BAB III METODE PENELITIAN
B. Temuan Khusus dan Pembahasan
1. Proses Rekrutmen dan Penempatan Tenaga Pendidik di
manajemen dengan masing-masing tugas khusus. Dari manajemen puncak (top manajemen), menuju manajemen madya/menengah (middle manajemen), kemudian manajemen tingkat bawah (low management), dan berakhir pada staf. Dalam kontek pesantren, manajemen puncak bisa dikendalikan pimpinan pondok pesantren, manajemen madya/menengah dikendalikan oleh kepala madrasah, sedangkan tingkat bawah oleh guru.
Pimpinan pondok pesantren sebagai manajer puncak bertugas menentukan sasaran dan kebijakan, memberikan bimbingan dan pengarahan, serta menentukan standar kinerja. Kepala madrasah sebagai manajer madya mengemban tugas; menginterprestasikan dan menjelaskan kebijakan manajer puncak, berpartisipasi dalam membuat keputusan yang operasional, dan melatih manajer tingkat bawah.
Adapun para guru sebagai manajer tingkat bawah memiliki tugas merencanakan kegiatan sehari-hari, memberi tugas pada siswa, melakukan pengawasan dan pengendalian kegiatan siswa, mengatur material, peralatan, dan perlengkapan, serta memelihara disiplin.
Yayasan Pondok Pesantren An-Nur Tangkit, menunjukkan bahwa dalam melakukan rekrutmen tenaga pendidik pihak Yayasan Pondok Pesantren An-Nur Tangkit berkerja sama dengan Madrasah Tsanawiyah An-Nur Tangkit. Perencanaan dimulai dari analisis kebutuhan tenaga pendidik oleh Kepala Madrasah dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dengan melihat jam mata pelajaran dengan jumlah tenaga pendidik yang ada, apabila terdapat kekurangan maka madrasah memberitahukan kepada Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren An-Nur Tangkit untuk di tindak lanjuti. Selanjutnya Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren An-Nur Tangkit melakukan rapat dengan tenaga pendidik yang mengajar di lembaga tersebut untuk membahas tentang rektumen tenaga pendidik.
Apabila terdapat kekurangan tenaga pendidik ditinjau dari jam mata pelajaran dengan jumlah tenaga pendidik yang ada, tahap pertama dilakukan oleh pihak lembaga adalah dengan melaporkan kekurangan guru pada Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren An-Nur Tangkit guna untuk ditindak lanjuti, kemudian tahap kedua memberitahukan kepada Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren An-Nur Tangkit tentang
permintaan tenaga pendidik melalui lisan, dengan melalukan rapat mingguan yang dilakukan setiap hari kamis pada pukul 11.00, pihak Madrasah Tsanawiyah An-Nur Tangkit menyerahkan kepada Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren An-Nur Tangkit dalam melakukan rekrutmen, karena Pimpinan Yayasan memiliki wewenang secara penuh dalam proses rekrutmen tenaga pendidik.
Alasan diadakannya rekrutmen di Yayasan Pondok Pesantren An-Nur Tangkit Antara lain:
(1) Adanya guru yang telah diangkat menjadi PNS di kantor Bahasa Dinas Pendidikan Provinsi Jambi.
(2) Adanya kegiatan baru, seperti penambahan kegiatan ekstrakurikuler, atau kegiatan-kegiatan yang menunjang proses belajar mengajar.
(3) Kurangnya tenaga pendidik yang benar-benar ahli sesuai dengan bidangnya, khususnya untuk tenaga pendidik di bidang umum seperti (ahli biologi, Matematika, Kimia, dan Fisika).
Sebagaimana dikatakan oleh Bapak Sajidullah Ma’sum sebagai Kepala Madrasah tentang Rekrutmen di Madrsah Tsanawiyah An-Nur Tangkit:
“Penerimaan tenaga pendidik disini dengan menerima apa yang diberikan oleh Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren An-Nur Tangkit sesuai dengan prosedur yang ditentukan. Tapi yang mengusulkan tetap pihak lembaga Madrasah Tsanawiyah An-Nur Tangkit, sedangkan prosesnya tetap Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren An-Nur Tangkit yang melaksanakan.”
(Wawancara 19 April 2018).
