II. Kajian Status Teknologi Pengeringan Batubara
2.4 Evaluasi Keekonomian Pengeringan Batubara dibandingkan
Pencampuran Batubara (Blending)
Peningkatan kalori batubara untuk pembangkitan listrik di PLTU dapat ditempuh dengan skema:
• Pencampuran batubara lokal dengan batubara luar untuk mencapai spesifikasi kualitas minimum PLTU.
• Penerapan teknologi coal drying untuk meningkatkan kualitas batubara lokal sehingga dapat dimanfaatkan oleh PLTU.
Evaluasi ekonomi opsi pemanfaatan batubara untuk PLTU bertujuan untuk menilai tingkat efesiensi biaya pemanfaatan batubara untuk keperluan pembangkit listrik di PLTU. Pada kajian ini PLTU yang akan dikaji adalah PLTU Aceh yang menggunakan batubara denganspesifikasi batubara seperti pada Tabel 2.7. Mengingat batubara di Aceh umumnya mempunyai nilai kalor kurang dari 3700 kkal/kg maka akan dilakukan blending batubara aceh dengan batubara Kalimantan atau sekenario kedua adalah melakukan pengeringan batubara aceh. Beberapa perbandingan mengenai skema pemanfaatan batubara lokal di atas dapat dilihat pada Tabel 2.8
Tabel 2.7 Spesifikasi Kualitas Batubara yang Disyaratkan oleh PLTU Aceh
Parameter Range Typical
Minimum Maximum Proximate Analysis (% as received) - Total Moisture - Inherent Moisture - Ash - Volatile Matter - Fixed Carbon 25 15 3 27 23 40 25 6 40 41 36 20.5 5 30.5 28.5
Specific Energy (as received)
High Heating Value (kCal/kg) 3700 4300 4000 Hardgrove Grindability Index (HGI) 50 65 60
Formatted: Font: 12 pt, Italic Formatted: Font: 12 pt, Italic Formatted: Font: 12 pt, Italic
Tabel 2.8 Perbandingan Skema Pemanfaatan Batubara lokal Untuk Pembangkit Listrik di PLTU
Komponen Pencampuran
Batubara
Pengeringan Batubara Proses Mencampur batubara lokal CV 3300
Kkal/Kg (ar) dengan batubara luar CV 4000 Kkal/Kg (ar) pada komposisi 1:2. Pencampuran dilakukan dengan mendorong /memuat batubara ke dalam hooper sesuai dengan komposisi yang telah ditentukan.
Pengeringan menggunakan sistem rotary, dimana batubara dirancang agar memiliki waktu tinggal yang lama hingga hitungan jam karena ukuran batubara yang akan dikeringkan cukup besar (maksimal 25 mm).
Paralatan Peralatan dorong/muat menggunakan bulldozer ataupun wheel loader. Biasanya kedua alat tersebut dipergunakan di PLTU dengan ataupun tanpa skema pencampuran batubara.
Tambahan instalasi satu unit sistem pengering rotary termasuk tungku batubara penyuplai panas.
Investasi Tidak ada investasi khusus mengingat bulldozer dan wheel loader juga dipergunakan pada PLTU meskipun pencampuran tidak dilaksanakan.
$ 1,364,000
Kebutuhan batubara campuran sebesar 1.200.000 ton dengan komposisi: batubara lokal 400.000 ton dan batubara luar 800.000 ton
Kebutuhan batubara sebesar 1.320.000 ton dengan menggunakan 100% batubara lokal.
Harga Dasar Batubara
Skenario minimal pendekatan biaya operasi: $ 60.43 per ton
Skenario maksimal pendekatan HBA: $ 71.16 per ton
Batubara lokal CV 3300 Kkal/Kg: Skenario minimal pendekatan biaya operasi: $ 35.66 per ton
Skenario maksimal pendekatan ICI: $ 41.36 per ton
Berdasarkan perbandingan tersebut di atas dilakukan analisis keekonomian untuk membandingkan 2 skema operasi pemanfaatan batubara di atas. Analisis keekonomian yang bertujuan untuk membandingkan 2 skema kerja disebut sebagai analisis incremental. Dengan menggunakan analisis incremental akan dihitung proyeksi nilai tambah (profit) karena penggunaan 100% batubara lokal yang mempunyai harga dasar batubara yang lebih murah karena menambahkan investasi fasilitas pengeringan sebelum batubara dibakar pada boiler dibandingkan dengan penerapan pencampuran batubara lokal dengan luar yang mempunyai nilai dasar lebih tinggi.
Dengan kata lain analisis ini bertujuan untuk mengevaluasi apakah profit yang terjadi karena pemanfaatan batubara yang lebih murah pada proses pengeringan batubara dapat menutupi investasinya dibandingkan dengan proses pencampuran batubara yang tidak memerlukan investasi tambahan pada umur tertentu.
Analisis keuangan dan keekonomian ini dilakukan berdasarkan konsep aliran kas diskonto (discounted cash flow analysis). Sebagai dasar analisis, komponen-komponen biaya
kapital, harga dasar batubara, dan tingkat kebutuhan batubara sebagai masukan utama. Indikator utama yang digunakan untuk menentukan pemilihan opsi pemanfaatan batubara lokal adalah ”Net Present Value” (NPV) inkremental. Indikator akan menunjukkan bahwa suatu prospek bisnis layak untuk diusahakan jika prospek NPV-nya positif.
