• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.3 Perawatan Bahan Pustaka

2.3.1 Pengertian Perawatan Bahan Pustaka

Bahan pustaka merupakan salah satu faktor utama dalam mendukung keberadaan perpustakaan.. Dalam mendukung keberadaan perpustakaan tersebut maka dilakukanlah perawatan terhadap bahan pustaka khususnya bahan pustaka tercetak untuk menjaga nilai informasi yang terkandung didalamnya.

“Perawatan bahan pustaka adalah suatu usaha untuk menjaga agar koleksi perpustakaan tidak lekas usng dan rusak, dan dapat dipergunakan lagi” (Sutarno, 2005).

Sedangkan pendapat yang dikemukan oleh Yulia (2009) menyatakan bahwa: perawatan bahan pustaka berkaitan dengan perencanaan serta kegiatan mencegah dan mengurangi kerusakan bahan pustaka. Kegiatan ini termasuk pemantauan pengawasan lingkungan, pemasangan tirai kaca untuk menahan sinar ultra ungu, pengembangan perencanaan kesiagaan terhadap kerusakan bahan pustaka, pembuatan bentuk mikro bahan pustaka, serta pelatihan bagi staf perpustakaan.

13

Menurut Lasa (2009) “ Preservasi yaitu semua unsur pengelolaa, keuangan, penyimpanan, alat-alat bantu, ketenagakerjaan, maupun metode yang digunakan untuk melestarikan bahan pustaka, arsip, maupun informasi yang dikandungnya”.

Rachman (2017) menyatakan bahwa kegiatan perawatan dan pelestarian (preservasi) tidak hanya melakukan perbaikan secara fisik, melainkan suatu upaya perlindungan yang meliputi manajemen pelestarian, metode dan teknik perbaikan rekaman informasi (konservasi dan restorasi) serta pembinaan sumber daya manusia (pustakawan) dalam memelihara dan melindungi media informasi atau bahan pustaka dari berbagai faktor kerusakan dan kehancuran.

Martoatmodjo (2012) memberikan definisi perawatan bahan pustaka adalah sebagai berikut : mengusahakan agar bahan pustaka tidak cepat mengalami kerusakan, bahan pustaka yang mahal, diusahakan agar awet bisa dipakai lebih lama dan bisa menjangkau lebih banyak pembaca perpustakaan, koleksi yang dirawat dimaksudkan bisa menimbulkan daya tarik, sehingga yang tadinya segan mambaca atau enggan memakai buku perpustakaan menjadi rajin menggunakan jasa perpustakaan.

Berdasarkan uraian diatas bisa diketahui bahwa perawatan bahan pustaka merupakan kegiatan menjaga, melindungi bahan pustaka dari beberapa faktor dan mencegah tingkat kerusakan pada bahan pustaka agar informasi yang ada didalamnya dapat tetap awet terjaga dan dapat diguanakan dalam jangka waktu yang lebih lama dengan menjangkau lebih banyak pengguna perpustakaan.

2.3.2 Tujuan Perawatan Bahan Pustaka

Adapun tujuan dari perawatan bahan pustaka menurut Depdiknas (2004) yaitu: mencegah dan menghindari penyebab kerusakan bahan pustaka, melindungi bahan pustaka dari faktor penyebab kerusakan, memperbaiki bahan pustaka yang masih layak dipakai, disimpan dan melestarikan isi dari bahan pustaka yang masih bermanfaat.

14

Sedangkan menurut Martoadmojo (2012) tujuan dari dilakukannya kegiatan perawatan bahan pustaka adalah sebagai berikut:

1. Menyelamatkan nilai informasi dokumen.

2. Menyelamatakan fisik dokumen.

3. Mengatasi kendala kekurangan ruang.

4. Mempercepat perolehan informasi: dokumen yang tersimpan dalam CD (Compact Disc) sangat mudah untuk diakses, baik dari jarak dekat maupun jarak jauh. Sehingga pemakaian dokumen atau bahan pustaka menjadi lebih optimal.

Dari beberapa pendapat diatas , tujuan dari suatu perawatan bahan pustaka ialah menjaga, melindungi bahan pustaka dalam bentuk fisik dari faktor penyebab kerusakan, mencegah kerusakan serta memperbaiki bahan pustaka agar nilai informasi didalamnya dapat digunakan secara optimal.

