ANALISIS HASIL PENELITIAN
C. Faktor Pendukung dan Penghambat
Berdasarkan data yang diperoleh di lapangan dapat dikatakan bahwa keunggulan yang dimiliki Pondok Pesantren Pabelan Magelang dapat dilihat menurut beberapa komponen sebagai berikut:
a) Tentang kurikulum keunggulan dalam penerapan kurikulum adalah di MA Pondok Pabelan Magelang kurikulumnya adalah kurikulum modern yaitu dengan adanya 2 kurikulum campuran yang diterapkan di Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Pabelan Magelang, kurikulum KMI (Kulliyatul
Mu‟allimien Al-Islamiyah)yang menjadi ciri khas madrasah dan kurikulum Nasional.Selain itu, madrasah memberikan berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang dapat mengembangkan kemampuan peserta didiknya. b) Keunggulan tenaga pendidik di MA Pondok Pesantren Pabelan Magelang adalah pendidik dari alumni, non-alumni dan bantuan pemerintahan RI sudah sebagian besar telah bersertifikat pendidik. Selain itu juga tidak sedikit guru diminta untuk mengajar di Amerika Serikat untuk studi banding mengenai sistem pendidikan yang ada di pesantren.
c) Dalam hal pendanaan serta sarana dan sarana keunggulannya adalah terdapat banyak bantuan dari pihak luar karena bentuknya kerjasama yang berjalan dengan baik antara pihak madrasah dengan pihak luar, sehingga mereka tidak ragu untuk memberikan bantuan. Keunggulan lainnya adalah
93
madrasah selalu memberikan haknya guru dalam setiap kegiatannya yang dilakukan.
d) Keunggulan dari segi fasilitas adalah fasilitas gedung/bangunan banyak mendapat bantuan dari pihak luar. Sedangkan fasilitas pembelajaran adanya kerjasama antara madrasah dengan lembaga pendidikan luar negeri dengan melakukan pertukaran pelajar misalnya kerjasama dengan Jepang melalui program Jenesys, belum lama ini madrasah Pabelan juga menjalin bekerjasama dengan Korea, dan masih ada beberapa bentuk kerjasama yang dijalin dengan baik antara madrasah dengan lembaga pendidikan lainnya.
Prestasi yang pernah diraih oleh Pondok Pesantren Magelang adalah sebagai berikut:
a) Penghargaan internasional untuk penataan arsitektur “Aga Khan Award for
Architecture” pada tahun 1980 dari presiden Pakistan Dzia-ul Haq.
b) Penghargaan “Kalpataru” untuk penataan lingkungan hidup dari Menteri KLH , Prof. Emil Salim pada tahun 1982 karena berhasil mengajak para siswa/santri untuk menanam pohon.
c) Penghargaan “Mandala Arutala Bhakti Husada” dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia dalam bidang pelayanan kesehatan santri dan masyarakat yang diserahkan langsung oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 27 November 2003.
d) Dari segi hubungan antara madrasah dengan masyarakat adalah sebenarnya hubungan antara kedua pihak sudah baik, misalnya dalam kegiatan S3, Maulud Nabi, dan PHBI masyarakat selalu dilibatkan.
94
Dari beberapa keunggulan dan prestasi yang ada di Madrasah Aliyah Pondok Pabelan Magelang juga tentunya tidak luput dari beberapa kelemahan atau kekurangan yang menjadikan penghambat bagi proses berjalannya pembelajaran. Faktor penghambat yang ada di MA Pondok Pabelan Magelang diantaranya adalah:
a) Dari segi kelembagaan kurangnya komunikasi antara pihak pimpinan dan bawahan yang hal ini berdampak pada kurangnya saling memahami antara kepentingan kelembagaan dengan aspirasi guru.
b) Dari segi tenaga pendidik faktor penghambatnya adalah kurangnya kekompakan dalam hal berpakaian seragam.
c) Dari segi kurikulum kelemahannya adalah kurangnya manajemen waktu. Masih ada beberapa peserta didik di MA Pondok Pabelan masih belum bisa untuk membagi waktu dengan alasan di sini (madrasah) sangat banyak kegiatannya. Jadi peserta didik di MA Pondok Pabelan Magelang masih “keteteran” dalam masalah waktu.
d) Dari segi keuangan kelemahannya adalah kurangnya disiplin siswa tentang pembayaran iuran pondok/madrasah sehingga di akhir tahun siswa santri mempunyai banyak tunggakan. Kelemahan lainnya adalah kadang masih sering terjadi ketidaksesuaian biaya anggaran pengeluaran dengan pengeluaran yang sebenarnya.
