• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III TINJAUAN KASUS

3.1 Asuhan Keperawatan

3.1.1 Pengkajian

Tabel 3. 1 Identitas Pasien

Identitas Tn.K Tn.A

Umur 65 Tahun 63 Tahun

Jenis Kelamin Laki-laki Laki-laki

Agama Islam Islam

Pendidikan Terakhir SD SD

Pekerjaan Wirausaha Tidak bekerja

Alamat Putat RT 06 RW 05

Tanggulangin Sidoarjo

Putat RT 05 RW 05 Tanggulangin Sidoarjo

Tabel 3. 2 Riwayat Kesehatan pada Tn.K dan Tn.A

Riwayat Kesehatan Tn.K Tn.A

Keluhan Utama Tn.K mengatakan batuk pada 1 bulan yang lalu disertai sesak nafas dan mual

Tn.A mengatakan batuk dan sesak nafas sejak 3 tahun yang lalu

Riwayat Kesehatan saat ini

Tn.K mengatakan batuk disertai darah sejak 1 bulan yang lalu serta keringat dingin, badan terasa lemas, dan nafsu makan menurun serta mual. Pada saat pengkajian pada tanggal 12 Mei 2022 Tn.K masih mengeluh batuk dan nyeri dada sebelah kanan, sesaknya bertambah saat dibuat baring dan sedikit berkurang saat

Tn.A mengatakan mengalami batuk dan sesak nafas sejak 3 tahun yang lalu dan terakhir kontrol ke dokter tahun 2019.

Pada saat pengkajian pada tanggal 12 Mei 2022 Tn.A mengatakan masih mengeluh sesak nafas, nyeri dada dan batuk, tetapi dahak susah dikeluarkan, Tn.A hanya mengkonsumsi obat dari apotek dan hanya minum

36

duduk. Tn.K mengatakan masih sering mual dan nafsu makan menurun. Tn.K rutin minum obat rimfapicin. Tn.K tampak sesak, dan adanya sputum berlebih berwarna hijau kekuningan

sirup untuk batuk. Tn.A juga mengatakan tidak nafsu makan. Tn.A tampak sesak nafas dan tidak mampu batuk, adanya sputum berlebih

Riwayat Kesehatan Sebelumnya

Tn.K mengatakan riwayat penyakit yang lalu tidak ada, tidak ada riwayat alergi, tidak ada riwayat operasi, dan tidak ada riwayat jatuh

Tn.A mengatakan

mempunyai riwayat

hipertensi, tidak ada riwayat alergi, tidak ada riwayat operasi. Tn.A mengatakan ada riwayat jatuh karena mengalami kecelakaan

Riwayat Kesehatan Keluarga

Tn.K mengatakan keluarga tidak pernah mengalami penyakit yang sama seperti yang dialami oleh klien dan Tn.K juga mengatakan bahwa keluarganya tidak ada yang menderita penyakit menurun misalnya DM, dan hipertensi

Tn.A mengatakan keluarga tidak pernah mengalami penyakit yang sama seperti yang diderita oleh klien dan tidak ada yang menderita penyakit menurun misalnya DM, dan hipertensi

Perilaku yang mempengaruhi

kesehatan

Tn.K mengatakan masih sering merokok dan minum kopi. Tn.K juga mengatakan saat batuk di depan orang

tidak menutup dan

membuang dahak

sembarangan

Tn.A mengatakan sering merokok dan tidak mau memeriksakan kondisinya

Pengetahuan Klien tentang Penyakitnya

Tn.K mengatakan tidak mengetahui penyebab penyakitnya dan cara penularannya, Tn.K tampak bingung saat ditanyai tentang penyakitnya

Tn.A mengatakan tidak mengetahui penyebab penyakitnya dan cara penularannya. Tn.A dan keluarga selalu bertanya mengenai penyakit yang

dialami apa dapat

disembuhkan, Tn.A tampak bingung saat ditanyai mengenai penyakitnya dan cara perawatannya

Genogram

1. Tn.K

2. Tn.A

Keterangan:

