BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.9 Rangkuman Hasil Penelitian
Berdasarkan dari hasil penelitiann dan melakukan wwancara dengan informan, melalui proses analisis data yang menjaga keabsahan data serta tringulasi, mkaa diperoleh beberapa kategori perawatan bahan pustaka pada Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara sebagai berikut :
Tabel 4. 1 Rangkuman Hasil Penelitian
No. Kategori Hasil Penelitian
1. Upaya perawatan terhadap bahan pustaka
Upaya perawatan bahan pustaka yang dilakukan Perpustakaan UMSU adalah : menjaga kebersihan ruangan dan rak penyimpanan buku dengan menggunakan pengatur suhu ruangan dan juga vacum cleaner agar tetap terjaga.
2. Upaya pencegahan menggunakan kapur barus dan pembasmi
48
kerusakan bahan pustaka serangga, memasang CCTV dan meletakkan rambu-rambu peraturan dimading ruang perpustakaan. Juga memberikan himbauan untuk menumbuhkan kesadaran para pengguna akan pentingnya peduli terhadap bahan pustaka.
3. Perbaikan bahan pustaka mengelompokkan bahan pustaka sesuai dengan tingkat kerusakannya, jika kerusakan ringan dapat diperbaiki oleh pustakawannya sendiri seperti menambal, menyambung, menjilid buku dan memperkuat engsel buku dengan alat yang sederhana, tetapi jika kerusakan parah pustakawan akan melakukannya ke bagian fotokopi yang memiliki alat lebih lengkap dan ahli dalam bidangnya dan juga memerlukan biaya.
4. Faktor penyebab kerusakan pada bahan pustaka
Faktor penyebab kerusakan pada koleksi bahan pustaka di Perpustakaan UMSU adalah:
-Faktor fisika: cahaya sinar matahari dapat membuat lembaran pada buku berubah
49
menjadi kuning.
-Faktor Biota yaitu serangga atau hewan kecil yang ada di dalam buku atau rak buku yang bisa merusak bahan pustaka tersebut.
Selain itu banyak ditemukan kertas bernoda karena jamur atau serbuk-serbuk rayap pada buku yang jarang digunakan pengunjung.
-Faktor Manusia dikarenakan peminjaman yang berlebihan dan penggunaan yang kurang tepat, baik pengunjung perpustakaan maupun pustakawannya.
5. Kendala yang dihadapi dalam melakukan
perawatan baahan pustaka
Kendaala yang dihadapi oleh para pustakawan perpustakaan UMSU : 1.Kurangnya sdm yang sesuai dalam
melakukan kegiatan perawatan bahan pustaka.
2. Kurangnya fasilitas saranaprasarana, dan peralatan yang diperlukan untuk proses perawatan bahan pustaka sedikit dan kurang memadai.
3.Minimnya dana dalam kegiatan perawatan bahan pustaka.
50
4.Tidak adanya ruangan khusus untuk perawatan bahan pustaka.
51 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan dari hasil penelitian dan uraian sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa:
1. Upaya perawatan bahan pustaka yang dilaksanakan Perpustakaan UMSU cukup baik, dengan menjaga kebersihan ruangan dan rak penyimpanan buku dengan menggunakan pengatur suhu ruangan dan juga vacum cleaner aagar tetap terjaga.
2. Upaya pencegahan kerusakan bahan pustaka pada Perpustakaan UMSU adalah: terhadap faktor fisika, dengan menjaga kebersihan, mengatur suhu ruangan, menggunakan kain tirai. Faktor biota dengan melakukan pencegahan dengan menggunakan kapur barus dan racun pembasmi serangga lainnya yang mengandung bahan kimia dan mengngusahakan agar tidak meninggalkan sisa- sisa makanan atau pun minuman di dalam ruangan perpustakaan dan sering membersihkan tempat penyimpanan bahan pustaka. Terhadap faktor manusia dengan memasang CCTV dan meletakkan rambu-rambu peraturan dimading ruang perpustakaan. Juga memberikan himbauan akan pentingnya peduli terhadap bahan pustaka.
