BAB IV METODE PENELITIAN
4.8 Teknik Analisis Data
4.8.5 Uji Parsial (Uji t)
Uji tmerupakan pengujian dari variabel independen yang dilakukan untuk melihat apakah masing-masing variabel independen berpengaruh secara parsial terhadap variabel dependen.
Uji tdalam penelitian ini menggunakan tingkat signifikansi α = 0,05 dengan menggunakan aplikasi SPSS. Hipotesis dalam penelitian ini yaitu :
H0 : Variabel topografi, aksesibilitas, fungsi penggunaan lahan lokasi dan jarak ke CBD tidak berpengaruh terhadap nilai tanah secara simultan
H1 : Variabel topografi, aksesibilitas, fungsi penggunaan lahan lokasi dan jarak ke CBD berpengaruh terhadap nilai tanah secara simultan
Dengan tingkat signifikan α = 0.05, maka kriteria pengujian yang digunakan jika nilai prob. T hitung (sig.) < 0.05, maka H₁ dapat diterima dan jika nilai prob. T hitung (sig.) > 0.05, maka H₁ ditolak.
BAB V
HASIL DAN PEMBAHASAN
5.1 Gambaran Umum Jl.Willem Iskandar Pasar V Medan Estate
Jalan Williem Iskandar Pasar V Medan Estate semakin berkembang pembangunan perumahan komersil dan perumahan elit yaitu perumahan MMTC dan perumahan Citraland Bagya City. Pembangunan perumahan Citraland Bagya City jelas berdampak terhadap pengembangan wilayah di sekitarnya. Perumahan ini merupakan alternatif bagi penduduk yang berencana berdomisili tidak jauh dari kota Medan karena bekerja di Kota Medan. Pembangunan perumahan ini akan menggeliatkan pembangunan di wilayah sekitarnya.
Desa Medan Estate memiliki 12 dusun, 12 Rukun Warga (RW) dan 24 Rukun Tetangga (RT). Jumlah penduduk di Desa Medan Estate sebanyak 17.813 penduduk dengan 3.900 tempat tinggal. Jalan Williem Iskandar Pasar V merupakan salah satu jalan yang termasuk di desa Medan Estate Kecamatan Percut Sei Tuan Deli Serdang.
Jalan Williem Iskandar Pasar V Medan Estate terbagi menjadi tiga dusun yaitu dusun IV, VII, dan VIII dengan jumlah kependudukan 1.031 Kepala Keluarga (KK). Nilai tanah di jalan Williem Iskandar berbeda – beda mulai dari
±Rp.1000.000 per m2 – Rp.5.000.000 per m2 sedangkan nilai bangunannya mulai dari ±Rp.400.000.000 – Rp. 6.000.000.000. Harga bangunan di Komplek MMTC mulai dari ±Rp.500.000.000 – Rp.5.000.000.000. Sedangkan harga bangunan di komplek Citraland Bagya City mulai dari ±Rp.1000.000.000 – Rp.5.000.000.000 dan harga tanahnya ±Rp.2.000.000.000.
49
5.2 Nilai Tanah di Jalan Williem Iskandar Pasar V Medan Estate (Y) Jalan Williem Iskandar Pasar V Medan Estate memiliki nilai tanah dan bangunan yang berbeda – beda yang disebabkan beberapa faktor. Fungsi lahan pada objek penelitian ini didominasi oleh tempat bisnis ataupun fungsi komersial.
Fungsi komersial yang teradapat pada objek peneliti juga beraneka ragam, oleh karena itu disebabkan nilai tanah yang berbeda – beda pula. Pembahasan pada penelitian ini mengansumsikan tiga nilai pasar tanah yang diperoleh dari data pasar (Gambar 5.1).
