BAB III METODOLOGI PENELITIAN
4.3 Analisis Angket Faktor Membaca dan Analisis SWOT
4.3.1 Analisis Data Angket Faktor Membaca
4.3.1.2 Faktor Eksternal
Faktor eksternal membaca adalah faktor yang berasal dari lingkungan
mahasiswa. Faktor internal yang dominan memengaruhi kemampuan membaca
mahasiswa meliputi indikator latar belakang sosial ekonomi keluarga, suasana
lingkungan, indikator waktu, indikator faktor teks (keadaan bacaan, bahasa yang
dipakai dalam teks, tata tulis teks, dan tingkat keterbacaan teks), indikator masih
kuatnya pengaruh budaya lisan, indikator kuatnya pengaruh media elektronik
(khususnya menonton televisi), dan indikator tidak tersediannya bahan bacaan di
rumah. Secara berturut-turut, analisis faktor eksternal dapat dideskripsikan
a. Indikator Latar Belakang Sosial Ekonomi Keluarga dan tidak Tersedianya Bahan Bacaan
Indikator latar belakang sosial ekonomi keluarga dan tidak tersedianya
bahan bacaan merupakan bagian dari faktor eksternal mahasiswa yang dapat
mempengaruhi kemampuan membaca. Adapun subindikator latar belakang sosial
ekonomi dan tidak tersedianya bahan bacaan, yaitu (1) meskipun pendapatan
orang tua terbatas, kalau untuk membeli buku, mahasiswa selalu diberi uang
untuk membelinya, (2) mahasiswa merasa gelisah di saat ingin membaca tetapi
tidak tersedia bahan bacaan, dan (3) mahasiswa tidak pernah mengalami kesulitan
untuk memperoleh bahan bacaan yang mereka butuhkan. Secara berturut-turut,
berdasarkan hasil angket dapat disajikan dalam tabel berikut.
Tabel 4.11 Indikator Latar Belakang Sosial Ekonomi Keluarga dan tidak
Tersedianya Bahan Bacaan
No Subindikator Rentang Skor
1 (STS) 2 (TS) 3 (TMP) 4 (S) 5 (SS)
1 Meskipun pendapatan orang tua terbatas, kalau untuk membeli buku, saya selalu diberi uang
untuk membelinya. 0 8 4 5 11 2 Saya merasa gelisah di saat ingin
membaca tetapi tidak tersedia
bahan bacaan 1 6 4 15 2
3 Saya tidak pernah mengalami kesulitan untuk memperoleh bahan
bacaan yang saya butuhkan. 7 10 6 3 2
Berdasarkan tabel 4.11 di atas diketahui terdapat tiga subindikator dan
masing-masing dapat dijelaskan sebagai berikut. Subindikator “meskipun
uang untuk membelinya” memperlihatkan kondisi yang bervariasi. Jika pilihan
sangat setuju (11 mahasiswa) dan setuju (5 mahasiswa) dipandang positif berarti
terdapat 16 mahasiswa atau 57,14% mahasiswa diberi uang untuk membeli buku,
meskipun pendapatan orang tua terbatas. Berdasarkan kriteria yang ada, jumlah
tersebut termasuk kategori cukup. Namun, pada subindikator yang sama, apabila
pilihan sangat tidak setuju dan sangat tidak setuju dipandang negative berarti
terdapat 8 atau 29% mahasiswa yang tidak diberi uang untuk membeli buku
karena pendapatan orang tuanya terbatas. Berdasarkan kriteria yang ada jumlah
tersebut termasuk kategori rendah. Selain itu, masih ada 4 atau 14,3% mahasiswa
yang belum jelas sikapnya. Jumlah tersebut termasuk dalam kategori sangat
rendah.
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan oleh peneliti, pernyataan di atas
menunjukkan sikap positif. Alasannya, yaitu pernyataan tersebut termasuk
pernyataan positif dan jumlah mahasiswa yang setuju lebih banyak daripada
mahasiswa yang tidak setuju.
Subindikator kedua, yaitu “mahasiswa merasa gelisah disaat ingin
membaca tetapi tidak tersedia bahan bacaan”. Berdasarkan data yang ada, jika
dipilih sangat setuju dan setuju dimasukkan dalam kategori sama yaitu sikap
positif berarti terdapat 17 atau 60,71% mahasiswa merasa gelisah disaat ingin
membaca tidak tersedia bahan bacaan. Berdasarkan kriteria yang ada jumlah ini
termasuk kategori cukup tinggi. Namun, pada subindikator yang sama juga
terdapat mahasiswa yang memilih sangat tidak setuju dan tidak setuju. Jika pilihan
mahasiswa tidak merasa gelisah disaat ingi membaca tetapi tidak tersedia bahan
bacaan. Berdasarkan kriteria yang ada jumlah tersebut termasuk kategori rendah.
