• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

4.6 Strategi Pembelajaran Kemampuan Membaca Pemahaman

Strategi pembelajaran adalah pendekatan menyeluruh dalam suatu sistem

pembelajaran yang berupa pedoman umum dan kerangka kegiatan untuk

mencapai tujuan umum pembelajaran, yang dijabarkan dari pandangan falsafah

atau teori belajar tertentu (Abdul,2013:7). Strategi pembelajaran membaca

pemahaman pada dasarnya adalah siasat yang dapat digunakan ketika mahasiswa

melakukan kegiatan membaca dapat memahami isi teks dan memperoleh makna

dari yang dibacanya. Penentuan strategi pembelajaran disesuaikan dengan gaya

belajar mahasiswa. Terdapat tiga jenis gaya belajar yaitu gaya belajar visual, gaya

belajar auditorial, dan gaya belajar kinestetik. Berikut ini strategi pembelajaran

membaca pemahaman yang dirumuskan oleh peneliti sesuai dengan enam aspek

yang terdapat dalam membaca pemahaman.

a. Strategi Pembelajaran untuk Aspek Menangkap Arti kata/istilah

Analisis SWOT berkaitan dengan aspek menangkap arti/istilah diketahui

memiliki kekuatan,kelemahan, ancaman dan peluang. Kekuatan yang dimiliki

oleh mahasiswa, yaitu mereka sudah membaca literatur dari berbagai sumber

dalam setiap perkuliahan, buku-buku yang akan digunakan juga sudah disiapkan

di tempat yang mudah dijangkau. Selain itu, mahasiswa sudah mulai bertanya

kepada dosen jika mereka mengalami kesulitan dalam memahami materi, dan

melakukan kegiatan membaca. Sebaliknya, pada aspek yang sama ternyata

terdapat kelemahan yang dimiliki mahasiswa dalam aspek menangkap arti kata

atau istilah, yaitu mahasiswa tidak membawa bahan bacaan kemanapun mereka

pergi dan ketika tidak membawa bahan bacaan itu mereka tidak merasa aneh atau

merasa ada yang kurang. Selain kelemahan, ternyata terdapat ancaman yang

dapat memempengaruhi kemampuan mahasiswa dalam aspek menangkap arti kata

atau istilah. Ancaman yang mempengaruhi kemampuan mahasiswa, yaitu masih

merasa kesulitan mencari bahan bacaan yang mereka butuhkan dan memiliki

dorongan membaca yang kuat pada bahan bacaan yang dianggap menarik untuk

dibaca dan mudah dipahami bahasanya.

Namun, dalam aspek menangkap arti kata/istilah juga terdapat peluang

yang dapat menjadi penunjang mahasiswa untuk meningkatkan kemampuannya.

Peluang aspek menangkap arti kata atau istilah, yaitu mereka masih sering gelisah

ketika tidak tersedia bahan bacaan ketika mereka ingin membaca.

Berdasarkan pemaparan di atas dapat ditentukan strategi pembelajaran

kemampuan membaca pemahaman untuk aspek menangkap arti kata/ istilah,

sebagai berikut. Membiasakan mahasiswa untuk membaca berbagai literatur yang

tidak hanya melulu menggunakan bahasa Indonesia dan menarik untuk dibaca

saja, sehingga dapat melatih pemahaman mahasiswa ketika menghadapi kata-kata

asing yang dapat mempersulit pemahaman mereka. Selain itu, Mahasiswa

menandai kata-kata asing yang tidak mereka ketahui artinya menggunakan

membiasakan diri membawa bahan bacaan kemanapun pergi, sebaiknya mulai

membiasakan membawa bahan bacaan kemanapun pergi.