2.3.3 Fungsi Perawatan Bahan Pustaka

Didalam kegiatan perawatan bahan pustaka terdapat fungsi yang sangat penting. Menurut Martoatmojo (2012) fungsi perawatan bahan pustaka adalah sebagai berikut:

1. Fungsi Melindungi

Bahan pustaka dilindungi dari serangan serangga, manusia, jamur, panas matahari, air dan sebagainya. Dengan perawatan dan pelestarian yang baik serangga dan binatang kecil tidak akan sempat tumbuh, dan sinar matahari serta kelembapan udara di perpustakaan akan mudah dikontrol.

Dengan perawatan dan pelestarian yang baik, bahan pustaka menjadi bersih, bebas dari debu, jamur, binatang perusak, sumber sarang dari berbagai penyakit.

4. Fungsi Pendidikan

Pemakai perpustakaan dan pustakawan sendiri harus belajar bagaimana cara memakai dan merawat dokumen. Mereka harus menjaga disiplin

15

tidak membawa makanan dan minuman ke dalam perpustakaan, tidak mengotori bahan pustaka maupun ruangan perpustakaan.

5. Fungsi Kesabaran

Sebagai pustakawan harus memiliki kesabaran yang tinggi karena beberapa pekerjaan dalam merawat bahan pustaka membutuhkan kesabaran. Menghilangkan noda dari bahan pustaka atau menambal buku yang berlubang memerlukan tingkat kesabaran yang tinggi.

6. Fungsi Sosial

Perawatan dan pelestarian bahan pustaka tidak bisa dikerjakan oleh seorang diri. Pustakawan perlu mengikutsertakan pemustaka untuk juga ikut merawat bahan pustaka dan perpustakaan.

7. Fungsi Ekonomi

Dengan melakukan perawatan dan pelestarian yang baik, bahan pustaka menjadi lebih awet. Keuangan dapat dihemat. Banyak aspek ekonomi lainnya yang berhubungan dengan perawatan dan pelestarian bahan pustaka.

8. Fungsi Keindahan

Dengan perawatan dan pelestarian yang baik, penataan bahan pustaka yang rapi, perpustakaan tampak menjadi lebih indah, sehingga menambah daya tarik bagi para pembacanya.

Sedangkan menurut Ibrahim (2013), fungsi perawatan bahan pustaka adalah sebagai berikut :

1. Fungsi melindungi

Bahan pustaka dilindungi dari serangga, manusia, jamur, cahaya, kelembapan, dan bencana alam.

2. Fungsi Kesehatan

Pelestarian yang baik, bahan pustaka menjadi bersih bebas dari debu, jamur, binatang perusak sehingga pembaca lebih bergairah membaca dan menggunakan bahan pustaka.

3. Fungsi ekonomi

Melaksanakan pelestarian, bahan pustaka menjadi lebih awet, keuangan dapat dihemat.

4. Fungsi keindahan

Penataan bahan pustaka yang rapih, perpustakaan akan tampak lebih indah, sehingga menambah daya tarik pengguna bahan pustaka.

5. Fungsi pengawetan

Dengan dirawat baik-baik, bahan pustaka menjadi awet, bisa lebih lama dipakai, dan diharapkan lebih banyak pembaca yang dapat mempergunakan bahan pustaka tersebut.

6. Fungsi pendidikan

Pemakai perpustakaan dan pustakwan sendiri harus belajar bagaimana cara memakai dan merawat dokumen. Mereka harus menjaga disiplin, tidak

16

mebawa makanan dan minuman ke dalam perpustakaan, tidsk mengotori bahan pustaka maupun ruangan perpustakaan.

7. Fungsi kesabaran

Merawat bahan pustaka ibarat merawat bayi atau orangtua, jadi harus sabar. Bagaimana kita bisa menambal buku yang berlubang, membersihkan kotoran binatang kecil dan kotoran kutu buku dengan baik kalau tidak sabar. Menghilangkan noda dari bahan pustaka memerlukan tingkat kesabaran yang tinggi.

