BAB IV PENYAJIAN DAN ANALISIS DATA
4.4 Matriks Swot dan Identifikasi Isu
Matriks SWOT digunakan sebagai alat untuk mengidentifikasi strategi apa yang akan diambil kedepannya dengan menggabungkan analisis dari faktoe internal (kekuatan dan kelemahan) dan eksternal (peluang dan ancaman) yang pada akhirnya strategi tersebut dapat dipergunakan oleh organisasi untuk pengembangan organisasi dan bahkan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan dalam organisasi.
Visualisasi gambar di bawah ini akan menampilkan hasil dari teknik analisis SWOT yang dianalisis berdasarkan lingkungan internal yakni berupa kekuatan dan kelemahan serta lingkungan eksternal yakni berupa peluang dan ancaman dalam pengembangan objek wisata Taman Mejuah-juah, Bukit Gundaling, dan Desa Budaya Lingga.
Hasil dari teknik analisis SWOT yang dianalisis berdasarkan lingkungan internal yakni kekuatan dan kelemahan serta lingkungan eksternal yakni peluang dan ancaman dalam pengembangan objek wisata Taman Mejuah-juah.
Tabel 4.2 : Matriks SWOT Pengembangan Objek Wisata Taman Mejuah-juah Internal Ekternal Kekuatan (S) a. Lokasi Taman Mejuah-juah yang begitu strategis artinya letak lokasi yang dimiliki objek wisata Taman Mejuah-juah tepat berada di belakang kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo, berada di pusat kota Berastagi yang jaraknya tidak jauh dari Pasar Buah Tradisional Berastagi. b. Luas wilayah objek
wisata Taman Mejuah-juah sekitar 6
hektar merupakan wilayah yang sangat baik untuk rekreasi keluarga.
c. Memiliki udara yang sejuk dan segar, dan tempat ini ditumbuhi
oleh tanaman pepohonan dan
bunga-bungaan yang indah sehingga memberikan kesan kenyamanan bagi para pengunjung. d. Harga tiket yang
terjangkau oleh setiap kalangan masyarakat yang ingin masuk ke dalam Taman Mejuah-juah tersebut, dengan
Kelemahan (W)
a. Objek wisata yang tepat berada di belakang kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo ini seharusnya langsung mendapat perhatian khusus untuk perkembangannnya, karena dilihat dari segi
sarana dan prasarananya yang
masih kurang memadai dan tidak terawat dengan baik seperti gedung kesenian dan kamar mandi bertaraf internasional serta tangga-tangga jalan yang rusak dan bangku-bangku santai yang kotor, lampu-lampu taman yang rusak dan pecah.
b. Kebersihan objek wisata Taman Mejuah-juah jauh dari harapan,
terbukti dengan banyaknya sampah yang masih berserakan dan rumput-rumput yang tinggi sehingga menyebabkan
kurangnya
kenyamanan suasana Taman Mejuah-juah. c. Tingkat promosi yang
harga tiket sebesar Rp
4.000,00 untuk dewasa dan Rp 2.000,00 untuk anak-anak.
masih kurang, sehingga
pada umumnya wisatawan yang berkunjung ke kota Berastagi tidak mengetahui adanya Taman Mejuah-juah ini dan wisatawan hanya mengunjungi objek wisata Bukit Gundaling dan berbelanja di Pasar Buah Tradisional Berastagi. Peluang (O)
a. Ditinjau dari segi politik dan ekonomi objek wisata Taman Mejuah-juah merupakan objek wisata yang di kelola oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan dapat menghasilkan
Pendapatan Asli Daerah (PAD).
b. Memiliki udara yang sejuk dan tempat rekreasi yang nyaman bagi keluarga.
c. Lokasi yang
strategis dan berada di pusat kota Berastagi. d. Dapat meningkatkan pendapatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat sekitar objek wisata Taman
Strategi (SO)
Menggunakan kekuatan untuk menangkap kesempatan.
a. Pengelolaan lahan yang seluas 6 hektar dengan maksimal dapat menjadikan konsep taman kota yang indah dan nyaman bagi masyarakat sekitar objek wisata dan pengunjung.
b. Pelestarian lingkungan yang asri sebagai tempat berkumpul dan rekreasi keluarga. Strategi (WO) Mengatasi kelemahan dengan mengambil kesempatan. a. Melakukan pendekatan dengan masyarakat sekitar objek wisata dan pengunjung supaya dapat menjalankan pengembangan Taman Mejuah-juah dengan optimal. b. Melakukan penambahan tong sampah dan juga menghimbau
pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya.
c. Berkerjasama dengan pihak luar untuk meningkatkan
pendapatan Taman Mejuah-juah.
d. Memperbaiki dan merawat sarana dan prasarana yang ada dan menambah sarana dan prasarana yang belum ada.
