• Tidak ada hasil yang ditemukan

F2 KB 9.4. PWS KIA

Dalam dokumen SOP (Halaman 32-41)

7. URAIAN PROSEDUR

9.3. F2 KB 9.4. PWS KIA

PEMERINTAH KABUPATEN GRESIK DINAS KESEHATAN DAERAH UPT PUSKESMAS NELAYAN

Jl. Gubenur Suryo no. 33 Telp. 031-3983036

PROSEDUR

PELAYANAN PROMOSI KESEHATAN

KODE DOKUMEN : PM REVISI : 00

TANGGAL TERBIT : 10 AGUSTUS 2009 Disiapkan oleh :

Kepala Unit Pelayanan Medik : Dr. Sri Hartati Diperiksa oleh :

Management Representative : Dr. M. Hariadi Disetujui oleh :

Kepala Puskesmas : Drg. Pekik Pita Maharti

1. TUJUAN

Prosedur bidang Promosi Kesehatan ini bertujuan untuk menetapkan tata cara pelaksanaan Promosi Kesehatan kepada masyarakat. Diharapkan prosedur ini dapat menjadi bahan acuan bagi

kegiatan/program Upaya Kesehatan Masyarakat (UKM) maupun Upaya Kesehatan Perorangan (UKP) yang mengharapkan keterlibatan dari masyarakat/pihak lain.

2. RUANG LINGKUP

Ruang Lingkup prosedur ini mengatur :

2.1 Penyuluhan di dalam gedung (Puskesmas) 2.2 Penyuluhan di luar gedung (Puskesmas)

2.3 Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Rumah tangga

2.4 Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tatanan Institusi Kesehatan, Institusi Pendidikan, tatanan TTU, Institusi Tempat Kerja, Pondok Pesantren.

2.5 Pembinaan dan pengembangan Posyandu 2.6 Pembinaan dan pengembangan Poskestren

2.7 Pembinaan dan pengembangan Upaya Kesehatan Kerja ( UKK ) 2.8 Pembinaan dan pengembangan JPKM

2.9 Pengembangan Kelurahan Siaga 3. REFERENSI

3.1 Buku Rumah Tangga Sehat dengan perilaku hidup bersih dan sehat, diterbitkan Departemen Kesehatan RI.

3.2 Buku Lakukan Gaya Hidup Sehat mulai sekarang, pusat promosi kesehatan Depkes RI 3.3 Panduan pembinaan Perilaku Hidup Sehat di Rumah Tangga melalui tim penggerak PKK, diterbitkan pusat promosi Kesehatan Depkes RI th.

3.4 Petunjuk tehnis standart pelayanan minimal bidang kesehatan di Kabupaten Gresik 3.5 Kurikulum dan modul pelatihan bidan Poskesdes dalam pengembangan desa siaga 3.6 Keputusan Menteri Kesehatan RI No 38/Menkes/SK/I/2007 tentang pedoman pelayanan Kesehatan kerja pada Puskesmas kawasasn / sentra Industri

3.7 Pos UKK

3.8 Pedoman pelaksanaan Upaya Kesehatan Kerja di Puskesmas 3.9 Petunjuk tehnis Jamkesmas di Puskesmas dan jaringannya th 2008 3.10 Buku kader posyandu dalam usaha perbaikan gizi keluarga 3.11 Telaah keamandirian posyandu

3.12 Leaflet dan brocure yang lainnya 4. DEFINISI

4.1 Penyuluhan adalah proses penyampaian pesan kesehatan kepada sasaran oleh petugas dengan harapan peserta mengerti dan mau melaksanakan apa yang menjadi tujuan penyuluhan.

4.2 Materi penyuluhan adalah Pesan yang ingin disampaikan kepada audience

4.3 Alat Bantu Penyuluhan adalah alat/bahan untuk memperjelas isi penyuluhan sehingga mudah dimengerti oleh audience

4.4 Penyuluhan pra pelayanan merupakan penyuluhan yang dilakukan oleh petugas sebelum/pada waktu pelayanan dilakukan ataupun pada waktu pasien menunggu pelayanan.