Ditambahkan pula oleh Dr.KH.Marwazi,M.Ag sebagai Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren An-Nur Tangkit:
“Rekrutmen atau penerimaan tenaga pendidik pihak Yayasan Pondok Pesantren An-Nur Tangkit berkerja sama dengan Madrasah Tsanawiyah An-Nur Tangkit. Proses rekrutmen dimulai dari analisis kebutuhan tenaga pendidik oleh Kepala Madrasah dan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dengan melihat jam mata pelajaran dengan jumlah tenaga pendidik yang ada, apabila terdapat kekurangan maka Madrasah memberitahukan kepada Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren An-Nur Tangkit untuk di tindak lanjuti. Selanjutnya Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren An-Nur Tangkit melakukan rapat dengan tenaga pendidik yang mengajar di lembaga tersebut
untuk membahas tentang rektumen tenaga pendidik.”
(Wawancara 22 April 2018)
Apabila terdapat kekurangan tenaga pendidik ditinjau dari jam mata pelajaran dengan jumlah tenaga pendidik yang ada, tahap pertama dilakukan oleh pihak lembaga adalah dengan melaporkan kekurangan guru pada Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren An-Nur Tangkit guna untuk ditindak lanjuti, kemudian tahap kedua memberitahukan kepada Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren An-Nur Tangkit tentang permintaan tenaga pendidik melalui lisan, dengan melalukan rapat mingguan yang dilakukan setiap hari kamis pada pukul 11.00, pihak Madrasah Tsanawiyah An-Nur Tangkit menyerahkan kepada Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren An-Nur Tangkit dalam melakukan rekrutmen, karena Pimpinan Yayasan memiliki wewenang secara penuh dalam proses rekrutmen tenaga pendidik.
Berdasarkan wawancara dari kedua informan diatas rekrutmen tenaga pendidik, pihak Madrasah Tsanawiyah An-Nur Tangkit mempunyai kebijakan untuk mengusulkan tenaga pendidik baru sesuai dengan kebutuhan lembaga sedangkan pelaksanaan dan waktunya ditentukan oleh Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren An-Nur Tangkit.
Berdasarkan hasil wawancara oleh Bapak Sajidullah Ma’sum sebagai Kepala Madrasah Tsanawiyah An-Nur Tangkit adalah:
“Rekrutmen lembaga ini sesuai dengan beban kerjanya dan kita membuat analisis kebutuhan untuk diusulkan ke Pimpinan Yayasan dengan kualifikasi pendidikannya, diterima atau tidaknya yang kita minta itu adalah kewenangan dari Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren An-Nur Tangkit.” (Wawancara 25 April 2018)
Dari wawancara tersebut ditemukan bahwa rekrutmen tenaga pendidik di Madrasah Tsanawiyah An-Nur Tangkit dilakukan sesuai dengan beban kerja yang dibutuhkan, dan sebelum menerima tenaga pendidik baru pihak Madrasah Tsanawiyah membuat analisis terlebih dahulu untuk diusulkan ke Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren An-Nur Tangkit sesuai dengan kualifikasi pendidikannya. Kualitas berkaitan dengan mutu, kualitas tenaga pendidik dapat menentukan bagaimana kualitas lembaga karena tenaga pendidik merupakan kompenen utama dalam pendidikan. Pertimbangan diterima atau tidaknya calon tenaga pendidik di Madrasah Tsanawiyah An-Nur
Tangkit dengan adanya persyaratan yang telah ditentukan oleh lembaga. Tentang adanya loyalitas yang tinggi, yang ada dalam diri masing-masing tenaga pendidik yang langsung di rekrut di dalam Yayasan Pondok Pesantren An-Nur Tangkit. Pimpinan Yayasan juga ingin memberdayakan sumber daya manusia yang langsung di ambil dari lembaga itu sendiri, dimana Pimpinan Yayasan sangat mengetahui karakteristrik dan kemampuan yang ada dari masing-masing tenaga pendidik yang akan di ambil dari lembaga itu sendiri.
Guru MTS An-Nur Tangkit Ahmad Hanif Salafi, S.Pd menambahkan bahwa :
“Saya mengetahui adanya lowongan kerja di MTS An-Nur Tangkit dari teman saya yang juga mengajar disini” (wawancara 25 Maret 2018).
