• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor Pendukung dan Penghambat dalam Rekrutmen dan

BAB III METODE PENELITIAN

B. Temuan Khusus dan Pembahasan

2. Faktor Pendukung dan Penghambat dalam Rekrutmen dan

ditentukan dari Pimpinan Yayasan dan tinggal menempatkan saja, kalau langsung dari Pimpinan Yayasan kita tidak bisa meminta tenaga pendidik agar ditempatkan yang sesuai dengan kualifikasi pendidikannya.” (Wawancara 1 Mei 2018).

Hal serupa yang dijelaskan oleh Bapak Izzi Azizi sebagai tenaga pendidik di Madrasah Tsanawiyah An-Nur Tangkit :

“Penempatan tenaga pendidik yang menentukan adalah Pimpinan Yayasan An-Nur Tangkit, namun pihak Madrasah Tsanawiyah juga tetap menentukan kebijakan sendiri dengan cara mengusulkan ke Pimpinan Yayasan sesuai dengan analisis kebutuhan. Makanya ada yang tidak sesuai dengan kualifikasi pendidikan, salah satunya saya sendiri, kelulusan dari Sastra Inggris, sekarang mengajar dibidang mata pelajaran Ekonomi.”

(Wawancara 5 Mei 2018).

Ditambah oleh Bapak Agus Purwanto sebagai tenaga pendidik di Madrasah Tsanawiyah An-Nur Tangkit:

“Penempatan tenaga pendidiknya dari Pimpinan Yayasan Langsung, karena saya sendiri tidak ditempatkan sesuai dengan jurusan saya karena saya tamatan Bahasa Indonesia tapi saya mengajar pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.

Awalnya saya bingung dengan tugas yang diberikan, tapi di Yayasan Pondok Pesantren ini apabila tidak sesuai dengan bidang jurusannya, sebelum mengajar diperkenankan untuk belajar terlebih dahulu pada tenaga pendidik yang memang menguasi dibidang mata pelajaran yang diberikan.” (Wawancara 7 Mei 2018).

Berdasarkan hasil wawancara diatas banyak tenaga pendidik yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya karena proses penerimaannya bukan dari pihak Madrasah Tsanawiyah. Jadi dapat disimpulkan bahwa proses penerimaan dan penempatan tenaga pendidik di Madrasah Tsanawiyah An-Nur Tangkit ditentukan oleh Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren An-Nur Tangkit.

2. Faktor Pendukung dan Penghambat dalam Rekrutmen dan

rekrutmen dan penempatan tenaga pendidik di Madrasah An-Nur Tangkit.

Berdasarkan hasil penetilian yang ditemukan di lapangan bahwa terdapat beberapa faktor pendukung dan penghambat dalam rekrutmen dan penempatan tenaga pendidik di Madrasah Tsanawiyah An-Nur Tangkit.

a) Faktor pendukung terdiri dari dua yaitu faktor internal dan faktor ekternal.

1) Faktor internal meliputi:

(a) Pimpinan pondok pesantren

Berdasarkan pengamatan peneliti di lapangan pimpinan pondok sangat berperanan aktif dalam perencanaan rekrutmen guru dan penempatannya dengan memberikan masukan dan pengarahan kepada para bawahan dan staf-staf yang ada di Pondok Pesantren An-Nur. Sebagaimana yang dikatakan oleh Bapak Sajidullah Ma’sum sebagai Kepala Madrasah Tsanawiyah An-Nur Tangkit:

“Dalam proses rekrutmen, penempatan tenaga pendidik maupun tugas dan tanggungjawab kita tetap bekerja sama langsung dengan Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren An-Nur Tangkit sesuai dengan kebijakan dan tata kerja Yayasan Pondok Pesantren An-Nur Tangkit.” (Wawancara 10 Mei 2018).

Madrasah Tsanawiyah An-Nur Tangkit telah bekerja sama langsung dengan Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren An-Nur Tangkit.

(b) Pendidik dan Tenaga Kenpendidikan

Selain pimpinan pondok pesantren guru dan pegawai juga mempunyai andil besar dalam memberikan masukan dan sekaligus menjadi tim rekrutmen dan penempatan tenaga pendidik.

2) Faktor Eksternal meliputi:

(a) Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah banyak memberikan dampak positip bagi seluruh kehidupan umat manusia. Sehingga memberikan motivasi kepada pihak

pesantren untuk mengadakan rekrutmen dan penempatan tenaga pendidik. Dengan tujuan dapat merekrut dan menempatkan guru dan pegawai yang berkualitas.

(b) Masyarakat dan Wali Murid

Berdasarkan pengamatan peneliti di lapangan banyak dukungan yang diberikan masyarakat sekitarnya, terutama para wali murid. Kaitannya dengan perencanaan rekrutmen adalah masyarakat dan wali murid memberikan dukungan berupa kepercayaan mereka kepada Pondok Pesantren An-Nur dalam mendidik anak-anak mereka yang mana membuat para calon tenaga pendidik yang akan melamar menjadi lebih bersemangat.

