BAB III METODE PENELITIAN
3.5 Defenisi Operasional
Defenisi operasional adalah penelitian dimaksud untuk memahami arti setiap variabel penelitian sebelum dilakukan analisis instrumen serta sumber pengukuran berasal dari mana. Adapun defenisi operasional dalam penelitian ini adalah :
1. Variabel bebas (independent variable)
Menurut Sugiyono (2010:52), variabel bebas (X) yaitu variabel yang nilainya mempengaruhi nilai variabel lain, atau variabel yang menjadi sebab timbulnya atau berubahnya variabel terikat (dependent variable). Dalam penelitian ini yang termasuk dalam variabel bebas adalah :
a. Variabel kemanfaatan (X₁) adalah sebuah kepercayaan dari seseorang bahwa dengan menggunakan suatu teknologi dan sistem informasi maka pekerjaan yang dilakukan akan memberi keuntungan bagi penggunanya serta mempercayai jika menggunakan sistem tersebut dapat meningkatkan prestasi kerja, menambah tingkat produktivitas, dan efektivitas kerja seseorang yang menggunakan dan mampu memberikan manfaat bagi pengguna suatu sistem tersebut.
b. Variabel kemudahan (X₂) adalah keyakinan seseorang bahwa dengan menggunakan suatu teknologi atau sistem informasi tidak akan menyulitkan (jelas dan mudah dimengerti) dan merepotkan penggunanya serta tidak memerlukan usaha yang besar pada saat sistem tersebut digunakan (free of effort), sistem tersebut mudah untuk digunakan dan mudah untuk dioperasikan agar tujuan yang diinginkan penggunanya akan tercapai sesuai keinginan para pengguna sistem tersebut. Dengan adanya suatu kepercayaan pengguna tentang kemudahan penggunaan suatu teknologi informasi maka sistem tersebut akan lebih diminati dan akan digunakan kembali dalam menjalankan kehidupan sehari-hari para penggunanya.
2. Variabel terikat (dependent variable)
Variabel minat penggunaan (Y) adalah keinginan seseorang untuk melakukan perilaku yang cenderung ingin membeli atau menggunakan produk yang diminati (transaksional) dalam suatu objek yang menarik perhatiannya serta keinginan yang kuat sesorang untuk mereferensikan produk yang digunakannya kepada orang lain (referensial) dan sesuatu yang menggambarkan perilaku seseorang yang memiliki preferensi utama pada produk tersebut (preferensi) serta yang menggambarkan suatu perilaku seseorang yang selalu mencari informasi mengenai produk yang diminatinya dengan cara mencari informasi untuk mendukung sifat-sifat positif dari produk tersebut (eksploratif) yang tidak akan membiarkan hal apapun yang memiliki kecenderungan yang dapat menggangu pencapaian tujuan tersebut dan kegairahan tinggi sebagai bentuk keinginan pengguna untuk menggunakan kembali suatu obyek tertentu.
Tabel 3.1 Definisi Operasional
VARIABEL DEFINISI INDIKATOR SKALA
Kemanfaatan (X₁) Kemanfaatan merupakan sebuah kepercayaan dari seseorang bahwa dengan menggunakan suatu teknologi dan sistem informasi maka pekerjaan yang dilakukan akan memberi keuntungan bagi penggunanya serta mempercayai jika menggunakan sistem tersebut
1. Mampu
dapat meningkatkan prestasi kerja, menambah tingkat produktivitas, dan efektivitas kerja seseorang yang menggunakan dan mampu memberikan manfaat bagi pengguna suatu sistem tersebut.
(Davis (1998:320), Jogiyanto
Kemudahan (X₂) Kemudahan merupakan keyakinan seseorang bahwa dengan menggunakan suatu teknologi atau sistem informasi tidak akan menyulitkan (jelas dan mudah dimengerti) dan merepotkan penggunanya serta tidak memerlukan usaha yang besar pada saat sistem tersebut digunakan (free of effort), sistem tersebut mudah
dioperasikan agar tujuan yang diinginkan penggunanya akan tercapai sesuai keinginan para pengguna sistem tersebut. Dengan adanya suatu kepercayaan pengguna tentang kemudahan penggunaan suatu teknologi informasi maka sistem tersebut akan lebih diminati dan akan digunakan kembali dalam menjalankan kehidupan sehari-hari para penggunanya.
