45 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pada bab ini akan disajikan hasil penelitian dan pembahasan berdasarkan permasalahan dan tujuan penelitian.
4.1 Profil Sekolah SMK Negeri 1 Pabelan
Program FDS yang menjadi tempat penelitian yakni SMK Negeri 1 Pabelan. SMK Negeri 1 Pabelan berada di Desa Sumberejo, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang dan berdiri sejak tahun 2011. SMK Negeri 1 Pabelan memiliki lima Kompetensi Keahlian yakni Teknik Sepeda Motor, Teknik Kendaraan Ringan, Rekayasa Perangkat Lunak, serta Tata Busana. Siswa kelas X sebanyak 263, kelas XI 241 sedangkan kelas XII 171, dengan total siswa sebanyak 675 siswa.
Tabel 4.1
Data Siswa SMK Negeri 1 Pabelan
No. Kompetensi Keahlian Kelas X Kelas XI Kelas XII Rombel Siswa Rombel Siswa Rombel Siswa
1 Tek. Sepeda Motor 2 72 2 57 2 37
2 Tek.Kendaraan
Ringan 2 72 2 60 2 42
3 Rekayasa Perangkat
Lunak 2 70 2 62 2 62
4 Tata Busana 2 49 2 58 2 58
T O T A L 8 263 8 241 8 171
(sumber: data penelitian)
46
Program FDS di SMK Negeri 1 Pabelan dimulai sejak tahun ajaran 2017/2018. Program FDS diawali oleh adanya Permendikbud 23 Tahun 2017 tentang Hari Sekolah, yang mengatur sekolah 5 hari sepekan dan resmi diterapkanpada tahun ajaran 2017-2018.
Secara struktural yang menjadi penanggung jawab umum program FDS di SMK Negeri 1 Pabelan yakni Kepala Sekolah.
Penanggung jawab pelaksanaan program FDS yakni Waka Kurikulum. Penanggung jawab terlaksanaan program FDS dilapangan yakni guru-guru selaku pengajar yang melihat langsung keterlaksanaan program dilapangan terkhususnya dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga program FDS dapat berjalan sesuai jadwal.
4.2 Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh melalui wawancara, observasi serta studi dokumentasi, maka hasil penelitian evaluasi program FDS ini akan dijabarkan menjadi 4 tahap yang mengacu pada komponen evaluasi CIPP yakni terdiri dari evaluasi Context, Input, Process, Product.
4.2.1. Evaluasi Konteks Program FDS
Evaluasi Konteks pada program FDS ini menggambarkan tentang awal dari program FDS yakni pemahaman tentang program FDS, latar belakang yang mendasari terwujudnya
47
program FDS menyangkut analisis kebutuhan, tujuan dari program FDS serta situasi lingkungan.
a. Pemahaman Tentang program FDS
Kepala Sekolah, WakaKurikulum, Guru kelas serta guru BK memiliki pemahaman yang sama terhadap program FDS di SMK Negeri 1 Pabelan. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil wawancara yakni FDS model pembelajaran 5 hari belajar dengan konsep penguatan karakter dan peningkatan kompetensi.
Menurut kepala sekolah SMK Negeri 1 Pabelan, pengertian program FDS yakni FDS adalah suatu program untuk meningkatkan kepribadian dan kompetensi melalui optimalisasi waktu belajar. Hal tersebut dapat dilihat dari pernyataan kepala sekolah sebagai berikut.
“FDS itu program 5 hari belajar dari pemerintah yang ada dalam permendikbud sehingga sekolah wajib melaksanakannya dalam tujuan peningkatan karakter siswa dan optimalisasi kegiatan belajar mengajar”.(Wawancara terhadap kepala sekolah, Kamis 26 September 2019).
Demikian pula pernyataan kepala sekolah didukung dengan pernyataan WakaKurikulum yang menyatakan bahwa program FDS yakni kegiatan belajar mengajar sehari penuh sebagai upaya memaksimalkan kegiatan belajar mengajar dalam semua aspek pendidikan baik karakter, akademik dan non akademik.
“FDS adalah model pendidikan dengan penambahan jam belajar dari jam 07.00-16.00 sehingga siswa berada disekolah
48
dari pagi hingga sore dan pelaksanaannya 5 hari belajar didukung oleh kegiatan-kegiatan yang menumbuhkan karakter, pengetahuan akademik maupun non akademik (ekstrakulikuler)”. (Wawancara terhadap WakaKurikulum, Kamis 26 September 2019).
Selain itu pernyataan WakaKurikulum didukung pula dengan pernyataan guru BK yang menyatakan bahwa FDS adalah model pembelajaran yang meningkatkan pengembangan karakter dan kompetensi lainnya yang di desain dengan lamanya pembelajaran disekolah. Adapun hasil wawancara terhadap guru BK sebagai berikut.
“FDS itu model pembelajaran sehari penuh atau sepanjang hari yang mendukung pengauatan pendidikan karakter dan perkembangan kompetensi siswa karena siswa memperoleh materi lebih banyak dengan penambahan waktu yang ada”.
(Wawancara terhadap Guru BK, Kamis 26 September 2019).
Berdasarkan wawancara terhadap stakeholder, terdapat kesamaan pemahaman tentang pengertian program FDS yakni program FDS berkaitan dengan penerapan pembelajaran dari model pembelajaran 6 hari menjadi model pembelajaran 5 hari dengan konsep pembelajaran sekolah sehari penuh yang dimulai pukul 07.00-16.00. Konsep pembelajaran ini memuat penguatan pendidikan karakter, peningkatan kompetensi melalui pendidkan akademik maupun non akademik (ekstrakulikuler).
Pemahaman ini juga terdapat pada dokumen pada dokumen Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2017 tentang hari sekolah, yang berisi tentang
49
penerapan 5 Hari Sekolah yang didalamnya memuat tentang kegiatan penumbuhan pendidikan karakter/kegiatan korikuler yang cakupannya pengayaan mata pelajaran, kegiatan ilmiah, pembimbingan seni dan budaya dan ekstrakulikuler yang mencakup minat, bakat dan potensi siswa.
Berdasarkan observasi dilapangan pada saat wawancara dan berjalannya kegiatan pembelajaran, menunjukkan bahwa skateholder memahami program FDS yang dapat dilihat bahwa warga sekolah mematuhi penjadwalan program FDS yaitu jam sekolah sudah sesuai dengan aturan yang ada. Pembelajaran dimulai pukul 07.00-16.00 dan terdapat kegiatan-kegiatan baik pengayaan, pengembangan seni siswa serta eskstrakulikuler yang sudah diterapkan dalam pemenuhan optimalisasi pembelajaran dan kebutuhan perkembangan siswa.
b. Manfaat program FDS
Dengan diterapkannya program FDS di SMK Negeri 1 Pabelan memberikan manfaat yaitu pembelajaran lebih maksimal dan memberikan manfaat dari sisi akademik, non akademik dan pembentukan karakter.
Berdasarkan wawancara kepala sekolah mengenai manfaat dari program FDS, kepala sekolah mengatakan bahwa manfaaat program FDS ini yakni ada nya penambahan waktu disekolah yakni membentuk pendidikan karakter siswa dan pada hari sabtu siswa memiliki waktu lebih bersama keluarga serta
50
memudahkan orangtua mengawasi anak. Hal tersebut dapat dilihat dari pernyataan kepala sekolah sebagai berikut.
“Manfaat FDS bagi siswa yaitu siswa dapat memiliki waktu lebih dalam belajar dan family gathering serta penigkatan akhlak. Manfaat bagi stakeholder/guru yaitu pemenuhan dan optimalisasi jam kerja sebanyak 8 jam selama 5 hari kerja seperti ASN pada umumnya. Manfaatnya dengan FDS pulangnya sudah sore jadi siswa tidak sempat kemana-mana, kalau dulukan pulang awal mereka bisa main kemana saja”.(Wawancara terhadap kepala sekolah, Kamis 26 September 2019).
Peneliti juga melakukan wawancara terhadap WakaKurikulum dengan tujuan mendapatkan informasi yang lebih jelas terkait dengan manfaat yang didapatkan terkait dengan program FDS. Sejalan dengan kepala sekolah waka kurikulum menyatakan bahwa manfaat FDS yakni selain meningkatkan kompetensi dengan lamanya waktu belajar, juga memberikan siswa kesempatan membantu orangtua dihari sabtu. Adapun hasil wawancara sebagai berikut.
“Manfaat program ini adalah meningkatan kompetensi siswa pada sisi akademik dengan penambahan jam sehingga dapat memperdalam materi dan praktek, dalam sisi religius adanya program-program pendidikan karakter, dan didukung oleh kegiatan ekstrakulikuler. Kemudian manfaat lain juga siswa bisa memiliki waktu bersama keluarga, hari sabtunya juga bisa membantu orangtua bekerja”. (Wawancara terhadap WakaKurikulum, Kamis 26 September 2019).