Gambar 5.1 Analisa Nilai Tanah Jalan William Iskandar Pasar V Medan Estate (Sumber: google map; data diolah)
Berdasarkan data dilapangan terdapat 63 tempat bisnis di jalan Williem Iskandar Pasar V Medan Estate, dimana seluruh tempat bisnis menjadi populasi penelitian dan seluruh populasi menjadi sampel penelitian. Berdasarkan hasil penelitian terhadap 63 responden di objek penelitian, terdapat 4 objek yang memiliki asumsi rata – rata nilai pasar tanah Rp. 5.658.000 / m, 13 objek memiliki asumsi rata – rata nilai pasar tanah Rp. 10.160.000 / m, 10 objek memiliki asumsi rata – rata nilai pasar tanah Rp. 20.324.000 / m, 30 objek memiliki asumsi rata – rata nilai pasar tanah Rp. 18.895.000 / m dan 6 objek memiliki asumsi rata – rata nilai pasar tanah Rp. 8.242.000 / m . Data – data dan nilai pasar tanah responden dapat dilihat pada tabel dibawah (Tabel 5.1).
Tabel 5.1 Statistik Deskriptif Nilai Pasar Tanah Data
Pasar Nilai Pasar Tanah / m2 Luas Tanah Luas Bangunan Jumlah Interval (Skala) Sumber :Hasil Penelitian 2018 (data diolah)
5.3 Statistika Deskriptif Terhadap Karakteristik Responden
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap 63 orang pemilik rumah komersial atau ruko melalui penyebaran kuisioner, diperoleh gambaran mengenai status kepemilikan,usia,jenis kelamin, pekerjaan, dan berbagai informasi tentang Jl. Williem Iskandar Pasar V Medan Estate yang diketahui oleh responden.
5.3.1 Statistika Deskriptif Terhadap Status Kepemilikan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap 63 orang pemilik rumah komersial atau ruko melalui penyebaran kuisioner diketahui bahwa status kepemilikan sendiri sebesar 81,0% sedangkan 19,0% lainnya merupakan penyewa (Tabel 5.2).
Tabel 5.2 Deskripsi Responden Berdasarkan Status Kepemilikan
Status Frekuensi Persentase (%)
Milik Sendiri
51
5.3.2 Statistika Deskriptif Terhadap Usia
Hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap 63 orang responden menunjukkan bahwa usia mereka berkisar antara 21 tahun sampai dengan 59 tahun, dengan frekuensi paling banyak berusia di antara 20 – 29 tahun yaitu sebanyak 24 orang (38,1%), 30,2% berusia antara 30 – 39 tahun, 19.0% berusia antara 40 – 49 tahun, sedangkan 12,7% berusia antara 50 – 59 tahun. Hal ini menandakan bahwa pemilik perumahanberasal dari berbagai kalangan usia (Tabel 5.3).
Tabel 5.3 Deskripsi Responden Berdasarkan Usia Usia (tahun) Frekuensi Persentase (%)
20-29
5.3.3 Statistika Deskriptif Terhadap Jenis Kelamin
Hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap 63 orang responden menunjukkan bahwa pemilik dominan jenis kelamin laki – laki dilihat dari jumlah responden laki – laki sebanyak 41 orang (65,1%) sedangkan jenis kelamin perempuan sebanyak 22 orang atau 12,7% (Tabel 5.4).
Tabel 5.4 Deskripsi Responden berdasarkan Jenis kelamin Jenis Kelamin Frekuensi Persentase (%)
Laki-laki
5.3.4 Statistika Deskriptif Terhadap Pekerjaan
Berdasarkan jawaban kuisioner terhadap 63 orang responden, pekerjaan responden yang dominan adalah sebagai karyawan wiraswasta ada sebanyak 23 orang (36,5%) dan PNS sebesar 16 orang (25.4%), sedangkan responden lainnya bekerja sebagai karyawan BUMN sebesar 20,6% (Tabel 5.5).
Tabel 5.5 Deskripsi Responden Berdasarkan Pekerjaan Pekerjaan Frekuensi Persentase (%) Wiraswasta
5.4 Statistika Deskriptif Terhadap Jawaban Responden
Berikut akan disajikan deskripsi jawaban responden atas pertanyaan-pertanyaan dalam variabel topografi, aksesibilitas, jenis penggunaan lahan, lokasi dan jarak terhadap nilai tanah di jalan Wlliem Iskandar Pasar V Medan Estate.
5.4.1 Topografi (X1)
Uraian deskripsi jawaban responden atas pertanyaan – pertanyaan dalam variabel topografi (X1) dapat dilihat sebagai berikut (Tabel 5.6).