Jadi strategi pembelajaran yang sesuai untuk aspek menangkap arti

kata/istilah, yaitu membiasakan diri untuk membawa bahan bacaan kemanapun

pergi. Pada aspek menangkap arti kata/istilah buku yang dapat digunakan adalah

kamus. Dengan demikian, jika disesuaikan dengan gaya belajar mahasiswa maka

strategi tersebut dapat diterapkan untuk ketiga gaya belajar yang ada, yaitu visual,

auditorial, dan kinestetik.

b. Strategi Pembelajaran untuk Aspek Menangkap Makna Tersirat

Analisis SWOT berkaitan dengan aspek menangkap makna tersirat

diketahui kekuatan yang dimiliki oleh mahasiswa, yaitu mahasiswa menyadari

pengetahuan atau pengalaman yang sudah dimiliki berperan besar untuk

membantu mempermudah pemahaman isi bacaan yang mereka baca. Selain itu,

seperti yang kita ketahui bahwa dalam menangkap makna tersirat kita perlu

membaca isi bacaan secara keseluruhan, karena tidak dituliskan secara jelas di

dalam teks. Untuk mempermudah memahami isi bacaan, mereka membuat skema

gagasan setiap kali membaca dan membaca teks tidak cukup sekali. Selanjutnya,

pada aspek menangkap makna tersirat juga terdapat kelemahan, yaitu mahasiswa

merasa kesulitan memahami isi bacaan ketika melakukan kegiatan membaca

menemukan kata-kata yang tidak mereka ketahui artinya. Selain kelemahan

ternyata terdapat ancaman yang dapat mempengaruhi kemampuan membaca

pemahaman mahasiswa atas aspek menangkap makna tersirat. Ancaman yang

dalam bahan bacaan yang sulit dipahami juga membuat mahasiswa malas untuk

membacanya, justru akan meninggalkan bacaan itu.

Namun, kelemahan dan ancaman atas aspek menangkap makna tersirat

dapat diatasi dengan adanya peluang, yaitu kondisi lingkungan rumah tangga dan

masyarakat tempat mahasiswa tinggal sangat kondusif dan nyaman untuk

melakukan kegiatan membaca dan mahasiswa juga mudah mengatasi gangguan

yang berkaitan dengan lingkungan di luar diri mereka. Tidak hanya itu, ketika

mereka belum memahami sesuatu mereka juga akan menanyakan hal itu kepada

orang yang ahli di bidangnya.

Berdasarkan data di atas dapat ditentukan strategi pembelajaran aspek

menangkap makna tersirat sebagai berikut. Pertama strategi pembelajaran

membaca pemahaman untuk aspek menangkap makna tersirat adalah mengartikan

kata-kata yang tidak diketahui artinya terlebih dahulu, karena ketika sudah

mengetahui artinya pasti akan mempermudah menemukan makna tersirat yang

ada dalam teks. Kedua, jika teks yang dibaca terlalu panjang strategi yang dapat

digunakan untuk gaya belajar visual, yaitu dosen dapat memberi bahan bacaan

yang terdapat gambar penjelas atau pendukung mengenai bacaan, sehingga

mahasiswa yang memiliki gaya belajar visual mampu memahami isi bacaan dan

pada akhirnya dapat menangkap makna tersirat yang terdapat dalam teks.

c. Strategi Pembelajaran untuk Aspek Menangkap Makna Tersurat

Analisis SWOT berkaitan dengan aspek menangkap makna tersurat

diketahui memiliki kekuatan yaitu memahami berbagai teknik membaca, sangat

yang dikutip dalam artikel, buku, atau hasil penelitian maka mahasiswa ingin

melacak sumber aslinya agar dapat memahami secara komprehensif, dan

mengonfirmasi gagasan orang lain melalui bacaan yang relevan. Kelemahan

dalam aspek menangkap makna tersurat adalah mahasiswa tidak memiliki

kecenderungan membaca setiap hari, dan tidak menentukan jadwal teratur untuk

membaca, dan sering pasif dalam perkuliahan daripada bertanya kepada dosen

ketika mengadapi kesulitan sehingga ketika dosen bertanya mahasiswa kesulitan

menjawab.