Sedangkan pernyataan guru bimbingan konseling, yang menyatakan bahwa FDS ini memiliki manfaat positif dan negatif.
Hasil wawancara sebagai berikut.
51
“Program FDS ada positif dan negatifnya, manfaat positif bagi siswa antara lain dengan optimalisasi pembelajaran siswa lebih memperoleh materi lebih banyak tapi kekurangannya kalau jam-jam terakhir banyak siswa yang kurang konsentrasi.
Sedangkan manfaat bagi guru yakni lebih efektif kerjanya, karena pembelajaran sampai sore maka lebih mudah mengontrol dan mengawasi siswa”. (Wawancara terhadap Guru BK, Kamis 26 September 2019).
Berdasarkan wawancara stakeholder ditemukan kesamaan manfaat yang dirasakan yakni para stakeholder menyatakan bahwa program FDS efektif dan memberikan berbagai manfaat baik dalam penguatan pendidikan karakter, memaksimalkan pembelajaran dan potensi, serta memberikan waktu diakhir pecan untuk berinteraksi dengan keluarga dan lingkungan sekitar.
Apa yang dinyatakan oleh pihak sekolah didukung pula oleh pernyataan siswa. Berikut hasil wawancara terhadap perwakilan siswa kelas X, XI, XII.
“Manfaat yang saya rasakan materi lebih cepat masuk, karena waktunya panjang”.(Wawancara terhadap siswa kelas X, Kamis 30 januari 2020).
Sejalan dengan pernyataan siswa kelas X, siswi kelas XI menyatakan FDS memberikan peluang waktu yg lebih banyak dalam mengerjakan PR (pekerjaan rumah).
“Program 5 hari/FDS bisa maksimal mengerjakan tugas karenakan sabtu minggu libur”.(Wawancara terhadap siswi kelas XI, Kamis 30 januari 2020).
Menambahkan pernyataan siswa kelas X dan siswi kelas XI, siswa kelas XII menyatakan bahwa ada beberapa manfaat lain
52
yang dirasakan dengan adanya FDS yaitu dapat berinteraksi dengan keluarga dan teman diakhir pekan.
“lebih bisa banyak istirahat karena sabtu minggu libur, bisa bantu orangtua, ada waktu bermain dan kumpul dengan teman”. (Wawancara terhadap siswa kelas XII, Kamis 30 januari 2020).
Berdasarkan wawancara terhadap stakeholder manfaat yang dirasakan dalam pelaksanaan program FDS antara lain; 1).
Optimalisasi waktu pembelajaran yakni waktu pembelajaran yang cukup lama dimanfaatkan sebaik mungkin secara produktif dan diisi dengan berbagai hal yang bermanfaat mencakup waktu pembelajaran, berolahraga dan mengembangkan potensi, menumbuhkan sikap kepimpinan melalui kegiatan organisasi, berinteraksi dan bersosialisasi dengan teman sebaya, serta kegiatan positif lainya; 2). Siswa terkontrol dengan baik yaitu dengan program FDS yang pembelajarannya didesain dari pagi hingga sore dapat membentuk pendidikan karakter melalui kegiatan-kegiatan pembiasaan dan keagamaan serta dapat meminimalisir terjadinya kenakalan remaja diluar sekolah; 3).
Family gathering, yakni siswa memiliki waktu bersama orangtua dihari sabtu dan minggu, siswa dapat menggunakan hari tersebut untuk membantu orangtua bekerja, siswa dapat mengembangkan diri baik secara bakat minat dan potensi dengan kegiatan diluar sekolah serta memiliki waktu untuk berinteraksi dengan teman sebaya diakhir pekan; 4). Mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yaitu sesuai dengan kompetensi lulusan yang dimiliki SMK
53
yakni lulusan siap kerja, melalui program FDS yang memakan waktu sehari penuh siswa ditempa dengan pengetahuan dan skill sehingga siswa beradaptasi dengan sistem dunia kerja; 5). Siswa dapat fokus belajar, dengan adanya program FDS siswa dapat mendalami materi yang lebih banyak dan mengasah potensi karena waktu belajar lebih lama, materi tidak terpotong. Namun ada pula dampak dari program FDS yang cukup lama, pada jam- jam siang siswa kurang konsentrasi.
Berdasarkan observasi disekolah pada saat istirahat maupun masuk kelas, menunjukkan bahwa pembentukan pendidikan karakter berjalan dengan baik melalui pembiasaan yang ada, hal ini ditunjukkan dengan siswa taat pada aturan dan disiplin. Siswa memulai pembelajaran dengan jam yang sudah ditentukan, setelah istirahat masuk sesuai dengan jamnya. Prilaku sopan santun tercermin pada saat interaksi dengan tamu maupun peneliti yang datang kesekolah.
c. Tujuan program FDS
Stakeholder memahami tujuan dari diterapkannya program FDS disekolah yakni sebagai upaya pemenuhan peningkatan kompetensi hal tersebut dapat dilihat pada wawancara stakeholder.
Berdasarkan wawancara kepala sekolah mengatakan bahwa tujuan FDS yakni mengintensifkan kegiatan belajar mengajar.Berikut hasil wawancara terhadap kepala sekolah.
54
“Tujuan dari adanya program ini yaitu optimalisasi kegiatan belajar, mengingkatkan pendidikan karakter dan family gathering dengan keluarga dihari sabtu minggu”.(Wawancara terhadap kepala sekolah, Kamis 26 September 2019).
Pernyataan kepala sekolah sejalan dengan pernyataan WakaKurikulum yang menyatakan bahwa tujuan dari program FDS yakni waktu pembelajaran yang lebih lama sehingga kegiatan belajar mengajar lebih optimal dan pendidikan akhlak dapat ditanamkan dengan baik. Pernyataan WakaKurikulum sebagai berikut.
“Tujuan FDS lebih memaksimalkan proses belajar anak, dari 6 hari jadi 5 hari otomatis kan anak pendalaman materi dan praktek bisa lebih maksimal, tidak terpecah-pecah jamnya .”(Wawancara terhadap WakaKurikulum, Kamis 26 September 2019).
Selain melakukan wawancara terhadap kepala sekolah dan WakaKurikulum, peneliti juga melakukan wawancara terhadap guru BK mengenai tujuan dari program FDS, berikut hasil wawancara terhadap guru BK.
“Diterapkannya program FDS ini mengikuti aturan pemerintah dengan tujuan meningkatkan pelaksanaan pembelajaran secara maksimal serta meningkatkan kedisiplinan dan karakter spiritual siswa dan siswa disekolah itu hampir 30 jam mereka praktek otomatis kompetensinya semakin meningkat”.
(Wawancara terhadap Guru BK, Kamis 26 September 2019).
Berdasarkan wawancara keseluruhan stakeholder, tujuan dari diterapkannya program FDS di SMK Negeri 1 Pabelan yakni untuk optimalisasi pembelajaran sebagai upaya menumbuhkan karakter dan nilai religius melalui program-program peningkatan karaketer dan keagamaan yang ada disekolah, meningkatkan
55
akademik dengan adanya penambahan jam pembelajaran siswa dapat lebih mendalami materi baik secara teori maupun praktek, serta meningkatkan prestasi dari segi non akademik siswa yakni melalui ekstrakulikuler. Pembelajaran dengan model 5 hari/FDS ini juga dengan tujuan agar siswa dapat memiliki waktu bersama keluarga dihari sabtu dan minggu.
Apa yang dinyatakan oleh pihak sekolah didukung pula oleh pernyataan siswa. Berikut hasil wawancara terhadap perwakilan siswa kelas X, XI, XII.
“Setahu saya tujuannya agar pembelajaran lebih baik dan maksimal” (Wawancara terhadap siswa kelas X, Kamis 30 januari 2020).
Berbeda dengan pernyataan siswa kelas X, siswi kelas XI menyatakan bahwa tujuan dari pelaksanaan agar materi yang ditargetkan cepat selesai.
“Tujuan sekolah 5 hari agar materi cepat selesai, terus pemahaman materi bisa maksimal”.(Wawancara terhadap siswi kelas XI, Kamis 30 januari 2020).
Sedangkan pernyataan siswa kelas XII menyatakan bahwa selain memaksimalkan pembelajaran tujuan dari program FDS yaitu agar siswa memiliki waktu bersama orangtua dihari libur.
Berikut pernyataan siswa kelas XII.
“Tujuannya biar siswa memiliki waktu bersama keluarga dirumah hari sabtu dan minggu, kan bisa bantu orangtua bekerja”. (Wawancara terhadap siswa kelas XII, Kamis 30 januari 2020).
