• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tahap evaluasi strategi adalah langkah terakhir yang dilakukan setelah tahap implementasi strategi. Evaluasi strategi merupakan tahap penilaian dari pelaksanaan strategi yang selama ini telah dilakukan oleh komunikator. Apakah sudah mencapai hasil yang telah dicapai atau tidak, apakah ada penyimpangan maka akan ditentukan penyebab terjadinya.

Evaluasi strategi sangat diperlukan, karena untuk dapat menjadi tolak ukur suatu organisasi atau lembaga dalam mencapai tujuannya dan dapat menemukan bahan perbaikan untuk dapat lebih baik kedepannya.

Dalam tahap evaluasi terdapat faktor internal dan eksternal yang dilakukan oleh guru PAUD Smart Raudhoh dalam pembentukan karakter Islami, berdasarkan pengamatan di PAUD Smart Raudhoh penulis menemukan beberapa faktor diantaranya adalah murid yang masih harus ditunggu orang tuanya ketika belajar. Selain itu, perbedaan latar belakang dari murid yang berbeda-beda mempengaruhi penerimaan pesan atau informasi yang disampaikan oleh guru. Seperti pernyataan dalam hasil wawancara dengan Triyani berikut ini:

27 Wawancara dengan guru PAUD Smart Raudhoh, Triyani, Jakarta, 20 Juli 2018.

 

88

“…kendalanya mungkin ada pada murid yang masih minta ditungguin oleh orang tuanya, terus kan latar belakang mereka berbeda-beda, ada yang gampang bersosialisi dan ada yang butuh proses lama, jadi perlu lebih bersabar untuk memberikan informasi…” 28

Perbedaan murid dalam menangkap pesan dan informasi merupakan kendala yang dialami oleh para guru.

Ada murid yang cepat dalam menerima pesan dan ada yang lambat, bahkan ada yang perlu bermain dulu baru mau mendengarkan pesan yang disampaikan oleh guru. Dari hal tersebut guru memiliki cara dalam menghadapinya, dan tidak dengan jangka waktu yang cepat, perlu adanya proses untuk melakukan suatu perubahan.

Selanjutnya, terdapat faktor eksternal, yaitu faktor di luar sekolah maupun di masyarakat yang mempengaruhi murid dalam pembentukan karakter Islami melalui strategi komunikasi yang diterapkan guru PAUD Smart Raudhoh.

Seperti yang dikatakan dari hasil wawancara dengan Sri Henianti:

“…Lalu kalau dengan hambatannya mungkin ada di orang tua muridnya sendiri, karena kami di sebagai guru telah memberikan pengajaran yang baik kepada anak di dalam PAUD, terkadang ketika mereka sudah pulang sekolah, ada beberapa orang tuanya yang masih jarang sholat, jadi kadang membuat anak melihat contoh yang tidak baik ketika di rumah.”29

28 Wawancara dengan guru PAUD Smart Raudhoh, Triyani, Jakarta, 20 Juli 2018.

29 Wawancara dengan guru PAUD Smart Raudhoh, Sri Henianti S, Pd, Jakarta, 20 Juli 2018.

 

Dari pernyataan diatas, penulis menganalisa adanya ketimpangan antara pendidikan yang telah disampaikan dengan pendidikan yang diterapkan di rumah, hal ini menjadi kendala bagi guru dalam pembentukan karakter Islami murid PAUD Smart Raudhoh. Akan tetapi, berdasarkan pengamatan penulis, para guru telah berupaya dengan maksimal lewat kesabaran dan keikhlasan mereka dalam membentuk karakter Islami murid. Meskipun dalam pembentukan karakter tidak mencapai hasil 100%, mungkin saja disaat anak-anak murid sudah lulus mereka memiliki karakter Islami di masa mendatang.