8. Fungsi Sosial

Perawatan dan pelestarian bahan pustaka tidak bisa dikerjakan seorang diri. Pustakawan perlu mengikutsertakan pemustaka untuk ikut juga merawat bahan pustaka dan perpustakaan. Rasa pengorbanan yang tinggi harus diberikan oleh setiap orang, demi kepentingan dan keawetan bahan pustaka.

Dapat diketahui dari uraian diatas bahwa fungsi perawatan bahan pustaka adalah melindungi bahan pustaka dari kerusakan, selain itu juga berfungsi sebagai fungsi kesehatan, pendidikan, sosial, dan keindahan bahan pustaka bagi pustakawan dan penggunanya.

2.3.4 Kegiatan Perawatan Bahan Pustaka

Adapun kegiatan perawatan bahan pustaka menurut Martoatmodjo (2012) adalah :

a. Reproduksi dilakukan untuk memelihara bahan pustaka yang lengkap dan mudah rusak. Penyarataan reproduksi dilakukan dengan cara membuat fotokopi dan memperbanyak bahan pustaka yang lengkap dan yang perlu dilestarikan bahan pustaka adalah memperbaiki kulit buku sampai rapi kembali, merawat buku yang telah rusak dari awal sampi akhir dan memperbaiki buku dan menjliid buku dan membuat kesing buku.

b. Fumigasi adalah salah satu cara melestarikan bahan pustaka dengan cara mengasapi bahan pustaka agar tidak berjamur.

c. Deasidifikasi adalah kegiatan perawatan bahan pustaka dengan cara menghentikan proses keasaman yang terdapat pada kertas. Dalam proses pembuatan kertas, ada campuran zat kimia yang apabila zat tersebut terkena udara luar, membuat kertas menjadi asam, proses ini berlangsung terus walau kertas sudah menjadi bentuk buku atau yang lain. Dengan persenyawaan udara dari luar, apabila dengan udara yang kotor oleh debu atau gas, knalpot mobil, atau limbah industri, asam

17

tersebut dapat merusak kertas, usaha menghentikan proses tersebut di namakan deasidifikasi.

d. Laminasi artinya melapisi bahan pustaka dengan kertas khusus, agar bahan pustaka menjadi awet. Proses keasaman yang terjadi pada kertas terdiri dari film oplas, kertas cromton, atau kertas pelapis lainnya.

Pelapis bahan pustaka ini menahan polusi atau debu yang menempel dibahan pustaka sehingga tidak beroksidasi dengan pollutant. Proses laminasi biasanya digunakan untuk kertas-kertas yang sudah tidak dapat diperbaiki dengan cara lain misalnya seperti menambal, menjilid, menyambung dan sebagainya.

e. Enkapsulasi adalah suatu cara melindungi kertas dari kerusakan yang bersifat fisik misalnya: rapuh karena umur, pengaruh asam, karena dimakan serangga, kesalahan penyimpanan dan sebagainya.

f. Restorasi adalah perbaikan bahan pustaka dengan cara menambal kertas, memutihkan kertas, mengganti halaman yang robek, mengencangkan jilidan memperbaiki punggung buku, engsel atau sampul buku yang rusak.

Kegiatan perawatan bahan pustaka menurut Rahmah, Elva Elva Rahmah dan Testiani Makmur (2015) ada dua cara yang dapat dilakukan yaitu dengan cara tindakan pencegahan (preventif) dan tindakan perbaikan (kuratif). Kegiatan pencegahan tersebut dapat dilakukan dengan cara:

1. Membersihkan ruangan perpustakaan, perlengkapan perpustakaan dan bahan pustaka

2. Mengatur ventilasi udara 3. Memberi sampul bahan pustaka

4. Memberi tahu pengguna untuk menjaga kebersihan dan keamanan di perpustakaan dan

5. Menjaga kerapian koleksi perpustakaan.

Dapat disimpulkan dari uraian diatas bahwa kegiatan perawatan adalah penanganan awal yang dilakukan sebelum terjadinya kerusakan bahan pustaka seperti reproduksi, fumigasi, deasidifikasi, laminasi, enkapsulasi, restorasi, mengatur ventilasi, menjaga kebersihan dan kemananan perpustakaan.

Dokumen terkait