4.5 Penyuluhan inter personal adalah penyuluhan dua arah seperti konseling

4.6 Visite adalah kunjungan dokter untuk menilai kondisi kesehatan penderita yang dirawat di puskesmas dengan rawat inap.

4.7 Dasa Wisma kelompok masyarakat yang dibagi dalam 10 keluarga. 4.8 Toga adalah Tanaman Obat Keluarga.

4.9 Toma adalah Tokoh Masyarakat

4.10 Lintas Sektor adalah Unit lain yang berhubungan dengan kerja Puskesmas, yaitu Kecamatan, Kelurahan, Dinas P&K, KUA , Dinas Pertanian

4.11 PHBS adalah Prilaku Hidup Bersih dan Sehat.

4.12 Tatanan Rumah Tangga adalah kumpulan Rumah tangga di suatu wilayah / daerah

4.13 Kader adalah seseorang yang dengan sukarela membantu kelancaran petugas di masyarakat diposyandu.

4.14 Asi Exclusive adalah pemberian air susu ibu kepada bayi mulai usia 0 sampai 6 bulan tanpa diberikan makan dan minuman lain.

4.15 Air Bersih adalah air yang dapat dipergunakan untuk kegiatan manusia dan harus terhindar dari kuman penyekit dan bebes dari bahan-bahan kimia yang dapat mencemari air bersih tersebut,dengan mamfaat bias jatuh sakit

4.16 SPAL adalah saluran pembuangan air limbah

4.17 Pokja IV Kelurahan adalah Kelompok Kerja di PKK yang menangani bidang kesehatan, perencanaan sehat, dan kelestarian lingkungan

4.18 PPD adalah petugas yang melksnakan kegiatan program kesehatan di desa/kelurahan. 4.19 Institusi Kesehatan adalah sarana yang mengadakan pelayanan kesehatan

4.20 Wilayah Kerja Puskesmas adalah wilayah/daerah dimana puskesmas melaksanakan program kerja

4.21 Tatanan Institusi Pendidikan adalah kumpulan sarana yang mengadakan kegiatan pendidikan yang resmi /terdaftar di suatu wilayah

4.22 Bahan Pengawet adalah bahan atau campuran bahan yang secara alami bukan merupakan bagian dari bahan baku pangan, tetapi ditambahkan kedalam pangan untuk mengawetkan makanan. 4.23 Garam Beryodium adalah garam yang mempunyai kandungan yodium dengan kadar yang cukup lebih dari 30 PPM kandungan kalium yudat.

4.24 UKS adalah Upaya Kesehatan Sekolah

4.25 Posyandu adalah pos pelayanan terpadu,tempat melayani balita, bumil dan bufas. 4.26 PMT Penyuluhan adalah Pemberian Makanan Tambahan yang bertujuan sebagai contoh/penyuluhan.

4.27 SIP adalah Sistim Informasi Posyandu.

4.28 KIA Kit adalah Peralatan/bahan keperluan kegiatan KIA.

4.29 KMS adalah kartu yang memuat data pertumbuhan anak yang dicatat setiap bulan dari sejak lahir sampai berusia 5 tahun. KMS diberikan pada balita yang tidak mempumyai buku KIA.

4.30 Imunisasi adalah pemberian kekebalan dengan memasukkan antingen ke dalam tubuh melalui vaksinasi.

4.31 KB adalah upaya peningkatan kepedulian dan peran serta masyarakat melalui pendewasaan usia perkawinan,pengaturan kelahiran,pembinaan ketahanan keluarga,penigkatan kesejahteraan keluarga.

4.32 JPKM adalah jaminan pemeliharaan kesehatan masyrakat.

4.33 Bapel JPKM adalah badan pelaksana jaminan pemiliharaa kesehatan masyarakat 4.34 PPK adalah Pelaksana Pelayanan Kesehatan.

