• Tidak ada hasil yang ditemukan

Faktor Penyebab Kerusakan Bahan Pustaka Pada Perpustakaan

BAB III KONSERVASI DAN PRESERVASI BAHAN PUSTAKA

3.8 Faktor Penyebab Kerusakan Bahan Pustaka Pada Perpustakaan

dengan menggunakan paku dan hekter tidak di lakukan karena menurut petugas preservasi dapat menimbulkan karat yang merusak lembaran bahan pustaka.

Menurut pendapat penulis cara/teknik penjilidan sudah di lakukan dengan baik. Yang perlu diperhatikan adalah penambahan tenaga kerja di bagian penjilidan, karena dengan tenaga kerja yang ada sekarang masih kurang.

3.8 Faktor Penyebab Kerusakan Bahan Pustaka Pada Perpustakaan Universitas HKBP Nommensen

Sebagian besar bahan pustaka di perpustakaan umumnya terbuat dari bahan kertas. Dalam penggunaan secara terus-menerus bahan pustaka itu akan mengalami proses kerusakan dalam penyimpanan meskipun relatif lebih lama. Koleksi bahan pustaka dari suatu perpustakaan dapat terjadi kerusakan yang timbul dari berbagai penyebab.

3.8.1 Faktor fisika a. Cahaya

Cahaya yang digunakan untuk menerangi ruang perpustakaan merupakan bentuk elektromagnetik yang berasal dari radiasi cahaya matahari dan lampu listrik. Kerusakan bahan pustaka akibat sinar ultraviolet ini adalah tulisan menjadi pudar, warna kertas berubah dan kertas menjadi rapuh, sehingga kekuatan akan hilang.

Pada Perpustakaan Universitas HKBP Nommensen kerusakan oleh faktor cahaya ini banyak terjadi terutama pada buku-buku yang sudah termakan usia. Lembaran pada buku-buku tersebut berubah warna menjadi kuning.

b. Suhu dan Kelembaban

Kedua unsur ini bila mempunyai unsur yang berlebihan atau tidak stabil akan menimbulkan kerusakan pada kertas. Udara yang kelembabanya tinggi berpengaruh pada kertas yaitu menjadi busuk, berbau apek dan memberi peluang pada jamur untuk tumbuh dan berkembang. Sedangkan suhu udara yang terlalu tinggi menyebabkan rekat pada jilidan buku menjadi kering dan jilidannya semakin longgar, selain itu juga mengakibatkan kertas menjadi rapuh dan warna kertas berubah menjadi kuning.

Menurut pendapat penulis kerusakan oleh faktor suhu dan kelembaban ini juga banyak terdapat di Perpustakaan Universitas HKBP Nommensen. Hal ini disebabkan karena suhu dan kelembaban di perpustakaan tersebut tidak diatur sebagaimana mestinya.

3.8.2 Faktor biota

Komponen-komponen yang terdapat pada kertas serat-serat selulosa, perekat dan protein merupakan sumber-sumber makanan bagi mahluk-mahluk hidup seperti jamur, serangga dan binatang pengerat.Untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya mereka memerlukan kondisi lingkungan yang ideal seperti suhu dan kelembaban udara.

Oleh karena itu ruangan penyimpanan bahan pustaka harus dijaga dan dipelihara sedemikian rupa sehingga tidak dijadikan sebagai tempat hidup, tumbuh dan berkembang bagi mahluk-mahluk tersebut. Beberapa contoh jenis jamur, serangga dan binatang pengerat yang merusak bahan pustaka adalah :

a. Jamur

Jamur merupakan tumbuhan bersel tunggal dan tidak berklorofil, sehingga makanan yang diperoleh berasal dari sumber lain. Bila buku atau bahan pustaka dalam keadaan kotor, berdebu, dan lembab maka jamur akan timbul dan akan meninggalkan noda pada kertas. Contoh salah stu jenis jamur ini adalah Asspergillus.

Kerusakan bahan pustaka pada Perpustakaan Universitas HKBP Nommensen oleh faktor ini juga banyak dijumpai terutama pada buku-buku yang jarang dipergunakan atau dibaca oleh pengunjung. Noda-noda yang terdapat pada kertas yang disebabkan oleh jamur ini biasanya sulit untuk dihilangkan dan tulisan menjadi pudar.

b. Serangga

Serangga merupakan masalah yang pelik di negara tropis dan jenisnya cukup banyak dengan sumber makanan berasal dari kertas. Lingkungan ideal untuk pertumbuhan semua jenis serangga adalah tempat hangat, gelap dan sirkulasi udara yang tidak sempurna. Fase-fase untuk siklus kehidupan seranga yaitu telur, larva, pupa dan dewasa, dimana pada fase larva mengakibatkan kerusakan terbesar.

