BAB VI HASIL EVALUASI TINGKAT PELAYANAN JALAN SEBAGAI
6.3 Evaluasi Perubahan Lahan Jalan Kolonel Yos Sudarso
h
A s
a a
S K A L A 1 : 8 . 0 0 0 0 1 2 3 5 c m 0 8 0 1 6 0 2 4 0 4 0 0 m P e rm u k im a n C a m p u ra n P e rg u d a n g a n P e n y e m p it a n B a h u J a la n 1 m P e n y e m p it a n B a h u J a la n D ip e r g u n a k a n U n t u k P a r k ir 1 , 5 m S e m p a d a n B a n g u n a n M e m p e r g u n a k a n B a h u J a la n 1 mGambar 6.7 Evaluasi Perbandingan Penggunaan Lahan dengan Karakteristik Jalan Pada Segmen 3
Sumber : Hasil Analisis dan Pengolahan Data.
6.3Evaluasi Perubahan Lahan Jalan Kolonel Yos Sudarso
Tempat tinggal yang menempati areal paling luas dalam pemanfaatan ruang di Kelurahan Pematang Pasir mengalami perkembangan yang selaras dengan perkembangan penduduk dan mempunyai pola-pola tertentu sehingga menciptakan bentuk dan struktur suatu kawasan yang berbeda dengan kawasan lainnya.
Perkembangan tempat tinggal pada bagian-bagian kawasan di sekitar Jalan Kolonel Yos Sudarso tidak sama, tergantung pada karakteristik kehidupan masyarakatnya, potensi sumber daya (kesempatan kerja) yang tersedia, kondisi fisik serta fasilitas yang ada ini berkaitan erat dengan transportasi (tingkat pelayanan jalan).
Jadi bila ditinjau dari hasil analisis di kaitkan dengan teoritis maka perubahan lahan mempengaruhi pertumbuhan suatu kota itu sendiri maka percepatan pertumbuhan akan menampakkan perubahan pada fisik kota. Diketahui bahwa dari waktu ke waktu bentuk fisik kota selalu mengalami perubahan sementara batas administrasi atau lahan yang tersedia tidak mengalami penambahan.
a. Segmen 1
Dari tabel di atas di peroleh hasil pengolahan data pada kondisi lingkungan responden dominan menjawab keadaan lingkungan yang ditinjau dari kondisi penghijauan di lokasi penelitian. Bila dikaitkan dengan karakteristik jalan bahwa kondisi lingkungan yang sesuai dengan jawaban responden pada kondisi eksisting belum ada dimana peruntukkan lahan seluruhnya dipergunakan untuk bahu, sempadan dan badan jalan.
Perubahan lahan pada segmen 1 dari Tahun 1995 sampai 2007 tidak ada menunjukkan perubahan yang sangat signifikan terhadapat perencanaan dan pemanfaatan lahan. Pembangunan yang sangat berpengaruh pada segmen ini adalah meningkatnya permukiman kumuh pada lokasi rel kereta api. Terkonsentrasinya kegiatan perkotaan pada segmen ini membuat pertumbuhan permukiman sebagai tempat tinggal yang tidak jauh dari lokasi tempat kerja.
Segmen 1 S n . ah As a Segmen 1 S n . h As a a Segmen 1 S n . h As a a
Tahun 1995 Tahun 2000 Tahun 2007
Gambar 6.8 Evaluasi Perubahan Lahan Pada Segmen 1
Sumber : Hasil Analisis dan Pengolahan Data.
Perubahan lagan juga nampak pada pembangunan pergudangan yang memanfaatkan lahan pinggiran sungai sebagai lokasi yang sangat strategis dari segi ekonomi. Sehingga mempengaruhi juga pembangunan campuran sebagai pendukung dari kegiatan pergudangan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari.
b. Segmen 2
Perkembangan perumahan yang demikian itu mengakibatkan penurunan kerapatan bangunan perumahan secara linier dari daerah pusat kota ke arah pinggiran kota, namun pada sisi lain potensi gradasi lingkungan cenderung semakin berkurang kearah luar kota. Hal ini banyak dijumpai pada segmen 2 dikarenakan lokasi tempat tinggal tidak jauh dari lokasi kerja.