Ancaman yang dijumpai dalam aspek menangkap makna tersurat adalah

struktur teks yang tidak sistematis sering mempersulit pemahaman isi bacaan dan

masih melakukan kegiatan membaca pada saat-saat tertentu atau sesuai dengan

perasaan dan kondisi mereka. Selanjutnya untuk peluang atas aspek menangkap

makna tersurat adalah lingkungan rumah tangga atau tempat mahasiswa tinggal

sangat nyaman untuk membaca.

Berdasarkan data di atas dapat ditentukan strategi pembelajaran untuk

menangkap makna tersurat adalah membiasakan mahasiswa diberi tugas untuk

membaca agar terbiasa membaca dan menentukan jadwal untuk membaca dengan

begitu akan melatih kemampuan membaca mahasiswa. Selain itu, ketika

membaca teks tidak cukup sekali namun berkali-kali mengetahui benar apa makna

tersurat yang ada dalam teks dan membuat teks yang sistematis menjadi sistematis

sesuai dengan pemahaman mahasiswa sendiri agar mempermudah menemukan

tersurat yang peneliti tentukan sudah sesuai dengan ketiga jenis gaya belajar yang

dimiliki oleh mahasiswa.

d. Strategi Pembelajaran untuk Aspek Menarik Kesimpulan Isi Bacaan

Analisis SWOT berkaitan dengan aspek menarik kesimpulan isi bacaan

memiliki kekuatan mahasiswa mengonfirmasi gagasan orang lain melalui bacaan

yang relevan, sesulit apapun isi dalam bacaa, jika berkaitan dengan bidang ilmu

yang mahasiswa pelajari, mereka akan berusaha sampai dapat memahami isi

bacaan, dan untuk memudahkan dalam memahami isi bacaan, mahasiswa

membuat pertanyaan berdasarkan isi bacaan yang dibaca. Kelemahan dalam aspek

menarik kesimpulan isi bacaan adalah meskipun berkaitan dengan bidang ilmu

yang mahasiswa pelajari, kadang-kadang mereka mengalami kesulitan untuk

memahami isi bacaan, dan jadwal membaca mahasiswa sering terganggu, jika

tiba-tiba ada orang yang datang bertamu.

Ancaman dalam aspek menarik kesimpulan isi bacaan adalah struktur teks

yang tidak sistematis sering mempersulit pemahaman isi bacaan, sedangkan

peluang aspek menarik kesimpulan isi bacaan adalah lingkungan masyarakat

tempat saya tinggal sangat kondusif untuk membaca.

Berdasarkan data di atas dapat ditentukan strategi pembelajaran untuk

menarik kesimpulan isi bacaan sebagai berikut. Aspek menarik kesimpulan dapat

dengan mudah dicapai jika mahasiswa membaca dengan suasana lingkungan

kondusif, tetapi bagi mahasiswa yang memiliki gaya belajar visual mereka juga

tidak akan merasa terganggu suasana tidak kondusif. Lain halnya dengan

suasana lingkungan yang kondusif dan tenang ketika melakukan kegiatan

membaca. Strategi pembelajaran atas aspek menarik kesimpulan yag disesuaikan

dengan gaya belajar visual, auditorial, dan kinestetik, yaitu (1) mahasiswa

membuat daftar pertanyaan sebelum membaca berdasarkan kata kunci 5W + 1H,

sehingga dapat mempermudah mahasiswa memahami isi bacaan secara

keseluruhan. (2) membuat skema atau mind mapping isi bacaan sehingga dapat mempermudah mahasiswa yang memiliki gaya belajar kinestetik memahami isi

bacaan. (3) bagi mahasiswa yang memiliki gaya belajar auditorial dapat

berdiskusi dengan teman. jika memungkinkan membacakan hasil menentukan

kesimpulan isi bacaan.

e. Strategi Pembelajaran untuk Aspek Memprediksi Maksud Penulis

Analisis SWOT dari hasil observasi, angket faktor membaca, dan

wawancara yang berkaitan dengan aspek memprediksi maksud penulis diketahui

memiliki kekuatan, yaitu mahasiswa memiliki keinginan untuk mendiskusikan

dengan teman mengenai isi bacaan yang telah mereka baca dan tidak mudah

percaya dengan pendapat orang lain sebelum membaca sendiri sumber aslinya.

