Dalam usaha untuk memperoleh prestasi belajar yang diinginkan terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi baik dari dalam diri anak maupun dari luar diri anak yang hendaknya diperhatikan dengan baik terutama perlu diperhatikan oleh orang tua jika menginginkan anak mendapat prestasi yang baik.
“Untuk mencapai prestasi belajar siswa sebagaimana yang di harapkan, maka ada beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar yaitu faktor dari dalam (intern) dan faktor dari luar (ekstern)”, (Hamdani, 2011:139). Adapun uraiannya dijelaskan dibawah ini:
1) Faktor Intern
Faktor intern adalah faktor yang terdapat dalam diri siswa. Faktor ini antara lain seperti kecerdasan (intelegensi), faktor jasmaniah atau faktor fisiologis, sikap, minat, bakat dan motivasi.
Menurut Hamdani (2011:139), Kecerdasan (intelegensi) adalah kemampuan belajar disertai kecakapan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan yang dihadapinya. Oleh karena itu, jelas bahwa faktor intelegensi merupakan suatu hal yang tidak diabaikan
18
dalam kegiatan belajar mengajar. Kecerdasan yang anak miliki merupakan salah satu hal yang turut menentukan dalam mencapai keberhasilannya dalam proses belajar mengajar sehingga akan memperoleh prestasi yang optimal. Kemudian, Slameto (2013:56) mengatakan bahwa “intelegensi besar pengaruhnya terhadap kemajuan belajar”. Jadi, Tingkat intelegensi sangat menentukan tingkat keberhasilan belajar siswa. Semakin tinggi intelegensi seorang siswa, semakin tinggi pula peluang untuk meraih prestasi yang tinggi.
Kondisi jasmaniah atau fisiologis pada umunya sangat berpengaruh terhadap kemampuan belajar seseorang. Slameto (2013:54-55), berpendapat bahwa faktor jasmaniah terdiri dari faktor kesehatan dan cacat tubuh. Proses belajar seseorang akan terganggu jika kesehatan seseorang terganggu, selain itu juga ia akan cepat lelah, kurang bersemangat, mudah pusing, ngantuk jika badannya lemah, kurang darah ataupun ada gangguan-gangguan/kelainan-kelainan fungsi alat inderanya serta tubuhnya. Kemudian, keadaan cacat tubuh juga mempengaruhi belajar. Selanjutnya, Uzer dan Lilis (dalam Hamdani, 2011:140) mengatakan bahwa “faktor jasmaniah yaitu pancaindra yang tida berfungsi sebagaimana mestinya seperti mengalami sakit, cacat tubuh atau perkembangan yang tidak sempurna, berfungsinya kelenjar yang membawa kelainan tingkah laku”. Jadi, faktor jasmaniah atau faktor fisiologis mempunyai peranan yang penting dalam proses belajar, sehingga jasmani hendaknya dipelihara dan diperhatikan dengan baik.
Menurut Hamdani (2011:140), Dalam diri siswa harus ada sikap yang positif (menerima) kepada sesama siswa atau kepada gurunya. Sikap positif ini akan menggerakkannya untuk belajar. Adapun siswa yang sikapnya negatif (menolak) kepada
19
sesama siswa atau gurunya tidak akan mempunyai kemauan untuk belajar. Jadi dapat disimpulkan bahwa sikap adalah hal yang turut menunjang dalam keberhasilan belajar seseorang jika sikap yang dimiliki seseorang tersebut merupakan sikap yang baik yaitu sikap yang menyadari bahwa belajar adalah kewajibannya sebagai pelajar.
Minat mempunyai pengaruh yang besar terhadap belajar atau kegiatan. Pelajaran yang menarik minat siswa lebih mudah dipelajari dan disimpan karena minat menambah kegiatan belajar. Minat belajar yang telah dimiliki siswa merupakan slah satu faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajarnya. Apabila sseorang mempunyai minat yang tinggi terhadap sesuatu, akan terus berusaha untuk melakukan sehingga apa yang diinginkannya dapat tercapai, Hamdani (2011:141). Kemudian, menurut Slameto (2013:57) mengemukakan bahwa minat besar pengaruhnya terhadap belajar, karena bila bahan pelajaran yang dipelajari tidak sesuai dengan minat siswa, siswa tidak akan belajar dengan sebaik-baiknya, karena tidak ada daya tarik baginya. Dari uraian diatas maka dapat disimpulkan bahwa dalam proses belajar minat berperan penting untuk menjadikan seseorang tertarik terhadap bahan ajar yang diberikan sehingga prestasi belajar yang diperoleh akan optimal.
Kemudian, Hamdani (2011:141) mengemukakan bahwa, Bakat adalah kemampuan potensial yang dimiliki seseorang untuk mencapai keberhasilan pada masa yang akan datang. Bakat mempengaruhi tinggi-rendahnya prestasi belajar bidang-bidang studi tertentu. Dalam proses belajar, terutama belajar keterampilan, bakat memegang peranan penting dalam mencapai suatu hasil akan prestasi yang baik. Selanjutnya, Slameto (2013:57), berpendapat bahwa bakat seseorang mempengaruhi belajar. Sebab, jika materi pelajaran yang dipelajari siswa sesuai dengan bakat yang ia miliki, maka hasil
20
belajar belajarnya lebih baik. Jadi, dapat disimpulkan bahwa bakat yang ada dalam diri seseorang turut menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi prestasi belajar di sekolah. Orang tua hendaknya memperhatikan dan mengembangkan bakat yang telah ada dalam diri anaknya agar bakat yang dimiliki anak terus berkembang sesuai dengan kemampuannya.
