B. Pendidikan Agama Islam
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi Belajar
Apabila seseorang mencita-citakan sesuatu, maka ia harus berusaha dengan langkah awal suatu gerakan ke arah cita-cita tujuan itu. Demikian pula apabila seseorang ingin memiliki kepandaian tentang sesuatu maka ia harus belajar mengenai hal itu sebagai satu-satunya jalan ke arah itu. Adapun bekal utamanya ialah beberapa faktor yang mempengaruhi dalam belajar yang baik ialah sebagai berikut :
1. Faktor Kesungguhan Jiwa
Belajar adalah pertarungan jiwa manusia untuk mengerti dan menerima kebenaran yang bersifat obyektif. Dengan kesungguhan jiwa manusia, menantang kita untuk tidak lekas puas dengan hal-hal yang biasa saja teapi menerobos kepada hal-hal yang mendalam, mengering, menguji,
menyelidiki, hingga menemukan mutiara kebenaran. 2. Faktor Keseimbangan
Dalam hidup dan kehidupan manusia, terdapat banyak tugas yang harus dikerjakan nilai-nilai hidup yang wajib dikejar, yang kesemuanya meminta perhatian. Hal ini menuntut kita untuk pandai-panadi membagi waktu sehingga terjadi harmonisasi atau keseimbangan dalam pelaksanaannya. 3. Faktor Konsentrasi
Sejalan dengan peningkatan kedewasaannya, seorang pelajar wajib meningkatkan dan organisasi atas segala gerak kejiwaan, yang dapat meningkatkan konsentrasinya dalam belajar.
4. Faktor Jiwa Obyektif (tunduk kepada kebenaran)
Dalam belajar, sikap tunduk, patuh kepada kebenaran merupakan
“conditiosime quanon”, isyarat mutlak, kebenaran bukanlah soal suka dan tidak suka, kalau memang suatu kebenaran wajiblah kita menerimanya. 5. Faktor Antusiasme atau kegembiraan dalam belajar
Belajar adalah suatu hal yang sangat penting dan menentukan dalam hidup dan kehidupan manusia. Hindarkanlah rasa paksaan untuk belajar dan peliharalah antusiasme, sesuatu kegembiraan, kesenangan dan semangat
belajar.
6. Faktor Wawasan Ilmiah yang luas
Terdapat banyak tuntutan dalam belajar, karena itu dalam belajar
seyogyanya menghubungkan segala sesuatu dengan arti yang luas, sehingga kepribadian akan berkembang dan belajar menjalani aktivitas yang
menghasilkan wawasan ilmiah yang luas.
Dari beberapa faktor di atas dapat diketahui dengan jelas, dapat dikelompokkan kembali berdasarkan pemaparan di atas yaitu faktor-faktor yang mempengaruhi belajar dapat dibagi menjadi dua bagian, terdiri atas dua macam, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Inilah yang menjadi pengaruh tiap individu dalam proses belajar dalam kepribadiannya masing-masing.
3. Faktor Internal
Faktor internal adalah faktor yang ada dalam diri individu yang sedang belajar, diantara faktor-faktor tersebut, yaitu : “(1) Intelegensi (2) Sikap (3) Bakat (4) Minat, dan (5) Motivasi.49
1.Intelegensi
Menurut Reber yang dikutip Muhibbin Syah bahwa intelegensi dapat diartikan
sebagai “kemampuan psiko-fisik untuk mereaksi rangsangan atau menyesuaikan diri
dengan lingkungan dengan cara yang tepat”.50
Tingkat kecerdasan atau intelegensi yang dimiliki anak merupakan wadah bagi kemungkinan tercapainya presatsi belajar. Dengan demikian, anak yang memiliki tingkat kecerdasan yang tinggi akan lebih berhasil dalam belajar dari pada anak yang memiliki tingkat kecerdasan yang rendah. 2. Sikap
Menurut Muhibbin Syah bahwa sikap adalah gejala internal yang berdiemnsi efektif berupa kecenderungan untuk mereaksi atau merespon (response tendency) dengan cara yang relatif tepat terhadap objek orang, barang dan sebagainya baik secara positif, maupun negatif. Sikap (Attitude) anak yang positif, terutama pada guru dan mata pelajaran yang diberikan merupakan pertanda awal yang baik bagi proses belajar anak didik tersebut. Sebaliknya, sikap negatif anak terhadap guru dan
49
Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, (Bandung : Rosda karya, 2001) Cet Ke-6 h.132.