Dalam tahap evaluasi, tentunya perlu dilaksanakannya proses koreksi. Tujuannya agar pada tahun ajaran berikutnya tidak terjadi kesalahan yang sama dan dapat menjadi lebih baik dalam penentuan strategi untuk menyampaikan pesan kepada murid. Berdasarkan pengamatan penulis evaluasi yang dilakukan oleh para guru PAUD Smart Raudhoh dalam pembentukan karakter Islami, yaitu dengan mesosialisasikan kepada orang tua ketika rapat, tentang perilaku dan adab Islami ketika murid sedang dirumah.

Dari berbagi faktor kendala yang telah disebutkan, tentunya ada faktor keberhasilan yang didapatkan oleh guru PAUD Smart Raudhoh dalam implementasi strategi yang dilakukan, yaitu dengan adanya perubahan perilaku murid dalam bersopan santun kepada orang tua dan ketika waktu shalat mereka shalat, serta tidak lupa membaca doa.

 

90

Keberhasilan implementasi strategi yang telah guru lakukan sesuai dengan pernyataan Triyani berdasarkan hasil wawancara berikut:

“Awalnya anak-anak itu suka lari kesana-kesini pas baru masuk, kemudian kami ajarkan bagaimana sikap yang baik yaitu dengan memberi salam, lalu akhirnya anak-anak jadi berubah sikapnya tidak ketika seperti awal-awal masuk sekolah, kemudian mereka juga mulai hafal doa dan mengetahui adab yang sopan itu kepada orangtua seperti apa.”30

Keberhasilan guru PAUD Smart Raudhoh dalam membentuk karakter Islami murid juga mendapat testimony dari orang tua, ketika guru sedang berbincang dengan orang tua, mereka mengakui anaknya mengalami perubahan dan peningkatan dalam berprilaku Islami, seperti yang diungkapkan Triyani:

“…Orang tua juga terkadang curhat ke kami mereka cerita ketika sekolah diajarin doa ini, terus anaknya juga dirumah suka baca doa misalnya kalau masuk kamar mandi. Di rumahnya anak-anak juga lebih santun ketika pulang dari sekolah.” 31

Selain itu, adanya kemauan sendiri dari murid untu berprilaku Islami sesuai dengan yang telah diajarkan oleh guru menjadi faktor pendukung keberhasilan terbentuknya karakter Islami. Hal ini seperti yang dikatakan oleh seorang murid bernama Farica Valeri Oktalina:

30 Wawancara dengan guru PAUD Smart Raudhoh, Triyani, Jakarta, 20 Juli 2018.

31 Wawancara dengan guru PAUD Smart Raudhoh, Triyani, Jakarta, 20 Juli 2018.

 

“Iya, ketika di rumah saya membantu orang tua, sholat bareng orang tua, baca doa mau makan, doa bangun dan sebelum tidur.” 32

Kemudian, dari adanya kemauan dalam diri murid tersebut juga mendapat faktor dukungan dari orang tua, ketika murid melakukan kegiatan yang Islami di rumah orang tua memberikan rasa sayangnya kepada murid tersebut, seperti halnya yang diungkapkan oleh Rizky Fauzan Fathin:

“Disayang, dicium Bunda dan mendapat pahala.” 33 Berdasarkan penjelasan yang berdasarkan penulis analisa, terdapat faktor penunjang keberhasilan guru dalam pembentukan karakter Islami murid PAUD Smart Raudhoh.

Yaitu diawali dengan penggunaan metode apa yang guru terapkan dalam penyampaian pesan, kemudian adanya dukungan dan keseimbangan orang tua dan guru dalam melaksanakan program kegiatan yang telah dirangkai sekolah.

Dan yang terakhir, yaitu adanya kemauan yang timbul dari dalam diri murid untuk mau belajar menjadi perilu yang Islami.

