• Tidak ada hasil yang ditemukan

Evaluasi dari Pengukuran Model (Outer Model)

Dalam dokumen Oleh Rosa Citra Wulandari NIM: (Halaman 112-125)

B. Temuan Hasil Penelitian

3. Evaluasi dari Pengukuran Model (Outer Model)

Analisis pengukuran model digunakan untuk menguji validitas konstruk dan reliabilitas instrument dari Second Order Construct (Konstruk Multidimensional) reflektif.

a. Pengujian Konstruk Multidimensional Reflektif

Gambar 4. 2 Model PLS

(Sumber : SmartPLS, 2020)

b. Uji Validitas

Uji Validitas dilakukan untuk mengetahui kemampuan instrument penelitian mengukur apa yang seharusnya diukur. Dalam Second Order Construct, uji validitas tidak harus dilakukan, tetapi uji reliabilitas untuk mendapatkan konsistensi internal konstruk higher order harus dilakukan

Abdillah & Hartono (2015) dalam Firmansyah (2019: 204) Validity Construct terdiri atas validitas konvergen dan validitas diskriminan.

c. Validitas Konvergen

Rule of thumb yang digunakan untuk validitas konvergen adalah outer loading >0,7, Communallity >0,5 dan Average Variance Extracted (AVE) >0,5 Chin, 1995 dalam (Abdillah &

Hartono, 2015) dalam Firmansyah (2019: 204).

Informasi:

OCB : Organizational Citizenship Behavior

QWL : Quality Work of Life

OCBaltu : Dimensi OCB Alturism

QWLgt : Dimensi QWL Gaji dan Tunjangan

OCBcour : Dimensi OCB Courtesy

QWLkk : Dimensi QWL Keadilan dan Kesetaraan OCBctct : Dimensi OCB

Conscientiouness

QWLkkj: Dimensi QWL Keamanan Kerja OCBcv : Dimensi OCB

Civic Virtue

QWLpkd: Dimensi QWL partisipasi karyawan dalam mengambil keputusan

OCBsport : Dimensi OCB Sportmanship

QWLpkk:Dimensi QWL Peningkatan Ketrampilan dan Kesempatan.

Kpt : Dimensi Kinerja Pencapaian Target

Kkw : Dimensi Kinerja Ketepatan Waktu Kpk : Dimensi Kinerja

Prestasi Kinerja

Gambar 4. 3 Estimasi Model

Berdasarkan hasil estimasi model PLS yang peneliti temukan, dapat dituliskan dalam bentuk tabel seperti berikut:

Tabel 4. 8

Hasil loading factor tahap akhir

Indikator Konstruk Loading

Factor Evaluasi QWLgt1

Pendapatan Gaji dan Tunjangan

0,837 VALID

QWLgt2 0,854 VALID

QWLgt3 0,873 VALID

QWLgt4 0,72 VALID

QWLgt5 0,818 VALID

QWLgt6 0,852 VALID

QWLgt7 0,884 VALID

QWLkk1

Keadilan dan Kesetaraan

0,777 VALID

QWLkk2 0,884 VALID

QWLkkj1

Keamanan Kerja

0,802 VALID

QWLkkj2 0,823 VALID

QWLpkd1 Partisipasi Karyawan dalam Mengambil Keputusan

0,796 VALID

QWLpkd2 0,802 VALID

QWLpkk1

Partisipasi Karyawan

0,823 VALID

QWLpkk2 0,796 VALID

Indikator Konstruk Loading

Indikator Konstruk Loading

Factor Evaluasi Kpk1

Prestasi Kinerja

0,880 VALID

Kpk2 0,908 VALID

Kpk3 0,859 VALID

Kpk4 0,845 VALID

Kpt1

Pencapaian Target

0,823 VALID

Kpt3 0,845 VALID

(Sumber : Data Primer yang diolah, 2020)

Dapat dilihat pada tabel 4.8, pada tahap low order menunjukkan, tidak ada indikator yang memiliki nilai di bawah 0,7. berarti semua indikator valid dan ideal dalam mengukur konstruk latennya, maka penelitian dapat dilanjutkan.

a.Uji Validitas Konvergen (convergent validity)

Pada tahap ini, rule of thumb yang digunakan adalah loading factor

>0,7 dan Average Variance Extracted (AVE) >0,5 yaitu sesuai dengan teori yang digunakan dalam dalam Abdillah & Hartono (2015) dalam Firmansyah (2019: 204). Pada tabel sebelumnya, yaitu tabel 4.8 sudah diketauhui bahwa seluruh loading factor sudah memiliki nilai diatas 0,7 yang artinya indikator sudah valid dan ideal dalam mengukur konstruk latennya, maka penelitian dapat dilanjutkan.