(Jogiyanto (2009), Widjana (2010:33), David Fred (1989), Amanullah (2014:25), Andriyanto (2014))
Minat penggunaan merupakan keinginan seseorang untuk melakukan perilaku yang cenderung ingin membeli atau menggunakan
produk yang diminati
(transaksional) dalam suatu objek yang menarik perhatiannya serta keinginan yang kuat sesorang untuk mereferensikan produk yang
1. Minat
transaksional 2. Minat refrensial 3. Minat
preferensial 4. Minat
eksploratif
Likert
Sumber : Peneliti (2020) 3.6 Sumber dan Jenis Data
Sumber data merupakan subjek darimana data dapat diperoleh agar memudahkan peneliti mencari informasi lebih dalam lagi yang sesuai dengan
digunakannya kepada orang lain (referensial) dan sesuatu yang menggambarkan perilaku seseorang yang memiliki preferensi utama pada produk tersebut (preferensi) serta yang menggambarkan suatu perilaku seseorang yang selalu mencari informasi mengenai produk yang diminatinya dengan cara mencari informasi untuk mendukung sifat-sifat positif dari produk tersebut (eksploratif) yang tidak akan membiarkan hal apapun yang memiliki kecenderungan yang dapat menggangu pencapaian tujuan tersebut dan kegairahan tinggi sebagai bentuk keinginan pengguna untuk menggunakan kembali suatu obyek tertentu.
(Jogiyanto (2007), Dyer (2010:3), Muhibbin (2011:152), Kusumah (2009), Ferista (2014))
( Ferista W. (2014) ; dalam M. Irfan Bagastia (2018))
penelitian. Menurut Sugiyono (2014) jenis-jenis sumber data menurut cara memperolehnya dibagi menjadi 2, yaitu:
3.6.1 Data Primer
Menurut Sugiyono (2014) Data primer adalah data yang diperoleh melalui responden dan data yang diperoleh langsung dari lapangan dengan menggunakan teknik pengambilan data baik melalui kuesioner, kelompok fokus, panel, atau data wawancara peneliti dengan narasumber, data yang diperoleh dari data primer harus diolah. Karakteristik responden dalam penelitian ini adalah seorang nasabah BNI yang telah menggunakan mobile banking BNI, laki-laki dan perempuan berumur diantara 17 tahun sampai lebih dari 35 tahun, pendidikan terakhirnya dimulai dari SMP sampai S3, pekerjaannya sebagai pelajar/mahasiswa, PNS, BUMN, wirausaha, pegawai swasta dan lain-lain yang pendapatannya sekitar <2 juta - >4 juta. Data primer penelitian ini diperoleh dari hasil tanggapan responden yang menjadi sampel dari penelitian ini.
3.6.2 Data Sekunder
Menurut Sugiyono (2014) Data sekunder merupakan data yang diperoleh lewat pihak lain dan dari sumber tidak langsung yang didapatkan oleh peneliti dari subyek penelitiannya, data sekunder biasanya berwujud dokumentasi atau data laporan yang sudah. Data sekunder pada penelitian ini yang diperoleh dari buku, jurnal, skripi dan data dari internet yang berkaitan dari variabel-variabel yang akan diteliti.
3.7 Teknik Pengumpulan Data
Salah satu hal yang mempengaruhi kualitas hasil penelitian adalah kualitas data yang di kumpulkan. Pengumpulan data dapat dilakukan dengan berbagai cara..