Mejuah-juah. Ancaman (T)
a. Adanya objek
wisata yang tidak begitu jauh dari Taman Mejuah-juah sehingga menjadi pesaing. b. Adanya masyarakat yang bertindak krimal apabila diadakannya pertunjukan pesta budaya dan konser band, sehinggga keamanan dan ketertiban kurang baik. c. Rendahnya rasa cinta masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan disekitar Taman Mejuah-juah. d. Terjadinya bencana alam seperti erupsi gunung Sinabung pada tahun 2010 dan 2013 sehingga mempengaruhi keamanan untuk berwisata ke Kabupaten Karo. Strategi (ST) Menggunakan kekuatan untuk menghindari ancaman. a. Memodernisasi wahana permainan sehingga mampu bersaing dengan tempat wisata lainnya.
b. Melibatkan masyarakat sekitar dalam melestarikan dan mengembangkan, serta menjaga keamanan dan ketertiban objek wisata
Taman Mejuah-juah. Strategi (WT) Meminimalkan kelemahan dengan menghindari ancaman. a. Meningkatkan promosi Taman Mejuah-juah baik melalui media cetak maupun media elektronik.
b. Memodernisasi wahana permainan sehingga dapat bersaing dengan tempat wisata lainnya.
Hasil dari teknik analisis SWOT yang dianalisis berdasarkan lingkungan internal yakni kekuatan dan kelemahan serta lingkungan eksternal yakni peluang dan ancaman dalam pengembangan objek wisata Bukit Gundaling.
Tabel 4.3 : Matriks SWOT Pengembangan Objek Wisata Bukit Gundaling Internal Ekternal Kekuatan (S) a. Lokasi objek wisata Bukit Gundaling yang begitu strategis dengan jarak tempuh 2 km dari pusat kota Berastagi. b. Memiliki keindahan dan panorama alam yang menakjubkan. Dari Bukit Gundaling terlihat panorama kota Berastagi, Gunung Sinabung, dan Gunung Sibayak.
c. Objek wisata Bukit Gundaling ditumbuhi oleh pepohonan dan bunga-bungaan yang indah, sehingga memiliki udara yang sejuk.
Kelemahan (W)
a. Sarana dan prasarana yang disediakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata masih kurang memadai seperti banyak taman-taman bunga yang
rusak, lampu penerangan Bukit Gundaling yang rusak, kamar mandi umum yang tidak terawat dengan baik, bunga-bunga dan tanaman lainnya pada rusak dan tidak terawat dengan baik. b. Adanya pedagang
yang menjual dagangannya dengan
harga yang tidak wajar. c. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga keindahan dan kenyamanan objek wisata. d. Kebersihan objek wisata Bukit Gundaling jauh dari
harapan, terbukti dengan banyaknya sampah yang masih berserakan sehingga menyebabkan
kurangnya
Bukit Gundaling.
Peluang (O)
a. Ditinjau dari segi politik dan ekonomi objek wisata Bukit Gundaling
merupakan objek wisata yang di kelola oleh Pemerintah Daerah melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan dapat menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). b. Dapat meningkatkan pendapatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat sekitar objek wisata Bukit Gundaling.
c. Memiliki udara yang begitu sejuk karena berada di puncak Bukit Gundaling. d. Dari segi sosial
Strategi (SO) Menggunakan kekuatan untuk menangkap kesempatan. a. Pelestarian lingkungan yang asri sebagai tempat berkumpul dan rekreasi keluarga. b. Melibatkan
masyarakat dalam mengembangkan objek wisata Bukit Gundaling. c. Menjaga dan merawat objek wisata Bukit Gundaling dengan baik dan menambah tanaman pepohonan dan bunga-bungaan yang indah. Strategi (WO) Mengatasi kelemahan dengan mengambil kesempatan. a. Memperbaiki dan merawat prasarana yang ada. b. Melakukan pendekatan dengan masyarakat supaya dapat menjalankan pengembangan Bukit Gundaling dengan optimal. c. Melakukan penambahan tong sampah dan juga menghimbau
pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya.
