BAB VI PENUTUP
B. Saran
Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pengelolaan
Keuangan dan Aset Daerah harus selalu konsisten dalam melaksanakan
keputusan Mahkamah Konstitusi Nomor 13/PUU-VI/2008 yaitu
mengalokasikan sekurang-kurangnya 20% untuk anggaran pendidikan dari
APBD. Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman sebaiknya juga
mempublikasikan perhitungan anggaran dan realisasi anggaran pendidikan
pada situs resmi Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman atau setidaknya
mempunyai file yang sudah tertata rapi supaya saat ada peneliti lain tidak
menunggu lama untuk mencari buku anggaran yang dibutuhkan karena bila
122
DAFTAR PUSTAKA
Adriana Novia. (2011). Analisis Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Terhadap Realisasi Tata Kelola Anggaran Pembangunan di Sektor Pendidikan Pemerintah Kabupaten Jombang. Skripsi S1, Candra Offset, Jombang.
Azwan, M. Surya Hidayat, Syamsuddin. (2014). Analisis Anggaran Pendidikan Provinsi Jambi. Jurnal Perspektif Pembiayaan dan Pembangunan Daerah Volume I, No 4, Aditama, Jambi.
Azhar, Nawang Aviani. "Pengertian Belanja Daerah". 25 Mei 2013. http://nawangavianiazhar.blogspot.com/2013/05/belanja-daerah.html
Bungin, Burhan. (2011). Metodologi Penelitian Kuantitatif. Kencana Prenada Media Group, Jakarta.
Direktorat Jenderal Otonomi Daerah. 2004. UU No 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah.
http://www.kpu.go.id/dmdocuments/UU_32_2004_Pemerintahan%20Daerah. pdf
Hery Susanto, I Gede Dewa Bisma. (2010). Evaluasi Kinerja Keuangan Daerah Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun Anggaran 2003-2007. Jurnal Gane Swara Edisi Khusus Volume IV, No 3, Staff IKIP, Mataram.
Irwanto, M.Aziz dan Moh.Khusaini. (2014). Evaluasi Keberhasilan Kinerja Keuangan Daerah dan Pelayanan Publik Pada Sektor Pendidikan dan Kesehatan di Provinsi Jawa Timur. Jurnal Ilmiah, Universitas Brawijaya, Malang.
Lazio, Sonny. "Pengertian dan Sumber Pendapatan Asli Daerah". 23 Juni 2012.
http://sonnylazio.blogspot.com/2012/06/pengertian-dan-sumber-sumber-pendapatan.html.
Mahkamah Konstitusi, Risalah Sidang Perkara Nomor 13/PUU-VI/2008 Perihal Pengujian Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2008 tentang perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 45 Tahun 2007
tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2008 terhadap Undang-Undang Dasar 1945.
Menteri Keuangan, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84 Tahun 2009 Tentang Alokasi Anggaran Belanja Fungsi Pendidikan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah.
Peraturan Pemerintah Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan.
https://darsyam.wordpress.com/2013/03/13/pp-48-tahun-2008-tentang-pendanaan-pendidikan/
Republik Indonesia. 2006. UU No 18 Tahun 2006 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun 2007.
http://www.anggaran.depkeu.go.id/peraturan/UU%2018%20-%202006%20-%20APBN%202007.pdf
Widayaningsih, Kristina. (2006). Analisis Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Studi Kasus Pada Pemerintah Kota Yogyakarta). Skripsi SI, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta.
Lampiran 1 : Laporan Hasil Wawancara
Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD)
1. Jadwal Wawancara
a. Hari/Tanggal : Kamis, 30 Juli 2015
b. Waktu mulai dan selesai : 09.00-14.00
2. Identitas Informan
a. Nama : Ibu Fana
b. Usia : 41 Tahun
c. Jabatan : Kasubbag Perencanaan dan Evaluasi
d. Pendidikan Terakhir : S2
3. Pertanyaan Penelitian
a. Apakah prosedur penganggaran biaya pendidikan minimal sebesar 20
persen sudah dilaksanakan berdasarkan peraturan perundang-undangan
No 48 Tahun 2008 ?
Jawaban : Ya sudah dilaksanakan karena Pemerintah Daerah harus
menaati peraturan yang telah diberikan dari Pemerintah Pusat.
Prosedur anggaran biaya pendidikan sangatlah penting untuk kemajuan
pendidikan di Kabupaten Sleman.
b. Apakah penyusunan kebutuhan pembelanjaan dan gaji pegawai telah
dialokasikan sesuai dengan jenis dan pekerjaanya ?
Jawaban : Selama ini laporan yang kami dapat mengenai kebutuhan
untuk pembelanjaan dan gaji pegawai sudah sesuai dengan jenis dan
c. Apakah biaya pendidikan sebesar 20 persen sudah disusun dengan
memperhatikan perkiraan beban kerja dan kapasitas pekerjaan dalam
jangka waktu tertentu ?