4.35 Kapsul Yodium adalah kapsul yang mengandung yodium.

4.36 Program tambahan adalah program yang dilaksanakan di posyandu selain program utama misal, KP, KIA, TABULIN, donor darah, P3K.

4.37 KPKIA adalah Kelompok Peminat Kesehatan Ibu Anak. 4.38 BKB adalah Bina Keluarga Balita.

4.39 Dasolin adalah dana sosial bersalin 4.40 Tabulin adalah tabungan ibu bersalin

4.41 Poskestren adalah Pos Kesehatan Pesantren 4.42 KRR adalah kesehatan reproduksi remaja

4.43 Upaya Kesehatan Kerja (UKK) adalah upaya pemberian perlindungan kesehatan dan keselamatan kerja bagi masyarakat pekerja

4.44 Kelompok tani adalah Organisasi dari para petani 4.45 Bagas adalah Pembantu Petugas

4.46 Forkesi adalah Forum Kelurahan Siaga

4.47 Ambulan Desa adalah kendaraan milik warga yang dengan kesepakatan bisa digunakan untuk berperan sebagai ambulan masyarakat sekitar

4.48 Kadarzi adalah Keluarga Sadar Gizi 4.49 KEP adalah Kekurangan Energi Protein 5. PENANGGUNG JAWAB

5.1 Kepala Puskesmas bertanggung jawab atas pelaksanaan Promkes diwilayah Puskesmas serta bertanggung jawab atas pembinaan koordinator Kesga, PPD, dan pemegang program.

5.2 Koordinator Kesga bertanggung jawab atas pelaksanaan program Promkes serta bertanggung jawab atas pembinaan pemegang program promkes.

5.3 Pemegang Program promkes bertanggung jawab atas pelaksanaan program promkes serta mengkoordinasikan kegiatan Penyuluhan dan Peran Serta Masyarakat (PSM) yang dilakukan di kelurahan (PPD / pemegang program) ataupun yang dilakukan di Puskesmas (Pemegang program maupun karyawan lain )

5.4 PPD bertanggung jawab atas pelaksanaan program promkes di kelurahan sesuai dengan wilayah kerjanya.

5.5 Petugas puskesmas bertanggung jawab atas promosi kesehatan di puskesmas. 6. KETENTUAN UMUM

6.1 Program Promosi Kesehatan merupakan program yang menitik beratkan pada penyuluhan dan peningkatan peran serta masyarakat yang berfungsi untuk meningkatkan keberhasilan program – program puskesmas terutama dengan meningkatkan keberadaan dan fungsi dari Upaya Kesehatan Bersumber daya Masyarakat (UKBM).

6.2 Wilayah kerja program promkes adalah didalam Puskesmas dan luar Puskesmas (masyarakat ) 6.3 Pelaksanaan promkes di dalam maupun diluar Puskesmas dikoordinasikan oleh seorang koordinator promkes dan dibantu oleh PPD, Programer serta petugas/karyawan puskemas lain.

6.4 Sasaran penyuluhan dalam gedung diberikan kepada pasien, pengantar pasien maupun pengunjung puskesmas yang lain baik di rawat jalan maupun rawat inap.

6.5 Sasaran penyuluhan diluar gedung (Puskesmas) adalah masyarakat atau kelompok masyarakat seperti: Posyandu, Dasa Wisma, Kelompok Yasinan, Sarwaan, majlis ta’lim, RT, RW, Kelurahan, TOGA / TOMA, Lintas Sektoral.

6.6 Sasaran PHBS tatanan Rumah Tangga adalah seluruh Rumah Tangga di wilayah kerja Puskesmas.

6.7 Pelaksanaan pendataan PHBS tatanan Rumah Tangga dilakukan oleh kader , masing wilayah ,tiap posyandu dilakukan 1 (satu) kali tiap tahun dengan data yang diambil adalah 10 indikator lingkungan dan prilaku hidsup bersih dan sehat.

