• Tidak ada hasil yang ditemukan

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBINAAN MINAT BACA

Perkembangan minat baca anak tidak hanya ditentukan oleh keinginan dan sikapnya terhadap bahan-bahan bacaan. Banyak faktor yang mempengaruhi, baik itu di dalam diri anak maupun di luar diri anak. Faktor yang mempengaruhi yang berada di luar diri anak antara lain kurangnya perhatian orangtua terhadap perkem-bangan minat baca anak-anaknya. Bahkan di sekolah dan pergu-ruan tinggi banyak tenaga kependidikan yang kurang memper-hatikan perkembangan minat baca peserta didiknya. Faktor lain yang juga turut mempengaruhi adalah terbatasnya jumlah karya cetak, khususnya buku yang diterbitkan baik jumlah eksemplar maupun judulnya yang sesuai dengan kebutuhan anak.

Selain itu juga banyak faktor-faktor yang mendukung dan meng-hambat pengembangan minat baca anak. Oleh karena itu, faktor-faktor pendukung perlu diperkuat sehingga dapat lebih mem-bantu merangsang pembinaan minat baca dan sebaliknya faktor-faktor penghambat harus sebanyak mungkin dikurangi sehingga tidak menghalangi pengembangan minat baca anak. Faktor pendukung antara lain tersedianya fasilitas untuk membaca baik di lingkungan keluarga maupun di lingkungan masyarakat seperti adanya perpustakaan keluarga, sekolah, desa, umum dan sebagainya. Disamping itu, adanya berbagai penerbit dan lembaga media massa yang ikut mendorong tumbuhnya minat baca melalui berbagai terbitan, juga sangat banyak membantu. Faktor penghambat yaitu faktor yang dapat menghambat pelaksanaan pembinaan minat baca antara lain derasnya arus hiburan, melalui peralatan pandang-dengar, misalnya televisi dan film dalam taraf tertentu persaingan keras terhadap minat baca anak, disamping itu, kurangnya keteladanan orangtua dalam pemanfaatan waktu senggang untuk membaca dalam keluarga, juga memberi dampak terhadap minat baca sejak masa kanak-kanak. Rendahnya pendapatan masyarakat juga dapat mempe-ngaruhi daya beli atau prioritas kebutuhan dimana buku bukan merupakan kebutuhan utama.

Perpustakaan: Energi Pembangunan Bangsa 155

A. Ridwan Siregar : Perpustakaan:Energi Pembangunan Bangsa, 2004

USU Repository © 2006

PEMBINAAN MINAT BACA ANAK

Seperti telah dikemukakan pada awal tulisan ini, bahwa ling-kungan keluarga merupakan tempat yang pertama sekali memu-lai pembinaan minat baca karena lingkungan inilah yang pertama-tama sekali dikenal oleh anak. Anak-anak tumbuh dan berkembang di lingkungan keluarga. Pengaruh yang pertama-tama diperoleh oleh anak berasal dari orang tua atau penga-suhnya.

Apabila seseorang anak kecil diberikan sebuah palu, maka anak kecil itu akan melakukan kegiatan palu-memalu. Demikian seba-liknya apabila seorang anak tumbuh dan berkembang di ling-kungan buku dan bahan bacaan lain, diharapkan dia tumbuh dan berkembang menjadi pembaca yang baik. Kita tentu sepakat bahwa contoh atau keteladanan yang dilihat oleh anak dari orangtuanya yang suka membaca, akan membentuk sikap anak untuk suka membaca juga.

Demikian pula lingkungan anak dalam keluarga yang penuh dengan bahan bacaan, baik berupa buku, majalah maupun surat kabar akan merangsang anak untuk ingin mengetahui isi bahan bacaan yang ada di sekitarnya.

Suatu tradisi baru mulai tumbuh diantara keluarga di Indonesia bahwa untuk hadiah ulang tahun anak dan hadiah bagi anak karena suatu prestasi tertentu, misalnya naik kelas atau nilai rapornya bagus, kepada si anak bersangkutan diberikan hadiah berupa buku atau bahan bacaan lain yang disukai anak. Pada waktu tertentu, misalnya pada hari libur atau hari besar, banyak orangtua yang mengajak anak-anaknya pergi ke toko buku. Anak-anak kelihatan asyik membaca buku yang terpampang di toko buku itu.

Bagi anak-anak yang belum dapat membaca, banyak ibu-ibu muda menceritakan dongeng atau membacakan dongeng sebe-lum tidur. Hal ini akan merangsang anak untuk segera mengua-sai keterampilan membaca, supaya kelak segera dapat memba-ca sendiri. Untuk keluarga-keluarga intelektual, sekarang telah timbul kecenderungan untuk memiliki perpustakaan keluarga. Meskipun perpustakaan keluarga ini belum lengkap benar, namum dampaknya akan nyata dalam membentuk minat baca anak.

Banyak keluarga, khususnya keluarga yang cukup berpen-didikan, yang mengajak anak-anaknya pergi ke perpustakaan

umum pada hari-hari libur, atau sore hari. Kegemaran pergi ke perpustakaan ini akan menimbulkan minat baca di kalangan anak-anak. Pada saat ini juga menjadi suatu tradisi baru bahwa di komplek perumahan diselenggarakan persewaan buku, khususnya buku fiksi. banyak orangtua yang tertarik untuk meng-ajak anaknya menyewa buku yang diinginkan. Dengan semakin majunya desa, banyak desa yang mulai merintis mendirikan perpustakaan desa. Orangtua yang sadar tentang pentingnya pendidikan, banyak yang mengajak anaknya meminjam buku di perpustakaan desa.

21 MANAJEMEN PERPUSTAKAAN

m

Manajemen disebut sebagai seni atau sains, tetapi sebenarnya adalah kombinasi dari keduanya.Tugas manajerial adalah pengkoordinasian sumberdaya ke arah pencapaian sasaran dan tujuan organisasi termasuk: manusia, informasi, teknis, dan keuangan. Pendekatan sains terletak pada: pengambilan kepu-tusan, perencanaan, dan penggunaan teknologi yang tepat. Pendekatan seni terhadap manajemen dapat ditemukan pada tugas: komunikasi, kepemimpinan, dan penentuan sasaran. Manajemen perpustakaan dan pusat informasi dapat dicapai de-ngan kombinasi: fungsi manajemen dasar, peran, dan kete-rampilan. Fungsi dan peran berbeda diantara berbagai jenis perpustakaan dan pusat informasi karena dipengaruhi oleh: ling-kungan eksternalnya, jenis organisasi induknya, usianya, budaya teknologi dan korporasi, dan atribut pekerjanya. Fungsi dan peran juga berbeda tergantung pada tingkatan manajemen, dimana setiap tingkat merefleksikan tanggung jawab manajerial yang sesuai dengan masing-masing tingkat.

Keterampilan manajemen dibutuhkan ketika berurusan dengan semua jenis kegiatan terorganisasi dalam semua jenis organi-sasi. Mengelola perpustakaan membutuhkan keterampilan mana-jemen seperti mengelola suatu tim sepakbola. Walaupun seorang pustakawan atau profesional informasi bekerja dalam situasi one-man-band, untuk mencapai sasaran perpustakaan mereka tetap menggunakan keterampilan manajemen untuk: menghasilkan dana untuk perpustakaan, menentukan arah masa depan, me-rencanakan pelayanan baru, dan berkomunikasi dengan manajemen dan individu dalam organisasi.

.