Pada evaluasi produk dalam program FDS di SMK Negeri 1 Pabelan ini yakni berkaitan dengan hasi dari program FDS yang didalamnya terdapat komponen pengaruh/dampak dari diterapkannya program, prestasi baik akademik, non akademik serta bagaimana pendidikan karakter yang diperoleh oleh siswa di SMK Negeri 1 Pabelan dengan dilaksanakannya program FDS, efektivitas dari program tersebut serta tindak lanjut.
107
a. Efektivitas program dan dampak program FDS
Berdasarkan hasil wawancara terhadap kepala sekolah, WakaKurikulum, dan guru BK menunjukkan bahwa pelaksanaan program FDS efektif. Hal tersebut ditunjukkan oleh hasil wawancara terhadap stakeholder sebagai berikut.
“Program FDS disini efektif. Dimana pembelajaran menjadi lebih optimal dan anak bisa mendalami materi. Ekstrakulikuler bisa dilakukan dengan intens. Anak lebih terkontrol dengan baik karena pulangnya kan sore. Kemudian dari pendidikan karakter terbentuk dari pembiasaan-pembiasaan disekolah”.(Wawancara terhadap kepala sekolah, Kamis 26 September 2019).
Pernyataan kepala sekolah didukung oleh pernyataan WakaKurikulum yang menyatakan bahwa program FDS efektif dan efisien dalam meningkatkan pengembangan potensi siswa.
Pernyataan WakaKurikulum sebagai berikut.
“Efektif. Pemberian materinya bisa berlanjut dalam artian materinya tidak terpotong-potong, jadi anak lebih bisa mendalami materi. Dalam pengembangan potensi anak cukup efektif, kalau dulukan 6 hari belajar semua ekstra ingin dilaksanakan, kalau sekarang ekstranya jadi 3 hari saja dan fokus pada ekstra yang memang diminati oleh anak”.(Wawancara terhadap WakaKurikulum, Kamis 26 September 2019).
Namun lain halnya dengan pernyataan guru BK yang menyatakan bahwa program FDS kurang efektif. Pernyataan guru BK tertuang dalam hasil wawancara sebagai berikut.
108
“Kalau program FDS atau lima hari belajar kadang kurang efektif karena terlalu padat kegiatannya”.(Wawancara terhadap Guru BK, Kamis 26 September 2019).
Pernyataan stakeholder didukung pula dengan pernyataan siswa terkait apakah penerapan program FDS yang siswa rasakan sudah efektif atau belum. Berikut wawancara terhadap perwakilan siswa kelas X, XI, dan XII.
“Menurut saya efektif karena bisa lebih memperdalam materi dan praktek, terus ekstrakulikuler ”.(Wawancara terhadap siswa kelas X, Kamis 30 januari 2020).
Sejalan dengan pernyataan siswa kelas X, siswa kelas XI mengatakan bahwa tidak hanya memperdalam materi namun juga efektif dalam pengembangan bakat dan terwujudnya pendididkan karakter
“Efektif bu, karena saya bisa belajar banyak dan bisa
mengembangkan kemampuan dengan ikut ekstrakulikuler..Bisa tambah disiplin juga”.(Wawancara terhadap siswi kelas XI, Kamis 30 januari 2020).
Menambahkan pernyataan siswa kelas X dan XI, siswa kelas XII mengatakan bahwa bisa membantu orangtua dihari libur.
“Efektif. Liburnya lebih lama, untuk pelajaran lebih fokus, pelajaran lebih padat dan materi cepat selesai dan sabtu minggu bisa bantu orangtua”.(Wawancara terhadap siswi kelas XI, Kamis 30 januari 2020).
Berdasarkan hasil wawancara terhadap stakeholder, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan program FDS di SMK Negeri 1 Pabelan cukup efektif dan efisien dalam meningkatkan optimalisasi pembelajaran baik secara kognitif, afektif dan psikomotorik siswa. Hal tersebut dapat dilihat dari efektivitas
109
pemanfaaatan waktu pembelajaran dimana siswa dapat mengembangkan kemampuannya secara penuh disekolah baik secara pengetahuan dan mengembangkan skill atau potensi yang dimiliki melalui exstrakulikuler dan kegiatan yang membangun lainnya. Tidak hanya efektif dalam pembelajaran disekolah, FDS memberikan ruang baik kepada siswa maupun guru untuk mengembangkan kompetensi dengan memanfaatkan hari sabtu dan minggu baik mengikuti kegiatan-kegiatan diluar sekolah maupun mengikuti les (pelajaran tambahan). Efektivitas lainnya yaitu karakter siswa terbentuk melalui pembiasaan yang dilakukan disekolah, contohnya pembiasaan dari mulai pembelajaran dimana siswa menyalami guru sebelum masuk kesekolah kemudian menyanyikan lagu kebangsaan sebagai wujud cinta tanah air dan berdoa bersama sebelum pelajaran dimulai serta hingga akhir pembelajaran selalu disisipkan pembiasaan yang mencakup pendidikan karakter. Siswa juga selalu terpantau melalui aktivitasnya disekolah dan pada hari libur sabtu minggu siswa dapat membantu orangtua.