Tabel 4. 9 Hasil nilai AVE

Variabel AVE Evaluasi

Kinerja Karyawan 0,72 VALID Organizational

Citizenship Behavior

0,666 VALID Quality Work Of Life 0,685 VALID Sumber : Data primer yang diolah, 2020

Berdasarkan tabel 4.9 diatas, nilai AVE dari Kinerja Karyawan (0,72), Organizational Citizenship Behavior (0,666), dan Quality Work Of Life (0,685). Seluruh nilai AVE berada diatas 0,5, yang artinya probabilitas indikator di suatu konstruk masuk ke variabel lain lebih rendah (kurang dari 0,5) sehingga probabilitas indikator tersebut konvergen dan masuk di konstruk yang dimaksud lebih besar, yaitu diatas 50% (Abdillah & Hartono, 2015) dalam Aziz, dkk (2021: 296).

b. Uji validitas deskriminan

Uji validitas diskriminan dapat dinilai berdasarkan cross loading pengukuran dengan konstruknya. Pada cross loading akan terlihat bahwa masing-masing indikator di suatu konstruk akan berbeda dengan indikator dikonstruk lain dan mengumpul pada konstruk yang dimaksud menurut Setyorini, dkk (2021: 296).

Tabel 4. 10 Hasil cross loading

Variabel Kinerja OCB QWL QWLgt1 0,816 0,801 0,822

Variabel Kinerja OCB QWL QWLgt2 0,81 0,826 0,845 QWLgt3 0,814 0,81 0,864 QWLgt4 0,702 0,683 0,709 QWLgt5 0,792 0,778 0,822 QWLgt6 0,816 0,831 0,81 QWLgt7 0,738 0,799 0,765 QWLkk1 0,787 0,759 0,844 QWLkk2 0,727 0,757 0,76 QWLkkj1 0,835 0,834 0,879 QWLkkj2 0,678 0,773 0,779 QWLpkd1 0,816 0,838 0,875 QWLpkd2 0,736 0,772 0,804 QWLpkk1 0,774 0,822 0,822 QWLpkk2 0,73 0,739 0,791 OCBaltu1 0,866 0,873 0,867 OCBaltu2 0,737 0,806 0,77 OCBaltu3 0,78 0,841 0,837 OCBaltu4 0,743 0,834 0,812 OCBaltu5 0,758 0,811 0,82 OCBcourt1 0,828 0,834 0,811

Variabel Kinerja OCB QWL OCBcourt2 0,828 0,83 0,795 OCBcourt3 0,727 0,793 0,77 OCBcourt4 0,785 0,799 0,786 OCBcourt5 0,703 0,728 0,691 OCBctct1 0,802 0,798 0,769 OCBctct2 0,719 0,773 0,702 OCBctct3 0,829 0,841 0,794 OCBctct4 0,803 0,837 0,795 OCBctct5 0,679 0,814 0,748 OCBcv1 0,776 0,764 0,745 OCBcv2 0,834 0,883 0,842 OCBcv3 0,798 0,812 0,81 OCBcv4 0,787 0,809 0,814 OCBcv5 0,818 0,859 0,84 OCBsport1 0,649 0,773 0,719 OCBsport2 0,703 0,792 0,735 OCBsport3 0,795 0,806 0,789 OCBsport4 0,752 0,797 0,786 Kkw1 0,786 0,774 0,736 Kkw2 0,811 0,767 0,76

Variabel Kinerja OCB QWL Kkw3 0,86 0,768 0,806 Kpk1 0,889 0,792 0,799 Kpk2 0,904 0,89 0,896 Kpk3 0,862 0,821 0,81 Kpk4 0,851 0,839 0,845 Kpt1 0,807 0,758 0,803 Kpt2 0,795 0,812 0,78 Kpt3 0,838 0,775 0,767 Sumber : Data primer yang diolah, 2020

Berdasarkan tabel 4.10, terdapat tujuh indikator yang tidak valid.