56
Berdasarkan pernyataan stakeholder dan siswa-siswi terdapat kesamaan yaitu tujuan FDS sebagai usaha memaksimalkan proses proses belajar. Pemahaman akan tujuan program FDS ini sejalan dengan isi yang tertuang dalam dokumen Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2017 tentang hari sekolah, yang berisi tentang penerapan 5 Hari Sekolah yakni untuk mempersiapkan peserta didik dalam menghadapi tantangan perkembangan era globalisasi, perlu penguatan karakter bagi peserta didik melalui restorasi pendidikan karakter di sekolah; bahwa agar restorasi pendidikan karakter bagi peserta didik di sekolah lebih efektif, perlu optimalisasi peran sekolah. Dengan adanya program ini diharapkan adanya peningkatan kompetensi yang dimiliki siswa baik dalam pendidikan karakter, akademik maupun non akademik.
d. Latar belakang diterapkannya program FDS
Program FDS memiliki latar belakang dari sebuah terobosan kreatif dalam bidang pendidikan dan sebagai jawaban dari masalah-masalah pendidikan. Berikut wawancara terhadap stakeholder SMK Negeri 1 Pabelan mengenai latar belakang diterapkannya program FDS disekolah tersebut.
Berdasarkan wawancara terhadap kepala sekolah, kepala sekolah menyatakan bahwa pada dasarnya program FDS merupakan program yang dirancang oleh pemerintah dan secara wajib dilaksanakan oleh sekolah-sekolah terutama pada jenjang
57
SMA dan SMK. Diterapkannya program FDS ini sesuai dengan Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2017 tentang hari sekolah didasarkan pada pengaruh pergaulan diluar sekolah dan tingkat kesibukan (mobilitas) orangtua sehingga dengan adanya FDS siswa-siswa dapat terkontrol dengan baik dan membangun pendidikan karakter siswa. Adapun hasil wawancara terhadap kepala sekolah sebagai berikut.
“FDS dilaksanakan di SMK ini didasarkan pada Permendikbud Nomor 23 Tahun 2017 untuk beralih dari 6 hari belajar ke 5 hari belajar. Yang dimulai diterapkan pada tahun ajaran 2017/2018. Alasan lain kenapa kami menerapkan FDS yaitu untuk menghindari resiko kenakalan siswa diluar sekolah, karena pada hari sabtu itu adalah titik kritis yaitu biasanya sepulang sekolah terjadi seperti tawuran dan lainnya.
Kemudian kalau sekolah 5 hari memberikan siswa waktu untuk bersama keluarga”. (Wawancara terhadap kepala sekolah, Kamis 26 September 2019).
Sejalan dengan pernyataan kepala sekolah, WakaKurikulum juga menyatakan bahwa FDS dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku dan berdasarkan kesepakatan bersama dan sesuai dengan kebutuhan sekolah. Hasil wawancara sebagai berikut.
“Sejalan dengan aturan dari pemerintah terkait peralihan sekolah 6 hari jadi 5 hari belajar, kepala sekolah, guru, dan komite mengadakan rapat mengenai program FDS ini dan menimbang akan kebutuhan orangtua.”(Wawancara terhadap WakaKurikulum, Kamis 26 September 2019).
Demikian pula pernyataan guru BK juga mendukung pernyataan kepala sekolah dan WakaKurikulum sebagai berikut.
58
“Terkait sekolah 5 hari atau FDS itu diawali oleh tuntutan pemerintah dan untuk meningkatkan pendidikan karakter serta membantu orangtua dalam mengawasi anaknya”.(Wawancara terhadap Guru BK, Kamis 26 September 2019).
Berdasarkan wawancara terhadap stakeholder, yang melatarbelakangi penerapan program FDS di SMK Negeri 1 Pabelan yakni program ini dilaksanakan sesuai dengan Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2017 tentang hari sekolah, kemudian sekolah secara sanggup menerapkan program FDS tersebut pada tahun ajaran 2017/2018. Selain itu, sekolah juga melihat kebutuhan masyarakat/orantua siswa akan program ini.
e. Analisis kebutuhan Program FDS
Penerapan program FDS tidak hanya serta merta sebagai jawaban atas aturan dari pemerintah namun juga ada beberapa alasan lain mengenai kebutuhan sekolah terkait dengan program FDS ini. Analisis kebutuhan sekolah dengan adanya program FDS di SMK Negeri 1 Pabelan yakni dapat dilihat pada wawancara berikut.
Wawancara terhadap kepala sekolah, kepala sekolah mengatakan bahwa beberapa kebutuhan terkait penerapan FDS yakni kebutuhan maksimalnya pembelajaran dan kebutuhan keluarga terhadap waktu kebersamaan dengan anak. Adapun hasil wawancara terhadap kepala sekolah sebagai berikut.
59
“Kebutuhan terhadap pelaksanaan program FDS yang pertama optimalisasi waktu pembelajaran disekolah, yang kedua memberi waktu bagi anak untuk berkumpul dengan keluarga dan pengawasan anak”.(Wawancara terhadap kepala sekolah, Kamis 26 September 2019).
Demikian pula pernyataan WakaKurikulum mendukung pernyataan kepala sekolah yakni kebutuhan orangtua yang pada umumnya bekerja sehingga pengawasan terhadap anak bisa dilakukan.
“Menjawab kebutuhan orangtua dan juga ada peraturan dari permendiknas. Kebanyakan disini orangtua bekerja menjadi buruh pabrik, otomatis pengawasan anak dirumah tidak begitu bisa tertangani maka dengan model FDS 5 hari sekolah dan itu orangtua juga dipabrik dengan 5 hari kerja sehingga hari sabtu bisa bertemu dengan keluarga”. (Wawancara terhadap WakaKurikulum, Kamis 26 September 2019).
Peneliti juga melakukan wawancara terhadap guru BK terkait dengan kebutuhan sekolah sehingga menerapkan program FDS. Adapun hasil wawancara sebagai berikut.
“Kalau disekolah kan cukup lama jadi pengawasan terhadap teratasi. Pendidikan karakter disekolah sudah baik, untuk penanganan BK jarang siswa membolos, orangtua cukup sering berkonsultasi dengan guru BK terkait perkembangan anak disekolah”.(Wawancara terhadap Guru BK, Kamis 26 September 2019).
Berdasarkan wawancara terhadap stakeholder di SMK Negeri 1 Pabelan, selain mengikuti aturan dari pemerintah, kebutuhan sekolah yakni terkait dengan keinginan memperbaiki dan meningkatkan kompetensi baik secara nilai akademik, prestasi non akademik, pembentukan karakter melalui program
60
FDS. Siswa di SMK Negeri 1 Pabelan memiliki input yang sebagian besar orangtua bekerja hingga sore hari yakni petani 30%, wiraswasta 30%, buruh pabrik 30% dan pegawai negeri 10
% sehingga menyebabkan orangtua tidak dapat mengawasi gerak anak secara penuh setelah pulang sekolah. Untuk itu dengan adanya program FDS ini diharapkan dapat membantu dalam pengawasan anak. Serta tidak jarang orangtua berkonsultasi mengenai perkembangan anak nya disekolah baik karakter, akademik serta nonakademik.
f. Situasi Lingkungan Program FDS
Situasi lingkungan sekolah dengan adanya program FDS kondusif dan warga sekolah baik kepala sekolah, guru-guru, staff, komite dan siswa mendukung adanya program tersebut.
Berdasarkan wawancara terhadap kepala sekolah, warga sekolah dan masyarakat mendukung program FDS. Adapun hasil wawancara sebagai berikut.
“Situasi sekolah cukup mendukung, cukup kondusif dengan adanya program FDS ini. Warga sekolah baik stakeholder, siswa, dan orangtua serta masyarakat sekitar sekolah juga mendukung adanya program FDS”. (Wawancara terhadap kepala sekolah, Kamis 26 September 2019).
Sejalan dengan pernyataan kepala sekolah, waka kurikulum mengatakan bahwa orangtua mendukung program ini dengan memenuhi kebutuhan anaknya terkait program FDS.
Hasil wawancara sebagai berikut.
61
“Situasi lingkungan sekolah mendukung sekali terutama lingkungan masyarakat sekitar mendukung, untuk orangtua juga ikut mensupport untuk program FDS ini, sangu (jajan) ditambahi kalau 6 hari kan jam setengah 2 sudah pulang. Kalau sekarang 5 hari pulangnya sore”. (Wawancara terhadap WakaKurikulum, Kamis 26 September 2019).
Sedangkan wawancara terhadap guru BK yakni tidak hanya orangtua dan masyarakat, guru-guru juga mendukung program ini dengan baik yakni dengan berkreativitas menggunakan metode pembelajaran yang menarik. Adapun hasil wawancara sebagai berikut.