• Kemana persalinan dilakukan • Pemakaian ASI Exclusive • Menimbang balita setiap bulan • Ketersediaan Air Bersih • Ketersediaan Jamban Sehat

• Melakukan pemberantasan sarang nyamuk/bebas jentik

• Cuci tangan degan air mengalir dan sabun sebelum makan dan setelah BAB • Perilaku merokok di dalam rumah

• Perilaku beraktifitas fisik tiap hari • Konsumsi buah dan sayur tiap hari

6.8 Sasaran program PHBS tatanan Institusi Kesehatan adalah seluruh Institusi Kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Nelayan baik institusi kesehatan pemerintah maupun swasta.

6.9 Pelaksanaan pendataan PHBS tatanan Institusi Kesehatan dilakukan oleh tenaga Promkes, 1 (satu) kali tiap tahun dengan data yang diambil adalah :

• Kebersihan pakaian, badan petugas • Ketersediaan air bersih

• Ketersediaan sarana jamban untuk pengunjung dan petugas • Ketersediaan tempat sampah

• Kebersihan ruangan dan halaman • Keterbebasan jentik nyamuk • Ketersediaan poster kesehatan

• Adanya penyuluhan kelompok di dalam ruangan oleh petugas • Adanya penyuluhan melalui kaset

• Tidak adanya petugas yang merokok

6.10 Sasaran program PHBS tatanan Institusi Pendidikan adalah seluruh institusi pendidikan di wilayah Puskesmas

6.11 Pelaksanaan pendataan PHBS tatanan Institusi Pendidikan dilakukan oleh tenaga Promkes 1 (satu) kali tiap tahun , yang diambil adalah :

• Kebersihan pakaian, badan siswa dan guru • Ketersediaan air bersih

• Ketersediaan sarana jamban untuk siswa, guru dan karyawan • Ketersediaan tempat sampah

• Kebersihan ruangan dan halaman • Keterbebasan jentik nyamuk

• Terlaksananya kegiatan kader UKS di lingkungan sekolah • Tidak adanya guru dan keryawan yang merokok

• Kepesertaan JPKM

6.12 Sasaran program PHBS tatanan TTU adalah seluruh Tempat-Tempat Umum (Kolam renang, musolla, pasar dll) di wilayah Puskesmas

6.13 Pelaksanaan pendataan Tatanan TTU dilakukan oleh tenaga Promkes 1 (satu) kali tiap tahun dengan data yang diambil adalah :

6.13.1 Untuk Tempat Ibadah • Kebersihan ruangan dan halaman • Ketersediaan air bersih

• Keterbebasan jentik nyamuk

• Kebersihan pakaian dan badan pengelola / jamaah • Ketersediaan sarana jamban untuk jamaahnya • Ketersediaan tempat sampah

• Adanya penyuluhan /media penyuluhan • Informasi tentang AIDS

• Tidak adanya pengelola dan pengunjung yang merokok 6.13.2 Untuk Warung Makan

• Tidak digunakannya bahan pengawet • Penggunaan garam beryodium • Ketersediaan air bersih

• Ketersediaan tempat cuci tangan dan sabun • Kebersihan ruangan dan halaman

• Terhindarnya bahan dan makanan dari serangga dan binatang pengerat • Kebersihan pakaian dan badan pengelola / penyaji

• Keterbebasan jentik nyamuk • Ketersediaan tempat sampah

• Ketersediaan sarana jamban untuk pengelola dan pengunjung

6.14 Sasaran program PHBS Institusi Tempat Kerja adalah seluruh institusi Tempat kerja/ kantor di wilayah Puskesmas

6.15 Pelaksanaan pendataan Intitusi Tempat Kerja dilakukan oleh tenaga Promkes 1 (satu) kali tiap tahun dengan data yang diambil adalah :

• Ketersediaan air bersih • Ketersediaan sarana jamban • Kebersihan pakaian, badan pekerja • Ketersediaan tempat sampah • Ketersediaan SPAL

• Kebersihan ruangan dan halaman

• Kecukupan pencahayaan dan penghawaan • Keterbebasan jentik nyamuk

• Penggunaan alat pelindung kerja • Adanya poster kesehatan • Informasi tentang AIDS

• Tidak adanya pekerja yang merokok saat bekerja • Kepesertaan JPKM bagi pekerja.

