BAB IV HASIL PENELITIAN
C. Faktor Pendukung dan Penghambat dari Penggunaan
Negeri 26 Makassar
Berdasarkan hasill penelitian bahwa faktor pendukung dari penggunaan strategi belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam siswa kelas IX di SMP Negeri 26 salah satunya yaitu kepribadian dan kewibawaan guru serta penerepan strategi belajar yang variatif sehingga sangat menunjang atau sangat berpengaruh terhadap prestasi belajar siswa karena latar belakang guru di SMP Negeri 26 Makassar sudah baik kepribadian dan kewibawaan serta strategi belajar dalam meningkatkan prestasi belajar siswanya tersebut. Sedangkan faktor penghambat penerapan strategi belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam siswa kelas IX di SMP Negeri 26 Makassar adalah kurang memperhatikan Mood (Suasana Hati), understanding (pemahaman), Recall (Pengulangan) Digest (Penelaahan), Expand (Pengembangan), Review (Pembelajaran kembali).
Dalam mengukur penerapan strategi belajar mata pelajaraan Pendidikan Agama Islam kelas IX di SMP Negeri 26 Makassar, digunakan
empat indikator, yaitu pendekatan variatif di depan kelas, penampilan yang bernilai edukatif, penguasaan kelas, penguasaan materi pelajaran dan profesional dalam penggunaan strategi belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya penggunaan strategi belajar guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas IX SMP Negeri 26 Makassar adalah tinggi.
1) Faktor-faktor yang mendukung dalam Penggunaan Strategi Belajar Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Siswa Kelas IX di SMP Negeri 26 Makassar
a. Pengaruh kepribadian dan kewibawaan guru terhadap proses belajar mengajar
Kepribadian dan kewibawaan guru merupakan salah satu komponen yang menunjang terbentuknya efiktifitas penerapan strategi belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 26 Makassar. Kepribadian juga merupakan keelokan pribadi seorang guru yang mempengaruhi minat siswa terhadap pembelajaran, khususnya pelajaran pendidikan agama Islam.
Kepribadian dan kewibawaan guru akan menarik siswa-siswa agar lebih mencintai serta berminat untuk mepelajari pelajaran pendidikan agama Islam.
Berikut ini tanggapan siswa terhadap kepribadian dan kewibawaan guru yang mempengaruhi proses pembelajaran:
Tabel 7
Pernyataan siswa tentang Pengaruh kepribadian dan kewibawaan guru terhadap proses belajar mengajar
No Jawaban Responden Frekuensi Presentase
1 Sangat berpengaruh 23 69,70%
2 Kurang berpengaruh 7 21,21%
3 Tidak berpengaruh 3 9, 09%
Jumlah 33 100 %
Sumber data: angket nomor 2
Hasil persentase dari tabel diatas mengenai Pengaruh kepribadian dan kewibawaan guru terhadap proses belajar mengajar dimana
responden yang menjawab “ sangat berpengaruh “sebanyak 23 orang atau sekitar 69, 70% dan yang menjawab “ kurang berpengaruh “ sekitar 7 orang atau sekitar 21, 21% sedangkan yang menjawab “ tidak berpengaruh “ sebanyak 3 orang atau sekitar 9, 09%
Drs. Andi Aras, MA, guru Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 26 Makassar mengatakan bahwa:
“guru yang memiliki kepribadian dan kewibawaan yang baik dalam proses belajar mengajar siswa sangat senang mengikuti mata pelajaran pendidikan Agama islam dan minat belajar siswa akan meningkat serta prestasi belajarnya. Sebab siswa akan merasa tenang dan cepat paham pelajaran yang di berikan serta tidak tertekan dalam belajarnya karena ada guru yang memiliki kepribadian dan kewibawaan yang baik dan benar. (wawancara senin, 15 September 2014 )
Tanggapan guru tentang pengaruh kepribadian dan kewibawaan guru dalam proses belajar mengajar, sebagian besar siswa di SMPN 26 Makassar menyatakan bahwa kepribadian dan kewibawaan sangat berpengaruh dalam proses belajar mengajar.