Selanjutnya, Menurut Hamdani (2011:142), Motivasi adalah segala sesuatu yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Kuat lemahnya motivasi belajar turut memengaruhi keberhasilan belajar. Oleh karena itu, motivasi belajar perlu diusahakan, terutama yang berasala dari dalam diri dengan cara memikirkan masa depan yang penuh tantangan dan harus dihadapi untuk mencapai cita-cita. Motivasi akan berkembang dan tumbuh jika seseorang mempunyai motif tertentu dalam suatu hal misalnya belajar. Motivasi mempunyai kaitan yang erat dengan motif, karena keduanya merupakan hal yang berperan dalam proses belajar untuk mencapai suatu tujuan . Motivasi dalam diri seseorang dapat timbul jika dalam dirinya terdapat motif . Sedangkan Slameto (2013:58), berpendapat bahwa dalam proses belajar haruslah diperhatikan apa yang mendorong siswa agar dapat belajar dengan baik atau padanya mempunyai motif untuk berpikir dan memusatkan perhatian, merencanakan dan melaksanakan kegiatan yang berhubungan/menunjang belajar. Jadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa motif yang ada pada diri siswa hendaknya diperhatikan dengan baik sehingga motivasi dapat timbul dengan baik.
Faktor intern merupakan faktor yang penting berasal dari dalam diri individu tersebut. Dengan demikian prestasi belajar akan mencapai hasil yang optimal jika faktor
21
mampu mengembangkan atau setidaknya memahami faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar.
2) Faktor Ekstern
Faktor Ekstern adalah faktor yang terdapat dari luar diri siswa. Menurut Slameto (2013:60), faktor ekstern yang dapat mempengaruhi belajar adalah faktor keluarga, faktor sekolah dan faktor masyarakat.
Keluarga merupakan lingkungan terkecil dalam masyarakat tempat seseorang dilahirkan dan dibesarkan, Hamdani (2011:143). Sebagaimana yang dijelaskan Slameto (2013:61), bahwa keluarga adalah lembaga pendidikan pertama dan utama. Keluarga merupakan bentuk upaya untuk pendidikan kecil, namun berwala dari pendidikan kecil itulah nantinya akan mempengaruhi pendidikan, yaitu pendidikan bangsa, negara dan dunia. Adanya rasa aman dalam keluarga sangat penting dalam keberhasilan seseorang dalam belajar. Rasa aman itu membuat seseorang terdorong untuk belajar secara aktif karena rasa aman merupakan slah satu kekuatab pendorong dari luar yang menambah motivasi untuk belajar. Berdasarkan pendapat diatas maka dapat disimpulkan bahwa faktor keluarga adalah faktor yang mempunyai dampak yang besar bagi pendidikan anak di sekolah, jika pendidikan yang diterapkan dalam keluarga baik maka pendidikan sekolah pun akan mengikuti dan anak pun akan memperoleh prestasi belajar yang tinggi.
Hamdani (2011:144) berpendapat bahwa, Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal pertama yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan belajar siswa. Oleh karena itu, lingkungan sekolah yang baik dapat mendorong siswa untuk belajar lebih giat. Keadaan sekolah ini meliputi cara penyajian pelajaran, hubungan guru dengan
22
siswa, alat-alat pelajaran dan kuikulum. Hubungan anatara guru dan siswa yang kurang baik akan mempengaruhi hail-hasil belajarnya. Adapun menurut Slameto (2013:64-69), faktor sekolah terdiri dari metode mengajar, kurikulum, relasi guru dengan siswa, relasi siswa dengan siswa, disiplin sekolah, alat pelajaran, waktu sekolah, standar pelajaran di atas ukuran, keadaan gedung, metode belajar dan tugas rumah. Jadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa segala hal yang berkaitan dengan sekolah maka hendaknya diperhatikan untuk menciptakan rasa aman pada diri siswa sehingga ia termotivasi untuk belajar dengan baik.
Selain itu, lingkungan alam sekitar sangat berpengaruh terhadap perkembangan pribadi anak sebab dalam kehidupan sehari-hari anak akan lebih banyak bergaul dengan lingkungan tempat ia berada. Menurut Kartono (1995:5) (dalam Hamdani,2011:144) berpendapat bahwa lingkungan masyarakat dapat menimbulkan kesukaran belajar anak, terutama anak yang sebayanya. Apaibila anak yang sebaya merupakan anak-anak yang rajin belajar, anak-anak akan terangsang untuk mengikuti jejak mereka. Oleh karena itu, apabila seorang siswa bertempat tinggal di suatu lingkungan temnnya yang rajin belajar, kemungkinan besar hal tersebut akan membawa pengaruh pada dirinya sehingga ia akan turut belajar sebagaimana temannya. Kemudian, Slameto (2013:70-71), menyatakan bahwa masyarakat merupakan faktor ekstern yang juga berpengaruh terhadap belajar siswa. Adapun faktor masyarakat terdiri dari kegiatan siswa dalam masyarakat, mass media, teman bergaul dan bentuk kehidupan masyarakat. Berdasarkan pendapat-pendapat diatas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa perkembangan pribadi anak sebagian besar di pengaruhi oleh keadaan lingkungan masyarakat sekitar tempat