50
mata pelajaran yang diberikan dapat menimbulkan kesulitan dalam belajar. Oleh karena itu, untuk mengantisipasi munculnya sikap negatif anak, guru dituntut untuk menunjukkan sikap positif terhadap dirinya sendiri dan mata pelajaran, seperti menghargai dan mencintai profesinya dengan cara menguasai bahan-bahan yang terdapat dalam bidang studi yang diberikan dan mampu meyakinkan kepada para siswa tentang manfaat bidang studi itu, bagi kehidupan mereka. Dengan demikian , siswa akan merasa membutuhkannya dan dari perasaan kebutuhan itulah diharapkan muncul sikap positif terhadap bidang studi yang diberikan dan sekaligus terhadap guru yang bersangkutan.
3. Bakat
Menurut Chaplin and Reber yang dikutip oleh Muhibbin Syah bahwa bakat (talent) adalah kemampuan potensi yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan datang. Bakat anak dapat dikembangkan dan dilatih dengan baik sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Dengan demikian, bakat itu dapat mempengaruhi belajar siswa, khususnya berkenaan dengan keberhasilan atau prestasi belajar itu sendiri.51
Seorang anak bisa saja berbakat dalam satu bidang tetapi rendah dalam bidang lainnya. Oleh karen aitu anak yang berbakat dalam bidan studi Pendidikan Agama Islam akan rajin dan senang mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oelh bidang studi tersebut.
4. Minat
Secara sederhana, Minat berarti kecenderungan clan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu. Minat dapat timbul karena daya tarik dari luar dan juga datang dari hati sanubari.52 Minat besar pengaruhnya terhadap belajar karena bila bahan pelajaran yang dipelajarinya ticlak sesuai demean minat anak, maka hasi l b el aj arn ya pu n t i cl a k s esuai de ngan ap a ya n g cl i har apk an.
51
Muhibbin Syah, Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru, (Bandung : Rosda karya, 2001) Cet Ke-6 h.135
52
Unt uk mengembangkan minat siswa, maka siswa itu sendiri harus berusaha mencintai setiap bahan pelajaran yang diberikan. Dengan demikian, siswa diharapkan dapat menangkap semua bahan pelajaran tersebut dengan baik.
Minat mempunyai peranan yang penting clan mempunyai dampak yang besar atas perilaku dan sikap. Minat menjadi Humber motivasi yang kuat untuk belajar, siswa yang berminat terhadap sebuah kegiatan akan berusaha lebih keras untuk belajar dibandingkan dengan siswa yang kurang berminat. Dengan demikian tinggi rendahnya minat belajar siswa akan mempengaruhi hasil belajar yang akan dicapai oleh siswa.
5. Motivasi
Sumadi Suryabrata mengemukakan bahwa "motivasi adalah kondisi psikologis yang menclorong seseorang untuk melakukan sesuatu".53 Motivasi erat kaitannya dengan tujuan yang akan dicapai dalam belajar. Oleh karena itu siswa yang memiliki motivasi dalam belajar maka akan mempunyai semangat yang tinggi.
Motivasi belajar pada dasarnya mempengaruhi tingkah laku belajar. Motivasi adalah sebagai penggerak tingkah laku clan sangat penting di dalam proses belajar. Siswa yang kurang termotivasi belajar harus dibantu untuk berkeinginan mempelajari yang seharusnya dipelajari. Selain motivasi sebagai pemberi energi, penyeleksi, clan penggerak dari kegiatan-kegiatan, motivasi juga sangat erat hubungannya dengan perhatian dan sikap.54 Oleh karana itu seseorang guru harus memberikan dorongan pada siswa agar dapat belajar dengan tekun dan lebih giat lagi dalam belajar.
6. Kondisi Fisik
Kondisi Fisik maksudnya menekankan pada kesehatan anak. Apabila keadaan Fisik anak sehat, maka proses belajar akan dapat dilaksanakan dengan batik, dan anak dapat berkonsentrasi penuh didalam belajar. Sebaliknya apabila keadaan Fisik
53
Sumadi Suryabrata, Psikologi Pendidikan, (Jakarta : Rajawali Press, 1989), h.1
54
anak tidak sehat maka akan mempengaruhi di dalam belajarnya.55 Anak merasa lelah, kurang semangat atau gangguan-gangguan lainnya. Cacat tubuh dapat mempengaruhi kegiatan belajar. Oleh karena itu diadakan suatu lembaga pendidikan khusus untuk membantu anak yang memiliki cacat tubuh.