KAJIAN PUSTAKA
B. Metode pembelajaran
2. Faktor – faktor Dalam Memilih Metode Pembelajaran
2. Faktor – faktor Dalam Memilih Metode Pembelajaran
Didalam pembelajaran guru harus kreatif dalam memilih metode pembelajaran agar dapat mencapai tujuan pembelajaran. Dalam pandangan yang sudah diakui kebenaranya mengatakan, bahwa setiap metode mempunyai sifat masing-masing, baik mengenai kebaikan-kebaikannya ataupun mengenai keburukan-keburukannya. Guru akan lebih mudah menetapkan metode yang paling serasi untuk situasi dan kondisi yang khusus dihadapinya, jika memahami sifat-sifat masing-masing metode tersebut.
Menurut Winarno Surakhmad dalam Djamarah (2006:78) mengatakan, bahwa pemilihan dan penentuan metode dipengaruhi oleh beberap faktor sebagai berikut:
a. Anak Didik
Anak didik adalah manusia berpotensi yang menghajatkan pendidikan. Diruang kelas guru akan berhadapan dengan sejumlah anak didik dengan latar belakang kehidupan yang berbeda-beda. berbeda pula setatus sosial mereka. Dalam aspek biologis, psikologis dan intelektual masing-masing anak juga berbeda.
Dari aspek biologis tentu saja dapat terlihat dengan kasat mata, tubuh mereka tinggi, sedang dan ada pula yang rendah. Ada yang berjenis kelamin laki-laki ada pula yang perempuan.
Dari aspek intelektual juga ada perbedaan. Para ahli sepakat bahwa secara intelektual, anak didik selalu menunjukan perbedaan.
26
Hal ini terlihat dari cepatnya tanggapan anak didik terhadap rangsangan yang diberikan dalam kegiatan belajar mengajar, dan lambatnya tanggapan anak didik terhadap rangsangan yang diberikan oleh guru. Tinggi atau rendahnya kreativitas anak didik dalam mengolah kesan dari bahan pelajaran yang baru bisa dijadikan tolok ukur dari keerdasan seorang anak. Daya pikir anak bergerak dari cara berfikir konkrit mrnjadi abstrak. Anak usia SD/MI lebih cenderung berfikir konkrit. Sedangkan anak seusia diatas SD/MI sudah mulai berfikir secara abstrak.
Dari aspek psikologis juga ada perbedaan. Ada bermacam-macam perilaku anak. Ada yang pendiam, ada yang kreatif, ada yang suka bicara, ada yang tertutup, ada yang terbuka, ada yang pemurung, ada yang periang, dan sebagainya.
Perbedaan individual anak dari ketiga aspek tersebut, akan mempengaruhi metode yang mana sebaiknya guru pilih untuk menciptakan lingkungan belajar yang kreatif dalam waktu yang relatif lama demi tercapainya tujuan pengajaran yang telah dirumuskan secara operasional.
b. Tujuan pembelajaran
Tujuan pembelajaran adalah sasaran yang dituju dari setiap kegiatan belajar mengajar. Secara herarki tujuang bergerak dari yang rendah hingga yang tinggi, yaitu tujuan pembelajaran, tujuan kurikulum, tujuan institusional dantujuan pendidikan nasional. Tujuan
27
pembelajaran merupakan tujuan yang paling langsung dalam kegiatan belajar mengajar di kelas. Tujuan pembelajaran dibagi menjadi dua yaitu tujuan pembelajaran khusus dan umum.
Perumusan tujuan pembelajaran khusus, misalnya akan mempengaruhi kemampuan yang bagaimana yang tertjadi pada diri anak didik. Proses pengajaran pun dipengaruhinya. Demikian juga penyeleksian metode yang guru pilih harus sejalan dengan taraf kemampuan yang hendak diisi kedalam diri setiap anak didik. Artinya metodelah yang harus menyesuaikan tujuan bukan sebaliknya. Karena itu, kemampuan yang bagaimana yang dikehendaki oleh tujuan, maka metode harus mendukung sepenuhnya.
c. Situasi
Situasi belajar dari hari ke hari tentu saja tidak akan sama. Ada saat saat dimana sisw belajar di alam terbuka. Tentu saja dengan situasi berbeda maka berbeda pula metode yang digunakan untuk pembelajarannya. Situasi sangat mempengaruhi pemilihan metode untuk proses belajar mengajar.
d. Fasilitas
Fasilitas merupakan hal yang mempengaruhi pemilihan dan penentuan metode mengajar. Fasilitas adalah kelengkapan yang menunjang belajar anak didik di sekolah. Lengkap tidaknya fasilitas akan mempengaruhi pemilihan metode mengajar.
28 e. Guru
Setiap guru mempunyai kepribadian yang berbeda. Ada yang yang suka berbicara, ada juga yang tidak suka berbicara. Ada guru yang benar-benar menguasai banyak sekali metode pembelajaran dan ada juga yang kurang begitu menguasai metode pembelajaran. Maka dari itu hendaknya sebelum memilih metode yang baik, guru harus bisa menguasai metode tersebut.