“Suasana belajar kondusif. Guru menggunakan strategi, metode pembelajaran dan media pembelajaran agar pembelajaran lebih menarik dan tidak mudah bosan”. (Wawancara terhadap Guru BK, Kamis 26 September 2019).
Berdasarkan wawancara terhadap stakeholder, situasi dan lingkungan sekolah kondusif dalam mendukung terlaksananya pembelajaran. Guru-guru menciptakan suasana pembelajaran yang menarik dan menggunakan media. Selain itu, masyarakat juga mendukung berjalannya program melalui pemenuhan kebutuhan siswa.
Apa yang dinyatakan oleh pihak sekolah didukung pula dengan pernyataan siswa yaitu kondisi dan situasi lingkungan sekolah sangat mendukung terjadinya proses belajar mengajar yang meliputi pembelajaran tepat waktu, dukungan sesama teman sebaya, guru, dan letak geografis. Berikut hasil wawancara terhadap perwakilan siswa kelas X, XI, XII.
62
“Mendukung, cara guru mengajar baik. Teman-teman juga mendukung suasana untuk belajar.. jam belajar sesuai dengan jadwal”(Wawancara terhadap siswa kelas X, Kamis 30 januari 2020).
Pernyataan siswa kelas XI mendukung pernyataan siswa kelas X, dapat dilihat dari hasil wawancara berikut.
“Kondusif bu, lingkungan mendukung tidak begitu berisik”.(Wawancara terhadap siswi kelas XI, Kamis 30 januari 2020).
Penyataan siswa kelas X dan XI mendukung pula pernyataan siswa kelas XII bahwa lingkungan yang cukup dapat membuat siswa berkonsentrasi dalam belajar. Berikut hasil wawancara siswa kelas XII.
“Mendukung, lingkungan sekolah sepi jadi bisa fokus belajar”. (Wawancara terhadap siswa kelas XII, Kamis 30 januari 2020).
Berdasarkan hasil wawancara stakeholder dan siswa dapat disimpulkan bahwa situasi lingkungan sekolah mendukung berjalannya aktivitas belajar mengajar. Warga sekolah maupun orangtua mendukung dengan baik program FDS. Guru-guru juga mendukung dengan menciptakan pembelajaran yang kreatif dan inovatif sehingga siswa tidak jenuh dan tujuan pembelajaran dapat tercapai serta tepat waktu. Orangtua juga mendukung dengan memenuhi kebutuhan siswa dengan bertambahnya waktu disekolah. Serta kondisi letak geografis sekolah yang berada didesa cukup jauh dari keramaian dan pabrik sehingga membuat
63
suasana lingkungan sekolah tenang sehingga siswa dapat berkonsentrasi dengan baik.
4.2.2. Evaluasi Input Program FDS
Pada evaluasi input ini membahas tentang bagaimana perencanaan mekanisme program FDS pada SMK Negeri 1 Pabelan, modifikasi kurikulum yang dirancang dengan adanya program FDS, bagaimana kegiatan korikuler dan ekstrakulikuler, SDM yang terlibat didalamnya (stakeholder/guru dan siswa), serta sarana dan prasarana peralatan yang mendukung terlaksanannya program. Hasil wawancara ialah sebagai berikut.
a. Perencanaan mekanisme program FDS
Perencanaan dan perancangan program FDS pada awalnya yakni melakukan musyawarah serta kesanggupan dalam beralih dari 6 hari sekolah ke 5 hari sekolah.
Berdasarkan wawancara terhadap kepala sekolah perencanaan program FDS dilakukan dengan adanya sosialisasi.
Hal tersebut dapat dilihat dari hasil wawancara sebagai berikut.
“Pada awalnya pemerintah memberi surat edaran untuk melaksanakan program FDS. Kemudian kita sampaikan kewarga sekolah terutama kepada guru, kita butuh dukungan dan tidak mungkin bekerja sendiri, kemudian kita membahas programnya, dan menanyakan persetujuan warga sekolah.
Karena teman-teman guru mendukung dan memahami, yasudah akhirnya kami terapkan. Meskipun ada pro dan kontra diawal.
Setelah memberikan sosialisasi kepada guru kemudian kami memberikan sosialisasi kepada siswa dan orangtua, yang disampaikan pada tahun ajaran baru. Ternyata malah menjadi nilai lebih ketika kita menjalankan 5 hari sekolah, dipromo penerimaan siswa baru malah menyerang kesekolah kami yang
64
artinya sekolah dengan 5 hari belajar menjadi daya tarik tersendiri”. (Wawancara terhadap kepala sekolah, Kamis 26 September 2019).
Sejalan dengan pernyatan WakaKurikulum yakni adanya sosialisasi internal dan sosialisasi kepada warga sekolah terkait dengan perubahan hari sekolah. Adapun hasil wawancara sebagai berikut.
“Adanya surat edaran dari pemerintah tentang program FDS, kemudian ada sosialisasi keguru, siswa dan orangtua tentang program FDS. Sosialisasi dilakukan biasanya tahun ajaran baru atau ketika ada perubahan-perubahan yang sifatnya general atau semua”. (Wawancara terhadap WakaKurikulum, Kamis 26 September 2019).
Demikian pula wawancara terhadap guru BK yang menyatakan bahwa sosisalisasi dilaksanakan kepada seluruh siswa. Berikut pernyataan guru BK.
“Ada sosialisasi kepada siswa dan orangtua siswa diawal tahun ajaran baru, sosialisasi tidak hanya kepada siswa baru tapi semuanya kelas X, XI, XII, tapi kan yang sudah berjalan kelas XI, XII sudah ada berarti yang lebih ditekankan yang kekelas X”. (Wawancara terhadap Guru BK, Kamis 26 September 2019).
Berdasarkan wawancara stakeholder, sosialisasi dilakukan dahulu terhadap guru-guru dan internal sekolah. Setelah guru- guru bersatu suara dengan akan diadakannya peralihan program 6 hari menjadi program 5 atau FDS, maka pihak sekolah mengundang orangtua atau wali siswa untuk memberikan pengarahan dan melakukan musyawarah maupun diskusi terkait program FDS.
65
Apa yang disampaikan oleh pihak sekolah terkait dengan adanya sosialisasi didukung pula dengan pernyataan siswa SMK Negeri 1 Pabelan. Berikut hasil wawancara terhadap perwakilan siswa kelas X, XI, XII.
“Sosialisasi ada, waktu itu saya baru masuk SMK. Saya dan orangtua diundang mengikuti sosialisasi. Guru memberikan pengarahan kalau jam pulang sekolah bisa sampai sore”
(Wawancara terhadap siswa kelas X, Kamis 30 januari 2020).
Pernyataan siswa kelas X didukung dengan pernyataan siswi kelas XI menyatakan bahwa adanya sosialisasi terhadap program FDS.
“Untuk sosialisasi ada, orangtua diundang kesekolah untuk dijelaskan apa itu program FDS. Itu kalau ndak salah pas tahun ajaran baru saya masuk SMK”.(Wawancara terhadap siswi kelas XI, Kamis 30 januari 2020).
Menambahkan pernyataan siswa kelas XI dan kelas XI tentang adanya sosialisasi, siswa kelas XII juga mengatakan adanya penjelasan mengenai program FDS. Berikut pernyataan siswa kelas XII.
“Ada sosialisasi. Dijelaskan keorangtua. Ada pengumumannya, pas sosialisasi dijelaskan kalau jadwal belajar itu jadi lebih lama dari sekolah lainnya”. (Wawancara terhadap siswa kelas XII, Kamis 30 januari 2020).
Berdasarkan wawancara stakeholder dan siswa, terkait dengan sosialisasi program FDS ada awalnya tidak semua guru menyetujui perubahan dari pembelajaran 6 hari menjadi 5 hari, namun kepala sekolah memberikan himbauan/sosialisasi kepada guru-guru baik secara keseluruhan dan perseorangan. Kemudian
66
pihak sekolah mengundang komite sekolah, orangtua dan siswa untuk memberikan pemahaman dan sosialisasi terkait program FDS baik menyangkut aktivitas akademik, non akademik (ekstrakulikuler), serta pemenuhan kebutuhan anak yakni makanan sehingga pihak sekolah menganjurkan orangtua untuk menyiapkan makanan atau bekal sehingga budget yang dikeluarkan orangtua tidak begitu banyak. Setelah melakukan peninjauan kesanggupan sekolah dan persetujuan warga sekolah untuk menerapkan program FDS maka pihak sekolah merancang program FDS baik penjadwalan, pembelajaran dengan FDS dan kegiatan – kegiatan pendukung program FDS.