3. Perbaikan bahan pustaka yang dilakukan Perpustakaan UMSU adalah menambal, menyambung, dan penjilidan buku dengan menggunakan alat yang masih sederhana seperti lem, isolatape, hekter, dan pengerjaan yang
52
dilakukan masih secara manual. Jika kerusakan parah pusktakawan UMSU akan membawa buku ke bagian fotokopi dan dibutuhkan biaya yang lebih lagi untuk memperbaikinya.
4. Faktor kerusakan bahan pustaka pada Perpustakaan UMSU di sebabkan oleh faktor fisika seperti cahaya sinar matahari, faktor biota serangga, jamur, dan juga faktor manusia dikarenakan salahnya penanganan terhadap bahan pustaka tersebut.
5. Kendala yang dihadapi dalam perawatan bahan pustaka adalah kurangnya sdm yang ahli dalam melakukan kegiatan perawatan bahan pustaka, kurangnya sarana dan prasarana, peralatan yang dibutuhkan sedikit dan kurang memadai, minimnya dana dalam kegiatan perawatan bahan pustaka, dan tidak adanya ruangan khusus untuk perawatan bahan pustaka.
5.2 Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dan merujuk kesimpulan maka peneliti dapat memberikan saran sebagai berikut:
1. Sebaiknya para pustakawan atau staf di perpustakaan UMSU lebih memperhatikan lagi bahan pustaka yang ada dan perlu penambahan sumber daya manusia yang memang ahli dalam bidang perawatan
2. Pustakawan UMSU diharapkan untuk mengikuti acara atau pelatihan dalam melakukan perbaikan bahan pustaka yang rusak sehingga pustakawan dapat melakukannya sendiri tanpa harus membutuhkan jasa fotokopi yang dimana dibutuhkan biaya yang lebih banyak lagi untuk perbaikan bahan pustaka.
53
3. Pustakawan di harapkan memberikan wawasan kepada pengguna perpustakaan tentang pentingnya perawatan bahan pustaka untuk meminimalisir resiko kerusakan bahan pustaka.
4. Pustakawan diharapkan membuat softcopy dari setiap bahan pustaka tercetak, agar tetap terjaga dan tersimpan informasi yang ada didalamnya.
5. Mengalih mediakan bahan pustaka yang banyak diminati sehingga mempermudah pengguna perpustakaan dalam mendapatkan informasi.
54
DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2013. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik.
Jakarta: Rineka Cipta. hlm 172.
Cahyani, Ni Nyoman Erna. 2015. Perawatan dan Pelestarian Bahan Pustaka di Perpustakaan Fakultas Sastra dan Budaya Universitas Udayana. Jurnal Ilmiah Perpustakaan vol 1, no.1. hlm 4.
Darmono. 2001. Manajemen Dan tata Kerja Perpustakaan sekolah. Jakarta:
Grasindo. hlm 60-75.
Darmanto, Priyono. 2018. Manajemen Perpustakaan . Jakarta : Bumi Aksara. hlm 18-79.
Departemen Pendidikan Nasional. 2004. Pedoman Perpustakaan Perguruan Tinggi.Jakarta: Depdiknas. hlm 3-63.
Hartono. 2016. Manajemen Perpustakaan Profesional: dasar-dasar teori perpustakaan dan aplikasinya. Jakarta : CV. Sagung Seto. hlm 301.
Hasugian, Jonner. 2009. Dasar-Dasar Ilmu Perpustakaan dan Informasi. Medan:
USU Press. hlm 79-80.
Lasa HS. 2009. Preservasi dan Konservasi. Yogyakarta: Gama Media.
Mardio Salman, Marlini. 2013. Perawatan Bahan Pustaka di Perpustakaan Universitas Negeri Padang. Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Kearsipan vol 1, no.2. hlm 54.
Martoatmodjo, Karmidi. 2012. Pelestarian Bahan Pustaka. Jakarta: Gramedia.
hlm 5-6.
Moleong. 2002. Analisis Data dalam Prosedur Penelitian. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. hlm 103.
