• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor-Faktor Kepuasan Kerja

Dalam dokumen Yoga Sinung Kristianto F1209062 (Halaman 37-44)

TELAAH PUSTAKA DAN PENGEMBANGAN HIPOTESIS

E. Kepuasan Kerja

2. Faktor-Faktor Kepuasan Kerja

Menurut Wexley and Yukl (2002), kepuasan kerja ditentukan atau dipengaruhi oleh sekelompok faktor. Faktor-faktor ini dapat dikelompokkan ke dalam tiga bagian yaitu yang termasuk dalam karakteristik individu, variabel situasional, dan karakteristik pekerjaan.

commit to user

a. Needs (kebutuhan-kebutuhan individu). Salah satu sifat dasar manusia adalah adanya kebutuhan dalam dirinya. Dengan sifat terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan tersebut, manusia dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya. Secara garis besar ada dua golongan utama kebutuhan manusia yaitu kebutuhan biologis seperti kebutuhan akan makan,minum, udara dan sebagainya. Juga ada kebutuhan psikologis seperti kebutuhan akan harga diri, kebutuhan untuk diakui kelompok dan kebutuhan akan aktualisasi diri. Dalam hubungannya dengan pekerjaan maka kebutuhan-kebutuhan itu perlu diketahui dan dipelajari oleh karena kebutuhan ini mempengaruhi tingkah laku pekerjaan dalam perusahaan. Demikian pula dengan kepuasan kerja sangat dipengaruhi oleh kebutuhan-kebutuhan yang mendasarinya. Kepuasan kerja tergantung pada seberapa jauh individu merasakan bahwa kebutuhannya terpenuhi atau tidak terpenuhi.

b. Values (nilai-nilai yang dianut individu). Adalah pendapat atau pandangan individu yang sifatnya relatif stabil mengenai tingkah laku yang dianggap benar atau salah. Selain itu nilai-nilai ini pun menyangkut pilihan individu mengenai tujuan-tujuan hidup layak yang diinginkan. Nilai-nilai yang dianut ini akan mempengaruhi individu dalam memiliki pekerjaan dan dalam menjalankan tugasnya.

c. Personality Traits (ciri-ciri kepribadian). Ciri-ciri kepribadian seseorang akan besar pengaruhnya pada cara orang berfikir, dalam cara memutuskan sesuatu, merasakan sesuatu dan dalam cara orang tersebut menyelesaikan pekerjaannya.

commit to user

2. Variabel-variabel yang bersifat situasional

a. Current Social Comparison (perbandingan terhadap situasi yang ada). Seorang pekerja selalu mengharapkan untuk dapat memperoleh hasil yang seimbang antara apa yang telah disumbangkannya kepada perusahaan dengan apa yang diperoleh dari perusahaan. Untuk itu sering kali orang membandingkan apa yang yang diperoleh dengan apa yang diterima oleh orang lain, serta apa yang diperolehnya saat ini dengan yang pernah ia peroleh dimasa lampau. Apabila terdapat keseimbangan maka hal ini dapat menimbulkan ketidakpuasan.

b. Reference Group (pengaruh kelompok acuan). Kelompom acuan adalah kelompok dimana individu sering kali meminta petunjuk atau pendapat dalam menghadapi persoalan-persoalan yang ditemuinya. Kelompok acuan ini dapat mempengaruhi aspirasi dan harapan-harapan seseorang terhadap pekerjaan.

c. Jobs Factors in Priors Experiences (pengaruh dari pengalaman kerja sebelumnya). Harapan-harapan yang timbul terhadap pekerjaan yang saat ini dihadapi sangat dipengaruhi oleh persepsi mengenai pekerjaan sebelumnya. Persepsi terhadap masa lalu penting artinya untuk membentuk harapan minimum yang mungkin diperoleh dari pekerjaan saat ini.

3. Karakteristik Pekerjaan

a. Compensation (imbalan yang diterima). Menurut (Handoko, 2003) kompensasi adalah segala sesuatu yang diterima para karyawan sebagai balas jasa untuk kerja mereka. Penyebab ketidakpuasan ini adalah

commit to user

kecenderungan dari orang yang membandingkan dirinya dengan kelompok. Kebanyakan orang melihat bagaimana rata-rata gaji yang diterima untuk pekerjaan yang sejenis. Bila perusahaan membayar gaji kepada seseorang dibawah rata-rata seperti yang diterima orang lain, maka orang tersebut mungkin akan mengalami ketidakpuasan terhadap gajinya.

b. Supervition (pengawasan yang dilakukan oleh atasan). Berdasarkan penelitian (Yuli T:2003) ditemukan bahwa para pekerja menyatakan kepuasan terhadap atasan yang menunjukkan sikap penuh perhatian dan memberikan dukungan pada bawahan, daripada atasan yang bersikap acuh tak acuh serta selalu mengkritik. Disamping itu kesempatan yang diberikan atasan kepada bawahan untuk berpartisipasi juga dapat meningkatkan kepuasan kerja.