6.16 Sasaran program PHBS tatanan Pondok Pesantren adalah seluruh Pondok pesantren di wilayah Puskesmas

6.17 Pelaksanaan pendataan PHBS Ponpes , dilakukan oleh tenaga Promkes 1 (satu) kali tiap tahun dengan data yang diambil adalah :

• Kebersihan pakaian, badan • Ketersediaan air bersih • Kebersihan tempat wudlu

• Ketersediaan sarana jamban untuk siswa, guru dan karyawan • Ketersediaan tempat sampah

• Kebersihan asrama dan halaman • Kebersihan ruang belajar

• Keterbebasan jentik nyamuk • Ada / tidaknya kader UKS

• Terlaksananya kegiatan kader UKS di lingkungan sekolah • Penggunaan garam beryodium

• Konsumsi makanan dengan gizi seimbang • Tempat pemeriksaan kesehatan

• Tidak adanya santri dan pengelola yang merokok dilingkungan pesantren • Informasi Aids

• Kepesertaan JPKM

6.18 Posyandu dibentuk jika ada sasaran balita antara 80 – 100 anak, atau minimal ada 750 penduduk.

6.19 Adapun sasaran Posyandu adalah Anak Balita, Ibu Hamil, Ibu Nifas (menyusui), Pasangan Usia Subur (PUS)

6.20 Jenis catatan minimal di Posyandu adalah : • Register Gizi

• Data PUS WUS

• Data Hasil Kegiatan Posyandu • Data Kelahiran dan Kematian • Register Ibu Hamil

6.21 Kegiatan Penyuluhan dilakukan di meja IV Posyandu ( Meja Penyuluhan ) adalah : • Fungsi dan peran Posyandu

• Penanganan dan penanggulangan diare • UPGK

• Kesehatan Ibu dan Anak, Imunisasi,,Asi Exclusive,KB • JPKM

• PHBS / Tabulin

• JIka tidak ada masalah, diberi pujian / motifasi • materi lain sesuai dengan program tambahan

6.22 Kegiatan Pelayanan meja V di Posyandu adalah : • Pemberian Imunisasi pada Balita sesuai jadwal • Pemeriksaan ibu hamil,Ibu Nifas

• Pemberian Tablet Fe, kapsul Yodium pada Bumil dan Bufas • Pemberian Kapsul Vit. A pada Balita (febuari dan Agustus ) • Pelayanan KB

• Pelayanan dari sektor lain (Pendidikan ,Depag, dll) 6.23 Program tambahan di Posyandu antara lain : 6.23.1 KPKIA,BKB,JPKM,Dasolin / Tabulin,dll

6.24 Sasaran program pembinaan Pokestren adalah seluruh pondok pesantren (Ponpes) yang ada di wilayah Puskesmas, dilaksanakan pembinaan pokestren minimal 2 kali dalam setahun.

6.25 Sasaran program Pembinaan UKK adalah

6.25.1 Kelompok – Kelompok Pekerja non formal yang ada di wilayah Puskesmas seperti :kelompok tani,kelompok pekerja home industri , mebeler, perajin kripik tahu tempe, pisang dll

6.25.2 Kelompok kelompok pekerja formal yang ada di wilayah Puskesmas seperi : para guru ,pekerja pabrik ,buruh karyawan swasta ,dll

6.26 Pembentukan Pos Upaya Kesehatan Kerja (UKK) non formal di Kelompok Kerja dengan anggota minimal 50 orang dengan susunan pengurus : Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan Kader ( 5 orang )

6.27 Pelatihan kader UKK non formal dengan materi : • Pertolongan Pertama pada Kecelakaan Kerja

• Pertolongan Pertama pada Kecelakaan Akibat Hubungan Kerja • Jaminan Pemeliharaan Kesehatan