Laki-laki Perempuan Tinggal serumah

Pasien Meninggal

Gambar 3. 1 Genogram pada Tn.K dan Tn.A dengan Tuberkulosis paru

Tabel 3. 3 Riwayat Psikososial pada Tn.K dan Tn.A

Riwayat Psikososial Tn.K Tn.A

Kondisi Tempat Tinggal Klien

Lingkungan rumah Tn.K bersih dan layak, terdapat ventilasi, derajat privasi setiap kamar memiliki pintu, sirkulasi udara lancar

Lingkungan rumah Tn.A bersih namun kurang ventilasi ruangan karena rumah berdempet dengan tetangga, derajat privasi setiap kamar memiliki pintu, sirkulasi udara

lancar Hubungan/Dukungan

Keluarga Tn.K mengatakan selalu

mendapat dukungan

keluarga dengan

mengingatkan untuk minum obat rimfapicin secara teratur

Tn.A saat sakit

keluarganya sedikit lalai dalam menangani penyakit Tn.A seperti jarang mengingatkan untuk minum obat

Kemampuan Klien dalam

Melaksanakan Perannya Tn.K mengatakan mampu

dalam melaksanakan

perannya sebagai ayah dan suami

Tn.A mengatakan mampu dalam melaksanakan perannya sebagai ayah dan suami

Harapan Klien terhadap Penyakitnya

Tn.K mengatakan berharap cepat sembuh dan tidak sesak nafas lagi

Tn.A mengatakan ingin cepat sembuh dan sesaknya berkurang

Hubungan Klien dengan Masyarakat di Sekitarnya

Tn.K mengatakan hubungan dengan masyarakat di sekitar baik

Tn.A mengatakan

hubungan dengan

masyarakat di sekitar baik

Tabel 3. 4 Riwayat Nutrisi dan Cairan pada Tn.K dan Tn.A

Riwayat Nutrisi dan Cairan

Tn.K Tn.A

Nafsu makan Nafsu makan Tn.K menurun Tn.A mengatakan tidak nafsu makan

Frekuensi makan 2x sehari 3-4 sendok makan 3x sehari ¼ porsi

Menu makan Nasi, tahu, tempe, dan sayur Nasi, tahu, tempe, ikan mujaer

Pantangan makan Tidak ada pantangan makan Tidak ada pantangan makan

Jumlah konsumsi cairan perhari

Air putih 1200 cc Air putih 1500 cc

Tabel 3. 5 Identifikasi Kemampuan dalam Melakukan Aktivitas Sehari-hari

Skore Kriteria

Indeks Katz Tn.K Tn.A

(A) Mandiri dalam makan, kontinensia (BAK/BAB), menggunakan pakaian, pergi ke toilet, berpindah, dan mandi

Mandiri dalam makan, kontinensia (BAK/BAB), menggunakan pakaian, pergi ke toilet, berpindah, dan mandi

Barthel Indeks 130 : Mandiri 130 : Mandiri

SPMSQ Salah: 4 Kerusakan Salah: 4 Kerusakan

Intelektual Ringan Intelektual Ringan

Tabel 3. 6 Pemeriksaan Fisik pada Tn.K dan Tn.A dengan Tuberkulosis paru

Pemeriksaan Fisik Tn.K Tn.A

Keadaan Umum Cukup Cukup

Tanda Vital Tensi : 145/90 mmHg Suhu : 36,5˚C

Nadi : 88x/ menit Respirasi : 24x/menit

Tensi : 150/90 mmHg Suhu : 36˚C

Nadi : 90x/menit Respirasi : 24x/menit Masalah Keperawatan Tidak ada masalah

Keperawatan Tidak ada masalah

Keperawatan Sistem Respirasi (B1) Pada pemeriksaan sistem

pernafasan Tn.K bentuk dadanya simetris, susunan ruas tulang belakang normal, irama nafas tidak teratur, jenisnya takipnea, tidak ada retraksi otot bantu nafas, perkusi thorax sonor, tidak ada alat bantu nafas, vocal fremitus tidak sama kanan kiri, suara nafas vesikuler, adanya nyeri dada saat bernapas, adanya batuk dan