Ada 2 sumber data:
3.7.1 Data Primer
Teknik pengumpulan data primer yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan kuesinoner. Menurut Sugiyono (2014) Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan secara tertulis kepada responden untuk dijawab. Pada penelitian ini, peneliti akan akan menyebarkan kuesioner kapada responden dan responden akan menjawab pernyataan dalam kuesioner dengan memberi tanda tertentu pada jawaban yang disediakan. Pada penelitian ini memiliki kerangka kuisioner antara lain :
Gambar 3.1 Kerangka Kuisioner
Variabel Indikator Jumlah Pernyataan
Kemanfaatan (X1) - Mampu meningkatkan kinerja
- Mampu menambah tingkat produktivitas - Mampu meningkatkan
efektivitas kinerja - Mampu memberikan
manfaat bagi individu
8
Kemudahan (X2) - Jelas dan mudah dimengerti
- Tidak membutuhkan banyak usaha untuk
8
berinteraksi dengan sistem
- Sistem mudah digunakan
- Sistem mudah untuk dioperasikan dengan keinginan pengguna Minata penggunaan (Y) - Minat Transaksional
- Minat Refrensial - Minat Preferensial - Minat Eksploratif
8
Sumber : Peneliti (2020) 3.7.2 Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang diperoleh atau dikumpulkan oleh orang yang melakukan penelitian dari sumber-sumber yang telah ada, yaitu :
1. Jurnal penelitian terdahulu
2. Buku-buku dan artikel yang relevan berkaitan dengan variable-variabel yang akan diteliti.
3.8 Skala Pengukuran Variabel
Skala pengukuran variabel yang digunakan dalam penelitian adalah Skala Likert yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial.
Tabel 3.2
Skala Likert pada pertanyaan ± pertanyaan tertutup dalam kuesioner
Sumber : Peneliti (2020) 3.9 Teknik Analisis Data 3.9.1 Uji Instrumen
Penyusunan sebuah kuesioner harus benar-benar dapat menggambarkan tujuan dari peneliti tersebut (valid) dan juga dapat konsisten bila pertanyaan tersebut dijawab dalam waktu yang berbeda (reliable). Sugiyono (2011:01) hasil penelitian yang valid bila terdapat kesamaan antara data yang yang terkummpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek yang teliti. Selanjutnya hasil penelitian yang reliable, bila terdapat kesamaan data dalam waktu yang berbeda. Sebelum pengambilan data melalui kuesioner, terlebih dahulu dilakukan uji validitas, uji reliabilitas dan uji asumsi klasik.
3.9.1.1 Uji Validitas
Menurut Arikunto (2013:211) Uji Vadilitas yaitu suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen yang
Pilihan Jawaban Skor
Sangat Setuju 5
Setuju 4
Netral 3
Tidak Setuju 2
Sangat Tidak Setuju 1
bersangkutan mampu mengukur apa yang diukur. Suatu instrumen yang valid atau sah mempunyai validitas tinggi. Sebaiknya, instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas yang rendah. Syarat kevaliditasan suatu item adalah apabila rhitung > rtabel pada taraf signifikan (α =0,05) maka instrumen itu dianggap valid dan jika r hitung < r tabel maka instrumen di anggap tidak valid.
3.9.1.2 Uji Reliabilitas
Reliabilitas menunjukkan sejauh mana hasil pengukuran dengan alat ukur yang digunakan dapat dipercaya. Hasil pengukuran harus reliabel artinya harus memiliki tingkat konsistensi dan kemantapan. Dalam penelitian, reliabilitas merupakan sejauh mana pengukuran dari suatu tes tetap konsisten setelah dilakukan berulang-ulang terhadap subjek dan dalam kondisi yang sama.
Menurut Sugiyono (2012) Reliabilitas adalah suatu instrumen yang cukup dipercaya untuk dapat digunakan sebagai alat pengumpulan data karena instrumen tersebut sudah baik. Uji reliabilitas pada penelitian ini menggunakan uji statistik Cronbach Alpha dengan bantuan progran SPSS (Statistical Product and Service Solutions), kriteria yang dipakai adalah:
1. Suatu alat ukur dapat disebut reliabel atau konsisten jika mempunyai nilai Cronbach Alpha > 0,6.
2. jika nilai Cronbach Alpha < 0,6 maka instrumen tidak reliabel atau tidak konsisten.
