• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dalam melakukan penelitian terhadap permasalahan di atas penulis menggunakan metodologi penelitian sebagai berikut:

1. Jenis Penelitian

Jenis penelitian dalam penyusunan tesis ini adalah penelitian kepustakaan (Library Research) adalah mencari data atau informasi riset melalui membaca jurnal ilmiah, buku-buku referensi dan bahan-bahan publikasi yang tersedia di perpustakaan.29penelitian pustaka membicarakan gagasan-gagasan, ide dan konsep-konsep dari pemikiran seseorang sehingga penelitian ini secara maksiamal akan memanfaatkan data pustaka yang relevan dengan kajian, lebih spesifik disebut sebagai penelitian sejarah menggunakan tematik studi.

Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan interpretasi, yakni menyelami makna-makna Al-Qur’an dengan tafsirnya, untuk menangkap nuansa makna dan pengertian yang dimaksud sehingga tercapai pemahaman yang benar.30

2. Sumber data

Sumber data dalam penulisan tesis ini dapat diklasifikasikan dalam dua sumber yaitu sumber primer dan sumber sekunder.

Dalam hal ini sumber primer bisa diperoleh langsung dari Al-Qur’an, jurnal ilmiah, buku-buku referensi dan bahan-bahan publikasi yang tersedia di perpustakaan.Sedangkan sumber sekunder adalah sumber yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpulan data.31 Seperti koran, data-data dari lembaga

29Rosadi Ruslan, Metode Penelitian,Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada, 2010, Cet.V. hal. 31

30Anton Bakker dan Ahmad Charis Zubair, Metodologi Penelitian Filsafat, Yogyakarta: Kanisius, 1990, hal. 42

31Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D, Bandung: alfabeta, 2009 cet.8. hal.137

pemerintah, survey dari LSM atau sejenisnya yang bisa digunakan untuk menunjang penelitan.

Dalam metode penelitian ini berpedoman pada buku

“Panduan Penyusunan Tesis dan Disertasi”yang diterbitkan oleh Progam Pascasarjana Institut PTIQ Jakarta 2017.

3. Analisis Data

Analisis data adalah sebuah proses yang dilakukan melalui pencatatan, penyusunan, pengolahan dan penafsiran serta menghubungkan makna data yang ada dalam kaitannya dengan masalah penelitian.32 Tahap pertama dalam penelitian ini adalah dengan mengkaji ayat-ayat tentang manajemen dan karakter anak melalui metode penelitian tematik. adapun tahapanya adalah sebagai berikut:

a. Menetapkan masalah yang akan dibahas

b. Menghimpun ayat yang berkaitan dengan masalah

c. Menyusun pembahasan dalam kerangka yang sempurna/outline d. Melengkapi pembahasan dengan hadis yang relevan

Kemudian dianalisis secara kualitatif melalui konsep pendekatan pendidikan karakter. Analisis ini digunakan untuk menganalisis kontribusi konsep pendidikan menurut al-Qur'an pada pembentukan karakter.

I. Penelitian Terdahulu yang Relevan

Penelitian terdahulu ini menjadi salah satu acuan penulis dalam melakukan penelitian sehingga penulis dapat memperkaya teori yang digunakan dalam mengkaji penelitian yang dilakukan. Dari penelitian terdahulu, penulis tidak menemukan penelitian dengan judul yang sama seperti judul penelitian penulis. Namun penulis mengangkat beberapa penelitian sebagai referensi dalam memperkaya bahan kajian pada penelitian penulis. Berikut merupakan penelitian terdahulu berupa beberapa jurnal terkait dengan penelitian yang dilakukan penulis.

1. Dyah Fifin Fatimah, NurRohmah, Pola Pengelolaan Pendidikan Anak Usia Dini di PAUD Ceria GondangsariJawa Tengah.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengambil latar di PAUD Ceria Gondangsari Sumowono Jawa Tengah.Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian

32Nana Sudjana & Awal Kusumah, Proposal Penelitian di Perguruan Tinggi, Bandung: PT Sinar Baru Algensindo, 2000, hal. 89

menunjukan: (1) polapengelolaan pendidikan anak usia dini PAUD Ceria menggunakan metode POAC. Dalam setiap kegiatan selalu dilaksanakan perencanaan, setelah itu melakukan pengorganisasian dengan berkomunikasi dan menjalin kerjasama dengan berbagaipihak.Sedangkan untuk pelaksanaannya selalu menyisipkan materi tentang pendidikan Agama.