Berdasarkan wawancara dan observasi pelaksanaan program FDS ini cukup efisien dalam maintenance peralatan atau perbaikan alat-alat yang digunakan dalam praktek. Dimana pada 6 hari pembelajaran, perbaikan dan perawatan perlatan cukup sulit karena berada dihari akhir pembelajaran atau dihari libur.
Sedangkan ketika FDS berlangsung, pada hari jumat sore dapat melakukan perbaikan. Meskipun terkadang tidak jarang dengan
110
materi dan kegiatan yang seharian penuh cukup membuat siswa merasa lelah, namun guru-guru dapat mengatasi hal tersebut melalui strategi pembelajaran hingga siswa terbiasa dengan program FDS.
Pelaksanaan program FDS ini tidak hanya memberikan efektivitas dan efisiensi bagi sekolah penyelenggara program, namun juga memberikan dampak positif bagi sekolah penyelenggara. Berdasarkan hasil wawancara, dapat dilihat bahwa ada dampak jangka pendek dan dampak jangka panjang dari pelaksanaan program di SMK Negeri 1 Pabelan. Berikut hasil wawancara terhadap stakeholder.
“Kalau bicara dampak FDS dari FDS pasti ada, dampaknya ada peningkatan dari akademik, non akademik ada. Contohnya menang lomba matematika dan kejuaraan lainnya. Siswa juga menjadi lebih terbiasa dengan penerapan program FDS, sehingga bisa menjadi bekal untuk persiapan menghadapi dunia kerja”.(Wawancara terhadap kepala sekolah, Kamis 26 September 2019).
Sejalan dengan pernyataan kepala sekolah, WakaKurikulum mengatakan bahwa ada peningkatan terkait dengan skill dan karakter siswa. Hasil wawancara terhadap WakaKurikulum sebagai berikut.
“Dampak dari program FDS disini ada yaitu adanya peningkatan baik dari hasil UN, lomba LKS (lembar kerja siswa), lomba kejuruan siswa rata-rata juara 2-3, siswa menjadi lebih sopan dan berkarakter”.(Wawancara terhadap WakaKurikulum, Kamis 26 September 2019).
111
Pernyataan kepala sekolah dan WakaKurikulum sejalan dengan pernyataan guru BK, dampak dari program FDS dapat dilihat dari sisi akademik, non akademik dan karakter siswa.
“Ada peningkatan dari program FDS, penjabaran materi jadi lebih maksimal. Disini 75% praktek, 25 % teori, ada peningkatannya. Kemudian semakin minimnya kenakalan remaja. Dampak jangka panjang yaitu pendidikan karakter menjadi lebih baik dan tertanam dalam diri siswa”.(Wawancara terhadap Guru BK, Kamis 26 September 2019).
Pernyataan stakeholder juga didukung oleh pernyataan siswa terkait dengan dampak yang terjadi dan dirasakan oleh siswa yakni siswa dapat memperoleh materi dengan maksimal. Hasil wawancara terhadap perwakilan siswa kelas X, XI dan XII sebagai berikut.
“Lebih bisa mendalami materi yang disampaikan guru, karena lamanya waktu belajar jadi prakteknya jadi lebih paham.”
(Wawancara terhadap siswa kelas X, Kamis 30 januari 2020).
Sejalan dengan pernyataan siswa kelas X, siswa kelas XI mengatakan bahwa tidak hanya dalam pemahaman matei namun juga membantu pengembangan kemampuan potensi dan afektif siswa.
“Belajar bisa fokus karena waktu belajarnya lama.. bisa mengembangkan bakat sesuai dengan minat, terus lebih disiplin”.(Wawancara terhadap siswi kelas XI, Kamis 30 januari 2020).
