• Tidak ada hasil yang ditemukan

Factor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembinaan Mental

Dalam dokumen PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBINAAN (Halaman 54-60)

BAB II KAJIAN TEOR

B. Konsep Strategi Pembelajaran 1 Pengertian Strategi Pembelajaran

3. Factor-Faktor Yang Mempengaruhi Pembinaan Mental

Manusia diciptakan oleh Allah sebagai makhluk yang paling sempurna, sebagaimana firman Allah dalam surat At-Tin:4

ô

‰)9

$Ζø)={

≈¡Σ}#

þ

’Îû

Ç

¡ôm&

5

ΟƒÈθø)?

∩⊆∪

Sesungguhnya kami Telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya .

Dalam kesmpurnaan manusia tersebut, tidak luput juga mengalami perubahan baik itu jasmani maupun rohani, lebih-lebih pada saat remaja yang sudah terpengaruh oleh berbagai hal baik itu positif maupun negative. Sehubungan dengan ini zakiah Darajat berpendapat: ”kalau ingin membawa moral anak-anak yang sesuai dengan hakekat agama, maka ketiga pendidikan (keluarga, sekoilah dan masyarakat) harus bekerjasama dan berjalan seirama, tidak bertentangan satu sama yang lainnya.” 43

a. factor Intern

43

factor inter merupakan factor yang terdapat pada diri sendiri, seperti ketidak sempurnaan jasmani, sifat, watak dan bakat yang dimilikinya. Ketidak sempurnaan yang dimiliki dapat menimbulkan hambatan dan pergaulan seorang anak, misalnya seperti rendah diri, iri hati dan kompensasi. Ketiga hal tersebut memerlukan perhatian dan bimbingan seperti kompensasi yang diarahkan dapat berubah menjadi positif karena kekurangan pada dirinya dan dapat berubah menjadi positif karena kekurangan pada dirinya dan diimbangi dengan prestasi dibidang lain. Akan tetapi bila tidak tersalur, rendah diripun dapat menimbulkan ketakutan untuk bergaul dan iri dapat menimbulkan dendam sedangkan kompensasi berupa kekayaan dan kesombongan.

b. Factor ekstern

Factor ekstern merupakan factor yang disebabkan oleh pengaruh lingkungan dimana seorang anak tumbuh dan dibesarkan. Yang termasuuk factor ekstern ini adalah lingkungan keluarga, sekolah, teman bergaul, norma-norma yang ada dilingkungan masyarakat, dan lain-lain. a. Pendidikan di lingkungan rumah tangga (keluarga)

Keluarga merupakan lembaga pendidikan yang pertama dan utama, karena dalam keluarga pertama kali mendapat pendidikan. Pola piker kehidupan akan memberikan cara pola kepribadian anak didik sebagaimana dikatakan oleh zakiyah darajat:” bermacam-macam

keluarga yang terdapat dalam hidup, yang sangat mempengaruhi jiwa sianak”.44

Pendidikan dilingkungan keluarga hendaknya dilakukan dengan cara:

1) penanaman jiwa taqwa,harus dimulai sejak dini.

2) Orang tua diharapkan menjadi contoh yang baik dalam segala aspek kehidupan bagi si anak.

3) Orang tua harus memperhatikan pendidikan anak-anaknya karena pendidikan yang diterima dari orang tualah yang akan menjadi dasara dari pembinaan kepribadian anak.

4) Perlu disadari bahwa pendidikan yang diterima oleh si anak seharusnya sejalan antara rumah dan sekolah.

5) Cara menanamkan jiwa taqwa dan iman yang akan menjadi penggali dalam kehidupan si anak dikemudian hari, hendaklah sesuai dengan perkembangan dan cita-cita khas usia anak.

Dari hal tersebut diatas jelas bahwa keluarga merupakan salah satu factor yang mempengaruhi proses pembinaan mental anak. Pengaruh itu tidak terbatas pada waktu masih kecil (balita), akan tetapi juga mempengaruhi kehidupan selanjutnya, oleh karena itulah ditanamkan nilai-nilai yang sesuai dengan ajaran agama didalam jiwanya mulai sejak kecil. Hal ini membawa pengaruh yang lebih besar dan akan menentukan

44

kehidupannya nanti. Karena pengalamannya yang diperoleh sejak kecil itu akan membentuk kepribadian dimasa remaja atau dewasa nanti. b. Pendidikan di sekolah

Sekolah adalah lingkungan kedua tempat anak berlatih dan menumbuh kembangkan hidup didalam keluarga transisi dari rumah ke sekolah perlu mendapat situasi belajar, dimana kebutuhan kasih sayang rasa aman sehingga kehidupan sekolah bukan hal yang menakutkan bagi anak.

