BAB IV : PEMBAHASAN
B. Faktor Pendukung dan Penghambat Dalam Pembinaan Akhlak
Masyarakat Ngaglik RW 02
Dalam melaksanakan suatu ibadah itu memerlukan keikhlasan agar ketika menjalankan ibadah bisa kusyuk dan tenang. Karena dalam urusan ibadah manusia membutuhkan motivasi dan dorongan supaya menjadi penyemangat dalam menjalankan aktifitas serta kelangsungan hidup. Faktor paling utama yaitu dimulai dari diri sendiri yang dapat mengubah dan menata hati menjadi lebih baik. Akan tetapi manusia tidaklah mampu untuk hidup sendiri, manusia membutuhkan manusia yang lain untuk menjadi teman hidup serta saling berbagi. Begitu juga setiap aktifitas atau suatu kegiatan manusia pasti mempunyai hambatan dalam menjalankannya, karena hambatan membuat segala aktifitas kurang maksimal dan tidak efektif. Hal ini dapat dibuktikan dengan wawancara bersama bapak Mad dan ketua takmir masjid yang mengatakan:
“Faktor penghambat dalam kegiatan pengajian dapat dilihat dari diri sendiri yaitu adanya kejenuhan dalam suatu majlis, karena tidak adanya pergantian pemateri/ustadz dan hanya monoton saja. Maka
kejenuhan membuat berkurangnya jama‟ah dan berangkatnya pun
hanya kadang-kadang”(Rabu, 17 Mei 2017). “Faktor pendukung dalam berjalannya kegiatan masjid yaitu adanya kekompakan masyarakat sekitar RW 02 untuk berkumpul ke majelis pengajian,
adanya rasa ingin tahu dalam mengembangkan ilmu keagamaannya dan adanya rasa ingin bersosialisasi kepada masyarakat untuk
mensyiarkan agama Islam” (Senin, 22 Mei 2017).
Dari hasil wawancara di atas dapat membuktikan bahwa setiap kegiatan pasti memiliki faktor penghambat dan pendukung dalam berjalannya kegiatan tersebut agar berjalan dengan lancar dan tersusun. Pada dasarnya manusia memiliki kekurangan dan kelebihan sendiri- sendiri, maka dari itu kegiatan yang diadakan harus sesuai dengan kondisi dan lingkungan setempat. Dalam lingkungan masyarakat sekitar bahwa manusia itu adalah makhluk sosial, dimana hidup saling mengingatkan dan saling bertukar pemikiran. Bukan hanya sebagai makhluk yang meikirkan keperluan diri sendiri akan tetapi juga harus peduli dengan lingkungan sekitar. Dalam hal ini sebagai umat Islam harus saling mencontoh serta mengajak satu sama lain dalam hal kebaikan terutama dalam hal beribadah kepada Allah SWT.
Berkaitan dengan pembinaan akhlak masyarakat tersebut, ada beberapa faktor yang mempengaruhi proses tersebut. Yaitu faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung dan penghambat sebagai berikut :
1. Faktor Pendukung
a) Adanya Masjid
Masjid sebagai tempat belajar mengajar, khususnya
ilmu agama yang merupakan fardlu‟ainbagi umat Islam.
Masjid An-Nida didirikan pada tanggal 1 Januari 1976 oleh Bapak KH. Ali As‟ad, sampai sekarang usianya 41
tahun.Disamping itu masjid juga sebagai belajar ilmu-ilmu lain, baik ilmu alam, sosial, humaniora, keterampilan dan lain sebagainya dapat diajarkan di masjid.
b) Tersusunnya Program Kegiatan di Masjid
Kegiatan akan berjalan dengan baik dan lancar apabila direncanakan serta adanya program dengan baik dan dan tersusun. Sehingga kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan akan tercapai tujuannya sehingga mendapatkan hasil sesuai yang diharapkan. Dalam program kegiatan yang diadakan pengurus takmir masjid disesuaikan dengan lingkungan, kondisi, tempat dan waktu yang tepat.
c) Tersedianya dana yang memadai
Dana merupakan hal yang paling penting dalam hal apapun. Karena tanpa dana yang cukup, tidak mungkin suatu kegiatan akan berjalan dengan baik dan sesuai progranm dan rencana yang disusun. Dana masjid An-nida di dapat dari uang infak masyarakat Ngaglik. Bukan hanya dari infak namun di serambi masjid telah disediakan kotak amal bagi para jama‟ah sehingga uang yang terkumpul bisa digunakan untuk membantu orang yang membutuhkan tau digunakan untuk hal yang bermanfaat bagi masyarakat.
d) Komunikasi dan kerjasama
Komunikasi dan kerjasama atar pengurus takmir masjid, remaja masjid, dan jama‟ah sudah berjalan dengan baik.