“Menjadi lebih paham dalam memperdalam materi karena materinya tidak terpotong-potong”.(Wawancara terhadap siswi kelas XI, Kamis 30 januari 2020).
112
Berdasarkan wawancara stakeholder dan siswa, menunjukkan bahwa program FDS di SMK Negeri 1 Pabelan memberikan dampak jangka pendek yakni adanya peningkatan pengetahuan siswa lebih dapat menyerap materi, terbentuknya karakter dan skill sedangkan dampak jangka panjang dengan terbentuknya kemampuan yang dimiliki siswa dapat menjadi lulusan yang berkualitas, berintegritas dan memiliki akhlak yang baik melalui pendidikan karakter yang menanamkan kebiasaan tentang hal-hal yang baik. Dampaknya bukan hanya terbatas pada pembentukan pemahaman peserta didik tentang nilai moral yang baik serta benar, melainkan menjadi pelaku perwujudan karakter hidup yang baik. Dan diharapkan proses ini dapat memberi pola kehidupan dan terus-menerus dipraktekkan dalam kehidupan modern. Serta dampak program FDS dengan lamanya durasi belajar disekolah dapat melatih terbentuknya lulusan siap kerja yang dapat beradaptasi dengan baik didunia kerja.
b. Evaluasi pembelajaran dan program
Evaluasi program FDS di SMK Negeri 1 Pabelan dipimpin oleh kepala sekolah berserta wakil kepala sekolah dan wakakurikulum. Evaluasi dilakukan guna mengetahui sejauh mana pelaksanaan dan keberhasilan program yang telah dicapai.
Berikut hasil wawancara terhadap stakeholder.
“Evaluasi dilakukan pada apel kumpul, disitu guru-guru dapat menyampaikan apa saja yang menjadi masalah terkait program FDS dan apa saja yang pelu diperbaiki, ada juga evaluasi diakhir tahun pembelajaran. Kalau dari hasil evaluasi dapat
113
dilihat dari hasil pembelajaran siswa”.(Wawancara terhadap kepala sekolah, Kamis 26 September 2019).
Sejalan dengan pernyataan kepala sekolah, wakakurikulum menyatakan bahwa evaluasi tidak hanya terfokus pada akhir semester saja, namun dapat dilakukan melalui rapat dan apel pagi jika ada kendala mengenai program FDS.
“Ada evaluasi program, biasanya dilakukan pada rapat-rapat tertentu jika ada kendala mendadak sehingga harus segera diperbaiki maupun adanya evaluasi diakhir tahun. Ada pula evaluasi dari segi anggaran. Pada evaluasi guru-guru menjelaskan kiranya jika ada masalah dan memberikan masukan untuk perbaikan. Evaluasi dilakukan dengan melihat sejauh mana hasil belajar siswa. Kalau untuk evaluasi program 5 hari pencapaian target sudah 80%”.(Wawancara terhadap Wakakurikulum, Kamis 26 September 2019).
Menambahkan pernyataan kepala sekolah dan wakakurikulum, guru BK menyatakan bahwa evaluasi program FDS dilakukan melalui evaluasi kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan program FDS. Pernyataan guru BK tertuang dalam hasil wawancara sebagai berikut.
“Kalau untuk evaluasi program FDS ada, dilakukan persemester maupun diakhir semester, evaluasi dilakukan perkegiatan”.(Wawancara terhadap Guru BK, Kamis 26 September 2019).
Kesimpulan dari hasil wawancara terhadap stakeholder yakni adanya evaluasi yang rutin dilakukan terhadap program FDS di SMK Negeri 1 Pabelan. Evaluasi dilakukan rutin dilakukan pada akhir semester. Tidak hanya dilakukan pada akhir
114
semester, rapat maupun apel pagi sesuai dengan urgensi ataupun masalah terkait dengan program FDS. Evaluasi dilakukan berdasarkan catatan-catatan kegiatan dari pelaksanaan program, diskusi hambatan-hambatan yang ada. Selain itu, objek evaluasi juga didasarkan pada aspek akademik, non akademik dan pendidikan karakter.
Berdasarkan dokumentasi hasil belajar siswa dan observasi terhadap dokumen-dokumen, maka dapat dirangkum hasil prestasi akademik yaitu dari hasil kenaikan kelas X ke kelas XI dan kelas XI ke kelas XII sejak program FDS dilaksanakan yakni tahun ajaran 2017/2018, dengan nilai keseluruhan 4 jurusan yakni jurusan rekaya perangkat lunak, tata busana, teknik kendaraan ringan, dan teknik sepeda motor, total siswa 171. Hasil kenaikan kelas sebagai berikut.