Muhammad Sugeng, S.S mengatakan bahwa :
“Saya mengajar disini karena saya alumni dari Yayasan An-Nur Tangkit yang mendapatkan beasiswa Perguruan Tinggi Universitas Gajah Mada” (wawancara 25 Maret 2018).
Sudah ada ketentuan dari Yayasan Pondok Pesantren An-Nur Tangkit bahwa siapa saja santri yang mendapatkan beasiswa, jika sudah menyelesaikan pendidikan nya maka wajib mengabdi atau mengajar kembali di Yayasan Pondok Pesantren An-Nur Tangkit
Agus Purwanto mengatakan bahwa :
“Saya mengajar disini karena saya alumni dari Yayasan Pondok Pesantren An-Nur Tangkit” (wawancara 25 Maret 2018).
Jika ada alumni Yayasan Pondok Pesantren An-Nur Tangkit yang dianggap mampu dalam mengajar dalam bidang mata pelajaran agama, maka akan direkrut menjadi tenaga pendidik di Yayasan Pondok Pesantren An-Nur Tangkit. Dan dapat penulis simpulkan bahwa sumber rekrutmen tenaga pendidik di Madrasah Tsanawiyah An-Nur Tangkit di dapat dari informasi orang dalam dan berdasarkan sistem kekeluargaan.
Dalam penerimaan tenaga pendidik baru harus memenuhi persyaratan sesuai yang tentukan oleh Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren An-Nur Tangkit sebagaimana yang disampaikan oleh
Dr.KH.Marwazi,M.Ag sebagai Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren An-Nur Tangkit :
“Jika tenaga pendidik pada bidang umum maka harus memiliki standar yang telah di tetapkan. Yaitu:
a) Pendidikan S1
b) Mampu Mengajar dengan baik c) Mampu membaca Al-Qur’an.
Berbeda pula pada tenaga pendidik yang mengampu pada bidang agama atau bisa disebut dengan pelajaran pondok, ada standar sendiri untuk tenaga pendidik untuk bidang agama, yaitu:
a) Mampu membaca Al-Qur’an
b) Mampu berbahasa arab dengan baik c) Mampu membaca kitab kuning d) Mampu mengajar dengan baik e) Pengetahuan agama
Tenaga pendidik yang akan diterima di tetapkan oleh Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren An-Nur Tangkit dan sesuai dengan permohonan kepala Madrasah.” (Wawancara 28 April 2018).
Yayasan Pondok Pesantren An-Nur Tangkit memiliki sistem rekrutmen secara kekeluargaan, dengan mencari sumber daya manusia yang dibutuhkan melalui informasi sesama guru, jika ada kerabat yang membutuhkan lowongan mengajar pada bidang yang dibutuhkan oleh lembaga dan khususnya tenaga pendidik alumni yang berasal dari Yayasan Pondok Pesantren An-Nur Tangkit itu sendiri. (Observasi 7 Maret 2018).
Adapun alasan Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren An-Nur Tangkit menggunakan sistem rekrutmen tenaga pendidik secara kekeluargaan, khususnya tenaga pendidik yang di rekrut dari Pondok Pesantren itu sendiri adalah di karenakan adanya persamaan Visi dan Misi di dalam lembaga Yayasan Pondok Pesantren An-Nur itu sendiri, karena Pimpinan Yayasan memiliki penilaian dan sudut pandang tersendiri.
Tentang adanya loyalitas yang tinggi, yang ada dalam diri masing-masing tenaga pendidik yang langsung di rekrut di dalam Yayasan Pondok Pesantren An-Nur Tangkit. Pimpinan Yayasan juga ingin memberdayakan sumber daya manusia yang langsung di ambil dari lembaga itu sendiri, yang dimana Pimpinan Yayasan sangat mengetahui karakteristrik dan kemampuan yang ada dari masing-masing tenaga pendidik yang akan di ambil dari lembaga itu sendiri.
Peneliti telah melakukan observasi data guru Madrasah Tsanawiyah An-Nur Tangkit berdasarkan pendidikan terakhir tenaga pendidik ditemukan bahwa dari keseluruhan terdapat ada jumlah tenaga pendidik yang lulusan Madrasah Aliyah sederajat. Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren An-Nur Tangkit Menjelaskan:
“Pertimbangan kami menerima tenaga pendidik lulusan Madrasah Aliyah adalah guru ini memiliki latar belakang tamatan pondok pesantren dan mempunyai kemampuan yang baik pada bidang agama, dan mampu berbahasa arab dengan baik” (wawancara 28 April 2018).