Sehingga dengan diadakannya kegiatan ini mampu mewujudkan nilai pendidikan Islam masyarakat yang baik.
e) Jumlah Jama‟ah
Masyarakat yang tinggal di dusun Ngaglikmayoritas beragama Islam. Masyarakatnyapun sangat antusias mengikuti beberapa kegiatan yang diselenggarakan oleh takmir An-nida. Tidak hanya masyarakat dalam saja yang mengikuti, tetapi daerah lain juga.
Hal ini dapat dibuktikan dari hasil wawancara penulis dengan beliau ibu Tiah dan masyarakat sekitar masjid An-nida beliau mengatakan sebagai berikut:
“Salah satu faktor pendukung dalam berjalannya kegiatan rutinan
yaitu adanya sarana dan prasarana yang cukup, jarak atau tempat yang kegiatan dekat atau mudah dijangkau, adanya ustadz yang cukup berpengalaman, dan tempat ibadah yang nyaman sehingga
membuat para jama‟ah pengajian menjadi semangat dalam menghadiri majelis”(Jum‟at, 19 Mei 2017).“Dengan diadakannya
kegiatan di masjid yang bertujuan untuk membina akhlak masyarakat mampu menjadi contoh atau iming-iming untuk lebih meningkatkan ibadah serta berlomba-lomba dalam
kebaikan”(Kamis, 18 Mei 2017).
Dari hasil wawancara di atas telah mmbuktikan bahwa banyak faktor yang dapat mendukung berjalannya kegiatan yang telah diadakan di masjid An-nida. Seperti kegiatan keagamaan, sosial, ataupun kegiatan individu, agar mendorong diri untuk semangat dalam melakukan aktifitas, dengan adanya suatu kegiatan diperlukan adanya sarana dan prasarana yang sesuai sehingga menjadi salah satu alasan untuk memperlancar berjalannya kegiatan yang ada. Yang paling terpenting adalah sesama
muslim harus saling mengingatkan dan sling menasehati dalam hal kebaikan, karena manusia diciptakan bukan untuk hidup sendiri akan tetapi untuk hidup saling membutuhkan dan membantu satu sama lain, baik dalam ibadah ataupun dalam hal sosial bermasyarakat.
2. Faktor Penghambat
Adapun yang menghambat proses kegiatan keagamaan di masjid yang dilaksanakan oleh Takmir Masjid An-nida yaitu :
a) Kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengikuti kegiatan- kegiatan secara rutin. Karena adanya kesibukan bekerja sehingga keterbatan waktu untuk menghadiri majelis
b) Penggunaan metode yang monoton dan kurang bervariasi. Terkadang
kegiatan tersebut semakin lama semakin membuat jama‟ah
jenuh. Sehingga kegiatannya terasa monoton. (observasi dan wawancara dengan ketua takmir masjid An-nida dan masyarakat Ngaglik RW 02)
Selain itu terdapat pula faktor penghambat dalam berjalannya kegiatan yang di dapat dari hasil yang dihimpun oleh peneliti dan hasil wawancara dari beliau ustadz bapak Kedi. Hal ini dibuktikan sesuai dari isi wawancaranya yang mengatakan sebagai berikut:
“Kurangnya kesadaran peserta pengajian, sehingga kurang
mepreoritaskan kegiatan keagamaan karena adanya kesibukan dari masing-masing orang”(Kamis, 18 Mei 2017).
Hal serupa juga dikatakan oleh peserta jama‟ah mengatakan sebagai berikut:
“Rasa malas juga bisa mempengaruhi dalam menjalankan
kegiatan, maka dari itu mulailah dari diri sendiri untuk melatih hati supaya terikat dengan masjid sehingga kaki terasa mudah dan ringan jika melangkah untuk menuntut ilmu keagamaan dan adanya kejenuhan masyarakat dalam menghadiri majelis karena materi dan ustadznya dalam menyampaikan monoton
saja atau kurang menyenangkan”(Minggu, 20 Mei 2017).