Selain itu, masih ada 4 atau 14,3% mahasiswa yang belum jelas sikapnya.
Jumlah tersebut termasuk kategori sangat rendah. Berdasarkan hasil analisis yang
dilakukan oleh peneliti pernyataan diatas menunjukkan sikap positif. Alasannya
adalah karena pernyataan ini termasuk pernyataan positif dan jumlah mahasiswa
yang setuju lebih banyak dibandingkan dengan jumlah mahasiswa yang tidak
setuju.
Subindikator ketiga, yaitu “tidak pernah mengalami kesulitan untuk
memperoleh bahan bacaan yang saya butuhkan”. Berdasarkan data yang ada, jika
dipilih sangat setuju dan setuju dimasukkan dalam kategori sama berarti terdapat
5 atau 18% mahasiswa tidak pernah mengalami kesulitan untuk memperoleh
bahan bacaan yang saya butuhkan. Berdasarkan kriteria yang ada jumlah ini
termasuk kategori sangat rendah. Sebaliknya, dengan subindikator yang sama,
apabila pilihan sangat tidak setuju dan sangat tidak setuju dipandang negatif
berarti sebanyak 17 atau 60,71% mahasiswa mengalami kesulitan untuk
memperoleh bahan bacaan yang dibutuhkan. Berdasarkan kriteria yang ada
jumlah tersebut termasuk kategori cukup tinggi. Selain itu, masih ada 6 atau
21,42% mahasiswa yang belum jelas sikapnya.
Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan oleh peneliti, penyataan diatas
menunjukkan sikap negatif karena pernyataan ini termasuk pernyataan positif ,
tetapi jumlah mahasiswa yang setuju lebih sedikit daripada mahasiswa yang
b. Indikator Suasana Lingkungan dan Waktu
Indikator suasana lingkungan dan waktu, indikator ini merupakan bagian
dari faktor eksternal di luar pribadi mahasiswa yang dapat mempengaruhi
kemampuan membaca. Adapun subindikator suasana lingkungan mencakup
(1) lingkungan rumah tangga mahasiswa atau tempat mahasiswa tinggal sangat
nyaman untuk membaca (2) suasana lingkungan masyarakat tempat mahasiswa
tinggal sangat kondusif untuk membaca, dan (3) jadwal membaca mahasiswa
sering terganggu, jika tiba-tiba ada orang yang datang bertamu. Secara
berturut-turut, berdasarkan hasil angket dapat disajikan dalam tabel berikut.
Tabel 4.12 Indikator Suasana Lingkungan dan Waktu
No Subindikator Rentang Skor
1 (STS) 2 (TS) 3 (TMP) 4 (S) 5 (SS)
1 Lingkungan rumah tangga saya atau tempat saya tinggal sangat
nyaman untuk membaca. 3 4 1 12 8 2 Lingkungan masyarakat tempat
saya tinggal sangat kondusif untuk
membaca. 2 3 3 14 6
3 Jadwal membaca saya sering terganggu, jika tiba-tiba ada orang
yang datang bertamu. 0 0 3 14 11
Berdasarkan indikator suasana lingkungan dan waktu beserta tiga
subindikatornya, tabel di atas masing-masing dapat dijelaskan sebagai berikut.
Subindikator “lingkungan rumah tangga mahasiswa atau tempat mahasiswa
tinggal sangat nyaman untuk membaca” memperlihatkan kondisi yang bervariasi.
Jika pilihan sangat setuju (8 mahasiswa) dan setuju (12 mahasiswa) dipandang
lingkungan rumah tangga atau tempat mahasiswa tinggal sangat nyaman
digunakan untuk membaca. Berdasarkan kriteria yang ada, jumlah tersebut
termasuk kategori tinggi. Sebaliknya, dengan subindikator yang sama, apabila
pilihan sangat tidak setuju dan sangat tidak setuju dikategorikan sebagai sikap
negatif, terdapat 7 atau 25% mahasiswa yang merasa suasana lingkungan rumah
tangga atau tempat mereka tinggal tidak nyaman digunakan untuk melakukan
kegiatan membaca. Berdasarkan kriteria yang ada jumlah tersebut termasuk
kategori lemah. Selain itu, ternyata terdapat 1 atau 4% mahasiswa yang belum
jelas sikapnya. Berdasarkan kriteria yang ada, jumlah tersebut termasuk kategori
sangat rendah. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan oleh peneliti, penyataan
di atas menunjukkan sikap positif karena pernyataan ini termasuk pernyataan
positif dan jumlah mahasiswa yang setuju lebih banyak daripada mahasiswa yang
tidak setuju.