Perpustakaan Nasional RI. 1994. Pedoman Umum Penyelenggaraan Perguruan Tinggi. Jakarta: Perpustakaan Nasional RI.
Perpustakaan Nasional RI. 1999. Pedoman Umum Pengelolaan Koleksi
Perpustakaan Perguruan Tinggi. Jakarta: Perpustakaan Nasional RI. hlm 5.
Qosim, Muhammad. 2006. Pengantar Kearsipan. Makalah. Diakses di
55
http://bpadjogj.info/file/1d938b00eb7dff2f6d201167affc9b36.pdf pada tanggal 16 Juni 2020.
Rahmah, Elva dan Testiani Makmur. 2015. Kebijakan Sumber Informasi Perpustakaan. Yogyakarta: Graha Ilmu. hlm 117-118.
Rachman, Yeni Budi. 2017. Preservasi Dan Konservasi Bahan Pustaka. Depok:
Rajawali Pers.
Raco, J.R. 2010. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Grasindo.
Soraya, Ana. 2010. Pelestarian bahan pustaka: bahan ajar diklat calon pustakawan Tingkat ahli. Jakarta: Perpustakaan Nasional RI.
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung:
Alfabeta. hlm 226.
Sulistyo-Basuki. 1993. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. hlm 8.
Sulistyo-Basuki. 1991. Pengantar Ilmu Perpustakaan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama. hlm 107-279.
Sutarno. 2005. Tanggung Jawab Perpustakaan: Dalam Mengembankan Masyarakat Informasi. Jakarta: Panta Rei. hlm 107.
Sutarno, NS. 2006. Perpustakaan dan Masyarakat. Jakarta: Sagung Seto. hlm 36.
Undang-undang peraturan. 1992. Keputusan Presiden RI No. 43 Tahun 2007.
Jakarta: Perpustakaan Nasional RI.
Yulia, Yuyu. 2009. Pengadaan Bahan Pustaka. Jakarta: Universitas Terbuka. hlm 3-194.
Yusuf, Pawit M. dan Subekti Priyo. 2010. Teori dan Praktik Penelusuran Informasi (Information Retrieval).Jakarta: Kencana.
Yusuf, Pawit M dan Yaya Suhendar. 2007. Pedoman penyelenggaraan perpustakaan sekolah. Jakarta: Kencana. hlm 119.
56
LAMPIRAN 1 PEDOMAN WAWANCARA
A. Perawatan Bahan Pustaka
1. Bagaimana perawatan bahan pustaka yang dilakukan perpustakaan UMSU? Dan alat apa saja yang digunakan?
2. Bagaimana pustakawan perpustakaan UMSU melakukan kegiatan perawatan reproduksi terhadap bahan pustaka?
3. Bagaimana perpustakaan UMSU melakukan fumigasi dalam kegiatan perawatann bahan pustaka?
B. Perbaikan Bahan Pustaka
1. Bagaimana pustakawan Perpustakaan UMSU melakukan perbaikan bahan pustaka?
2. Bagaimana upaya pustakawan dalam pencegahan kerusakan pada bahan pustaka di Perpustakaan UMSU?
3. Bagaimana perpustakaan UMSU melakukan deasidifikasi atau menetralkan asam yang dapat merusak kertas dan memberikan bahan penahan (buffer) untuk melindungi kertas dari pengaruh asam yang berasal dari luar?
C. Kerusakan Bahan Pustaka
1. Faktor apa saja yang menyebabkan kerusakan bahan pustaka pada Perpustakaan UMSU?
57
2. Kendala apa saja yang dihadapi dalam melakukan perawatan bahan pustaka di Perpustakaan UMSU?
58
LAMPIRAN 2 TRANSKIP WAWANCARA
Informan I
Nama : Dewi Fitrawati, S.Ag
Latar belakang pendidikan : S1 Ilmu Agama
Keterangan:
P : Peneliti
I1 : Informan pertama
P : Permisi Ibu, selamat siang. Saya Nuzul Yeza, mahasiswi Perpustakaan dan Sains Informasi USU, saya ingin melakukan penelitian skripsi saya disini Bu.