Dari hasil pengamatan peneliti di lapangan lokasi penelitian, maka diperoleh gambaran mendasar tentang rekrutmen dan penempatan tenaga pendidik di Madrasah Tsanawiyah An-nur Tangkit tersebut mempunyai fator-faktor pendukung.

Adapun faktor-faktor yang sangat relevan dengan penelitian ini dapat diklasifikasikan menjadi dua faktor, yaitu faktor internal dan eksternal.

Adapun yang dimaksud dengan dengan kedua hal diatas yaitu bahwa faktor internal adalah faktor yang muncul yang berasal dari dalam lingkungan Pondok Pesantren An-nur (pengasuh, pendidik, tenaga kependidikan, pengurus dan lain-lain). Pendidik dan tenaga kependidikan, pengajar dan pendidik Madrasah Tsanawiyah An-nur Tangkit berkeinginan untuk meningkatkan efesiensi dan efektifitas proses belajar mengajar, maka diperlukan pendidik yang profesional.

Berangkat dari kondisi ini Madrasah Tsanawiyah An-nur Tangkit harus merekrut dan menempatkan tenaga pendidik yang handal, berpengalaman, dan profesional.

Sedangkan faktor eksternal adalah faktor-faktor yang datang dari luar (budaya, masyarakat, ilmu pengetahuan, teknologi dan lain sebagainya). Yang mana hal ini tidak terdapat dalam lingkup sistem pendidikan Pondok Pondok Pesantren An-nur Tangkit.

Faktor eksternal yang menyebabkan adanya rekrutmen pendidik dan penempatan tenaga pendidik sebagai berikut;

1) Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pada era sekarang, di era globalisasi informasi juga era kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah menuntut semua dimensi dari kehidupan yang ada untuk merespek dan mengantisipasinya. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi telah banyak memberikan dampak positif bagi seluruh kehidupan umat manusia. Pesantren sebagai salah satu dari lembaga pendudukan yang mencetak sumber daya manusia tidak terlepas dari tuntutan diatas, dimana pesantren dituntut untuk mampu menghasilkan SDM yang mumpuni dalam ilmu pengetahuan dan teknologi. Sehingga ditengah perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, pesantren akan tetap mewarnai dinamika perkembangan tersebut, melalui aktivitas dan out put pendidikanya.

2) Masyarakat dan wali murid.

Dalam perkembangan dan kemajuan pendidikan Pondok Pesantren An-nur tidak terlepas dari sumbangsih masyarakat sekitarnya, terutama wali murid. Dengan demikian mereka adalah salah satu faktor untuk mengembangkan pendidikan dalam rangka pencapaian pendidikan nasional khususnya Madrasah Tsanawiyah An-nur Tangkit.

b) Hambatan yang dihadapi

Kendala yang dihadapi dalam rekrutmen dan penempatan tenaga pendidik oleh Tim Rekrutmen dalam melaksanakan tugasnya tidak banyak. Kendala yang muncul ketika ada salah satu pelamar yang punya hubungan kerabat dengan salah satu guru senior, sekolah ataupun Yayasan, dan ada “pesanan” kerabatnya untuk diloloskan menjadi beban mental tersendiri bagi Tim Rekrutmen untuk tetap berlaku adil dan transparan.

Semakin besar suatu organisasi akan semakin besar pula permasalahan dalam proses rekrutmen sumber daya manusia yang akan dihadapi. Yayasan Pondok Pesantren An-Nur Tangkit merupakan organisasi yang besar.Untuk itu peneliti ingin mengetahui hambatan dalam proses rekrutmen. Pimpinan Yayasan

Pondok Pesantren An-Nur Tangkit menjelaskan mengenai hambatan proses rekrutmen tenaga pendidik adalah :

“Hambatan yang kami rasakan adalah sulitnya mendapatkan tenaga pendidik pada beberapa bidang mata pelajaran umum, dikarenakan calon tenaga pendidik yang mendaftar belum memenuhi kriteria yang di inginkan lembaga”(wawancara 25 Maret 2018).

Kepala MTs An-Nur Tangkit menambahkan:

“Hambatan dalam proses rekrutmen tenaga pendidik di Mts ini, juga diantaranya disebabkan oleh adanya kebijakan promosi dari dalam, dimana lowongan-lowongan calon tenaga pendidik yang dibutuhkan diisi oleh para alumni Pondok An-Nur Tangkit itu sendiri, dan gaya promosi pondok yang belum memanfaatkan teknologi internet yang ada, yang hanya menggunakan sistem promosi secara internal, mouth to mouth dan kekeluargaan saja, hal tersebut dilakukan oleh Pimpinan Yayasan dengan alasan Pimpinan khusus tersendiri”

(wawancara 30 April 2018).