Tabel 5.6 Jawaban responden tentang variabel topografi Topografi STS TS N S SS Mean
Data interval Mean : Nilai 1.00 – 1.80 adalah Sangat Tidak Setuju, Nilai 1.81 – 2.60 adalah Tidak Setuju, Nilai 2.61 – 3.40 adalah Netral, Nilai 3.41 – 4.20 adalah Setuju, Nilai 4.21 – 5.00 adalah Sangat Setuju
53
Berdasarkan hasil jawaban dari responden mengenai variabel topografi pada tabel 5.6 menunjukkan rata – rata responden menjawab setuju dengan nilai rata – rata 3.63%. Jawaban responden tersebut mengidentifikasikan bahwa jalan Williem Iskandar Pasar V Medan Estate memiliki tanah yang rata dan cenderung terjadi banjir.
Jawaban responden pada pertanyaan pertama rata – rata menjawab netral dengan nilai rata – rata 3.27%. Hal ini mengindikasi bahwa responden tidak terlalu memikirkan atau memahami bahwa tempat bisnis responden tersebut memiliki tanah yang landai. Jawaban responden pada pertanyaan kedua rata – rata menjawab setuju dengan nilai rata – rata 3.44%. Jawaban tersebut dapat diartikan bahwa responden menyetujui bahwa tempat bisnis pada kawasan tersebut memiliki tanah yang rata.
Jawaban responden pada pertanyaan ketiga dan keempat rata – rata menjawab setuju dengan nilai rata – rata 3.75% dan 3.62%. Hal ini mengindikasi bahwa responden menyetujui tempat bisnis pada jalan Williem Iskandar Pasar V Medan Estate tersebut dan jalan Williem Iskandar Pasar V Medan Estate sering terjadinya banjir.
Gambar 5.2 Rata-Rata Indikator Variabel Topografi (Sumber: Hasil Penelitian 2018 (data diolah))
3.71
Dari variabel topografi dapat dilihat indikator paling dominan adalah pertanyaan keempat yaitu, tempat bisnis responden sering mengalami banjir dengan nilai rata-rata 3.75% termasuk kategori setuju.
5.4.2 Aksesibilitas (X2)
Uraian deskripsi jawaban responden atas pertanyaan – pertanyaan dalam variabel aksesibilitas (X2) dapat dilihat sebagai berikut (Tabel 5.7).
Tabel 5.7 Jawaban responden tentang variabel aksesibilitas Aksesibilitas STS TS N S SS Mean
Kategori
% % % % % %
Transportasi mudah di dapat 4.8 19.0 22.2 17.5 36.5 3.62 Setuju Transportasi banyak pilihan 4.8 20.6 25.4 17.5 31.7 3.51 Setuju
Kondisi jalan 3.2 27.0 28.6 14.3 27.0 3.35 Netral
Rata - rata 3.50 Setuju
Data interval Mean : Nilai 1.00 – 1.80 adalah Sangat Tidak Setuju, Nilai 1.81 – 2.60 adalah Tidak Setuju, Nilai 2.61 – 3.40 adalah Netral, Nilai 3.41 – 4.20 adalah Setuju, Nilai 4.21 – 5.00 adalah Sangat Setuju
Sumber : Hasil Penelitian 2018 (data diolah)
Berdasarkan hasil jawaban dari responden mengenai variabel aksesibilitas pada tabel 5.7 menunjukkan para responden paling banyak menyatakan sangat setuju transportasi di jalan williem iskandar pasar v medan estate mudah didapat sebesar 36.5%. Responden lainnya memilih sangat setuju jalan williem iskandar memiliki kondisi jalan yang baik sebesar 27%. Responden yang menyatakan setuju transportasi pada objek penelitian mudah didapat dan memiliki banyak pilihan sebesar 17.5%. Sedangkan jawaban responden lainnya sangat bervariasi.
Jawaban responden pada pertanyaan kelima dan keenam rata – rata menjawab setuju dengan nilai rata – rata 3.62% dan 3.51%. Hal ini mengindikasi responden mendapat kemudahan dan memiliki banyak pilihan untuk menggunkan tranposrtasi umum pada jalan Williem Iskandar Pasar V Medan Estate.
55
Jawaban responden pada pertanyaan ketujuh rata – rata menjawab netral dengan nilai rata – rata 3.35%. Hal ini mengindikasi responden tidak terlalu memikirkan kondisi jalan di depan tempat bisnis responden.