I1 : Ooh baik, silahkan duduk. Apa yang bisa saya bantu?
P : Begini bu, saya ingin bertanya mengenai perawatan bahan pustaka yang telah dilakukan perpustakaan UMSU. Termasuk faktor penyebab kerusakan bahan pustaka, pencegahan kerusakan, perbaikan yang dilakukan dan juga kendala yang dihadapi dalam melakukan perawatan bahan pustaka di perpustakaan UMSU Bu.
I1 : Kalau begitu, silahkan langsung aja dimulai apa yang mau ditanyakan.
P : Bagaimana perawatan bahan pustaka yang dilakukan perpustakaan UMSU dan apa saja alat yang digunakan untuk melakukan kegiatan perawatan di perpustakaan UMSU?
59
I1 : Perawatan yang dilakukan yaitu menjaga kebersihan ruangan dan rak penyimpanan buku dengan menggunakan sapu, kemoceng dan juga vacum cleaner agar tetap bersih dan terhindar dari hama. AC untuk mengatur suhu ruangan agar tetap terjaga, kalau alat untuk bahan pustakanya paling hanya hekter, gunting, penggaris besi, pisau cutter, lem tembak, isolatape, plastic buat menyampul buku agar tidak mudah rusak.
P : Bagaimana perpustakaan UMSU melakukan fumigasi dalam kegiatan perawatann bahan pustaka?
I1 : Dulu kami pernah melakukan fumigasi, karena disini ruangannya juga lembab.
Terakhir kali melakukan fumigasi tahun 2017 dan itu yang melakukannya orang dari perpustakaan daerah. Sekarang udah gak ada lagi melakukan fumigasi atau penyemprotannya, paling kami hanya menggunakan kapur barus dan bahan pembasmi serangga lain untuk membasmi dan mengusir hewan perusaknya, selalu menjaga kebersihan lingkkungan sekitar perpustakaan aja.
P : Ooh jadi sebelumnya perpustakaan UMSU pernah bekerja sama dengan perpustakaan daerah yaa bu.
I1 : Iyaa dek, lanjut dek adalagi yang mau ditanya?
P : Apakah terdapat kendala bu dalam melakukan perawatan bahan pustaka di Perpustakaan UMSU?
I1 : Ada dek, kendala yang kami hadapi paling kurangnya alat yaa karna itukan penting, seperti mesin pemotong dan mesin press kita belum ada dan juga tempat untuk melakukan perawatan untuk meletakkan alat-alatnya. Dek boleh ditanyakan ke kak chichi aja yaa dek pertanyaan selanjutnya.
60 P : Iyaa ibu, terima kasih bu.
Informan II
Nama : Chichi Adrian, S.Sos
Latar belakang pendidikan : S1 Ilmu Perpustakaan
Keterangan:
P : Peneliti
I2 : Informan kedua
P : Selamat siang kak.
I2 : Iya siang dek
P : Saya Nuzul Yeza kak mahasiswi Perpustakaan dan Sains Informasi USU. Saya ingin mewawancari kakak tentang perawatan bahan pustaka, faktor-faktor penyebab kerusakan bahan pustaka di Perpustakaan UMSU dan juga upaya pencegahan dan perbaikannya kak.
I2 : Oh gitu, tunggu bentar yaa dek. Duduk dulu disitu.
P : Baik kak, terima kasih.
I2 : Oke dek, lanjut apa yang mau dipertanyakan dek?
P :Baik kak. Bagaimana pustakawan perpustakaan UMSU melakukan kegiatan perawatan reproduksi terhadap bahan pustaka?
I2 : Kegiatan perawatan reproduksi di Perpustakaan UMSU seperti memfotokopi tidak ada, tetapi Perpustakaan UMSU membeli beberapa eksemplar.
61
P :Bagaimana upaya pustakawan dalam pencegahan kerusakan pada bahan pustaka di Perpustakaan UMSU?