Bapak Sajidullah Ma’sum selaku Kepala Sekolah menjelaskan bahwa:

“Selama rekrutmen dan penempatan guru kendala yang dihadapi tidak banyak, paling nanti kalau ada salah satu pelamar yang punya hubungan kerabat dengan salah satu guru ataupun petinggi di sekolah ataupun Yayasan, nanti ada yang berusaha untuk diloloskan, tapi hal ini bukan menjadi masalah yang berarti.” (Wawancara 10 Mei 2018).

Senada dengan Bapak Saddam Husein, selaku Sekretaris Kepala Sekolah, mengatakan bahwa:

“Tidak ada kendala makro, paling kendala mikro, contohnya ada dari pelamar bahwa dia adalah teman atau saudara dari guru di Pondok Pesantren An-Nur.”

(Wawancara 10 Mei 2018).

Hambatan-hambatan yang terdapat pada proses rekrutmen tenaga pendidik di MTs An-Nur Tangkit, yang menyebabkan calon tenaga pendidik di MTs An-Nur Tangkit jumlah pelamarnya sangat terbatas, antara lain :

a) Karena adanya kebijakan promosi dari dalam oleh Pondok Pesantren An-Nur Tangkit

Dengan adanya kebijakan ini, lowongan-lowongan atau posisi kosong yang ada diisi oleh para alumni, yang sudah lama menjadi santri di Pondok Pesantren An-Nur Tangkit tersebut. Dan tentunya MTs Tersebut tidak usah lagi mencari sumber-sumber calon tenaga pendidik dari luar lembaga atau organisasi. Sehingga kemungkinan memperoleh calon tenaga pendidik baru dengan pendekatan baru, pandangan atau pemikiran yang baru, keahlian dan keterampilan baru jumlahnya sangat terbatas.

b) Dikarenakan oleh adanya gaya promosi Pondok Pesantren An-Nur Tangkit dalam merekrut calon tenaga pendidik baru.

Gaya promosi Pondok Pesantren tersebut yang belum memanfaatkan teknologi informasi dari internet, karena gaya promosi Pondok Pesantren ini hanya menggunakan sistem internal yang biasanya calon tenaga pendidik baru direkrut dari alumni Pondok itu sendiri, sistem dari mulut ke mulut (Mouth to Mouth) yaitu calon tenaga pendidik yang diambil dari mahasiswa atau alumni instansi-instansi khusus yang telah di percaya oleh Pimpinan Yayasan, seperti UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi dan STAI Ma’arif. Dan sistem kekeluargaan yaitu orang-orang terpercaya dimana bila memiliki keluarga yang dianggap mampu dan berkompeten di bidangnya yang sesuai dengan kriteria dan bidang yang di butuhkan oleh Pondok atau MTs An-Nur Tangkit. Jadi, informasi dalam proses rekrutmen calon tenaga pendidik di MTs Tersebut kurang tersebar luas, sehingga sangat sedikit yang mendaftar,sehingga MTs tersebut cukup sulit untuk mendapatkan kriteria yang sesuai dengan kebutuhan.

c) Adanya kesulitan atau langkanya dalam mendapatkan keahlian dan keterampilan tertentu calon tenaga pendidik oleh Mts An-Nur Tangkit

Di pasaran kerja khususnya dalam dunia pendidikan, tersedia atau tidaknya orang memilih pengetahuan dan keterampilan tertentu itu tidaklah konstan, bisa saja suatu ketika terjadi kelangkaan orang memiliki keahlian tertentu. Adanya

persyaratan calon tenaga pendidik tertentu yang harus di miliki oleh pelamar, harus disesuaikan dengan kebutuhan MTs An-Nur Tangkit. Seperti: referensi pengalaman kerja, referensi keahlian, dan pendidikan terakhir yang belum sesuai dengan yang diharapkan oleh lembaga. Contoh: MTs An-Nur Tangkit sedang membutuhkan calon tenaga pendidik yang benar-benar menguasai mata pelajaran biologi dan fisika, pada ijazah memang tertulis lulusan biologi atau fisika tapi ketika implementasi di depan kelas, belum cukup maksimal dalam memahami mata pelajaran tersebut. Sehingga MTs An-Nur Tangkit tersebut belum mendapatkan calon tenaga pendidik yang sesuai dengan keahlian di bidangnya.

