• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Uraian Teoritis .1 Produk

2.1.2 Faktor Sosial

Setiap individu memang merupakan makhluk sosial yang pada dasarnya dipengaruhi oleh orang-orang yang berada disekitar, dan lingkungannya pada saat membeli suatu barang. Menurut Amir (2005:50) ada tiga aspek dalam faktor sosial, yaitu :

a. Kelompok Rujukan (Reference Group)

Kelompok adalah orang-orang disekeliling kita, baik secara langsung maupun tidak langsung, mempengaruhi sikap dan perilaku kita.siapa orang itu ? Bisa teman, bisa teman, saudara, bisa tetangga, artis pujaan, peimpin agama, atau figure-figur public seperti artis dan para pimpinan perusahaan yang terkemuka. Jadi ada kelompok dimana kita langsung berhubungan, atau kita bagian dari kelompok itu.

b. Keluarga

Anggota keluarga, sebagai lingkungan terdekat seseorang, dapat mendorong atau menghalangi pembelian kita.

87 c. Peran dan Status

Peran yang dimainkan seseorang dalam kehidupannya dapat lebih dari satu. Kotler et.al. (dalam Kertajaya, 2010: 104) memisahkan kegiatan sosial perusahaan kedalam beberapa tingkatan yang didasarkan terhadap seberapa dalam mereka memasukkan kegiatan sosial tersebut dalam aktivitas bisnis mereka. Terdapat tiga tipe tingkatan yaitu sebagai berikut :

a. Filantropi

Di dalam filantropi, perusahaan menyumbangkan sebagian penghasilannya untuk didonasikan kepada sebuah badan amal atau untuk gerakan sosial tertentu. Banyak perusahaan menggunakan filantropi terutama untuk meningkatkan reputasinya untuk mendapatkan pengurangan pajak.

b. Cause Marketing

Cause Marketing merupakan tahapan yang lebih tinggi dibandingkan dengan filantropi. Sebuah praktik dimana perusahaan mendukung gerakan sosial tertentu melalui kegiatan pemasaran mereka. Dalam cause marketing, peeusahaan menempatkan energy mereka, bukan hanya uang, untuk terlibat langsung mengentaskan isu-isu tertentu.

c. Socio-Cultural Transformation

Dalam tingkatan ini, transformasi tidak hanya ditautkan pada level produk, tetapi lebih dalam lagi kedalam model bisnis perusahaan. Dengan memanfaatkan kekuatan kolaborasi dengan konsumen ataupun partner, hal itu juga dapat digunakan untuk menurunkan biaaya perusahaan sekaligus memberikan dampak sosial yang lebih tinggi.

88 2.1.3 Harga

2.1.3.1 Pengertian Harga

Harga merupakan sesuatu yang diserahkan dalam pertukaran untuk mendapatkan suatu barang atau jasa (Tjiptono, 2005:34). Agar dapat sukses dalam memasarkan suatu barang atau jasa, manajer harus mengintegrasikannya dulu dengan keputusan-keputusan sebelumnya, yaitu dalam bidang produksi, distribusi, dan strategi promosi. Penyesuaian ini dibutuhkan agar dapat menciptakan suatu bauran pemasaran yang konsisten, terpadu, dan mampu mencapai sasaran yang telah ditetapkan.

2.1.3.2 Tujuan Penentapan Harga

Menurut Tjiptono (2005:35), ada 4 hal yang menjadi tujuan penetapan harga, yaitu:

1. Tujuan berorientasi laba

Ini didasarkan pada asumsi teori ekonomi klasik yang menyatakan bahwa setiap perusahaan selalu memilih harga yang dapat menghasilkan laba yang maksimum. Dalam kondisi persaingan yang ketat dan serba kompleks penerapannya sangat sulit untuk dilakukan.

2. Tujuan berorientasi pada volume

Tujuan ini berorientasi pada volume, di mana harga ditetapkan sedemikian rupa agar dapat mencapai target volume penjualan, nilai penjualan, ataupun untuk menguasai

89

pangsa pasar, misalnya biaya operasional pemasangan jalur telepon untuk satu rumah tidak berbeda jauh dengan biaya pemasangan untuk lima rumah.

3. Tujuan berorientasi pada citra

Perusahaan dapat menetapkan harga tinggi untuk membentuk atau mempertahankan citra perusahaan. Sebaliknya, harga rendah dapat dipergunakan untuk membentuk citra nilai tertentu.

4. Tujuan stabilisasi harga

Tujuan stabilisasi dilakukan dengan jalan menetapkan harga untuk mempertahankan hubungan yang stabil antara harga suatu perusahaan dan harga pemimpin industri. 5. Tujuan-tujuan lainnya

Penetapan harga dapat juga bertujuan untuk mencegah masuknya pesaing, mempertahankan loyalitas pelanggan, mendukung penjualan ulang, atau menghindari campur tangan pemerintah.

2.1.3.3 Indikator Harga

Indikator yang mencirikan harga yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu (Stanton, 1998) :

1. Keterjangkauan harga

2. Kesesuaian harga dengan kualitas produk 3. Daya saing harga

4. Kesesuaian harga dengan manfaat

90

Perusahaan dalam menetapkan harga suatu produk atau jasa, ada dua faktor yang harus dipertimbangkan (Tjiptono, 2005:38), yaitu:

1. Faktor internal perusahaan

Faktor ini berasal dari dalam perusahaan, terdiri dari: a) Tujuan pemasaran perusahaan

Faktor utama yang menetukan dalam penetapan harga adalah tujuan pemasaran perusahaan. Tujuan tersebut bisa berupa maksimisasi laba, mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan, meraih pangsa pasar yang besar, menciptakan kepemimpinan dalam hal kualitas, mengatasi persaingan, melaksanakan tanggung jawab sosial, dan lain-lain.

b) Strategi bauran pemasaran

Harga adalah salah satu komponen bauran pemasaran. Oleh karena itu, harga perlu dikoordinasikan dan saling mendukung dengan bauran pemasaran lainnya, yaitu produk, distribusi, dan promosi.

c) Biaya

Biaya merupakan faktor yang menentukan harga minimal yang harus ditetapkan perusahaan agar tidak mengalami kerugian. Oleh karena itu, setiap perusahaan sangat memperhatikan biaya (biaya tetap dan biaya variabel), serta jenis-jenis biaya lainnya.