Controling atau pengawasan selalu dilakukan PAUD Ceria pada setiap harinya. (2) faktor pendukung dalam pengelolaan pendidikan anak usia dini adalah: adanya semangat belajar siswa, adanya kerjasama antara sesama pendidik, terdapat peran dari masyarakat, adanya sikap sering terbuka antara pendidik dengan orang tua siswa, adanya kerjasama antara guru dengan orang tua siswa, terdapat kerjasama dari pemerintah. (3) Hasil pola pengelolaan PAUD Ceria adalah: siswa memperoleh banyak prestasi dengan berbagai macam kejuaraan, peningkatan jumlah siswa yang cukup meningkat pada setiap tahunnya, dan mampu merubah pola pikir masyaraktat bahwa pendidikan anak usia dini itu penting.33 2. Besse Marjani Alwi, Suci Ramadani, Suhanir, Zulaika Safira, Tendri

Herma, Manajemen Peserta Didik Pada Taman Pendidikan Anak Usia Dini Do’a Ibu.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penerapan manajemen peserta didik di Taman Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Do’a Ibu Jl. Tamalate 1 Kampus UNM IV Tidung Makassar. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan mengambil salah satu guru di Taman Pendidkan anak usia dini Anak Usia Dini (PAUD) Do’a Ibu sebagai objek penelitian.

Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Taman Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Do’a Ibu telah memenuhi standar dalam manajemen peserta didik yaitu: a) Perencanaan peserta didik dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah peserta didik serta rasio perbandingan antara guru dan anak. b) Kehadiran dan ketidakhadiran peserta didik dicatat kedalam buku absensi. c) Pencatatan dan pelaporan peserta didik dilaksanakan dalam bentuk buku induk anak serta buku alumni. d) Pembinaan peserta didik dilakukan melalui beberapa layanan yakni layanan bimbingan dan

33 Dyah Fifin Fatimah, Nur Rohmah, Pola Pengelolaan Pendidikan Anak Usia Dini di PAUD Ceria Gondangsari Jawa Tengah, Manageria: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Volume 1, Nomor 2, November 2016/1438. hal.

konseling serta layanan kesehatan. e) Evaluasi peserta didik dilakukan melalui beberapa cara yakni observasi, wawancara, dan portofolio. f) Kelulusan dan alumni peserta didik dibuktikan dengan pemberian ijazah. g) Mutasi peserta didik ditandai dengan pemberian surat pindah.34

3. Suharti, Manajemen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam Rangka Meningkatkan Mutu Pembelajaran (Studi pada PAUD Negeri Pembina Curup dan PAUD Pertiwi Kabupaten Rejang Lebong)

Penelitian ini bertujuan menemukan perbandingan manajemen PAUD Negeri Pembina Curup dan PAUD Pertiwi Kabupaten Rejang lebonmg dalam meningkatkan mutu pembelajaran dengan pendekatana deskriptif kualitatif sehingga memperoleh simpulan sebagai berikut. Manajemen kurikulum, kesiswaan, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana dan prasaran serta manajemen keuangan PAUD sudah dilaksanakan oleh PAUD Terpadu dan PAUD Pertiwi. Hal ini terlihat pada, Pertama, mutu pembelajaran pendidikan anak usia dini yaitu layanan yang disediakan berupa kelompok Taman Kanak-Kanak (TK) dan Kelompok Bermain (KB).

Kedua, Pemenuhan tingkat pencapaian perkembangan anak, pembelajaran yang dilakukan yang sesuai dengan kelompok umur peserta didik, dan juga sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitar serta peserta didik itu sendiri.

Ketiga, Pemenuhan tenaga pendidik dan tenaga Kependidikan untuk memenuhi standar, bahkan melebihi standar yang ada, dengan cara memberi kesempatan pendidik untuk kuliah dan mengikuti diklat. Keempat, sarana dan prasarana yang ada sekarang sudah lebih dan cukup, baik itu dan segi kuantitas maupun kualitas yang disyaratkan sesuai aturan yang ada. Sarana dan prasarana tentang alat yang aman, nyaman, terang, dan memenuhi kriteria kesehatan bagi anak, sesuai dengan tingkat perkembangan anak, memanfaatkan potensi dan sumber daya yang ada sudah terpenuhi. Kelima, sesuai dengan petunjuk dan aturan tentang keuangan penyelenggaraan PAUD. Pengelolaan keuangan PAUD Terpadu dan Pertiwi, juga

34 Besse Marjani Alwi, et.all. Manajemen Peserta Didik Pada Taman Pendidikan Anak Usia Dini Do’a Ibu, NANAEKE Indonesian Journal of Early Childhood Education Volume 1, Nomor 1, Desember 2018. hal.53

sudah dikomunikasikan dengan orang tua, peserta didik, dan masyarakat. Sehingga tidak ada penolakan dari masyarakat.35