produksi sputum

berwarna hijau

kekuningan

Pada pemeriksaan sistem pernafasan Tn.A bentuk dadanya simetris, susunan ruas tulang belakang normal, irama nafas tidak teratur, jenisnya takipnea, tidak ada retraksi otot bantu nafas, perkusi thorax sonor, tidak ada alat bantu nafas, vocal fremitus tidak sama kanan kiri, terdapat ronchi di lobus paru sebelah kanan, adanya nyeri dada saat bernapas, adanya batuk dan

produksi sputum

berwarna hijau Masalah Keperawatan Bersihan Jalan Napas

Tidak Efektif

Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif

Sistem Kardiovaskular (B2)

Pada pemeriksaan

kardiovaskular adanya nyeri dada, irama jantung teratur, ictus cordis kuat, bunyi jantung S1 S2 tunggal, tidak ada bunyi jantung tambahan, tidak ada sianosis dan clubbing finger, tidak ada pembesaran JVP

Pada pemeriksaan

kardiovaskular adanya nyeri dada, irama jantung teratur, ictus cordis kuat, bunyi jantung S1 S2 tunggal, tidak ada bunyi jantung tambahan, tidak ada sianosis dan clubbing finger, tidak ada pembesaran JVP

Masalah Keperawatan Tidak ada masalah

keperawatan Tidak ada masalah

keperawatan

Sistem Persyarafan (B3)

Pada pemeriksaan

persyarafan kesadaran Tn.K composmentis, orientasi baik dapat mengenal tempat, waktu, tidak ada kejang, tidak ada kaku kuduk dan brudzinsky, tidak ada nyeri kepala dan pusing, kebiasaan istirahat/tidur siang biasanya 1 jam/hari dan tidur malam 6 jam/hari, tidak ada kelainan nervus cranial, pupil isokor, reflek cahaya normal mengecil saat terkena cahaya

Pada pemeriksaan

persyarafan kesadaran Tn.A composmentis, orientasi baik dapat mengenal tempat, waktu, tidak ada kejang, tidak ada kaku kuduk dan brudzinsky, tidak ada nyeri kepala dan pusing, kebiasaan istirahat/tidur siang biasanya 2 jam/hari dan tidur malam 5 jam/hari, tidak ada kelainan nervus cranial, pupil isokor, reflek cahaya normal mengecil saat terkena cahaya Masalah Keperawatan Tidak ada masalah

keperawatan

Tidak ada masalah keperawatan

Sistem Genetourinaria (B4)

Pada pemeriksaan

genetourinaria frekuensi berkemih teratur 3-4x/hr, bau khas urine dan berwarna kekuningan pekat, tempat yang biasa digunakan kamar mandi, tidak ada alat bantu yang digunakan

Pada pemeriksaan

genetourinaria frekuensi berkemih teratur 5x/hr, bau khas urine dan berwarna kuning pekat, tempat yang biasa digunakan kamar mandi, tidak ada alat bantu yang digunakan

Masalah Keperawatan Tidak ada masalah keperawatan

Tidak ada masalah keperawatan

Sistem Pencernaan (B5)

Pada pemeriksaan

pencernaan tidak ada masalah eliminasi alvi, kebersihan mulut bersih, mukosa bibir lembab, bentuk bibir normal, kebiasaan gosok gigi 2x sehari, tidak ada kesulitan menelan,

kemerahan, dan

pembesaran tonsil, tidak ada nyeri abdomen, asites dan nyeri tekan pada pemeriksaan abdomen, kebiasaan BAB 1x sehari konsistensinya padat berwarna kecoklatan dan bau khas feses, peristaltic

