Adapun faktor-faktor penyebab yang terjadinya pergeseran sebagai berikut:
4.2.6.1 Faktor Perkembangan Zaman Dan Teknologi
Salah faktor penyebab terjadinya pergeseran yaitu dngan adanya perkembangan zaman dan kemajuan teknologi. Perkembangan teknologi seperti yang sudah ada sekarang ini tentu membawa banyak perubahan yang begitu baik dan kurang baik terhadap kehidupan manusia. Perkembangan itu baik adanya jika sesuai dengan apa yang di harapkan. Berikut ini hasil wawancara oleh bapak Edi Harun:
“Menurut saya adanya perkembangan teknologi yang sangat berpengaruh negatif di dalam kehidupan sehari-hari, saking moderennya teknologi sekarang masyarakat begitu banyak pilihan, jadi teknologi ini memang sangat berpengaruh pada terjadinya
pergeseran perkawinan.”33
33
Perkembangan teknologi saat ini juga membawa pengaruh kurang baik atau negatif dalam kehidupan manusia. Kehadiran teknologi yang begitu canggih membuat masyarakat umum begitu banyak pilihan untuk memilih apa yang di kehendakinya, perkembangan teknologi ini juga merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya pergeseran terhadap pelaksanaan adat pernikahan Gorontalo yang ada di Desa Huluduotamo.
Menurut ki Hadjar Dewantara, kebudayaan berarti buah budi manusia yang merupakan hasil perjuangan manusia terhadap 2 pengaruh yang kuat yaitu alam dan zaman (kodrat dan masyarakat). Sesuai dengan teori di atas maka berikut ini hasil wawancara dari bapak Amin Urusi:
“Masyarakat sekarang untuk prosesi adat pernikahannya mengikuti adat yang di jalankan sekarang. Dalam artian masyarakat telah terpengaruh oleh perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, dan dengan adanya faktor ini maka adat yang sebenarnya telah
pudar.”34
Salah satu penyebab terjadinya perubahan atau pergeseran yang ada di Desa Huluduotamo yaitu di karenakan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, dengan adanya kemajuan teknologi ini maka adat pernikahan yang sebenarnya sudah mulai terlupakan karena masyarakat Desa Huluduotamo sudah mengikuti adat yang di jalankan sekarang.
“Anak-anak muda sekarang ini so tidak mampu lagi menjaga nilai-nilai luhur, karena zaman yang lebih modern lagi sehingga mereka cepat terkontaminasi oleh pengaruh yang berasal dari budaya luar. Biasanya yang menjadi pengaruh bagi mereka itu pada negara yang
sudah maju atau yang lebih modern”.35
34
Wawancara Amin Urusi. 15 Maret 2013 35
Faktor yang menyebabkan adanya pergeseran nilai budaya masyarakat Desa Huluduotamo adalah ketidakmampuan generasi muda sebagai generasi penerus dalam menjaga nilai-nilai leluhur. Hal ini di sebabkan karena adanya pengaruh dari budaya luar / modern yang secara tidak langsung atau tidak telah mengontaminasi masyarakat terutama para pemuda yang merupakan golongan yang muda dengan cepat menerima pengaruh dari budaya luar. Biasanya yang di jadikan tuntutan oleh para pemuda ini adalah budaya pada negara maju / modern sehingga individualitas mewarnai kehidupan masyarakat saat ini.
Terjadinya perubahan ini hanya sebagian dari masyarakat Desa Huluduotamo yang melaksnakan adat pernikahan yang sudah berjalan sekarang dan yang lainnya masih menggunakan adat yang sebenarnya, adat yang bersendikan syara, syara bersendikan kitabullah mereka adalah masyarakat yang masih memahami pelaksnaan adat yang sebenarnya yang merupakan adat turun temurun. Dan tidak menutup kemungkinan adat yang sebenarnya ini bisa berkembang atau di pertahankan karena masyarakat sekarang ini sudah mulai terpengaruh oleh perkembangan zaman dan kemajuan teknologi begitu juga kepada generasi muda tidak menutup kemungkinan bisa melanjutkan adat yang sebenarnya.
4.2.6.2 Faktor Ekonomi
Persoalan ekonomi juga merupakan salah satu persoalan yang sangat penting demi kelangsungan hidup manusia. Di mana persoalan ekonomi ini sangat menyentuh langsung dengan kehidupan masyarakat itu sendiri. Seperti halnya di Desa Huluduotamo yang sebagian besarnya masyarakatnya merupakan
masyarakat yang tingkat ekonominya tergolong lemah dan merasa tidak mampu untuk melaksanakan pernikahan dengan baik sempurna. Hal ini sesuai dengan pengakuan bapak Niko Kiayi:
“Karena kasihan masyarakat yang di bawah artinya masyarakat yang tidak mampu, jadi pelaksanaannya di ambil satu kali. Kalau yang memang tingkat atas artinya yang mampu mereka motolobalango dulu habis itu 1 minggu sebelum pesta modutu dengan dilonggato kemudian dengan pelaksanaan perkawinan, kasihan ekonomi yang lemah itu dia buat begitu, karena mereka ini mo ba undang ayah handa kan mo kase makan, kase minum, kase rokok, mo sadakah lagi. Tapi kalo biasanya ada juga yang ekonominya di atas ada juga yang buat begitu, karena mereka itu
menghilangkan kerepotan”.36
Masyarakat yang ekonominya di bawah pada pelaksanaan pernikahan prosesinya di laksanakan satu kali atau satu hari. Karena jika di laksnakan berhari-hari maka biayanya mahal di samping itu juga mereka ingin menghilangkan kerepotan. Kalau untuk masyarakat yang tingkat atas prosesinya bertahap karena mereka mampu.
Hal yang sama juga di katakan oleh Maryam Mahmud:
“Kami tidak mampu kalau di laksanakan adat yang sebenarnya, jangankan untuk adat untuk makan sehari-hari saja kami masih di cari-cari. Kalau yang adat sebenarnya itu khusus untuk
orang-orang yang mampu karena biayanya sangat mahal.”37
Kami merasa belum mampu untuk melaksanakan adat perkawinan tersebut karena faktor ekonomi kami yang lemah, untuk makan saja masih di cari-cari. Adat perkawinan tersebut sebaiknya di lakukan oleh orang-orang atau masyarakat yang ekonominya sudah tinggi dan tidak mampu untuk melaksanakan karena upacara tersebut membutuhkan biaya yang sangat banyak.
36
Wawancara Niko Kiayi. 5 April 2013 37
Berdasarkan hasil wawancara sebagaimana yang telah di sebutkan di atas maka peneliti menyimpulkan bahwa pelaksanaan adat pernikahan yang ada di Desa Huluduotamo Kecamatan Suwawa Kabupaten Bone-Bolango ini sudah terjadi pergeseran atau perubahan.
Penyebab terjadinya perubahan atau pergeseran dalam pelaksanaan adat Di Desa Huluduotamo Kecamatan Suwawa di sebabkan oleh beberapa faktor yaitu:
1. Perkembangan zaman dan teknologi 2. Kurangnya perekonomian
Ke dua inilah penyebab terjadinya perubahan atau pegeseran dalam pelaksanaan adat pernikahan yang ada di Desa Huluduotamo.