d. Berkerjasama dengan pihak luar untuk meningkatkan
masyarakat di sekitar Bukit Gundaling bisa diajak bekerjasama untuk perkembangan objek wisata Bukit Gundaling yang artinya masyarakat sekitar juga menjaga kebersihan dan kelestarian
lingkungan objek wisata Bukit Gundaling yang biasa disebut dengan perkumpulan
pedagang asongan, amak dan pedagang lainnya.
Gundaling.
Ancaman (T)
a. Adanya tempat rekreasi baru yang tidak jauh dari Bukit Gundaling yang menjadi pesaing.
b. Pedagang yang tidak
tertib dalam mendagangkan
jualannya.
c. Terjadinya bencana alam seperti erupsi gunung Sinabung pada tahun 2010 dan 2013 sehingga mempengaruhi keamanan untuk berwisata ke Kabupaten Karo. Strategi (ST) Menggunakan kekuatan untuk menghindari ancaman. a. Pelestarian lingkungan yang asri sebagai tempat berkumpul dan rekreasi keluarga. b. Mensosialisasikan kepada pedagang agar menjual barang dagangannya dengan harga yang wajar. c. Menjaga dan merawat objek wisata Bukit Gundaling dengan baik dan menambah tanaman pepohonan dan bunga-bungaan yang indah. Strategi (WT) Meminimalkan kelemahan dengan menghindari ancaman. a. Meningkatkan promosi Bukit Gundaling baik melalui media cetak maupun media elektronik.
b. Mensosialisasikan kepada pedagang agar menjual barang dagangannya dengan harga yang wajar.
Hasil dari teknik analisis SWOT yang dianalisis berdasarkan lingkungan internal yakni kekuatan dan kelemahan serta lingkungan eksternal yakni peluang dan ancaman dalam pengembangan objek wisata Desa Budaya Lingga.
Tabel 4.4 : Matriks SWOT Pengembangan Objek Wisata Desa Budaya Lingga
Internal
Kekuatan (S)
a. Lokasi objek wisata Desa Budaya Lingga yang strategis dan tidak terlalu jauh dari ibukota Kabanjahe dengan jarak tempuh 5 km, sedangkan dari pusat kota Berastagi ke objek wisata ini berjarak 15 km yang dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda, kendaraan roda 4 maupun bus pariwisata, dan angkutan umum.
b. Objek wisata Desa Budaya Lingga merupakan situs sejarah
yang paling penting yang dimiliki oleh masyarakat Karo dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Karo.
c. Objek wisata Desa Budaya Lingga terdapat
bangunan rumah tradisional masyarakat Karo berusia 250 tahun yang dikenal dengan ‘Rumah Siwaluh Jabu’
Kelemahan (W)
a. Jarak tempuh yang lumayan jauh dari pusat kota Berastagi.
b. Rendahnya kesadaran masyarakat setempat objek wisata bahwa desa mereka merupakan suatu daya tarik wisata sehingga masyarakat setempat lebih dominan kepada pertanian, daripada menguatkan dan melestarikan kebudayaan mereka.
c. Tingkat promosi yang masih rendah, sehingga
pada umumnya wisatawan yang berkunjung ke kota Berastagi tidak mengetahui adanya objek wisata Desa Budaya Lingga dan wisatawan hanya mengunjungi objek wisata Bukit Gundaling dan berbelanja di Pasar Buah Tradisional Berastagi.
