Kegiatan

Indikator Sasaran Program/ Indikator Sasaran Program

Target Alokasi (dalam juta)

2020 2021 2020 2021

Peningkatan Produksi dan

Distribusi Kefarmasian

Meningkatnya akses, kemandirian, dan mutu sediaan farmasi dan alat Kesehatan

Presentase Jenis Bahan Baku Sediaan Farmasi yang Dapat Diproduksi Dalam Negeri

30% 46,67% 3.126 5.555

Meningkatnya

kemampuan industri sediaan farmasi dalam produksi dan distribusi.

Presentase

Kemampuan industry farmasi dalam

memenuhi rencana kebutuhan obat

69% 70,99% 40.440 49.387

Rencana Aksi Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian Tahun 2020 - 2024

LAMPIRAN 3: Kerangka Logis Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian tahun 2022 - 2024

Peta Jalan Pengembangan vaksin halal

Fasilitasi Pembinaan Negara OQ Dalam Rangka Produksi Vaksin

Laboratorium yang memproduksi vaksin dan produk biologi dalam negeri

Pembinaan Industri dalam rangka produksi pangan dalam negeri

Industri farmasi yang menerapkan teknologi produksi produk biologi hasil transfer teknologi (RF) industri vaksin yang menerapkan teknologi produksi vaksin covid-19 hasil transfer knowledge Pembinaan Industri vaksin dalam rangka peningkatan penggunaan produk biologi dalam negeri

Implementasi Pemenuhan Obat Produksi dalam Negeri di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Pembinaan Industri Farmasi

dalam pemenuhan ketersediaan 40 obat esensial dalam JKN (RF) Pembinaan Industri vaksin dalam rangka peningkatan penggunaan produk biologi dalam negeri Kebijakan untuk mendukung ketersediaan bahan baku dan obat produksi dalam neger

Sertifikasi di bidang Produksi dan Distribusi Kefarmasian

Sistem informasi di bidang produksi dan distribusi kefarmasian Pelaku usaha obat tradisional

yang difasilitasi dan dibina Penggunaan OHT dan Fitofarmaka pada fasilitas pelayanan kesehatan Fasilitasi P4TO dan pengembangan fitofarmaka dalam negeri

Regulasi penggunaan fitofarmaka

Industri sediaan farmasi yang difasilitasi dan dibina Industri yang dibina dalam rangka hilirisasi sediaan farmasi

Industri Farmasi yang memproduksi Obat dengan TKDN diatas 50% (RF)

Penyusunan Rekomendasi Harga dan Pemantauan Pasar obat

Lembaga pengembangan bahan baku obat, obat, dan fitofarmaka

dalamnegeri

Vaksin program yang mendapat PQ WHO Meningkatnya penggunaan bahan baku obat produksi dalam negeri pada produk obat dan fitofarmaka

Meningkatnya penggunaan bahan baku vaksin produksi dalam negeri pada vaksin

program

Meningkatnya vaksin program produksi dalam

negeri yang mendapat pengakuan dunia

internasional

Jumlah vaksin program yang mendapat PQ WHO

OUTPUT

Evaluasi dalam rangka penetapan harga obat

Kebijakan dalam rangka peningkatan produksi dan distribusi kefarmasian

Pembinaan tenaga kesehatan di bidang farmakoekonomi Implementasi perencanaan kebutuhan obat di rumah sakit

Regulasi Farmakoekonomi

Penyusunan rekomendasi di bidang farmakoekonomi SASARAN KEGIATAN

INDIKATOR SASARAN KEGIATAN Jumlah 10 item obat terbesar di

Fornas yang melebihi TKDN di atas 50%

Jumlah 10 fitofarmaka terbesar di Formularium Fitofarmaka yang memiliki

TKDN di atas 50%

Persentase kepatuhan sarana produksi kefarmasian dalam memproduksi obat JKN sesuai

RKO

Persentase fasilitas pelayanan kesehatan yang menggunakan obat dengan

TKDN di atas 50%

Jumlah vaksin program dengan TKDN di atas 70%

SASARAN PROGRAM

Meningkatnya produksi dan penggunaan bahan baku obat, alat kesehatan, alat diagnostik, vaksin dalam negeri

INDIKATOR SASARAN PROGRAM

Jumlah 10 terbesar obat yang menggunakan bahan baku obat yang diproduksi dalam negeri Jumlah vaksin yang memiliki TKDN > 70%