Indikator suasana lingkungan dan waktu dengan subindikator “lingkungan
masyarakat tempat mahasiswa tinggal sangat kondusif untuk membaca”. Jika
pilihan sangat setuju dan setuju dimasukkan dalam kategori sama berarti terdapat
20 atau 71,42% mahasiswa yang merasa lingkungan masyarakat tempat mereka
tinggal sangat kondusif untuk membaca. Berdasarkan kriteria yang ada, jumlah
tersebut termasuk kategori tinggi. Sebaliknya, apabila pilihan sangat tidak setuju
dimasukkan ke dalam kategori yang sama, maka pada subindikator ini terdapat 5
atau 18% mahasiswa merasa lingkungan masyarakat tempat mereka tinggal tidak
kondusif untuk membaca. Berdasarkan kriteria yang ada, jumlah tersebut
mahasiswa yang belum jelas sikapnya. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan
oleh peneliti, penyataan tersebut menunjukkan sikap positif karena pernyataan
tersebut termasuk pernyataan positif dan jumlah mahasiswa yang setuju lebih
banyak daripada mahasiswa yang tidak setuju.
Indikator suasana lingkungan dan waktu dengan subindikator “jadwal
membaca mahasiswa sering terganggu, jika tiba-tiba ada orang yang datang
bertamu”. Berdasarkan data yang ada, apabila pilihan sangat setuju dan setuju
dimasukkan dalam kategori sama, berarti terdapat 25 atau 89,3% mahasiswa yang
sering terganggu jadwal membacanya karena tiba-tiba ada orang yang datang
bertamu. Berdasarkan kriteria yang ada, jumlah tersebut termasuk kategori sangat
tinggi. Sebaliknya, jika pilihan sangat tidak setuju dimasukkan ke dalam kategori
yang sama maka pada subindikator ini terdapat 0 atau 0% mahasiswa merasa
jadwal membaca mahasiswa sering terganggu ketika ada orang datang bertamu
secara tiba-tiba. Berdasarkan kriteria yang ada jumlah ini termasuk dalam kategori
sangat rendah. Selain itu, masih ada 3 atau 10,71% mahasiswa yang belum jelas
sikapnya. Jumlah tersebut termasuk dalam kategori sangat rendah. Berdasarkan
hasil analisis yang dilakukan oleh peneliti, penyataan ini menunjukkan sikap
negatif karena pernyataan ini termasuk pernyataan negatif dan jumlah mahasiswa
yang setuju lebih banyak daripada mahasiswa yang tidak setuju.
c. Indikator Pengaruh Budaya Lisan
Indikator kuatnya pengaruh budaya lisan menjadi salah satu indikator
penting yang dapat memengaruhi kegiatan membaca seseorang. Subindikator
hidup mahasiswa, sering mempersulit pemahaman isi bacaan. Berdasarkan hasil
angket dapat disajikan dalam tabel berikut.
Tabel 4.13 Indikator Pengaruh Budaya Lisan
No Subindikator Rentang Skor
1 (STS) 2 (TS) 3 (TMP) 4 (S) 5 (SS)
1 Masih kuatnya pengaruh bahasa lisan dalam hidup saya, sering mempersulit pemahaman isi
bacaan. 1 6 6 13 2
Berdasarkan indikator kuatnya pengaruh budaya lisan dengan satu
subindikatornya, tabel di atas dapat dijelaskan sebagai berikut. Subindikator
“masih kuatnya pengaruh bahasa lisan dalam hidup mahasiswa, sering
mempersulit pemahaman isi bacaan”. Jika pilihan sangat setuju dan setuju
dimasukan ke dalam kategori yang sama, berarti sebanyak 15 atau 54%
mahasiswa yang mengganggap pengaruh budaya lisan dalam hidup mereka masih
kuat sehingga mempersulit pemahaman isi bacaan. Berdasarkan kriteria yang ada,
jumlah tersebut termasuk cukup tinggi.