Ekternal
yang dihuni oleh 8 kepala keluarga yang hidup berdampingan dengan keadaaan damai dan tentram.
d. Selain rumah adat Siwaluh Jabu, di Desa Budaya Lingga juga terdapat beberapa peninggalan sejarah lainnya seperti Jambur, Geriten, Sapo Ganjang dan Museum Lingga. e. Memiliki arsitektur yang
bagus serta bahan-bahan bangunan yang kuat dan pembuatan rumah adat tanpa menggunakan paku sedikitpun.
masyarakat sekitar dan wisawatan domestik untuk mengunjungi objek wisata mengenai situs peninggalan sejarah. Hanya wisatawan dari Eropa
dan Amerika yang tertarik dengan objek wisata Desa Budaya Lingga dan situs peninggalan sejarah lainnya di Kabupaten Karo, dan beberapa wisatawan domestik yang tertarik dengan objek wisata ini.
e. Kurangnya kesadaran masyarakat karena tidak
menjaga barang berharga mereka dan merawat rumah adat tersebut dengan baik.
Peluang (O) a. Desa Budaya Lingga merupakan objek wisata tentang situs peninggalan sejarah yang dimiliki oleh masyarakat Karo. b. Adanya pihak asing yang memberikan modal dalam perawatan dan melestarikan objek wisata Desa Budaya Lingga.
Strategi (SO)
Menggunakan kekuatan untuk menangkap kesempatan.
a. Melestarikan dan
merawat rumah adat Karo dan peninggalan sejarah Karo lainnya dengan baik
dan melibatkan masyarakat dalam mengembangkan Desa Budaya Lingga.
b. Menjalin kerjasama dengan pihak luar dalam perawatan objek tersebut.
Strategi (WO)
Mengatasi kelemahan dengan mengambil kesempatan.
a. Mensosialisakan kepada masyarakat setempat agar merawat dan melestarikan Desa Budaya Lingga dan
supaya dapat menjalankan
pengembangan objek wisata dengan optimal.
Ancaman (T) e. Rendahnya
kesadaran masyarakat
Strategi (ST)
Menggunakan kekuatan untuk menghindari ancaman. a. Mensosialisakan kepada Strategi (WT) Meminimalkan kelemahan dengan menghindari ancaman.
setempat objek wisata bahwa desa mereka merupakan suatu daya tarik wisata sehingga masyarakat setempat lebih dominan kepada pertanian, daripada menguatkan dan melestarikan kebudayaan mereka. f. Kurangnya minat masyarakat sekitar dan wisawatan domestik untuk mengunjungi objek wisata mengenai situs peninggalan sejarah. g. Kurangnya kesadaran masyarakat karena tidak menjaga barang berharga mereka dan merawat rumah adat tersebut dengan baik. h. Terjadinya bencana alam seperti erupsi gunung Sinabung pada tahun 2010 dan 2013.
masyarakat setempat agar merawat dan melestarikan Desa Budaya Lingga dan
supaya dapat menjalankan
pengembangan objek wisata dengan optimal.
a. Meningkatkan Promosi Desa Budaya Lingga baik secara media cetak
maupun media elektronik.
b. Mensosialisakan kepada masyarakat setempat agar merawat dan melestarikan Desa Budaya Lingga dan
supaya dapat menjalankan
pengembangan objek wisata dengan optimal.
Setelah melakukan analisis dengan menggunakan analisis matriks SWOT maka diperoleh isu-isu strategis yang berasal dari kombinasi antara faktor internal dan eksternal dari organisasi. Adapun isu-isu strategis ini merupakan kondisi yang harus diperhatikan kedepannya sebagai langkah untuk pengembangan objek wisata Taman Mejuah-juah, Bukit Gundaling, dan Desa Budaya Lingga. Isu-isu strategis yang ditemukan dari hasil analisis dengan matriks SWOT pada objek wisata Taman Mejuah-juah adalah sebagai berikut :
1. Pengelolaan lahan yang seluas 6 hektar dengan maksimal dapat menjadikan konsep taman kota yang indah dan nyaman bagi masyarakat sekitar objek wisata dan pengunjung. Dengan lahan seluas 6 hektar dapat dijadikan sebagai tempat untuk menanam pepohonan dan bunga-bunga yang indah serta memperbaiki dan menambah wahana permainan. Selain itu hal ini dapat mengurangi lahan kosong yang tidak diurus oleh pengelola Taman Mejuah-juah.