Dari hasil wawancara di atas telah membuktikan bahwa faktor penghambat dalam berjalannya kegiatan dalam hal apapun harus disertai dengan keikhlasan dan hati yang legowo dalam bahasa jawanya, karena dimulai dari hatilah semua aktfitas dan pekerjaan bisa dikerjakan dengan hati yang nyaman. Setiap muslim harus berusaha untuk memberikan kontribusi dan peranan yang nyata dan bermanfaat sehingga hidup di masyarakat merupakan sebuah momen dan kesempatan untuk mengaktualisasikan kemampuan dirinya dalam berbuat baik dan beramal saleh. Adapun yang dikendaki dalam Islam yaitu bahwa pada akhirnya seoarang muslim itu akan dirasakan benar arti kehadiran dan keberadaan dalam sebuah masyarakat yang terjalin dengan harmonis.
78
A. Kesimpulan
Berdasarkan pada hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti, mengenai peran takmir masjid An-nida dalam pembinaan akhlak pada masyarakat secara umum, dapat disimpulkan sebagai berikut: 1. Peran Takmir Masjid An-nida memiliki peran bagi masyarakat dalam
pembinaan akhlak masyarakat yaitu dengan diadakannya kegiatan- kegiatan yang mampu membina akhlak masyarakat RW 02 melalui program-program yang ada pada masjid ini baik dari segi keislamannya, sosial, pendidikan, yang bertujuan untuk kemakmuran masyarakat, dan menjadi tempat berkumpulnya umat Islam untuk berdakwah sesuai syari‟at Islam, diantaranya takmir masjid An-nida menyelenggarakan pengajian rutinan tiap hari, tiap bulan, dan tahunan, menyelenggarakan pengajian taklim, pengajian Akbar, tadarus di bulan Ramadhan dan menyelenggarakan santunan anak yatin setiap tahunnya serta beberapa kegiatan lainnya.
2. Faktor pendukung dalam pembinaan akhlak pada masyarakat ,yaitu
tersusunnya program kegiatan, jumlah jama‟ah yang banyak dan selalu aktif, adanya komunikasi dan kerja sama yang baik antara
takmir masjid, remaja masjid dan jama‟ah di masyarakat. Sedangkan
faktor penghambatnya yaitu kurangnya kesadaran masyarakat untuk mengikuti kegiatan secara rutin dan metode pembelajaran yang monoton dan tidak bervariasi.
B. Saran
Setelah penulis mengadakan penelitian dan pengamatan tentang peranmasjid dalam pembinaan akhlak masyarakat Ngaglik RW 02, maka penulis ingin menyampaikan saran-saran demi perbaikan dan kemajuan: 1. Pengurus Takmir Masjid
Kepada takmir masjid untuk lebih meningkatkan dan menghidupkan lagi kegiatan-kegiatan yang sudah berjalan. serta lebih menguatkan kekompakan antara sesama pengurus masjid, remaja, dan masyarakat.
2. Jama‟ah dan Masyarakat RW 02
Kepada jama‟ah agar selalu senantiasa menghadiri shalat lima waktu secara berjama‟ah dan masyarakat RW 02 ikut berpartisipasi dalam berbagai kegiatan-kegiatan yang sudah tersusun secara rutin untuk meningkatkan keimanan dan memperluas ilmu keagaman dan penetahuan umum.
Abdullah, Yatimin. 2007. Studi Akhlak dalam Perspektif Al-Qur‟an, Jakarta: Amzah.
Abu Bakar, H. 2007. Manajemen Masjid Berbaris II H. Abu Bakar. Yogyakarta : Arina.
Al-Qahthani, Dr. Sa‟id bin Ali bin Wahf. 2003. Adab Dan Keutamaan Menuju Dan Di Masjid. Terj. Muhlisin Ibnu Abdurrahim. Bandung: Irsyad Baitus Salam.
Aminudin dkk. 2005. Pendidikan Agama Islam untuk Perguruan Tinggi Umum, Bogor: Ghalia Indonesia.
Amiruddin.T, Supardi. 2001. Menejemen Masjid Dalam Pembangunan Masyarakat Optimalisasi Peran dan Fungsi Masjid. Yogyakarta: UII Press.
Arikunto, Suharsini. 1998. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Azmi, Muhammad. 2006. pembinaan Akhlak Anak Usia Pra Sekolah, Yogyakarta: Belukar.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1988.