I2 :Pustakawan di perpustakaan UMSU telah melakukan beberapa upaya untuk mencegah kerusakan yang disebabkan oleh faktor fisika, biota maupun manusia sperti menjaga kebersihan, mengatur suhu ruangan, menutup ruangan dengan kain tirai untuk menghalangi masuknya sinar matahari secara langsung, menyuruh pengguna untuk tidak mengenakan sepatu ketika masuk ke perpustakaan, menggunakan kapur barus dan racun pembasmi serangga lainnya, memberi sanksi kepada pemustaka apabila bahan pustaka yang dikembalikan rusak dan memasang CCTV dan rambu-rambu peraturan dimading ruang perpustakaan.
P : Apa saja kendala yang dihadapi dalam melakukan pelaksanaan perawatan bahan pustaka?
I2 : kurangnya dana untuk menambah koleksi buku, dan alat untuk perawatan bahan pustaka dan juga kita butuh ruangan khusus peerawatan bahan pustaka.
Dan juga butuhnya tenaga ahli dalam melakukan perawatan bahan pustaka.
Karena disini pustakawannya merangkap jadi bagian perawatan juga, jadi kurangnya sdm yang benar-benar ahli dalam bidang perawatan bahan pustaka ini.
P : Apa saja perbaikan bahan pustaka yang dilakukan pustakawan Perpustakaan UMSU?
I2 : menambal, menyambung buku, menjilid buku P: Bagaimana cara melakukannya?
62
I2 :Pustakawan UMSU melakukan perbaikan dengan menambal,menyambung, dan menjilid bagian buku dengan cara buku di seleksi dulu apakah kerusakan ringan atau berat, jika kerusakan ringan cukup dengan menggunakan lem, isolatape dan hekter seadanya saja, walau kita tau kalau menggunakan isolatape dan hekter dapat membuat lembaran bahan pustaka itu rusak kembali.
P : Ooh begitu kak.
I2 : Apabila ada sampul buku yang rusak atau halaman yang rusak maka difotokopi atau ambil dari internet atau koleksi yang masih bagus dirak, kemudian dijilid kembali dan disampul. Mengganti sampul buku dengan dilapisi plastik agar bahan pustakanya menjadi lebih rapi dan menarik, juga akan memudahkan dalam mencari informasi yang ingin dicari atau temu kembalinya. Kalau untuk memperkuat punggung buku yang longgar kita menggunakan lem seadanya atau menggunakan solatape hitam dan juga menjahitnya dengan benang agar lebih kuat.
P : Faktor apa saja yang menyebabkan kerusakan bahan pustaka pada Perpustakaan UMSU?
I2 : Kerusakan bahan pustaka yang disebabkan oleh faktor fisik, biota, dan manusia. Kalau faktor fisiknya seperti cahaya sinar matahari yang langsung masuk ke ruangan karna tirainya dibuka untuk menerangi ruangan. Kerusakan bahan pustaka yang disebabkan faktor biota yaitu serangga atau hewan kecil yang ada di dalam buku atau rak buku yang bisa merusak bahan pustaka tersebut. Dan faktor manusianya seperti buku yang dilipat, yang dicoret, basah, dan disobek.
63 P : Ooh begitu yaa kak
I2 : Iya dek, apa adalagi yang mau ditanyakan dek? Kalau adalagi coba tanyakan dulu ke abang yang ada diruangan itu dek, nanti kakak jelasin lagi yaa.
P : Ooh iya, baik kak. Terima kasih kak atas waktu dan informasinya.
I2 : Iya dek sama-sama, tanya kea bang itu dulu yaa.
P : Iyaa kak..
Informan III
Nama : Isva Affanur Khairi, S.Sos
Latar belakang pendidikan : S1 Ilmu Perpustakaan
Keterangan:
P : Peneliti
I3 : Informan ketiga
P : Permisi, selamat siang bang
I3 : Iya siang, ada yang bisa dibantu dek?