2. Pelestarian lingkungan yang asri sebagai tempat berkumpul dan rekreasi keluarga. Pelestarian lingkungan yang bersih bebas dari sampah untuk taman dan bangku-bangku santai lainnya. Kebersihan Taman Mejuah-juah memang kurang dianggap cukup oleh pengunjung Taman Mejuah-juah, oleh sebab itu, pihak pengelola Taman Mejuah-juah perlu mengadakan penambahan jumlah tong sampah dan menghimbau kepada para pengunjung agar menjaga kebersihan lingkungan objek wisata dan membuang sampah pada tempatnya. Selain itu, perlu juga ditambahkan tanaman pepohonan dan bunga-bunga yang indah di taman yang bunga-bunganya sudah mengalami kerusakan. Dengan
demikian, objek wisata Taman Mejuah-juah akan terbantu untuk kebersihan lingkungannya dan masyarakat sekitar objek wisata dan pengunjung pun akan merasa nyaman berada dilingkungan Taman Mejuah-juah.
3. Memodernisasi wahana permainan sehingga mampu bersaing dengan tempat wisata lainnya. Jaman sudah berubah maka otomatis minat masyarakat untuk sesuatu hal juga berubah. Sama halnya dengan wahana permainan yang ada di Taman Mejuah-juah hendaknya diperbaiki dan di tambah wahana yang baru sesuai dengan selera masyarakat sekarang ini. Sebenarnya Taman Mejuah-juah memiliki sumber daya yang belum dimanfaatkan dengan baik selama ini, namun memiliki potensi yang cukup baik untuk menciptakan wahana baru seperti flying foks. Dengan adanya modernisasi wahana permainan maka objek wisata Taman Mejuah-juah dapat menjadi pilihan masyarakat untuk melakukan rekreasi yang memacu adrenalin.
4. Meningkatkan promosi Taman Mejuah-juah baik melalui media cetak maupun media elektronik. Peningkatan promosi objek wisata Taman Mejuah-juah akan meningkatkan penyebarluasan informasi Taman Mejuah-juah kepada masyarakat luas. Dengan adanya penyebarluasan informasi tersebut maka pengunjung akan tertarik untuk mengunjungi objek wisata Taman Mejuah-juah. Dengan demikian, jumlah pengunjung akan terus meningkat.
5. Melakukan pendekatan dan melibatkan masyarakat sekitar objek wisata dan pengunjung dalam pengembangan objek wisata Taman Mejuah-juah. Masyarakat. Karena masyarakat sekitar objek wisata dan pengunjung merupakan elemen yang penting dalam perkembangan objek wisata Taman Mejuah-juah karena merekalah berperan didalamnya sebagai pelaku pariwisata. Masyarakat sekitar objek wisata dan pengunjung diajak untuk
menjaga dan melestarikan lingkungan objek wisata dengan menjaga kebersihan dan keindahan taman-taman bunga yang ada.
6. Bekerjasama dengan pihak luar untuk meningkatkan pendapatan Taman Mejuah-juah. Melakukan kerjasama dengan pihak luar sangat membantu dalam perkembangan objek wisata Taman Mejuah-juah seperti bekerjasama dengan hotel-hetel dan travel-travel wisata yang ada di Kabupaten Karo, selain dapat meningkatkan pendapatan Taman Mejuah-juah dan juga industri bisnis pariwisata yang bekerjasama dengan pihak pengelola Taman Mejuah-juah dan objek-objek wisata lainnya di Kabupaten Karo juga meningkat.
Isu-isu strategis yang ditemukan dari hasil analisis dengan matriks SWOT pada objek wisata Bukit Gundaling sebagai berikut :
1. Pelestarian lingkungan yang asri sebagai tempat berkumpul dan rekreasi keluarga. Pelestarian lingkungan yang bersih bebas dari sampah untuk taman dan bangku-bangku santai lainnya. Kebersihan Bukit Gundaling memang kurang dianggap cukup oleh pengunjung Bukit Gundaling maka oleh sebab itu pihak pengelola Bukit Gundaling perlu mengadakan penambahan jumlah tong sampah dan menghimbau kepada para pengunjung agar menjaga kebersihan lingkungan objek wisata dan membuang sampah pada tempatnya. Selain itu, perlu juga ditambahkan tanaman pepohonan dan bunga-bunga yang indah di taman yang bunga-bunganya sudah mengalami kerusakan. Dengan demikian, objek wisata Bukit Gundaling akan terbantu untuk kebersihan lingkungannya dan masyarakat sekitar objek wisata dan pengunjung pun akan merasa nyaman berada dilingkungan Bukit Gundaling.