Jadi dapat disimpulkan bahwa hal-hal yang mempengaruhi seorang guru dalam memilih metode pembelajaran adalah anak didik, tujuan, situasi, fasilitas,guru. Selain itu banyak lagi faktor lain seperti yang dikatakan Karo-Karo (1977:91) faktor faktor yang mempengaruhi pemilihan metode pembelajaran adalah tujuan yang akan dicapai, pelajar, bahan pelajaran, fasilitas, guru, situasi, partisipasi, kelemahan dan kelebihan metode, dan filsafat.
C. Metode Bermain Cerita Menyanyi (BCM) 1. Bermain
Menurut Garvey dalam Wuntad (2008:15), mengemukakan bahwa Bermain adalah sesuatu yang menyenangkan dan memiliki nilai positif bagi anak. Bermain tidak memiliki tujuan ekstrinsik, namun motivasinya lebih bersifat intrinsik. Bermain bersifat spontan dan suka rela, tidak ada unsur keterpaksaan dan bebas dipilih oleh anak. Bermain melibatkan peran aktif keikut sertaan anak. Bermain memiliki hubungan sistematik yang khusus dengan sesuatu yang bukan bermain, seperti misalnya: kemampuan
29
kreatifitas, kemampuan memeccahkan masalah, belajar bahasa, perkembangan sosial dan sebagainya.
Pengertian ini menggambarkan bahwa apabila kegiatan bermain menyenangkan, maka anak akan terus melakukannya, namun bila sudah tidak menyenangkan maka anakpun akan menghentikan permainan tersebut. Menurut Wuntad 2008 klasifikasi permainan terdiri-dari:
a. Klasifikasi permainan ditinjau dari beberapa sudut pandang: 1) Permainan menurut sumber kebahagiaan
a) Permainan aktif: sumber kebahagiaan dari diri sendiri saat ia melakukan permainan tersebut.
b) Permainan pasif: sumber kebahagiaan dari orang lain, contohnya mendengarkan dongeng, menikmati musik dll, 2) Permainan menurut fungsinya
a) Permainan intelegensi, misalnya menerjemahkan sandi, kuis islami dll.
b) Permainan rekeatif, misalnya aneka permainan tepuk, sodaqoh berantai dll.
3) Permainan menurut jumlah pesertanya
a) Perorangan seperti KKM (Kegiatan Kreatif Mandiri) b) Kelompok seperti jihad, bisik berantai dll.
c) Massal misalnya lingkaran sholat, elang dan induk ayam. 4) Permainan menurut tempatnya
30
b) In door (di dalam ruangan / kelas) 5) Permainan menurut sifatnya
a) Kompetitif yaitu permainan yang dilombakan b) Konstruktif yaitu permainan yang membangun c) Destruktif yaitu permainan membongkar 6) Permaian menurut usianya
a) Permainan anak kecil b) Permainan anak besar c) Permainan anak dewasa
b. Manfaat yang diperoleh dari kegiatan bermain, antara lain: 1) Manfaat fisik
Permainan dapat melatih kesiapan fisik siswa. Terutama permainan-permainan yang melibatkan panca indera.
2) Manfaat edukatif
Permainan dapat melatih daya pikir dan daya ingat siswa. Permainan juga dapat mempermudah siswa dalam menyerap materi pembelajaran.
3) Manfaat kreatif
Permainan dapat memberikan rangsangan kepada siswa untuk berpikir kreatif dan menemukan ide-ide atau gagasan baru.
31
Permainan dapat memupuk dan menumbuhkan sikap sosial terutama permainan-permainan yang melibatkan lebih dari satu orang.
Seorang pendidik / pengasuh anak-anak yang kaya akan permainan dan kreatif akan mudah akrab dengan peserta didiknya. Namun hal ini belum menjamin bahwa ia akan berhasil membawa peserta didiknya mencapai tujuan pendidikan yang maksimal. Untuk itu seorang pendidik dituntut untuk mampu memilih metode permainan yang dapat dan efektif untuk menyampaikan pesan-pesan moral yang diinginkan sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan oleh lembaga.
c. Hal yang perlu diperhatikan dalam memilih permainan sebagai metode pembelajaran antara lain:
1) Keselarasan antara materi dengan jenis permainan
Dalam memilih permainan harus relevan dan sesuai dengan materi yang akan di sampaikan, sehingga tujuan pembelajaran akan tetap tercapai.
2) Kondisi anak didik
Dalam memilih permainan harus sesuai dengan kondisi dan karakter anak didik, sehingga anak didik mampu ikut serta secara aktif dan menyenangi permainan tersebut.
32 3) Kondisi lingkungan
Kondisi lingkungan sangat berpengaruh dalam pemilihan sebuah permainan. Seperti kenyamanan dan keamanan siswa ketika bermain.
Jadi, yang harus diperhatikan guru dalam memilih permainan dalam metode pembelajaran selain permainan-permainan yang menyenangkan juga harus relevan dengan materi pembelajaran sehingga proses pembelajaran lebih berkesan dan bermakna. Permainan juga harus memperhatikan kondisi siswa, baik secara biologis maupun psikis.
2. Cerita