3.9.2 Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik digunakan untuk melihat atau menguji suatu model yang termasuk layak atau tidak layak digunakan dalam penelitian
3.9.2.1 Uji Normalitas
Uji normalitas adalah untuk menguji apakah nilai residual yang dihasilkan dari regresi terdistribusi secara normal atau tidak. Model regresi yang baik adalah yang memiliki nilai residual yang terdistribusi normal. Metode pendeteksian normalitas secara statistik adalah dengan menggunakan uji Kolmogorov-Smirnov. Menurut Ghozali dalam Duitaningsih (2012) uji Kolmogorov-Smirnov merupakan uji normalitas yang umum digunakan karena di nilai lebih sederhana dan tidak menimbulkan perbedaan persepsi. Uji Kolmogorov-Smirnov dilakukan dengan tingkat signifikan 0,05. Untuk lebih sederhana, pengujian ini dapat dilakukan dengan melihat profitabilitas dari Kolmogorov-Smirnov Z statistik. Jika profitabilitas Z statistik lebih kecil dari 0,05 maka nilai residiual dalam suatu regresi tidak terdistribusi secara normal.
3.9.2.2 Uji Multikolinearitas
Menurut Imam Ghozali (2011 : 105-106) uji multikorelasi bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Dalam penelitian ini teknik untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinearitas didalam model regresi adalah melihat dari nilai Variance Inflation Factor (VIF), dan nilai tolerance. Apabila nilai tolerance mendekati 1, serta nilai VIF disekitar angka 1 serta tidak lebih dari 10, maka dapat disimpulkan tidak terjadi multikolinearitas antara variabel bebas dalam model regresi.
3.9.2.3 Uji Heteroskedastisitas
Menurut Imam Ghozali (2018 : 60) uji heteroskedastisitas dilakukan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian residual dari satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heterokedastisitas. Model resgresi yang baik adalah yang homoskedatisitas.
Cara untuk mendeteksi masalah heteroskedastisitas adalah dengan uji Glejser dan melihat grafik Scatterplot. Uji glejser dengan cara menyusun regresi antara nilai absolut residual dengan variabel bebas. Kriteria pengujiannya adalah Jika probabilitas signifikasinya > 0,05 maka tidak terjadi heteroskedastisitas. Grafik scatterplot kriteria pengujiannya apabila pada gambar menunjukkan bahwa titik-titik menyebar secara acak, penyebaran di atas maupun di bawah angka 0 pada sumbu Y dan penyebaran titik-titik data tidak boleh membentuk pola, maka tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi, maka dapat disimpulkan bahwa model regresi tidak mengandung adanya heteroskedastisitas terhadap nilai residual lain, atau varian residual model regresi ini adalah homogeni. (Ghozali, 2017 : 38).
3.9.3 Anilisis Regresi Linier Berganda
Regresi Linear Berganda adalah model regresi linear dengan melibatkan lebih dari satu variabel bebas atau predictor. Menurut Syofian (2013), regresi linier berganda adalah alat yang dapat digunakan untuk mengetahui pengaruh satu atau lebih variabel bebas (independent) terhadap satu variabel terikat (dependent). Penerapan metode regresi linier berganda jumlah variabel bebas (independent) yang digunakan lebih dari
satu yang mempengaruhi satu variabel terikat (dependent). Penelitian ini menggunakan aplikasi SPSS (Statistical Product and Service Solutions) dalam mengolah data.
Bentuk umum dari persamaan linear berganda dapat ditulis sebagai berikut :
Keterangan :
MP = Variabel terikat (dependent variable) yaitu minat penggunaan a = Konstanta (nilai minat penggunaan apabila Kmf, Kmd = 0) Kmf = Kemanfaatan (variabel bebas)
Kmd = Kemudahan (variabel bebas)
b₁ = Koefisien regresi (nilai peningkatan ataupun penurunan) untuk variabel Kemafaatan
b₂ = Koefisien regresi (nilai peningkatan ataupun penurunan) untuk variabel Kemudahan
e = Standard error 3.9.4 Uji Hipotesis
Uji Hipotesis adalah suatu prosedur yang dilakukan dengan tujuan memutuskan apakah menerima atau menolak hipotesis itu. Dalam pengujian hipotesis, keputusan yang di buat mengandung ketidakpastian, artinya keputusan bisa benar atau salah, sehingga menimbulkan risiko. Besar kecilnya risiko dinyatakan dalam bentuk probabilitas.
3.9.4.1 Uji Signifikan Parsial (Uji-T)
Uji ini dilakukan untuk menguji apakah variabel independen berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen secara satu per satu atau parsial.
MP = a + b₁Kmf + b₂Kmd + e
Menurut Sugiyono (2014) uji t dilakukan untuk melihat pengaruh langsung dari masing-masing variabel independen secara individu terhadap variabel dependen.