2. Faktor eksternal perusahaan

91

a) Sifat pasar dan permintaan

Setiap perusahaan perlu memahami sifat pasar dan permintaan yang dihadapinya, apakah termasuk pasar persaingan sempurna, persaingan monopoli, maupun oligopoli. Faktor lainnya yang tidak kalah pentingnya ialah elastisitas permintaan.

b) Persaingan

Kebebasan perusahaan dalam menentukan harga itu bergantung pada jenis pasar yang berbeda-beda.

2.1.4 Iklan

2.1.4.1 Definisi Iklan

Iklan menurut Lee dan Johnson (2007:3) adalah komunikasi komersil dan nonpersonal mengenai sebuah organisasi dan produk-produknya yang ditransmisikan ke masyarakat luas melalui media dan bersifat massal seperti televise, radio , koran, majalah, direct mail, reklame luar ruang, atau kendaraan umum. Dalam hal ini peneliti menjadikan pendapat Widyatama (2011:27) sebagai indikator dari iklan, yaitu :

1. Penyampaian 2. Media

2.1.4.2 Jenis – Jenis Iklan

Menurut Morissan (2010:20-21), iklan diklasifikasikan menjadi beberapa jenis yang diuraikan sebagai berikut :

92 1. Iklan Nasional

Iklan nasional ini biasa dimunculkan pada jam tayang utama (prime time) di jarigan televisi nasional dan juga di media besar nasional dan media lainnya. Iklan ini dipasang dengan tujuan untuk menginformasikan dan mengingatkan kepada konsumen akan merek produk atau jasa yang ditawarkan beserta fitur, manfaat, dan manfaat yang ditawarkan dalam rangka menciptakan dan memperkuat citra produk sehingga konsumen akan cenderung membelinya. 2. Iklan Lokal

Iklan lokal dipasang dengan tujuan untuk mendorong konsumen untuk berbelanja pada toko tertentu atau menggunakan jasa lokal atau mengunjungi suatu tempat atau institusi tertentu. Promosi yang dilakukan iklan lokal sering berbentuk direct action advertising (aksi langsung) untuk memperoleh penjualan secara cepat.

3. Iklan Primer dan Selektif

Iklan primer dirancang untuk mendorong permintaan terhadap suatu jenis produk tertentu atau untuk keseluruhan industri. Iklan sejenis ini bertujuan untuk menjelaskan konsep dan manfaat produk secara umum namun sekaligus mempromosikan merek produk bersangkutan.

Iklan selektif lebih fokus pada penciptaan permintaan terhadap suatu merek tertentu. Iklan jenis ini lebih menekankan pada alasan untuk membeli suatu merek produk tertentu.

93 Iklan antar bisnis merupakan iklan dengan target kepada satu atau beberapa individu yang berperan memengaruhi pembelian barang atau jasa industri untuk kepentingan perusahaan dimana individu tersebut bekerja.

5. Iklan Professional

Iklan professional merupakan iklan dengan target kepada para pekerja profesional seperti dokter, pengacara, dokter gigi, ahli teknik, dan sebagainya. Iklan ini digunakan untuk mendorong professional untuk menggunakan produk perusahaan dalam bidang pekerjaan dan merekomendasikannya kepada konsumen.

6. Iklan Perdagangan

Iklan perdagangan menaruh target pada anggota yang mengelola saluran pemasaran seperti pedagang besar, distributor, serta para pengecer. Iklan ini dilakukan dengan tujuan agar para anggota saluran distribusi untuk memiliki, mempromosikan, serta menjual kembali produk tersebut.

2.1.4.3 Keputusan Penting dalam Periklanan.

Penetapan Tujuan Tujuan Komunikasi Tujuan Penjualan Keputusan anggaran Pendekatan sesuai kemampuan Persentse penjualan menyamai Keputusan Pesan Strategi pesan

Pelaksanaan pesan Evaluasi Kampanye Dampak Komunikasi Dampak penjualan

94 Sumber: Kotler/Amstrong dasar-dasar pemasaran jilid 2 hal 168

Gambar 2.1

Keputusan penting dalam periklanan 2.1.4.4 Fungsi – Fungsi Iklan

Adapun fungsi – fungsi iklan menurut Widyatam (2011:43) sebagai berikut:

1. sebagai media komunikaasi dari pihak produsen atau pembuat pesan kepada konsumen atau khalayak penerima pesan. Fungsi komunikasi tersebut meliputi fungsi memberikan informasi, fungsi persuasi, fungsi pengingat, fungsi pemercepat keputusan, fungsi pembangun citra, dan fungsi peneguh citra; 2. sebagai media pendidikan yang digunakan oleh produsen atau komunikator

terhadap konsumen atau khalayaknya;

3. sebagai media yan berfungsi ekonomi di tengah masyarakat; 4. sebagai media sosial; dan

Keputusan Media Jangkauan, frekuensi,

dampak tipe- tipe media utama Wahana media yang spesifik Pengambilan waktu untuk media

95 5. sebagai media penghibur bagi khalayaknya.

Dokumen terkait