Rencana ataupun jadwal program FDS di SMK Negeri 1 Pabelan secara garis besar dimulai dari beberapa tahapan, yakni : (1). Tahap analisa kebutuhan; pada tahap ini sekolah menimbang pentingnya program FDS baik untuk siswa dan kepentingan semua warga sekolah; (2). Tahapan sosialiasi; pada tahap ini sekolah melakukan sosialiasi secara internal stakeholder;
kemudian melakukan sosialisasi terhadap orangtua dan siswa; (3).
Tahap persiapan program; pada tahap ini sekolah melakukan kemantapan untuk menggunakan program; mendeteksi kelebihan dan kekurangan program; mempersiapkan kebutuhan sekolah terkait program FDS (pendanaan, sarana prasarana, SDM guru dan siswa, desain pembelajaran); (4). Tahap pelaksanaan program; pada tahap ini pelaksanaan sekolah 5 hari dimulai;
optimalisasi pembelajaran dari 6 hari ke 5 hari; umpan balik
67
siswa terhadap program; (5). Tahap Evaluasi; pada tahap ini dilakukan pengukuran untuk mengetahui sejauh mana tujuan program tercapai;(6). Tindak lanjut; tindak lanjut program FDS di SMK Negeri 1 Pabelan didasarkan pada hasil evaluasi, terkait dengan keberlangsungan program selanjutnya. Kegiatan program FDS dijabarkan dalam tabel berikut.
68
Tabel 4.2.
Kegiatan Penyelenggaraan Program FDS
No. Kegiatan SDM Sarpras Dana Sumber
Pendanan
Jadwal/
Mekanisme 1 Sosialisasi - Dinas
Pendidikan - Komite
Sekolah - Guru - Karyawan - Orangtua - Siswa
- Ruangan - Materi - LCD - ATK - Konsumsi
Rp. 3,365,000 BOS (Bantuan Operasional Sekolah)
- Awal tahun ajaran Baru (7 Juli) 2017
- Sosialisasi Dihadapan orangtua dengan 3 Sesi (Kelas 1,2,3)
- Tanya jawab dan Sharing
2 Perencanaan Pembelajaran
- Guru - Humas - Komite
- Ruangan - Materi - LCD - ATK
Rp. 300,000,000 BOS (Bantuan Operasional Sekolah)
- Awal tahun ajaran Baru (7 Juli) 2017
- Diskusi
- Perubahan jadwal pembelajaran dan
perangkat pembelajaran) 3 Penyelengaraan
Sarana prasarana
- Guru - Waka
Kurikulum
- Ruangan - Materi - LCD
Rp. 600,000,000 - - BOS (Bantuan Operasional Sekolah)
- Awal Juli 2017 - Diskusi
(Masukan dari guru
69 bagian
Sarpras - Komite sekolah
- ATK - BOP (Bantuan
Operasional Pendidikan) - PSM (Peran
Serta
Masyarakat)
permata pelajaran menuju rekap sarpras, kemudian sarat minimal sarpras, Penyusunan Draft Anggaran)
4 Penyelengaraan Ekstrakulikuler
- Guru - Waka
Kurikulum - Komite
sekolah
- Ruangan - Materi - LCD - ATK
Rp. 95,000,000 BOS (Bantuan Operasional Sekolah)
- Awal Juli 2017
- Diskusi perubahan jadwal exstra dari 6 hari ke 3 hari (Rabu, Kamis, Jumat) 5 Penyelengaraan
Pendidikan Karakter
- Guru BK - Guru - guru - Komite
sekolah -
Orangtua/w ali siswa
- Ruangan - Materi - LCD - ATK - Laporan
buku track record BK
- - - Awal Juli 2017
- Guru BK bersama dengan kesiswaan serta orangtua saling berdiskusi tentang kebutuhan pendidikan karakter siswa
6 Penyelengaraan Kegiatan Kegamaan
- Guru Agama - Kesiswaan - Sarpras
- Ruangan - LCD - ATK
Rp. 2,240,000 Juma't Beramal - Awal Juli 2017
- Tanya jawab dan Sharing dari guru agama
kesiswaan dan sarpas
70 - Komite
sekolah
tentang kebutuhan penataan ibadah 7 Evaluasi - Kepala
sekolah - Guru-guru - Komite
sekolah - Orangtua - Siswa
- Ruangan - LCD - ATK - Laporan pelaksanaan FDS
Rp. 75,000,000 BOS (Bantuan Operasional Sekolah)
- Akhir Semester
- Tanya jawab dan Sharing - Evaluasi dilakukan
berdasarkan catatan- catatan kegiatan dari pelaksanaan program, diskusi hambatan- hambatan yang ada
Total Biaya Rp1,075,605,000
71 b. Perencanaan pembelajaran
Dikarenakan perubahan hari sekolah yakni 6 hari menjadi 5 hari, tentunya berdampak pada pembelajaran. Perencanaan pembelajaran diperlukan agar pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan 5 hari belajar.
Berdasarkan wawancara terhadap kepala sekolah, perencanaan pembelajaran tidak hanya tentang pembelajaran inti, namun juga pendidikan karakter dan non akademik dikembangkan. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil wawancara sebagai berikut.
“Kurikulum sekolah 5 hari menggunakan kurikulum 2013, fokus pembinaan karakter bukan semata pada mata pelajaran konvensional, tapi juga mencakup kegiatan peningkatan kompetensi, ekstrakurikuler dan pengembangan karakter.
Pembelajaran dimulai dari jam 07.00-16.00. Peningkatan kompetensi diri yakni berupa penguatan pendalaman materi ada pengayaan akademik seperti produktif tata busana, produktif teknik kendaraan ringan. Kalau sisi penguatan karakternya sholat berjamaah ya yaitu sholat dzuhur dan jumat, ada juga asmaul husna pembacaan doa jam pertama setiap pagi ada.
Asmaul husna itu doa bersama tapi dimasing-masing kelas.
Ada juga melalui program ekstra Rohis (kerohanian islam), kemudian pramuka wajib dikelas X yang kelas XI dan XII menjadi pembimbingnya,ada kegiatan jumat sehat itu bisa berupa olahraga diselang seling kadang pengajian, ada juga kerja bakti berupa bersih-bersih lingkungan, ada lagi seperti osis latihan kepemimpinan, dan ekstrakulikuler lainnya.
Pembelajaran 5 hari lebih efisien karenakan dari segi sopan santun dan ibadah, kalau dulu ibadahnya kita tidak bisa ngontrol mereka sholat apa tidak, lebih bisa intens”.
(Wawancara terhadap kepala sekolah, Kamis 26 September 2019).
72
Sedangkan WakaKurikulum mengatakan bahwa terkait peralihan 6 hari jadi 5 hari tidak jauh berbeda yakni terkait penambahan jam dan penarikan materi serta adanya strategi pembelajaran. Adapun hasil wawancara terhadap WakaKurikulum sebagai berikut.
“Kalau disini menggunakan kurikulum 2013. Ada perencanaan pembelajaran. Materi jelas ditarik yang tadinya kita hanya berpola pada 8 jam perhari menjadi 10-11 jam perhari. Dan jam praktek diambil pada jam pertengahan sampai akhir supaya anak pada saat jenuh berada dibengkel jadi tidak terlalu jenuh dan mengantuk. Kalau pendidikan karakter disini dari hal terkecil seperti guru menyambut siswa bersalaman didepan gerbang, menerapkan 5 S, kemudian ada materi bimbingan konseling dikelas. Kalau dulu kan BK tidak masuk kelas, sekarang kita sisipkan 1 jam pembelajaran bimbingan konseling itu di jam produktif biasanya diawal atau diakhir jadi setidaknya memantau perilaku perkembangan anak”.
(Wawancara terhadap WakaKurikulum, Kamis 26 September 2019).
Sejalan dengan pernyataan kepala sekolah dan WakaKurikulum, guru BK juga mengatakan bahwa perencanaan pembelajaran tidak hanya pada sisi akademik namun juga prestasi non akademik dan pendidikan karakter. Berikut hasil wawancara terhadap guru BK.
“Program FDS tetap menggunakan kurikulum 2013, FDS disini ada guru yang bertugas menyalami siswa tiap hari atau setiap pagi. Ekstrakulikuler itu tidak hanya akademik tapi non akademik. Sisi akademik juga seperti apa rekayasa perangkat lunak itu juga ada tambahan jam dalam memperdalam materi.
Kejuruan Teknik Sepeda Motor juga ada. Dari non akademik ya olahraga, pramuka, kesenian, PMR, pencak silat. Ada juga kegiatan penguatan karakter seperti Asmaul husna, rohis. Kalau jumat kan pulangnya sore, dari pihak sekolah otomatis
73
diadakan sholat juma’t berjamaah disekolah”. (Wawancara terhadap Guru BK, Kamis 26 September 2019).