Dorongan kelompok masyarakat yang ekonomi kuat lebih menyukai tinggal di daerah pinggiran kota, sementara kelompok penduduk ekonomi lemah memilih bertempat tinggal di daerah pusat kota atau yang dekat tempat kerja meskipun dengan kondisi lingkungan yang marginal. Pada gilirannya mereka membentuk terciptanya
struktur perumahan, yang berdasarkan strata sosial-ekonomi masyarakat tersebut dikenal sebagai perumahan kelas atas, menengah dan bawah atau yang lebih dikenal dengan perumahan kumuh. Dari pendapat ini bila dikaitkan dengan keberadaan bangunan yang berada di sisi kiri dan kanan segmen ini sangat erat hubungannya dengan karakteristik jalan yang ada dan jawaban responden sehingga faktor karakteristik jalan dapat dijadikan salah satu bahwa rendahnya tingkat pelayanan jalan pada segmen ini.
Segmen 2 S n . h As a a
Tahun 1995 Tahun 2000 Tahun 2007
Segmen 2 S n . ah As a Segmen 2 S n . ah As a
Gambar 6.9 Evaluasi Perubahan Lahan Pada Segmen 2
Sumber : Hasil Analisis dan Pengolahan Data.
Pertumbuhan kebutuhan ruang pada segmen ini mendorong terjadinya pergesaran penggunaan lahan di pusat kota yang lebih diarahkan pada pusat perdagangan dan jasa. Kebutuhan akan ruang terutama lahan perumahan dan pergudangan mendorong perluasan Kota Tanjungbalai ke arah Utara didukung dengan keberadaan Pelabuhan Teluk Nibung. Salah satu wilayah tersebut adalah wilayah Kecamatan Teluk Nibung yang fungsi utamanya adalah Kawasan Eksport. Fenomena ini mendorong semakin berkembang khususnya pergudangan dan
campuran terutama pada bagian yang memiliki akses terhadap jalan utama yaitu Jalan Kolonel Yos Sudarso sebagai jalan penghubung utama ke wilayah pelabuhan dan wilayah lainnya. Perkembangan yang pesat dari pergudangan dan campuran dikawasan ini diperkirakan dapat berpengaruh terhadap tingkat pelayanan Jalan Kolonel Yos Sudarso khususnya pada segmen ini.
c. Segmen 3
Evaluasi dampak tingkat pelayanan suatu jalan bukan hanya di lihat dari suatu permasalahan tentang pengoperasian saja akan tetapi di lihat juga kepada perancangan lalu lintas dengan aspek keamanan dan ekonomi. Sehingga hubungan tingkat pelayanan Jalan Kolonel Yos Sudarso pada saat ini berdasarkan lokasi ketersediaan sarana prasarana ke letak rumah sangat kurang dan tidak memuaskan. Ketidak puasan ini merupakan indikasi pengguna jalan belum menunjukkan tingkat kenyamanan pada kondisi dan tata letak jalan tersebut kepada tempat tinggal menuju fasilitas prasarana dan sarana dasar umum (ke pusat kota).
Segmen 3 S n . a h As a
Tahun 1995 Tahun 2000 Tahun 2007
Segmen 3 S n . h As a a Segmen 3 S n . h As a a
Gambar 6.10 Evaluasi Perubahan Lahan Pada Segmen 3
Dari keterkaitan kondisi sosial lingkungan dan karakteristik jalan didapat kenyataan bahwa pergerakan penghuni campuran dan intensitas kegiatan pergudangan berpengaruh terhadap tingkat pelayanan jalan yang ada pada segmen 3. Hal ini bisa dilihat dari waktu puncak pergerakan pagi dan sore hari sehingga tingkat pelayanan jalan saat ini cukup buruk. Dengan adanya kegiatan intensitas di pergudangan dan campuran pembebanan meningkat sehingga tingkat pelayanannya semakin buruk dengan catatan tidak ada penigkatan kapasitas Jalan Kolonel Yos Sudarso.
Seiring, dengan hasil tersebut maka perlu diantisipasi diantaranya kebijakan pembangunan pergudangan maupun perumahan dengan memperhatikan analisis dampak lalu-lintasnya misal pembatasan pembangunan pergudangan di tepi sungai dan pengurangan kenderaan angkutan besar yang memiliki sumbu panjang. Selain itu, perlu secepat mungkin untuk merealisasikan rencana jaringan jalan baru dalam rangka pemisahan arus regional dan lokal disamping mengutamakan manajemen lalu-lintas.
Kondisi sosial dalam hal ini keinginan pindah yang akibat ditimbulkan oleh tingkat pelayanan jalan yang tidak memuaskan. Ini berkaitan dengan manajemen guna lahan, dimana jika nilai sosial diabaikan akan menimbulkan permasalahan sosial yang sangat signifikan.