Dengan demikian, berdasarkan pengamatan penulis pembentukan karakter Islami murid PAUD Smart Raudhoh telah dilaksanakan oleh guru dengan cukup baik. Hasilnya sudah dapat terlihat, seperti anak murid yang sopan santun kepada orang tua, memiliki motivasi menghafal surah, hadist

32 Wawancara dengan Murid PAUD Smart Raudhoh, Farica Valeri Oktalina, Jakarta, 23 Juli 2018.

33 Wawancara dengan murid PAUD Smart Raudhoh, Rizky Fauzan Fathin, Jakarta, 20 Juli 2018.

 

92

serta doa sehari-hari dan tak lupa mereka telah lebih mengenal Allah SWT dan sunnah Rasulullah SAW. Meskipun, dalam proses tersebut ditemukan kendala dan hambatan, baik dari metode guru itu sendiri, atau dari murid serta dari faktor-faktor di luar PAUD Smart Raudhoh.

 

93 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

Pembentukan karakter Islami adalah bagian penting dalam upaya PAUD Smart Raudhoh memberikan dasar pelajaran kepada murid untuk masa depan. Selain membentuk karakter Islami murid, dalam tujuan PAUD Smart Raudhoh adalah membantu anak didik mengembangkan berbagai potensi, baik psikis maupun fisik yang meliputi moral dan nilai-nilai agama, sosial emosional, kognitif, bahasa, fisik motorik, kemandirian dan seni untuk siap memasuki pendidikan dasar. Strategi yang diterapkan adalah dengan melaksanakan kegiatan yang bernuansa Islami, serta mengedukasi murid berdasarkan ajaran agama Islam.

Dari hasil penelitian strategi komunikasi guru dalam pembentukan karakter Islami murid PAUD Smart Raudhoh, maka penulis memberi kesimpulan sesuai dengan hasil yang diteliti sebagai berikut :

1. Perumusan strategi komunikasi di PAUD Smart Raudhoh, Jakarta Pusat adalah dengan pengenalan khalayak yang diawali dengan cara mengidentifikasi kerangka referensi, kemudian guru bertanya dan memperhatikan situasi dan kondisi murid, hingga akhirnya dapat memahami para muridnya. Selanjutnya dalam penyusunan pesan, guru menggunakan penyampaian pesan untuk dapat menarik perhatian murid serta menggunakan tanda-tanda yang

 

94

disesuaikan dan mudah untuk dipahami, seperti halnya dengan penggunaan both side issue. Metode yang digunaka guru berupa redundancy/repetition, informative, persuasive dan educative. Dari metode tersebut penggunaannya dilengkapi dengan media audio, audio visual dan media cetak, seperti buku doa, hadist, serta Juz Amma.

2. Dalam implementasi strategi komunikasi yang digunakan guru PAUD Smart Raudhoh Jakarta Pusat dalam pembentukan karakter Islami murid, guru berupaya menjalanakan program-program kegiatan diantaranya, yaitu:

a. Shalat Dhuha

b. Menghafal Asmaul Husna

c. Menghafal doa, hadist dan surah pendek\

d. Renang bulanan e. Menu Sehat f. Perayaan Hari Ibu g. Manasik Haji

h. Santunan kepada anak yatim ketika bulan Ramadhan 3. Pada tahap evaluasi strategi komunikasi terdapat kendala

yang telah penulis temukan, diantaranya seperti adanya murid yang masih minta ditungguin oleh orangtuanya ketika sedang belajar, kemudian ada juga kendala di luar lingkungan PAUD Smart Raudhoh Jakarta Pusat yang terjadi antara murid dan orang tua dan murid dengan masyarakat. Akan tetapi, apa yang diupayakan oleh guru

 

sudah cukup baik dan dapat membuahkan hasil. Perubahan prilaku dari dalam diri murid sudah mengalami peningkatan dan membuat murid semakin terlihat karakter dari seorang muslim.

B. Saran

Ada beberapa saran yang penulis sampaikan, agar dapat menjadi sebuah masukan bagi PAUD Smart Raudhoh, tentunya saran ini bertujuan untuk membuat PAUD Smart Raudhoh menjadi lebih baik di masa mendatang, diantaranya sebagai berikut:

1. Perlu adanya penambahan media dalam menyampaikan pesan kepada murid dalam pembentukan karakter Islami, agar murid dapat lebih optimal dalam mengembangkan karakter Islami.