Sebaliknya, apabila pilihan sangat tidak setuju dan tidak setuju
dimasukkan ke dalam kategori yang sama terdapat 7 atau 25% mahasiswa yang
tidak menganggap bahwa pengaruh budaya lisan dalam hidup mereka masih kuat
sehingga mempersulit pemahaman isi bacaan. Jumlah tersebut termasuk kategori
sangat rendah. Selain itu, terdapat 6 atau 21,42% mahasiswa yang belum jelas
sikapnya. Berdasarkan kriteria yang ada, jumlah tersebut termasuk kategori
rendah.Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan oleh peneliti, pernyataan “masih
pemahaman isi bacaan” menunjukkan sikap negatif karena pernyataan ini
termasuk pernyataan negatif dan jumlah mahasiswa yang setuju lebih banyak
daripada mahasiswa yang tidak setuju.
d. Indikator Pengaruh Media Elektronik
Indikator kuatnya pengaruh media elektronik menjadi salah satu indikator
penting yang dapat mempengaruhi kegiatan membaca seseorang. Subindikator
kuatnya pengaruh media elektronik, yaitu kuatnya pengaruh media elektronik
seperti adanya acara televisi yang menarik membuat mahasiswa meninggalkan
kegiataan membaca mereka dan memilih menonton televisi terlebih dahulu.
Berdasarkan hasil angket dapat disajikan dalam tabel berikut.
Tabel 4.14 Indikator Pengaruh Media Elektronik
No Subindikator Rentang Skor
1 (STS) 2 (TS) 3 (TMP) 4 (S) 5 (SS)
1 Jika acara televisi menarik, kegiatan membaca saya tinggalkan terlebih dahulu untuk menonton acara
televisi. 0 4 1 11 12
Berdasarkan indikator kuatnya pengaruh media elektronik dengan satu
subindikatornya, tabeldi atas dapat dijelaskan sebagai berikut. Subindikator “jika
acara televisi menarik, kegiatan membaca mahasiswa tinggalkan terlebih dahulu
untuk menonton acara televisi”. Jika pilihan sangat setuju dan setuju dimasukkan
ke dalam kategori yang sama, berarti sebanyak 23 atau 82,14% mahasiswa
memilih menonton televisi dan meninggalkan kegiatan membaca mereka ketika
ada acara televisi menarik. Berdasarkan kriteria yang ada, jumlah tersebut
Sebaliknya, jika pilihan sangat tidak setuju dan tidak setuju ke dalam
kategori sama, berarti terdapat 4 pilihan atau 14,3% mahasiswa tetap akan
melakukan kegiatan membaca meskipun ada acara televisi menarik. Berdasarkan
kriteria yang ada, jumlah tersebut termasuk kategori sangat rendah. Selain itu,
masih terdapat 1 mahasiswa atau 4% yang belum jelas sikapnya antara akan tetap
melakukan kegiatan membaca atau meninggalkan kegiatan membaca ketika ada
acara televisi menarik. Berdasarkan kriteria yang ada, jumlah tersebut termasuh
kategori sangat rendah. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan oleh peneliti,
pernyataan “jika acara televisi menarik, kegiatan membaca mahasiswa tinggalkan
terlebih dahulu untuk menonton acara televisi” menunjukkan sikap negatif karena
pernyataan ini termasuk pernyataan negatif dan jumlah mahasiswa yang setuju
lebih banyak daripada mahasiswa yang tidak setuju.
e. Indikator Teks (keadaan bacaan, bahasa yang dipakai dalam teks, tata tulis teks, dan tingkat keterbacaan teks)
Indikator teks (keadaan bacaan, bahasa yang dipakai dalam teks, tata tulis
teks, dan tingkat keterbacaan teks) merupakan indikator faktor eksternal yang
berpengaruh terhadap kemampuan membaca pemahaman mahasiswa. Sub
indikator faktor teks mencakup (1) pemahaman isi bacaan mahasiswa sering
terhambat karena tingkat keterbacaan teks yang terlalu sulit, dan (2) mahasiswa
sulit memahami isi bacaan karena kalimat bacaan terlalu panjang, dan (3) struktur
teks yang tidak sistematis sering mempersulit pemahaman isi bacaan.
Tabel 4.15 Indikator Teks (keadaan bacaan, bahasa yang dipakai dalam teks, tata
tulis teks, dan tingkat keterbacaan teks)
No Subindikator Rentang Skor
1 (STS) 2 (TS) 3 (TMP) 4 (S) 5 (SS)
1 Tingkat keterbacaan yang terlalu sulit sering menghambat
pemahaman isi bacaan. 0 2 4 16 6 2 Kalimat yang terlalu panjang
mempersulit saya untuk
memahami isi bacaan. 1 6 1 14 6 3 Struktur teks yang tidak
sistematis sering mempersulit
pemahaman isi bacaan. 0 1 3 17 7
Berdasarkan indikator faktor teks dengan tiga subindikatornya, tabel di
atas masing-masing dapat dijelaskan sebagai berikut. Subindikator “tingkat
keterbacaan yang terlalu sulit sering menghambat pemahaman isi bacaan” dengan
subindikator ini, apabila pilihan sangat setuju dan setuju dimasukkan ke dalam
kategori yang sama, berarti ada sebanyak 22 mahasiswa atau 78,57% mahasiswa
yang mengganggap tingkat keterbacaan yang terlalu sulit sering menghambat
pemahaman isi bacaan yang mereka baca. Berdasarkan kriteria yang ada, jumlah
tersebut termasuk tinggi.