Dari variabel aksesibilitas dapat dilihat indikator paling dominan adalah pernyataan kelima. Rata – Rata responden mengindikasi jalan Williem Iskandar Pasar V Medan Estate termasuk suatu kawasan yang mudah untuk mendapatkan transportasi umum dengan nilai rata-rata 3.62% termasuk kategori setuju.
Gambar 5.3 Rata-Rata Indikator Variabel Aksesibilitas (Sumber: Hasil Penelitian 2018 (data diolah)) 5.4.3 Lokasi
Hasil distribusi frekuensi dari 63 pemilik bangunan komersil yang dijadikan sebagai responden dalam penelitian ini, lokasi (X3) menjadi faktor yang paling signifikan terhadap nilai tanah di Wlliem Iskandar Pasar V Medan Estate berdasarkan jawaban responden. Uraian deskripsi jawaban responden atas pertanyaan-pertanyaan dalam variable lokasi dapat dilihat sebagai berikut (Tabel 5.8). Berdasarkan Tabel 5.8, hasil penelitian terhadap 63 responden di jalan Williem Iskandar Pasar V Medan Estate diperoleh informasi bahwa frekuensi responden menyatakan sangat setuju pemilihan lokasi tempat bisnis responden dekat dengan fasilitas hiburan sebesar 31.7%.
3.62
3.51
3.35
3.2 3.3 3.4 3.5 3.6 3.7
Q5 Q6 Q7
Tabel 5.8 Jawaban responden tentang variabel lokasi
Lokasi STS TS N S SS Mean
Kategori
% % % % % %
Fasilitas Hiburan 0.0 20.6 27.0 20.6 31.7 3.63 Setuju Tempat Ibadah 6.3 31.7 22.2 15.9 23.8 3.19 Netral
Kampus 6.3 11.1 22.2 17.5 42.9 3.79 Setuju
Sekolah 1.6 12.7 28.6 30.2 27.0 3.68 Setuju
Perkantoran 4.8 22.2 25.4 19.0 28.6 3.44 Setuju
Perumahan 1.6 12.7 36.5 14.3 34.9 3.68 Setuju
Rata - rata 3,57 Setuju
Data interval Mean : Nilai 1.00 – 1.80 adalah Sangat Tidak Setuju, Nilai 1.81 – 2.60 adalah Tidak Setuju, Nilai 2.61 – 3.40 adalah Netral, Nilai 3.41 – 4.20 adalah Setuju, Nilai 4.21 – 5.00 adalah Sangat Setuju
Sumber :Hasil Penelitian 2018 (data diolah)
Hasil penelitian ini dapat dipertegas dengan fakta dilapangan bahwa terdapat tempat hiburan yang cukup banyak di jalan Williem Iskandar Pasar V Medan Estate. Berbeda halnya dengan hasil responden terhadap pemilihan lokasi dekat dengan tempat ibadah teradapar 31.7% yang menyatakan tidak setuju dan 14 responden menyatakan netral.
Lokasi yang dekat dengan kampus dan sekolah – sekolah menjadi alasan responden memilih lokasi objek penelitian ini sebagai tempat bisnis. Berdasarkan hasil penelitian responden sangat setuju lokasi tempat bisnis responden dekat dengan kampus menjadi frekuensi paling tinggi yaitu sebesar 42.9%. Sedangkan hasil penelitian terhadap responden yang menyatakan setuju lokasi tempat bisnis responden dekat dengan sekolah sebesar 30.2%. Hasil penelitian pemilihan lokasi yang disebabkan dekat dengan fasilitas perkantoran lebih dominan responden menjawab netral yaitu sebesar 16 responden dengan frekuensi 25.4%. Diantara beberapa pernyataan yang dituangkan pada variabel lokasi ini diperoleh hasil responden yang paling banyak menyatakan sangat setuju tempat bisnis yang
57
mereka punya dekat dengan kampus. Sedangkan jawaban responden lainnya sangat bervariasi.
Gambar 5.4 Rata-Rata Indikator Variabel Lokasi (Sumber: Hasil Penelitian 2018 (data diolah))
Dari variabel lokasi dapat dilihat nilai rata - rata variabel tersebut sebesar 3,55% masuk kategori setuju. Indikator paling dominan adalah pernyataan kesepuluh dengan nilai rata – rata 3,79%. Rata – Rata responden menyetujui memilih tempat bisnis tersebut dikarenakan dekat dengan kampus.