Pertama indikator dari dimensi Pencapaian Target pada Variabel Kinerja Karyawan, dengan pernyataan (saya memiliki antusiasme tinggi dalam melakukan pekerjaan). Kedua indikator dari dimensi Alturism pada variabel Organizatonal Citizenship Behavior, dengan pernyataan (saya selalu bersedia membantu orang-orang di sekitar saya). Ketiga indikator dari dimensi Concientiouness pada variabel Organizatonal Citizenship Behavior, dengan pernyataan (saya yakin dengan melakukan pekerjaan yang jujur akan mendapatkan kebaikan). Keempat indikator dari dimensi Civic Virtue variabel Organizatonal Citizenship Behavior, dengan pernyataan (saya turut berperan aktif dalam memberikan masukan terkait dengan pembenahan perusahaan).

Kelima indikator dari dimensi Civic Virtue variabel Organizatonal Citizenship Behavior, dengan pernyataan (saya selalu mengikuti perubahanperubahan yang ada di dalam perusahaan). keenam indikator dari dimensi Gaji dan Tunjangan pada variabel Quality Work of Life, dengan pernyataan (perusahaan memberikan gaji yang sesuai dengan pengalaman kerja karyawan). Terakhir ada indikator dari dimensi Gaji dan Tunjangan pada variabel Quality Work of Life, dengan pernyataan (gaji yang di berikan perusahaan telah sesuai dengan pekerjaan yang saya lakukan).

Nilai cross loading di katakan valid jika nilai loading dari masingmasing item terhadap konstruk nya lebih besar dari pada nilai cross loading nya, beberapa indikator yang tidak valid harus dihapus karena tidak mampu mengukur suatu konstruk yang akan diukur menurut Oktapiani & Riana (2016: 77)

Peneliti mengambil keputusan untuk menghapus indikator yang tidak valid, di karenakan indikator yang lain masih bisa menggambarkan/mengukur dimensi tersebut.

c. Uji reabilitas

Hussein (2015) dalam Aziz, dkk (2021: 297) uji reliabilitas diperkuat dengan Cronbach Alpha. Nilai diharapkan > 0,6 untuk semua konstruk

Tabel 4. 11

Hasil Nilai Cronbach’s Alpha

Variabel Cronbach's

Alpha

Kinerja Karyawan 0,951

Organizatonal Citizenship Behavior 0,973

Quality Work Of Life 0,958

Sumber : Data primer yang diolah, 2020

Pada tabel 4.11 diatas, nilai Cronbach’s Alpha untuk Kinerja Karyawan (0,951), Organizatonal Citizenship Behavior (0,973), Quality Work Of Life (0,958). Hal ini menunjukkan bahwa seluruh nilai Cronbach’s Alpha setiap konstruk reliable dan dapat diterima karena lebih tinggi dari 0,6.

Tabel 4. 12

Hasil Nilai Composite Reliability

Variabel Composite

Reliability

Kinerja Karyawan 0,959

Organizatonal Citizenship Behavior 0,975

Quality Work Of Life 0,963

Sumber : Data primer yang diolah, 2020

Suatu variabel dapat dinyatakan reliabel bila memiliki nilai composite reliability > 0,7 menurut Aziz, dkk (2021: 297). Pada tabel 4.12 diatas, nilai Composite Reliability untuk Kinerja Karyawan (0,959), Organizatonal Citizenship Behavior (0,975), Quality Work Of Life (0,963). Hal tersebut menunjukkan bahwa semua konstruk juga telah memiliki nilai Composite

Reliability yang baik, karena lebih dari 0,7. Berdasarkan nilai Cronbach’s Alpha dan nilai Composite Reliability, maka dapat dikatakan reliable.

Dalam dokumen Oleh Rosa Citra Wulandari NIM: (Halaman 112-125)

Dokumen terkait