Keadaan sekolah sangat mempengaruhi anak didik, karena itu sekolah merupakan wadah untuk memperoleh pendidikan (pembinaan) secara formal dan juga mengembangkan potensi yang dimiliki anak didik. Sebagaimana pendapat Singgih D. Gunarsih mengatakan lingkungan sekolah meliputi guru dengan kepribadian masing-masing yang turut mempengaruhi perkembangan anak. Tanpa didasari seorang guru dengan cara-cara mengajar, sikap dan perkembangannya tidak saja mempengaruhi perkembangan intelektual tetapi seluruh perkembangan anak.

Dengan demikian kepribadian seorang guru sangat mempengaruhi perkembangan anak didik. Disinilah sekolah harus membina mental anak yang sedang tumbuh dan berkembang. Oleh karena itu seorang pendidik dalam hal ini diharapkan:

2) Segala sesuatu yang berhubungan dengan pendidikan dan pengajaran diharapkan dapat membawa anak didik pada pembinaan mental yang sehat, moral yang tinggi dan pengembangan bakat. 3) Pergaulan anak didik hendaknya mendapat perhatian dan

bimbingan dari guru-guru supaya pendidikan itu betul-betul merupakan pembinaan yang sehat bagi anak-anak.

c. Pendidikan Lingkungan masyarakat

Masyarakat merupakan lingkungan ketiga dalam mengembangkan aktivitas kehidupan anak. Perkembangan jiwa anak disamping dipengaruhi oleh factor pembawaan juga duipengaruhi oleh factor lingkungan. Hal ini sesuai dengan aliran covergensi yang dipelopori William Stern dan Clara Setrn mengatakan bahwa perkembangan jiwa anak banyak ditentukan oleh dua factor yang saling menumpang, yakni factor bakat dan factor lingkungan.45

Dari sinilah dapat kita pahami bahwa kepribadian anak akan terbentuk dengan baik apabila dibina atau dididik dengan baik serta didukung oleh bakat sejak lahir. Lingkungan masyarakat akan memberikan pengaruh yang positif atau negative terhadap perkembangan kejiwaan anak. Pengaruh yang diberikan sangat komplek sekali sehingga seringkali menimbulkan permasalahan dalam proses pembinaan anak. Sebagaimana pendapat Singgih D. Gunarso” apabila lingkungan sosialnya turut membantu kelancaran proses dengan

45

perbuatan yang patut dicontoh dan ditiru, maka lingkungan social tersebut tidak akan menimbulkan permasalahan. Sebaliknya seringkali terlihat adanya lingkungan yang social yang berpengaruh negative pada remaja, bersifat penghambat dan merugikan proses-proses perkembangan, sehingga menimbulkan kesulitan bagi orang tua dan pendidik.

Iingkungan akan memberikan pengaruh yang positif dan negative terhadap perkembangan jiwa anak, lingkungan mendatangkan positif bila lingkungan disekitar anak tinggal dapat memberikan motivasi dan rangsangan kepada anak untuk melakukan hal-hal yang baik dan berguna bagi kehidupan bersama. Begitu juga sebaliknya lingkungan dikatakan negative bila keadaan sekitarnya tidak meberikan dorongan atau pengaruh yang positif dan dapat merugikan anak. Baik ynga merugikan pendidikan, perkembangan anak itu sendiri maupun yang merugikan bersama.

Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa lingkungan anak itu akan memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap pembentukan akhlak dan pembentukan kepribadian.

Sebenarnya pada factor ekstern ini merupakan inti atas berhasil tidaknya pertumbuhan seorang anak, karena dengan factor ekstern ini hamper semua problema dapat diatasi. Dalam masalah pergaulan dari luar, agama Islam juga memberi petunjuk bahwa perkembangan seorang anakpun dipengaruhi oleh lingkungan yang ada di sekelilingnya.

Jelas bahwa lingkungan akan memberikan pengaruh positif dan negative terhadap perkembangan jiwa anak,. Lingkungan mendatangkan positif bila lingkungan disekitar anak tinggal dapat memberikan motivasi dan rangsangan kepada anak untuk melakukan hal-hal yang baik dan berguna bagi kehidupan bersama. Begitu pula sebaliknya, lingkungan dikatakan negative bila keadaan disekitarnya tidak memberikan dorongan atau pengaruh yang positif dan dapat merugiakan anak.Baik itu dalam hal pendidik, perkembangan anak itu sendiri maupun yang merugikan bagi kehidupan bersama.

Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa lingkungan anak itu akan memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap pembentukan akhlak dan kepribadian.

Dalam dokumen PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PEMBINAAN (Halaman 54-60)