5.4.4 Jarak
Uraian deskripsi jawaban responden atas pertanyaan – pertanyaan dalam variabel topografi (X5) dapat dilihat sebagai berikut (Tabel 5.9).
Tabel 5.9 Jawaban responden tentang variabel jarak
Jarak STS TS N S SS Mean
Data interval Mean : Nilai 1.00 – 1.80 adalah Sangat Tidak Setuju, Nilai 1.81 – 2.60 adalah Tidak Setuju, Nilai 2.61 – 3.40 adalah Netral, Nilai 3.41 – 4.20 adalah Setuju, Nilai 4.21 – 5.00 adalah Sangat Setuju
Sumber :Hasil Penelitian 2018 (data diolah)
3.63
Berdasarkan hasil jawaban dari responden mengenai variabel jarak pada tabel 5.9 menunjukkan para responden paling banyak menyatakan sangat setuju merupakan responden yang memiiki tempat bisnis yang berada di CBD yaitu sebesar 39.7% dan responden yang memiliki tempat bisnis di sekitar CBD sebesar 38.1%. Sedangkan jawaban responden lainnya sangat bervariasi. Pada kawasan penelitian ini lokasi CBD yang dimaksud merupakan Komplek Perumahan MMTC dikarenakan pada perumahan tersebut merupakan lokasi atau tempat yang paling banyak digunakan atau dimanfaatkan dalam menunjang perekonomian.
Selain daripada itu perumahan MMTC juga dapat dinyatakan CBD dikarenakan lokasi atau perumahan tersebut mencerminkan pusat kegiatan ekonomi pada jalan Williem Iskandar Pasar V Medan Estate.
Dari variabel jarak dapat dilihat indikator paling dominan adalah pernyataan kedua puluh satu dengan nilai rata – rata 3,63%. Hal ini mengindikasi tempat bisnis responden berada di kawasan CBD. Sedangkan nilai rata – rata variabel jarak ini sebesar 3.625% masuk kedalam kategori setuju.
Gambar 5.5 Rata-Rata Indikator Variabel Jarak (Sumber: Hasil Penelitian 2018 (data diolah))
3.62
3.63
3.614 3.616 3.618 3.62 3.622 3.624 3.626 3.628 3.63 3.632
Q14 Q15
59
5.5 Uji Validitas dan Reabilitas 5.5.1 Uji Validitas
Hasil uji validitas terhadap ke-15 item pernyataan penelitian dapat dirangkum pada tabel berikut :
Tabel 5.10 Uji Validitas
Variabel Pertanyaan R Hitung R Tabel Keterangan Topografi
Berdasarkan hasil uji validitas pada Tabel 5.10, diketahui seluruh pertanyaan bersifat valid.
5.5.2 Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas harus dilakukan hanya pada pertanyaan yang telah memiliki atau memenuhi uji validitas, jadi jika tidak memenuhi syarat uji validitas maka tidak perlu diteruskan untuk uji reliabilitas (Noor, 2011:130). Berikut hasil dari uji reliabilitas terhadap butir-butir pertanyaan yang valid.
Sumber: Hasil Penelitian 2018 (data diolah)
Tabel 5.11 Uji Reliabilitas Reliability Statistics Cronbach's
Alpha N of Items
.914 15
Sumber :Hasil Penelitian 2018 (data diolah)
Jika nilai Alpha Cronbach lebih besar dari 0,914, maka kuesioner penelitian bersifat reliabel (Augustine dan Kristaung, 2013:73, Noor, 2011:165). Diketahui bahwa kuesioner bersifat reliabel, karena nilai Alpha Cronbach 0,914 lebih besar dari 0,8.
5.6 Uji Asumsi Klasik 5.6.1 Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Uji dan mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Dalam penelitian ini, uji normalitas terhadap residual dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov.
Tingkat signifikansi yang digunakan . Dasar pengambilan keputusan adalah melihat angka probabilitas , dengan ketentuan sebagai berikut :
Jika nilai probabilitas 0,05, maka asumsi normalitas terpenuhi.
Jika probabilitas < 0,05, maka asumsi normalitas tidak terpenuhi.