Selain itu, mahasiswa juga sudah mencoba membiasakan diri untuk menentukan

buku apa yang akan dibaca dan target apa yang diinginkan. Ternyata selain

kekuatan dalam aspek memprediksi maksud penulis juga terdapat kelemahan yang

ada dalam diri mahasiswa, yaitu (1) mahasiswa akan mudah memahami isi

bacaan yang dibaca jika perasaan sedang enak, dan (2) mahasiswa kesulitan

memahami isi bacaan ketika melakukan kegiatan membaca menghadapi teks yang

Selanjutnya ancaman dalam aspek memprediksi maksud penulis yaitu

tingkat keterbacaan yang terlalu sulit sering menghambat pemahaman isi bacaan,

sedangkan untuk peluang aspek memprediksi maksud penulis adalah lingkungan

rumah tangga atau tempat mahasiswa tinggal sangat nyaman untuk membaca.

Berdasarkan data di atas, maka dapat ditentukan strategi pembelajaran

untuk aspek memprediksi maksud penulis sebagai berikut. Strategi pembelajaran

yang dapat digunakan sesuai dengan tiga jenis gaya belajar mahasiswa, yaitu (1)

mahasiswa menandai kata-kata asing menggunakan beraneka macam pena atau

spidol warna kemudian mencari artinya, (2) mahasiswa membuat peta pemikiran

isi bacaan, dan (3) dosen melakukan review kembali secara verbal tentang isi bacaan.

f. Strategi Pembelajaran untuk Aspek Mengevaluasi Bacaan

Analisis SWOT dari hasil observasi, angket faktor membaca, dan

wawancara yang berkaitan dengan aspek menarik mengevaluasi bacaan memiliki

kekuatan, kelemahan, ancaman dan peluang. Kekuatan yang ada pada aspek

mengevalusi bahan bacaan, yaitu (1) mahasiswa ingin mencari jawaban atas suatu

masalah melalui membaca, dan (2) mahasiswa menyadari apabila membaca buka

karena dorongan orang lain, tetapi tumbuh dari kesadaran sendiri. Kelemahan

pada aspek mengevaluasi bacaan adalah (1) mahasiswa tidak menentukan target

yang jelas untuk membaca, (2) dorongan membaca mahasiswa tertuju pada

bacaan-bacaan hiburan, (3) mahasiswa kurang aktif bertanya ketika mengalami

kesulitan dan (4) pilihan bahasa yang digunakan oleh penulis yang terlalu sulit

Ancaman dalam aspek mengevaluasi bahan bacaan adalah kegiatan

membaca akan ditinggalkan ketika ada acara televisi menarik. Peluang aspek

mengevaluasi bacaan adalah suasana lingkungan masyarakat tempat mereka

tinggal sangat kondusif untuk membaca.

Strategi pembelajaran kemampuan membaca pemahaman pada aspek

mengevaluasi bacaan, yaitu (1) masih membutuhkan konsetrasi yang baik ketika

membaca isi bacaan secara keseluruhan sehingga dapat memberikan evaluasi.

Strategi tersebut sesuai dengan mahasiswa yang memiliki gaya belajar auditotial.

(2) mahasiswa juga dapat diajak untuk berdiskusi dalam kelompok, (3) mahasiswa

membuat membuat ringkasan isi bacaan sesuai dengan pemahaman. (4) dosen

dapat meminta memahasiswa untuk menyampaikan hasil evaluasi bacaan.

Dokumen terkait