c. The Work It Self (pekerjaan itu sendiri). Sifat-sifat dari pekerjaan yang dihadapai oleh individu merupakan salah satu faktor yang menentukan kepuasan kerja dari individu tersebut. Terdapat lima dimensi dari pekerjaan menurut (suwanto dan priansa:2011) yaitu :

1) Skill variety yaitu sampai seberapa jauh suatu pekerjaan itu memerlukan berbagai macam aktivitas yang berbeda-beda dalam pelaksanaannya yang mana melibatkan pula penggunaan dari sejumlah bakat dan keterampilan yang berbeda-beda dari pekerjaan. 2) Task identity yaitu sampai seberapa jauh kelengkapan dari suatu

commit to user

3) Task signicance yaitu seberapa jauh suatu pekerjaan berpengaruh terhadap kehidupan dari pekerjaan orang lain baik didalam maupun di luar organisasi.

4) Autonomy yaitu sampai seberapa jauh suatu pekerjaan memberikan kebebasan, dan keleluasaan dalam hal merencanakan dan menentukan prosedur-prosedur yang akan digunakan untuk menyelesaikannya.

5) Feedback from the job it self yaitu sampai seberapa jauh pekerja memperoleh keterangan yang jelas dan langsung tentang efektivitas dari pekerjaan yang telah dilakukan.

d. Co Workers (hubungan antar rekan sekerja). Interaksi yang terjadi sesama pekerja akan menciptakan suasana tertentu yang berpengaruh pula pada kepuasan kerja. Menurut (Ranupandojo dan Husnan, 2002:194) keinginan ini merupakan cermin dari kebutuhan sosial.

e. Job Security (keamanan kerja). Rasa aman ini didapat dari adanya suasana kerja yang menyenangkan tidak ada rasa takut akan sesuatu hal yang tidak pasti dan tidak ada kekhawatiran akan diberhentikan secara tiba-tiba. Menurut (Ranupandojo dan Husnan, 2002:194) kondisi kerja yang aman berasal dari kebutuhan akan rasa aman.

f. Advancement Opportunity (kesempatan untuk memperoleh perubahan status). Faktor ini cukup besar peranannya dalam menumbuhkan kepuasan kerja, khususnya pada orang-orang yang memiliki keinginan yang besar untuk maju dan mengembangkan diri. Ranupandojo dan Husnan, (2002:194) juga berpendapat bahwa meskipun mungkin tidak

commit to user

semua karyawan ingin dipromosikan (karena alasan sosial) tetapi pada umumnya setiap orang menginginkan untuk maju dalam hidupnya.

Menurut (winardi, 2008:332) seorang pekerja cenderung bekerja dengan penuh semangat, bila kepuasan yang diperoleh tinggi dan pekerjaan tersebut sesuai dengan apa yang diinginkan pekerja. Ditinjau dari sudut pekerja ada empat aspek pokok yang dianggap penting yaitu:

1) Sifat umum pekerjaan, adanya tantangan dalam penggunaan kemampuan individu yang diperlukannya.

2) Kebebasan melaksanakan pekerjaan, kesempatan untuk menerapkan ide-ide pribadi, perasan penting dalam hal melaksanakan pekerjaan dan membuat keputusan-keputusan penting tentang pekerjaan.

3) Kesempatan untuk tumbuh dan berkembang melalui latihan ”feedback”

tentang hasil pekerjaan dan menerima aneka macam tugas dalam jumlah yang layak.

4) Penghargaan tentang hasil pekerjaan yang diberikan atasan dengan cara yang terbuka, secara jujur dan pada waktu yang tepat.

commit to user

Semakin tua umur karyawan, mereka cenderung lebih terpuaskan dengan pekerjaan-pekerjaan mereka. Ada sejumlah alasan yang melatarbelakangi kepuasan kerja mereka, seperti penghargaan-penghargaan yang lebih rendah dan penyesuaian-penyesuaian lebih baik terhadap situasi kerja karena mereka berpengalaman. Para karyawan yang lebih muda, dilain pihak cenderung kurang terpuaskan, karena berbagai penghargaan yang lebih tinggi, kurang penyesuaian, dan penyebab-penyebab lainnya. Tentu saja ada pengecualian, tetapi banyak studi yang membuktikan bahwa kepuasan kerja yang tinggi dipengaruhi oleh umur.

Sumber : Handoko. T. Hani Gambar 2. 1

Model Umum Kepuasan Kerja

Gambar di atas juga menunjukkan bahwa orang-orang dengan jenjang pekerjaan yang lebih tinggi cendereung lebih mendapatkan kepuasan kerja. Mereka biasanya memperoleh kondisi lebih baik, kondisi kerja lebih nyaman, dsan pekerjaan-pekerjaan mereka memungkinkan penggunaan segala

tinggi rendah Kepuasan kerja Jenjang pekerjaan umur tinggi Umur&jenjang pekerjaan

commit to user

kemampuan yang mereka punyai, sehingga mereka mempunyai alasan-alasan untuk lebih terpuaskan.

Dalam dokumen Yoga Sinung Kristianto F1209062 (Halaman 37-44)

Dokumen terkait