Berdasarkan wawancara stakeholder, perencanaan pembelajaran FDS di SMK Negeri 1 Pabelan didesain dengan memperhatikan pemenuhan tiga aspek pendidikan yaitu kognitif atau akademik menyangkut pendalaman teori dan praktek, psikomotorik atau ekstrakulikuler memperhatikan pemenuhan pengembangan potensi dan bakat siswa serta afektif atau pendidikan karakter memperhatikan pembentukan akhlak siswa melalui pembiasaan, kegiatan keagamaan dan nasionalisme.
Pernyataan tersebut didukung pula oleh pernyataan siswa terkait dengan desain pembelajaran. Berikut hasil wawancara perwakilan siswa kelas X, XI, XII.
Hasil wawancara terhadap siswa kelas X, menyatakan bahwa pembelajaran sesuai jadwal, adanya ekstra yang mumpuni dalam pengembangan bakat serta kegiatan keagamaan.
“Kalau dikelas guru mengajarnya sesuai dengan jadwal, terus jam belajarnya tepat waktu. Kalau ekstrakulikuler kita dibebaskan untuk memilih sesuai kesukaan kita, disini ada macam-macam ekstra contohnya sepak bola. Kalau kelas satu, kami diwajibkan ikut pramuka bu. Kita juga ada jam pendidikan karakter bu, biasanya ada sholat jumat berjamaah”.(Wawancara terhadap siswa kelas X, Kamis 30 januari 2020).
Sejalan dengan hal pernyataan siswa kelas X, siswa kelas XI menambahkan adanya pelajaran kelas BK dalam upaya pembentukan pendidikan karakter.
74
“Kita kelas XI, lebih banyak prakteknya soalnya untuk persiapan magang/prakrin. Ekstra disini banyak bu, tergantung kita mau milih ekstra yang mana dan dibebaskan untuk memilih. guru BK biasanya kasih pelajaran di jam mata pelajaran BK”.(Wawancara terhadap siswi kelas XI, Kamis 30 januari 2020).
Siswa kelas XII menambahkan bahwa pembelajaran efisien karena jam pelajaran terisi semua. Berikut pernyataan siswa kelas XII.
“Kelas XII kami belajarnya lebih banyak bahas soal-soal UN bu, dari awal semester untuk persiapan ujian jadi kita gak ada jam kosong, misal gurunya ada yang gak datang kekelas pasti digantikan sama guru lain. ...Pendidikan karakter nya biasanya ada baca doa pagi ”(Wawancara terhadap siswa kelas XII, Kamis 30 januari 2020).
Berdasarkan wawancara terhadap stakeholder dan siswa, kurikulum yang digunakan oleh sekolah dengan program FDS sama dengan sekolah lainnya yakni kurikulum 2013. Perencanaan pembelajaran sekolah 6 hari dan 5 hari sama, namun pada 5 hari sekolah ada penambahan jam. Jika pada pembelajaran 6 hari pembelajaran senin –sabtu jam 07.00-13.45 sedangkan pada program FDS pembelajaran dimulai dari jam 07.00-16.00.
Desain pembejaran pada SMK Negeri 1 Pabelan terkait program FDS tidak hanya berfokus pada aspek kognitif atau akademik namun pada aspek non akademik atau bakat minat serta pendidikan karakter. Untuk perencanaan jadwal pelajaran, pelajaran normatif ditempatkan pada pagi hari sedangkan untuk pelajaran produktif atau praktikum dilakukan pada siang sampai
75
sore hari. Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir rasa bosan dan mengantuk yang dialami siswa sehingga siswa dapat fokus pada pelajaran. Dan ada juga kelas yang pagi hari produktif/praktikum dan dan siangnya pelajaran normtif dan sore hari nya lanjut lagi pembelajaran produktif/praktikum tergantung pada materi. Adanya pendalaman materi berupa kegiatan belajar mengajar kejuruan sesuai dengan 5 kompetensi keahlian yakni teknik sepeda motor, teknik kendaraan ringan, rekayasa perangkat lunak, serta tata busana sehingga siswa dapat menguasai pembelajaran.
Ada pula hari tertentu sorenya terdapat ekstrakulikuler, baik keagamaan mau pun pengembangan bakat. Untuk ekstrakulikuler pengembangan bakat dan minat antara lain ekstrakulikuler voli, ekstrakulikuler sepak bola, ekstrakulikuler pencak silat, ekstrakulikuler palang merah remaja, serta ekstrakulikuler pramuka sehingga melalui kegiatan ekstrakuliler potensi yang dimiliki siswa dapat berkembang sesuai dengan bakat dan minatnya.
Dengan desain pembelajaran tersebut, konsentrasi dan fokus siswa dapat terbentuk sendiri ditambah dengan lamanya alokasi waktu cukup efektif bagi siswa untuk memperdalam materi dan praktik. Jadwal ekstrakulikuler sebagai berikut.
76
Tabel 4.3
Jadwal Ekstrakulikuler di SMK Negeri 1 Pabelan
No. Nama Kegiatan Waktu Pelaksanaan Penanggung Jawab 1 Ekstrakulikuler
Voli Selasa, 15.15 – Selesai Hesti Wulansari, S.Sn 2 Ekstrakulikuler
Sepak Bola Senin, 16.00 – Selesai Hesti Wulansari, S.Sn 3 Ekstrakulikuler
Pencak Silat
Selasa & Kamis, 15.15 - Selesai
Hesti Wulansari, S.Sn 4 Ekstrakulikuler
PMR Rabu, 15.15 – Selesai Hesti Wulansari, S.Sn 5 Ekstrakulikuler
Tata Busana Kamis, 15.15 – Selesai Hesti Wulansari, S.Sn 6
Teknik Kendaraan Ringan
Kamis, 15.15 – Selesai
Hesti Wulansari, S.Sn
7
Ekstrakulikuler Teknik Sepeda Motor
Kamis, 15.15 – Selesai
Hesti Wulansari, S.Sn
8 Rekayasa
Perangkat Lunak Kamis, 15.15 – Selesai Hesti Wulansari, S.Sn 9
Rekayasa
Perangkat Lunak Pramuka
Kamis, 15.15 – Selesai
Hesti Wulansari, S.Sn
10 Kegiatan Rohis
(Rohani Islam) Selasa, 15.15 - 16.00 Indra Latief, S.AgI (Sumber:Data penelitian)
Berdasarkan data penelitian, dapat dilihat bahwa jadwal pembelajaran ekstrakulikuler didesain pada sore hari agar pada pagi hingga siang siswa fokus untuk memperdalam pengetahuan baik teori maupun praktek.
77
Sedangkan untuk penguatan pendidikan karakter ada beberapa kegiatan yaitu sebelum pembelajaran dimulai ada beberapa pembiasaan yang dilakukan yakni bersalaman dengan guru, kemudian bernyanyi lagu indonesia raya sebagai wujud cinta tanah air, asmaul husna atau doa bersama setiap pagi sebelum pelajaran pertama dimulai, sholat dzuhur dan sholat jumat berjamaah, ada pula ekstrakulikuler rohis (rohani islam) sebagai wadah memperdalam agama Islam, terdapat pula kegiatan-kegiatan keagamaan dalam memperingati hari besar keagamaan seperti pengajian akbar, pesanteren kilat dalam bulan rahmadan maupun kegiatan keagamaan lain. Untuk bimbingan konseling, ada perbedaan dimana pada 6 hari sekolah, kegiatan bimbingan konseling hanya berupa konseling biasa yakni guru tidak masuk kekelas dan hanya melakukan konseling diruangannya. Sedangkan pada program FDS adanya pembelajaran bimbingan konseling dengan waktu 1 jam pembelajaran, biasanya diambil dari jam praktikum. Perencanaan kegiatan pembiasaan untuk membentuk karakter siswa sebagai berikut.
