• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

A. Impulsive Buying

3. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Impulsive buying

Secara umum, impulsive buying dipengaruhi oleh dua faktor yaitu

faktor eksternal dan faktor internal.

3.1 Faktor Eksternal :

Faktor eksternal merupakan faktor yang berasal dari luar individu

1) Lingkungan Toko

Menurut Karbasivar dan Yarahmadi (2011) lingkungan

toko menjadi salah satu faktor penentu yang penting dari

impulsive buying. Hal ini karena situasi ini terbatas pada spesifik ruang geografis di dalam toko seperti musik,

tampilan toko, aroma, promosi di dalam toko, harga,

kebersihan toko, dan kepadatan toko. Penelitian yang

dilakukan oleh Wusko (2014) menyatakan bahwa

lingkungan toko berpengaruh terhadap impulsive buying.

Hal ini karena lingkungan toko dapat memberikan daya

tarik pada individu untuk memasuki toko serta memberikan

rasa nyaman pada konsumen.

2) Desain Toko

Verplanken dan Herabadi (2001) menyatakan bahwa

tampilan produk secara fisik, cara menampilkan produk,

atau adanya tambahan seperti wewangian, warna yang

menarik, dan musik yang menyenangkan akan memberikan

kenyaman pada konsumen sehingga dapat memunculkan

suasana hati yang positif yang mampu meningkatkan

pembelian secara spontan.

3) Situasional dalam Toko

Stern (1962) mengungkapkan bahwa pelayanan yang

daripada pelayanan yang dilakukan oleh petugas toko. Hal

ini karena konsumen dapat mengambil produk yang

diinginkan secara cepat dan bebas. Sementara itu, pembeli

merasa tidak leluasa memilih produk yang akan dibeli dan

merasa kurang nyaman jika dilayani oleh petugas toko.

4) Promosi Pemasaran Produk

Loudon dan Bitta (dalam Anin, 2008) mengungkapkan

bahwa impulsive buying dapat dipengaruhi oleh pemasaran

atau marketing yang meliputi distribusi dalam jumlah

banyak outlet yang self service, penayangan iklan melalui

media massa yang sangat sugestibel dan terus menerus,

iklan di titik penjualan, posisi display dan lokasi yang

menonjol. Penelitian yang dilakukan oleh Wauran dan

Poulan (2016) menyatakan bahwa promosi penjualan akan

berpengaruh terhadap impulsive buying. Strategi yang dapat

dilakukan seperti memberikan promosi secara rutin dan

terencana, memberikan potongan harga atau diskon, serta

adanya paket bonus.

5) Kartu Kredit

Menurut Omar et al (2014) kartu kredit dapat memengaruhi

terjadinya impulsive buying. Hal ini karena kartu kredit

dipandang cara yang mudah untuk melakukan pembayaran

dirasakan. Salah satu kemudahan menggunakan kartu kredit

dalam melakukan pembayaran dapat menghilangkan

kegunaan uang secara langsung untuk membeli sesuatu.

3.2. Faktor Internal

Faktor internal merupakan faktor yang berasal dari dalam diri

individu yang dapat menyebabkan individu terlibat dalam impulsive

buying, yaitu: 1) Gender

Gender merupakan salah satu faktor yang dapat

memengaruhi kecenderungan impulse buying. Penelitian

yang dilakukan Gasiorowska (2011) menyatakan bahwa

perempuan cenderung memiliki tingkat pembelian yang

lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Hal ini karena

konsumen perempuan lebih lama dalam melihat berbagai

macam produk ketika berada di dalam toko dibandingkan

laki-laki. Selain itu, konsumen perempuan lebih memiliki

kesenangan dalam melakukan aktivitas berbelanja karena

menganggap belanja merupakan salah satu hobi dan

merupakan aktivitas yang wajar.

2) Usia

Wood (1998) mengungkapkan bahwa individu dengan

rentang usia 18 tahun hingga usia 39 tahun merupakan

impulsive buying. Hal ini karena individu yang memiliki usia 39 tahun keatas atau yang lebih tua cenderung mampu

untuk mengendalikan ekspresi emosionalnya dibandingkan

individu yang lebih muda (Chien-Huang & Chuang, 2005).

3) Kepribadian

Menurut Rook dan Fisher (dalam Karbasivar & Yarahmadi,

2011) kepribadian merupakan salah satu faktor internal

yang dapat mempengaruhi individu dalam melakukan

impulsive buying. Ketika individu akan membeli produk, ia akan memiliki nilai dan makna yang berbeda. Beberapa

produk yang berfungsi sebagai simbol misalnya dari gaya

hidup atau kepribadian tertentu (Belk, Dittmar, Higgins,

dalam Verplanken, Herabadi & Knippenverg, 2009).

4) Keadaan Emosi

Suasana hati atau mood yang dimiliki individu menjadi

faktor yang dapat memengaruhi terjadinya impulsive

buying. Individu yang memiliki suasana hati positif cenderung lebih mudah tertarik, semangat, senang dan

merasa berharga ketika melakukan aktivitas berbelanja

dibandingkan dengan individu yang memiliki suasana hati

negatif (Verplanken & Herabadi, 2001). Sebaliknya

menurut Sneath et al (2009) dan Alagoz & Ekici (2011)

yang tidak stabil cenderung akan melakukan impulsive

buying. 5) Kontrol Diri

Kontrol diri merupakan salah satu faktor internal yang

berpengaruh terhadap impulsive buying. Individu yang

memiliki kontrol diri rendah menunjukkan kurang dapat

menahan stimulus yang dapat mendukung melakukan

impulsive buying, mudah terpengaruh dan tidak dapat mengelola diri dengan baik. Sementara itu, orang yang

memiliki kontrol diri yang baik akan membeli produk

sesuai dengan kebutuhan jangka panjang (Baumeister,

2002).

6) Konsep Diri

Faktor lain yang mempengaruhi impulsive buying adalah

pengalaman belajar, sikap dan keyakinan serta konsep diri

(Mangkunegara, 1998). Hal ini juga sesuai dengan pendapat

Loudon & Bitta (dalam Anin, 2008); Dittmar et al., (1995)

yang menyatakan bahwa konsep diri dapat mempengaruhi

impulsive buying. Individu yang memiliki konsep diri positif cenderung memiliki tingkat impulsive buying yang

rendah, begitu juga sebaliknya. Individu yang memiliki

konsep diri negatif, akan memiliki kecenderungan impulsive

7) Harga Diri

Faktor lain yang dapat memengaruhi impulsive buying

adalah harga diri. Penelitian yang dilakukan oleh Hadjali,

Salimi, Nazari dan Ardestani (2012) menunjukkan bahwa

semakin rendah tingkat harga diri seseorang maka semakin

tinggi kecenderungan impulsive buying yang dilakukan,

begitu juga sebaliknya.

Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa impulsive buying

dapat dipengaruhi oleh dua faktor, yaitu faktor eksternal dan faktor

internal. Faktor eksternal meliputi lingkungan toko, desain toko,

situasional dalam toko, promosi pemasaran produk, dan kartu kredit.

Sementara itu, faktor internal meliputi gender, usia, kepribadian, keadaan

emosi, kontrol diri, konsep diri dan harga diri.

B. HARGA DIRI (SELF ESTEEM)

Dokumen terkait