Faktor yang menyebabkan adanya anak jalanan dapat dibagi dua, yaitu: faktor eksternal dan internal.
16 a. Faktor Eksternal
Faktor eksternal biasanya berkaitan dengan kondisi masyarakat, lingkungan, dan sosial, antara lain:
- Pemukiman padat dan kumuh (keadaan
penuh sesak di daerah kumuh dan fasilitas perumahan yang tidak memadai)
- Kelemahan nilai/norma yang ada di
masyarakat.
- Terbatas dan tidak bervariasinya pelayanan pendidikan.
- Adanya urbanisasi
- Kesempatan kerja yang terbatas (distribusi sumber daya dan kesempatana yang tidak
merata dalam masyarakat, misalnya
kurangnya kesempatan mendapatkan
pekerjaan)
- Masalah dalam penegakan hukum
- Kondisi politik dan ekonomi, misalnya kemisikinan dan sumberdaya yang rendah.
- Layanan rujukan penanganan anak
terlantar di lembaga yang tidak tuntas (misalnya anak yang meninggalkan rumah binaan tanpa ijin)
17 b. Faktor internal
Faktor internal adanya anak jalanan dapat berasal dari diri sendiri ataupun kondisi dan situasi anak dalam keluarga.
Peran orang tua terhadap adanya anak jalanan sangat penting mengingat sebagian besar anak jalanan masih tinggal bersama orang tuanya. Berdasarkan hasil penelitian terhadap anak jalanan, sebagian besar anak masih tinggal dengan orang tuanya (90.2%) dan beberapa diantaranya mendukung anaknya untuk turun ke jalan mencari uang (47.1%) (Nur’aini, 2009).
Faktor penyebab internal, antara lain: - Ekonomi sulit.
- Hubungan yang tidak harmonis dalam
keluarga (perceraian orangtua, konflik dalam keluarga, penolakan anak oleh orangtua dan kondisi terpisah dari orangtua atau kehilangan orangtua)
- Adanya kesenjangan komunikasi antara orangtua dan anak
- Adanya kekerasan dan perlakuan yang salah terhadap anak di dalam keluarga (penganiayaan anak)
- Status pendidikan anak atau orang tua yang rendah.
18
- Orang tua yang tidak bertanggung jawab (penelantaran terhadap anak).
- Penanaman nilai etika, moral dan pola asuh dalam keluarga (masalah perilaku dalam
pengasuhan anak, misalnya orangtua
penjudi, penyalahgunaan NAPZA)
- Kelemahan internal dalam diri anak sendiri
(sikap dan perilaku anak yang
pembangkang) C. Pengertian
1. Anak
Adalah seseorang yang berusia 0-18 tahun termasuk anak di dalam kandungan (Undang-Undang Perlindungan Anak Nomor 23 Tahun 2002).
2. Anak terlantar
Adalah anak yang karena suatu sebab orangtuanya melalaikan kewajibannya sehingga kebutuhan anak tidak terpenuhi secara wajar baik secara rohani, jasmani maupun sosial (Undang-Undang Kesejahteraan Anak Nomor 4 Tahun 1979 tentang Kesejahteraan Anak).
3. Anak jalanan (anjal)
Anak yang melakukan aktifitas ekonomi atau aktifitas lainnya di jalan secara langsung termasuk
19
di dalamnya balita yang dimanfaatkan (Panduan Umum Menuju Bebas Anak Jalanan 2017).
4. Pelayanan Kesehatan Anak
Adalah upaya pelayanan kesehatan yang meliputi berbagai upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif.
5. Tenaga Kesehatan
Adalah setiap orang yang mengabdikan diri di bidang kesehatan, serta memliki pengetahuan atau
keterampilan melalui pendidikan dibidang
kesehatan yang untuk jenis tertentu memerlukan kewenangan untuk melakukan upaya kesehatan. 6. Puskesmas
Adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya (Permenkes Nomor 75 Tahun 2014).
7. FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama) Adalah fasilitas kesehatan yang melakukan pelayanan kesehatan perseorangan yang bersifat non spesialistik untuk keperluan observasi, diagnosis, perawatan, pengobatan dan atau
20
pelayanan kesehatan lainnya (Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 21 Tahun 2016).
8. PKPR (Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja) Adalah pelayanan kesehatan yang ditujukan dan dapat dijangkau oleh remaja serta berkesan menyenangkan, menerima remaja dengan tangan terbuka, menghargai remaja, menjaga kerahasiaan, peka akan kebutuhan terkait dengan kesehatan remaja, serta efektif, efisien dan komprehensif dalam memenuhi kebutuhan tersebut.
9. Kemitraan
Adalah bentuk kerjasama yang terintegrasi,
berdasarkan prinsip-prinsip kesetaraan,
keterbukaan dan saling menguntungkan dalam melaksanakan suatu program/kegiatan secara efektif dan efisien sesuai bidang, kondisi, dan kemampuan masing-masing, sehingga hasil yang dicapai menjadi lebih optimal.
10. Jejaring
Adalah suatu hubungan kerjasama antara 2 (dua) pihak atau lebih berdasarkan prinsip kemitraan untuk mencapai tujuan bersama yang telah disepakati sesuai peran, tanggung jawab dan fungsi masing-masing.
11. Panti/LKSA (Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak)
21
Adalah lembaga yang memberikan pelayanan kesejahteraan social bagi anak terlantar yang berada di dalam panti maupun anak terlantar di lingkungan sekitar panti/pelayanan luar panti. 12. Rumah singgah (LKSA non panti)
Adalah suatu wahana yang dipersiapkan sebagai perantara antara anak jalanan dengan pihak-pihak yang akan membantu dan membimbing mereka, dan merupakan proses informal yang memberikan suasana resosialisasi terhadap sistem nilai dan norma yang berlaku di masyarakat dan merupakan tahap awal bagi anak jalanan untuk memperoleh
pelayanan selanjutnya, sehingga diciptakan
sebagai tempat yang aman, nyaman, menarik dan menyenangkan bagi anak jalanan. (Permensos Nomor 30 Tahun 2011 tentang Standar Nasional Pengasuhan Anak).
13. Leader
Adalah pimpinan kelompok anak jalanan yang sudah tidak berada di jalan lagi dan menjadi koordinator anak jalanan di rumah singgah.
14. Jeger
Adalah pimpinan kelompok anak jalanan yang masih berada di jalan dan menguasai beberapa kantong anak jalanan.
22 15. Pekerja sosial
Adalah seseorang yang mempunyai kompetensi
profesional dalam pekerjaan sosial yang
diperolehnya melalui pendidikan formal atau
pengalaman praktek di bidang pekerjaan
sosial/kesejahteraan sosial yang diakui secara resmi oleh pemerintah dan melaksanakan tugas profesional pekerjaan sosial (Kepmensos No. 10/HUK/2007).
16. Big brother
Adalah orang yang paling dituakan di kantong-kantong anak jalanan yang memiliki pengaruh yang kuat dan besar pada jeger dan anak jalanan. 17. Titik – titik lokasi
Adalah lokasi berkumpul dan beraktifitasnya anak jalanan pada tempat-tempat tertentu, seperti: terminal, stasiun, mall, pasar, perempatan jalan, kuburan.
18.Kohort berasal dari kata cohort
Adalah suatu proses pengamatan prospektif, survei prospektif terhadap suatu subjek maupun objek. 19. Pendamping
Adalah pekerja sosial yang mempunyai
kompetensi profesional dalam bidangnya.
(Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak).
23 D. Ruang Lingkup
Ruang lingkup pelayanan kesehatan anak jalanan adalah pelayanan kesehatan bagi anak jalanan usia 0-18 tahun, yang meliputi:
1. Pelayanan kesehatan bayi
2. Pelayanan kesehatan balita dan anak pra sekolah 3. Pelayanan kesehatan anak usia sekolah dan remaja Upaya pelayanan yang dilakukan mencakup upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif di dalam dan di luar gedung.