78 Tabel 4.4
Kegiatan Pembiasaan Pembentukan Karakter
No. Kegiatan Pembiasaan
1 Menyanyikan lagu kebangsaan, nasional dan daerah 2 Doa bersama atau Asmaul Husna
3 5 S (Salam, Sapa, Senyum, Sopan, Santun ) 4 Upacara Bendera
5 Budaya antre dan membuang sampah pada tempatnya 6 Membiasakan izin ketika masuk dan keluar ruangan 7
Disiplin (penampilan, perilaku, tutur kata dan datang tepat waktu)
8 Sholat dzuhur, Sholat ashar, Sholat Jumat Berjamaah 9 Rohani Islam (Rohis)
10 Peringatan hari besar Nasional dan Keagamaan 11 Pembiasaan pelajaran bimbingan konseling dikelas 12 Menghargai pendapat oranglain
13 Budaya saling tolong menolong 14 Literasi
(sumber:data penelitian)
Pada pembelajaran FDS ini guru dituntut untuk mendesain dan menyiapkan perangkat pembelajaran yang matang dan menyesuaikan dengan kondisi siswa. Guru harus bijak dalam memilih metode, media, serta sumber belajar yang tepat, karena akan berdampak pada kualitas pembelajaran sehingga dapat terciptanya suasana kelas yang kondusif, nyaman dan pembelajaran menjadi lebih menarik. Hal tersebut disebabkan oleh intensitas waktu pembelajaran program FDS yang cukup panjang yang dapat menyebabkan siswa merasa cepat jenuh dan
79
bosan. Pada SMK Negeri 1 pabelan ini tidak jarang pembelajaran berada diluar kelas untuk mengantisipasi rasa bosan yang dirasakan oleh siswa. Pada program FDS ini FDS yang memakan waktu lebih lama yakni dari pagi hingga sore hari memberikan anak kesempatan untuk dapat mengembangkan potensi baik dari aspek akademik, non akademik dan pendidikan karakter sehingga anak belajar bahwa keunggulan dan prestasi harus melalui proses yang melelahkan. Strategi yang dilakukan oleh SMK Negeri 1 pabelan agar FDS ini berhasil yaitu (1) Memastikan program berjalan sesuai dengan penataan dan perencanaan; (2) Menata kebutuhan dan guru-guru dengan baik, memastikan kegiatan belajar mengajar berjalan sesuai jadwal; (3). Memastikan sosialisasi diperlukan agar stakeholder, guru dan siswa memahami FDS dengan baik; (4). Mempersiapkan tenaga pendidik yang professional dalam bidangnya; (5) Mempersiapkan sarana dan prasarana yang memadai; (6). Bekerja sama dengan orangtua, masyarakat dan terhadap mitra lainnya; (7).
Pembelajaran didesain sesuai dengan kebutuhan siswa, yakni tidak jarang pembelajaran didesain diluar kelas dan pada siang hari pembelajaran didesain dengan materi ringan dan praktek.
c. Sumber Daya Manusia
Program FDS ini sebagai optimalisasi pembelajaran, peningkatan aspek kognitif, afektif serta potensi dan bakat, tentunya target dari program ini yakni siswa – siswa. Untuk itu
80
dibutuhkan tenaga pengajar yang memiliki kompetensi yang mumpuni didalam bidangnya.
Berdasarkan wawancara terhadap kepala sekolah, pemilihan penanggung jawab serta guru pengajar dipilih berdasarkan syarat-syarat yang sudah ditentukan oleh sekolah.
Hasil wawancara terhadap kepala sekolah sebagai berikut.
“Kalau untuk FDS sendiri, pengajar tentunya harus memiliki kompetensi yang sesuai dan linier. Seperti guru olahraga ya harus lulusan dari olahraga. Untuk mengajar pramuka harus ikut pelatihan pramuka. Untuk kegiatan kegamaan, penganggung jawab yaitu guru agama”. (Wawancara terhadap kepala sekolah, Kamis 26 September 2019).
Sejalan dengan pernyataan kepala sekolah, WakaKurikulum mengatakan bahwa harus ada kesesuaian antara pendidikan guru dan tanggung jawab yang diemban dan juga secara keseluruhan semua stakeholder berperan dalam program FDS. Berikut wawacara terhadap WakaKurikulum.
“Harus sesuai dengan pendidikan dan kompetensi yang dimiliki. Pengajar baik kognitif, afektif dan ekstrakulikuler harus memiliki pengalaman sesuai dengan bidangnya masing- masing. Tidak ada tim khusus sebetulnya hanya ada struktur besar mulai dari kepala sekolah, kemudian tim pengembang kurikulum terus ada waka kurikulum dan waka humas dan seluruh guru. (Wawancara terhadap WakaKurikulum, Kamis 26 September 2019).
Demikian pula wawancara terhadap guru BK, yakni program FDS ini berjalan dengan kerjasama semua stakeholder.
Hasil wawancara sebagai berikut.
81
“Tidak ada tim khusus dalam program FDS ini, semua pihak bekerjasama. Pihak yang terlibat harus sesuai dengan kompetensi. Kerja sama program ini juga dari pihak komite dan juga dinas pendidikan”. (Wawancara terhadap Guru BK, Kamis 26 September 2019).
Berdasarkan wawancara stakeholder, tenaga pendidik di SMK Negeri 1 Pabelan yaitu seorang tenaga pendidik yang memiliki kompetensi professional dan kompeten dalam bidang yang ia dalami dan dapat mengayomi serta memfasilitasi siswa sesuai dengan kebutuhan baik secara akademis, potensi dan bakat maupun pembentukan akhlak siswa.
Pernyataan tersebut didukung pula oleh pernyataan siswa terkait dengan SDM guru. Hasil wawancara menunjukkan bahwa guru mampu memfasilitasi siswa sesuai dengan kebutuhan siswa.
Berikut hasil wawancara perwakilan siswa kelas X, XI, XII.
“Guru mendukung dan memfasilitasi, contohnya kalau kami kurang paham materi atau praktek. Kalau ektra juga gitu bu.
Biasanya kalau melanggar peraturan, guru kasih hukuman”.(Wawancara terhadap siswa kelas X, Kamis 30 januari 2020).
Mendukung pernyataan siswa kelas X, siswa kelas XII menyatakan bahwa guru memfasilitasi siswa sampai siswa dapat memahami pembelajaran.
“Guru yang ngajar sesuai dengan bidangnya, biasanya kalau kami tidak paham guru menjelaskan sampai kami ngerti. Kalau tidak paham juga kadang dijadikan PR. Kalau di ekstra guru biasanya selalu ada, jadi kalau misal butuh bantuan, guru ada.
[...] Guru BK biasanya mencari kalau bolos terlalu lama ”.
(Wawancara terhadap siswi kelas XI, Kamis 30 januari 2020).
82
Sejalan dengan pernyataan siswa kelas X dan siswa kelas XI, siswa kelas XII menyatakan bahwa guru tidak hanya memfasilitasi dari segi pembelajaran tetapi juga membimbing dan mengayomi siswa jika ada masalah.
“Guru mendukung bu, biasanya pas praktek dibimbing...
Misalnya pas ekstra tidak bisa mengikuti apa yang diajarkan, guru memberikan contoh sampai bisa. Terus kalau ada masalah guru BK biasanya selalu nanya dan bantu cari solusi”(Wawancara terhadap siswa kelas XII, Kamis 30 januari 2020).
Berdasarkan wawancara stakeholder dan siswa maka dapat ditarik kesimpulan yaitu para pendidik di SMK Negeri 1 Pabelan dipilih sesuai dengan kriteria dan seleksi dari pemerintah dan guru mumpuni dalam bidangnya. Selain itu para pendidik harus memiliki kompetensi professional dan kredibilitas dibidangnya.
Para guru dituntut untuk dapat berinovasi dan kreatif dalam mengajar menggunakan media, proses pembelajaran berpusat pada siswa, hal ini dikarenakan program FDS ialah program belajar sehari penuh disekolah sehingga pelajaran yang berikan haruslah menarik semangat siswa untuk belajar. Guru juga memfasilitasi dan mengayomi siswa baik aspek koginitif, psikomotorik dan afektif. Untuk guru penanggung jawab kegiatan ekstrakulikuler baik pendalaman materi, pengembangan karakter, keagamaan, maupun pengembangan bakat sudah sesuai dengan kompetensi profesional dan linier dengan ilmu yang dimiliki yakni penanggung jawab program pengembangan karakter keagamaan ialah guru agama, untuk pelatih pramuka harus
83
mengikuti pelatihan pramuka, serta untuk ekstrakulikuler olahraga harus khusus guru olahraga. Penganggung jawab kegiatan yakni stakeholder yang terlibat memiliki komitmen yang baik hal ini ditunjukkan oleh penilaian kinerja guru, guru bekerja sesuai dengan SOP dan jadwal. Berikut data pendidikan kepala sekolah, guru dan karyawan pada SMK Negeri 1 Pabelan.