Perhatikan bahwa berdasarkan Tabel 5.13, diketahui nilai probabilitas atau Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,796. Karena nilai probabilitas , yakni 0,796, lebih besar dibandingkan tingkat signifikansi, yakni 0,05. Hal ini berarti asumsi normalitas terpenuhi.
61
Normal Parametersa,,b Mean .0000000
Std. Deviation .15543980
Most Extreme Differences Absolute .082
Positive .082
Negative -.065
Kolmogorov-Smirnov Z .647
Asymp. Sig. (2-tailed) .796
a. Test distribution is Normal.
b. Calculated from data.
Sumber :Hasil Penelitian 2018 (data diolah) 5.6.2 Uji Multikolinearitas
Untuk memeriksa apakah terjadi multikolinearitas atau tidak dapat dilihat dari nilai variance inflation factor (VIF). Nilai VIF yang lebih dari 10 diindikasi suatu variabel bebas terjadi multikolinearitas.
Tabel 5.13 Uji Multikolinearitas
Sumber :Hasil Penelitian 2018 (data diolah)
Perhatikan bahwa berdasarkan tabel 5.13, diketahui nilai VIF dari variabel topografi adalah 1.100, nilai VIF dari variabel aksesibilitas adalah 1.236, nilai VIF variabel lokasi adalah 1.167 dan nilai VIF dari variabel jarak adalah 1.081, maka tidak terdapat gejala multikolinearitas yang berat.
5.6.3 Uji Heteroskedastisitas
Uji statistik Glejser dipilih karena lebih dapat menjamin keakuratan hasil dibandingkan dengan uji grafik plot yang dapat menimbulkan bias. Uji Glejser dilakukan dengan meregresikan variabel bebas terhadap nilai absolute residual-nya terhadap variabel dependen (Ghozali, 2013). Kriteria yang digunakan untuk menyatakan apakah terjadi heteroskedastisitas atau tidak di antara data pengamatan dapat dijelaskan dengan menggunakan koefisien signifikansi.
Koefisien signifikansi harus dibandingkan dengan tingkat signifikansi yang ditetapkan sebelumnya (5%). Apabila koefisien signifikansi lebih besar dari tingkat signifikansi yang ditetapkan, maka dapat disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas (homoskedastisitas).
Jika koefisien signifikansi lebih kecil dari tingkat signifikansi yang ditetapkan, maka dapat disimpulkan terjadi heteroskedastisitas.
Tabel 5.14 Uji Heteroskedastisitas dengan Uji Glejser Coefficientsa Sumber :Hasil Penelitian 2018 (data diolah)
Berdasarkan Tabel 5.14, diketahui nilai Sig. Glejser dari variabel topografi adalah 0.161, nilai Sig. Glejser dari variabel aksesibilitas adalah 0.944, nilai Sig.
Glejser dari variabel lokasi adalah 0.061 dan nilai Sig.
63
Glejser dari variabel jarak adalah 0.117. Diketahui seluruh nilai Sig Glejser >
0,05, maka disimpulkan tidak terjadi heteroskedastistas.
5.7 Analisis Statistik Inferensial
5.7.1 Uji Signifikansi Pengaruh Simultan (Uji )
Uji bertujuan untuk menguji pengaruh variabel bebas secara bersama-sama atau simultan terhadap variabel tak bebas.
Tabel 5.15 Uji Pengaruh Simultan dengan Uji ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression .514 5 .103 3.913 .004a
Residual 1.498 57 .026
Total 2.012 62
a. Predictors: (Constant), Jarak (X4), Aksesibilitas (X2), Topografi (X1), Lokasi (X3) b. Dependent Variable: Nilai Pasar Tanah (Y)
Sumber :Hasil Penelitian 2018 (data diolah)
Berdasarkan Tabel 5.15, diketahui nilai Sig. adalah 0,004 dan nilai . Karena Sig. 0,003 0,05 dan (F Tabel tersaji di lampiran), maka disimpulkan bahwa pengaruh simultan dari seluruh variabel bebas, yakni topografi, aksesibilitas, lokasi, jarak signifikan secara statistika terhadap nilai pasar tanah.
5.7.2 Uji Parsial (Uji t)
Tabel 5.16 menyajikan nilai koefisien regresi, serta nilai statistik t untuk pengujian pengaruh secara parsial.