6.28 Tim Pembina Pos UKK adalah : Promkes, PPD, Kesling, P2, PK

6.29 Sasaran program pengembangan JPKM adalah seluruh anggota masyarakat sewilayah kerja puskesmas yang tidak mempunyai Jaminan pemeliharaan Kesehatan (missal Askes, Askeskin, Astek )

6.30 Sasaran program Kelurahan Siaga adalah seluruh Kelurahan yang ada di wilayah Puskesmas 6.31 Tim pembina kelurahan Siaga terdiri dari : Promkes, PPD, Pemegang Program KIA, Pemegang Program P2, Pemegang Program Kesling, Pemegang Program PK

7. URAIAN PROSEDUR

7.1. Tata Cara Penyuluhan di dalam gedung (Puskesmas)

7.1.1. Petugas program Promkes mempersiapkan materi yang akan diberikan sesuai kebutuhan sasaran, trend permasalahan , tren program.

7.1.2. Petugas mempersiapkan alat bantu penyuluhan pengeras suara.

7.1.3. Petugas melaksanakan penyuluhan di unit rawat jalan melalui media sound system , leflet dan cara inter personal (konsultasi).

7.1.4. Petugas melaksanakan penyuluhan di unit rawat inap dengan cara menjelaskan kepada pasien maupun keluarga / penunggu tentang :

• Peraturan serta tata tertib

• Penggunaan alat / sarana baik medis maupun non medis • Rencana perawatan dan diet pasien

7.1.5. Petugas membuat laporan hasil penyuluhan tiap bulan dan triwulan ke Dinkes dengan mengetahui kepala Puskesmas.

7.2. Tata Cara Penyuluhan di luar gedung

7.2.1. Petugas Program Promkes melakukan koordinasi dengan PPD tentang lokasi, waktu, sasaran penyuluhan yang akan dilaksanakan satu minggu sebelumnya.

7.2.2. Petugas Program Promkes mempersiapan materi yang akan diberikan sesuai tren masalah, tren program.

7.2.4. Petugas Program Promkes mencatat pelaksanaan, daftar hadir, pertanyaan – pertanyaan / permasalahan yang perlu tindak lanjut.

7.2.5. Petugas Program Promkes membuat laporan kegiatan tiap bulan dan triwulan ke Dinkes dengan mengetahui kepla Puskesmas.

7.3. Tata Cara Pengembangan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tatanan Rumah Tangga 7.3.1. Petugas Program Promkes promkes berkoordinasi dengan PPD tentang rencana pendataan dan pelatihan kader PHBS .

7.3.2. Petugas Program promkes melatih kader tentang pendataan PHBS tatanan rumah tangga dengan mengambil 1 orang kader PHBS tiap posyandu.

7.3.3. Kader Posyandu melaksanakan Pengumpulan data dengan cara mengunjungi rumah tangga di tiap wilayah sesuai dengan pembagian wilayah posyandu

7.3.4. Kader melakukan wawancara pada Kepala Keluarga / Istri dan observasi kondisi lingkungan / rumah

7.3.5. Kader melakukan pencatatan hasil wawancara / observasi dalam kuesioner yang dibawa secara cermat. Data hasil pendataan dipegang kader pendata, rekapan hasil pendataan diserahkan kepada kader PHBS di Posyandu.

7.3.6. Kader PHBS mengelola data untuk mengetahui urutan permasalahan, dibuat rangkap 3 , diserahkan kepada ketua Posyandu, ketua Pokja IV Kelurahan, Petugas Program Promkes di Puskesmas.

7.3.7. Kader melakukan rekapan hasil kegiatan, diserahkan kepada PPD untuk diperiksa.

7.3.8. PPD dan Petugas Program Promkes melaksanakan pertemuan Fokus Group Discusion (FGD =Diskusi Kelompok Terarah) berdasar Data rekapan hasil pendataan PHBS di Posyandu dengan mengundang tokoh masyarakat di wilayah Posyandu untuk menentukan bentuk dan urutan intervensi guna mengatasi permasalahan sesuai hasil pendataan PHBS.