Tabel 4.8
Prestasi Kenaikan Kelas X Sampai Kelas XII
Pengetahuan Keterampilan
Kelas Semester Semester
S2-S1 S3-S2 S4-S3 S2-S1 S3-S2 S4-S3 RPL 0.45 0.31 -0.82 0.45 0.03 -1.29
TB 0.77 0.45 -1.34 -0.28 1.06 -2.89 TKR 0.38 0.97 0.07 -0.19 -0.36 -0.44 TSM 0.46 0.01 -0.25 0.04 -0.34 -0.54
Dikarenakan kurikulum SMK menggunakan kurikulum 2013, maka penilaian dibagi menjadi nilai pengetahuan dan
115
keterampilan. Berdasarkan nilai kenaikan kelas terlihat bahwa nilai siswa ketika kelas X semester awal pada aspek pengetahuan ada kenaikan namun pada kenaikan kelas X kekelas XI dan kelas XI ke kelas XII semester 2 sampai 4 tidak ada kenaikan. Untuk itu dapat disimpulkan bahwa tidak adanya kenaikan yang disignifikan, yang berarti tidak adanya pengaruh dari program FDS terkait dengan aspek akademik.
Untuk prestasi non akademik, dapat dilihat dari perkembangan prestasi yang diperoleh siswa dalam mengikuti kejuaraan atau perlombaan sebagai dampak dari adanya program FDS di SMK Negeri 1 Pabelan. Berikut daftar prestasi yang diperoleh siswa sejak tahun 2017-2019.
Tabel 4.9
Prestasi Sekolah Tahun 2017-2019 No. Nama
Kegiatan
Kejuaraan Tahun Peringkat 1 Voli PA Tingkat SMK / SMA
116 Kabupaten Semarang Putri
2018 1 Kabupaten Semarang Putri
2019 1
117
Berdasarkan data prestasi tahun 2017 sampai dengan tahun 2019, dapat dirata-ratakan bahwa prestasi yang diperoleh siswa pada tahun 2017 dengan rata-rata peringkat 2. Pada tahun 2018 prestasi yang diperoleh oleh siswa stabil dengan rata-rata peringkat 2. Sedangkan pada tahun 2019 prestasi siswa mengalami peningkatan yakni mendapat rata-rata peringkat 1.
Peningkatan prestasi tersebut sejalan dengan isi dokumen yang ditunjukkan dalam program kerja sekolah ( PKS ) SMK Negeri 1 Pabelan tahun diklat 2018/2019 yang tertuang bahwa kegiatan ekstrakulikuler dengan indikator keberhasilan terlaksananya kegiatan ekstra sekolah dengan baik dan lancar target pencapaian sudah 100%.
Berdasarkan observasi, peningkatan kenaikan nilai prestasi didukung oleh mekanisme sistem ekstrakulikuler yang dilaksanakan sore hari setelah belajar teori dan praktek sehingga pada sore hari siswa fokus untuk melaksanakan ekstra, serta didukung pula dengan sistem pemilihan ekstrakulikuler yang dimana siswa hanya diperbolehkan memilih satu ekstrakulikuler yang sesuai dengan bakat, minat dan keinginan sehingga siswa fokus menekuni satu kegiatan ekstrakulikuler tersebut.
Untuk ranah afektif atau pendidikan karakter siswa dapat dilihat pada perubahan tingkah laku siswa. Berdasarkan track record yang ada pada catatan guru bimbingan konseling sejak tahun 2016-2019 dapat dilihat sejauh mana perwujudan dari
118
pendidikan karakter yang telah diterapkan. Data track record pelanggaran tata tertib di SMK Negeri 1 Pabelan sebagai berikut.
119 Tabel 4.10
Data Jumlah Pelanggaran Tata Tertib
2016/2017 2017/2018 2018/2019 2019/2020
Jumlah Pelanggaran Jumlah Pelanggaran Jumlah Pelanggaran Jumlah Pelanggaran 26 Membolos atau
120
121
Berdasarkan data tersebut dapat dilhat bahwa tahun ajaran 2016/2017 pelanggaran tata tertib siswa yakni 97 pelanggaran sedangkan pada tahun 2017/2018 pelanggaran sebanyak 86 dimana berkurangnya pelanggaran yang dilakukan oleh siswa sebanyak 11 pelanggaran. Kemudian ditahun ajaran 2018/2019 pelanggaran tata tertib sebanyak 80 dan turun lagi menjadi 69 ditahun 2019/2020.