Jumlah vaksin produksi dalam negeri yang mendapat PQ WHO Jumlah bahan baku obat dan obat 10 terbesar yang diproduksi dalam negeri Jumlah vaksin 10 terbesar yang diproduksi di dalam negeri

TUJUAN KEMENKES

Terciptanya sistem ketahanan kesehatan yang tangguh

SASARAN STRATEGIS

Menguatnya produksi alat kesehatan, bahan baku obat, obat, obat tradisional dan vaksin dalam negeri

INDIKATOR SASARAN STRATEGIS

LAMPIRAN 4: Matriks Cascading Indikator Direktorat Produksi dan Distribus Farmasi 2020 – 2024

RINCIAN OUTPUT KOMPONEN PENANGGUNG

JAWAB

Jumlah 10 item obat terbesar di FORNAS yang melebihi TKDN di atas 50% harga dan pemantauan pasar obat bahan baku obat, dan fitofarmaka dalam negeri

Jumlah lembaga pengembangan bahan baku obat, dan fitofarmaka dalam negeri

Fasilitasi pengembangan obat menggunakan bahan baku produksi dalam negeri

Direktorat

daftar harga obat 1. Melaksanakan analisis ketersediaan obat program

2. Melaksanakan

penyusunan daftar harga obat

Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian

Industri farmasi yang dibina dalam rangka hilirisasi sediaan farmasi

Jumlah industri yang dibina dalam rangka hilirisasi sediaan farmasi

Fasilitasi hilirisasi dan produksi dengan

menggunakan bahan baku obat dalam negeri

Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian

INDIKATOR

RINCIAN OUTPUT KOMPONEN PENANGGUNG

JAWAB

Industri farmasi yang memproduksi Obat dengan TKDN di atas 50% kebijakan TKDN produk farmasi baku obat produksi dalam negeri

Jumlah kebijakan untuk mendukung ketersediaan bahan baku obat produksi dalam negeri

Menyusun kebijakan penjaminan dan prioritas penggunaan bahan baku produksi dalam negeri

Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian

Industri farmasi yang

difasilitasi dan dibina Jumlah industri sediaan farmasi yang difasilitasi dan dibina

Pemutakhiran data, analisa kemampuan industri, dan perencanaan kebutuhan bahan baku obat produksi dalam

negeri analisa ketersediaan

Direktorat memiliki TKDN di atas 50%

*(III.N.2)

Pelaku usaha obat tradisional yang

1. Penggunaan obat tradisional dan kosmetik yang aman, bermutu, dan bermanfaat untuk menjaga kesehatan dan kebugaran keluarga

2. Peningkatan pengetahuan bagi tenaga

INDIKATOR

RINCIAN OUTPUT KOMPONEN PENANGGUNG

JAWAB

fitofarmaka bagi tenaga

kesehatan

3. Pembinaan wilayah

binaan dan sarana produksi dan distribusi kefarmasian Penggunaan OHT

dan fitofarmaka pada fasilitas pelayanan

1. Promosi fitofarmaka

2. Formularium Fitofarmaka 3. Advokasi penggunaan

fitofarmaka di fasilitas kesehatan

4. Penerbitan standar formularium fitofarmaka dan fasilitasi regulasi pemanfaatan fitofarmaka

Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian

Pelaku Usaha Obat Tradisional yang difasilitasi dan dibina

Jumlah masyarakat dan pelaku usaha obat tradisional yang difasilitasi dan dibina

1. Penggunaan obat tradisional dan kosmetik yang aman, bermutu, dan bermanfaat untuk

menjaga kesehatan dan kebugaran keluarga

fitofarmaka Jumlah regulasi penggunaan fitofarmaka

1. Penerbitan standar fornas fitofarmaka 2. Fasilitasi regulasi

pemanfaatan fitofarmaka

Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian

INDIKATOR

RINCIAN OUTPUT KOMPONEN PENANGGUNG

JAWAB

Fasilitasi P4TO dan pengembangan

1. Fasilitasi penyediaan bahan baku natural terstandar yang berkesinambungan (pembinaan

SDM/pengelola P4TO dan PED)