7.3.9. Pelaksanaan Intervensi dilakukan sesuai dengan permasalahan yang ada sesuai dengan hasil Pendataan PHBS dan hasil Diskusi Kelompok Terarah (FGD) yang telah dilakukan.

7.3.10. Evaluasi Pelaksanaan Intervensi dengan mengadakan pendataan kembali.

7.3.11. Petugas Program promkes membuat laporan pelaksanaan kegiatan tiap bulan dan triwulan ke Dinkes dan Puskesmas

7.4 Tata Cara Pengembangan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tatanan Institusi Kesehatan, Institusi Pendidikan, tatanan TTU, Institusi Tempat Kerja dan Pondok Pesantren

7.4.1 Petugas Program promkes menyusunan jadwal pendataan dan persiapan pendataan ( blanko). 7.4.2 Petugas Program Promkes mengadakan pendataan sesuai dengan jadwal

7.4.3 Hasil pendataan di rekap dan diurutkan permasalahan yang ada serta disampaikan kepada pengelola institusi kesehatan sebagai bentuk intervensi.

7.4.4 Petugas Program promkes membuat laporan pelakasanan kegiatan tiap bulan dan triwulan ke Dinkes dengan mengetahui dan persetujuan kepala Puskesmas.

7.5 Tata Cara Pembinaan dan Pengembangan Posyandu

7.5.1 Persiapan : Penentuan tanggal pelaksanaan Posyandu berdasar kesepakatan PPD dengan kader dan diajukan kepada Promkes sebagai jadwal bulanan posyandu pada tanggal 25 bulan sebelumnya

7.5.2 PPD mengkomfirmasikan kepada kader tentang tanggal pelaksanaan posyandu, Jika ada perubahan jadwal, segera memberithukan ke Promkes paling lambat H – 3

7.5.3 Kader mempersiapkan pelaksanaan posyandu : • PMT penyuluhan

• Alat penimbangan seperti tree foot, dacin dan celana timbang • Meja dan kursi

• SIP dan buku catatan yang lain

• Pemberitahuan ke sasaran sebelum pelaksanaan.

7.5.4 Petugas pembina posyandsu mempersiapkan pelaksanaan • Alat dan bahan imunisasi

• KIA Kit

• Catatan hasil kegiatan

7.5.5 Sasaran datang langsung ke pendaftaran (Meja I), Oleh kader posyandu, sasaran dicatat nama, umur dan nama orang tuanya. jika sasaran baru dicatat dalam buku register dan KMS. Selanjutnya sasaran diberi secarik kertas (kitir) yang berisikan nama, umur, dan berat badan beserta KMS. 7.5.6 Di bagian penimbangan ( Meja II ) Oleh kader sasaran ditimbang dan hasil penimbangannya ditulis di kertas (kitir)

7.5.7 Di bagian Pencatatan (Meja III ) sasaran menyerahkan KMS dan kertas (kitir) yang berisi hasil penimbangan kepada kader. Oleh kader Data hasil penimbangan dimasukkan ke buku SIP dan KMS.

7.5.8 Di bagian Penyuluhan (Meja IV)Berdasar status hasil penimbangan dan status kehadiran balita tiap bulan, kader memberikan penyuluhan sesuai masalah.

7.5.9 Di bagian Pelayanan ( Meja V ), petugas pembina posyandu memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan balita / bumil / bugas (pemberian imuisasi, tablet Fe kapsul yodium, , vitamin A ).

7.5.10 Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian PMT penyuluhan dan penyuluhan kelompok oleh kader posyandu dan atau Petugas Kesehatan.