Gambar 4.1 Diagram Penurunan Pelanggaran Tata Tertib
(Sumber:Data Penelitian)
Bila dilihat dari data dan diagram terjadi penurunan pelanggaran yang dilakukan siswa sejak tahun 2016/2017 hingga 2019/2020 sebanyak 28 pelanggaran. Hal ini menunjukkan bahwa tejadinya peningkatan pendidikan karakter melalui pembiasaan dengan berkurangnya pelanggaran tata tertib. Melalui pembiasaan siswa ditekankan dan dibentuk untuk mengikuti
122
peraturan yang ada baik tata tertib, kedisiplinan, tumbuhnya rasa nasionalisme, terbentuknya pendidikan karakter dapat dilihat pula pada dokumen bagian aspek nilai spiritual dan sosial yang tercantum pada nilai kenaikan kelas dimana pada dokumen tersebut sebagian besar nilai spiritual dan sosial mendapatkan kategori baik.
Berdasarkan hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa pada evaluasi produk terkait dengan program FDS untuk hasil belajar akademik di SMK Negeri 1 Pabelan belum adanya pengaruh yang berarti, hal ini ditunjukkan dari belum adanya kenaikan yang signifikan dari hasil nilai kenaikan kelas siswa persemester. Sementara itu pada prestasi non akademik mengalami peningkatan yang ditunjukkan oleh meningkatnya prestasi atau peringkat yang diperoleh siswa dalam mengikuti perlombaan dari tahun 2017-2019 yakni dari juara 2 hingga memperoleh juara 1. Sedangkan untuk aspek pendidikan karakter atau afektif terjadi peningkatan yang ditunjukkan dengan adanya penurunan pelanggaran tata tertib.
Meskipun pada hasil akademik tidak menunjukkan peningkatan yang berarti, namun bukan berarti pelaksanaan program tidak berhasil. Pelaksanaan program sudah menjawab tujuan dari diadakannya program FDS yaitu untuk meningkatkan pendidikan karakter siswa dan menjawab kebutuhan sekolah yaitu membantu orangtua dalam pengawasan anak.
123 c. Keberlanjutan Program
Keberlanjutan program FDS yakni sebagai wujud dari hasil evaluasi dari pelaksanaan program FDS. Berikut hasil wawancara terhadap stakeholder terkait dengan keberlanjutan progam FDS.
“Program FDS berjalan dengan baik dan memberikan cukup banyak manfaat, seperti pembelajaran optimal, anak jadi lebih disiplin, membantu juga pengawasan anak... jadi kami selaku sekolah tetap melanjutkan program dengan harapan kedepannya program ini dapat memberikan manfaat yang lebih banyak lagi dan semakin baik.”.(Wawancara terhadap kepala sekolah, Kamis 26 September 2019).
Sejalan dengan pernyataan kepala sekolah, waka kurikulum juga mengatakan bahwa program ini terus berlanjut dan semakin bermanfaat bagi sekolah.
“Melalui dampak dan manfaat yang telah dirasakan, Program FDS membuat siswa lebih fokus belajar.[...] dan pengembangan bakat terfasilitasi. Selain itu dapat membentuk akhlak siswa. Program FDS ini sangat membantu sehingga program ini tetap terus berjalan. Harapan kami semoga program ini bisa baik lagi dan adanya perbaikan-perbaikan terhadap program”.(Wawancara terhadap Wakakurikulum, Kamis 26 September 2019).
Sama halnya dengan pernyataan kepala sekolah dan wakakurikulum, guru BK juga mengatakan bahwa harapan program FDS dapat terus lebih baik lagi.
“Kalau dilihat dari perkembangan pendidikan karakternya sudah cukup baik, harapan saya program ini bisa terus berkembang dan tentunya siswa lebih disiplin”.(Wawancara terhadap Guru BK, Kamis 26 September 2019).
124
Berdasarkan wawancara stakeholder,menunjukkan bahwa manfaat yang diberikan menjadi alasan sehingga program ini diharapkan terus berlanjut dengan harapan program ini dapat lebih baik lagi kedepannya dengan diperbaiki baik kendala dan disemakin ditingkatkan efektivitasnya.
125 4.3 Pembahasan Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dipaparkan sebelumnnya, maka pada bagian ini akan dijabarkan pembahasan berdasarkan komponen-komponen evaluasi yang dipakai yakni CIPP (Context, Input, Process dan Product).