Beberapa asumsi yang digunakan dalam melakukan perhitungan dengan pendekatan tersebut antara lain :
• Discount Rate menggunakan Weighted Average Cost of Capital dalam USD adalah 10.0% per tahun dengan asumsi proyek 100% dibiayai dengan menggunakan modal sendiri.
• Harga dasar batubara menggunakan skema harga dasar minimum dan maksimum • Analisis menggunakan asumsi dollar konstan dimana dasar batubara tidak akan
mengalami peningkatan selama umur analisis.
• Metoda perhitungan depresiasi. Depresiasi yang dikenakan untuk infrastruktur pengeringan batubara adalah selama 10 tahun. Karena pabrik dikenai depresiasi selama 10 tahun, maka analisis ekonomi akan dilakukan selama 10 tahun.
Analisis cash flow merupakan analisis yang berhubungan pendapatan atau keuntungan yang ditimbulkan karena adanya pembelanjaan dan atau investasi. Apabila analisis cash flow memperhitungkan nilai waktu dari uang maka disebut dengan Discounted Cash Flow (DCF). Cash flow biasanya dihitung dengan basis perhitungan tahun dengan tujuan evaluasi, yang ditentukan melalui pengurangan cash outflow dari cash inflow yang dihasilkan dari kegiatan investasi. Model Cash Flow dalam melakukan analisis ekonomi untuk memilih skema pemanfaatan batubara lokal dapat dilihat pada Tabel 2.9.
Hasil analisis cash flow incremental skema pengeringan batubara dibandingkan dengan skema pencampuran batubara (blending) menunjukkan indikator keekonomian yang menunjukkan tingkat efisiensi kedua metode tersebut adalah:
• Cash flow Incremental Blending (skenario minimum) selama 10 tahun adalah: US$ -725.160.000 sedangkan cash flow incremental pengeringan batubara selama 10 tahun adalah US$ -472.758.000
• Cash flow Incremental Blending (skenario maksimum) selama 10 tahun adalah: US$ - 853.920.000 sedangkan cash flow incremental pengeringan batubara selama 10 tahun adalah US$ - 480.282.000
Hal tersebut menunjukkan bahwa investasi pada fasilitas pengeringan batubara akan memberikan efisiensi biaya selama 10 tahun sebesar $ -252.402.000 (skema minimum) dan $ 373.638.000 (skema maksimum) dibandingkan jika PLTU menggunakan batubara campuran yang berasal dari Kalimantan Selatan sepanjang waktu tersebut. Sehingga disimpulkan bahwa skema pengeringan batubara lebih ekonomis dibandingkan skema pencampuran
Tabel 2.9: Cash Flow Incremental Pemilihan Skema Pemanfaatan Batubara lokal Untuk Pembangkit Listrik di PLTU (dalam USD)
Harga batubara blending minimum 60,43 US$/ton
Harga batubara blending minimum 71,16 US$/ton
Harga batubara blending minimum 35,66 US$/ton
Harga batubara blending minimum 41,36 US$/ton
Bunga bank 10 %
Tahun 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Skema Blending Batubara
Kebutuhan batubara 1.200.000 1.200.000 1.200.000 1.200.000 1.200.000 1.200.000 1.200.000 1.200.000 1.200.000 1.200.000
Biaya Pembelian batubara minimum 72.516.000 72.516.000 72.516.000 72.516.000 72.516.000 72.516.000 72.516.000 72.516.000 72.516.000 72.516.000
Biaya Pembelian batubara maksimum 85.392.000 85.392.000 85.392.000 85.392.000 85.392.000 85.392.000 85.392.000 85.392.000 85.392.000 85.392.000
Investasi Blending 0
Cicilan pokok hutang 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Bunga bank 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0
Cash Flow harga Minimum (72.516.000) (145.032.000) (217.548.000) (290.064.000) (362.580.000) (435.096.000) (507.612.000) (580.128.000) (652.644.000) (725.160.000)
Cash Flow harga Maksimum (85.392.000) (170.784.000) (256.176.000) (341.568.000) (426.960.000) (512.352.000) (597.744.000) (683.136.000) (768.528.000) (853.920.000)
Skema Pengeringan Batubara
Kebutuhan batubara 1.320.000 1.320.000 1.320.000 1.320.000 1.320.000 1.320.000 1.320.000 1.320.000 1.320.000 1.320.000
Biaya Pembelian batubara minimum 47.071.200 47.071.200 47.071.200 47.071.200 47.071.200 47.071.200 47.071.200 47.071.200 47.071.200 47.071.200
Biaya Pembelian batubara maksimum 54.595.200 54.595.200 54.595.200 54.595.200 54.595.200 54.595.200 54.595.200 54.595.200 54.595.200 54.595.200
Investasi Pengeringan Batubara 1.320.000
Cicilan pokok pinjaman 132.000 132.000 132.000 132.000 132.000 132.000 132.000 132.000 132.000 132.000
Pokok Pinjaman 1.320.000 1.188.000 1.056.000 924.000 792.000 660.000 528.000 396.000 264.000 132.000
-Bunga pinjaman 132.000 118.800 105.600 92.400 79.200 66.000 52.800 39.600 26.400 13.200
Cash Flow harga Minimum (47.335.200) (94.657.200) (141.966.000) (189.261.600) (236.544.000) (283.813.200) (331.069.200) (378.312.000) (425.541.600) (472.758.000)
III. TAHAPAN KEGIATAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI PENGERINGAN