Pengujian melalui uji t adalah membandingkan thitung dengan ttabel.
1. Apabila thitung > ttabel dan nilai signifikansi < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel bebas secara parsial berpengaruh signifikan pada variabel terikat.
2. Apabila thitung < ttabel dan nilai signifikansi > 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa variabel bebas secara parsial tidak berpengaruh signifikan pada variabel terikat.
3.9.4.2 Uji Signifikasi Simultan (Uji F)
Uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel independen atau bebas mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen atau terikat. Imam Ghozali dalam Anita (2018 : 47) pengujian melalui uji F adalah membandingkan Fhitung dengan Ftabel.
1. Apabila Fhitung > Ftabel dan nilai signifikansi > 0,05, maka hasilnya signifikan berarti terdapat pengaruh dari variabel independen secara bersama terhadap variabel dependen.
2. Apabila Fhitung < Ftabel dan nilai signifikansi < 0,05, maka hasilnya signifikan berarti tidak terdapat pengaruh dari variabel independen secara bersama terhadap variabel dependen.
3.9.4.3 Uji Koefisien Determinasi (ࡾ)
Menurut Ghozali dalam Wiratna (2015:228) Koefisien Determinasi (ܴଶ) merupakan suatu ukuran yang penting dalam regresi. Determinasi mencerminkan kemampuan variabel dependen. Tujuan analisis ini adalah untuk menghitung besarnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil output SPSS pada
model summary khususnya, angka yang terdapat pada kolom ܴଶ digunakan untuk melihat besarnya pengaruh variabel eksogen terhadap variabel endogen dengan cara menghitung rumus sebagai berikut:
Keterangan:
KD = Koefisien Determinasi ݎଶ = Koefisien Korelasi Produk
KD = ݎଶ x 100%
61 BAB IV
HASIL PENELITIAN & PEMBAHASAN
4.1 Gambaran Umum Penelitian
4.1.1 Profil Bank Negara Indonesia (BNI)
BNI merupakan bank milik pemerintah yang dulunya bank sirkulasi dengan kewenangan membuat dan mengedarkan alat transaksi. BNI merupakan bank tertua di Indonesia yaitu berdiri pada tanggal 5 Juli 1946. Selama 74 tahun sejak berdirinya BNI sudah banyak nasabah yang dimiliki oleh BNI. BNI kini tercatat sebagai bank nasional terbesar ke-4 di Indonesia, jika dilihat dari total aset, total kredit maupun dana pihak ketiga. Dalam memberikan layanan finansial secara terpadu, BNI didukung oleh sejumlah perusahaan anak, yakni Bank BNI Syariah, BNI Multifinance, BNI Sekuritas, BNI Life Inserance dan BNI Remittance. (www.ekonomi.kompas.com).
Dalam perkembangannya, BNI memberikan beberapa fasilitas untuk memudahkan nasabahnya salah satunya adalah fasilitas BNI Mobile Banking. Latar belakang adanya Mobile Banking BNI karena pihak bank ingin memberikan pelayanan yang terbaik bagi nasabahnya, agar lebih memudahkan nasabah dalam melakukan transaksi perbankan. Selain itu, layanan Mobile Banking juga dapat mengurangi biaya transaksi didalam Bank tersebut. Layanan Mobile Banking BNI terus mengalami kemajuan dan peningkatan. BNI terus mengoptimalkan sistem pada layanan Mobile Banking dengan menambah lebih banyak fitur-fitur yang lebih memudahkan nasabahnya untuk bertransaksi.
4.1.2 Pengertian Mobile Banking BNI
BNI Mobile Banking adalah fasilitas layanan perbankan yang memudahkan nasabah untuk bertransaksi langsung melalui smartphone, secara aman, mudah, dan cepat. BNI Mobile Banking memberikan layanan transaksi informasi saldo, transfer, pembayaran tagihan telepon, pembayaran kartu kredit, pembayaran tiket pesawat, pembelian pulsa, pembukaan rekening Taplus, pembukaan rekening deposito, dan lain-lain. BNI Mobile Banking juga dapat diaktivasikan dan digunakan untuk bertransaksi di luar negeri.
