• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA

4.3 Analisis Swot

4.3.1 Faktor Internal

Faktor internal dalam bahasan ini akan membahas pendalaman mengenai sumber daya yang dimiliki oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo dalam mengembangkan daerah objek wisata Taman Mejuah-juah, Desa Budaya Lingga, dan Bukit Gundaling. Dari analisis faktor internal ini akan diperoleh sebuah pemahaman kekuatan yang dimiliki oleh masing-masing objek wisata yang di kelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo dapat dipergunakan sebagai objek wisata andalan untuk berkembang. Selain itu faktor kelemahan juga dapat dianalisis sebagai informasi yang dapat dipertimbangkan dan bahkan diperkecil sehingga nantinya kelemahan tersebut tidak menjadi sebuah penghalang objek wisata tersebut dapat berkembang.

Berikut ini akan dijelaskan secara ringkas apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan yang dimiliki objek wisata Taman Mejuah-juah, Bukit Gundaling, dan Desa Budaya Lingga.

4.3.1.1Kekuatan yang dimiliki objek wisata Taman Mejuah-juah

a. Lokasi Taman Mejuah-juah yang begitu strategis artinya letak lokasi yang dimiliki objek wisata Taman Mejuah-juah tepat berada di belakang kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo, berada di pusat kota Berastagi yang jaraknya tidak jauh dari Pasar Buah Tradisional Berastagi.

b. Luas wilayah objek wisata Taman Mejuah-juah sekitar 6 hektar merupakan wilayah yang sangat baik untuk rekreasi keluarga.

c. Memiliki udara yang sejuk dan segar, dan tempat ini ditumbuhi oleh tanaman pepohonan dan bunga-bungaan yang indah sehingga memberikan kesan kenyamanan bagi para pengunjung.

d. Harga tiket yang terjangkau oleh setiap kalangan masyarakat yang ingin masuk ke dalam Taman Mejuah-juah tersebut, dengan harga tiket sebesar Rp 4.000,00 untuk dewasa dan Rp 2.000,00 untuk anak-anak.

4.3.1.2Kelemahan yang dimiliki objek wisata Taman Mejuah-juah

a. Objek wisata yang tepat berada di belakang kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo ini seharusnya langsung mendapat perhatian khusus untuk perkembangannnya, karena dilihat dari segi sarana dan prasarananya yang masih kurang memadai dan tidak terawat dengan baik seperti gedung kesenian dan kamar mandi bertaraf internasional serta tangga-tangga jalan yang rusak dan bangku-bangku santai yang kotor, lampu-lampu taman yang rusak dan pecah.

b. Kebersihan objek wisata Taman Mejuah-juah jauh dari harapan, terbukti dengan banyaknya sampah yang masih berserakan dan rumput-rumput yang tinggi sehingga menyebabkan kurangnya kenyaman suasana Taman Mejuah-juah.

c. Tingkat promosi yang masih kurang, sehingga pada umumnya wisatawan yang berkunjung ke kota Berastagi tidak mengetahui adanya Taman Mejuah-juah ini dan wisatawan hanya mengunjungi objek wisata Bukit Gundaling dan berbelanja di Pasar Buah Tradisional Berastagi.

4.3.1.3Kekuatan yang dimiliki objek wisata Bukit Gundaling

a. Lokasi objek wisata Bukit Gundaling yang begitu strategis dengan jarak tempuh 2 km dari pusat kota Berastagi.

b. Memiliki keindahan dan panorama alam yang menakjubkan. Dari Bukit Gundaling terlihat panorama kota Berastagi, Gunung Sinabung, dan Gunung Sibayak.

c. Objek wisata Bukit Gundaling ditumbuhi oleh pepohonan dan bunga-bungaan yang indah, sehingga memiliki udara yang sejuk.

4.3.1.4Kelemahan yang dimiliki objek wisata Bukit Gundaling

a. Sarana dan prasarana yang disediakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata masih kurang memadai seperti banyak taman-taman bunga yang rusak, lampu penerangan Bukit Gundaling yang rusak, kamar mandi umum yang tidak terawat dengan baik, bunga-bunga dan tanaman lainnya pada rusak dan tidak terawat dengan baik.

c. Kurangnya kesadaran masyarakat/pengunjung dalam menjaga keindahan dan kenyamanan objek wisata.

4.3.1.5Kekuatan yang dimiliki objek wisata Desa Budaya Lingga

a. Lokasi objek wisata Desa Budaya Lingga yang strategis dan tidak terlalu jauh dari ibukota Kabanjahe dengan jarak tempuh 5 km, sedangkan dari pusat kota Berastagi ke objek wisata ini berjarak 15 km yang dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda, kendaraan roda 4 maupun bus pariwisata, dan angkutan umum.

b. Objek wisata Desa Budaya Lingga merupakan situs sejarah yang paling penting yang dimiliki oleh masyarakat Karo dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo. c. Objek wisata Desa Budaya Lingga terdapat bangunan rumah tradisional masyarakat Karo

berusia 250 tahun yang dikenal dengan ‘Rumah Siwaluh Jabu’ yang dihuni oleh 8 kepala keluarga yang hidup berdampingan dengan keadaaan damai dan tentram.

d. Selain rumah adat Siwaluh Jabu, di Desa Budaya Lingga juga terdapat beberapa peninggalan sejarah lainnya seperti Jambur, Geriten, Sapo Ganjang dan Museum Lingga. e. Memiliki arsitektur yang bagus serta bahan-bahan bangunan yang kuat dan pembuatan

rumah adat tanpa menggunakan paku sedikitpun.

4.3.1.6Kelemahan yang dimiliki objek wisata Desa Budaya Lingga a. Jarak tempuh yang lumayan jauh dari pusat kota Berastagi.

b. Rendahnya kesadaran masyarakat setempat objek wisata bahwa desa mereka merupakan suatu daya tarik wisata sehingga masyarakat setempat lebih dominan kepada pertanian, daripada menguatkan dan melestarikan kebudayaan mereka.

c. Tingkat promosi yang masih rendah, sehingga pada umumnya wisatawan yang berkunjung ke kota Berastagi tidak mengetahui adanya objek wisata Desa Budaya Lingga dan wisatawan hanya mengunjungi objek wisata Bukit Gundaling dan berbelanja di Pasar Buah Tradisional Berastagi.

d. Kurangnya minat masyarakat sekitar dan wisawatan domestik untuk mengunjungi objek wisata mengenai situs peninggalan sejarah. Hanya wisatawan dari Eropa dan Amerika yang tertarik dengan objek wisata Desa Budaya Lingga dan situs peninggalan sejarah lainnya di Kabupaten Karo, dan beberapa wisatawan domestik yang tertarik dengan objek wisata ini.

e. Kurangnya kesadaran masyarakat karena tidak menjaga barang berharga mereka dan merawat rumah adat tersebut dengan baik.

Dokumen terkait