2. Perlu diadakannya program sosialisasi keagamaan guru dengan orang tua murid, agar orang tua dapat lebih baik dalam membimbing anaknya ketika anak sedang tidak berada di sekolah.

3. Disarankan untuk peneliti selanjutnya untuk dapat meningkatkan ketelitian dalam mngumpulkan data mengenai PAUD Smart Raudhoh yang terjadi di masa yang akan datang.

 

96

DAFTAR PUSTAKA

A. Buku

Abidin, Y. Z. (2015)). Manajemen Komunikasi Filosofi Konsep dan Aplikasi. Bandung: Pustaka Setia Bandung.

Anees, E. A. (2007). Filsafat Ilmu Komunikasi. In E. A. Anees, Filsafat Ilmu Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Arifin, A. (1984). Strategi Komunikasi: Sebuah Pengantar Ringkas. Bandung: Armico.

Arifin, A. (2011). Dakwah Kontemporer Sebuah Studi Komunikasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Cangara, H. (2013). Perencanaan dan Strategi Komunikasi.

Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.

Darmuin. (2003). Konsep Dasar Pendidikan Karakter Taman Kanak-kanak. Semarang: Pustaka Zaman.

David, F. (2016). Manajemen Strategi Konsep. Jakarta: Salemba Empat.

Effendi, O. U. (1984). Ilmu Komunikasi Teori dan Praktek.

Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Effendy, O. U. (2000). Kepemimpinan dan Komunikasi . Bandung:

CV Mandiri Maju.

Effendy, O. U. (2004). Dinamika Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Hasyimi, M. A. (2011). Membentuk Pribadi Muslim Ideal:

Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah. Jakarta: al-I’thisom.

Izutsu, T. (1995). Etika Beragama Dalam Al-Qur’an. Jakarta:

Pustaka Firdaus.

Jaza’iri, A. B. (2011). Minhajul Muslim Konsep Hidup Ideal dalam Islam. Jakarta: Darul Haq.

 

Jumroni. (2006). Metode-Metode Penelitian Komunikasi. Jakarta:

Lembaga Penelitian UIN Jakarta dan UIN Jakarta Press.

Komarudin. (1994). Ensiklopedia Manajemen. Jakarta: Bumi Aksara.

Miskawaih, I. (1934). Tahdzib al-Akhlaq wa Thathir al-A’raq.

Mesir: al-Mathba’ah al-Misriyah.

Moelong, L. J. (2000). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung:

PT. Remaja Rosdakarya,.

Mulyana, D. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif: Paradigma Baru Ilmu Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Najib, M. H. (2008). Manajemen Strategik dalam Pengembangan Daya Saing Organisasi. Jakarta: PT Gramedia.

Nata, A. (2015). Akhlak Tasawuf dan Karakter Mulia. Depok: PT.

Rajagrafindo Persada.

Pedoman Penulsan Karya Ilmiah. (2011). Jakarta: CeqDA Center For Quality Development And Assurance), UIN Syarif Hidayatullah.

RI, P. B. (2004). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Rosyadi, R. (2013). Pendidikan Islam Dalam Pembentukan Karakter Anak Usia Dini. Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada.

Roudhonah. (2007). Ilmu Komunikas. Jakarta: UIN Jakarta Press.

Shahibuddin, A. (1984). Fungsi Al-Qur’an Dalam Pembentukan Mental Remaja. Jakarta: Dewaruci Press.

Sugiyono. (2010). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung:

Alfabeta.

Susiati, S. (2017). Modul Konsep Dasar PAUD. Bandung: PP-PAUD dan DIKMAS Jawa Barat.

Sutinah, B. S. (2007). Metode Penelitian Sosial. Jakarta: Kencana.

 

98

Syaripudin, Y. I. (2013). Komunikasi Pendidikan. Bandung:

Simbiosa Rekatama Media.

B. Jurnal

Cahyono, G. (Maret, 2007). Pendidikan Karakter Perspektif Alquran dan Hadits. Al-Astar, Jurnal Ahwal al-Syahsiyah dan Tarbiyah STAI Mempawah, 34-35.