Tabel 4.5
Data pendidikan dan kompetensi Kepala Sekolah dan Guru
No Jabatan PNS GTT Pendidikan
Jumlah
L P L P S1 S2
1 Kepala
Sekolah - 1 - - - 1 1
2 Guru 8 2 10 18 36 2 38
Jumlah 9 2 10 18 39
(Sumber: Data Penelitian)
Tabel 4.6 Data Karyawan
No Jabatan Tetap Tidak tetap
Jumlah
L P L P
1 KTU - 1 - - 1
2
Staf
administrasi - - 1 5 6
3
Penjaga
Sekolah - - 2 - 2
4 Asisten Lab. - - 1 - 1
Jumlah - 1 4 5 10
(Sumber: Data Penelitian)
84
Berdasarkan data tersebut, menunjukkan bahwa kepala sekolah selaku penanggung jawab program FDS memiliki pendidikan S2, sebagian besar guru rata-rata S1 dan dua lainnya S2. Guru PNS (Pegawai Negeri Sipil) sebanyak 11 orang dan GTT (Guru Tidak Tetap) berjumlah 28 orang dengan total keseluruhan guru 39 orang serta dari 10 karyawan hanya 1 orang yang memiliki jabatan sebagai karyawan tetap. Hal tersebut menunjukkan bahwa dari segi jumlah guru masih kurang dan sebagian besar banyak guru tidak tetap, meskipun demikian di SMK Negeri 1 Pabelan tenaga pengajar selalu mengembangkan diri baik dengan melanjutkan studi kejenjang yang lebih tinggi, mengikuti seminar dan workshop, mengikuti lomba, serta mengikuti kegiatan-kegiatan pelatihan eksternal serta kegiatan maupun pelatihan yang dibuat oleh internal sekolah.
d. Sarana dan Prasarana
Sarana dan prasarana yang ada ialah sebagai penunjang kelancaran kegiatan belajar mengajar.
Berdasarkan Hasil wawancara terhadap kepala sekolah terkait sarana dan prasarana yang dibutuhkan sudah direncanakan dan ditata setahun sebelum pelaksanaan program FDS.
Pernyataan kepala sekolah sebagai berikut.
“Sarana dan prasarana yang kami siapkan seperti mushola sudah ada untuk sholat jum’at bersama, keran air untuk wudhu juga sudah ada. Untuk sarana seperti LCD ada. Perencanaan pengadaan sarana dan prasarana dikelola dengan baik, jadi kita
85
tata setahun sebelumnya. Alat dan prasarana kurang, seperti dibengkel kejuruan. Untuk alat kan harus update, kemudian 1 alat untuk berapa orang. Menurut saya kalau dilihat dari rasio dan update alat misalnya, kita mau pakai komputer yang bagus harus mengadakan”. (Wawancara terhadap kepala sekolah, Kamis 26 September 2019).
Sedangkan berdasarkan wawancara terhadap WakaKurikulum mengatakan bahwa sarana dan prasarana sudah cukup memadai, dan adanya perencanaan pengadaan sarana.
Hasil wawancara sebagai berikut.
“Untuk sarana dan prasarana cukup memadai. Mushola kita ada, untuk peralatan olahraga seperti voli, sepak bola, basket, takraw ada. LCD untuk pembelajaran ada. Sarana dan prasarana masih kurang, sedang dalam proses. Untuk standar minimal saja, tahun ini kami baru akan mendekati untuk sampai SNP. Kita mengadakan perencanaan persatu tahun apalagi di dalam dana BOS tidak bisa dipenuhi secara langsung karena setiap tahun agendanya juga berbeda. Tahun ini boleh untuk alat, tahun besok tidak. Dana BOP juga begitu. Jadi saling menutupi.” (Wawancara terhadap WakaKurikulum, Kamis 26 September 2019).
Sejalan dengan pernyataan kepala sekolah dan WakaKurikulum, guru BK mengatakan bahwa sarana dan prasarana cukup memadai. Berikut hasil wawancara terhadap guru BK.
“Kalau menurut saya cukup memenuhi. Setiap tahun ada perencanaan pengadaan barang”. Wawancara terhadap Guru BK, Kamis 26 September 2019).
Berdasarkan wawancara terhadap stakeholder, sarana dan prasarana cukup memadai terkait dengan pemenuhan kebutuhan
86
program FDS. Namun, ada beberapa alat yang jumlahnya hanya sedikit. Pernyataan stakeholder didukung pula oleh pernyataan siswa.
Pernyataan siswa kelas X, mendukung pernyataan stakeholder menyangkut sedikitnya jumlah peralatan yang
itemnya cukup spesial.
“Menunjang, ada wifi juga.Tapi kadang ada beberapa peralatan bengkel pakainya giliran, contohnya ada kunci-kunci yang jumlahnya tidak banyak”.(Wawancara terhadap siswa kelas X, Kamis 30 januari 2020).
Menambahkan pernyataan siswa kelas X, siswa kelas XI menambahkan bahwa pembelajaran juga menggunakan media.
“Menunjang, biasanya kalau pelajaran tertentu guru ngajarnya pakai LCD”.(Wawancara terhadap siswi kelas XI, Kamis 30 januari 2020).
Mendukung pernyataan siswa kelas XI, siswa kelas XII mengatakan bahwa tersedianya laboratorium perjurusan dan penggunaan media pendukung pembelajaran.
“Menunjang, ada juga lab komputer, ada juga lab praktek masing-masing sesuai dengan jurusan....terus pelajarannya memakai media dan proyektor”.(Wawancara terhadap siswa kelas XII, Kamis 30 januari 2020).
Berdasarkan hasil wawancara pada SMK Negeri 1 Pabelan, sarana dan prasarana penunjang pendidikan karakter direncanakan sesuai dengan kebutuhan yang diperlukan setiap tahunnya. Kepala sekolah dan guru-guru melakukan rapat mengenai kebutuhan akan sarana dan prasarana. Sarana dan
87
prasarana yang mendukung program FDS di SMK Negeri 1 Pabelan yakni 1). Sarana dan prasarana pembelajaran dikelas, ruang kelas cukup banyak 20 ruang, adanya LCD proyektor dalam menunjang pembelajaran dan guru biasanya menggunakan LCD proyektor sebagai media pembelajaran. Dan tidak jarang menggunakan wifi untuk pembelajaran berbasis online; 2).
Sarana dan prasarana praktek yakni adanya Ruang Lab.
Kimia/Fisika 2 ruang, Ruang Lab. Komputer 2 ruangan, Ruang Lab. Tata Busana 2, Ruang Lab. Otomotif 3, Ruang Lab. RPL 2.
3). Sarana dan prasarana untuk penunjang pengetahuan siswa di SMK Negeri 1 Pabelan yakni adanya ruang perpustakaan dan dilengkapi dengan buku-buku pelajaran cukup lengkap. Untuk perlengkapan extrakulikuler olahraga cukup lengkap ada volley, sepak bola, basket dan takraw; 4). Sarana dan prasarana keagamaan, yakni kebutuhan mengenai tempat ibadah, kebutuhan keagamaan memadai yakni adanya mushola.
e. Pendanaan
Pendanaan program FDS ini yakni bagaimana anggaran yang direncanakan untuk program FDS.
Berdasarkan waancara terhadap kepala sekolah, tidak ada dana khusus untuk program FDS ini. Pernyataan kepala sekolah sebagai berikut.
“Pendanaannya seperti pengadaan barang kita tata perlahan- lahan, tidak semua harus langsung semua kita adakan, misalnya awalnya ya seadanya dulu. Tempat ibadah dulu kita adakan seperti mushola, baru keran-keran air. Sehingga biaya yang
88
dikeluarkan tidak besar. Penataan dari pihak sekolah.
Anggarannya dari BOS dan BOP untuk keseluruhan kegiatan belajar mengajar, tetapi tidak ada dana yang khusus terspesifik untuk itu. Hanya penataannya saja. Sejauh ini tidak ada permasalahan untuk masalah dana”. (Wawancara terhadap kepala sekolah, Kamis 26 September 2019).
Sejalan dengan pernyataan kepala
sekolah,WakaKurikulum menyatakan bahwa tidak ada pendanaan secara khusus dengan adanya program FDS hanya masalah penataan dana. Pernyataan WakaKurikulum sebagai berikut.
“Dana secara khusus tidak ada. Untuk menarik 6 jadi 5 hari.
Dana dari 6 hari belajar harus dibuat cukup untuk pelaksanaan 5 hari belajar. Pendanaannya sama saja seperti sekolah 6 hari secara keseluruhan. Pendanaan diperoleh dari dana BOS, BOP dan PSM. Untuk banyaknya pendanaan tercantum pada RKAS, kalau tidak salah kisarannya lebih dari ratusan juta karena kan penganggaran kebutuhan barang dan jasa serta kebutuhan lain”.(Wawancara terhadap WakaKurikulum, Kamis 26 September 2019).
Sedangkan wawancara terhadap guru BK yakni adanya perencanaan terhadap keuangan untuk program FDS. Guru BK menyatakan bahwa:
“Kalau masalah keuangan dan pendanaan saya kurang tahu, tapi untuk perencanaanya keuangan sebelum FDS diterapkan pasti ada”. Wawancara terhadap Guru BK, Kamis 26 September 2019).
Berdasarkan wawancara terhadap stakeholder, dapat disimpulkan bahwa adanya perencanaan penganggaran sebelum program FDS diterapkan, stakeholder mendata pengadaan kebutuhan terkait dengan kebutuhan progam (kegiatan-kegiatan serta belanja barang dan jasa). Kemudian data tersebut dimasukan