KONSEP MANAJEMEN PENDIDIKAN PAUD A. KONSEP MANAJEMEN PENDIDIKAN
C. Hakikat Anak Usia Dini 1. Pengertian Anak
2) Faktor-faktor perkembangan sosial dan emosi
Ada tiga faktor yang dapat memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan sosial dan emosi anak usia dini sebagai berikut:
a) Faktor hereditas/Genetis/Keturunan
Faktor hereditas biasanya ada yang menyebut faktor hereditas ini sebagai istilah nature. Dan faktor ini merupakan karakteristik bawaan yang diturunkan dari orang tua biologis atau orang tua kandung kepada anaknya.
Jadi dapat dikatakan faktor hereditas merupakan pemberian biologis sejak lahir. Pembawaan yang telah ada sejak lahir itulah yang menentukan perkembangan anak untuk dikemudian hari.92
90 Sarlito Wirawan Sarwono, Pengantar Umum Psikologi, Jakarta: Bulan Bintang, 2005, hal. 34
91Rosmala Dewi, Berbagai Masalah Anak Taman Kanak-kanak, Jakarta:
Departemen Pendidikan, 2005, hal.23
92Dariyo A. Psikologi Perkembangan Anak Tiga Tahun Pertama (Psikologi ATITAMA), Bandung: PT Reflika Aditama, 2007, hal. 44
Pendidikan dan lingkungan sama sekali tidak berpengaruh dan tidak berkuasa dalam perkembangan seorang anak termasuk perkembangan emosi dan sosialnya.
b) Faktor lingkungan
Faktor lingkungan sering disebut dengan istilah nurture. Faktor ini bisa diartikan sebagai kekuatan kompleks dunia fisik dan sosial yang memiliki pengaruh dalam susunan biologis serta pengalaman psikologis, termasuk pengalaman sosial dan emosi anak sejak sebelum ada dan sesudah dia lahir. Nah faktor ini meliputi semua pengaruh lingkungan temasuk didalamnya pengaruh-pengaruh berikut ini:
1) Keluarga
Keluarga menjadi lingkungan yang pertama dan utama. Dengan demikian keluarga memiliki peran yang utama dalam menentukan pengembangan sosial dan emosi anak. Di lingkungan keluarga inilah anak pertama kali menerima pendidikan sedangkan orang tua mereka merupakan pendidik bagi mereka.
2) Sekolah
Sekolah merupakan lingkungan kedua bagi anak setelah lingkungan keluarga, disekolah anak berhubungan dengan guru dan teman-teman sebayanya.
Hubungan antara guru dan anak dengan teman sebaya dapat mempengaruhi perkembangan emosi dan sosial anak. Guru merupakan wakil dari orang tua mereka saat mereka berada di sekolah serta pola asuh dan perilaku yang ditampilkan oleh guru dihadapan anak juga dapat mempengaruhi emosi dan sosial anak.
3) Masyarakat
Masyarakat secara sederhana saja, masyarakat disini diartikan sebagai kumpulan individu atau kelompok yang diikat oleh kesatuan negara, kebudayaan, kebiasaan dan agama. Budaya, kebiasaan, dan agama pada suatu masyarakat diakui ataupun tidak memiliki pengaruh dalam perkembangan sosial dan emosi anak usia dini.93
93 Dariyo A. Psikologi Perkembangan Anak Tiga Tahun Pertama (Psikologi ATITAMA),…hal.45
D. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) 1. Pengertian Pendidikan Anak Usia Dini
Secara etimologi pendidikan atau paedagogie berasal dari bahasa Yunani, terdiri darikata pais yang berarti anak dan again memiliki arti membimbing. Jadi, paedagogie yaitu bimbingan yang diberikan pada anak.94 Dalam bahasa Romawi, pendidikan diistilahkan dengan educate yang berarti mengeluarkan sesuatu yang berada dari dalam.
Sementara dalam bahasa Inggris pendidikan diistilahkan dengan education yang memiliki sinonim dengan process of teaching, training, and learning yang berarti proses pengajaran, latihan dan pembelajaran. Dan dalam bahasa Arab pendidikan diistilahkan dengan kata tarbiyat.95
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyatakan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara. Makna pendidikan tidaklah semata-mata dapat menyekolakan anak di sekolah untuk menimba ilmu pengetahuan, namun lebih luas dari itu. Anak akan tumbuh dan berkembang dengan baik jika memperoleh pendidikan yang komprehensip.
Menurut John Dewey, pendidikan diartikan sebagai social continuity of life.96Menurut Ahmad D. Marimba, pendidikan adalah bimbingan secara sadar oleh pendidik terhadap perkembangan jasmani dan rohani si terdidik menuju terbentuknya kepribadian yang utama.97
Pendidikan hendaklah dilakukan sejak dini yang dapat dilakukan di keluarga, sekolah, dan masyarakat. Pendidikan meliputi perbuatan atau usaha generasi tua untukmelimpahkan pengetahuanya, pengalamannya, kecakapan serta keterampilannya kepada generasi muda, sebagai uasaha untuk menyiapkan mereka agar dapat memenuhi fungsi hidupnya baik jasmani maupun rohani. Dengan
94 Abu Ahmadidan Nur Uhbiyati, Ilmu Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta, 2003, hal. 69
95 Dedeng Rosidin, Akar-akar Pendidikan dalam Al-Qur’an dan Hadits, Bandung:
Pustaka Umat, 2003, hal. 16
96 John Dewey, Democracy and Education, New York: The Macmilan, 1923, hal.23
97 Ahmad D. Marimba, Pengantar Filsafat Pendidikan Islam, Bandung: Al-Ma‟arif, 1989, hal. 19
demikan dapat disimpulkan bahwa pendidikan adalah membantu membimbing anak dengan mengembangkan dan mengarahkan seluruh potensi yang dimilikinya agar tercapailah seluruh tujuan hidupnya. Hakikat pendidikan lebih dari hanya sekedar penyampaian pengetahuan, tetapi bagaimana membangun sikap positif terhadap nilai-nilai kehidupan. Oleh sebab itu, pemerintah, keluarga, dan masyarakat harus bekerja sama dalam pendidikan anak untuk kehidupan yang lebih baik.98
Adapun yang dimaksud dengan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah pendidikan yang diselenggarakan dengan tujuan untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh atau menekankan pada pengembangan seluruh aspek perkembangan anak. Berdasarkan Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional ini dengan tegas mengamanatkan pentingnya pendidikan anak sejak dini.
Pendidikan anak usia dini (PAUD) adalah jenjang pendidikan sebelum jenjang pendidikan dasar yang merupakan suatu upaya pembinaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut, yang diselenggarakan pada jalur formal, nonformal, dan informal.99