Tabel 5.16 Uji Signifikansi Pengaruh Parsial (Uji )
Sumber :Hasil Penelitian 2018 (data diolah)
Dari data diatas, dapat disimpulkan bahwa X1 dan X2, Sig > alpha, sementara X3 dan X4, Sig < alpha. Artinya X1 dan X2 dinyatakan tidak berpengaruh terhadap Y, sedangkan X3 dan X4 dinyatakan berpengaruh terhadap Y.
Berdasarkan Tabel 5.17, diperoleh persamaan regresi linear berganda sebagai berikut.
Berdasarkan hasil pada Tabel 5.12, diketahui:
a. H1 : Diketahui nilai koefisien regresi dari topografi adalah 0,003, dengan nilai signifikansi (Sig.) 0,902 > tingkat signifikansi 0,05, maka topografi tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai pasar tanah.
b. H2 : Diketahui nilai koefisien regresi dari aksesibilitas adalah 0,001, dengan nilai signifikansi (Sig.) 0,977 > tingkat signifikansi 0,05, maka aksesibilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai nilai pasar tanah.
c. H3 : Diketahui nilai koefisien regresi dari lokasi adalah 0,063, dengan nilai signifikansi (Sig.) 0,038 < tingkat signifikansi 0,05, maka lokasi berpengaruh signifikan terhadap nilai pasar tanah.
65
d. H4 : Diketahui nilai koefisien regresi dari jarak adalah 0,037, dengan nilai signifikansi (Sig.) 0,044 < tingkat signifikansi 0,05, maka jarak berpengaruh signifikan terhadap nilai pasar tanah.
5.7.3 Analisis Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi ( ) merupakan suatu nilai (nilai proporsi) yang mengukur seberapa besar kemampuan variabel-variabel bebas yang digunakan dalam persamaan regresi, dalam menerangkan variasi variabel tak bebas.
Tabel 5.17 Koefisien Determinasi Model Summaryb
Model R R Square
Adjusted R
Square Std. Error of the Estimate
1 .752a .566 .518 .1621140
a. Predictors: (Constant), Jarak (X4), Aksesibilitas (X2), Topografi (X1), Lokasi (X3) b. Dependent Variable: Nilai Pasar Tanah (Y)
Sumber :Hasil Penelitian 2018 (data diolah)
Berdasarkan Tabel 5.17 menunjukkan nilai koefisien korelasi ganda (Multiple R) sebesar 0.752 yang menyatakan adanya hubungan yang sangat kuat diantara nilai tanah (Y) dengan topografi (X1), aksesibilitas (X2), lokasi (X3), serta jarak ke CBD (X4).
Untuk nilai koefisien determinasi menunjukkan sebesar 0.566, sedangkan determinasi yang telah terkoreksi dari faktor kesalahan atau bias dengan tujuan agar lebih mendekati ketepatan model dalam populasi digunakan Adjusted R Square=R2) yaitu sebesar 0.518. Nilai tersebut berarti seluruh variabel bebas, yakni topografi, aksesibilitas, lokasi, jarak secara simultan mempengaruhi variabel nilai pasar tanah sebesar 56,6%, sisanya sebesar 43,4% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.
5.8 Pembahasan Terhadap Hipotesis
5.8.1 Pembahasan Hipotesis 1 : Pengaruh Topografi Terhadap Nilai Tanah Hasil pengujian pertama pada penelitian ini menunjukkan variabel topografi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap nilai pasar tanah di muka Jalan Williem Iskandar Pasar V Medan Estate. Kontur pada objek penelitian relatif datar dan memiliki luas tanah yang cukup luas sedangkan jenis tanah pada objek penelitian tidak merupakan tanah lembek dan rawan banjir. Topografi tanah yang datar mempunyai nilai yang lebih tinggi dibandingkan toporafi tanah yang tidak datar. Pada jalan Williem Iskandar Pasar V Medan Estate memiliki topografi tanah yang datar sehingga faktor topografi tidak signifikan dalam menentukan nilai tanah. Berdasarkan penelitian Rusdi (2013), Fitriyanto (2011), Setiawan (2006) dan Andika, dkk (2017) memiliki hasil yang berbanding terbalik dengan penelitian ini. Bebrapa penelitian terdahulu tersebut menyimpulkan faktor topografi memiliki pengaruh terhadap nilai tanah.