7.5.11 Selesai pelaksanaan Posyandu ,diadakan pertemuan Pasca Posyandu dengan membahas : • Hasil penimbangan posyandu

• Permasalahan kehadiran sasaran beserta peran serta masyarakat • Rencana menu PMT Penyuluhan bulan depan

• Rencana kader tugas bulan depan

• Rencana pelaksanaan program khusus jika ada untuk bulan depan misalnya pemberian Vit.A dll • Pelaksanaan posyandu bulan depan

7.5.12 Petugas mencatat hasil kegiatan dan dilaporkan kepada pemegang program sesuai dengan program di posyandu :

• Hasil pelaksanaan imunisasi • Hasil pelaksanaan gizi • Hasil pelaksanaan KIA • Hasil pelaksanaan KB • Hasil pelaksanaan P2

• Hasil pelaksanaan program tambahan

7.5.13 Petugas pembina posyandu mengentry hasil kegiatan posyandu pada Sistem Informasi Kesehatan (SIK) di Puskesmas

7.6 Tata Cara Pembinaan dan pengembangan Poskestren

7.6.1 Petugas program promkes menyusun jadwal pembinaan dalam satu tahun.

7.6.2 Petugas program promkes menyiapkan materi pembinaan dengan berpedoman pada hasil survey PHBS tatanan Pondok Pesantren.

7.6.3 Petugas program promkes membuat surat dan menghubungi pihak pengelola untuk menyampaikan maksud kegiatan.

7.6.4 Petugas program promkesdan PPD Mengadakan penyuluhan / pembinaan kepada santri dan kader Poskestren.

7.6.5 Petugas program promkes mencatat hasil kegiatan dan melaporkan tiap bulan ke Dinkes dengan persetujuan kepala puskesmas.

7.7 Tata Cara Pembinaan dan pengembangan Upaya Kesehatan Kerja ( UKK )

7.7.1 Petugas program promkes melakukan koordinasi dengna PPD tentang rencana pendataan UKK dimasing wilayah kelurahan.

7.7.2 PPD mengumpulkan data kelompok – kelompok pekerja yang ada di wilayahnya dan menyerahkan kepada Petugas program promkes puskesmas.

7.7.3 Petugas program promkes bersama PPD mengadakan pendekatan kepada ketua kelompok ( anggota minimal 50 orang ) untuk dibentuk Pos UKK.

7.7.4 Petugas program promkes merencanakan pelatihan kader dengan dibantu oleh tim pembina pos UKK yang lain.

7.7.5 Tim Pembina mengadakan Pembinaan / Cek Kesehatan di Pos UKK tiap bulan untuk pekerja dengan pemeriksaan

• Posisi / sikap kerja • Pemeriksaan fisik pekerja

7.7.6 Petugas program promkes mencatat hasil kegiatan dan melaporkan tiap bulan/triwulan ke Dinkes dengan persetujuan kepala puskesmas.

7.8 Tata Cara Pembinaan dan pengembangan JPKM

7.8.1 Petugas program promkes mengumpulkan data dan permasalahan di masyarakat dengan menggunakan data hasil PHBS dan FGD

7.8.2 Petugas program promkes mengumpulkan data kelompok–kelompok masyarakat, menyusun jadwal rencana penyuluhan di masing – masing kelompok.

7.8.3 Petugas program program melaksanakan advokasi lepada lintas sector dalam upaya peningkatan kepesertaan JPK serta sosialisasi program JPK.

7.8.4 Petugas program promkes melaksanakan advokasi kepada Stake Holder dalam upaya

pembentukan Badan Penyelenggara JPK seperti : Bapak Lurah,Ketua Perkumpulan dan Organisasi Kemasyarakatan, Bapak RT / RW.

7.8.6 Petugas program promkes mencatat hasil kegiatan dan melaporkan tiap bulan ke Dinkes dengan persetujuan kepala puskesmas.

7.9 Tata Cara Pengembangan Kelurahan Siaga

7.9.1 Petugas program promkes mensosialisasikan Kelurahan Siaga kepada lintas program yang ada di Puskesmas

7.9.2 Petugas program promkes bersama Kepala Puskesmas dan petugas lainnya mensosialisasikan Kelurahan Siaga kepada Stake Holder seperti :

• Bapak Camat

• Ibu Ketua TP – PKK Kecamatan • Bapak Lurah

• Ibu Ketua TP – PKK Kelurahan • Tokoh Masyarakat / Tokoh Agama

Dalam dokumen SOP (Halaman 32-41)

Dokumen terkait