Pada pemeriksaan

pencernaan tidak ada masalah eliminasi alvi, kebersihan mulut bersih, mukosa bibir lembab, bentuk bibir normal, kebiasaan gosok gigi 2x sehari, tidak ada kesulitan menelan,

kemerahan, dan

pembesaran tonsil, tidak ada nyeri abdomen, asites dan nyeri tekan pada pemeriksaan abdomen, kebiasaan BAB 1x sehari konsistensinya padat berwarna kecoklatan dan bau khas feses, peristaltic

usus 16x/menit. Tinggi badan Tn.K 165 cm dan berat badannya sekarang 33 kg, berat badan yang lalu 68 kg, BBI 58,5 kg, IMT 12,8. Klien tampak kurus

usus 20x/menit. Tinggi badan Tn.A 160 cm dan berat badannya sekarang 40 kg, berat badan yang lalu 60 kg, BBI 54 kg, IMT 15,6. Klien tampak kurus

Masalah Keperawatan Defisit Nutrisi Defisit Nutrisi Sistem

Muskuloskeletal dan Intergumen (B6)

Pada pemeriksaan

muskuloskeletal dan intergumen tidak ada fraktur,dislokasi, dan luka pada Tn.K.

Kemampuan pergerakan sendi dan tungkai (ROM) bebas, akral hangat, turgor elastis, CRT>3 detik, tidak ada edema, kebersihan kulit bersih, kemampuan melakukan ADL secara mandiri

Pada pemeriksaan

muskuloskeletal dan intergumen tidak ada fraktur,dislokasi, dan luka pada Tn.A.

Kemampuan pergerakan sendi dan tungkai (ROM) bebas, akral hangat, turgor elastis, CRT>3 detik, tidak ada edema, kebersihan kulit bersih, kemampuan melakukan ADL secara mandiri Masalah Keperawatan Tidak ada masalah

keperawatan

Tidak ada masalah keperawatan

Sistem Penginderaan (B7)

Pada pemeriksaan mata simetris kanan dan kiri, konjungtiva merah muda, sklera putih, palpebra normal, ketajaman penglihatan normal, tidak ada alat bantu yang

digunakan. Pada

pemeriksaan hidung normal, mukosa hidung lembab, tidak ada sekret, ketajaman penciuman

normal. Pada

pemeriksaan telinga bentuk simetris kanan dan kiri, tidak ada keluhan, ketajaman pendengaran normal, tidak ada alat bantu yang

digunakan. Pada

pemeriksaan perasa dan peraba normal klien dapat merasakan manis, pahit, asam, dan asin

Pada pemeriksaan mata simetris kanan dan kiri, konjungtiva merah muda, sklera putih, palpebra normal, ketajaman penglihatan normal, tidak ada alat bantu yang

digunakan. Pada

pemeriksaan hidung normal, mukosa hidung lembab, tidak ada sekret, ketajaman penciuman

normal. Pada

pemeriksaan telinga bentuk simetris kanan dan kiri, tidak ada keluhan, ketajaman pendengaran berkurang, tidak ada alat bantu yang

digunakan. Pada

pemeriksaan perasa dan peraba normal klien dapat merasakan manis, pahit, asam, dan asin Masalah Keperawatan Tidak ada masalah Tidak ada masalah

keperawatan keperawatan Sistem Endokrin dan

Kelenjar Limfe (B8) Pada pemeriksaan ini tidak ada pembesaran kelenjar thyroid, limfe, dan parotis. Tidak ada luka gangrene

Pada pemeriksaan ini tidak ada pembesaran kelenjar thyroid, limfe, dan parotis. Tidak ada luka gangrene

Masalah Keperawatan Tidak ada masalah keperawatan

Tidak ada masalah keperawatan

3.1.2 Analisa Data

Tabel 3. 7 Analisa Data pada Tn.K dan Tn.A dengan Tuberkulosis paru

No Data Etiologi Masalah

Tn.K 1. Data Subyektif:

Tn.K mengatakan masih mengeluh batuk dan nyeri dada, sesaknya bertambah saat dibuat baring dan sedikit berkurang saat duduk. Tn.K juga mengatakan masih sering mual dan nafsu makan menurun

Data Objektif:

- Tn.K tampak sesak

- Adanya sputum

berlebih - Batuk +

- Sputum warna hijau kekuningan

- RR: 24x/menit - Suara nafas vesikuler - Irama nafas tidak

teratur

- Tidak terdapat retraksi otot bantu nafas

- Vocal fremitus tidak sama kanan kiri

Masuknya bakteri mycobacterium Tuberkulosis

Menyebar ke

organ paru

Menempel di paru Hipersekresi

lendir dan

inflamasi

Fungsi silia menurun

Produksi sekret meningkat

Sputum kental Batuk berdahak Bersihan Jalan napas tidak efektif

Bersihan Jalan napas tidak efektif

2. Data Subyektif:

Tn.K mengatakan tidak nafsu makan dan sering mual

Data Obyektif:

- Tn.K tampak kurus - Tn.K hanya makan 3-4

sendok makan - BB saat ini 33 kg

TBC primer

Meluas terjadi hematogen

Asam lambung meningkat

Defisit Nutrisi

- BB sebelum sakit: 68 kg

- BBI: 58,5 kg

Mual, muntah Anoreksia Defisit nutrisi 3. Data Subyektif:

Tn.K mengatakan tidak

mengetahui penyebab

penyakitnya dan cara penularannya

Data Objektif:

- Tn.K tampak bingung saat ditanyai tentang penyakitnya

TBC paru Batuk

Kuman keluar penyebaran

infeksi

Kurang terpapar informasi

Defisit pengetahuan

Defisit Pengetahuan

Tn.A 1. Data Subyektif:

Tn.A mengatakan sesak nafas, nyeri dada dan batuk tetapi dahak susah dikeluarkan Data Objektif:

- Tn.A tampak tidak mampu batuk

- Tn.A tampak sesak nafas

- Adanya sputum

berlebih

- Sputum berwarna hijau - Terdapat suara nafas tambahan ronci di lobus paru sebelah kanan

- RR: 24x/menit

- Irama nafas tidak teratur

- Tidak terdapat retraksi otot bantu nafas

- Vocal fremitus tidak sama kanan kiri

TBC paru

Massa di bronkus Sekret atau mukus tertahan di saluran nafas

Suara vesikuler menurun

Bersihan Jalan napas tidak efektif

Bersihan Jalan napas tidak efektif

2. Data Subyektif:

Tn.A mengatakan tidak nafsu makan

Data Objektif:

- Tn.A tampak kurus

TBC primer Meluas terjadi hematogen

Defisit Nutrisi

- Tn.A makan hanya ¼ porsi

- BB saat ini: 40 kg - BB sebelum sakit: 60

kg

- BBI: 54 kg

Asam lambung meningkat

Mual, muntah

Anoreksia Defisit nutrisi 3. Data Subyektif:

Tn.A mengatakan tidak

mengetahui penyebab

penyakitnya dan cara penularannya

Data Objektif:

- Tn.A dan keluarga selalu bertanya mengenai penyakit yang dialami apa dapat disembuhkan

- Tn.A tampak bingung saat ditanyai mengenai penyakitnya dan cara perawatannya

- Tn.A tidak mau memeriksakan

kondisinya dan hanya minum obat dari apotek

TBC paru Batuk

Kuman keluar penyebaran

infeksi

Kurang terpapar informasi

Defisit pengetahuan

Defisit Pengetahuan

4. Data Subyektif:

Tn.A mengatakan tidak mau memeriksakan kondisinya dan hanya konsumsi obat dari apotek

Data Objektif:

- Tn.A tampak

mengkonsumsi obat dari apotek dan tidak mengkonsumsi obat sesuai anjuran dokter - Tn.A juga masih sering