95
BAB V PENUTUP
A. KESIMPULAN
Dari uraian dan pembahasan dalam skripsi yang berjudul “Profil Pondok Pesaantren Pabelan Magelang yang Berbasis Pesantren (Studi Kasus Siswa MA pondok Pabelan Magelang)”, setelah dicocokkan jawabannya antara kepala madrasah/guru dengan siswa santri MA Pondok Pabelan menggunakan metode triangulasi, dan warga setempat maka dapat disimpulkan bahwa:
Sistem Pendidikan di MA Pondok Pabelan adalah Pendidikan Berbasis Madrasah dengan tujuan membina dan mengantar santri menjadi manusia yang berakhlakul karimah, menguasai ilmu pengetahuan, dan menjadikan santri sebagai orang yang bermanfaat. Dan untuk mencapai tujuan tersebut pesantren Pabelan menyelenggarakan program (jenjang) pendidikan yang menerapkan sistem kurikulum khas pesantren yaitu KMI (Kulliyatul
Mu‟allimien Al-Islamiyah), yang secara otomatis santri juga akan mengikuti program pendidikan MTs (Madrasah Tsanawiyah) dan MA (Madrasah Aliyah).
Pelaksanaan pendidikan berbasis pesantren di MA Pondok Pabelan sudah sesuai dan berjalan dengan baik. Hal ini bisa diketahui dari hasil akhir (UN/UAM) yang diikuti oleh siswa santri kelas enam (6) dan juga semua
96
komponen-komponen manajemendi MA Pondok Pabelan yang sudah terpenuhi mulai dari kurikulumnya, tenaga pendidiknya, sarana dan prasarananya hingga layanan-layanan khusus yang disediakan oleh madrasah untuk siswa santrinya sudah layak dan memadai.
Selain itu juga kurikulumnya adalah kurikulum pesantren yang pola hidup santri dan aktifitasnya selalu dilingkupi suasana “edukatif”.Asrama
santri, kyai, ustadz, dan guru terdapat di tengah-tengah komplek lingkungan pesantren, sehingga aktifits santri dapat dipantau dan mudah mengadakan pembinaan dan pendampingan.Inilah yang membedakan antara pesantren denga lembaga pendidikan lainnya, sehingga mudah membentuk karakter pribadi yang diharapkan sesuai dengan tujuan pendidikan.
Faktor penghambatnya adalah kurangnya manajemen waktu dan sosialisasi yang dimiliki oleh seorang pemimpin serta kelemahan lainnya yang masih terdapat di MA Pondok Pabelan Magelang. Sedangkan faktor yang menjadi pendukung adalah bentuk kerja sama yang berjalan dengan baik antara pihak madrasah, masyarakat setempat di sekitar Pondok Pabelan dan pemerintah serta sarana dan prasarana yang memadai dan ditambah pula diadakannya beberapa kegiatan ekstrakurikuler yang wajib diikuti oleh semua peserta didik dan tentunya faktor pendukung yang paling penting adalah motivasi baik itu intern maupun ekstern.
B. SARAN
1. Untuk Lembaga
a) Ada baiknya strategi atau kurikulum yang digunakan adalah dengan menerapkan strategi yang menyenangkan dan tidak
97
menyulitkan peserta didiknya. Madrasah harus lebih memperhatikan para peserta didiknya lagi misalnya antara kurikulum yang diterapkan dengan kemampuan peserta didik agar peserta didik mampu mempertahankan semangat belajarnya dan bisa lebih baik lagi dalam mengembangkan kemampuannya.
b) Lembaga harus meningkatkan komunikasi antara atasan (kepala yayasan, kepala madrasah) dengan bawahan (staf guru dan karyawan) agar visi dan misi yang diinginkan dapat tercapai dengan mudah.
c) Memperbaiki atau menata dengan rapi lagi komplek siswa santri ruang kelas.
d) Mempertegas peraturan bagi siswa/santri yang masih melanggar aturan pada saat jam KBM berlangsung dengan memberikan sanksi.
e) Meningkatkan relasi yang baik diantara masyarakat dengan sekolah dan diharapkan melibatkan masyarakat dalam kegiatan keseluruhan agar madrasah selalu mendapat dukungan sepenuhnya dari pihak masyarakat umumnya masyarakat Pabelan.
2. Untuk Tenaga Pendidik
a) Menjaga kekompakan dan disiplin yang baik. Karena guru adalah teladan untuk peserta didiknya.
3. Untuk Peserta Didik
98
b) Menjaga kedisiplinan agar dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dengan nyaman sehingga dapat berkonsentrasi.
99