Bagi Nasabah BNI yang ingin menggunakan BNI Mobile Banking dapat mengunjungi Cabang terdekat untuk melakukan registrasi, untuk selanjutnya melakukan aktivasi di aplikasi BNI Mobile Banking dengan cara sebagai berikut : 1. Input User ID.
2. Input Nomor Kartu Debit.
3. Pilih Lokasi Negara.
4. Input Kode OTP.
5. Input MPIN.
6. Input Password Transaksi.
Selain mengunjungi cabang terdekat, registrasi dan aktivasi BNI Mobile Banking dapat langsung dilakukan melalui smartphone Anda setelah mengunduh aplikasi BNI Mobile Banking. Dengan alur sebagai berikut :
1. Registrasi.
2. Aktivasi.
Fitur-fitur BNI Mobile Banking adalah sebagai berikut : 1. Rekeningku
a. Tabungan dan Giro.
b. Deposito dan Tapenas.
c. Pinjaman.
d. DPLK.
e. Investasi.
f. Pembukaan Rekening.
2. Transfer
a. Rekening Sendiri.
b. BNI.
c. Antar Bank.
d. Kliring.
e. Dana Pensiun/BNI Simponi.
f. Rekening Sendiri.
g. Virtual Account Billing.
h. International Remittance.
3. Pembayaran
a. Kartu Kredit BNI.
b. Kartu Kredit Bank Lain.
c. Pasca Bayar Telepon.
d. Listrik.
e. MPN G2.
f. Multifinance.
g. TV Berlangganan.
h. ZIS Dan Qurban.
i. Pembayaran PDAM.
j. Asuransi.
k. Tiket Kereta Api.
l. Tiket Penerbangan.
m. Internet.
n. Pinjaman Personal.
o. Pegadaian.
p. Biaya Pendidikan.
q. Pajak.
r. PGN.
s. TKI.
t. Samsat.
u. BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.
4. Pembelian
a. Top Up LinkAja.
b. Voucher Prabayar Telepon.
c. Token Listrik.
d. Top Up Agen Penerbangan.
e. Top Up Go-Pay.
f. Paket Data.
g. Top Up TapCash.
h. Voucher TV Berlangganan.
5. Investasi a. SBN Ritel.
b. Reksadana.
6. Produk dan Jasa Lainnya a. BNI Debit Online (VCN).
b. Aktivasi Transaksi Kartu di Luar Negeri.
c. Pertamina LPG 3 Kg.
d. Pencairan Deposito.
e. Bukti Transaksi.
f. Ubah PIN Kartu Debit.
g. Pelunasan Haji Reguler.
7. Administrasi a. Ubah MPIN.
b. Ubah Password.
c. Hapus Daftar Favorit.
d. Blokir Kartu Debit.
8. Quick Transfer
Transfer ke rekening BNI tanpa memasukkan nomor rekening. Transfer dilakukan dengan cara :
a. Scan QR, dan b. Upload QR
9. Info Banner dan Promo
Informasi seputar program dari BNI dapat dilihat melalui banner promo di BNI Mobile Banking
10. Launcher
a. Pembukaan rekening digital b. BNI credit card mobile c. BNI poin.
4.2 Penyajian Data
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif kausal (sebab akibat) dan menggunakan metode survei. Penelitiani ini di lakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada responden secara online melalui google form yang dimulai pada 26 Agustus 2020 sd 12 September 2020. Jumlah responden sebanyak 100 nasabah, yang menjadi responden dari penelitian ini yaitu nasabah BNI
yang menggunakan mobile banking BNI. Pengujian dalam penelitian ini menggunakan Ms Excel dan progran SPSS (Statistical Product and Service Solutions) ver 25.