Sebaliknya, pada subindikator yang sama, apabila pilihan sangat tidak
setuju dan tidak setuju dimasukkan ke dalam kategori yang sama terdapat 2 atau
7,14% mahasiswa yang tidak menganggap bahwa tingkat keterbacaan yang terlalu
sulit sering menghambat pemahaman isi bacaan yang mereka baca. Berdasarkan
kriteria yang ada, jumlah tersebut termasuk sangat rendah. Selain itu, masih ada 4
jumlah tersebut termasuk sangat rendah. Berdasarkan hasil analisis yang
dilakukan oleh peneliti, penyataan “tingkat keterbacaan yang terlalu sulit sering
menghambat pemahaman isi bacaan” menunjukkan sikap negatif. Alasannya
karena pernyataan ini termasuk pernyataan negatif dan jumlah mahasiswa yang
setuju lebih banyak daripada mahasiswa yang tidak setuju.
Indikator faktor teks dengan subindikator “kalimat yang terlalu panjang
mempersulit mahasiswa untuk memahami isi bacaan”. Pada subindikator ini, jika
pilihan sangat setuju dan setuju dimasukkan ke dalam kategori yang sama, berarti
sebanyak 20 pilihan atau 71,42% mahasiswa mengganggap bahwa kalimat yang
terlalu panjang mempersulit mereka untuk memahami isi bacaan. Berdasarkan
kriteria yang ada, jumlah tersebut termasuk kategori tinggi.
Sebaliknya, dengan subindikator yang sama, apabila pilihan sangat tidak
setuju dan tidak setuju ke dalam kategori sama, berarti terdapat 7 pilihan atau 25%
mahasiswa menganggap kalimat yang terlalu panjang dalam sebuah bacaan tidak
mempersulit mereka untuk memahami isi bacaan. Berdasarkan kriteria yang ada,
jumlah tersebut termasuk kategori rendah. Selain itu, masih terdapat 1 atau 4%
mahasiswa belum jelas sikapnya. Berdasarkan kriteria yang ada, jumlah tersebut
termasuh kategori sangat rendah. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan oleh
peneliti, subindikator “kalimat yang terlalu panjang mempersulit mahasiswa
untuk memahami isi bacaan”menunjukkan sikap negatif karena pernyataan ini
termasuk pernyataan negatif dan jumlah mahasiswa yang setuju lebih banyak.
Indikator faktor membaca dengan subindikator “ struktur kalimat yang
kondisi yang bervariasi. Jika pilihan sangat setuju dan setuju dipandang sebagai
sikap positif berarti terdapat 24 atau 85,71% mahasiswa yang menyatakan struktur
kalimat yang tidak sistematis mempersulit pemahaman isi bacaan. Berdasarkan
kriteria yang ada jumlah tersebut termasuk kategori sangat tinggi.
Sebaliknya, pada subindikator yang sama, jika pilihan sangat tidak setuju
dan tidak setuju dikategorikan sebagai sikap negatif berarti terdapat 1 atau 4%
mahasiswa yang menyatakan struktur kalimat yang tidak sistematis tidak
mempersulit pemahaman isi bacaan. Berdasarkan kriteria yang ada jumlah
tersebut termasuk kategori sangat rendah. Selain itu, masih ada 3 atau 10,71%
mahasiswa yang belum jelas sikapnya. Berdasarkan kriteria yang ada, jumlah
tersebut termasuk kategori sangat rendah. Pernyataan “struktur kalimat yang
tidak sistematis sering mempersulit pemahaman isi bacaan” menunjukkan sikap
negatif karena pernyataan ini termasuk pernyataan negatif, tetapi jumlah
mahasiswa yang setuju lebih banyak daripada mahasiswa yang tidak setuju.
Kesimpulan secara keseluruhan hasil analisis faktor membaca, baik faktor
internal maupun faktor eksternal berdasarkan hasil keseluruhan tabulasi angket
faktor membaca (dilampirkan) diketahui bahwa persentase faktor membaca adalah
72,23%. Jumlah tersebut termasuk dalam kategori tinggi.