C. Website

Fitriyani, L. I. (2018, Februari 23). Krisis Moral Melanada Generasi Muda Tanpa Adanya Pendidikan Karakter.

Retrieved from Kompasiana:

www.kompasiana.com/larasiin/

 

 

Transkrip Wawancara

Nama : Sri Henianti, S. Pd.

Tempat/Tanggal Lahir : Jakarta, 17 September 1973 Pendidikan Terakhir : S1

Jabatan : Kepala Sekolah

Tempat : PAUD Smart Raudhoh

Hari/Tanggal : Jum’at, 20 Juli 2018

Waktu : 10.00 WIB - selesai

1. Apakah yang melatarbelakangi berdirinya PAUD Smart Raudhoh?

“Jadi awalnya saya telah membuka les di rumah untuk mengajarkan anak-anak belajar tambahan pelajaran sekolah. Kemudian, saya menyewa tempat dekat sekitaran rumah untuk mengajarkan anak-anak usia dini belajar baca, di bulan pertama kami kedapatan 50 anak, lalu bulan kedua ada sekitar 100 anak, membuat kami memiliki kendala pada guru yang belum banyak dan biasanya kalau les itu pada saat libur sekolah lesnya juga libur sehingga kami tidak ada pemasukan untuk bayar listrik dan sewa tempat. Kemudian saya memiliki keinginan untuk mencari guru tambahan dan membuat sekolah agar dapat menutupi biaya pengeluaran saat libur les. Pada akhirnya dibuatlah PAUD Smart Raudhoh dibawah naungan Yayasan Farah Kamilah. Alhamdulillah, pada awal berdiri sekolah mempunyai murid baru kurang lebih 60 anak. Nama Smart Raudhoh sendiri diambil dari metode baca cantol Roudhoh, lalu ditambahkan dengan Smart didepannya untuk menjadi doa bagi anak-anak. Di awal tahun ajaran pertama, saya selaku kepala sekolah segera mendaftarkan PAUD ini untuk bergabung ke dalam HIMPAUDI untuk dapar berkomunikasi dengan PAUD yang ada di kecamatan agar dapat sharing dan saling bertukar informasi dikarenakan pada saat itu PAUD kami baru terbentuk.”

2. Kurikulum apa yang digunakan PAUD Smart Raudhoh?

 

“Awalnya menggunakan KURTILAS (Kurikulum 2013) yang berdasarkan peraturan KEMENDIKBUD.”

3. Apakah PAUD Smart Raudhoh mempunyai rencana pengembangan karakter Islami kepada murid?

“Iya punya, karena PAUD mengikuti kurikulum yang berdasarkan KEMENDIKBUD dan PAUD Smart Raudhoh ingin visi dan misinya tercapai, yang didalam membentuk karakter Islami.”

4. Bagaimana rencana yang sudah dilakukan sebelumnya?

“Alhamdulillah berjalan dengan baik, karena semua pihak Guru saling berkerjasama, apabila ada rencana yang belum terselesaikan, kami segera selesaikan terlebih dahulu.”

5. Menurut anda pentingkah pembentukan Karakter Islami kepada anak usia dini?

“Penting, karena pembentukan karakter Islami kepada anak usia dini merupakan bekal bagi anak tersebut dimasa mendatang.”

6. Adakah kendala dan hambatan komunikasi antara guru dengan murid PAUD Smart Raudhoh?

“Kendalanya mungkin ada di anak murid yang berkebutuhan khusus, jadi guru harus memberi perhatian dan waktu yang lebih kepada anak tersebut.

Lalu kalau dengan hambatannya mungkin ada di orang tua muridnya sendiri, karena kami di sebagai guru telah memberikan pengajaran yang baik kepada anak di dalam PAUD, terkadang ketika mereka sudah pulang sekolah, ada beberapa orang tuanya yang masih jarang sholat, jadi kadang membuat anak melihat contoh yang tidak baik ketika di rumah.”