2. Peningkatan kemampuan pusat pengolahan pasca panen tanaman obat dalam penyediaan bahan baku natural terstandar 3. Fasilitasi/revitalisasi

peralatan pada P4TO 4. Penyusunan materi

teknis sistem marketplace fitofarmaka (Business

Sertifikasi di bidang produksi dan

distribusi kefarmasian

Jumlah institusi yang melakukan sertifikasi di bidang Produksi dan

Distribusi Kefarmasian

1. Layanan sertifikasi di bidang produksi dan distribusi kefarmasian 2. Updating sistem

perizinan di bidang produksi dan distribusi kefarmasian

Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian

INDIKATOR

RINCIAN OUTPUT KOMPONEN PENANGGUNG

JAWAB

obat JKN sesuai RKO *(III.N.2)

Review pelaksanaan regulasi jaminan pasar penggunaan bahan baku produksi dalam negeri bahan baku obat, dan fitofarmaka dalam negeri

Jumlah sarana pengembangan bahan baku obat, dan fitofarmaka dalam negeri

Pengadaan dan analisis data

pasar obat IMMS dan ITMA Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian

Pelaku usaha obat tradisional yang

Pembinaan pelaku usaha produksi dan distribusi kefarmasian sediaan farmasi yang di fasilitasi dan

dibina

Jumlah sarana distribusi sediaan farmasi yang di fasilitasi dan dibina

Pembinaan dan monitoring sarana distribusi

ketersediaan 40 obat esensial dalam JKN

Jumlah industri farmasi yang dibina dalam pemenuhan ketersediaan 40

Analisis kapasitas produksi industri farmasi terhadap pemenuhan rencana kebutuhan obat rutin dan kondisi bencana

Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian

INDIKATOR

RINCIAN OUTPUT KOMPONEN PENANGGUNG

JAWAB

obat esensial dalam

JKN (pemenuhan produk dalam

negeri)

Sarana

pengembangan bahan baku obat, dan fitofarmaka dalam negeri

Jumlah sarana yang dibina dalam pengembangan bahan baku obat, dan fitofarmaka dalam negeri

Analisis data pasar obat Direktorat Produksi dan tenaga kesehatan di bidang farmakoekonomi

farmakoekonomi 1. Pelaksanaan kajian farmakoekonomi

2. Analisis farmakoekonomi sediaan farmasi terhadap usulan obat

Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian

INDIKATOR

RINCIAN OUTPUT KOMPONEN PENANGGUNG

JAWAB

fornas melalui sistem E-Fornas

Implementasi pemenuhan obat produksi dalam negeri di fasilitas pelayanan kesehatan

Jumlah

implementasi perencanaan kebutuhan obat di rumah sakit

1. Sosialisasi obat produksi dalam negeri yang mempunyai TKDN di atas 50% di Fasilitas Pelayanan Kesehatan

2. Evaluasi pemenuhan obat produksi dalam negeri di fasilitas pelayanan

kesehatan

3. Evaluasi belanja obat produksi dalam negeri di Fasilitas Pelayanan

Vaksin program yang

mendapat PQ WHO Jumlah vaksin program yang mendapat PQ WHO

Peningkatan jumlah vaksin program yang mendapat PQ WHO

Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian

INDIKATOR

RINCIAN OUTPUT KOMPONEN PENANGGUNG

JAWAB vaksin dalam rangka peningkatan

penggunaan produk biologi dalam negeri

Jumlah industri vaksin yang dibina dalam rangka peningkatan

penggunaan produk biologi dalam negeri

Fasilitasi teknis penyesuaian proses

produksi industri farmasi dalam rangka meningkatkan penggunaan bahan baku vaksin dan produk biologi dalam negeri negara OKI dalam rangka produksi vaksin

Jumlah lembaga workshop OIC Center of Excellence

Workshop OIC Centre of

Excellence Direktorat

Produksi dan (14 antigen) dan Vaksin COVID-19 (14 antigen) dan Vaksin COVID-19 produksi dalam Negeri

yang dibina

Fasilitasi pengembangan dan hilirisasi vaksin

program imunisasi rutin (14 antigen) produksi dalam negeri (Peningkatan kerja sama antar negara OKI (Organisasi Kerja sama Islam)

Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian

industri vaksin yang menerapkan

teknologi produksi vaksin covid-19 hasil transfer knowledge transfer teknologi vaksin pada fasilitas produksi

Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian

INDIKATOR

RINCIAN OUTPUT KOMPONEN PENANGGUNG

JAWAB

hasil transfer knowledge Laboratorium yang

memproduksi vaksin dan produk biologi dalam negeri

Jumlah

laboratorium yang memproduksi vaksin dan produk biologi dalam negeri

Pengembangan jejaring laboratorium dalam peningkatan produksi vaksin dan produk biologi