Standar kualitas memang sudah ditentukan oleh Yayasan Pondok Pesantren Nur Tangkit, namun pihak Yayasan Pondok Pesantren An-Nur Tangkit memiliki pertimbangan disuatu keadaan dan kondisi tertentu, kualitas tenaga pendidik menjadi prioritas Yayasan Pondok pesantren An-Nur Tangkit dalam menerima tenaga pendidik.
Berdasarkan hasil wawancara dan observasi diatas bahwa penerimaan tenaga pendidik baru harus memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren An-Nur Tangkit.
b. Proses penempatan tenaga pendidik di Madrasah Tsanawiyah An-Nur Tangkit.
Proses penempatan adalah akhir dari rekrutmen yang dilakukan di Madrasah Tsanawiyah An-Nur Tangkit. Sebagaimana yang dijelaskan oleh Bapak Sajidullah Ma’sum selaku Kepala Madrasah Tsanawiyah An-Nur Tangkit:
“Proses penempatan di Yayasan An-Nur Tangkit ini memang banyak yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya, karena langsung ditentukan oleh Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren An-Nur Tangkit , begitu hasil penerimaannya keluar pihak Madrasah Tsanawiyah langsung menempatkan saja sesuai yang sudah ditentukan oleh Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren An-Nur Tangkit, ibaratkan kita hanya member tempat saja.” (Wawancara 1 Mei 2018)
Adapun proses penempatan tenaga pendidik yang dilakukan Madrasah Tsanawiyah An-Nur Tangkit, seperti yang disampaikan oleh Bapak Sajidullah Ma’sum selaku Kepala Madrasah Tsanawiyah An-Nur Tangkit:
“Penempatan Tenaga Pendidik biasanya sesuai dengan yang kita usulkan dari pihak Madrasah Tsanawiyah. Keputusan tergantung pada Pimpinan Yayasan, jadi kita hanya menerima yang
ditentukan dari Pimpinan Yayasan dan tinggal menempatkan saja, kalau langsung dari Pimpinan Yayasan kita tidak bisa meminta tenaga pendidik agar ditempatkan yang sesuai dengan kualifikasi pendidikannya.” (Wawancara 1 Mei 2018).
Hal serupa yang dijelaskan oleh Bapak Izzi Azizi sebagai tenaga pendidik di Madrasah Tsanawiyah An-Nur Tangkit :
“Penempatan tenaga pendidik yang menentukan adalah Pimpinan Yayasan An-Nur Tangkit, namun pihak Madrasah Tsanawiyah juga tetap menentukan kebijakan sendiri dengan cara mengusulkan ke Pimpinan Yayasan sesuai dengan analisis kebutuhan. Makanya ada yang tidak sesuai dengan kualifikasi pendidikan, salah satunya saya sendiri, kelulusan dari Sastra Inggris, sekarang mengajar dibidang mata pelajaran Ekonomi.”
(Wawancara 5 Mei 2018).
Ditambah oleh Bapak Agus Purwanto sebagai tenaga pendidik di Madrasah Tsanawiyah An-Nur Tangkit:
“Penempatan tenaga pendidiknya dari Pimpinan Yayasan Langsung, karena saya sendiri tidak ditempatkan sesuai dengan jurusan saya karena saya tamatan Bahasa Indonesia tapi saya mengajar pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.
Awalnya saya bingung dengan tugas yang diberikan, tapi di Yayasan Pondok Pesantren ini apabila tidak sesuai dengan bidang jurusannya, sebelum mengajar diperkenankan untuk belajar terlebih dahulu pada tenaga pendidik yang memang menguasi dibidang mata pelajaran yang diberikan.” (Wawancara 7 Mei 2018).
Berdasarkan hasil wawancara diatas banyak tenaga pendidik yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya karena proses penerimaannya bukan dari pihak Madrasah Tsanawiyah. Jadi dapat disimpulkan bahwa proses penerimaan dan penempatan tenaga pendidik di Madrasah Tsanawiyah An-Nur Tangkit ditentukan oleh Pimpinan Yayasan Pondok Pesantren An-Nur Tangkit.
2. Faktor Pendukung dan Penghambat dalam Rekrutmen dan