Peneliti Narasumber

Adil Asasyahid Muhammad Sri Henianti, S. Pd

 

Transkrip Wawancara

Nama : Linda Siswanti, S E.

Tempat/Tanggal Lahir : Jakarta, 23 Oktober 1975 Pendidikan Terakhir : S1

Jabatan : Guru

Tempat : PAUD Smart Raudhoh,

Hari/Tanggal : Jum’at, 20 Juli 2018

Waktu : 10.00 WIB - selesai

1. Apakah tujuan dari pembentukan karakter Islami?

“Yaitu agar nantinya, di masa depan terbentuk generasi yang memiliki sikap, perilaku dan karakter yang berdasarkan agama Islam.”

2. Apakah tujuan strategi komunikasi guru yang diterapkan di PAUD Smart Raudhoh dalam pembentukan karakter Islami?

“Tujuannya, yaitu sesuai dengan guru PAUD Smart Raudhoh inginkan lewat cara komunikasi dengan murid secara baik agar dapat mencapai visi dan misi dari PAUD supaya terbentuk karakter Islami terhadap murid.”

3. Apakah tujuan strategi komunikasi guru sudah berjalan sesuai dengan yang diharapkan?

“Tercapai, tetapi masih belum mencapai 100%.”

4. Bagaimana guru mengetahui kerangka referensi terhadap murid dalam kegiatan PAUD Smart Raudhoh?

“Awalnya, kami mengidentifikasi terlebih dahulu murid tersebut ketika pertama kali mendaftar, kami tanya-tanya seputar latar belakang muridnya lewat orang tua dan kami perhatikan juga bagaimana murid tersebut.

Selanjutnya ketika sudah masuk sekolah, kami juga aktif tanya jawab antara guru dan murid di dalam ruang kelas. Selama proses belajar, guru kemudian membimbing, serta melihat hasil dari hafalan yang telah dihafal dan juga hasil mengerjakan tugas selama kegiatan di kelas.”

5. Bagaimana Ibu guru mengetahui situasi dan kondisi murid?

 

“Mengetahuinya, dengan bertanya dan memperhatikan murid tersebut, biasanya selama seminggu kami mengajar, kami sudah kenal dengan kondisi mereka. Misalnya, untuk dapat mengetahui kondisi dari murid kalau dia sedang bosan, kami tanya anak tersebut untuk dapat mengetahui respon dari anak. Faktor orang tua juga biasanya membantu kami menjadi lebih mengetahui keadaan murid, karena kami suka bertukar informasi tentang keadaan murid.”

Peneliti Narasumber

Adil Asasyahid Muhammad Linda Siswanti, S E.

 

Transkrip Wawancara

Nama : Endang Cahyani Dewi, S. Pd.

Tempat/Tanggal Lahir : Jakarta, 29 Mei 1971 Pendidikan Terakhir : S1

Jabatan : Guru

Tempat : PAUD Smart Raudhoh

Hari/Tanggal : Jum’at, 20 Juli 2018

Waktu : 10.00 WIB - selesai

1. Bagaimana cara guru dalam berinteraksi dengan murid khususnya dalam kegiatan di dalam PAUD Smart Raudhoh?

“Kalau berinteraksi dengan murid semua guru harus berinteraksi, pertama itu ketika pagi adalah penyambutan, biasanya itu kita sudah salam, itu adalah salah satu berinteraksi dengan murid. Lalu di dalam PAUD kita dekat, panggil namanya satu-satu, biasanya anak lebih dekat kalau anaknya disebut. Jadi, dengan komunikasi langsung dengan memanggil nama murid.

sentuh dia, kemudian ketika seperti kegiatan praktek shalat misalnya, kami memberikan contoh gerakan agar murid dapat mencontohkan gerakan shalat yang baik itu seperti yang dicontohkan oleh guru.”