P : Maaf mengganggu waktunya bang. Saya Nuzul Yeza bang, mahasiswi jurusan Perpustakaan dan Sains Informasi USU. Saya ingin mewawancari abang mengenai perawatan bahan pustaka di Perpustakaan UMSU. Apakah abang bersedia untuk diwawancarai?
I3 : Iya silahkan dek apa yang mau ditanyakan?
64
P : Baik bang saya mulai yaa. Alat apa saja yang digunakan dalam melakukan perawatan bahan pustaka di Perpustakaan UMSU ? Bagaimana?
I3 :Di perpustakaan tidak ada memiliki alat khusus untuk melakukan perawatan akan tetapi terkadang kami bekerjasama dengan beberapa pihak di UMSU untuk melakukan perawatan dengan menjaga kebersihan lingkungan perpustakaan.
P : Bagaimana perpustakaan UMSU melakukan deasidifikasi atau menetralkan asam yang dapat merusak kertas dan memberikan bahan penahan (buffer) untuk melindungi kertas dari pengaruh asam yang berasal dari luar?
I3 : Belum pernah melakukan kegiatan deasidifikasi atau menetralkan asam yang dapat merusak kertas di Perpustakaan UMSU.
P: Apa saja faktor penyebab kerusakan bahan pustaka yang terjadi di Perpustakaan UMSU?
I3 : Ada beberapa faktor penyebab kerusakan bahan pustaka di perpustakaan UMSU salah satunya karena tingkat pinjaman koleksi bahan pustaka yang tinggi dan bahan pustaka yang sangat diminati oleh pemustaka terbatas sehingga buku menjadi cepat rusak dan juga karna faktor serangga kecil yang ada dibuku dan rak.
P :Bagaimana upaya pustakawan dalam pencegahan kerusakan pada bahan pustaka di Perpustakaan UMSU?
I3 : Dengan cara meningkatkan koleksi yang sangat tinggi tingkat peminatnya dan juga memberikan sosialisasi penggunaan bahan pustaka yang baik dan benar.
65
P : Hambatan atau kendala apa saja yang dihadapi dalam melakukan perbaikan dan perawatan bahan pustaka di Perpustakaan UMSU?
I3 : Kendala yang dihadapi oleh para pustakawan atau staf di perpustakaan UMSU dalam melakukan kegiatan perawatan bahan pustaka adalah:
1. Kurangnya sumber daya manusia yang benar-benar ahli dalam kegiatan perawatan bahan pustaka.
2. Kurangnya sarana dan prasarana, peralatan yang dibutuhkan untuk proses perawatan bahan pustaka sangat sedikit dan kurang memadai, sehingga dapat memperlambat pekerjaan bahan pustaka yang rusak.
3. Minimnya dana dalam kegiatan perawatan bahan pustaka di Perpustakaan UMSU.
4. Tidak adanya ruangan khusus yang digunakan untuk kegiatan perawatan bahan pustaka.
P : Ooh begitu bang, dan bagaimana perbaikan yang dilakukan pustakawan terhadap bahan pustaka di Perpustakaan UMSU?
I3 : Perbaikan yang dilakukan pada bahan pustaka harus disesuaikan dengan kerusakan yang terjadi pada bahan pustaka tersebut. Makanya harus dipilih dan dikelompokkan dahulu mana bahan pustaka yang kerusakannya ringan dan yang kerusakannya parah. Jika kerusakan ringan kami dapat memperbaikinya sendiri, seperti menambal, menyambung, memperbaiki cover dan kertas buku yang rusak atau sobek, melakukan penjilidan, menyampul buku menggunakan plastic agar tidak mudah rusak dan rapi. Namun, jika kerusakan parah perpustakaan akan memberikan bahan pustaka yang rusak
66
kebagian fotokopi yang memiliki peralatan lebih lengkap dan memerlukan biaya gitu dek.
P : Ooh, iyaa bang. Sepertinya pertanyaan saya sudah terjawab bang, terima kasih atas waktu dan informasinya bang.
I3 : Iya dek sama-sama, kalau ada yang mau ditanyai lagi tanyakan aja yaa.
P : Baik bang, terima kasih.