Dapat penulis analisis bahwa adanya hambatan pada proses rekrutmen yang terjadi karena kebijakan promosi dari dalam mengakibatkan MTs tersebut dalam memperoleh tenaga baru dengan pandangan baru, keahlian dan keterampilan baru sangat terbatas. Dan gaya promosi Pondok Pesantren An-Nur Tangkit tersebut yang lebih kepada sistem internal, mouth to mouth dan kekeluargaan mengakibatkan informasi yang di butuhkan MTs tersebut kurang tersebar luas, sehingga sangat sedikit calon pelamar yang mendaftar dan sulitnya MTs tersebut dalam menemukan tenaga pendidik pada mata pelajaran khususnya pada bidang mata pelajaran umum bisa salah satunya disebabkan oleh minimnya peminat pada mata pelajaran tersebut karena belum adanya pelamar yang benar-benar mengusai mata pelajaran pada bidang tersebut.

Berkaitan dengan orientasi pekerjaan, maka Madrasah Tsanawiyah An-nur Tangkit berpegang teguh untuk selalu meningkatkan mutu. Semua proses rekrutmen adalah bertujuan untuk peningkatan mutu pendidikan di Madrasah Tsanawiyah An-nur Tangkit. Dengan demikian, kendala yang ada saat proses rekrutmen seperti adanya tekanan dari guru senior, yayasan ataupun pihak manapun untuk menerima/meloloskan saudaranya saat tes rekrutmen dan penempatan tenaga pendidik tidak akan berarti jika mindset semua personal dalam Tim Rekrutmen dikembalikan lagi pada tujuan awal, yakni peningkatan kualitas pendidikan.

Jadi proses rekrutmen dan penempatan tenaga pendidik adalah mencari orang-orang yang tepat dan professional dalam bidangnya mengembangkan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah An-nur Tangkit, bukan mencari orang yang dekat atau kerabat. Dengan menjalankan proses rekrutmen dan penempatan tenaga pendidik sesuai prosedur dan sesuai tujuan awal maka kendala yang dihadapi tidak menjadi masalah yang berarti bagi Tim Rekrutmen. Jika proses rekrutmen dan penempatan tenaga pendidik sesuai prosedur yang ditetapkan maka secara langsung hal tersebut menjadi pemecahan dari kendala dari masalah yang dihadapi.

Yayasan, Kepala Sekolah dan Guru senior tidak dapat mengubah prosedur yang ditetapkan oleh Tim Rekrutmen. Kendala-kendala tersebut dengan sendirinya terpecahkan ketika rangkaian tes dilalui oleh pelamar. Jika pelamar dapat melalui dan lolos tes dengan skor yang baik, maka dia memang layak dengan kemampuannya sendiri.

Fungsi dari setiap tes adalah untuk mengetahui kemampuan para pelamar dan beberapa tahapan tes tersebut saling berkaitan. Bapak Sajidullah Ma’sum selaku Kepala Sekolah menjelaskan bahwa:

“Untuk pemecahan dari kendala yang dihadapi kita dapat melihat dari rangkaian tes yang dilaluinya dan skor yang diperoleh saat mengikuti tes sekolah. Kalau memang layak nanti juga akan masuk dengan kemampuannya sendiri.

Sebaliknya jika memang tidak layak akan gugur dengan sendirinya.” (Wawancara 10 Mei 2018).

Senada dengan Bapak Saddam Husein, Sekretaris Kepala Sekolah, mengatakan bahwa:

“Jika ada kendala yang dihadapi, maka solusi yang akan diajukan adalah mari sama-sama lihat skornya saja.

Karena dalam proses seleksi ini setelah melewati 3(tiga) pintu seleksi maka tes selanjutnya adalah tes microteaching, tes IT, Qur’an, dan wawancara dari sekolah (tentang loyalitas, integritas, dan hal-hal kaitannya sekolah), dari tes ini masing-masing mempunyai skor dan akan diakumulatifkan, maka akan terlihat bisa masuk atau tidak. Ditegaskan lagi bahwa kendala secara sistem tidak ada, karena sudah ada tugasnya masing-masing. Perlu diingat bahwa tujuan dari dibuat sistem agar jika ada maslah maka maslahnya terlihat kecil, sudah ada bagian-bagian yang menangani.” (Wawancara 10 Mei 2018).

Pelaksanaan manajemen rekrutmen dan penempatan tenaga pendidik baru di Madrasah Tsanawiyah An-nur Tangkit secara menyeluruh pastinya ada kendala dan hambatan. Namun hambatan yang dialami tidaklah menjadi persolan berat bagi pelaksanaannya, karena Tim Rekrutmen telah menyiapkan segala sesuatunya secara matang. Bahkan sudah menyiapkan penyelesaian yang akan dilakukan jika ada kendala dan hambatan, karena Tim Rekrutmen selalu belajar dan mengevaluasi setiap masa rekrutmen dan penempatan tenaga pendidik dilakukan dari waktu ke waktu selalu ada perbaikan.

3. Upaya-upaya dalam melaksanakan rekrutmen dan penempatan

Dokumen terkait