Hidayat, Nur, M. Ag. 2015. Akidah Akhlak Dan Pembelajarannya. Yogyakarta: Penerbit Ombak.
Ishomudin, DR. 1997. Sosiologi Perspektif Islam. Jakarta: PT. Ghalla Indonesia dan UMM Press.
Jurnal Kurniawan, Syamsul. 2014. Masjid Dalam Lintasan Sejarah Umat Islam.
Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi 3. 2007. Departemen Pendidikan Nasional. Balai Pustaka
Moeleong, Lex.j. 1989. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosda Karya.
Roqib A,dkk. 2005. Pemberdayaan Pesantren. Yogyakarta: Pustaka Pesantren
Sidi Gazalba, 1976. Masjid Pusat Ibadah dan Kebudayaan Islam, Jakatra: putra Aksara
Skripsi Hermawan, Adi. 2010/2011. Peran Masjid Sebagai Pusat Pendidikan Islam Dalam Pembentukan Akhlak Remaja.
Skripsi Indah Kurniawati. 2010. Peran Masjid Dalam Pemberdayaan
Kesejahteraan Masyarakat di Masjid Nurus Sa‟adah Dliko Indah
Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga Tahun 2010.
Susanta, Gatut, dkk. 2008. Cara Cerdas Memakmurkan Masjid. Jakarta : Penebar Plus Wisma Hijau.
Yani, Ahmad H.Drs. 2009. Panduan Memakmurkan Masjid. Jakarta: Gema Insani.
Yani, Ahmad H.Drs. 2009. Panduan Memakmurkan Masjid. Jakarta: Gema Insani.
DOKUMENTASI
Masjid An-nida
Kegiatan-Kegiatan di Masjid An-nida
Pengajian tafsir rutinan
Mengaji dan muroja‟ah Al-qur‟an
Pengajian rutinan seminggu sekali
Pengajian rutinan di bulan Ramadhan
Kegiatan silaturahmi Ponpes An-nida dengan tokoh agama dan
masyarakat
DAFTAR NILAI SKK
Nama : Febriani Indah Pratiwi Progdi : PAI
Nim : 111-13-077 Dosen PA : Drs.Bahroni, M.Pd.
NO Jenis Kegiatan Tanggal Sebagi Nilai
1. OPAK STAIN Salatiga 2013 “ Rekontruksi Paradigma
Mahasiswa yang Cerdas, Peka
dan Peduli” 26-27 Agustus 2013 Peserta 3 2. OPAK TARBIYAH 2013 “ Menjunjung Tinggi Nilai-Nilai Kearifan Lokal Sebagai
Identitas Pendidikan Indonesia”
29 Agustus 2013 Peserta 3 3. LIBRARY USER EDUCATION (Pendidikan Pemakai Perpustakaan) 16 September 2013 Peserta 2 4. Piagam Penghargaan
Penerimaan Santri Baru Ponpes An-nida “Menjalin Silaturahmi
di Pesantren” 23 September 2013 Peserta 2 5. PIAGAM PENGHARGAAN
“Diskusi Pondok Pesantren
Putra Putri An-nida”
9 November 2013
Peserta
2
6. PIAGAM PENGHARGAAN
“Riyadhoh Santri Pondok
Pesantren Putra Putri An-nida”
01 Desember 2013
Panitia
3
7. PIAGAM PENGHARGAAN
“Lomba Pidato Bahasa
Indonesia dan Bahasa Jawa
15 Desember 2013
Peserta
Tingkat Mahasiswa Pondok An-NIda
Kota Salatiga”
8. Surat Keputusan Pengasuh Pondok Pesantren An-Nida tahun 2011/2013 2 Januari 2014 Devisi HUMAS (Hubungan Masyarakat) 4
9. Surat Keputusan Pengurus TPQ An-Nida tahun 2014
7 Januari 2014 Sekretaris
4 10. PIAGAM PENGHARGAAN
PRA (Pondok Ramadhan
Anak) “Menjalin Kebersamaan di Bulan Ramadhan”
18-20 Juli 2014 Panitia
3
11. Traning Dasar Kepribadian Pondok Pesantren An-Nida Kota Salatiga “Membentuk