2. Melakukan pendekatan dan melibatkan masyarakat sekitar objek wisata dan pengunjung dalam pengembangan objek wisata Taman Mejuah-juah. Masyarakat. Karena masyarakat sekitar objek wisata dan pengunjung merupakan elemen yang penting dalam perkembangan objek wisata Bukit Gundaling karena merekalah berperan didalamnya sebagai pelaku pariwisata. Masyarakat sekitar objek wisata dan pengunjung diajak untuk menjaga dan melestarikan lingkungan objek wisata dengan menjaga kebersihan dan keindahan taman-taman bunga yang ada.
3. Meningkatkan promosi Bukit Gundaling baik melalui media cetak maupun media elektronik. Peningkatan promosi objek wisata Bukit Gundaling akan meningkatkan penyebarluasan informasi Bukit Gundaling kepada masyarakat luas. Dengan adanya penyebarluasan informasi tersebut maka pengunjung akan tertarik untuk mengunjungi objek wisata Bukit Gundaling. Dengan demikian, jumlah pengunjung akan terus meningkat.
4. Bekerjasama dengan pihak luar untuk meningkatkan pendapatan Bukit Gundaling. Melakukan kerjasama dengan pihak luar sangat membantu dalam perkembangan objek wisata Bukit Gundaling seperti bekerjasama dengan hotel-hetel dan travel-travel wisata yang ada di Kabupaten Karo, selain dapat meningkatkan pendapatan Bukit Gundaling dan juga industri bisnis pariwisata yang bekerjasama dengan pihak pengelola Bukit Gundaling dan objek-objek wisata lainnya di Kabupaten Karo juga meningkat.
5. Memperbaiki prasarana yang sudah ada. Memperbaiki prasarana yang ada di objek wisata Bukit Gundaling dapat memberikan kenyamanan bagi wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Bukit Gundaling tersebut. Selain itu, masyarakat sekitar objek wisata dan
pengungjung diajak untuk merawat dan menjaga sarana dan prasarana yang ada dengan baik agar terciptanya kenyamanan bersama.
6. Mensosialisasikan kepada pedagang agar menjual barang dagangannya dengan harga yang sewajarnya. Dengan demikian, daya beli pengunjung juga akan bertambah dan meningkat seiring dengan peningkatan jumlah pendapatan pedagang tersebut.
Isu-isu strategis yang ditemukan dari hasil analisis dengan matriks SWOT pada objek wisata Desa Budaya Lingga sebagai berikut :
1. Mensosialisakan kepada masyarakat setempat agar merawat dan melestarikan Desa Budaya Lingga agar dapat menjalankan pengembangan objek wisata dengan optimal. Dengan melestarikan dan merawat rumah adat Karo dan peninggalan sejarah Karo lainnya dengan baik, maka generasi penerus juga akan mengetahui bagaimana sejarah dan bentuk-bentuk peninggalan sejarah yang dimiliki oleh nenek moyang mereka dahulu. Karena masyarakat setempatlah yang paling berperan dalam merawat rumah adat dan peninggalan sejarah lainnya dan melestarikan kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat Karo.
2. Meningkatkan promosi Desa Budaya Lingga baik melalui media cetak maupun media elektronik. Peningkatan promosi objek wisata Desa Budaya Lingga akan meningkatkan penyebarluasan informasi Desa Budaya Lingga kepada masyarakat luas. Dengan adanya penyebarluasan informasi tersebut maka pengunjung akan tertarik untuk mengunjungi objek wisata Desa Budaya Lingga. Dengan demikian, jumlah pengunjung akan terus meningkat.
3. Menjalin hubungan kerjasama dengan pihak luar dalam perawatan dan melestarikan rumah adat dan peninggalan sejarah lainnya. Dengan adanya kerjasama dengan pihak luar sangat membantu dalam perbaikan rumah adat yang sudah mulai mengalami kerusakan. Karena perbaikan rumah adat tersebut memerlukan biaya yang tidak sedikit, maka perlu adanya hubungan kerjasama dengan pihak luar.
4.5. Strategi dan Program Pengembangan Objek Wisata Taman Mejuah-juah, Bukit