Jadi jelas bahwa pengaruh yang nampak dalam kegiatan proses belajar mengajar, sebagai dampak dari kewibawaan guru yang mengajar adalah meningkatkan minat belajar siswa.
b. Skil yang dimiliki oleh seorang guru dalam pengelolaan kelas
Skill guru dalam pengelolaan kelas dalam proses belajar mengajar sangatlah penting dalam meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa, karena dengan skill guru dalam pengelolaan kelas dapat membangkitkan minat belajar siswa yang tinngi maka pelajaran yang kita pelajari akan cepat di mengerti, walaupun skiil guru dalam pengelolaan kelas bukan keseluruhan penentu dari kepandaiaan siswa. Untuk lebih jelasnya perhatikan tabel berikut :
Tabel 11
Pernyataan siswa tentang Guru yang memiliki skill dalam mengelolah kelas
No Jawaban Responden Frekuensi Presentase
1 Ya 8 24, 24%
2 Kadang-kadang 16 48, 48%
3 Tidak 9 27, 28%
Jumlah 33 100 %
Sumber data: angket nomor 3
Data dari table diatas bahwa jumlah responden yang menjawab “ya“
sebanyak 19 orang atau sekitar 57, 58% dan yang menjawab “kadang-kadang“ sebanyak 12 orang atau sekitar 36, 36% sedangkan yang menjawab
“tidak” sebanyak 2 orang atau sekitar „6,06%. Jadi dapat disimpulkan bahwa guru SMPN 26 Makassar memiliki nilai yang sangat tinggi dalam skill mengelolah kelas atau penguasaan kelasnya, sehingga akan mudah bagi siswa untuk mengeluarkan pendapat atau Tanya jawab kepada gurunya dalam proses belajar mengajar.
Drs. Andi Aras, MA, guru Pendidikan Agama Islam di SMP Negeri 26 Makassar mengatakan bahwa:
“Ketika mengajar guru harus skill dalam pengelolaan kelas, karena percuma kalau guru hanya banyak memililki media pendidikan kalau tidak tahu menggunakaannya. Maka guru harus memiliki skill dalam mengelola kelas supaya minat belajar siswa sangat besar di mana siswa juga kreatif dalam mengeluarkan pendapat atau ide-idenya sehingga apa dalam mengeluarkan pendapat atau ide-idenya sehingga apa yang di ajarkan pada saat itu tercapai dengan baik”
(Wawancara Senin, 15 September 2014).
c. Penguasaan Guru dalam menguasai Materi pembelajaran
Hal terpenting dalam menunjang penerapan strategi belajar adalah penguasaan bahan materi pembelajaran yang dilakuan guru untuk proses transfermasi pendidikan serta pelajaran pendidikan agama Islam yang efektif dan juga memperhatikan bakat dan minat siswa untuk di arahkan sesuai dengan potensi siswa masing-masing. Berikut ini adalah tabel yang menggambarkan tentang respon siswa terhadap penguasaan materi guru dalam pembelajaran pendidikan agama Islam:
Tabel 12
Pernyataan siswa tentang Guru yang menguasai pelajaran yang disediakan
No Jawaban Responden Frekuensi Presentase
1 Ya 26 78, 79%
2 Kadang-kadang 4 12, 12%
3 Tidak 3 9, 09%
Jumlah 33 100 %
Sumber data: angket nomor 4
Data dari table diatas bahwa responden yang menjawab “ya”
sebanyak 26 orang atau sekitar 78, 79% dan yang menjawab “ kadang-kadang” sebanyak 4 orang atau sekitar 12, 12% sedangkan yang menjawab
“tidak“ sebanyak 3 orang atau sekitar 9, 09%. Jadi jelas bahwa guru di SMPN 26 Makassar menguasai materi pelajaran yang disediakan.
Selanjutnya penulis uraikan keterangan dari Sidratul Muntaha siswa SMPN 26 Makassar kelas IX. bahwa :
Dengan pembelajaran oleh guru yang penuh kewibawaan, terutama dalam penguasaan kelas dan penguasan materi pelajaran, maka kami selalu aktif dalam kegiatan pembalajaran, baik dalam mengajukan pertanyaan atau pendapat maupun dalam menjawab pertanyaan guru.