4.2.1 Identitas Responden
Responden penelitian ini terdiri dari latar belakang berbeda-beda yang dilihat dari jenis kelamin, usia, pekerjaan, pendapatan/uang saku dan seberapa sering menggunakan layanan mobile banking per bulan. Identifikasi responden ini dilakukan untuk mengetahui secara umum gambaran dari responden dalam penelitian ini. Berikut profil 100 responden dalam penelitian ini, yaitu :
1. Jenis Kelamin
Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin yaitu jenis kelamin pria sebanyak 23 orang (23%) dan jenis kelamin wanita sebanyak 77 orang (77%) dari jumlah sampel yang ditentukan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa nasabah yang menggunakan mobile banking BNI di dominasi oleh nasabah wanita. Diketahui bahwa nasabah wanita lebih banyak menggunakan mobile banking untuk kebutuhan sehari-hari mereka antara lain untuk membayar tagihan-tagihan, belanja online shop dan melakukan transaksi keuangan sehari-hari mereka lebih memilih untuk menggunakan mobile banking agar lebih praktis. Berikut karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin yang disajikan pada tabel 4.1.
Tabel 4.1
Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
No. Jenis Kelamin Jumlah Persentase
1. Pria 23 23%
2. Wanita 77 77%
Total 100 100%
Sumber : Peneliti (2020) 2. Usia
Karakteristik responden berdasarkan usia yaitu usia 17 hingga 26 tahun sebanyak 87 orang (87%), usia 27 hingga 36 tahun sebanyak 7 orang (7%), usia 37 hingga 46 tahun sebanyak 5 orang (5%), dan usia lebih dari 46 tahun sebanyak 1 orang (1%) dari jumlah sampel yang ditentukan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa nasabah BNI yang menggunakan mobile banking dominan berusia 17 hingga 26 tahun.
Diketahui mobile banking merupakan fasilitas terbaru dan canggih sehingga banyak kawula muda yang menggunakannya terutama kaum millenial pada saat ini karena lebih praktis dan cepat. Berikut karakteristik responden berdasarkan usia yang disajikan pada tabel 4.2.
Tabel 4.2
Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
No. Usia Jumlah Persentase
1. 17 – 26 Tahun 87 87%
2. 27 – 36 Tahun 7 7%
3. 37 – 46 Tahun 5 5%
4. >46 Tahun 1 1%
Total 100 100%
Sumber : Peneliti (2020)
3. Pekerjaan
Karakteristik responden berdasarkan pekerjaan yaitu pelajar/mahasiswa sebanyak 78 orang (75%), PNS sebanyak 4 orang (4%), BUMN sebanyak 6 orang (6%), pegawai swasta sebanyak 5 orang (5%), wirausaha sebanyak 2 orang (2%), dan lain-lain sebanyak 5 orang (5%) dari jumlah sampel yang ditentukan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa nasabah BNI yang menggunakan mobile banking dominan memiliki pekerjaan sebagai Pelajar/Mahasiswa. Diketahui mobile banking merupakan fasilitas dari BNI yang efektif, mudah dan efisien bagi pelajar/mahasiswa terutama untuk kaum millennial yang cepat tanggap pada teknologi seperti ini. Berikut karakteristik responden berdasarkan pekerjaan yang disajikan pada tabel 4.3.
Tabel 4.3
Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan
No. Pekerjaan Jumlah Persentase
1. Pelajar/Mahasiswa 78 78%
2. PNS 4 4%
3. BUMN 6 6%
4. Pegawai Swasta 5 5%
5. Wirausaha 2 2%
6. Dan lain-lain 5 5%
Total 100 100%
Sumber : Peneliti (2020) 4. Pendapatan
Karakteristik responden berdasarkan pendapatan perbulan yaitu < Rp 2.000.000,- sebanyak 75 orang (75%), Rp 2.100.000,- - Rp 3.000.000,- sebanyak 7 orang (7%), Rp 3.100.000,- - Rp 4.000.000,- sebanyak 12 orang (12%), > Rp 4.000.000, sebanyak 6 orang (6%) dari jumlah sampel yang ditentukan. Sehingga dapat
disimpulkan bahwa nasabah BNI menggunakan mobile banking dominan memiliki pendapatan perbulan sebesar < Rp 2.000.000,-. Diketahui mobile banking didominasi oleh pelajar/mahasiswa yang pendapatan lebih banyak masih ditanggung oleh orang tuanya setiap bulannya, lalu mereka akan melakukan transaksi keuangan sehari-hari hanya melalui mobile banking seperti belanja online shop dan memesan ojek online.
Berikut karakteristik responden berdasarkan pendapatan perbulan yang disajikan pada
Berikut karakteristik responden berdasarkan pendapatan perbulan yang disajikan pada