5.8.2 Pembahasan Hipotesis 2 : Pengaruh Aksesibilitas Terhadap Nilai Tanah
Aksesibilitas merupakan salah satu faktor alasan seseorang memilih satu properti untuk dimiliki. Kawasan komersial biasanya memandang penting aksesibilitas sebagai pengaruh majunya usaha yang dibangun di kawasan tersebut.
Faktor aksesibilitas merupakan suatu ukuran kemudahan mengenai cara lokasi tata guna lahan untuk berinteaksi satu sama lain dan mudah atau susahnya lokasi tersebut dicapai melalui transportasi. Tersedianya transportasi umum, jalan yang layak pakai, kemudahan informasi dalam menunjukkan suatu kawasan terhadap masyarakat dan jangkauan kawasan terhadap pusat kota memberi peran penting
67
dalam perubahan nilai tanah dan bangunan. Hasil penelitian ini menunjukkan faktor aksesbilitas tidak signifikan terhadap nilai pasar tanah, maka penelitian ini berbanding terbalik dengan penelitian yang sudah dilakukan oleh Prasetya dan Sunaryo (2013), Rusdi (2013), Pidora dan Pigawati (2014) dan Fitriyanto (2011).
5.8.3 Pembahasan Hipotesis 3 : Pengaruh Lokasi Terhadap Nilai Tanah Pengujian hipotesis ke tiga yang dilakukan pada penelitian ini merupakan faktor lokasi. Hasil penelitian ini menunjukkan faktor lokasi memiliki pengaruh yang paling signifikan terhadap nilai tanah diantara keempat faktor lainnya yang di teliti. Berdasarkan hasil kuisioner, responden yang memilih objek lokasi sebagai tempat bisnis karena memiliki lokasi yang dekat dengan beberapa fasilitas hiburan, tempat ibadah, kampus, sekolah, perumahan dan perkantoran. Responden menganggap pemilihan lokasi menjadi alasan yang sangat kuat dalam menentukan membangun tempat bisnis sehingga mempengaruhi nilai tanah pada jalan Williem Iskandar Pasar V Medan Esstate. Responden yang menyatakan sangat setuju dekatnya lokasi tempat bisnis dengan kampus, seperti UIN dan UNIMED merupakan jawaban responden yang paling banyak daripada lokasi tempat bisnis dekat dengan fasilitas hiburan, tempat ibadah, sekolah, perumahan dan perkantoran. Berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Setiawan (2006) dan Andika, dkk (2017), faktor lokasi juga mempunyai pengaruh yang signifikan diantara faktor – faktor lainnya, maka penelitian ini memiliki hasil yang sebanding dengan penelitian terdahulu.
5.8.4 Pembahasan Hipotesis 4 : Pengaruh Jarak Terhadap Nilai Tanah Faktor jarak dengan CBD (Central Business District) lebih sering dianggap sebagai faktor dominan dan utama dalam pemilihan lahan, yaitu seberapa jauh atau kedekatan suatu lokasi lahan dengan pusat bisnis. Pengujian hipotesis jarak ke CBD pada penelitian ini tidak menjadikan faktor yang paling dominan dalam pemilihan lahan. Hasil pengujian hipotesis jarak memiliki pengaruh positif dan signifikan yang artinya faktor jarak memiliki pengaruh terhadap nilai tanah di objek penelitian meskipun faktor jarak bukan merupakan faktor yang paling
5.8.4 Pembahasan Hipotesis 4 : Pengaruh Jarak Terhadap Nilai Tanah Faktor jarak dengan CBD (Central Business District) lebih sering dianggap sebagai faktor dominan dan utama dalam pemilihan lahan, yaitu seberapa jauh atau kedekatan suatu lokasi lahan dengan pusat bisnis. Pengujian hipotesis jarak ke CBD pada penelitian ini tidak menjadikan faktor yang paling dominan dalam pemilihan lahan. Hasil pengujian hipotesis jarak memiliki pengaruh positif dan signifikan yang artinya faktor jarak memiliki pengaruh terhadap nilai tanah di objek penelitian meskipun faktor jarak bukan merupakan faktor yang paling