(Wawancara Senin, 15 September 2014).
Jadi jelas pengaruh yang tampak dalam kegiatan proses belajar mengajar oleh guru yang menguasai materi pelajaran yang disediakan, salah satu diantaranya adalah keaktifan siswa dalam kegiatan proses belajar mengajar, baik dalam memberi saran dan pendapat maupun dalam mengajukan pertanyaan yang menyangkut materi pelajaran yang disajikan.
d. Profesional guru
Guru yang handal dalam bidangnya merupakan guru yang profesional.
Guru profesional merupakan tingkat kehabatan guru untuk menciptakan dunia pendidikan yang diharapkan masa kini. Guru profesional yang menguasai dari segala aspek pendidikan yang diharapkan dunia pendidikan saat ini.
Tabel 13
Profesional guru mampu meningkatkan prestasi belajar siswa No Jawaban Responden Frekuensi Presentase
1 Sangat setuju 24 72, 72%
2 Kurang setuju 5 15, 15%
3 Tidak setuju 4 12, 13%
Jumlah 33 100 %
Sumber data: angket nomor 5
Data dari tabel diatas bahwa responden yang menjawab “sangat setuju” sebanyak 24 orang atau sekita 72, 72% dan yang menjawab “ kurang setuju “sebanyak 5 orang atau sekitar 15, 15% sedangkan yang menjawab
“tidak setuju“ sebanyak 4 orang atau sekitar 12, 13%. Jadi dapat disimpulkan bahwa guru yang professional mampu meningkatkan prestasi belajar siswa serta minat belajar siswa.
Tanggapan guru Hunaenah, S.Pd. I Selaku guru Pendidikan Agama Islam di SMPN 26 Makassar sebagai berikut :
Dalam kegiatan mengembangkan profesi guru para guru di SMPN 26 Makassar ini tidak terlepas dari peranan kepala sekolah yang memfasilitasi dan memberikan kesempatan kepada kami untuk dapat melaksanakan kegiatan pengembangan profesi melalui berbagai kegiatan pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan diluar sekolah” (Wawancara Senin, 15 September 2014).
Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan dapat dikatakan bahwa gambaran kompetensi professional guru pendidikan agama islam di SMPN 26 Makassar Adalah kompetensi guru dalam pelayanan bimbingan
konseling dan pengusuan materi, dimana dapat meningkat prestasi belajar siswa tersebut.
2) Faktor-faktor yang menghambat dalam Penggunaan Strategi Belajar Mata Pelajaran Agama Islam di SMP Negeri 26 Makassar sebagai berikut:
a. Kurangnya Minat Belajar siswa Tabel 14
Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memanfaatkan sarana dan prasarana dengan baik
No Jawaban Responden Frekuensi Presentase
1 Ya 5 15, 15%
2 Kadang-kadang 7 21, 21%
3 Tidak 21 63, 6%
Jumlah 33 100 %
Sumber data: angket nomor 6
Data dari tabel diatas bahwa responden yang menjawab “YA”
sebanyak 5 orang atau sekitar 15, 15% dan yang menjawab “Kadang-kadang“ sebanyak 7 orang atau sekitar 21, 21% sedangkan yang menjawab
“Tidak“ sebanyak 21 orang atau sekitar 63, 6%. Jadi, dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa guru yang tidak mampu memanfaatkan sarana dan prasarana dengan baik, maka tidak mampu meningkatkan prestasi belajar siswa serta minat belajar siswa dengan baik.
Selanjutnya penulis kemukakan keterangan salah seorang siswa yang bernama Rahayu siswa kelas IX, bahwa :
“Dalam proses belajar mengajar guru yang tidak mampu memanfaatkan sarana dan prasarana dengan baik, sehingga dengan sendirinya kami kurang terdorong untuk lebih giat belajar dan semangat atau minat belajar kami tidak meningkat”. (Wawancara Senin, 15 September 2014).
Jadi jelas bahwa pengaruh yang nampak dalam kegiatan proses belajar mengajar, sebagai dampak dari kewibawaan guru yang mengajar adalah meningkatkan minat belajar siswa.
D. Upaya-Upaya Untuk Mengatasi Faktor Penghambat Dari Penggunaan