Karakter Islami” 4-5 Agustus 2014 Panitia 3 12. PIAGAM PENGHARGAAN “LOMBA 17 Agustus 2015” 18 Agustus 2014 Panitia 3 13. PIAGAM PENGHARGAAN
“Buka Bersama Anak-anak TPQ An-nida”
23 Agustus 2014 Panitia
3
14. Piagam Penghargaan
Penerimaan Santri Baru Ponpes An-nida “Keakraban Dalam
Membentuk Akhlak”
6-7 September 2014
Panitia
3
15. Piagam Penghargaan PRA
Ibtiba‟ (LDK)
“Bedah Buku Membidik Bintang”
01 Oktober 2014 Peserta
16. PIAGAM PENGHARGAAN LOMBA KEBERSIHAN KAMAR “Kebersihan Sebagian dari Iman”
9 Oktober 2014 Peserta
2
17. SEMINAR NASIONAL ENTREPRENEURSHIP
“Gerakan Pramuka Racana Kusuma Dilaga” 16 November 2014 Peserta 8 18. PIAGAM PENGHARGAAN
“Pendidikan Anggota Dasar
(PAD) Al-Khidmah Kampus
Kota Salatiga”
6-7 Desember 2014
Peserta
2
19. Piagam Penghargaan Lomba Malam Kreasi
“Tunjukan Bakatmu”
17 Februari 2015 Panitia
3
20. Surat Keputusan Pengurus TPQ An-Nida tahun 2015
27 Maret 2015 Sekretaris
4 21. PIAGAM PENGHARGAAN
“Pentas Seni Musicalisasi
Ponpes An-nida”
03 Mei 2015 Panitia
3
22. Seminar Daurah Mar‟atus
Sholihah “Aktualisasi Dakwah
dalam Membentuk Generasi yang Bertaqwa, Berilmu, dan
Berakhlak Mulia”.
04 Mei 2015 Peserta
2
23. Seminar Bedah Buku
“Aktualisasi Dakwah dalam
Membentuk Generasi yang Bertaqwa, Berilmu, dan
Berakhlak Mulia”.
05 Mei 2015 Peserta
2
24. Traning Dasar Kepribadian Pondok Pesantren An-Nida
19-20 September 2015
Kota Salatiga “Membentuk Pribadi yang Muslin dan
Kamil”
25. IAIN Salatiga Bersholawat dan
Orasi Kebangsaan “Menyemai
Nilai-Nilai Islam Indonesia Untuk Memperkokoh NKRI dalam Mewujudkan Baldatun
Toyyibatun Warobbun Ghofur”
06 November 2015
Peserta
2
26. PIAGAM PENGHARGAAN
“Riyadhoh Santri TPQ An-nida
Salatiga”
24 Januari 2016 Panitia
3
27. Piagam Penghargaan Pondok Ramadhan Anak (PRA XIV TPQ An-Nida) “ Berkah, Ceria
di Bulan Ramadhan”
24 April 2016 Panitia
3
28. SEMINAR NASIONAL Milad LDK ke-14 “Esensi Dakwah
Kontemporer”
21 Mei 2016 Peserta
8
29. PIAGAM PENGHARGAAN Pondok Ramadhan Anak
(PRA) “Warna warni Keindahan Ramadhan”
17-20 Juni 2016 Panitia
3
30. Diskusi Santri An-Nida
“Dodolan Agama”
23 Juni 2016 Peserta
2
31. PIAGAM PENGHARGAAN
“Pelatihan Iqro‟ Kibar SD
26 Juli 2016 Peserta
Muhamadiyah Plus Kota
Salatiga”
32. SEMINAR NASIONAL
EDUPRENEURSHIP “Strategi
Marketing Kunci Sukses
Wirausaha”
13 November 2016
Peserta
8
33. Praktikum Mata Kuliah Kewirausahaan (Mahasiswa PAI, PGMI, PGRA) “Keren itu Mahasiswa Kreatif, Inovatif, Mandiri dan Berani
Berwirausaha” 14 Desember 2016 Peserta 2 34. PIAGAM PENGHARGAAN
“Rihlah Santri TPQ An-nida
Salatiga”
28 Mei 2017 Panitia
3
35. Pengajian Akbar Ramadhan
1438 H “Menyiapkan Diri
Menjadi Menjadi Generasi
Khairul Ummah”
14 Juni 2017 Peserta
2
36. Piagam Penghargaan Amalan Ramadhan Ponpes An-nida
“Dedikasi Santri Bertabur Inspirasi”
18-21 Juni 2017 Peserta
2
37. PIAGAM PENGHARGAAN Pondok Ramadhan Anak (PRA)
9-11 Juni 2017 Panitia