Jawaban : Laporan yang kami dapatkan untuk memperhatikan beban
dan kapasitas telah disusun karena biaya pendidikan tersebut sangat
berguna bagi pekerjanya tetapi dengan jangka waktu yang sudah
ditentukan.
d. Apakah biaya pendidikan tersebut dikeluarkan dengan memperhatikan
peralatan yang tersedia dan metode kerja yang digunakan oleh instansi
pendidikan ?
Jawaban : Ya karena untuk mengetahui pengeluaran dan penghematan
pada biaya pendidikan atau program yang sudah digunakan, misalnya
metode kerja untuk pendidikan tersebut berhasil dengan baik dan
membutuhkan biaya kami membantu supaya metode yang dijalankan
lancar.
e. Apakah biaya pendidikan tersebut juga memperhitungkan pegawai dari
segi kualitas maupun kuantitas termasuk yang akan pensiun atau
mutasi ?
Jawaban : Untuk biaya pegawai yang akan pensiun atau mutasi kami
f. Apakah biaya pendidikan 20 persen itu sudah sesuai dengan prinsip
pelaksanaan kegiatan yang dianut Undang-Undang ?
Jawaban : Ya sudah karena sebelum kami melaksanakan biaya
pendidikan, kami harus memahami prinsip-prinsip yang dianut pada
Lampiran 2 : Laporan Hasil Wawancara
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (DIKPORA)
1. Jadwal Wawancara
a. Hari/Tanggal : Rabu, 5 Agustus 2015
b. Waktu mulai dan selesai : 08.30-12.00
2. Identitas Informan
a. Nama : Ibu Yuni
b. Usia : 40 Tahun
c. Jabatan : Kasubbag Perencanaan
d. Pendidikan Terakhir : S2
3. Pertanyaan Penelitian
a. Apakah prosedur penganggaran biaya pendidikan minimal sebesar 20
persen sudah dilaksanakan berdasarkan peraturan perundang-undangan
No 48 Tahun 2008 ?
Jawaban : Iya sudah karena semua anggaran yang diberikan harus
sesuai dengan peraturan pada undang-undang dan dinas pendidikan
harus menaati peraturan itu.
b. Apakah penyusunan kebutuhan pembelanjaan dan gaji pegawai telah
dialokasikan sesuai dengan jenis dan pekerjaanya ?
Jawaban : Sudah sesuai karena pelaporan yang digunakan harus jelas
penggunaan kebutuhan dan pengalokasiannya supaya hasil dari
penyusunan itu dapat dilihat anggaran yang telah digunakan untuk
c. Apakah biaya pendidikan sebesar 20 persen sudah disusun dengan
memperhatikan perkiraan beban kerja dan kapasitas pekerjaan dalam
jangka waktu tertentu ?
Jawaban : Seharusnya sudah karena pemerintah mengeluarkan
peraturan tersebut sudah memperkirakan beban kerja dan kapasitas
untuk pekerjaannya.
d. Apakah biaya pendidikan tersebut dikeluarkan dengan memperhatikan
peralatan yang tersedia dan metode kerja yang digunakan oleh instansi
pendidikan ?
Jawaban : Iya sudah karena setiap biaya yang digunakan untuk sarana
pendidikan semua harus terpenuhi dan sesuai dengan kebutuhan pada
masing-masing instansi supaya pekerjaannya juga tidak terhambat dan
metode kerja yang digunakan dapat berjalan lancar.
e. Apakah biaya pendidikan tersebut juga memperhitungkan pegawai dari
segi kualitas maupun kuantitas termasuk yang akan pensiun atau
mutasi ?
Jawaban : Pegawai yang akan pensiun dinas pendidikan
memperhitungkan gaji yang didapat disetiap bulannya misalnya ada
salah satu pegawai atau guru yang akan pensiun pada bulan Juli tetapi
pegawai atau guru tersebut pada bulan Juni masih menerima gaji
perbulannya secara utuh dan setelah syarat untuk pensiun tersebut
terpenuhi maka pegawai atau guru yang bersangkutan pada bulan Juli
sedangkan untuk mutasi pegawai dinas pendidikan tidak mengetahui
hal ini karena hanya melakukan mutasi pada siswa yang pindah
sekolah.
f. Apakah biaya pendidikan 20 persen itu sudah sesuai dengan prinsip
pelaksanaan kegiatan yang dianut Undang-Undang ?
Jawaban : Sudah sesuai karena sebelum melakukan biaya pendidikan
Lampiran 5 : Surat Izin Penelitian II untuk Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah
Lampiran 6 : Surat Izin Penelitian III untuk Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga