• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

4.2 Analisis Deskriptif

4.2.2 Faktor dan Karakteristik Kebutuhan Informasi serta

4.2.2.1 Faktor yang Mempengaruhi dalam Memperoleh Informasi

Banyak faktor yang dapat mempengaruhi responden dalam memperoleh informasi yang dibutuhkannya, dimana faktor-faktor tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 7: Faktor yang mempengaruhi dalam memperolehh informasi Nomor

Pertanyaan

Kategori Jawaban Frekuensi (f)

Persentase (%)

6 a. Faktor data Kesehatan pasien b. Tindakan yang akan dilakukan c. Diagnosa pasien

d. Laporan penyakit pasien

35 5 5 39 41,6 6 6 46,4 Jumlah 84 100

Berdasarkan tabel 7 di atas dapat diinterpretasikan bahwa faktor yang paling berpengaruh ialah laporan penyakit pasien 39 responden (46,4%), dan 35

responden (41,6%) memilih faktor data dan kesehatan pasien. Selanjutnya terdapat 5 responden (6%) memilih faktor tindakan yang akan dilakukan dan 5 responden (6%) memilih diagnosa pasien.

Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa faktor yang mempengaruhi mahasiswa yang sedang praktik klinik (coass) dalam memperoleh informasi ialah laporan penyakit pasien, karena dalam melaksanakan praktik mahasiswa diharuskan membuat sebuah laporan dan diwajibkan menangani seorang pasien setiap minggunya. Oleh karena itu mahasiswa diharuskan dapat memperoleh informasi sebagai rujukan dalam membuat laporan. Faktor data kesehatan pasien juga dapat mempengaruhi responden.

4.2.2.2 Hambatan dalam Pencarian Informasi

Para mahasiswa sering menjumpai adanya hambatan dalam mendapatkan informasi yang mereka butuhkan dan hambatan-hambatan tersebut dapat dilihat dalam tabel berikut ini:

Tabel 8: Hambatan dalam pencarian informasi Nomor

Pertanyaan

Kategori Jawaban Frekuensi (f) Persentase (%) 7 a. Ketiadaan Waktu b. Kemampuan c. Biaya d. Faktor fisik 29 3 24 28 34,5 3,6 28,6 33,3 Jumlah 84 100

Berdasarkan tabel 8 di atas dapat diinterpretasikan bahwa hampir setengah (34,5%) yang menjadi hambatan responden dalam mencari informasi ialah ketiadaan waktu. Dimana waktu dinas sering bersamaan dengan jam buka perpustakaan sehingga responden sering terkendala pada waktu berkunjung ke perpustakaan. Hambatan lainnya ialah faktor fisik (33,3%) dimana mahasiswa

merasa lelah setelah dinas di rumah sakit karena ada yang dinas sampai malam. Sebagian kecil (28,6%) responden memilih biaya sebagai faktor yang menjadi penghambat dalam mendapatkan informasi. Dimana koleksi bidang kesehatan khususnya keperawatan pada umumnya lebih mahal dibandingkan dengan koleksi bidang ilmu lain. Dan sebagian kecil yang menjadi hambatan responden ialah mengenai kemampuan responden dalam mencari informasi yang dibutuhkannya sebanyak (3,6%). Dalam hal ini responden tidak terlalu mempermasalahkan mengenai kemampuan dalam mencari informasi yang mereka butuhkan karena penulis menganggap bahwa responden telah mampu untuk mencari, memilih dan mengolah informasi yang dibutuhkannya.

Responden berusaha melakukan upaya-upaya dalam mengatasi hambatan atau kendala tersebut, agar tetap mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Upaya responden tersebut digambarkan dalam tabel berikut:

Tabel 9: Cara mengatasi hambatan Nomor

Pertanyaan

Kategori Jawaban Frekuensi (f)

Persentase (%)

8 a. Mencoba lagi pada waktu yang lain b. Mencoba ke sumber lain

c. Memperjelas Pertanyaan

d. Menggunakan informasi seadanya

19 32 33 - 22,6 38,1 39,3 - Jumlah 84 100

Berdasarkan tabel 9 di atas dapat dilihat bahwa apabila responden menemui hambatan saat melakukan pencarian informasi, maka 33 responden (39,3%) memilih untuk memperjelas pertanyaan yang akan dicarinya, 32 responden (38,1%) memilih untuk mencoba ke sumber lain, 19 responden (22,6%) memilih untuk mencoba lagi pada waktu yang lain, dan tak seorangpun dari responden yang memilih untuk menggunakan informasi seadanya, apalagi yang berhubungan dengan kesehatan pasien. Hal inilah yang membuat para

mahasiswa untuk terus mencoba walaupun banyak hambatan yang dijumpai dalam memperoleh suatu informasi.

4.2.2.3 Tindakan dalam Mendapatkan Informasi

Dalam mendapatkan informasi yang dibutuhkannya biasanya responden melakukan tindakan, dimana tindakan yang dilakukan para responden dapat terlihat dalam tabel berikut:

Tabel 10: Tindakan dalam mendapatkan informasi Nomor

Pertanyaan

Kategori Jawaban Frekuensi (f) Persentase (%) 9 a. Meminjam b. Membeli c. Mengunduh (Download) d. Memfotocopy 25 18 28 13 29,8 21,4 33,3 15,5 Jumlah 84 100

Berdasarkan tabel 10 di atas bahwa tindakan yang sering digunakan oleh responden ialah mengunduh (download) 28 responden (33,3%), 25 responden (29,8%) memilih meminjam, selanjutnya 18 responden (21,4%) memilih membeli, dan 13 responden (15,5%) memilih untuk memfotokopy.

Dari data di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa tindakan yang digunakan responden dalam mendapatkan informasi yang dibutuhkannya ialah dengan cara mendownload dimana sarana yang sering digunakan oleh responden dalam mencari informasi ialah internet. Tindakan yang lainnya juga sering digunakan oleh responden yaitu meminjam, yang membuat responden untuk meminjam koleksi ialah terbatasnya waktu yang diberikan dalam berkunjung ke perpustakaan sehingga tidak cukup bagi responden untuk membacanya sementara informasi yang ada di dalamnya sangat dibutuhkan oleh responden. Responden juga dapat melakukan tindakan dengan cara membeli dokumen, apabila dokumen yang

dibutuhkan tidak tersedia di perpustakaan. Cara lain yang paling sedikit dilakukan oleh responden ialah dengan memfotokopi, dimana koleksi yang sering difotokopi oleh responden ialah koleksi referensi dan koleksi terbitan berseri, karena koleksi tersebut tidak dapat dipinjam, hanya bisa dibaca ditempat dan bersifat rujukan.

4.2.2.4 Penggunaan Layanan Perpustakaan Universitas dan Perpustakaan Fakultas

Pada nomor pertanyaan 10 di bawah ini, responden di beri kewenangan untuk memilih lebih dari satu pilihan sehingga hasilnya dapat dilihat dalam tabel berikut:

Tabel 11: Layanan perpustakaan Nomor

Pertanyaan

Kategori Jawaban Frekuensi (f)

Persentase (%)

10 a. Layanan foto kopi dokumen b. Layanan penelusuran literatur c. Layanan rujukan/referensi d. Layanan peminjaman 36 32 25 65 22,8 20,3 15,8 41,1 Jumlah 158 100

Jumlah frekuensi jawaban pengguna layanan perpustakaan adalah 158, sedangkan jumlah responden 84. Jika jumlah frekuensi dibandingkan dengan jumlah responden (158:84), maka hasilnya adalah 1,88 mendekati 2 ini berarti responden minimal menggunakan 2 layanan setiap berkunjung ke perpustakaan. Berdasarkan frekuensinya dapat dilihat dua layanan pertama yang paling sering digunakan ialah layanan peminjaman 65 responden (41,1%), layanan foto kopy dokumen 36 responden (22,8%) dan layanan penelusuran literatur dijawab 32 responden (20,3%). Selanjutnya layanan rujukan/refensi hanya 25 responden (15,8%) yang menggunakannya.

Berdasarkan tabel 11 di atas dapat disimpulkan bahwa layanan yang paling sering digunakan oleh responden ialah layanan peminjaman, dimana koleksi yang dibutuhkan oleh responden dapat dibawa pulang dengan batasan waktu peminjaman yang telah ditetapkan, layanan lain yang digunakan oleh responden ialah layanan fotokopi. Dokumen yang diperlukan dapat difotokopi jika hanya sebagian kecil informasi dari dokumen tersebut yang dibutuhkan oleh responden. Selanjutnya layanan yang digunakan responden ialah layanan penelusuran literatur dan layanan rujukan/referensi.

Dokumen terkait