Direktorat yang dibina dalam rangka produksi pangan dalam negeri

- Pembinaan IRTP dalam pengembangan produk dan perluasan pasar - Fasilitasi teknis dalam

rangka penjaminan ketersediaan PKMK dan pemenuhan standar

Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian

LAMPIRAN 5: Matriks Target Kinerja dan Pendanaan Direktorat Produksi dan Distribusi Kefarmasian 2022 – 2024 Kegiatan Sasaran Kegiatan Indikator Sasaran

Kegiatan Target Alokasi (dalam juta

rupiah)

2022 2023 2024 2022 2023 2024 Peningkatan

Produksi dan Distribusi Kefarmasian

Meningkatnya

penggunaan bahan baku obat produksi dalam negeri pada produk obat dan fitofarmaka

Jumlah 10 item obat terbesar di FORNAS yang melebihi TKDN diatas 50%

10 14 20 2.979 9.123 9.615

Jumlah 10 fitofarmaka terbesar di Formularium Fitofarmaka yang memiliki TKDN diatas 50%

6 9 10 14.790 21.408 22.563

Persentase kepatuhan sarana produksi kefarmasian dalam memproduksi obat JKN sesuai RKO

70 75 90 8.473 6.244 6.581

Persentase fasilitas pelayanan kesehatan yang menggunakan obat dengan TKDN diatas 50%

50 80 100 5.309 6.192 6.526

Meningkatnya

penggunaan bahan baku vaksin produksi dalam negeri pada vaksin program

Jumlah vaksin program

dengan TKDN di atas 70% 11 14 18 1.500 1.580

Meningkatnya vaksin program produksi dalam negeri yang mendapat pengakuan dunia internasional

Jumlah vaksin program

yang mendapat PQ WHO 15 16 18 1.500 1580

31.552 45.968 48.448

LAMPIRAN 6 Indikator Kinerja, Definisi Operasional, Cara Perhitungan RAK, dan Sumber Data Kegiatan Indikator Sasaran

Kegiatan

Definisi Operasional Cara Perhitungan Sumber Data Peningkatan

Produksi dan

Distribusi Kefarmasian

Jumlah 10 item obat terbesar di FORNAS yang melebihi TKDN diatas 50%

Jumlah kumulatif produk 10 item obat terbesar di FORNAS yang melebihi TKDN di atas 50%

Dihitung kumulatif produk dari 10 item obat terbesar di

FORNAS yang melebihi TKDN di atas 50%

Jumlah 10 fitofarmaka terbesar di

Formularium Fitofarmaka yang memiliki TKDN diatas 50%

Jumlah kumulatif produk 10 item fitofarmaka terbesar di

Formularium Fitofarmaka yang melebihi TKDN di atas 50%

Dihitung kumulatif produk dari 10 item fitofarmaka terbesar diFormularium Fitofarmaka yang melebihi TKDN di atas 50%

Persentase kepatuhan sarana produksi

kefarmasian dalam memproduksi obat JKN sesuai RKO

Persentase produksi obat JKN terpilih dari industri farmasi penyedia e-katalog sesuai RKO.

Rerata jumlah produksi obat JKN tertentu dibagi jumlah RKO obat JKN tertentu dikali 100

Persentase fasilitas pelayanan kesehatan yang menggunakan obat dengan TKDN diatas 50%

Persentase fasilitas pelayanan kesehatan RS Vertikal yang menggunakan minimal 50% item obat dengan TKDN di atas 50%

terhadap 10 item obat yang telah memiliki TKDN diatas 50%.

Jumlah RS Vertikal yang menggunakan minimal 50%

item obat dengan TKDN di atas 50% dibagi jumlah RS Vertikal dikali 100.

Jumlah vaksin

program dengan TKDN di atas 70%

Jumlah kumulatif vaksin program dengan TKDN di atas 70%

Jumlah vaksin program dengan TKDN di atas 70% setiap tahun yang dihitung secara kumulatif Jumlah vaksin

program yang mendapat PQ WHO

Jumlah kumulatif vaksin program yang mendapat PQ WHO

Jumlah vaksin program yang mendapat PQ WHO setiap tahun yang dihitung secara kumulatif

Dokumen terkait