Jenis-jenis serangga yang banyak dijumpai sebagai perusak bahan pustaka adalah sebagai berikut :

- Kecoa

Kecoa merupakan salah satu jenis serangga yang bersayab dan berbentuk panjang, senang tinggal ditempat yang gelap, di sudut-sudut ruangan. Makanan kegemarannya yaitu sisa-sisa makanan yang busuk, serangga-serangga yang mati. Kecoa ini mengeluarkan cairan perekat berwarna hitam yang membentuk noda dan sulit untuk dihilangkan, di samping itu memakan perekat sampul buku dan kain pada punggung buku.

Informasi yang penulis peroleh dari petugas konservasi maupun petugas lain bahwa serangga ini juga sebagai penyebab kerusakan pada punggung buku dan terjadinya noda pada kertas di Perpustakaan Universitas HKBP Nommensen. Dan menurut penulis hal ini karena kurangnya kebersihan terutama di sudut-sudut ruangan dan ada sebagian petugas yang membawa makanan ke dalam ruang perpustakaan sehingga sisa-sisa makanan tersebut sering sebagai penyebab datangnya kecoa di ruangan perpustakaan.

- Rayap

Rayap merupakan perusak yang paling berbahaya karena dapat menghabiskan buku dalam waktu singkat. Binatang ini hidup di daerah yang beriklim tropis dan sub tropis, berbadan lunak dan berwarna putih pucat. Karena bentuknya seperti semut maka binatang ini sering dinamai semut putih (white ant)

Dari hasil wawancara dengan petugas konservasi dan preservasi Perpustakaan Universitas HKBP Nommensen, binatang ini dapat dikatakan sebagai perusak bahan pustaka yang paling merugikan. Dan menurut penulis hal ini disebabkan karena kurang telatennya para petugas dalam membersihkan bahan pustaka tersebut.

- Booklice (kutu buku)

Selain jenis serangga yang telah disebutkan di atas, masih banyak lagi jenis-jenis serangga yang dapat merusak dan memakan punggung buku, lem atau perekat pada buku, dan membuat lubang seperti ngengat, book worm dan lain-lain. Pada umumnya semua binatang ini hampir terdapat di semua perpustakaan. Dan menurut penulis cara yang paling sederhana untuk mengusir atau setidaknya mengurangi frekuensi kerusakan yang disebabkan oleh jenis-jenis serangga tersebut adalah dengan menyemprot ruangan dengan

obat hama (bukan pada buku) dan menempatkan obat pengusir serangga pada rak-rak buku dan senantiasa menjaga kebersihannya

3.8.3 Faktor Penggunaan dan Penanganan yang Salah

Manusia baik sebagai petugas maupun sebagai pemakai perpustakaan mempunyai peranan yang penting dalam menggunakan bahan pustaka. Manusia bisa dikatakan sebagai perusak bahan pustaka bila salah dalam mengurus dan menangani bahan pustaka tersebut

Menangani buku atau bahan pustaka tampaknya suatu hal yang sederhana, tetapi bila dikaitkan dengan manusia sebagai salah satu faktor penyebab kerusakan bahan pustaka maka pekerjaan tersebut bukanlah pekerjaan yang sederhana. Petugas perpustakaan dalam melaksanakan pekerjaan sehari-hari sering kali menggunakan cara-cara yang tidak benar, baik di lakukan dengan sengaja atau tanpa disadari, begitu pula halnya dengan masyarakat umum sebagai pengguna bahan pustaka. Misalnya mengambil buku dari rak sering sekali menggunakan cara-cara yang salah, begitu juga penempatan buku di rak dan yang paling merugikan adalah kebiasaan pemakai perpustakaan misalnya menyobek halaman buku yang dianggap penting, mencoret-coret buku dan sebagainya.

Dengan demikian kerusakan buku tidak dapat dihindari dan hal tersebut menyebabkan kerugian yang tidak sedikit terutama bila terjadi pada buku-buku berharga atau langka. Kebiasaan membaca dengan cara melipat buku juga termasuk kedala kategori ini. Pada Perpustakaan Universitas HKBP Nommensen kerusakan oleh faktor manusia ini merupakan yang paling dominan.

3.9 Pencegahan Kerusakan Bahan Pustaka Pada Perpustakaan Universitas

Dokumen terkait