merokok

TBC paru

Pengobatan OAT Jangka waktu lama

Efek samping Kurangnya melakukan pengobatan Ketidakpatuhan

Ketidakpatuhan

3.1.3 Diagnosa Keperawatan

Tabel 3. 8 Diagnosa Keperawatan pada Tn.K dan Tn.A pada Tuberkulosis paru

Tn.K Tn.A 1. Bersihan jalan nafas tidak

efektif berhubugan dengan hipersekresi jalan nafas

2. Defisit nutrisi berhubungan dengan ketidakmampuan mengabsorbsi nutrien

3. Defisit pengetahuan

berhubungan dengan kurang terpapar informasi

1. Bersihan jalan nafas tidak efektif berhubungan dengan sekresi yang tertahan

2. Defisit nutrisi berhubungan dengan ketidakmampuan mengabsorbsi nutrien

3. Defisit pengetahuan

berhubungan dengan kurang terpapar informasi

4. Ketidakpatuhan berhubungan dengan ketidakadekuatan pemahaman

3.1.4 Intervensi Keperawatan

Tabel 3. 9 Intervensi Keperawatan pada Tn.K dan Tn.A pada Tuberkulosis paru Diagnosa

Keperawatan

Tujuan/Kriteria Hasil Intervensi Tn.K

Bersihan jalan nafas

tidak efektif

berhubungan dengan hipersekresi jalan nafas

Defisit Pengetahuan berhubungan dengan kurang terpapar informasi

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 kali kunjungan diharapkan bersihan jalan nafas meningkat dengan kriteria hasil:

1. Produksi sputum menurun

2. Dispnea membaik

3. Frekuensi nafas membaik

Setelah dilakukan tindakan 2 kali kunjungan diharapkan

Observasi

1. Identifikasi kemampuan batuk Terapeutik

1. Atur posisi semi

fowler atau

fowler Edukasi

1. Jelaskan tujuan dan prosedur batuk efektif 2. Anjurkan tarik

napas dalam melalui hidung selama 4 detik, ditahan selama 2 detik, kemudian keluarkan dari mulut dengan bibir mencucu selama 8 detik 3. Anjurkan

mengulangi tarik napas dalam hingga 3 kali 4. Anjurkan batuk

tingkat pengetahuan meningkat, dengan kriteria hasil:

1. Perilaku sesuai anjuran

meningkat 2. Kemampuan

menjelaskan tentang suatu topik meningkat 3. Perilaku sesuai

dengan pengetahuan meningkat

dengan kuat

langsung setelah tarik napas dalam yang ke-3

Observasi

1. Identifikasi kesiapan dan kemampuan menerima informasi Terapeutik

1. Sediakan materi

dan media

pendidikan kesehatan 2. Berikan

kesempatan untuk bertanya Edukasi

1. Jelaskan faktor risiko yang dapat mempengaruhi kesehatan

2. Ajarkan perilaku hidup bersih dan sehat

Tn.A Bersihan jalan nafas

tidak efektif

berhubungan dengan sekresi yang tertahan

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 kali kunjungan diharapkan bersihan jalan nafas meningkat dengan kriteria hasil:

1. Batuk efektif meningkat 2. Produksi sputum

menurun 3. Dispnea

membaik

4. Frekuensi napas membaik

Observasi

1. Identifikasi kemampuan batuk Terapeutik

1. Atur posisi semi

fowler atau

fowler Edukasi

1. Jelaskan tujuan dan prosedur batuk efektif 2. Anjurkan tarik

napas dalam melalui hidung selama 4 detik, ditahan selama 2 detik, kemudian keluarkan dari mulut dengan bibir mencucu

Defisit Pengetahuan berhubungan dengan kurang terpapar informasi

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2 kali kunjungan diharapkan tingkat pengetahuan meningkat, dengan kriteria hasil:

1. Perilaku sesuai anjuran

meningkat 2. Kemampuan

menjelaskan tentang suatu topik meningkat 3. Perilaku sesuai

dengan pengetahuan meningkat

selama 8 detik 3. Anjurkan

mengulangi tarik napas dalam hingga 3 kali 4. Anjurkan batuk

dengan kuat

langsung setelah tarik napas dalam yang ke-3

Observasi:

1. Identifikasi kesiapan dan kemampuan menerima informasi Terapeutik:

1. Sediakan materi

dan media

pendidikan kesehatan 2. Berikan

kesempatan untuk bertanya Edukasi:

1. Jelaskan faktor risiko yang dapat mempengaruhi kesehatan

2. Ajarkan perilaku hidup bersih dan sehat

Dokumen terkait