2. Pesan apa saja yang disampaikan guru dalam pembentukan karakter Islami?

“Pesannya, yaitu agar mereka lebih tahu agamanya, kemudian kegiatan ibadah-ibadahnya yang setiap hari dilakukan seperti shalat. Ketika pulang kita ingatkan kembali, dirumah, tolong ya shalatnya dilaksanakan, tidak boleh durhaka sama mamahnya, supaya mendapat pahala dan masuk surga, kalau tidak shalat dan durhaka sama mamahnya nanti dosa lalu masuk neraka. Ketika dirumah harus sopan santun kepada orang tua dan membaca doa sehari-hari. Dengan begitu, anak diharapkan dapat terbiasa berprilaku baik di dalam PAUD maupun di rumah.”

 

3. Apakah dalam penyampaian pesan ada media lain yang digunakan guru?

“Iya tentunya, karena kalau tidak dengan media lain itu kurang dan membuat anak bosan. Biasanya kita itu dengan bercerita, praktek mengerjakan prakarya, menghafal Asmaul Husna bersama, kemudian mewarnai, lewat mewarnai kami ajarkan supaya anak mewarnainya rapih, supaya anak terbiasa dengan kerapihan. Lalu ada bernyanyi yang membuat anak mudah menangkap manfaatin dan pesan-pesan dengan gerakan dan lagu.”

4. Metode apa saja yang digunakan guru dalam pembentukan karakter Islami?

“Metodenya dengan pembiasaan dan pengulangan, misalkan hari ini anak menghafal surah pendek, kemudian besoknya diulang lagi. Sampai dengan hasil yang bagus, kalau sekarang ngga bagus, besok diulang jadi mereka tahu yang bagus, kemudian ada pemberian contoh salam dan baca doa bebarengan diulang-ulang, dan dengan lagu seperti ini liriknya, katakan rukun Islam yang pertama, syahadat. Katakan rukun Islam yang kedua, shalat. Ketiga berpuasa, keempat bayar zakat, kelima pergi haji naik pesawat, hus.. hus… Dengan, metode tersebut anak dapat lebih mudah paham pesan yang kami sampaikan”

5. Apakah guru dengan cara keras mengajarkan murid?

“Tidak, tidak dibenarkan, harus dengan lemah lembut karena mereka juga masih kecil, jadi kami perhatikan terus apabila anak sedang marah atau nakal tanpa kekerasan.”

6. Apakah metodenya sudah dikatakan berhasil?

“Alhamdulillah telah berhasil, biasanya mereka yang sudah lulus dari sini perilaku mereka berubah menjadi baik. Misalkan, awalnya tidak teratur suka rebutan mainan, setelah dari sini lulus anak jadi lebih teratur dan tertib.

Anak juga lebih sopan dan santun kepada orang tuanya.”

Peneliti Narasumber

Adil Asasyahid Muhammad Endang Cahyani Dewi, S. Pd.

 

Transkrip Wawancara

Nama : Almaidah Nurul Khotimah, S. Ag Tempat/Tanggal Lahir : Jakarta, 20 Januari 1990

Pendidikan Terakhir : S1

Jabatan : Guru

Tempat : PAUD Smart Raudhoh

Hari/Tanggal : Jum’at, 20 Juli 2018

Waktu : 10.00 WIB - selesai

1. Media apa sajakah yang digunakan dalam pembentukan karakter Islami?

Dalam membentuk karakter Islami kami menggunakan media lewat buku Hadits, Juz Amma, buku doa harian, lagu Islami, dan video kartun. Dengan menggunakan buku doa misalnya, guru yang membaca doanya kemudian anak-anak mengikuti ucapan gurunya. Kalau dengan video kartun Islami anak-anak sangat semua tertarik untuk menonton, di dalam video tersebut ada nilai Islami yang bisa diambil seperti gerakan shalat Trawih dan berpuasa.

2. Apakah media dapat memotivasi para murid dalam belajar?

Iya sangat memotivasi, dapat dilihat dari anak-anak yang sangat antusias.

3. Apakah media tersebut dapat dikatakan berhasil?

Iya, Alhamdulillah selama ini anak-anak dapat menghafal dari hasil

Iya, Alhamdulillah selama ini anak-anak dapat menghafal dari hasil

Dokumen terkait